[Review Buku] The Revenge of Seven


Terakhir kali si Niee merevie buku I Am Number four series adalah tahun 2014 akhir. Wow! Udah dua tahun lebih gitu baru akunya tersadar dan merasakan bahwa harus meneruskan menulis buku satu ini karena sepertinya gak ada yang nulis selain aku jadi kata kunciΒ  I Am Number Four di google pasti jatohnya ke sini, hahaha. Kalau kalian mau baca buku sebelumnya bisa dilihat di link di bawah ini:

  1. Buku kedua : The Power of Six
  2. Buku ketiga : The Rise of Nine
  3. Buku keempat : The Fall of Five
  4. Buku kelima : The Revenge of Seven

Bahkan aku baru sadar kalau belum pernah nulis buku yang pertamanya, hahahaha. Ntar kapan-kapan kalau gak males aku tulis deh πŸ˜›

Jadi gimana dengan buku kelimanya ini Niee?

The Revenge Of Seven
The Revenge Of Seven

Bahkan saking lamanya udah aku baca bukunya aku sedikit lupa jalan ceritanya dan saat menulis ini harus kembali membaca dan mengingat-ngingat jalan ceritanya lagi >.<

JALAN CERITA

Setelah dihianati oleh nomor lima “laskar” garde yang sudah dibangun oleh John dengan susah payah harus berantakan lagi. Nomor delapanΒ  meninggal saat nomor lima mengirim mereka ke rawa jebakan di Florida yang membuat Nomor Sembilan, Enam dan Marina terjebak di dalam rawa tersebut dan tidak tahu jalan untuk keluar.

John, Sarah, Sam, Malcolm (ayah Sam) dan Adam seorang Mogadorian murni yang mengatakan dirinya ada di pihak garde bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan nomor sepuluh diambil oleh Setrakus Ra dan menyatakan dirinya adalah kakek dari garde tersebut.

Saat John tidak bersemangat lagi (apalagi dia selalu saja curiga terhadap Adam) tiba-tiba mereka mendapatkan sebuah situs berita The Walk Among Us tentang peristiwa Garde dan Mogadorian yang sangat terperinci sehingga perlu dirasa mereka perlu mengkonfirmasi hal itu sehingga Sarah ditunjuk untuk melaksanakan tugas tersebut yang makin membuat John merasa kehilangan dan kerinduan.

Sekarang mereka tidak bisa hanya berdiam diri saja, sudah saatnya melawan. Walaupun John masih tidak mempercayai Adam, tapi satu-satunya yang mempunyai ide untuk menyerang kompleks Mogadorian adalah Adam dan mereka tidak punya ide lain, akhirnya setelah Sarah pergi, John, Sam, Malcom dan Adam melaksanakan rencana mereka.

Dilain pihak Marina, Enam dan Sembilan berusaha mencari jasad nomor delapan yang diambil para Mogadorian hingga akhirnya mereka sampai kesebuah pesawat Mogadorian terbesar yang pernah mereka lihat dan benar saja, disikitar itu mereka melihat nomor delapan dan nomor lima!

Dapatkah mereka menyelesaikan misi mereka masing-masing. Dan dapatkah mereka berkumpul kembali untuk mengalahkan Setrakus Ra. Dan apa yang sebenarnya yang akan terjadi pada nomor sepuluh?

***

Lagi-lagi buku ini penuh dengan misteri. Selain misteri penulisnya yang gak jelas si Pittacus Lore itu (Aku sebenarnya penasaran btw, tapi kok gak jadi-jadi untuk menelusuri siapa penulis aslinya >.< ) jumlah buku yang akan diterbitkan juga gak jelas. Jadi aku kirain buku ini lagi-lagi buku terakhirnya dan ternyata aku salah! (Dan yak, saking kelamaannya aku vakum buat review buku ini ternyata buku terakhirnya udah keluar :P)

Alur dari ceritanya sama sekali gak dapat ditebak sehingga setiap baca halaman-demi-halamannya selalu aja membuat aku penasaran. Pemakaian sudut pandang yang bergantian antar tokohnya juga membuat kita gak bosan dengan jalan ceritanya. Kalau cuma sudut pandang satu orang kan biasanya kita penasaran ya apa yang dirasakan oleh orang lain yang bukan tokoh utama.

Yang pasti bagi yang suka novel bergendre fantasi boleh deh dijadikan satu series bacaan lagi πŸ™‚

So, kalian lagi baca buku apa? Kalau aku lagi mesen buku ke-6 dan ke-7 series ini, hahahaha. Telat banget yak!

Fantastic Beasts : Ketika Dahaga Terhilangkan


Rasanya udah lama banget ya si irninya gak nulis tentang film yang baru ditonton. Seringnya selain berfikir udah banyak review yang berterbangan di seluruh dunia, beberapa film yang aku tonton belakangan ini emang gak terlalu masuk ke hati kali yak. Bagus filmnya, tapi ya sekedar bagus aja, sampailah ketika aku menonton film ini. INI FILM BAGUS BANGET KAKAK!!

