Tentang Keseimbangan


Tunggu-tunggu. Si Niee mau bicara serius? Gak juga seh. Hihihi..

Ini berawal dari postingan Teh Erry tentang Spanzzing. Setelah membaca postingan itu, kok aku merasa ngena banget yak. Ngena dalam arti bahwa Teh Erry udah dapat menemukan caranya sendiri untuk mendapatkan keseimbangan antara ngeblog – drama korea – dan tentunya dengan Fathir Kayla (dan abah juga gak seh teh? πŸ˜› )

Eh tapi sebelumnya temen-temen aku di sini ada yang belum kenal sama Teh Erry gak seh? Rasanya emak-emak satu ini udah terkenal banget gitu loh. Kalau belum pada kenal baca ke sini deh. Kalian bakal menemukan blog yang emak-emak banget. Eiitssss tapi jangan salah, dibalik ke emak-emakannya Teteh aku satu ini sangat banyak prestasinya loh. Sering menang lomba blog yang dapat bermacam-macam gadget mahal nan ketje (yang entah mengapa jarang dipake seh teh, pake dong! ) bahkan sampe bisa ke Korea gratis sebanyak dua kali! BAYANGKAN! *sampai sekarang aku masih iri teeehhh* ihiks πŸ˜›

Tapi jangan asal iri aja seh yak kita, kalau baca postingan-postingannya yang membuat dia sampe mendapatkan semua itu, kita pasti bisa ngerti lah yak dia emang layak buat mendapatkan itu semua. Selain Research yang sangat mendalam dan sangat terperinci (aku sangat kagum loh sama orang yang bisa hapal bagian bahkan kerkecil dari drama korea dan itu dilakukan Teh Erry!) Teteh aku satu ini juga menyelipkan sisi “keemak-emak-annya” disetiap postingannya.

Jadi pernah suatu ketika aku bilang sama teh Erry bahwa dia pasti bakalan menang karena postingan Teh Erry itu dari hati. Lagian temen-temen dia itu banyak dan berinteraksi langsung bukannya temen virtual yang hanya komunikasi satu arah kayak seleb blog ituh! (dan gara-gara itu aku dapet oleh oleh sweeter dari korea, kali aja kali ini aku dapet oleh-oleh lagi *ngarep* πŸ˜› )

Ehhh… Tunggu-tunggu lagi. Kok aku jadi malah mempromosikan Teh Erry seh! Balik lagi ke tema awal. Tentang Keseimbangan!

Nyatanya adalah dari tahun 2010 aku membangun blog ini selalu saja banyak hari-hari di mana mood aku untuk menulis naik dan turun. Ada saja kambing hitam yang aku salahkan. Pertama saat aku pertama kali masuk kerja pada bulan Maret 2011. Untuk memulai menulis lagi malaaaassssss banget dah. Tapi masih bisa aku lewati dan akupun kembali ke rutinitas awal aku ke menulis blog. Kemudian saat aku menikah pada tahun 2013 hingga sekarang. Iya HINGGA SEKARANG! Dari tahun 2013 itu aku belum bisa move on dari ketidakteraturan aku dengan blog!

Kenapa pusing-pusing Niee? Ini kan cuma blog?

Bagi aku seh blog ini bukan cuma yak. Karena dari blog ini aku punya banyak teman. Dan dari temen-temen ini aku punya banyak ilmu yang bisa aku petik.

Lagian, dengan banyak alasan kambing hitam yang aku buat. Ya karena menikah, dan kemudian langsung hamil, hamil mabok dan lalu melahirkan, melahirkan ngurus anak dan kemudian buyar semua keseimbangannya.

Toh, pada hakekatnya aku gak terlalu sibuk kok. Rutinitasku hanya sehari hari di kantor, balik kantor maen sama anak sampe dia bobo (yaitu pukul 7 malam) dan aku Free. Mungkin kalau jauh dengan aktifitas temen blogger aku si Zilko yang walaupun jadwalnya padat merayap kayak jalanan jakarta tapi masih rutin ngeblog seminggu sampe tiga kali! Eitsss.. ada lagi yang gak kenal Zilko di sini? Dia ini hebat loh, masih seumuran dengan aku (kelahiran 88) yang lagi ngambil PhD di Belanda dan hobinya berakhir pekan keluar negeri! Akhir tahun lalu dia ke India tiga minggu dan barusan dia tiga minggu juga ke Jepang. Pokoknya kalau mau iri lihat manusia yang kerjaannya kok banyak tapi masih bisa sering jalan-jalan dan rutin ngeblog ya ini orangnya.

