TANGGAL


Haaiii… Hallooo.. Apakabar semua? Beberapa hari ini sebenernya udah banyak yang mau aku posting. Tapi berhubung aku ini kalau nulis ya nulis aja langsung dipost tanpa perlu difikirkan apalagi dijadiin draft ya ujung-ujungnya ide tulisan menguap gitu aja deh.

Lalu apa hubungannya dengan tanggal pada judul postingan ini?

Beberapa waktu yang lalu aku pernah memposting tentang Stand Up Comedy Indonesia. Dibagian Raditya Dika ada menyinggung tentang cewek yang seneng ‘menyiksa’ cowok dengan penghapalan angka.

Jadi intinya cowok itu keberatan kalau mereka harus menghapal tanggal-tanggal penting bagi cewek. Seperti tanggal mereka jadian. Tanggal mereka pertama kali ngedate. Tanggal mereka pertama kali nonton. Ukuran pakaian ceweknya. Ukuran Sepatu. Tanggal lahir ceweknya dan masih banyak lagi.

Aku sendiri gak setuju dengan ini. Lah emangnya cowok aja yang keberatan ngapalin angka dan tanggal? Cewek juga kali! (baca: aku :mrgreen: ). Dari kecil aku sangat benci dengan tanggal. Pernah sewaktu kelas 3 SD aku untuk pertama kalinya mendapatkan nilai 4 pada mata pelajaran sejarah. Dan semenjak itulah aku sangat tidak suka dengan pelajaran IPS dan udah menetapkan diri akan menjadi ‘anak IPA’

Masalahnya bukan saja ditanggal seh. Aku memang sangat gak suka untuk menghapal angka (menghapal loh yak, bukan menghitung). Apapun angka itu.

Seperti kemaren pas aku pulang dari kantor dan singgah ke toko kosmetik untuk membeli beberapa perlengkapan rias sehari-hari.

Aku : “Mbak ada revil bedak merk X?”

Mbak : “Oh iya ada, mau yang mana mbak?”

Aku : “Yang warna kuning deh mbak”

Mbak : “Nomor berapa?”

Aku : “Lah bedak pake nomor segala?”

Mbak : *hening* “Iya mbak bedak itu pake nomor bukan pake warna”.

Yak, kalian boleh ketawa deh, tapi selama ini aku gak ngeh loh kalau bedak itu pake nomor. Dan ternyata bukan cuma bedak aja. Tapi lipstik, eyes shadow, blush on dan hampir semua kosmetik itu pake nomor. Ya ampun, ribet banget dah. Lalu aku harus ngapalin semua angka-angka gak penting itu? Euh, gak banget dah..

So, masih berfikiran kalau cewek suka menghapal angka? Kalau aku seh ogah 😛

Advertisements

Jakarta..


Haii Halooo.. apa kabar semua.. Aku dong lagi mood bagus coz pagipagi bangun baca postingan mbak EM bahwa aku termasuk dari orang yang dapet kenangan dari mbak imelda untuk merayakan 1000 postingannya dan 12 tahun pernikahan serta 19 tahun mbak EM. *jogedjogedpisang*

Dengan semangat 45 aku langsung imel mbak imeldanya dong. Terus mbaknya nawarin mau buku gak? Tapi bahasa inggris atau bahasa jepang. Waduh, aku tuh sebenernya suka banget sama buku. Malahan citacita aku punya satu tempat khusus buat baca. Tapi ya aku tuh gak bisa bahasa Jepang, dan inggris aku hancur banget. Mau buku apaan coba *menunduk* jadinya request sesuatu deh yang mudah2an gak ngerepotin mbaknya :mrgreen:

Selama beberapa hari ini sebenarnya aku banyak baca dan nonton film. Buku terakhir yang aku baca Madrenya Dee Lestari (kapankapan deh di review bukunya) dan film Rise of The Planet of The Apes dan kemaren malem nonton Final Destinations 5. Tapi klo mau nulis 3 jenis itu kok rasanya sayang yak blog aku penuh sama review-review. Ntar disangkaian blog review pula. Padahalkan ini blog curcol! *uhuk* 😛

trihidayati.multiply.com

Menyoal judul postingan ini, jadi rencananya aku mau ke Jakarta tanggal 12 Oktober ntar. Melihat dari kemaren pas aku ke Bali banyak temen-temen yang protes kenapa aku gak kabar-kabari kesana, jadinya sekarang sekalian aja buat pengumuman *sok tenar* (padahal kagak 😛 ) kalikali aja ada temen-temen yang kita bisa ketemuan 😀

Jadi rencananya tanggal 12 itu aku ada kerjaan ke sana sampe tanggal 14 dan rencananya baru pulang hari minggu tanggal 16. So ada yang mau ngajak kopdaran? 😛

Hargailah uangmu..