Baca review film terakhir irni: COMIC 8 Kasino King

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

Sebagai penggemar Harry Potter rasanya ngenes gitu waktu terakhir baca seri bukunya yang ketujuh. Udahlah nunggunya lama banget sampe bertahun-tahun. Belinya pre-order pula, bacanya sedikit-sedikit tapi penasaran banget dan akhirnya sampailah harus merelakan hati ini bahwa bukunya emang udah tamat. Gak akan ada lagi buku-buku selanjutnya (dan eh ternyata ada buku barunya! Dasar kau JK Rowling! πŸ˜† ) Tapi sedikit menenangkan hati karena paling gak masih ada filmnya. Film pertama selesai, paling gak ada part 2 nya. Dan akhirnya Harry Potter pun bener-bener usai. By HARRY, kita gak akan ketemu lagi! πŸ˜₯

Harry Potter menurut aku penggambaran dunia sihir pada masa kini yang sempurna banget. Gak kayak kebanyakan film yang menggambarkan penyihir itu gelap (seperti Maleficent misalnya di dunia dogeng) Harry Potter series menggambarkan bahwa penyihir itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita, kita aja yang gak menyadarinya. Karena konsep inilah yang dulunya waktu jaman SMP dan SMA aku seneng ngayal seandainya dunia sihir itu bener-bener ada. Atau bagaimana kalau salah satu tetangga aku adalah penyihir hebat, dan yang lainnya. Makanya setelah series itu habis serasa semua khayalan terhempas *lebay*

Pas denger film ini tayang sebernarnya gak ngeh juga ini film apaan. Karena aku jujur aja gak pernah melahap buku-buku pendukung Harry Potter kecuali ketujuh buku utamanya. Karena beberapa kali ngintip di gramed rasanya buku-buku itu aneh gitu, hahahaha. Buku Fantastic Beasts ini juga kalau baca bukunya sekilas emang cuma menjelaskan tentang hewan-hewan di dunia sihir dan di mana kita bisa menemukannya. Bener-bener bukan buku yang bercerita. Tapi pas baca beberapa review dari temen-temen apalagi pas tahu bahwa ini proyeknya JK Rowling dan ada hubungannya dengan Harry Potter si Irni pun semangat banget buat nontonya. AKU HARUS NONTON FILM INI DI BIOSKOP!

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

JALAN CERITA

Pada tahun 1920an Newt seorang penyihir dari Inggris datang ke Amerika dengan membawa sebuah koper yang berisi penuh dengan binatang-binatang sihir peliharaannya. Ketika hari pertama datang dia kemudian disuguhkan ke depan sebuah demo tentang penolakan penyihir oleh para aktivis. Sialnya pada saat demo sedang berlangsung salah satu peliharaannya malah keluar dari kopernya dan masuk ke dalam sebuah bank di mana Newt harus menangkap kembali binatang tersebut.

Di dalam bank, Newt bertemu dengan Kowalski, seorang yang sedang ingin meminjam uang di bank untuk membuka toko kue. Nasib buruknya kemudian membawa dia mengikuti perburuan Newt untuk mendapatkan hewan peliharaannya hingga mereka disangka akan mencuri uang di bank tersebut. Karena terburu-buru Newtpun ber-disapparate bersama dengan Kowalski dan karena takut kowalski langsung pergi.

Dari kejauhan Tina, seorang ex-Auror melihat gerak-gerik mencurigakan dari Newt dan membawanya ke Kementerian Sihir di Amerika. Dia mencurigai Newt yang membawa koper berisi penuh binatang sihir dan menduga bahwa kejadian beberapa hari belakang ini adalah ulah binatang-binatang itu. Namun, pada saat di cek ternyata koper Newt dan Kowalski tertukar. Beberapa binatang terlepas dari koper dan Newt harus mengembalikan mereka semua masuk ke dalam koper agar tidak tertangkap oleh manusia dan penyihir yang jahat.

Namun benarkah kejadian belakangan ini adalah ulang seekor binatang?

Review

Sekali lagi AKU SUKA BANGET SAMA FILMNYA! Banyak yang bilang rada bosan diawal film aku gak sama sekali tuh! Mungkin aku terlalu kagum dengan penceritaan dunia sihir dari versi orang dewasa dan berbaur dengan Muggle. Seperti juga aku terperangah waktu pertama kali nonton Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dengan dunia sihirnya.

Di awal film emang yang aku rasakan adalah JK Rowling bener-bener mengenalkan dunia sihir yang baru. Dunia sihir di luar Hogwarts dan bahkan di luar Inggris. Bagaimana penyihir Amerika berpakaian (yang mana aku asumsikan bahwa mereka lebih berbaur dengan Muggle atau Non-Mag jika menyebutnya di Amerika daripada para penyihir di Inggris), suasana Kementerian Sihirnya yang terasa amat modern (bahkan ini tahun 20an loh) di bandingkan dengan London di tahun 2000an. Bagaimana orang-orang itu bekerja dan bagaimana fikiran-fikiran dan muggle itu melihat ini bener-bener dibagun karakternya di bagian awal film. Aku gak tahu juga film kedua dan seterusnya apakah akan masih bersetting di Amerika atau kembali ke London atau ke negara lainnya, tapi yang pasti JK-Rowling benar-benar berhasil mencabut pemikiran sempit kita di dunia sihir hanya ada di sekitaran London dan menanamkan image baru sihir di belahan dunia manapun.