Keseimbangan itu bisa ada di dekat keluarga, mengerjakan hobi dan bermain bersama teman :)
Keseimbangan itu bisa ada di dekat keluarga, mengerjakan hobi dan bermain bersama teman πŸ™‚

Emang Keseimbangan yang lo cari apa Niee?

Hmmm.. gak aneh aneh kok. Selain dengan rutinitas yang emang gak bisa disensor aku mau menyeimbangkan diri dengan melakukan hobi yang aku sukai yang dulu aku tinggalkan semenjak hamil dan melahirkan itu. Kayak baca novel, nonton film, nonton korea dan apalagi kalau bukan ngeblog. Tiga diawal sudah aku lakukan dan aku sudah menemukan keseimbangan itu.

Awalnya aku takut ngelakuinnya karena takut kecapean. Takut kalau aku baca novel sampe larut malam dan tengah malam si K bangun aku bakalan ngedumel sama K. Lagiankan K masih ASI Ekslusif sampe sekarang, jadi soal nyusuin K belum bisa diserahkan sama orang lain selagi aku di rumah.

Tapi setelah aku ngejalani kegiatan itu ternyata gak melelahkan kok, asal aku tahu waktunya. Bahwa aku gak boleh lagi tidur terlalu malam. Batas toleransi tubuh aku adalah jam 10-11 malam aja. kalau lebih dari itu aku gak sanggup karena aku masih harus bangun lagi sekitar jam 1 dan jam 3 buat nenenkan si K. Jadi aku harus patuhi itu. Malahan dengan aku melakukan hobi yang aku senangi aku malah mendapatkan energi baru. Mungkin karena gak hanya melakukan hal rutinitas aja kali yak. Jadi aku gak bosenan.

Nah, soal hobi yang terakhir ini yang belum bisa aku cari keseimbangannya. Karena ngeblog itu memerlukan waktu yang lumayan panjang. Dan aku bukan tipe orang yang menulis menyambung dari draft ke draft. Kalau stuck ya ngulang lagi dari awal!

Kalau soal menulis aku masih adalah memposting satu dua tulisan setiap bulannya. Yang masalah adalah soal blogwalking. Sampe sekarang aku parah banget loh! Aku cuma blog walking yang udah aja aku akses gitu. Misal yang masuk reader wordpress karena langsung bisa komen dari Ipad. Atau yang sering update di FB. Yang gak ya gak aku baca! Hiks!

Tapi mudah-mudahan aja aku mendapatkan cara untuk menyeimbangkan itu. Seperti yang aku bilang di atas. Bahwa melakukan hobi itu aku mendapatkan engeri baru asal dapat celahnya! Seo Jin dan Robin aja udah bisa bersatu dan seimbang hidupnya. Masak lo gak Niee? *kemudian nonton ulang drama korea lagi dan lupa ngeblog lagi* *eh πŸ˜›

Undangan via FB..


Haaaiiii… Haloooo.. Apa kabar semuanyaaa??

Beberapa hari yang lalu. Tepatnya selasa kemaren. Siang-siang aku di SMS temen SMA yang mengajak aku untuk pergi kesebuah undangan yang dimana si mempelai adalah teman satu SMA juga. Namanya seh sering aku denger, tapi ngebayangin yang mana wajahnya aku suka rada-rada lupa gitu (sssooo,, kalau ada sahabat blogger yang bertemu aku dijalan dan aku gak negor, sungguh.. bukan bermaksud sombong, tapi isi otak ini emang gak banyak, jadi yang jarang berinteraksi sering terhapuskan >.< ).

Aku yang merasa gak diundang gak mau dong pergi undangannya. Laaahh,, siapa aku dengan sok pedenya pergi ke resepsi orang tanpa diundang. Jadilah aku menolak tawaran untuk pergi bareng sahabat aku itu. Tapi dia kekeuh buat aku ikutan. Katanya aku diundang kok. Aku yang gak merasa mendapatkan undangannya jadi bingung dong. Lah, mana undangannya? Itu niee,, ada di FB. WHAAATTT???!!!

