Minggu terakhir Ramadhan..


Haiii… Halloooo…

Gilak, gak terasa banget udah tanggal 26 Agustus aje.. Berarti puasa tinggal 3 hari lagi dong yak (baca: kalau pemerintah gak galau mundurin lebarannya jadi tanggal 31 >.< ). Yang lebih menyenangkan lagi adalah hari ini atau tadi adalah hari terakhir masuk kerja dan 9 hari kedepan akan menikmati apa yang namanya LIBUR!! Yeaaahh *jogedjogedpisang*

Selama satu minggu ramadhan terakhir aku ngapain aja? Sebenarnya banyak seh kegiatan. Tapi diantara banyaknya rutinitas pasti lebih banyak aku menghabiskannya dengan TIDUR!! πŸ˜†

Ok, mari kita perjelas kegiatan geje aku dari tanggal 21-26 Agustus ini. Cekidot!!

21 Agustus 2011

Yak,, udah pada tahu dong hari itu aku ulang tahun. Kalau udah ulang tahun jadi tempat temen-temen nanyain soal traktir dan makan-makan deh. Aku heran aja semenjak kapan ada tradisi setiap yang ulangtahun itu harus mentraktir makan-makan. Bukannya sebaliknya kalau ada orang ulang tahun itu temen-temennya yang kasih surprice dengan ngasih kado atau ngadain pesta tak terduga? *maunya*

Jadi pas hari itu temen-temen kampus aku di TI 06 ngadain buka bersama. Udah barang tentu aku yang lagi ulangtahun jadi bahan lontaran buat traktiran dah. Untung aku cuek bebek jadi anak-anak juga males mintanya πŸ˜› Lagian aku lagi bokek berat gitu setelah beli si Galaxy kemaren. Sampai-sampai aku gak ada beli baju lebaran loh (paling gak sampe postingan ini muncul aku belum ada beli perlengkapan lebaran sama sekali :mrgreen: )

Sebenarnya ibu dan bapak aku protes kenapa aku membeli barang yang gak terlalu penting. Apalagi barangnya kecil banget (ibu dan bapak gak terlalu suka dengan gadget) tapi mereka gak bisa protes dong. Soalnya satu hari setelah aku beli HP baru eh dirumah nongol aja gitu lemari dan kursi baru. Yak, sekarang kita sama-sama tahu kan bu dari siapa sifat konsumtif aku ini diturunkan πŸ˜›

22 Agustus 2011

Udah beberapa hari aku dan temen-temen dekatku merancang hari untuk buka bersama, tapi kok jadwalnya gak singkron terus. Alasannya seh karena sekarang kami emang udah pada kerja, gak seperti tahun lalu yang masih jadi mahasiswa πŸ˜€ Akhirnya dipilihlah tanggal 22 Agustus yang bertepatan dengan hari senin.

Awalnya sempat gak jadi juga karena vio katanya gak sempat coz jam 5 baru pulang kerumah. Aku yang merasa tinggal paling jauh dan baru pulang juga jam setengah 5 langsung protes dong. Kalau 1 gak bisa ikut mending gak usah ada acaranya sama sekali. Digituin sama aku akhirnya si vio luluh juga, dan jadilah acara buka bersama kami 8)

23 Agustus 2011

Setelah sekian lama aku absen menonton sepakbola dan klub kesayangan United akhirnya hari itu aku memaksakan nonton juga. Walaupun ini bukan pertandingan pertama pada musim ini tapi yang kedua tapi ini cukup menegangkan karena yang menjadi lawannya adalah spurs yang musim lalu masuk 5 besar EPL. Tapi walaupun menurunkan skuad mudanya, tapi United tetep bisa menang dong *bangsai* Itulah yang aku suka dari United, gak ada sama sekali mengandalkan satu orang yang menjadi tumpu klub. Semua pemainnya sama rata dan sama kuatnya. Jadi walaupun merotasi hingga 5-8 pemain gak masalah πŸ™‚

http://bola.kompas.com

24 Agustus 2011

Aku sedikit merasa bahwa selama bulan puasa kok kemampuan aku menonton dan menyelesaikan k-drama malah makin meningkat yak. Apalagi pas seminggu kemaren aku gak puasa itu. Gak sampe seminggu 1 k-drama 20 episode tuntas aku tonton. Kali ini k-drama yang aku tonton adalah City Hunter!

Alasan pertama pingin nonton film ini karena pemainnnya seh. Yak siapa agi kalau bukan Lee Min Ho (Boys Before Flowers). Setelah menontonnya emang gak rugi seh beli dvd bajakannya . Dramanya emang beda sama drama-drama sebelumnya yang aku tonton.