Karakter Newt sendiri yang diperankan oleh Eddie Redmayne sangat penyihir Hogwarts banget, tipe tertutup yang punya banyak sisi mesteri di dalamnya. Walaupun di dalam bukunya tidak pernah menggambarkan bagaimana karakter Newt itu sendiri, tapi membandingkan karakternya di film dan buku yang akan dituliskannya rasanya cocok sekali dengan kecintaannya yang begitu besar kepada makhluk-makhluk dunia sihir.

Aku juga sangat suka dengan penggambaran isi dalam koper Newt di mana dia merawat hewan-hewannya. Itu sangat MAGIC sekali :mrgreen:

Dan adanya karakter Non-Mag Dan Fogler sebagai Kowalski sangat pas sekali dibuat oleh JK-Rowling. Kita jadi bisa melihat bagaimana reaksi seorang yang bukan penyihir dihadapkan dengan dunia sihir yang begitu fantastic di satu sisi dan begitu kelam di sisi lainnya.

Jadi berapa nilai yang aku berikan untuk film ini? Tentu aja 9,5/10. Kenapa gak 10/10 aja Niee? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, hihihihi.

Buat kalian penggemar seri film Harry Potter kalian harus nonton film ini. BUat kalian penggemar film yang bergenre fantasi gini kalian juga harus nonton film ini. Tapi buat kalian yang gak suka genre beginian mending gak nonton seh, ntar nasibnya kayak si abang suami yang dari awal sampe akhir bingung ini film isinya apaan πŸ˜†

Karena tetep ya dunia hiburan itu masalah selera. Kalau aku seh semua jenis film suka aja, yang ngebedainnya bagus atau gak filmnya. :mrgreen:

fantasticbeasts-4 fantasticbeasts-5

JADI KALIAN MAU NONTON FILM INI ATAU GAK NEH SETELAH BACA REVIEWNYA? πŸ˜€

ps: seluruh gambar diambil dari twitter dan FB resmi Fantastic Beasts The Movie

Baca juga review film-film lainnya si Irni di sini

Update-Update..


Haaaiiii… Haaloooooo… Apakabar semuanyaaaa? πŸ™‚

Sekarang mau cerita yang ringan-ringan aja deh. Update yang belum aku ceritain disini karena kemalasan aku buat posting πŸ˜› Tentu minus cerita liburannya dong, itu pasti akan diposting khusus yang gak tahu kapan πŸ˜†

Update Kerjaan

Yang namanya kerjaan itu kalau gak diminta ya ujung-ujungnya ditunda-tunda. Nah, karena sudah pada tahu kebiasaan se Indonesia seperti ini, maka orang pusat membuat momentum untuk mengundang kami-kami dari daerah biar bisa ngumpulin laporan bareng. Momentum itulah yang membuat aku bisa jalan-jalan setiap 2 tahun sekali ke jakarta/bandung (yang udah bosen aja gitu kota itu muluk >.< )

Dari bulan Desember udah tahu bahwa akan pergi ke Bandung yang pastinya juga akan membawa laporan tahunan yang harus siap sebelum pergi. Makanya selama bulan Januari dari pagi sampe malam ngerjain laporan itu muluk.

Pulang dari pertemuannya yang ngirain bisa nyante bentar langsung dibombardir lagi sama kerjaan baru yang sampe sekarang belum selesai. Mau ngeluh rasanya malu yak. Jadi teringat perkataan temen di FB: Bersyukur kita sekarang capek karena kerjaan, bukan kita capek karena mencari pekerjaan. Dan sekarang cuma bisa bilang Alhamdulillah bisa sibuk sampe sekarang dan berarti kantor masih perlu tenaga aku πŸ™‚ *sok bijak banget niee!* πŸ˜›

Target aku adalah pekerjaan rutin HARUS selesai awal maret bulan depan. Makanya sekarang siang malam ngerjain kerjaan-kerjaan-kerjaan. Yak, aku mau tenang dong selama cuti ntar πŸ˜‰

Update Pernikahan

Selain pekerjaan yang ngejar-ngejar buat diselesaikan, tentu aku harus menyisihkan waktu yang cukup juga buat mempersiapkan pernikahan aku, yang gak terasa tinggal sebulan lagi dong *syok sendiri*

Persiapan gede seperti sewa gedung, beli barang hantaran, foto, penyanyi, menetapkan perias dan dekor serta makanan Alhamdulillah sudah. Dari tahun lalu sibuk mempersiapkan ini jadi kaget sendiri kalau persiapan teknis hari H ternyata juga perlu perhatian khusus. Aku yang akan nikah di gedung yang tempatnya lumayan jauh dari rumah perlu persiapan seperti pengangkutan barang, para penanggungjawab seperti makanan, cuci piring, angkut piring kotor, parkir dan segala hal kecil maupun besar gak boleh terlewatkan.

Jadi sekarang sedang melist apa-apa aja yang udah dan yang belum. Kalau belum segera cari orang sebegai penanggungjawabnya. Dan ya, cari orang untuk menjadi penanggungjawab itu bukan hal yang mudah loh ternyata. Harus bener-bener orang yang kita percaya dan gesit. Targer aku H-7 seluruh persiapan sudah berjalan sehingga 7 hari menjelang pernikahan semua penanggungjawab tinggal melakukan pekerjaan mereka masing-masing tanpa diperintahkan lagi. semoga lancar deh (minta doanya temen-temen πŸ˜€ )

Perawatan

Mulai awal bulan ini aku juga mengambil paket perawatan calon pengantin di Martha Tilaar. Karena kota Pontianak mungkin termasuk kota kecil jadi yang paling bagus perawatannya menurut aku ya di Marta ini.