Undangan via FB

Perkembangan teknologi emang mempercepat komunikasi juga merubah cara berkomunikasi kita. Yang dulunya hanya bisa berkomunikasi jika bertemu atau jika dirumah (dengan menggunakan telepon rumah) sekarang setiap saat bisa terus berkomunikasi kapanpun dan di mana pun. Tapi apakah dengan adanya media sosial juga merubah cara mengundang seseorang?

Jujur, bilanglah aku kolot atau segala macamnya. Tapi sampai sekarang aku gak pernah mau pergi undangan kalau hanya mengundang via FB dengan media seperti gambar di atas atau mengetag di undangan pernikahan yang diuploadnya. Lah, iya kalau yang invite atau yang ngetag itu orang yang bersangkutan. Kalau bukan?

Aku lebih bisa mentolerir kalau undangan yang aku dapat itu via message yang secara personal meminta aku dateng. Kalau lewat SMS juga gak papa kok. Aku akan lebih diundang secara pribadi dan aku akan sangat mengusahakan untuk datang. Ya karena di dalam agama aku juga telah jelas kan yak bahwa jika kita diundang maka jika gak berhalangan kita wajib datang kan.

Ssoo,, undanganlah aku dengan surat undanganmu. Kalau mau hemat undanganlah aku dengan SMSmu. Lebih lagi undanglah aku via message FBmu. Tapi jangan undang aku dengan tag dan invitemu. :mrgreen:

Kalau teman-teman bagaimana? Mau gak dateng undangan jika cuma diundang via tag dan invite di FB?

Update: Polingnya udah aku tutup. Dan hasilnya adalah banyak yang memilih pilihan ke3. Mikir-mikir dulu. Thanks yak yang udah mau ikutan polingnya πŸ˜€ Tapi kalau dilihat dari komentar seh banyakan yang gak mau kalau hanya diundang via FB yak πŸ˜›

Catatan Akhir Tahun Blogger – 2011 yang SUPER!


Haaaiiii Haloooo… Apakabar semuanya? Sehat? Senang? :mrgreen:

Udah tanggal 29 Desember aja neh, rasanya pas aja untuk menutup postingan Tahun 2011 ini. Bagi aku, tahun 2011 adalah tahun pertama aku merasa diri sebagai blogger (ya walaupun blogger angin-anginan πŸ˜› ). Tapi memang pertama kali aku mengenal blog lebih mendalam *caelah bahasanya* ya pada tahun 2011 ini.

Seperti yang aku sering ceritakan, walaupun pertama kali aku menulis blog itu pada tahun 2008, tapi gak pernah aku yang namanya ngerti tentang dunia perblogan. Maka pada tanggal 6 September 2010 aku menekatkan diri untuk mulai ngeblog lagi. Awalnya seh simpel alasannya. Karena dulu aku itu pengangguran πŸ˜†

Eh, ternyata blog ini betah juga sampai diumurnya yang masih balita imut-imut gini seperti si empunya 😳 Maka inilah beberapa catatan aku tentang blog ini. Cekidot:

Continue reading “Catatan Akhir Tahun Blogger – 2011 yang SUPER!”

Ayo Ngeblog: Perjalanan Ngeblogku..


Hidup seseorang adalah sebuah cerita. Cerita yang seperti sidik jari, tak ada yang sama antara satu dengan yang lainnya. Bagai perhiasan indah dari untaian-untaian kata, yang ketika dibuka seperti harta karun yang menganga indah untuk dipandang dan diambil hikmahnya.

***

ahnku.wordpress.com/

“Kamu ngeblog, di mana?” tanyaku pada seorang teman pada tahun 2007 awal.

“Di Friendster” jawabnya sambil mengutak-atik halaman friendsternya sambil menulis testimonial di halaman milik seorang teman lainnya yang duduk saling berdampingan di kelas Algoritma dan Pemograman I.

Yak, itulah pertama kalinya aku mengenal blog. Bukan, bukannya aku gak tahu apa itu blog. Tapi lebih kepada pertama kalinya aku menulis sesuatu di blog (Aku mencari-cari alamat blog aku di friendster tapi gak ketemu, sadar gak kalau frienster sekarang jadi semacam online games gitu? >.< ) Tapi aku merasa gak nyaman saat menulis di blog milik FS, kemudian temankupun mengenalkan aku kepada blogspot. Maka resmilah aku memiliki blog http://irniirmayani.blogspot.com pada Juni 2008 yang aku selalu yakini sebagai blog pertamaku :mrgreen:

