Biaya Liburan Ke Legoland Malaysia


Haaii Haaiii. Si Irni pulang-pulang dari Legoland kemaren banyak diburui pertanyaan oleh kawan-kawan kantor dan temen-temen di Facebook. Pada penasaran, berapa ya kira-kira budget yang diperlukan untuk persiapan liburan ke Legoland, Malaysia?

Karena banyak yang nanya inilah jadi si Irni terinspirasi buat nulis satu blog khusus untuk membahasa budget liburan ini. Lumayan kan yak nambah-nambah bahan untuk postingan, hihihi. Lagipula sebenarnya sebelum ini aku gak terlalu tahuloh berapa jumlah tepatnya liburan kemaren. Baru pas mau nulis blog inilah minta detailnya sama si abang. Langsung deh disindir, “makanya liburan jangan cuma modal pergi doang, urusan bayarnya lupa”. Lah, itukan tugasnya istri yak, minta liburan dan melupakan biayanya πŸ˜›

Baca juga cerita lainnya dari rangkaian weekend trip 2017 ini yak πŸ™‚

  1. Weekend Trip : Johor Bahru – Singapore [Treaser]
  2. Weekend Trip : Legoland Malaysia
  3. Weekend Trip : Hello Kitty Town
  4. Weekend Trip : Angry Bird
  5. Weekend Trip : Singapore
  6. Weekend Trip : Biaya Liburan Ke Legoland Malaysia

DISCLAIMER : Semua biaya transportasi dari dan ke Legoland dihitung dari Pontianak yak. Karena emang kitakan orang Pontianak, hihihi.

Oiya, karena aku juga ke liburan Singapore sehabis dari Legoland, jadi budgetnya juga disisipin pas di Singapore juga yak. Ini dia perhitungan detail budget perjalanan Katniss kali ini.

Tiket Pesawat

Perjalanan kali ini kami menggunakan 3 maskapai penerbangan yang berbeda. Pontianak – Kuala Lumpur dengan AirAsia. Kuala Lumpur – Johor Bahru dengan Malaysia Airlines dan Batam – Pontianak dengan Citylink.

Tiket PNK – KUL dengan AirAsia

 

Tiket KUL – JHB dengan Malaysia Airlines
Batam – Pontianak dengan Citylink

Karena liburan kita kali ini emang beli tiketnya mendadak (baca bagian 2 soal rencana liburan kita yang harus mundur) jadi emang gak terlalu berekspetasilah ya buat dapat tiket murah. Uang tiket pesawat yang sebelumnya bisa dikembalikan aja udah Alhamdulillah banget deh akunya.

Bisa dilihat yak dengan jelas dari gambar di atas. Biaya tiket untuk kita bertiga adalah

  1. PNK – KUL (AirAsia) Rp. 2.008.700 atau Rp. 669.567 per orang. (Bisa lebih murah lagi kalau gak pake bagasi, beli kursi dan gak pesan makanan)
  2. KUL – JHB (Malaysia Airlines) Rp. 849.343 atau Rp. 283.114 per orang.
  3. BTM – PNK (Citylink) Rp. 1.528.826 atau Rp. 509.847 per orang

Hotel

Citrus Hotel Johor Bahru
81 Dickson Hotel Singapore

Kalau hotel aku rada pilih-pilih ya. Pengennya yang model modern minimalis gitu lah. Soalnya aku gak suka hotel tua yang bau apek (kayak dulu nginep di Shenzhen) rasanya gimana aja gitu.

Nah, pemilihan hotel ini selalu ditugaskan ke si abang suami dengan mempertimbangkan tempat yang strategis untuk transportasi umum, makanan dan tentunya harga yang masuk ke kantong πŸ˜›

  1. Hotel Citrus Johor Bahru Rp. 808.000 untuk 3 malam
  2. Hotel 81 Dickson (balik lagi ke hotel ini setelah tahun lalu menginap disini juga) Rp. 834.215 untuk 1 malam

Kelihatan banget ya beda harga hotel untuk di Malaysia dan di Singapore πŸ˜›

Biaya Masuk Atraksi

Maksudnya biaya masuk ke tempat permainan selama kita jalan-jalan gitu.

  • Legoland, Johor Bahru
reservasi legoland
  • Hello Kitty Town 255 RM bertiga
  • Angry Bird 180 RM bertiga (ini mahal menurut aku)
  • Children Garden Singapore (gratis)

Tiket Ferry

Pulangnya sendiri aku dari Batam via Ferry dari Singapore. Milih ini karena lebih flexible seh yak. Penerbangan ke Pontianak sore, gak kayak penerbangan dari KL ke Pontianak pagi jadi gak buru-buru buat ngejar pesawat.

Kemaren sendiri naek Batam Fast dengan harga 25 dolar Singapore satu orangnya.

Lain-lainnya

Untuk transport selama di Johor Bahru dan Singapore standar aja kali ya. Naaek Grabnya juga lumayan murah. Kalau selama di Singapore aku selalu pake MRT ke mana-mana. Isi ezLink masing-masing 10 dolar masih ada lebih banyak.

Kalau makan menurut aku urusan selera deh yak. Karena selera makan aku rendah banget dan harus makan makanan Indonesia jadi porsi budget makannya rada mahal sedikit πŸ˜› *kena omel abang suami* Rata-rata aku satu kali makan itu sekitar 50ribuan rupiah.