Haii halooo.. apa kabar semua?

Akhirnya aku ikutan juga sebuah kontes-kontesan yang kali ini diadakan sama Hani. Awalnya seh bingung banget mau nulis apa. Lagian temanya susah banget gitu, perubahan! Lah, aku yang kucruk-kucruk hidup geje yang isinya seneng-seneng aja gini apanya yang ada perubahan? *merenung*

Setelah merenung tujuh hari tujuh malam akhirnya aku dapet juga idenya. Ya, idenya juga di dapet dari hidup aku yang geje ini. Ngelihat seberapa gak jelasnya hidup aku hingga akhirnya bisa sampe sekarang adalah sebuah perubahan yang lumayan berarti dihidup aku. Apakah itu? Mari kita teruskan. *halah*

http://arianni-the5.blogspot.com

Aku sedari kecil udah hidup senang. Ya walaupun aku bukan dari keluarga yang kaya raya banget, tapi jika dibandingkan dengan temen-temen sekolah atau temen-temen satu kampung aku termasuk dalam keluarga yang berada. Keluarga akupun sangat memanjakanku dengan segala fasilitas yang ada. Gak susah buat aku untuk meminta sesuatu, dan apapun yang aku minta hampir pasti dikasih yang membuat aku terbiasa dengan segala fasilitas tanpa harus ‘bekerja keras’. Hidup seperti itulah yang terus aku jalani sampai aku kuliah.

Kehidupan dikuliah tentu jauh beda dengan kehidupan di sekolah. Di kampus pergaulan bukan cuma sekedar di ‘dalam kelas’ tapi kita benar-benar masuk kedalam kehidupan teman-teman kita. Bagaimana ada yang hidupnya hanya bersenang-senang dimana hampir setiap malam nongkrong dan ada pula yang harus bekerja keras buat membiayai kebutuhan kuliahnya.

Aku? Dengan kebiasaan ‘buruk’ aku semasa kecil tentu lebih memilih bergaul dengan teman-teman yang berhura-hura. Lagian ngapain juga aku memikirkan uang kuliah kalau itu sudah disediakan oleh kedua orangtua aku?

Pertengahan tahun kuliah, aku mulai merasa iri dengan teman-teman kampusku yang kerja sambil kuliah. Bagaimana mereka bisa mengatur keuangan mereka sendiri, membeli barang-barang dari hasil kerja kerasnya dan hingga sampai membayar uang kuliahnya. Melihat hal itu aku juga ingin bekerja. Bukan untuk uang, tapi lebih kepada memperlihatkan keorang lain, bahwa aku juga bisa menghasilkan uang dari jerihpayahku sendiri!

Masa-masa mencari pekerjaan adalah masa-masa yang galau. Aku tentu saja mencari pekerjaan yang gak perlu kerja keras. Lagian aku juga masih kuliah, kalau aku salah pilih pekerjaan, bukannya baik, malah akan merusak ritme kuliahku (yang aku targetkan harus lulus 4 tahun). Akhirnya, aku memutuskan untuk mengajar. Bulan januari 2010 mulailah aku bekerja sebagai tutor pembimbing di KSM. Akupun mulai mengalami apa itu perubahan.

Kuliah dipagi hari dan bekerja di sore hingga malam hari bukanlah sesuatu yang mudah bagi aku. Menghadapi teman kantor yang beragam dan menilai semua pekerjaannya dengan ukuran uang membuat aku sedikit risih. Sistem pembayaran di lembaga bimbingan aku adalah perjam pelajaran. Jadi, makin kita mengajar banyak maka makin banyak upah yang kita dapat. Tapi, itu balik lagi ke cara mengajar kita apkah disenangi murid ataupun tidak.