Pertama kali ngeblog, aku hanya tahu yang namanya menulis. Setiap seminggu sekali aku ke warnet untuk menulis sesuatu ke dalam blogku. Kegiatan blogwalkingpun aku lakukan yang membuat aku iri melihat banyaknya blog yang mempunyai komen (iya, beberapa tahun aku ngeblog aku gak tahu bagaimana caranya dapet komentar 😳 ) Dilihat dari komentarnya pun mereka saling menyapa dengan akrabnya. Pemikiran gembel akupun bertanya:

“Ini orang-orang semua temennya ngeblog yak? Kok bisa saling tukar komentar seperti itu?” πŸ˜†

Awalnya aku sangat malu untuk menuliskan sesuatu di kolom komentar. Lah, aku ini siapa yang sok akrab dengan orang yang gak pernah aku ketemu apalagi kenal sama sekali? Jadilah aku hanya berputar-putar kesesama temen kenalan di dunia nyata untuk saling berkomentar. Ujung-ujungnya? BOSAN!

Septermber 2010 akupun membuat blog lagi, setelah sekian banyak blog yang aku buat sebelum-sebelumnya di blogspot dan Tumblr akhirnya aku memutuskan untuk memulai menulis di wordpress. Aku mulai memberanikan diri berkomentar di blog-blog para seleb blog seperti Diana Rika Sari, Bena Blog, Chiken Strip, Sepatu Merah dan masih banyak lagi. Pemikiran aku adalah, kalau aku berkomentar dan gak dibalas, toh semua yang berkomentar disana juga bernasib seperti aku, jadinya gak buat malu πŸ˜›

Dengan banyaknya meninggalkan jejak di beberapa blog, blog akupun mulai mempunyai pengunjung. Ya, walaupun masih sedikit (lah, emang sekarang udah banyak niee? πŸ˜› ) Dari satu postingan hanya ada 2 komentar, hingga sekarang yang sudah ada beberapa komentar. Akupun senang *caelaaahhh* 8)

Komentar, menurut aku penting. Ya walaupun aku bukan penganut harus komentar disetiap postingan, tapi penting disini adalah dengan berkomentar jarak yang terasa jauh dengan para blogger kian mendekat. Yang biasanya terasa asing untuk dibaca, lama kelamaan seperti mendengarkan cerita teman. Dari berkomentar, kemudian tumbuhlah kedekatan hingga membuat kita ingin bertemu dengan mereka secara nyata.

Bagaimana bentuknya? Bagaimana rupanya? Bagaimana perawakannya?

Dari yang hanya membaca, sekarang aku seperti ada kehidupan lain. Kehidupan yang mempunyai banyak teman dan sahabat. Kehidupan yang mempunyai orang tua dengan tulisan-tulisannya yang kadang mengingatkan aku sebagai remaja (wooooyyy,, udah gak cocok woy ngatain diri sendiri remaja πŸ˜› ) atau sebagai anak, bagaimana pemikiran-pemikiran orang tua kepada anaknya. Bagaimana kasih sayang orang tua kepada anaknya. Bagaimana pemikiran seorang pedagang kepada pemerintah. Bagaimana pemikiran para roker tentang PT. KAI. Bagaimana pemikiran seorang istri baru. Bagaimana senangnya menikah. Bagaimana bahagianya kelahiran anak pertama, kedua dan ketiga. Bagaimana mahalnya harga pendidikan yang kian mencekik. Bagaimana kehidupan seorang PNS disebuah kota kecil. Bagaimana indahnya pacaran. Bagaimana sedihnya putus cinta. Bagaimana ide-ide yang terlontar yang kadang akupun tidak pernah memikirkannya. Bagaimana bahagianya aku membaca semua itu πŸ™‚

Dengan blog, aku bisa merangkaikan semua ceritaku. Cerita yang ingin aku bagikan kepada teman, keluarga dan jika Allah berkenan juga kepada anak-anakku nanti.

Bagi aku blog aku seperti rumah kedua. Yang jika jenuh dengan rumahku disana, aku akan kesini dengan sejuta cerita yang bisa aku ceritakan. Lalu, dengan alasan apa lagi buat kita gak ngeblog? Aahhh,, rasanya blog teramat menyenangkan untuk dinikmati πŸ™‚

***

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Ayo Ngeblog: Saya Ngeblog, Kamu…??!! pada blog duniamuam

Real Steel: Film yang PAS..