Perawatannya terdiri dari SPA sebanyak 6 kali yang dibarengi dengan Ratus, facial, salon, hingga yang terkecil seperti manicure-padicure (gak hapal bo :P). Ya sebenarnya ini cuma alasan buat diri aku sendiri seh untuk mengikutinya. Dulu-dulu mau ngespa sering-sering mikirnya mahal jadi gak mau. Tapi mumpung sekarang mau nikah ya dijabanin aja *elus-elus tabungan* :mrgreen:

Kopdaran

Dulu mikirnya, karena aku tinggal di Pontianak gak akan pernah merasakan kopi darat di Pontianak. Eh, ternyata ketemu juga sama Mbak Susan yang suaminya ternyata orang asli KalBar, jadi deh dua kali kopdaran dengan dia.

Gak pernah membayangkan akan ada seorang blogger yang akan berkunjung ke Pontianak karena alasan apapun kalau bukan asalnya dari KalBar. Etapi ternyata om NH pernah loh ke Pontianak walaupun kita gak sempat ketemuan.

Nah, pas dapet kabar Ais mau ke Pontianak, aku langsung heboh sendiri ngajakin kopdaran. Tapi sayangnya di datang ke Pontianak tanggal 16 Januari dan aku tanggal 17 januari sudah pergi ke Bandung buat pertemuan. Yaaaa… masak gagal lagi mau kopdaran 😦

Etapi Ais memberikan kabar yang baik dengan bilang kalau dia pulangnya baru tanggal 31 Januari. Karena aku pulang dari Jakartanya 27 Januari, maka aku buat janji kopdaran dengan dia hari senin tanggal 28 Januari 2013, dan yess akhirnya kami berdua bertemu!! :mrgreen:

Kopdaran dengan Ais di Bubur Pedas Pak Ngah
Kopdaran dengan Ais di Bubur Pedas Pak Ngah

Buku-Buku-Buku

Yak, selama jarang update di blog aku niatin untuk baca buku baru lagi. Karena terakhir aku baca buku itu rasanya udah lamaaaaaa banget, dan buku terakhir yang aku baca juga aku udah lupa deh >.< Maka pas kemall aku langsung deh beli buku. Gak mau muluk-muluk beli buku yang sekarang lagi hits ujung-ujungnya aku gak suka. Jadi aku kemaren beli 2 buku baru terbitan lama πŸ˜€

Sherlock Begins dan The Red Pyramid
Sherlock Begins dan The Red Pyramid

Dan aku sukaaaaakkk dengan kedua bukunya. Buku pertama, Sherlock Begins: A Study in Scarlet udah aku tamatin. Bukunya bercerita tentangΒ  asal mulanya petualangan Serlock dan pertama kalinya dia bertemu dengan sahabatnya Dr. Watson. Dari kemaren-kemaren nyari buku Sherlock Holmes yang pertama dan penulisnyaΒ Sir Arthur Conan Doyle akhirnya dapet juga. Karena itu aku akan mencari buku-buku selanjutnya secara urut. Mudah-mudahan aja bisa dapet πŸ˜€

Buku kedua masih setengah aku membacanya. Membelinya sendiri karena melihat penulisnya yang merupakan penulis sama dengan Percy Jackson yaitu Rick Riordan. Jika novel Percy bercerita tentang mitologi Yunani, kali ini Rick menceritakan tentang mitologi Mesir. Dan aku sangat tertarik banget. Sekarang berarti aku sudah mengetahui tentang 3 mitologi, Yunani, Nordik dan Mesir. Kayaknya mitologi Romawi juga seru neh :mrgreen:

Film

Kemaren malam barusan nonton film terbaru di XXI, yak apalagi kalau bukan A Good Day for Die Hard. Filmnya bagus seh seperti biasa. Tapi menurut aku gak ada sesuatu yang baru, atau sesuatu yang wah yang menjadi nilai tambah di film ini. Tetep dengan kejar-kejaran, tetep dengan tembak-tembakan yang keren, pesawat dan teknologi yang ok, tapi ya itu tadi. Gak ada sesuatu yang baru. Jadi aku cuma ngasih nilai 7 deh buat filmnya.

Oia, yang paling kelihatan perbedaannya adalah Bruce Willis yang terlihat sangat sudah tua πŸ˜›

IMLEK!!!

Imlek sendiri sangat terasa di Pontianak. Hampir disemua jalan di Pontianak memasang lampion untuk sebulan kedepan hingga Cap Go Meh tiba. Pokoknya Pontianak jadi Chinese Town besar deh. So, buat temen-temen blogger yang mau liburan dan merasakan imlek yang luar biasa dateng aja ke Pontianak mulai dari ini tanggal 9 Februari 2013 hingga tanggal 24 Februari 2013 yang bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh.

Alun-alun Gubernur sendiri malam ini udah mempersiapkan hingga 1 ton kembang api untuk perayaan nanti malam. Aaahh,, pokoknya semangat deh Pontianak kalau udah imlek mah. Dan pastinya aku ikutan dong ntar malam mau malam tahun baruan πŸ˜€

2013-01-29 07.26.04Terakhir, aku ucapkan selamat imlek pada semua temen-temen blogger yang merayakan. Gong Xi Fa Cai. Selamat tahun baru China ke 2564.