***

Jadi, kita totalin kasarnya yak

  1. Tiket pesawat Rp. 4.386.869,- (bisa lebih murah jadi Rp. 3.235.734,- aja klo gak pake beli bagasi, kursi dan makan serta kalau mau ke Johor Bahru dari KLnya pake bis aja)
  2. Hotel Rp. 1.642.215,-
  3. Tiket masuk tempat atraksi Rp. 3.136.000,-
  4. Tiket Ferry Rp. 675.000,-

So, udah ada bayangan dong yak, kirai-kira perlu budget berapa untuk bisa jalan-jalan bawa anak liburan ke Legoland. Ini cuma gambaran kasarnya aja kok. Bisa lebih murah dan tentu bisa jauh lebih mahal disesuaikan dengan gaya kita masing-masing selama liburannya.

Ada yang mau ke Legoland? Yuks liburan yuks πŸ™‚

7 Tahapan Membuat Itinerary Liburan


Cieeee, si Irni sok-sokkan buat tips di blog. Padahal mah gak juga jago-jago amat. Tapi lagi-lagi berhubung banyak yang nanya (terutama temen-temen FB) dan males ngomonginnya satu-satu daripada-daripadakan ya mending nulis di blog aja. Lumayan kan bisa dapet ide satu postingan πŸ˜›

Sebenarnya, dulu waktu mulai suka jalan-jalan aku gak buat itinerary karena gak ngerti juga fungsi itinerary itu buat apaan. Tapi jatohnya pergi sama sekali gak teroganisir dan malah kayak kehilangan arah gitu pas udah sampe di tempat tujuan.

Lama-lama setelah berkenalan dengan namanya itenerary itu, aku suka buat dan makin lama makin detail. Yang namanya tempat tujuan itu di mana, ke sananya naek apa keluar di exit berapa sampai waktu-waktunya juga aku tulis deh. Ke sininya malah lebih nyantai lagi, yang penting udah tahu seminggu mau ke mana aja dan mau ngapain aja, gak perlu detail-detail amat juga gak apa-apa. Tapi tetep dibuat dan dilakukan research lah yak, jangan jadi kayak orang bego aja udah liburan jauh-jauh.

Jadi menurut aku itenerary itu menyesuaikan kondisi aja yang mana yang enaknya, kalau postingan ini pastinya menggambarkan membuat itinerary yang detail yak.

Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang :D
Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang πŸ˜€ [ini buatnya udah dari tahun 2015 loh, hahahaha]
Jadi, ini dia tahapan si Irni membuat itenerary perjalanan liburan:

1. Menentukan Jadwal Pasti Liburan

Ini penting banget untuk menentukan tema liburan kita, apalagi kalau mau pergi ke negera yang 4 musim (Hmm, si Irni seh gak pernah juga yak ke negara 4 musim, jadi didoain aja segera πŸ˜› ) Jangan jadi saltum atau bahkan jadi salah persiapannya.

Semisal aku ke Hongkong kemaren, karena udah tahu pasti perginya bulan Juli yang mana lagi musim panas di Hongkong dan kemungkinan besar akan ada badai jadi persiapannya membawa pakaian yang nyaman semisal kaos, bawa kaca mata dan topi karena kemungkinan suhunya sampai 35C, bawa sunblock, payung, dll.

Jadwal yang pasti ini juga berhubungan dengan seberapa lama kita mau liburan. Semisal 7 hari 5 malam, atau 8 hari 7 malam. Karena membuat itinerary yang detail itu sangat bergantung pada jumlah hari liburan kita. Bahkan kalau aku dulu hari apa kita sampai dan hari apa kita pulang juga sangat berpengaruh untuk penentuan lokasi wisata yang akan didatangi.

So, kalau kalian mau buat itinerary yang detail sedetail detailnya, tentu jadwal pasti liburan ini sudah harus ditangan.

2. Menentukan Lokasi Penginapan

Sebenarnya kalau aku pergi liburan, walaupun tiket sudah ditangan semenjak setahun sebelumnya tapi kalau booking hotel selalu maksimal H-sebulan. Ini meminimalisir kerugian kalau gak jadi liburannya juga πŸ˜›

Tapi walaupun belinya sudah mepet waktunya, tentu lokasi hotel sudah ditentukan jauh hari sebelum itu karena lokasi hotel ini sangat berpengaruh kepada pembuatan itinerary yang sedang aku rancang.

Misal aku pengen pergi ke Garden By The Bay di Singapore, tentu akan sangat berbeda MRT yang aku gunakan jika aku menginap di daerah Bugis atau aku menginap di daerah litle India.

Lokasi penginapan ini juga berpengaruh pada research yang pasti aku lakukan untuk mencari lokasi makanan halal di daerah hotel untuk keperluan aku sarapan atau bahkan makan malam. Maklum ya bo, ini aku liburan selalu bawa balita jadi pagi pasti sarapan dulu di hotel dan malam udah pulang ke hotel lagi karena jadwal tidurnya yang tidak bisa terlalu malam. Jadilah lokasi makanan ini sangat penting.