Setelah sebulan banting tulang mengajar dan kuliah, akhirnya akupun mendapatkan gaji pertamaku. Senang? Teramat jauh dari kata itu, karena yang aku lihat bukan sejumlah yang bisa ‘membahagiakan’ aku. Yang aku lihat hanyalah beberapa lembar uang yang bahkan tidak sampai setengah dari uang bulanan yang diberikan oleh orang tuaku selama ini!

Mau mengeluh? Mengeluh untuk apa? Malahan aku berfikir kepada diriku sendiri. Aku saja yang gak ada tanggungan apa-apa merasa sangat kurang dengan apa yang aku dapatkan sekarang. Lalu bagaimana dengan teman-temanku yang memang menjadikan ini sebagai pekerjaan utama? Dengan gaji sekecil itu?

Beberapa bulan kedepan aku mulai dekat dengan teman-teman satu kantor. Mendengar mereka mengeluh dengan sistem yang ada dan kecilnya ‘tarif’ yang diberikan kepada kami mulai tidak membuat aku risih. Malahan aku prihatin. Dari cerita merekalah aku mulai mengalami perubahan. Perubahan dalam arti menghargai uang.

Semenjak itu, aku jika menginginkan sesuatu tidak serta merta meminta kepada kedua orang tuaku. Jika bisa aku penuhi sendiri, aku akan mengusahakannya sendiri. Jika tidak bisa, aku lebih berfikir apakah aku benar-benar memerlukan itu? Kalau tidak atau masih bisa ditunda, maka tidak akan aku lakukan.

Aku bersyukur dengan segala keputusan aku selama ini. Karena aku yakin, apapun yang berjalan adalah kehendak Tuhan. Tuhan telah membukakan mataku untuk hidup lebih menghargai, dan aku ingin terus hidup seperti itu, walaupun sampai sekarang aku tetap masih terus belajar. Belajar untuk sebuah perubahan 🙂

***

Artikel ini diikutsertakan kontes Make That Change Pendar Bintang.

Hello Stranger!! [Part 2] – Pak Jailani..


Haiiii Halooo.. Apa kabar semuanya neh? Lagi ngapain? Aku sendiri masih ngebusuk di rumah sendirian.

Sebenarnya pingin banget ikutan kontes-kontes yang sekarang berseliuran yang diadain oleh tementemen blogger. Tapi kok temanya rada susah yak? (padahal aku aja gitu yang males mikir 😛 ) Jadi sekarang mau nyeritain tentang pertemuan aku dengan orang yang aku gak kenal. Kalau kemaren aku cerita tentang seorang bapak yang baik hati mengantarkan aku untuk cari kosan temen di Bandung tengah malam. Kali ini yang terpilih adalah PAK JAILANI!! Prokprokprok!! *goyanggoyangpompom*

Pak Jailani *yg gak jelas kelihatan* >.<

Di atas adalah satu-satunya foto Pak Jai yang ada sama aku. Sayang banget yak gak sempat foto sama-sama bapak.

Pertemuan dengan Pak Jailani ini adalah saat aku jalan-jalan ke Kuching bulan Juni kemaren. Seperti yang udah aku ceritain, kalau perjalanan ini sama sekali gak ada rencana. Hanya karena mendengar ada cuti bersama mendadak, jadinya aku langsung beli tiket tanpa ada persiapan apapun!

Dateng ke Kuching dengan modal nekat cuma punya beberapa nama hotel murah buat nginep aku, kakak dan kak Tri rada kagok juga pas turun dari bis *nah loh mau ngapain gua?* Karena aku yang ngerencanain acara jalan-jalan kali ini, jadinya aku rada merasa bertanggungjawan seh (ya walaupun sebenernya aku yang paling kecil disini seharusnya yang dilayani 😛 ) akhirnya aku dengan sigap cari taxi terdekat.

Dapet supir taxinya orang cina gitu, diajakin ngomong malay gak terlalu bisa, di ajakin ngomong inggris patah-patah *bingung* tapi karena melihat sekitar sepertinya supit taxinya sama semua (gak ada orang melayunya) jadi terpaksa deh pake taxi yang itu aja.