Mau Nonton Film Apa?


Haaaiiii… Halooooo… Apakabar semuanya?? Kangen deh.

Belakangan ini aku rasanya jarang sekali BW, apalagi mau posting. Rasanya gak mampu mamen! Gak mampu karena emang beberapa hari ini badan lemes banget. Dibilang demam ya gak demam juga. Tapi selalu aja pusing dan lemes. Takutnya seh tifus, karena dulu pernah didiagnosa gejala tifus.Tapi jangan sampe deh yak >.<

Minggu lalu jugaaku nonton film yang sangat booming bulan ini. Yak, apalagi kalau bukan The Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2. Awalnya seh mau juga mengulas film ini. Tapi karena gak mampu tadi, dan selama seminggu rasanya banyak bener temen-temen blogger yang udah nulis hal yang sama dan membuat aku males deh nulisnya πŸ˜›

Nah, terus kalau bukan membahas film, maksud judul di atas apaan dong niee? Ya, apalagi kalau bukan ingin mengulas tentang film yang udah aku tunggu-tunggu sejak tahun 2008 lalu. Sejak 4 tahun ketika aku pertama kali membaca novelnya.

Ada yang tahu gak dengan film ini? Yaaaakkkk! Pada pinter deh semuanya temen-temenku ini *berasa ada yang jawab* :mgreen:

Ini adalah film berjudul 5 CM yang diadopsi dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh seorang penulis Indonesia sangat berbakat menurut aku Donny Dirgantoro yang juga penulis buku berjudul ‘2’ yang pernah aku bahas di sini.

Bagi yang belum pernah baca bukunya. Film ini adalah tentang 5 sahabat yang telah bersama lebih dari 10 tahun dengan segala aktifitasnya masing-masing tapi selalu punya waktu untuk berkumpul kapanpun. Hingga pada suatu hari salah satu dari mereka berfikir bahwa mereka harus melakukan sesuatu agar hubungan ini tidak membosankan dan menyarankan agar mereka gak akan bertemu hingga 3 bulan lamanya. Selama 3 bulan itu mereka gak boleh sama sekali berkomunikasi melalui apapun.

Hingga 3 bulan kemudian merekapun kembali berkumpul dan langsung menentukan tempat perjalanan mereka. Sebuah tempat yang sangat diluar dugaan tapi semuanya sangat antusias yaitu Gunung Semeru. Gunung tertinggi di pulau Jawa.

Di sinilah emosi dan segala perasaan tercurah. Ada kasih, ada sayang, ada persahabatan dan ada cinta berkumpul jadi satu, dengan satu tujuan: Puncak Gunung Semeru.

Kata-kata yang paling mengena pada saat aku membaca buku ini adalah tagline bukunya sendiri yang kurang lebih seperti ini :

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu biarkan di sini, mengantung, mengambang 5 cm. Jadi dia gak bisa lepas dari mata kamu. Agar kamu gak bisa menyerah”

selain ini juga seh:

“Perempuan itu jika suka sama cowok, cuma bisa menunggu”

*Pemikiran alay jaman jomblo* hihihihi.

So, ada yang menunggu film ini samaan dengan aku? Atau ada yang mau ngajakin aku buat nonton bareng? πŸ˜‰

pesan terselubung : GA aku tinggal 6 hari lagi loh. Yang belum ngirimin fotonya sangat ditunggu kesediaanya untuk ikut. πŸ™‚ GAnya sendiri bisa di lihat di sini

The Vampire Diaries arc


Haaaiiii… Haloooo.. Apakabar semuanyaa?? πŸ™‚

Rasanya aku beberapa bulan belakangan ini susah sekali untuk menyelesaikan membaca satu buah novel. Nah, mumpung masih fresh from the oven aku mau menceritakan tentang novel yang barusan selesai aku baca beberapa hari yang lalu. Kalau yang meratiin blog aku di bagian slide bar-nya pasti tahu doang aku sedang membaca buku ini (lah emang ada yang meratiin niee? πŸ˜† )

Novel The Vampire Diaries ini ditulis oleh L.J.Smith. Sebelum tahu tentang novelnya aku tahu The Vampire Diaries ini terlebih dahulu dari serial TV-nya. Kakak aku terutama yang suka nonton serial TV Amerika, kalau aku seh gak ngudeng! Satu-satunya film seri Amerika yang aku tonton tu Heroes aja deh, itupun cuma sampe session satu doang πŸ˜› Makanya pas tahu ternyata ini ada Novelnya langsung deh aku beli (sebagian, sebagiannya lagi minjem πŸ˜› )

The Vampire Diaries (Buku 2-4) yang pertamanya (Awakening) udah aku balikin ke yang punya πŸ˜›

Kalau ada yang suka dengan serial Twilight kemungkinan besar pasti juga suka deh dengan novel ini. Tema cerita hampir mirip dengan alur cerita Twilight dimana sesosok vampire keren yang datang kesebuah kota kecil kemudian jatuh cinta dengan salah satu gadis di desa tersebut.

Ceritanya…

Elena adalah cewek paling cantik dan populer di Sekolah SMA Robert E. Lee dan desa masa kecilnya Fell’s Church, Virginia, berubah menjadi sosok yang berbeda setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dia tinggal di rumah orang tuanya bersama tante dan adik kecilnya yang berusia 4 tahun.