Haiii Halooo.. Apa kabar semua?

Entah kenapa akhir akhir ini aktifitas hiburan rutin aku berkurang secara drastis. Aku yang suka baca buku beberapa bulan ini hanya bisa menyelesaikan 2 buku yang padahal gak tebel2 amat. Aku yang suka nonton bioskop (malahan aku dulu terobsesi dengan nonton bioskop pada waktu premier) sekarang syukur2 ada waktu dan temen buat diajakin nonton, dan aku yang suka banget k-drama sampai beberapa bulan ini gak ada nyentuh dvd sama sekali. Terakhir kali itu nonton hunter city, bahkan dorama yang dikasih Pitsu aja belom sempat ditonton πŸ˜₯

Dari kegiatan 3 diatas beberapa hari ini aku lagi aktif nonton bioskop. Film terakhir yang aku tonton apalagi kalau bukan Real Steel.

21cineplex.com

Β Hari minggu @buteto berinisiatif ngajakin aku dan @vyorita nonton bioskop untuk membalas film terakhir kami tonton yang gak ada bagus bagusnya sampe aku ketiduran itu πŸ˜› Kali ini aku gak mau kecolongan lagi, sebelum menonton aku cari resensi sana sini dan minta pendapat kakak yang udah nonton. Katanya seh film ini bagus banget. Jadinya aku tetapin hari senin buat kami nonton bioskop lagi. Sekalian ngilangin stress dari kantor.

Awalnya cuma akan nonton bertiga, lalu kemudian ngajakin @kirniadia, eh pas hari H nia ngajakin yang lainnya hingga jumlah rombongan kami bersebelah orang. Rada rame seh menurut aku untuk kegiatan nonton bioskop. Tapi ya sudahlah, yang penting dibawa asyik aja :mrgreen:

Cerita film ini sendiri tentang seorang mantan petinju. Perkembangan teknologi yang maju kemudian mengubah pertarungan yang awalnya dilakukan oleh manusia digantikan dengan robot. Jadilah Charlie Keton menjadi petarung bersama robotnya.

Kehidupan Charlie tidak berjalan mulus. Hampir setiap pertarungan yang diikutinya selalu saja berbuah kegagalan dan kekalahan sehingga seringnya dia kehilangan robot-robotnya.

Suatu ketika Charlie dihadapkan untuk mengasuh anaknya Max karena mantan pacarnya (ibu dari Max) telah meninggal dunia. Tanpa diketahui, Max ternyata juga menyukai robot petarung. Hingga suatu hari terjadi kecelakaan yang hampir menewaskan dirinya ditepi jurang dan disaat itulah Max menemukan robot keluaran kedua bernama Atom.

Atom ternyata adalah robot yang istimewa karena bisa menirukan gerakan yang dilihatnya. Dimulailah pertarungan Max bersama Atomnya yang tanpa disangka melangkah terus hingga ke pertarungan propesional dan melawan robot yang tak terkalahkan abad ini.

***

Cerita film ini bagus banget menurut aku. Karena bisa dibilang film ini gak ada penjahatnya sama sekali. Ceritanya mengalir begitu saja tanpa harus ada konflik konflik yang terlalu berat.

Film ini juga sangat cocok buat anak-anak karena banyak cerita antara ayah dan anaknya dan hampir gak ada adegan dewasanya kecuali sebuah ciuman yang termasuk kategori biasa aja. Jadi aman. (teringat sama film Transformers 3 yang aku bilang gak ada apa2 ke temen kantor yang mau bawa anaknya nonton gak tahunya dia protes bahwa ada adegan di ranjang yang bawa boneka kelinci itu πŸ˜› ).

Gak nyesel deh nonton neh film. Ya selain durasi filmnya yang lama (coz aku rada berasa rugi kalau film yang pendek πŸ˜› *pelit* ) terlebih lagi aku gak ketiduran bahkan ngantuk waktu nonton film ini πŸ˜† 9/10 deh buat neh film.

So, selamat menonton πŸ™‚

nb: aku kan seringnya klo baca blog dari email atau google reader itu dari HP yak. Hari ini aku lihat wordpress versi mobile tampilannya udah berubah. Yang dulu gak ada headernya, sekarang udah ada. Cuma yang buat ribet adalah komennya yang letaknya di tengah (bukan dibawah kayak dulu).
Tadi juga baca tweetnya mas Arman soal google reader yang berubah tampilannya. Aku belum lihat seh saat baca tweetnya. Dan setelah aku lihat ternyata emang berubah deh. Tapi gak berubah2 amat seh. Gak tahu juga yang mana enaknya. Yang pasti seh aku masih setia sebagai pengguna reader dari HP πŸ˜€

Latih dan Pelatihan..