Jadi ceritanya si Lee Min Ho ini adalah anak dari seorang perempuan yang dimana ayah kandungnya terkait dengan kasus kenegaraan pada bulan Oktober 1983. 20 orang dibunuh oleh negaranya sendiri untuk menutupi sebuah kasus. Namun ada satu orang yang selamat dan menculik Lee Min Ho ini dan membesarkannya untuk kemudian membalas dendam dengan orang-orang yang telah membunuh keduapuluh temen-temannya.

Walaupun ada kisah cintanya tapi cerita tentang balas dendamnya lebih kerasa banget daripada romantis-romantisnya. Strategi-strateginya buat membalas dendam juga keren. Secara akukan suka dengan film-film sejenis agent-agent gitu. Jadi pas aja rasanya k-drama dicampur sama agent-agent-an :mrgreen:

25 Agustus 2011

Tepat kemaren aku nerima kabar dari operator kantor bahwa ada telepon dari kantor walikota dan berpesan agar aku dateng segera kesana. Si operator juga bilang kalau aku disuruh kabarin ketemen-temen satu angkatan aku 2011. Ya dikasih kabar kayak gitu aku langsung respon dong. Coz selama ini aku emang yang jadi ‘pengantar berita’ keteman-teman satu angkatan aku yang dipuskesmas. Udah beritanya disebar aku yang pemalas ini gak langsung ke kantor walikota dong. Leyeh-leyeh dulu dikantor πŸ˜› Eh pas dijalan menuju kantor walikota aku ditelpon anak puskesmas katanya surat aku ada sama dia.

Dengan tampang gak bersalah aku dateng dan ngelihat rombongan temen-temen puskesmas yang pake baju putih-putih dikantor walikota. Dan tebak ternyata apa? TERNYATA YANG DISURUH DATENG CUMA AKU DOANG GITU!! *gak nyante* Aku jadi malu banget dengan temen-temen dari Puskesmas. Pulang-pulang aku minta maaf coz udah salah ngasih informasi. Pulang dikantor aku juga langsung protes sama si operator, ngapain juga ngasih info yang salah >.< *jongkok di bawah kolong meja*

Alasan kenapa aku dipanggil ke kantor walikota ternyata ada berita yang gak menyenangkan. Karena aku adalah pegawai baru jadi aku lebaran hari kedua nanti akan kena tugas untuk jaga di rumah dinas Sekda waktu dia merayakan open house. Ada tiga rumah sebenarnya yaitu Walikota dan wakil walikota. Euh, gak menyenangkan banget dah. Lah wong lebaran itukan saatnya ngumpul sama keluarga. Ngapain juga jadi penyambut tamu di rumah sekda πŸ˜₯

26 Agustus 2011

Tadi untuk pertama kalinya aku mencoba apa yang namanya facial. Yak! Aku baru pertama kali facial loh saudara-saudara *bangga* πŸ˜† Pendapat aku tentang facial? Facial itu SAKIT!! Ya walaupun gak sesakit yang diceritain sama temen-temen aku seh. Mungkin juga karena aku udah terbiasa disakiti pake alat facial sendiri di rumah jadi gak kaget juga seh.

Setelah facial muka emang jadi berasa lembut seh, tapi karena dipencet sana sini dan jerawat yang dipecahkan dengan seenak hati jadinya muka aku sekarang merah-merah gak jelas deh 😦

***

Wokey, karena banyak temen-temen blogger yang bakalan cuti ngeblog selama libur lebaran ini sebelumnya aku mau minta maaf dulu.

Minal aidin walfaidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Maafkan aku yak kalau ada salah-salah postingan dan komentar yang gak berkenan dihati temen-temen. Gak ada maksud kok, cuma nyeplos aja πŸ˜€

nb: semenjak pindah ke wordpress statistik blog aku jadi berkurang sampe jadi 1/3 dari kemaren deh. Mungkin banyak yang belom tahu kali yak aku udah pindah >.<

Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..


Indonesia VS Uruguay

Kemaren adalah pertandingan persahabatan antara Indonesia dengan Uruguay yang dimenangkan oleh Uruguay dengan skor telak 7-1. Gol pengembira Indonesia di ceploskan oleh Boaz pada pertengahan babak pertama yang merupakan gol pertama juga pada pertandingan itu.

Aku gak terlalu merhatiin pertandingan yang disiarkan langsung oleh TV One dan ANTV itu, pas pembukaannya aku sedang berada di rumah teman, pas pertandingannya aku sedang berada di Mall dan melihat gol pertama tercipta yang membuat Indonesia untuk sementara unggul 1-0. Kemudian tak lama kemudian Uruguay membalas hingga skor menjadi 2-1 pada saat Half Time.