Pada suatu hari, datanglah si Stefan, seorang pria tampan nan memesona berasal dari Italia (yang pasti ini vampirenya yak πŸ˜› ) yang karena ketampanannya Elena menjadi tertarik pada Stefan, namun Stefan selalu menghindari Elena.

Bersama dengan kedua temannya Bonie dan Meredith, mereka bertigapun bersumpah akan menggunakan berbagai cara agar Stefan takluk oleh Elena.

Namun, bagaimanapun cara Elena mendekati Stefan, dia tak pernah tertarik untuk dekat dengan Elena dan malah menjadi dekat dengan Caroline, teman masa kecil Elena yang sekarang menjadi musuh bebuyutannya.

Saking kesalnya, pada saat pesta di Sekolah, Elenapun mau mengikuti ajakan Tyler, cowok paling jahat di sekolahnya ke sebuah pemakaman umum di Fell’s Church dan pada saat itulah musibah mulai terjadi. Vikie, salah serang cewek yang bersama rombongan Elena dan Tyler diserang makhlukΒ  jahat di pemakaman.

Mulai saat itulah Fell’s Church tidak aman lagi bagi penduduknya. Disaat itulah Elena tahu bahwa Stefan seorang vampire yang bukannya ketakutan, Elena malah mau berbagi darah dengannya. Karena keterbukaan Elena kemudian Stevan bercerita bahwa dia menjauhi Elena karena Elena sangat mirip dengan wanita yang pernah dicintai dia dan kakaknya, Damon dan sekaligus wanita yang telah mengubahnya menjadi Vampire, bernama Katherine. Sehingga sampai sekarang Stefan dan Damon tidak pernah berdamai.

***

Kalau menurut aku seh, dibandingkan dengan seri Twilight, The Vampire Diaries ini lebih ‘gelap’ dan ‘berat’ karena banyak bagian cerita yang membuat kita berfikir terlalu rumit.

Pada buku pertama Awakening, kita diajak berfikir siapa sebenarnya penjahat yang telah menggetarkan seluruh penduduk desa. Tapi sayangnya hingga akhir bukunya pun tidak ada jawaban atas pertanyaan itu. Pada buku kedua, The Struggle ceritanya lebih kepada konflik antara cinta segitiga Elena – Damon – Stefan. Damon yang cuek dan apa adanya membuat sedikit banyak Elena tertarik padanya. Hingga suatu saat, kejadian besarpun terjadi, Elena berubah menjadi Vampire.

Pada buku ketiga The Fury barulah kita dijelaskan siapa sebenarnya dalang yang telah membuat heboh para penduduk desa. Elena yang punya kekuatan lebih membantu sekuat apa yang dia punya untuk melawan kekuatan itu, walaupun dengan konsekuensi nyawanya menjadi taruhan.

Hingga buku keempat – Dark Reunion, kitapun masih diajak untuk menghayal dengan adanya dunia di bawah alam bawah sadar yang bisa menghubungkan antara dunia nyata dengan dunia para arwah! *nah loh*

***

Setelah empat seri buku ini masih ada lanjutannya lagi loh. Menurut wiki seh masih ada 2 seri. Seri pertama The Return arc yang terdiri dari 3 buku dan The Hunters arc yang juga terdiri dari 3 buku yang mana buku seri kelanjutannya ini tebel-tebel banget bok!

Tapi dengan semangat ’45 (karena udah terlanjur penasaran dengan ceritanya), mari kita membaca! *masih ada 6 buku lagi* :mrgreen:

9 HARI


Haaaaiiiii Haloooo.. Apakabar semuanyaaaa?? Pasti pada kangen deh sama aku πŸ˜› *kepedean*

Iyaa,, ini tepat 9 hari aku gak posting. Sebenarnya seh gak ngerancanain juga buat gak posting selama ini, tapi tepat saat weekend 2 minggu yang lalu, kepala aku sakit banget, berasa pusing gitu deh, leher berasa terik banget jadi serba salah buat menggadah atau nunduk. Awalnya seh mikir karena mabok naek mobil. Eeeehh, ternyata sakitnya gak ilang-ilang sampe 3 hari loh, bahkan sekarang aja masih terasa 😦

Abang aku seh sarani buat cekup gitu deh, tapi aku masih takut sebenarnya. Takut dapat berita aneh-aneh dari dokternya (mudah-mudahan seh gak yak) jadi sampe sekarang aku gak cekup-cekup (tapi aku lagi ngumpulin nyali juga seh buat periksa -_-” )

Oleh sebab itu, makanya selama sembilan hari ini aku stop dulu ngeblog. Memberi waktu untuk kepalaku beristirahat. Kalau di kantor udah kepaksa deh yak buat ngadep komputer (walaupun masih nyuri2 waktu buat nyante juga :mrgreen: ) tapi kalau di rumah aku bener-bener gak ada buka laptop sama sekali. Bahkan untuk bewe dari HP pun aku mengistirahatkan kepalaku sampe 7 hari. Baru deh 2 hari belakangan ini aku mulai ngintip-ngintip blog temen-temen walaupun masih bisa dihitung pake satu tangan >.<

Nah, lalu selama sembilan hari ini apa yang aku lakukan? Tentunya aku gak mau diam-diam aja dong. Kepala boleh pusing, tapi aktifitas jalan terusΒ  πŸ˜€

MENONTON

Terhitung 3 film dalam 9 hari ini aku lahap. Hari sabtu tanggal 17 Maret awalnya pengen nonton film John Carter, tapi karena sisa kursi yang ada cuma dibarisan paling bawah, dan aku berpendapat kalau masih bisa menonton besok kenapa harus memaksakan menonton pada posisi yang gak enak, akhirnya ganti judul film yang akhirnya terpilihnya film The Women in Black.