Lucu dong ya kalau aku ngeresearchnya makanan halal daerah China Town padahal nginepnya di Rochor, gak nyambung! πŸ˜›

Etapi kadang juga seh aku researchnya kebalik, jadi cari dulu daerah yang mudah mendapatkan makanan halalnya baru deh menentukan hotel yang berada di dekat situ. Tapi kalau pake metode ini kadang susah sendiri karena daerah itu bukan daerah favorit atau daerah yang jauh dari jangkawan tempat-tempat wisata.

Intinya seh kalau aku, kalau kalian pengen bikin itinerary yang detail, lokasi penginapan harus sudah ditangan. Lebih bagus lagi dipastiin aja sekalian hotelnya yang mana jadi bisa buat peta dari hotel ke stasiun MRTnya lewat mana dan seberapa jauh jadi bisa mendapatkan estimasi waktu yang akurat.

3. Menentukan Tempat yang akan dikunjungi

Pertama yang akan aku lakukan untuk menentukan tempat yang akan dikunjungi adalah searching di google dengan keyworld “Tempat wisata di negara/kota x” atau sejenisnya. Adalagi aku akan ngubek-ngubek aplikasi TripAdvisor dan baca-baca review dari orang-orang tempat mana aja yang harus dikunjungi di negara/kota yang akan aku datangi.

Aku akan mencatat SEMUA tempat-tempat yang orang-orang rekomendasikan tersebut. Dari list tersebut aku akan baca lagi reviewnya satu persatu. Bahkan seringnya aku akan melakukan research lagi satu per satu tempat-tempat wisata tersebut. Dari hasil research inilah aku akan mendapatkan list pasti tempat yang aku pengen banget kunjungi. Kalau aku dapat 10 tempat yang aku pengen datangi aku akan masukkan kesepuluh tempat tersebut ke dalam itenerary yang sedang aku susun.

Faktanya di datangi atau tidak kesepuluh tempat tersebut gak jadi masalah. Aku punya pemikiran sendiri dengan gaya itenerary yaitu padat di awal jadwal. Nanti pada saat eksekusinya tinggal diukur aja kondisi kita saat itu apakah mampu mengikuti jadwal yang telah kita susun. Kalau gak mampu ya tinggal dicoret beberapa tempat tujuannya. Toh liburan-liburan kita ini. Kalau capek mendingan tidur di hotel, lah wong ini liburan kok bukan sedang kerja πŸ˜†

4. Melihat jadwal buka/tutup tempat wisata yang akan dikunjungi

Ini berhubungan juga dengan poin nomor 1 dan poin nomor 3 di atas. Misal kita dari Hongkong sampai di lokasi hari Senin dengan asumsi kita akan di sana selama 7 hari dan pulang melalui Shenzhen. Tentu ini rawan sekali untuk batal karena kalau kita mau berpindah dari Hongkong ke Shenzhen pada hari sabtu, ini berarti kantor imigrasi yang melayani pembuatan VoA kemungkinan besar tutup. Kalaupun tetap memaksakan haruslah kita pergi ke Shenzhen di hari jumat. (update terbaru yang aku baca seh kantor pembuatan VoA Shenzhen dari Hongkong udah ditutup)

Atau semisal kita lagi jalan di Bangkok dan pastinya pengen mengunjungi Wat yang terkenal di sana. Tapi Wat Wat ini ada jadwalnya juga loh. Jangan sampe udah jauh jauh pergi ke sama eh ternyata sedang tutup. Kan bete.

Ini juga berlaku dengan pakaian yang kita kenakan. Beberapa tempat harus menggunakan sepatu untuk bisa masuk. Beberapa tempat seperti kalau mau mengunjungi mesjid harus menggunakan baju yang longgar. Karena akunya kebiasaan kalau jalan pake jeans ya harap maklum kadang gak bisa masuk ke mesjidnya.

5. Membuat jadwal harian kunjungan

Setelah kita tahu jadwal liburan, tahu di mana kita bakalan tinggal, tahu tempat yang akan kita tuju dan tahu jadwal buka/tutup tempat tersebut barulah kita bisa mengutak atik jadwal harian yang kita inginkan.

Saat membuat jadwal harian ini kita juga harus tahu pasti tempat wisata yang dekat satu sama lainnya biar kita gak buang waktu di perjalanan. Jangan sampai kita paginya ke wilayah selatan sorenya kita mau ke wilayah tenggara.

Dengan membuat jadwal harian kita juga bisa menyisipkan tempat tempat yang bukan tujuan utama tapi bisa didatangi karena sekalian lewat. Misal kalau di KL itu tempat sekalian lewat menurut aku itu Central Market. Jadi aku akan menyisipkan 1-2jam dari dua jadwal aku untuk mengunjungi tempat ini. Biasa seh sekalian lewat dan belanja buat beli oleh oleh.

Jadwal harian yang dibuat itu sepadat mungkin. Jangan sampai ada celah. Bahkan kadang aku menghitung juga jadwal untuk istirahat siang buat K. Iyaa. Istirahat juga udah terjadwal! πŸ˜… walaupun padat tapi tetep realistis dong ya. Dihitung juga waktu tunggu dan lama perjalanannya.

Nanti kalau pas kenyataannya waktunya gak cukup atau kitanya yang udah kecapean tinggal di delete beberapa tempat yang pengen-pengen amat kita kunjungi. Sekali lagi toh ini liburan, bukan kejar target kerjaan πŸ˜€

6. Melakukan research akomodasi dan transportasi

Ini penting banget dong yak. Gak mungkin dong kita mau ke Angkor Wat tapi gak tahu harus pake apa dan gimana caranya. Nah ini berhubungan juga dengan poin nomor 2 tentang memastikan di mana kita menginap.