Bagi aku, ini adalah pertandingan yang biasa saja. Pertandingan persahabatan yang biasanya berfungsi untuk melihat seberapa kuat kekuatan TimNas. Tapi kenapa yang diundang harus Uruguay? yang notabene adalah negara 4 besar terkuat di dunia. Sedangkan Indonesia, piala dunia saja belum masuk. Ini membuat aku berfikir bahwa PSSI mengundang Uruguay ke Indonesia hanya untuk senang-senang. Mungkin akan ada kebanggaan kalau sebuah Tim dari negara besar sepakbola melawan TimNas kita. Tapi menurut aku diundangnya TimNas Uruguay hanya untuk berkata: Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..

Pulang ke rumah aku langsung membuka TV, lihat2 dikit ke ANTV. Ternyata pertandingan sudah masuk ke menit 80 dan kedudukannya sudah 7-1, wow! Bukankah ini sangat mubajir? Mengeluarkan uang 4M cuma untuk melihat dikalahkan, dan tentu pertandingan ini tidak bisa dijadikan parameter kekuatas TimNas.

Kalau memang ingin menghitung kekuatan, menurut aku, seharusnya Indonesia mengundang Tim yang memang selevel dengan Indonesia. Atau paling gak ya yang akan bertanding dengan Indonesia kelak di Piala Asia atau AFF. Bukankah itu akan lebih efektif untuk pengukuran kekuatan?

Uruguay dalam waktu dekat tidak akan pernah bertanding secara resmi di ajang internasional dengan Indonesia. Kenapa kita capek2 untuk mengundang mereka. Bukankah lebih bagus jika yang diundang itu Jepang, Korea, Arab Saudi atau Australia. Atau yang kecil sekalian dulu seperti Thailand dan Filipina yang bahkan Indonesia sendiri masih sulit untuk menaklukkannya.

Jadi, kita masih bermimpi untuk mengalahkan Uruguay?

———————————————————————————————————————————————-

Menilik kondisi TimNas yang sedang babak belur sekarang, banyak orang pengamat bola yang berfikir bahwa ini adalah kesalahan kondisi di dalam PSSI, organisasi yang memang mengurus segala sesuatu tentang sepak bola Indonesia. Banyak kalangan berpendapat isu yang dilontarkan PSSI untuk menguatkan TimNas masih jauh dari kata cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi juara di Asean, apalagi di Dunia (pikir2 lagi bung).

Saya sangat sependapat dengan Andi Bachtiar yang berbicara bahwa kalau sepakbola ingin maju, yang lebih utama adalah membuat fasilitas yang memadai dulu. Perbaiki stadion. Jangan dulu mikirin pelatih negara mana yang akan kita ambil untuk melatih. Pemain yang biasa saja akan menjadi pemain yang luar biasa kalau berada di tempat pelatihan yang baik, akan tetapi pemain yang luar biasa akan menjadi biasa kalau mereka berlatih di tempat yang buruk. Yah, memang begitulah keadaannya.

Jadi, karena blog ini milik aku pribadi, dan aku memiliki hak politik untuk memilih :P, maka kalau bisa memilih, aku akan memilih Andi Bachtiar Yusuf untuk menjadi ketua PSSI menggantikan Nurdin Halid sekarang. Minimal, omongannya yang ceplas-ceplos ini bisa mengantarkan sepakbola Indonesia paling tidak menjadi juara si Asean.

Bulu Tangkis


Siang-siang secara random liatin ibu sama bapak nyetel teve di RCTI. Pas stasiun itu nyiarin film King. Pada tahu kan film King? Yupz, film yang bercerita tentang bulutangkis.

Sebenarnya aku tidak terlalu menggemari bulutangkis. Tapi sebagai warna negara Indonesia, siapa seh yang tidak mengetahui olahraga satu ini? Bahkan mungkin olahraga ini satu-satunya olahraga yang aku bisa memainkannya tanpa mempermalukan diri sendiri.

Pengetahuan tentang olahraga ini aku juga kurang paham. Tidak seperti bola yang aku tahu hampir banyak tentang kejuaraannya. Sebut saja World Cup, ada lagi Euro, terus Piala Afrika, Amerika, dan Asia.

Itu baru kejuaraan antar negaranya. Kejuaraan antar klubnyapun aku sedikit banyak tahu. Apa itu EPL, La Liga, Bundes Liga, Seri A, Champions, Europa League, Piala Dunia antar klub, bahkan kejuaraan kecil seperti Piala Raja di Spanyol dan Carling di Inggris.