Awalnya gak tahu juga ini film apaan. Pas pertama kali masuk dan lihat filmnya ternyata yang main Daniel Radcliffe. Lucu juga sebenarnya lihat Daniel yang melepas jubah Hogwarts-nya.

Film ini masuk ke genre horor. Setelah sekian lama gak nonton film horor (yang bener-bener ada hantunya) nonton film ini ternyata lumayan degdegan juga. Padahal menurut aku ceritanya gak terlalu serem juga seh.

Ceritanya tentang seorang pengacara yang mempunyai anak berumur 4 tahun dan bekerja di sebuah kantor bernama Arthur Kipps (Daniel) yang ditugaskan oleh bosnya untuk mengunjungi sebuah desa dan datang kesebuah rumah untuk mengambil berkas-berkas yang ada di dalam rumah tersebut agar rumah tersebut dapat dijual.

Sesampainya dia di desa tersebut, yang dirasakannya adalah penduduk di desa itu bersikap sangat aneh. Mereka sangat tertutup dan kebanyakan anak-anak mereka di kurung di dalam rumah dan tidak boleh bertemu dengan orang baru. Apalagi setelah tahu bahwa Arthur Kipps bekerja di rumah yang mereka anggap terkutuk, mereka makin membenci dan menjauhinya.

Awalnya Arthur Kipps tidak terlalu ngeh tentang rumah yang sekarang tengah diselidikinya tersebut. Namun, lama kelamaan, seiring dengan beberapa waktu dia tinggal dirumah tersebut, cerita-ceritapun mulai terungkap. Dari berkas-berkas yang dia temukan, akhirnya dia tahu bahwa keluarga yang tinggal dirumah tersebut mempunyai anak angkat yang meninggal terhisap lumpur. Ibu kandungnya yang tidak terima anaknya meninggal kemudian bunuh diri dan siapapun yang melihat dia, maka akan ada satu anak di desa tersebut akan mati bunuh diri.

Arthur Kipps yang awalnya tidak percaya dan menyaksikan langsung wanita tersebut datang menyadari anaknya akan datang ke desa tersebut langsung mencari cara agar sang ibu dan anak tersebut ‘bertemu’ kembali dan berharap setelah bertemu dia tidak akan mengganggu anak-anak di desa itu lagi.

Nah, apakah Arthur berhasil untuk mempertemukan ibu dan anak yang terpisahkan itu? Dan kalau udah ketemu apa tidak ada lagi anak-anak yang akan mati bunuh diri? Silahkan menonton saja kelanjutannya sendiri :mrgreen:

Menurut aku walaupun gak terlalu serem banget, film ini seh dapet untuk ukuran film horor. Dari jalan ceritanya, tempat-tempat pengambilan gambarnya yang unik (mungkin berlatar belakang inggris tahun 1900an awal) dan kararker-karakternya yang mendapat kesan ngeri tersendiri. Tapi ada beberapa bagian berita yang rasanya tidak tuntas dibagian akhirnya. Ada bagian yang menggantung tentang siapa ayah dari anak tersebut yang aku kira adalah salah satu dari penduduk desa tersebut. Tapi sampai diakhir cerita gak ada yang menjurus untuk mengunggapkan ayah anak itu.

Keesokan harinya, hari minggu aku ke bioskop lagi untuk menonton John Carter, ceritanya menurut aku seh seru (karena aku emang suka dengan film berjenis Sci-fi seperti ini) dan minggu kemaren aku tuntaskan dengan menonton Hunger Games. Ceritanya ntar-ntar aja deh yak, soalnya ntar kepanjangan postingannya πŸ˜›

BACA NOVEL

Selain menonton, akhirnya aku dapat waktu juga untuk membaca buku lagi. Setelah menuntaskan buku The Power of Six, dalam 9 hari ini aku juga udah menyelesaikan 3 buku loh. Masih satu seri buku seh tentang Detektif Sherlock Holmes yang berjudul Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Barker Street. Buku ini adalah serial terbaru dari Sherlock Holmes yang ditulis oleh sepasang suami istri, jadi bukan dari penulisnya yang dulu Sir Arthur Conan. Bukunya sendiri ada 4 seri, jadi kalau nanti sudah selesai empat-empatnya baru bakalan aku tulis disini deh (lumayan, nambah ide postingan πŸ˜› )

LIBURAN

Gak bisa dibilang liburan juga seh sebenarnya. Karena gak ngapai-ngapain juga di tempat tujuannya. Jadi, karena tanggal 23 kemaren libur, makanya ibu aku mengajak aku ke sanggau (kabupaten di kalbar) untuk mengunjungi keluarga aku yang udah kalau gak salah 4 tahunan aku gak kesana. Ya ketemu si om sama tantenya sering seh di Pontianak. Tapi beda aja kata ibu kalau mengunjungi langsung kerumahnya. Alhasil, kamis malam berangkatlah aku bersama ibu, kakak dan tiga orang tante lainnya ke sanggau.