Kecuali kalian sepergian di sana selalu pake taxi ya lain cerita yak. Etapi jalan sampai dikibulin tukang taxinya juga dong kalau kita gak tahu menahu tempat yang kita tuju. Paling gak kita tahu arah dan situasi deh, jangan pengennya ke gunung eh di ajak ke pantai (kecuali gunung sama pantainya bersebelahan πŸ˜› )

Melakukan research fasilitas publik untuk BAYI balita (yang liburan bersama anak balita)

Ini optional deh yak yang bepergian dengan anak balita pasti tahu banget dah betapa ribetnya bawa balita jalan-jalan itu. Sebelum pergi udah banyak persiapannya, ya makanannya lah, minumannya lah jangan sampe kehausan dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui fasilitas untuk bayi dan balita ini tentu membuat kita gak buta arah semisal anaknya perlu ganti diaper atau anaknya lagi pengen nenen dengan emaknya. Kita yang udah tahu fasilitas untuk itu pasti langsung ketempat tujuan gak perlu nanya-nanya lagi. Makanya aku suka searching tempat-tempat beginian dulu pas buat itenerary. Atau kalau gak ada infonya pas datang disuatu tempat mata suka jelalatan dulu dengan simbol anak bayi ganti diaper itu walaupun anaknya belum memerlukan. Naluri deh yak πŸ˜€

***

 Itulah tahapan-tahapan yang aku lakukan saat itinerary liburan selama ini. Sekali lagi, ini tergantung lagi personal masing-masing deh yak. Tapi sebagain besar mungkin sudah diwakili di sini. jadi yang mau liburan dan masih bingung dan takut untuk jalan-jalan tanpa travel agent ayo dimulai dengan coba-coba membuat itinerarynya. Yakin deh kalau kalian sudah khatam dengan pembuatan ini kalian gak akan takut lagi jalan-jalan tanpa travel. Karena pada saat membuat itinerary kalian akan sudah membayangkan bagaimana situasi di sana πŸ™‚

AYO LIBURAN!! :mrgreen:

Tersesat di Braga


Selama aku datang ke Bandung, hanya ada 5 tempat yang jadi tempat istirahat aku. Tiga jenis hotel, satu jenis tempat kos, dan satu jenis rumah temen yang bisa ditumpangi. Diantara 5 tempat itu, 4 tempat diantaranya bukanlah tempat yang strategis untuk jalan-jalan. Maksud aku jalan-jalan di sini jalan kaki atau pake angkot yak. Kalau jalan pake taxi seh sama aja.

Nah, waktu dapet undangan pertemuan bulan kemaren ke Bandung dan searching lokasi hotelnya aku langsung semangat. Tumben-tumbenan neh orang pusat ngasih hotel strategis! Niat baikpun sudah ada di lubuk hati. Apa niee? Ya apalagi kalau kabur jalan-jalan ditengah pertemuan πŸ˜†

Kebiasaan pertemuan aku adalah berjumlah 4 hari. Tapi sistemnya adalah kalau pekerjaan sudah selesai bisa melanjutkan sendiri dengan acara bebas. Maka, aku yang udah sering wari-wari dipertemuan ini sampe bosan udah mengatur strategi. Lembur di rumah ngerjain laporan demi 2-3 hari kosong buat jalan-jalan :mrgreen:

Setelah 2 hari bergadang untuk menyelesaikan tugas negara, hari sabtu pagipun aku berhasil menggaet 3 orang temen untuk jalan-jalan pagi. Awalnya niat jalan pake sepeda yang disewakan oleh Hotel. Etapi pas nanya harganya langsung mudur teratur. Gila bok, 50k untuk 1jam!

Akhirnya akupun mengajak mereka untuk jalan-jalan di jalan braga. Dengan gaya sok ngerti jalan, tanpa membawa GPS akupun PD membawa 3 orang yang semuanya gak tahu jalan. Yuks maree!

Awalnya masih OK lah yak, karena dari hotel aku ke jalan Braga itu cuma 200an meter lah, dan Jalan Braga sendiri cuma lurus aja kan? (gak yakin sendiri). Nah, pas jalan Braga sudah abis baru jadi masalah. Mau pulang kok alang-alang baru jalan bentar. Mau jalan terus tapi gak tahu jalan. Tapi bukan namanya Niee kalau gak sok ngerti jalan. Daripada bosen, ya mending terus aja :mrgreen:

Dari Braga kami masuk ke entah jalan apa. Kalau gak salah inget kami ketemu sama menara Bank Jabar. Jalan lurus terus belok kanan ketemu Hotel Preanger. Dari hotel langsung masuk ke Jalan Asia Afrika.

Di jalan Asia Afrika gak sengaja kami bertemu dengan titik 0 KM Kota Bandung. Aku baru tahu juga 0 KM kota Bandung itu di Jalan Asia Afrika πŸ˜† (etapi fotonya entah kemana hilangnya πŸ˜₯ )

Makin siang kami makin menyadari rasanya udah jalan terlalu jauh dan makin kesesat deh. Yang akhirnya kamipun terpaksa nanyain orang-orang untuk jalan pulang. Tapi masalahnya kami gak tahu nama jalan Hotel kami tinggal! *pinterkan saya >.< * dan rata-rata orang yang kami tanya gak tahu dong hotel kami itu, padahal rasanya hotelnya hotel gede juga.