Indonesia juga aku sedikit banyak tahu bahwa devisi utama liga Indonesia itu ISL, ada lagi devisi I. Yang memang ISL itu kemaren adalah Arema Indonesia dan masih banyak lagi.

Walaupun aku tidak ahli dalam hal perbolaan, tapi kalau diajak bicara tentang bola aku gak akan malu-maluin deh (asal jangan ngajak main aja :D)

Nah, kembali lagi ke Bulutangkis. Bisa dibilang olahraga bangsa Indonesia adalah bulutangkis. Berkumandangnya lagu Indonesia Raya apalagi kalau bukan bulutangkis yang menangkatnya. Indonesia pernah juara dunia untuk bulutangkis, bahkan setiap tahun Indonesia masuk ke dalamnya. Jauh jika dibandingkan dengan sepak bola di Indonesia yang hanya bisa terseok-seok di Piala Asia. Piala Dunia? jangan terlalu banyak berharap dulu!

Yang patut dipertanyakan adalah, jika Bulutangkis merupakan olahraga bangsa, tapi kenapa gaungnya sangat kecil sekali terdengar? Bandingkan dengan sepakbola yang orang pada kalut ketika teve mana yang akan menyiarkan EPL tahun ini.

Aku tahu sekarang tengah ada China Master Super Series. Di mana tak ada satupun wakil Indonesia yang masuk ke final. Alasan yang mendasar adalah karena memang tak ada pemain senior (kecuali Liliana/Natsir) yang dibawa mengikuti kejuaraan itu. Karena masih libur lebaran cuy! Cina enak aja buat pas musim libur se Indonesia Raya ini.

Beberapa bulan yang lalu juga ada Piala Dunia Bulutangkis yang lagi-lagi Indonesia tidak mempunyai juaranya. Satu-satunya wakil yang bisa dibanggakan adalah Taufik Hidayat yang mendapat juara kedua.

Tahu dari mana aku itu semua? Yah, aku lumayan aktif di internet dan dunia maya. Kebetulan orang-orang dunia maya yang aku ikuti itu banyak membawa berita tentang segala macam hal.

Itu aku yang aku beruntung dan aktif. Bagaimana yang tidak? karena masyarakat Indonesia yang aktif di dunia maya sangatlah sedikit (tentu dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia sendiri). Belum lagi dikurangi mereka yang hanya berkutat ke dunia maya tanpa respek ke hal-hal seperti ini. Otomatis yang ‘tahu’ tak sampai 1% dari penduduk Indonesia.

Ini merupakan hal yang miris menurut pendapat aku. Kecintaan akan bulu tangkis harus dipupuk. Dan cara memupuknya adalah memperbanyak pengeksposan media terhadap olahraga ini.

Bagaimana bisa cinta kalau kita tidak sering ‘bertemu’.

Ini berhubungan erat dengan prestasi perbulutangkisan Indonesia pada umumnya tentunya. Tidak bisa kita menutup mata bahwa prestasi Indonesia sudah sangat menurun dibanding dengan 2 dekade silam (tahun 90an). Dulu Indonesia adalah ‘juara’ bulutangkis dunia. Semua negara takut jika berhadapan dengan Indonesia. Sekarang? Indonesia yang malah takut dengan China, Korea, BAHKAN Malaysia.

Indonesia memang negara ke 2 paling berjaya di kejuaraan dunia BWF dengan raihan 18 gelar, berada di belakang china yang di urutan pertama dengan raihan 40 gelar. Itupun Indonesia terakhir kali meraihnya pada tahun 2007 silam.

Piala Thomas Indonesia boleh bangga bilang merupakan negara dengan jumlah raihan terbanyak sebanyak 13 gelar TAPI terakhir kali Indonesia mendapatkannya itu pada tahun 2002. Β Sudah 8 tahun berselang! apalagi untuk piala Uber yang terakhir kali Indonesia mendapatkannya adalah pada tahun 1994 (mungkin Susi Susanti masih ada di dalam skuad itu).

Lupakan piala itu, kita melihat Piala Sudirman. Kejuaraan bertaraf Super Series yang pasti milik Indonesia. Bahkan China mendominasi pada kejuaraan ini, dan Indonesia sendiri terakhir memenanginya pada tahun 1989! tahun yang sudah sangat lampau.

Apa kabar perbulutangkisan Indonesia sekarang?

Menurut aku, memang sekarang masih banyak pebulu tangkis yang bagus seperti Taufik Hidayat, Sony Dwikuncoro, Simon Santoso, Liliana/Natsir, dan masih banyak lagi. Tapi kebanyakan mereka berada pada usia yang relatif sudah tua. Mana generasi penurusnya?