Sampai-sampai di hotel dibantu cek in sama si supir taxi (baik juga ternyata :mrgreen: ) daaannn resepsionisnya sama aja kayak si supir taxi! Kurang bisa bahasa Malay (tapi lebih mendingan seh daripada si supir taxi) dan bahasa inggrisnya juga kacau! *jongkok dikolong meja*

Bercermin dengan dua orang di atas, kok jadinya jadi takut jalan-jalan sendiri. Takut gak bisa komunikasinya gitu. Lagian kuchingkan (apalagi wilayah wisatanya) emang wilayah cina. Sebenarnya seh sama juga dengan Pontianak rame komunitas Cina, tapi kalau di Pontianak (dan Indonesia pada umumnya) gak ada tuh namanya orang Cina gak bisa bahasa Indonesia kan! Beruntunglah kita di Indonesia yang punya bahasa persatuan 😀

Jalan-jalan hari pertama di sekitaran waterfront aja. Keliling-keliling dari siang sampe sore, akhirnya sore memutuskan untuk menyusuri sungai serawak dengan menggunakan kapal. Di sinilah kami bertemu dengan Pak Jailani.

Pak Jailani ini bekerja sebagai awak di kapal ini. Dia bertugas untuk menjelaskan kepada penumpang apa-apa yang ada disepanjang pinggiran sungai Serawak. Karena cuma kami bertiga yang merupakan turis asing, jadinya dia hanya fokus sama kami. Yang lebih menguntungkan lagi adalah, Pak Jailani ini asli orang melayu yang membuat gak ada masalah komunikasi antara kami berempat. *bangsai*

Pak Jailani cerita kalau orang-orang di serawak ini rata-rata merupakan keturunan orang-orang di Kalimantan (Indonesia). Kakek dia sendiri juga merupakan orang Indonesia yang menetap di Malaysia, makanya dia rada respek dengan kami. Beberapa bahasa Indonesia juga dia menguasai seperti dia menyebut mobil (yang sebenernya dia terbiasa dengan kerete) dan gak masalah di panggil dengan panggilan PAK (sebenarnya aku gak tahu juga ada masalah apa dengan panggilan ini, tapi setiap temen2 pak Jai denger kami manggil PAK pasti mereka senyum-senyum dan bilang: iya dia cocok memang dipanggil PAK! *what the maksud?* ).

Akupun bertanya-tanya daerah wisata di seputaran Kuching dan dengan baik hatinya (mungkin karena kasian juga sama kami 😛 ) Pak Jai lalu menawarkan keliling Kuching dengan mobilnya. Untuk memperlancar proses, kamipun meminta nomor kontaknya.

Esok harinya masalah muncul. Kartu kami bertiga masih menggunakan nomor Indonesia dan gak ngudeng kalau mau nelpon internasional harus didaftarkan dulu! Akhirnya kamipun berinisiatif buat nelfon dari hotel. Dihubungi berkali-kali kok gak bisa yak? Mulailah kami berfikir ‘wah dibohongi neh kita’.

Janjian jam 9, sampai jam 10an belum berhasil menghubungi Pak Jai lagi. Karena laper, kamipun cari sarapan dulu baru berusaha menghubingi bapaknya lagi. Bingung juga mau ngubungi pake apa. Kalau mau ke hotel lagi jauh. Nyobain telepon umum eh ternyata bisa! Seneng banget! (jadi telepon umum itu penting banget loh untuk para wisatawan, sayang banget di Indonesia keberadaan telepon umum udah jarang banget yang kondisinya baik).

Setelah beberapa kali dihubungi, akhirnya kami berhasil juga ketemu sama Pak Jai dan jalan-jalan seharian keliling Kuching dengan mobil yang nyaman dan guide dadakan yang berpengalaman 😀 Serunya guide seperti pak Jai ini adalah, kami gak melulu diajak ketempat wisata aja. Tapi adakalanya dia permisi untuk mengambil sesuatu di rumah temannya sehingga kami melihat rumah-rumah penduduk yang ternyata bentuknya seperti Pontianak juga tahun 90an!

Yak, begitulah cerita aku bertemu dengan orang asing diperjalanan. Seperti kata temenku Sita: Jangan takut untuk jalan-jalan, karena selalu ada orang baik disekitar kita 🙂

Captain America: The First Avenger


http://www.21cineplex.com

Yak yak yak,, rasanya udah lama gak ngebahas tentang film. Lagian emang semenjak Transformers 3 kemaren aku gak ada nonton bioskop. Lah lagian yang diputer itu segala macam film yang udah kadarluarsa banget dah. Kayak kungfu panda. Itukan aku udah nonton pas di Kuching kemaren. Jadinya setelah Transformers aku libur dulu deh kebioskop *dan balik lagi ke dvd bajakan* 😆

Jadi film ini udah masuk list film yang aku mau tonton 2011. Jadwalnya kan sebenarnya bulan agustus tuh, tapi udah ditunggu-tunggu eh akhirnya baru keluar bulan september aja gitu!