Haiiii Halooo.. Apakabar semuanya… Wah udah kangen deh sama blog ini >.<

Seperti yang udah aku ceritain kemaren, kalau tanggal 12 Oktober aku akan ke Jakarta mengikuti pertemuan yang diadakan oleh Kemenkes. Ya namanya udah keluar kota, jadi urusan blog jadi terlantarkan deh 😦 Kalau soal postingan seh aku emang jarang ngeposting yak, palingan seminggu sekali aja πŸ˜› Tapi yang paling ngerindukan itu BWnya. Total ada 55 postingan yang belum aku baca dari google reader dan ada belasan lainnya yang aku ikuti via email πŸ˜₯

Wokey, lupakanlah soal itu. Mari kita ceritakan tentang perjalananku kali ini ke Jakarta. Dari awal aku udah niat kejakarta ada 3 hal yaitu: kerjaan, jalan-jalan, dan kopdaran! Ada beberapa temen blogger yang aku hubungi apakah bisa ketemuan atau gak. Soalnya ya bo, akukan blogger antah berantah dari tanah Pontianak yang jauh di mato ini, kapan lagi kan ketemuannya kalau gak saat aku lagi di Jakarta πŸ˜› Akhirnya ada juga beberapa teman yang terperangkap jebakan maut aku πŸ˜†

Setelah melalui perdebatan yang amat panjang, akhirnya total ada 4 blogger yang bisa aku ajak ketemuan, Pitsu yang udah diceritain di sini, serta bertemu dengan mbak Thia yang udah diceritain di sini, mama Hilsya yang ceritanya di sini, dan si Dipiw. Sebenarnya ada beberapa lagi yang aku ajakin, tapi sepertinya kami gak berjodoh, hehe.. Cerita aku sendiri menyusul yak. Coz postingan kali ini akan membahas pertemuan kedua aku dengan Kemenkes.

Pertemuan Kemenkes - Aston Cengkareng

Sebenarnya, pertemua kali ini rada mengecewakan. Pada tahu dong aku pernah ke Bali urusan kantor. Nah, ini adalah pertemuan lanjutan dari pertemuan di Bali kemaren. Kecewa karena awalnya katanya pertemuan kali ini diadain di Lombok. Pas lihat undangannya langsung males deh πŸ˜› Nanti akan ada pertemuan ketiga lagi pada bulan Januari yang katanya akan diadakan di Jakarta lagi. Tapi masih berharap diadain di Batam seh, biar sekalian bisa jalan2 ke Sing *ditoyor* πŸ˜†

Dari pertama dapet udangan udah pada heboh ngubungin temen-temen dari Propinsi lain yang udah jadi temen akrab dulu. Sayangnya kak Martha yang berasal dari NTT pertemuannya di Surabaya jadinya gak bisa ketemuan deh 😦 Janjian dengan kak Sena buat sekamar bareng juga gak bisa karena dia udah dijatah sama temen satu propinsinya dari Kalimantan Tengah. Jadinya aku galau deh dengan siapa nanti aku mendapatkan teman sekamar? *lebay*

Dapet jatah kamar 106, celingak celinguk gak tahu masuk ke wilayah kamar gimana. Akhirnya nanya sama resepsionis katanya harus naik lift dulu (ya ampun niee bener2 malu2in deh, kenapa coba dodol banget mau masuk kamar aja gak tahu >.< )

Pas dikamar dari dalam bunyi grasak grusuk aja. Nah loh, ini kok ada suara laki2nya? Masak aku satu kamar dengan laki-laki kan yak! Perasaan udah gak enak aja, pas dibuka beneran, LAKI-LAKI? Sayangnya bapak-bapak, coba aja mas-mas yang gantengnya seperti Nicholas Saputra, kan lumayan buat di kecengin πŸ˜›

Usut punya usut ternyata dia adalah suami dari mbak yang akan menjadi temen sekamar aku. Aku mendapat jatah temen sekamar dari kabupaten Bekasi, namanya mbak Yuli. Orangnya asyik, gak ngerepotin *penting* dan berkahnya dari mendapat temen sekamar dengan orang yang aku kenal adalah, aku nambah lagi deh kenalan baru, jadi sedikit bersyukur juga gak jadi sekamar dengan kak Sena πŸ™‚