Kita memang kalah jauh dengan China yang rotasi pemainnya sangat cepat. Bahkan pemain utama mereka sekarang berusia kisaran 20-24 tahun.

Maka, marilah kita memperhatikan perbulutangkisan kita. Dimulai dari hal yang kecil seperti mengikuti berita-berita kejuaraannya (suer, ini juga aku masih belajar, lebih sering buka sport bagian bola 😦 ).

Kita ini Indonesia. Kita harum dengan olahraga Bulutangkisnya πŸ˜€

Hidup itu berjalan, gak pake’ mundur


Sebenarnya gak tahu juga mau nulis apa malam ini (masih bingung sebenarnya kalau jam 1 itu pagi atau malam). Awalnya mau nulis tentang seorang Andi Yusuf Bachtiar yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua PSSI, tapi gak jadi. Terus pingin nulis sesuatu tentang bola, tapi kayaknya kurang materi juga buat nulis. Jadila tulisan ini yang terpostingkan.

Karena udah kepalang tanggung kepingin nulis tentang bola, jadinya aku selipin dikit deh yah cerita aku malam ini. Jadi, sebagai anggota MUI yang taat (tunggu! kalian tahu kan maksud aku MUI ini apaan? tahu dong yah! Yupz, Manchester United Indonesia) aku dari kemaren udah nungguin partai tadi sore antara MU melawan Liverpool. Laga yang amat panas pastinya dan saat pertandingan berjalanpun ternyata laga memang panas πŸ˜€

Akhirnya MU menang 3-2 di partai ini yang membuat level semangat aku naik tinggkat ke tinggat ‘hampir’ rajin, yah tentu belum rajin-rajin amat yah. Tapi kalian gak nungguin aku nulis detail tentang pertandingannya kan? Inika postingan tentang hal lain. Bola hanya diselipkan. Aku mana sempat bilang bahwa MU yang unggul duluan lewat sundulan Berbatov di laga awal. Lalu aku gak mungkin lagi cerita panjang lebar bahwa Berbatov kembali ngegolin di babak kedua dengan tendangan salto yang indah. Apalagi aku mana sempat bilang bahwa Liverpool kemudian nyamain kedudukan lewat adu pinalti dan freekick karena Torres yang terlalu lemah sering jatuh di daerah terlarang. Terus yang paling gak sempat tentu aku menuliskan endingnya saat Berbatov Hat Trick yang membuat MU unggul lagi dan akhirnya menang. Aku sungguh-sungguh tidak sempat menceritakan itu semua πŸ˜›

Nah, karena kemenangan itu semangat aku ada sedikit. Yang aku manfaatkan untuk menyelesaikan PR perbaikan skripsi aku. Ya ya, pengakuan terdalam aku adalah, aku sudah sidang sarjana tapi belum perbaikan πŸ˜€ (kan kemaren baru libur lebaran kakak *ngeles*).

Lalu apa? Apa yang aku lakukan setelah lulus ini?

Serius, dari lubuk hati yang terdalam aku bingung sekali. Pingin rasanya aku bekerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik (maksudnya taukan kalian semua? a.k.a yang bergaji besar). Tapi aku bukan anak pemalas loh yang mencari pekerjaan bergaji besar tetapi santai. Ini dunia bung! kalau mau bergaji besar pasti harus kerjaan yang ‘keras’.

Tapi, bagaimana aku bisa mendapatkannya? Kirim lamaran kesana-dan-kemari tentu bukan tipe aku. Sangat berharap aku bisa suatu hari nanti menjadi penulis aja.

Lalu akupun berfikir untuk lanjut sekolah lagi. Toh, orang tua malah menyemangati untuk hal ini. Kalau aku mengambil jalan ini tentu aku harus tahu konsekuensinya kalau mempunyai gelar s2 dikotaku belum terlalu berfungsi. Kalau udah kepalang tanggung ya jadinya bekerja sebagai dosen saja.

Soal pengalaman ngajar mengajar aku memang ada bakatnya. Toh aku pernah bekerja sebagai pengajar bimbel di suatu bimbingan selama 6 bulan. Waktu yang tidak sebentar tentunya.

Aku sudah menentukan pilihan. Kalau aku gak dapat pekerjaan selama 2 bulan kedepan, aku pasti akan melanjutkan sekolah lagi. Berfikir untuk sekolah di ITB mengambil program studi Sistem Informasi, atau kalau gak di IT Telkom mengambil Teknik Informatika.

Mudah-mudahan pilihanku gak salah. πŸ˜€

SEMANGAT!! /