Rute kesesat aku dan kawan-kawan sepertinya kira-kira seperti gambar di bawah ini:

peta

Gak jauh juga kok kesesatnya πŸ˜›

Setelah bertanya dan berputar berulang-ulang kahirnya kami dapat juga jalan menuju hotel. Yang asyik dari kesesat ini (kesesat kok asyi niee?) adalah bahwa sepanjang jalan yang kami lewati selalu aja tempat-tempat yang asyik buat foto-foto! πŸ˜› Ada beberapa patung, gedung-gedung yang tinggi, bahkan kami melewati museum.

Ah, jadi kangen Bandung lagi πŸ™‚

Rencana Liburan


Haaaaiiiii… Haalooooo… Apakabar semuaaa..?? :mrgreen:

Ok, ini sebenarnya rencana liburan ini udah semenjak bulan Juli aku rencanain, tapi karena aku iniΒ  tipe orang yang masih berfikiran rada kuno. Kalau ingin melakukan sesuatu pasti aku akan simpan niatan itu hingga sampe saatnya aku laksanain. Soalnya, menurut pemikiran kuno aku, kalau diceritain ntar gak jadi! πŸ˜›

Tapi, pas kemaren aku ngerencanain buat jalan-jalan ke KL Maret lalu dan aku simpan hingga saat hari H, aku juga gak jadi tuh jalan jalannya πŸ˜₯

Nah, karena itu kali ini aku mau cerita aja. Biar banyak yang aminin gitu supaya rencana jalan-jalan aku ini terkabul 😳

***

Malem-malem pas di bandung kemaren, aku dapet kabar bahwa Air Asia lagi promo semua rute. Karena emang udah ngincer buat pergi akhir maret 2013 nanti (masih lama yaaa boooo πŸ˜› ) akhirnya aku mengalahkan rasa capek setelah kegiatan seharian demi seonggok tiket. Setelah utak atik tanggal menyesuaikan dengan rencana cuti 3 tahunan aku akhirnya dipilihlah tanggal 27 Maret 2013 untuk perjalanan akuΒ  :mrgreen:

Coretan Rencana Perjalanan di Grand Pasundan, Bandung

Sebenarnya seh ini lebih mahal daripada harga yang aku dapet kemaren, dimana aku dapet total 100 MYR gitu untuk rute yang sama bulan Maret lalu. Tapi karena kemaren aku masih ragu ya gak dibeli deh. Sekarang juga masih masuk kedalam hitungan deh yak harganya. Masih termasuk murah. Perorangnya cuma 272,66 MYR.

KUALA LUMPUR

Tujuan utama aku adalah ke KL. Ya, sebenarnya gak ada yang dipengenin seh disini (ya jadi kenapa juga kesini niee? >.< ) Tapi karena dari KL ini adalah titik yang bagus untuk kesemua rute di asia tenggara dari Pontianak.

Rencananya, kalau lagi pelit aku akan menggunakan bis dari Pontianak ke Kuching dimana pesawat pertamaku menuju ke KL. Perbandingannya, kalau aku naek bis harganya IDR 150.000 dan kalau naek pesawat harganya IDR 539.000. Bedanya jauh kan ya boo… Itu seh udah2/3 biaya perjalanan aku, jadi kemungkinan dicoret.

Karena kemungkinan terbesar adalah pasti pake bis, berarti aku harus memesan bis tanggal 26 Maret mengambil perjalanan pukul 9 pm yang diperkirakan sampe pukul 9 AM dan langsung ke Bandara internasional di kuching sono buat ke KL *siapsiapantimo10biji*

PHUCKET

Setelah 5 hari di KL (weeeeewwww,,, aku baru sadar ternyata rencana aku lama juga yak, karena penyesuaian tiket neh!! ) tujuan kedua aku adalah ke phucket! Sebenarnya seh tujuan utamanya mau ke Phi Phi Island, cuma masih nyari nyari info juga neh mengenai penginapan dan tour satu hari ke Phi Phi Island dari Pucket. Kalau ada temen-temen yang pernah kesana boleh dong diinfokan, ntar aku doain semoga cepet kaya atau gak jadi artis deh πŸ˜‰

Karena gak ada tujuan lain di Phucket, jadi disini cuma 3 hari aja. Tanggal 2 April udah cussss,,, menuju ke Singapore.