Aku dan Mbak Yuli

Pertemuannya biasa aja. Soal apa yang dibahas gak perlu deh diceritain disini (soalnya membosankan banget deh, hari kedua aja aku tinggalin pertemuannya buat pergi tidur πŸ˜› ) Eh, pas lagi ngantuk2nya tidur di kamar aku ditelpon dari temen satu propinsi katanya aku dicariin panitia πŸ˜†

Pada dasarnya pertemuan seperti ini selalu menyenangkan. Punya temen-temen baru yang ada se Indonesia. Punya pengalaman baru, dan yang pastinya bisa jalan-jalan ditengah padatnya rutinitas kerjaan yang gak bisa minta ijin dan belom bisa ambil cuti seperti aku ini :mrgreen:

nb: wokey, mood udah kembali baik untuk memulai blogwalking lagi. Sampai ketemu diblog kalian masing2 yak. pasti merindukan membaca komentar dari akukan yak πŸ˜›

‘Reuni’


*menulis postingan dengan didampingi setoples kue lebaran dan menghadap TV yang akan menayangkan pertandingan kualifikasi piala dunia tingkat Asia, Indonesia vs Bahrain*

Haiiiii,, Hallooooo.. Apa kabar semua? Gimana dengann kondisi badan? Masih singset, udah gemukan, atau masih kurus cengkring aja kayak aku?

Postingan kali ini gak akan jauh-jauh dari cerita lebaran juga. Kan masih 7 syawal kan yak! Jadi suasana lebaran masih terasa banget lah. Yah walaupun udah 2 hari belakangan ini masuk kerja. Jadi inget jaman SD aku dulu kalau lebaran itu liburnya hampir 1 bulan gak habis habis. Apalagi jaman presidennya Gusdur jaman SMP 1 bulan libur sekolah aja gitu! *mantap*

Dimulai pada hari kedua.Β  Seperti yang pernah aku ceritain kemaren, aku sebagai pegawai cantik baru mendapat tugas untuk menerima tamu di rumah dinas Sekretaris Daerah Pontianak. Awalnya aku gak semangat banget mau datengnya. Ya siapa juga yang mau hari liburnya – apalagi dalam suasana lebaran – diusik dan malah disuruh ‘kerja’. Tapi pas dijalankan lumayan juga loh.

Aku yang kena jadwal sift 2 pada pukul 3 sore disuruh dateng 1 jam sebelumnya untuk siap-siap. Aku gak mau dong, ya jadwal pukul 3 aku datengnya pukul 3 kurang lima πŸ˜› Sift aku ada 5 orang yang jaga, dan 4 orangnya udah duduk anteng gitu di ruang dalam πŸ˜€ Dateng-dateng pak sekdanya gak ada. Sama anaknya disuruh makan dulu, duduk-duduk gak jelas 1 jam kemudian baru ada tamu.

Sorean dikit – pas mau magrib – ibu sekdanya nyuruh makan lagi. Kali ini makan sama-sama ibunya *kenyang*. Pas malem tanda-tanda orang bertamu gak ada. Koordinatornya ngajakin pulang pukul 7an (sebenarnya jadwal jaga aku sampe pukul 9 malam) eh gak lama dapet berita kalau pak Walikota mau dateng gak jadi pulang deh *kesel*

Lima menit – Sepuluh menit – setengah jam – satu jam – satu setengah jam Bapak Walikota gak dateng-dateng >.< Akhirnya pukul 8.30 bapaknya baru dateng tetep didampingi sama ajudannya yang udah sering aku lihat kalau mereka dateng ke kantor.