Cerita kesanggaunya, aku simpan lagi yak buat postingan selanjutnya πŸ˜› Soalnya ada cerita pertemuan aku dengan seorang kakek yang berusia 74 tahun dan sudah menikah 19 kali yang mau aku bahas, hehehe.

***

Nah, begitulah cerita aku selama 9 hari ini. Maaf buat temen-temen yang belum sempat aku kunjungi rumahnya. Sekarang juga belum terlalu semangat bewe karena leher yang masih kaku. Yaaahh,, apa aku emang harus cekup gak yak? *ragu-ragu*

Kenangan Masa Kecilku..


http://lognyakapten.blogspot.com

Haiiii,,, Halloooooo…. Apakabar semua?

Ngelihat gambar di atas teringat apa neh? Yak, pasti teringat jaman SD saat matapelajaran keseniankan yak. Aku sebenarnya juga bingung kenapa dulu aku gak kreatif banget klo soal menggambar. Ya, gak jauh-jauh dari gambar gunung seperti di atas deh. Tapi janganlah kalian membandingkan gambar aku dengan gambar di atas. Karena gambar aku tentu, jauh… jauuuuuh… Jauuuuuuuuuuuuuuuhhhhhh lebih JELEK! 😳 Hahahahaha…

Lupakan, aku toh emang gak bakat jadi pelukis. Beda banget klo aku disuruh mengarang. Berapa halamanpun aku bisa membuat karangan yang dikatakan indah pun gak juga seh. Tapi klo soal menghayal dan menuangkannya dalam bentuk tulisan aku bisalah πŸ˜†

Sebenarnya postingan kali ini aku ingin menuntaskan janji aku kepada Miss Hanila Hussien yang kemaren telah memberikan aku buku dari judul yang sama dengan postingan aku sekarang. Janjinya adalah mereview bukunya tersebut. Yak, walaupun baru separo jalan membacanya, tapi gak papa dong yak. Yang penting tulisan Haninya udah aku lewati, haha *dikeplak*

Buku ini adalah kumpulan cerita masa kecil blogger-blogger detik yang terkumpul dalam dBlogger. Dari yang aku baca keuntungan dari pejualan buku ini sepenuhnya akan digunakan untuk amal.

Selayaknya menulis di blog, tulisan-tulisan dibuku ini sangat terasa sekali nuansa blognya. Gaya bahasa yang ceplas ceplos dan bebas membuat aku gak bosan untuk terus membacanya. Apalagi bagi kita yang memang nyukai membaca cerita-cerita di blog.

Pada umumnya cerita di dalam buku ini adalah kisah nyata yang terjadi pada masa kecil blogger masing-masing. Ada yang menceritakan tentang masa kecilnya yang pernah menjadi sutradara oleh Mbak Ani Berta. Walaupun hanya dalam tahap teater di kampungnya, tapi kebanggaannya menulis dari awal skenario memang gak bisa dianggap remeh, apalagi dia masih kecil kan dulu πŸ˜€

Ada lagi cerita dari Mbak Ida Nursiani yang menceritakan tentang masa kecilnya yang tinggal di kampung dengan kedua orang tuanya yang merupakan petani, serta beberapa kali ditipu oleh orang yang meminta beras kepadanya.

Tak hanya cerita bersenang-senang saat masa kecil. Dibuku inipun ada beberapa cerita tentang masa kecil mereka yang berat, namun karena itu membentuk karakter para blogger ini hingga menjadi kuat sekarang. Seperti tulisan pemberi buku ini Hanila Hussien dalam tulisannya yang berjudul Masa Kecil Membentuk Karakter Kita.

Disini jelas digambarkan bagaimana perjalanan Hani kecil yang tidak bisa dianggap ringan. Masa kanak-kanak yang dilewati sebagian anak dengan ceria terasa kurang dinikmatinya karena ibu dan dia yang tidak terlalu dianggap oleh keluarga besarnya. Namun pada akhirnya tetap saja keluarganya luluh dan mulai menganggap mereka untuk masuk kedalam keluarga besarnya πŸ™‚ Tentu menyenangkan yak Han tidak lagi terbelenggu sekat di dalam keluarga πŸ˜€

Banyak yang bisa kita ambil di dalam buku ini. Salah satunya adalah karena para blogger berasal dari daerah yang berbeda sehingga banyak tradisi-tradisi yang sebelumnya aku tidak tahu sekarang menjadi tahu. Dan yang paling menyenangkan adalah cara bentuk permainan mereka sewaktu kecil yang sama denganku seperti permainan tabak, galah kepung, tapuk pipit, loncat tali dengan karet gelang, dan masih banyak lagi yang membuat aku tertawa ikut membayangkan masa kecilku dulu :mrgeen:

Bagi yang tertarik untuk membeli buku ini, mungkin bisa menghubingi salah satu penulisnya Hani di blognya di sini. Kalau aku seh lebih tertarik ikutan nulisnya. Gak adakah para blogger yang tergerak buat membukukan postingan aku yang kece ini? *disorakin* *menunduk* Hahaha…

So, yuk mari dibaca πŸ™‚