Singapore

Di Singapurnya belum ditentuin berapa hari. Tergantung aku mau pulang lewat mana, apakah lewat Batam ke Pontianak, atau dari Singapur ke Pontianak. Masalahnya adalah penerbangan dengan dua rute diatas itu gak setiap hari adanya. Jadi bener-bener harus ngepasin jangan sampe terlalu cepet atau terlalu lama. Kalau terlalu cepet ntar gak puas jalan-jalannya, dan kalau terlalu lama bisa tekor deh eyke penginapannya πŸ™„

***

So, buat temen-temen yang udah pernah ketiga tempat di atas, atau salah satunya deh, mohon infonya dong hotel yang bagus, tempat rekreasi dan gimana cara belinya biar gak ngabisin waktu, ringkas dan yang paling penting MURAH!! :mrgreen:

Dan tentunya mohon doanya juga yak, mudah-mudahan perjalanan kali ini aku bisa terlaksana. Ya, sayang aja kan yak uangnya udah dibeliin tiket gini, mana kalau AA kan apalagi yang promo gak bisa ada pembatalan gitu, jadi pasti hangus deh tiketnya 😦

Sumber Gambar :

Hello Stranger!! [Part 3] – Si Kakek


Sebelumnya, baca juga yuk

***

Haaaiiii Halooo.. Apakabar semuaaa?? Pada baikkan yak? πŸ™‚

Hari ini aku akan menceritakan sebuah cerita yang sebenarnya udah laamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget aku bilang mau nulisnya. Tapi ya biasalah, kadang ide itu hanya muncul sebagai niat, realisasinya susaaah banget. Walaupun pas gak ada ide kemaren ya tetep aja aku gak terfikir buat posting cerita yang satu ini. Ya, mungkin rejekinya cerita ini hari ini deh *nah loh*

Seperti dua cerita sebelumnya, kali ini aku juga akan menceritakan tentang seseorang yang gak aku kenal dan aku temui dijalan saat aku sedang bepergian baik itu sendiri maupun bersama temen-temen. Intinya seperti judulnya deh : ORANG ASING!

Akhir maret lalu, hari rabu tanggal 22 Maret aku bersama ibu, 3 orang tante, dan kakak aku pergi ke Kabupaten Sanggau (Kalbar), mengunjungi om cik dan mak cik aku yang tinggal disana. Sekalian kakak mengunjungi mertuanya yang emang asli orang sanggau. Aku sendiri sebenarnya sama sekali gak semangat pergi ke sanggau kemaren. Karena alasannya adalah seharusnya aku berada di KL tanggal segitu! πŸ˜₯

Di sanggau beneran gak ada ngapa-ngapain.. Hari pertama (jumat) pagi sampe siang cuma dirumah om cik aja seharian, sorenya ibu ngajak berkunjung ke rumah mertuanya kakak. Hari kedua aku langsung bilang ke ibu minta pulang, karena ibu dan ketiga tante berencana pulangnya hari selasa (lagian males juga mereka cuma dua hari ke sanggau padahal perjalanannya 5 jam!) jadinya aku pulang sendirian deh pake travel.

Aku menjadi orang yang dijemput pertama kali oleh travelnya. Jadi aku memilih dikursi bangian tengah sebelah kiri. Alesannya seh simple, biar enak lihatin pemandangan dibagian ruas kiri jalan (yang sebenarnya gak ada pemandangan juga seh, cuma hutan aja). Orang kedua yang dijemput adalah seorang kakek-kakek. Dari cara menjemputnya dan memanggil kakek ini sepertinya pak supirnya udah kenal dengan si kakek. Diapun duduk di depan disamping pak supir. Orang ketiga yang dijemput adalah seorang cewek asli orang sanggau yang seumuran dengan aku sepertinya, dia memilih duduk dibarisan paling belakang biar bisa baring-baring katanya. Dan yang terakhir adalah seorang kakek (again) yang kepergiannya diantar oleh seluruh anggota keluarganya (anak, menantu dan cucu πŸ˜€ ), dia duduk disamping aku, dibelakang supir. Dilihat dari logat kakek terakhir ini dia sepertinya orang sunda.

Perjalananpun dimulai. Seperti biasa supir kalau udah perjalanan jauh pasti nyari temen bicara. Karena dia paling ‘kenal’ dengan kakek yang duduk disampingnya makanya merekapun mulai mengobrol dengan semangatnya.

Dimulai dengan pekerjaan si kakek yang dari ceritanya aku dapet menyimpulkan dia adalah sejenis kontraktor gitu. Beberapa bulan ini dia sedang menggarap proyek Mesjid Raya Sanggau. Ceritalah dia berapa dana yang diperlukan untuk membangun mesjid tersebut dan siapa-siapa saja orang yang menyumbangkan uang untuk pembangunan itu. Beberapa kali dia menyebutkan nama Bupati Sanggau, untung dia nyeritainnya yang bagus-bagus, kalau gak ya gak enak aja dengernya soalnya kan Bupati sanggau itu kakeknya sahabat aku πŸ˜›

Kembali cerita ke dana, dia mempermasalahkan panitia mesjid yang suka menggunakan dana sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ya seperti membeli makanan kecil atau teh dan kopi gitu untuk sehari-hari mereka di mesjid. Ada lagi beberapa orang yang mengambil material bangunan mesjid untuk membangun rumahnya. Sampai disini aku merasa prihatin juga, ternyata korupsi itu sudah mengakar bener hingga masyarakat kecil sekalipun. Hmmm…

Si Kakekpun mulai memberikan nasehat-nasehat kepada si supir. Mendengar hal inipun si supir kemudian bercerita kalau ternyata di bisnis travel juga banyak korupsinya. Misalnya mereka dapet 5 penumpang, tapi yang dilaporkan ke perusahaannya cuma 4 penumpang (see??)