Pertama kali lihat ajudannya pak wali itu di kantor langsung berfikir: “waduh nih orang jutek abis yak!” Dengan jalannya yang tegak dan wajahnya yang gak pernah senyum kalau di kantor langsung membuat imagenya buruk dan rada menakutkan. Etapi pas udah kenalan orangnya baik loh ternyata. Dia yang duluan nyalam-nyalami kami para dayang-dayang penerima tamu *maaf ya banggg* πŸ˜›

Over all jadi penerima tamu itu menyenangkan juga yak. Aku dapet temen-temen baru sesama para penerima tamu. Dapet kenalan baru, bapak-bapak penjaga dan para protokoler pemerintahan, orang-orang sekretariatan dan tentunya bisa makan puas sekenyangnya :mrgreen:

note: sayang aku gak sempat foto-foto di rumahnya pak sekda. Habis gak sempet juga seh. Sebenarnya banyak juga kami foto-foto tapi dikameranya petugas. Mau minta fotonya juga gak tahu minta dimana. Jadinya cuma bisa foto ini deh πŸ˜€

***

Hari ketiga, keempat dan kelima diisi dengan reunian. Yak, lebih pasnya dibilang reunian seh daripada berlebaran. Alasan pertama karena emang orang orang ini sangat jarang aku ketemunya. Ya cuma pas lebaran ini kami bisa berkumpul.

Lebaran ketiga kumpul sama 3 orang teman terdekat aku di SMA. Nelly, Wulan dan Emi. Yak Nelly emang sering seh aku ketemuannya, walaupun gak sering sering amat. Beda sama Emi yang walaupun sama-sama di Pontianak jarang aja bisa ketemuannya gitu. Nah kalau si wulan emang sangat teramat jarang ketemu, coz dia masih tercatat sebagai mahasiswa s2 planologi di ITB (yang rajin ya nak kuliahnya πŸ˜› ).

Habis ngumpul kami mustuskan untuk nyoba makan di tempat makan baru. Namanya ‘SUGEBAN’. Rasa-rasanya seh udah ada nama Sugeban ini, tapi tempat ini baru ternyata. Tempatnya lumayan enak, ruangan terbuka gitu. Ada yang duduk di meja ada juga yang duduk dilesehan. Kami milih yang duduk dilesehan.

Aku pesan es jeruk besar dan nasi koreng Pattaya Thailand, Si wulan pesennya ayam panggang sugeban dan emi memesan nasi putih daging lada hitam. Rasanya lumayan seh, tapi gak yang enak bener gitu. Harganya juga lumayan terjangkau. Ya cocok deh buat makan bareng-bareng gitu.

Lebaran empat kumpul sama anak-anak kampus TI 06. Seperti rencana semula, gak ada ceritanya mau keliling rumah dosen *aku males aja gitu :P* Jadinya cuma ngumpul di rumah siapa lalu mencari tempat untuk makan-makan.

Learan kelima (yang merupakan hari libur terakhir) aku ngumpul sama temen-temen SMA kelas XI IPA 4. Ya walaupun sebenarnya cuma berlima doang seh πŸ˜›

Ada romi (baju coklat) yang baru aja lulus dari IPB jurusan teknik (atau teknologi yak?) Pertanian. Baru lulus dia kemudian keterima disebuah perusahaan nasional dan ditempatkan di Riau (bukan kotanya). Ya, mudah-mudahan betah aja deh mi di sana πŸ™‚

Ada Pipit (baju item), yang sekarang lagi sibuk coasnya. Gerakannya suka sembarangan yang sering jadi bahan ledekan kami dengan statusnya yang seorang calon dokter. Tapi pada dasarnya emang pinter kok. Cepetan lulus ya pit, biar aku bisa ada dokter pribadi yang bisa gratis buat periksa πŸ˜›

Ada Sena (yang pake baju kotak), sekarang lagi ngelanjutin kuliahnya di D4 Politeknik negeri Bandung setelah setahun nyoba bekerja setelah lulus D3nya. Cita-citanya seh pingin dapet beasiswa s2 ke Jerman. Ya, mudah-mudahan terkabul deh sen. Lumayan juga kalau aku pingin ke jerman ada tempat buat nebeng :mrgreen:

Dan Ika (baju putih garis garis) lulusan Teknik sipil yang sedang mencari jodoh bekerja di kantor konsultan.

Gak terasa aja gitu ternyata kami udah memiliki ‘hidup’ masing-masing sekarang. Kalau diingat kejahilan masa SMA yang gak suka belajar, tidur didalem kelas, remidi dan segala macem, ternyata kami bisa juga seperti sekarang, hehehehe.

***

note: Kok orang yang nonton di GBK ini gak sopan banget yak kalau lagu kebangsaan negara lain lagi dinyanyiin! Masak masih tiup terompet geje gitu. Seharusnya diam dan mendengarkan dong! Kalau Indonesia aja dihina marah-marah! Tapi mereka juga secara gak langsung ngehina negara orang lain juga >.<