Pas udah masuk di coming soon aku langsung remind me di 21cineplex dong. Pas hari rabu udah tahu akan tayang jum’at kemaren. Tapi diajak temen nonton hari senin aja 😦 Tapi gak papa lah lumayan ditraktir jadinya gratis 😛

Hari senin udah semangat aja mau nonton, eh pas sore hujan aja gitu Pontianak. Dan bagi yang pernah di Pontianak pasti bakalan tahu deh kalau udah hujan Pontianak itu lamaaaaa banget, apalagi kalau udah sore atau malem, jadi takut-takut hujan kan yak. Ditambah lagi ragu-ragu neh temen udah beli tiketnya belom yak? Kalau belom bisa dapet gak yak? Ah, jadi bingung (maklum selama ini kalau nonton selalu aku yang mengurus masalah beli membeli tiket :mrgreen:)

Alhamdulillah pas pulang kantor hujannya udah reda, temen yang jemput enggak telat walaupun dianya yang malah khawatir kalau ketelatan kita nontonnya dan ternyata dia juga udah beli tiketnya dong! *bangsai* hehehe. Jadilah aku nonton Captain America dengan GRATIS *joged2pisang*

Hmm,, bagi yang udah terbiasa dengan komik2 marvel atau gamesnya gitu tentu gak asing lah ya dengan Captain America ini. Tapi aku ini bo tinggal di pedalaman kalimantan, mana ada gitu waktu kecil baca komik ginian! Paling panter lah bacaannya detictive conan atau komik Jepang gitu. Kalau games? Hmm paling populer itu jaman SD aku cuma mario bross sama tiny toon deh 😛

Jadi, aku sama sekali gak tahu dengan jalan cerita dari captain amerika ini. Bari nonton Trailernya aja pas hari minggunya biar pas nonton gak kagok-kagok bener (udah nonton dulu seh tahun 2011, tapi belom trailer yang bagus juga).

Bagi yang bernasib sama dengan aku (yang gak pernah tahu jalan ceritanya) sedikit aku ceritakan. Jadi ada seorang warga amerika bernama Steve Rogers yang bertubuh kecil mungil gitu. Kebiasaannya adalah dipukuli oleh orang orang yang lebih besar darinya. Keinginannya terbesarnya adalah menjadi tentara Amerika (hadeh, citacitanya gak banget gitu, gak ngikutin kemampuan 😛 )

Kemudian ada seorang propesor yang bekerja sama dengan Mr. Strak (bapaknya si Tony Strak) membuat sebuah eksperimen untuk para prajurit2 amerika agar bisa menjadi lebih kuat. Akhirnya hari yang ditentukan datang, Steve mengikuti proses untuk menjadikannya lebih kuat dan berhasil!

Sayangnya saat proses itu sang prosesor dibunuh oleh anak buah dari red skull dan satu-satunya sisa serum yang telah dibuatnya diambil oleh penjahat dan kemudian pecah saat pengejaran (sehingga si Steve itulah satu-satunya prajurit yang berhasil untuk eksperimen itu).

Red skull sendiri mempunyai misi untuk menghancurkan dunia, banyak dari para tentara yang berperang dikabarkan menghilang, namun Steve yakin bahwa mereka tidaklah meninggal. Dimulailah misinya untuk menyelamatkan temannya dan para prajurit lainnya untuk selanjutnya untuk menyelamatkan dunia (khas Amerika banget yak 😛 )

Beberapa bagian yang mengganggu dari film ini diantaranya adalah Steve yang ‘hanya’ seorang prajurit penting amat gitu pake seragam yang beda dari prajurit-prajurit lainnya. Ya, karena dia tetep dalam saru kesatuan prajurit jadi aneh aja gitu dia punya seragam. Kalau super hero lainnya kan dia kerjanya sendiri, jadi wajar kalo punya seragam!