Berlanjut dari pekerjaan ke rumah tangga. Kata si kakek seberapapun hasil yang didapat walaupun kecil istri akan menerimanya dengan senang hati. Ya, ini juga tergantung istrinya juga seh, salah satunya ya istri si kakek ini. Syarat utama menjadi istri yang baik adalah melayani suami (lahir batin ya kek πŸ˜› ). Kakek ingin kalau pulang itu nasi harus hangat (oh, untung sudah ada magiccom :mrgreen: ) dan yang paling penting adalah jika diperintahkan harus menurut.

Harus menurut inilah yang membuat si kakek banyak yang tidak sreg dengan istri-istrinya (nah loh). Lalu, berceritalah dia bahwa istri yang sekarang ini adalah istri si kakek yang ke 19 (IYA SEMBILAN BELAS LOH) yang dinikahinya pada saat gadis itu berusia 19 tahun. Istri ke 19 menikah pada 19 tahun. Bener-bener sesuatu yang gimana gitu menurut aku. Hmm..

Entah mengapa semenjka tahu dia ini adalah kakek kakek suka kawin cerai aku jadi gak respect lagi sama dia. Cerita-cerita dan nasehat dia (apalagi tentang keluarga) bagaikan hal yang aneh diucapkan oleh orang yang seperti itu. Ya, itu seh pendapat aku secara pribadi yak, tapi yang pasti sepanjang jalan sisanya aku langsung pura-pura tidur gak mau bersosialisasi dengan si kakek. Seperti kata abang aku di Whatsaapnya.. “Hati-hati dek nanti dilirik jadi istri ke 20 loh” Hiiiiiiii >.<

9 HARI


Haaaaiiiii Haloooo.. Apakabar semuanyaaaa?? Pasti pada kangen deh sama aku πŸ˜› *kepedean*

Iyaa,, ini tepat 9 hari aku gak posting. Sebenarnya seh gak ngerancanain juga buat gak posting selama ini, tapi tepat saat weekend 2 minggu yang lalu, kepala aku sakit banget, berasa pusing gitu deh, leher berasa terik banget jadi serba salah buat menggadah atau nunduk. Awalnya seh mikir karena mabok naek mobil. Eeeehh, ternyata sakitnya gak ilang-ilang sampe 3 hari loh, bahkan sekarang aja masih terasa 😦

Abang aku seh sarani buat cekup gitu deh, tapi aku masih takut sebenarnya. Takut dapat berita aneh-aneh dari dokternya (mudah-mudahan seh gak yak) jadi sampe sekarang aku gak cekup-cekup (tapi aku lagi ngumpulin nyali juga seh buat periksa -_-” )

Oleh sebab itu, makanya selama sembilan hari ini aku stop dulu ngeblog. Memberi waktu untuk kepalaku beristirahat. Kalau di kantor udah kepaksa deh yak buat ngadep komputer (walaupun masih nyuri2 waktu buat nyante juga :mrgreen: ) tapi kalau di rumah aku bener-bener gak ada buka laptop sama sekali. Bahkan untuk bewe dari HP pun aku mengistirahatkan kepalaku sampe 7 hari. Baru deh 2 hari belakangan ini aku mulai ngintip-ngintip blog temen-temen walaupun masih bisa dihitung pake satu tangan >.<

Nah, lalu selama sembilan hari ini apa yang aku lakukan? Tentunya aku gak mau diam-diam aja dong. Kepala boleh pusing, tapi aktifitas jalan terusΒ  πŸ˜€

MENONTON

Terhitung 3 film dalam 9 hari ini aku lahap. Hari sabtu tanggal 17 Maret awalnya pengen nonton film John Carter, tapi karena sisa kursi yang ada cuma dibarisan paling bawah, dan aku berpendapat kalau masih bisa menonton besok kenapa harus memaksakan menonton pada posisi yang gak enak, akhirnya ganti judul film yang akhirnya terpilihnya film The Women in Black.

Awalnya gak tahu juga ini film apaan. Pas pertama kali masuk dan lihat filmnya ternyata yang main Daniel Radcliffe. Lucu juga sebenarnya lihat Daniel yang melepas jubah Hogwarts-nya.

Film ini masuk ke genre horor. Setelah sekian lama gak nonton film horor (yang bener-bener ada hantunya) nonton film ini ternyata lumayan degdegan juga. Padahal menurut aku ceritanya gak terlalu serem juga seh.

Ceritanya tentang seorang pengacara yang mempunyai anak berumur 4 tahun dan bekerja di sebuah kantor bernama Arthur Kipps (Daniel) yang ditugaskan oleh bosnya untuk mengunjungi sebuah desa dan datang kesebuah rumah untuk mengambil berkas-berkas yang ada di dalam rumah tersebut agar rumah tersebut dapat dijual.

Sesampainya dia di desa tersebut, yang dirasakannya adalah penduduk di desa itu bersikap sangat aneh. Mereka sangat tertutup dan kebanyakan anak-anak mereka di kurung di dalam rumah dan tidak boleh bertemu dengan orang baru. Apalagi setelah tahu bahwa Arthur Kipps bekerja di rumah yang mereka anggap terkutuk, mereka makin membenci dan menjauhinya.

Awalnya Arthur Kipps tidak terlalu ngeh tentang rumah yang sekarang tengah diselidikinya tersebut. Namun, lama kelamaan, seiring dengan beberapa waktu dia tinggal dirumah tersebut, cerita-ceritapun mulai terungkap. Dari berkas-berkas yang dia temukan, akhirnya dia tahu bahwa keluarga yang tinggal dirumah tersebut mempunyai anak angkat yang meninggal terhisap lumpur. Ibu kandungnya yang tidak terima anaknya meninggal kemudian bunuh diri dan siapapun yang melihat dia, maka akan ada satu anak di desa tersebut akan mati bunuh diri.