Lalu, eksperimen yang dilakukan oleh propesor kan cuma untuk menambah kekuatan, bukan menambah kegesitan dan keuletan. Tapi yang ada dari yang gak bisa apa-apa si Steve langsung bisa gitu berkelahi dan menggunakan perisainya sampe lihai banget. Kapan belajarnya? 😛

Over all, filmnya bagus seh (secara aku emang suka film-film bergendre beginian) kasih 4 bintang dari 5 deh :mrgreen:

So, ada yang udah nonton juga? Gimana pendapat kalian? Bagi yang belom nonton, ayo cepetan ditonton! Ya kaau gak di bioskop, dvd bajakan atau downloadan bisa lah 😆

Selamat menonton \o/

2 – DUA


Haiiii… Halooo… apa kabar semuanya? Baek-baek ajakan?

Gimana dengan kondisi kota kalian masing-masing? Masih aman kan? Pontianak sendiri disuruh waspada dengan ancaman angin puting beliung sampai akhir tahun ini. Emang seh daerah kalbar sangat rentan dengan ancaman angin besar. Dulu seh emang dibilang aman dari gempa lah ya. Tapi pas puasa kemaren ada aja gitu gempa di kalbar! Kalau gak salah sampe 4sr deh. Ya namanya juga manusia ya cuma bisa memprediksi aja kalau udah Tuhan bilang ‘kun fa ya kun’ ya semua prediksi manusia bubar dah. So, sekarang jadi lagi berhati-hatinya kalau jalan keluar rumah. Gak lucu kan yak kalau lagi mau jalan untuk memantapkan kegaulan sebagai anak gaol seantero kota Pontianak tiba-tiba nyangkut sampah ke muka kan 😛

Balik lagi ke topik. Beberapa bulan yang lalu Donny si 5-cm melaunching buku keduanya yang berjudul ‘2’. Rada aneh yak judulnya, terlalu simple gimana gitu (komen gak penting). Seperti biasa Pontianak kan kota gaul banget gitu sampe-sampe kalau ada novel baru itu lamaaaaaaaaaa banget baru ada bukunya nyantol di gramed. Jadinya aku titip aja bukunya ke wulan dari Bandung, biar dia sekalian bawa pas mudik lebaran ke Pontianak gitu.

Eh, ternyata pas bulan puasa kemaren bukunya udah ada dong di Gramed! Syukurnya si wulan belinya dapet lebih murah daripada di Gramed sini, jadinya masih bisa dianggap untung lah 😛

Ini Bulu Tangkis, dan ini Indonesia!

Kalimat inilah yang paling sering ditulis dibuku ini berkali-kali.  Yak, udah ketebak kan isi cerita buku ini. Setelah di buku pertamanya 5cm kemaren donny membahas tentang ‘anak gunung’, kali ini dia membahas tentang bulu tangkis.

Jadi ceritanya ada seorang anak bernama Gusni terlahir dengan sebuah kelebihan. Kelebihan yang membuatnya harus berjuang untuk hidup lebih dari manusia lainnya.

Gusni ini terlahir dengan tubuh yang besar. Mungkin termasuk golongan bayi raksasa yang membuatnya hingga remaja menjadi seorang gadis berbadan besar. Bahkan berat badannya mencapai 125kg! Tapi kegendutannya bukan merupakan gendut biasa yang dialami oleh orang lain pada umumnya. Karena ini adalah sebuah penyakit genetis yang jika terus dibiarkan dapat membahayakan nyawanya.

Walaupun punya tubuh yang besar, Gusni punya satu keinginan yang sedari kecil telah menjadi cita-citanya: menjadi atlet bulu tangkis!

***

Yak, gambaran ceritanya segitu aja ya, coz gak baek kalau ngasih resensi panjang-panjang, ntar jatoh-jatohnya spoiler! 😛 (caelah macam si niee gak sering spoiler aja 😆 ). Pada dasarnya seh ceritanya bagus, tentang keluarga yang sangat akrab satu dengan yanng lainnya, selalu mendukung dan gak pernah meninggalkan walaupun ada masalah sebesar apapun. Tentang sahabat, yang selalu setia kapanpun disaat suka, ataupun duka. Tentang cinta, dan tentang keberanian, perjuangan untuk hidup dan melawan segala penyakit yang menderanya.

Sebenarnya ada satu yang buat aku merasa sedikit kurang sreg dengan novel ini. Penggambaran adegan pertandingan bulu tangkis yang terlalu sering dan sangat panjang yang membuat aku sedikit malas untuk membacanya. Serasa baca berita siara bulu tangkis di detik.com gitu deh. Padahal kalau berita sebenarnya aja aku males buat baca ‘jalannya pertandingan’. Lah ini, dimasukin seubrek-ubrek di bukunya sampai beberapa lembar!

Selain itu tetap dengan gaya Donny yang gamblang dan dengan segala konflik yang pas. Gak sampe nangis mewek seh bacanya. Dan menurut aku, walaupun bukunya tebal, tapi ceritanya termasuk ringan buat dibaca.

nb: dari mulai baru ngebaca, sampai pas bener-bener mulai ngebaca bukunya aku penasaran banget apakah ini kisah nyata atau gak. Sampai googling segala gitu. Setelah bekerja keras dengan peluh dan keringat *lebay* akhirnya  dapet juga jawabannya :mrgreen:

Tidur Yuk..


http://fikriaulia03.blogspot.com

Haiii Halooo, pagi pagi minggu lagi ngapain neh? Masih molor kah? Aku dong udah bangun dan belom mandi *nah loh* :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu di kantor aku lagi ngomongin masalah tidur-tiduran ini. Maksudnya ya gak tidur di kantor juga ya. Begimana caranya juga bisa tidur di kantor yang tempatnya cuma ada bangku sama meja yang isinya komputer doang. Etapi aku penasaran loh kalau ada orang yang bisa tidur dimanapun. Seperti didalam kelas, di ruang tunggu, pokoknya dimanapun lah. Kok bisa seh? *merenung*

Aku sendiri termasuk orang yang yang susah tidur dimanapun. Jangankan di dalem kelas deh, di bis aja untuk perjalanan jauh aku susah banget tidur. Intinya seh aku gak bisa tidur dengan posisi tegak. Jadi pas jalan-jalan ke Kuching kemaren kan memakan waktu+/- 14 jam tuh, gak mungkin kan aku gak tidur, bisa tepar dah sampai-sampai kesananya. Jadi aku nyari-nyari 2 bangku yang kosong dan tidur dalam porsi rebahan. Dengan posisi itu, aku sukses tidur sampai diperbatasan 😀

Ternyata beberapa orang ada yang susah tidur dengan kondisi tertentu. Padahal udah ada di tempat yang tepat. Yak, apalagi kalau bukan ditempat tidur. Jadi mereka ini perlu kondisi penerangan tertentu, bisa harus terang banget, harus redup-redup, atau bahkan harus gelap banget sampai gak ada penerangan sama sekali.

Temen dikantor aku di atas terbiasa tidur dengan pencahayaan yang terang benderang. Kalau redup aja atau mati lampu dia pasti akan terbangun dan langsung gak bisa tidur. Jadinya dia harus siap sedia lampu emergency di dalam kamar kalau gak mau tiba-tiba malam mati lampu dan dia gak bisa tidur lagi sampai paginya.

Ada lagi temen aku vio yang sering aku ceritain di blog ini. Dia tidurnya harus dalam keadaan geap. Jangan sampai deh ada cahaya sedikit aja, dia langsung terbangun dan mematikan sumber cahayanya.

Sedangkan aku? Kebiasaan aku dari kecil yang dibiasain oleh orang tua adalah pake penerangan seh, tapi yang sangat redup. Jadi pake lampu tidur gitu, enaknya seh lampu kecil yang 5 watt dengan penerangan redup. Tapi seperti yang aku ceritain kalau posisinya udah bener (rebahan) aku seh bisa-bisa aja tidur dalam kondisi pencahayaan apapun. Mau terang benderang ok aja, mau gelap sama sekali gak ada cahaya juga ok.

Kalau menurut klikdokter.com pencahayaan yang paling bagus saat tidur seh dalam keadaan mati yak. Katanya dengan pencayaan yang rendah (bahkan gak ada sama sekali) kualitas tidur kita akan lebih baik dan saat bangun kondisi badan kita akan lebih segar daripada tidur dalam pencahayaan terang benderang. Tapi yang namanya kebiasaan rasa aku susah deh buat diubah deh :mrgreen: Sekarang aku sedang membiasakan diri tidur dalam keadaan lampu dimatiin. Selain mengejar kualitas, juga biar hemat energi dan rekening listrik kan yak 😳

So, gimana dengan cara tidur kalian? 🙂

nb: kok pas baca judul postingannya jadi rada gimana gitu yak 😆 Tapi ya sudah lah 😛