Arthur Kipps yang awalnya tidak percaya dan menyaksikan langsung wanita tersebut datang menyadari anaknya akan datang ke desa tersebut langsung mencari cara agar sang ibu dan anak tersebut ‘bertemu’ kembali dan berharap setelah bertemu dia tidak akan mengganggu anak-anak di desa itu lagi.

Nah, apakah Arthur berhasil untuk mempertemukan ibu dan anak yang terpisahkan itu? Dan kalau udah ketemu apa tidak ada lagi anak-anak yang akan mati bunuh diri? Silahkan menonton saja kelanjutannya sendiri :mrgreen:

Menurut aku walaupun gak terlalu serem banget, film ini seh dapet untuk ukuran film horor. Dari jalan ceritanya, tempat-tempat pengambilan gambarnya yang unik (mungkin berlatar belakang inggris tahun 1900an awal) dan kararker-karakternya yang mendapat kesan ngeri tersendiri. Tapi ada beberapa bagian berita yang rasanya tidak tuntas dibagian akhirnya. Ada bagian yang menggantung tentang siapa ayah dari anak tersebut yang aku kira adalah salah satu dari penduduk desa tersebut. Tapi sampai diakhir cerita gak ada yang menjurus untuk mengunggapkan ayah anak itu.

Keesokan harinya, hari minggu aku ke bioskop lagi untuk menonton John Carter, ceritanya menurut aku seh seru (karena aku emang suka dengan film berjenis Sci-fi seperti ini) dan minggu kemaren aku tuntaskan dengan menonton Hunger Games. Ceritanya ntar-ntar aja deh yak, soalnya ntar kepanjangan postingannya πŸ˜›

BACA NOVEL

Selain menonton, akhirnya aku dapat waktu juga untuk membaca buku lagi. Setelah menuntaskan buku The Power of Six, dalam 9 hari ini aku juga udah menyelesaikan 3 buku loh. Masih satu seri buku seh tentang Detektif Sherlock Holmes yang berjudul Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Barker Street. Buku ini adalah serial terbaru dari Sherlock Holmes yang ditulis oleh sepasang suami istri, jadi bukan dari penulisnya yang dulu Sir Arthur Conan. Bukunya sendiri ada 4 seri, jadi kalau nanti sudah selesai empat-empatnya baru bakalan aku tulis disini deh (lumayan, nambah ide postingan πŸ˜› )

LIBURAN

Gak bisa dibilang liburan juga seh sebenarnya. Karena gak ngapai-ngapain juga di tempat tujuannya. Jadi, karena tanggal 23 kemaren libur, makanya ibu aku mengajak aku ke sanggau (kabupaten di kalbar) untuk mengunjungi keluarga aku yang udah kalau gak salah 4 tahunan aku gak kesana. Ya ketemu si om sama tantenya sering seh di Pontianak. Tapi beda aja kata ibu kalau mengunjungi langsung kerumahnya. Alhasil, kamis malam berangkatlah aku bersama ibu, kakak dan tiga orang tante lainnya ke sanggau.

Cerita kesanggaunya, aku simpan lagi yak buat postingan selanjutnya πŸ˜› Soalnya ada cerita pertemuan aku dengan seorang kakek yang berusia 74 tahun dan sudah menikah 19 kali yang mau aku bahas, hehehe.

***

Nah, begitulah cerita aku selama 9 hari ini. Maaf buat temen-temen yang belum sempat aku kunjungi rumahnya. Sekarang juga belum terlalu semangat bewe karena leher yang masih kaku. Yaaahh,, apa aku emang harus cekup gak yak? *ragu-ragu*

Bandung… I’m Coming..


piaggioclubindonesia.com

Haiii Halooo Apakabar semua..

Cuma mau membuat pengumuman aja neh. Sesuai dengan perintah Mr. Asop, maka aku akhirnya membuat postingan khusus untuk memberitakan kedatangan aku ke Bandung (halah, sok ngartes deh πŸ˜› )

Jadi, kelanjutan pertemuan aku di Jakarta Oktober kemaren yang didengung-dengungkan akan dilaksanakan di Jakarta diganti dan akan dilaksanakan di Bandung. Sebenarnya agak kecewa seh, masih berharap pertemuannya di Batan 😦 lagian aku juga udah sering amat ke Bandung ini, hehehe. Maka, selama 9 hari dari tanggal 16-24 Januari aku akan ngedon di Bandung dan akan melaksanakan 2 pertemuan sekaligus.

Ini adalah perjalanan dinas terlama aku selama bekerja (yaelaaahh kerja aja belum sampe setahun niee πŸ˜› ) dan kalau udah panjang gini waktunya, pasti panjang juga dong waktu kosongnya 8)

Ssoooo,, yuk temen-temen Bandung kita ketemuan. Aku udah janjian dengan Divia akan ketemua di Bandung tanggal 21 (Sabtu) Januari. Kalau ada yang mau ikutan hayuukkk.. Atau mau hari lain juga boleh..

Mari kopdaran :mrgreen: