Persiapan Liburan Musim Gugur ke Korea


Haaaiiii, haaalllooo.. Apakabar semuanya.

Gak terasa ya, akhirnya tiket yang telah dibeli dari 11 bulan yang lalu dan telah ditunggu-tunggu selama ini dipake juga 😀 Kalau gak ada halangan yang berarti, tanggal 28 Oktober ini aku, si K dan si abang suami bakalan berangkat ke Busan *yeaah* :mrgreen:

Perjalanan kita kali ini akan memakan waktu 10 hari dari pergi sampe pulang lagi. Yang awalnya dijadwalkan pergi hari jum’at dimajukan dong jadi hari Sabtu. Kenapa? Karena jadwal pesawat kita dimundurkan sama Air Asia sehingga kita punya dua pilihan: mau dicancel (yang gak mungkin lah yak :P) atau mau diatur ulang jadwal keberangkatannya. Ya tentu aje kita atur ulang dong, jadilah kita majuin jadwal keberangkatannya jadi hari sabtu, lumayan jadi nambah 1 hari di koreanya kan yak :mrgreen:

Perjalanan ke korea kali ini adalah perjalanan pertama kita sekeluarga di mana perbedaan cuacanya sangat mencolok antara Korea dan di Pontianak. Perjalanan ini juga perjalanan pertama keluarga kita yang pake visa-visaan (kalau visa Shenzhen gak dihitung). Tentu persiapannya jadi berbeda dong yak dengan perjalanan kita selama ini yang hanya berkisaran di Asia Tenggara aja. Maka, selain membuat itinerary yang selalu kita laksanakan, kita juga membuat beberapa persiapan untuk meminimalisir kesalahan kita pas di korea ntar. Persiapan utama yang kita lakukan pada perjalanan ini tentu berfokus pada perlengkapan pakaian dan urusan visa.

Untuk persiapan liburan kali ini, keluarga kita juga mendapatkan kendala dibeberapa hal. Seperti si K yang tiba-tiba kena DBD dan demam pada H-2 minggu keberangkatan. Si abang yang sibuk banget gak ketulungan sebelum liburan di mulai. Dan si Irni yang parno mempersiapkan semuanya 😛

So, ini adalah beberapa persiapan yang kita lakukan untuk memaksimalkan liburan kita kali ini:

Pakaian Musim Gugur

Ini Goblin settingannya pas musim gugur kan yak? Kok ya tapi ada beberapa adegan pemeran wanitanya cuma pake rok mini doang? Tahan gitu? >.<

Soal pakaian ini aku sendiri maju mundur cantik persiapannya. Pas dicek suhu udara di Korea pas kita datang nanti berkisar diantara 10-1 derajat. Awalnya nekat gak mau beli baju khusus. Pake yang ada aja, asal lengan panjang kayaknya aman deh. Si K juga kita niatnya cuma dibekalin sama kaos dalam yang sama kalau dipake ke sekolah dan beberapa kaos lengan pendek kalau kira-kira cuaca dingin sebagai pakaian dalamnya.

Kemudian ada salah satu postingan di Group Facebook Backpacker Dunia yang menshared perjalanannya ke Korea pada tahun 2016 di mana jadwalnya persis bener dengan kita: akhir oktober – minggu kedua Nopember.

Aku langsung japri dong orangnya untuk memastikan bahwa kami gak perlukan segala macam perlengkapan baju yang ngejelimet itu? Apalagi kalau sampai perlu beli Longjohn. Eyalah si mbaknya jawab bahwa dia pake longjohn dan cuacanya sangat dingin untuk tanggal segitu. Apalagi kita ini anak tropis banget (yang kalau hujan disuhu 20 derajat udah kedinginan 😛 ) dan bawa anak, jadi dia sangat sarankan untuk kita beli longjohn saja biar aman.

Markadit, jadilah kita balik arah soal pakaian ini. Karena gak berani ambil resiko, kita beli longjohn deh jadinya. Awalnya pengen beli lewat website aja. Tapi kok mahal bener 😥 Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Kuching dan beli di sana aja dengan harga yang jauh lebih murah.

hasil sebagian belanja si abang suami di Kuching

This slideshow requires JavaScript.

Ini sebagian perlengkapannya. Gak tahu deh ini lebay atau gimana. Kok ya kayak persiapan musim dingin aja. Terus kalau aku lihat foto-foto orang kok ada yang masih pake rok pendek dengan atasan syal aja gitu. Hmm, kita lihat nanti deh yak, apakah ini berendelan bakalan kepakai atau gak. Kalau gak ya berarti harus pergi ke Jepang pas musim dingin aja biar gak mubazir perlengkapannya yang udah dibeli 😛

Pengurusan Visa

Dari awal aku memang maunya untuk membuat visa ini menggunakan travel agent aja. Membayangkan untuk mengajukan visa aja harus ke Jakarta itu ribet aja. Belum lagi harus mengeluarkan biaya pesawat bertiga yang tentu harganya jauh lebih mahal daripada tiket ke Singapore >.< belum lagi penginapannya. Apalagi kalau udah sampai di Jakarta gak mungkin kan yak kita cuma datang ke kedutaan aja terus pulang?

Etapi kok si abang semangat banget mau pergi ke Jakarta untuk ngurus sendiri. Aku bilang aja dia yang pergi aja sendiri ngurusin kita bertiga :P. Akhirnya gak mau juga dia, hahahaha.

Setelah mencari-cari travel agent mana yang bakalan kita pake jasanya untuk membuat visa ini, dipilihlah Dwidaya tour Pontianak. Alasannya seh karena mereka adalah travel agent besar di mana berkantor pusat di Jakarta dan review orang selama ini baik semua. Setelah tanya-tanya di dapat deh apa-apa syarat pengajuan visanya.

Ini dia persyaratan visa korea yang aku dapat dari travel agent Dwidaya Tour di Pontianak.

South Korea

Embassy Location

Address Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 57-58, Kuningan – Jaksel 12930
Phone (+62 21) 29672580
Fax (+62 21) 525 4159
Office Hours 09.00 – 12.00

 INFO :  Mulai tanggal 17 Oktober 2016,proses Visa Korea

              wajib melampirkan SPT Pph21.

              Jika tidak memiliki SPT Pph21 wajib melampirkan

              surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000.

 Mulai tanggal 21 Maret 2017 proses pembuatan visa menjadi 6 hari

 kerja (tidak terhitung hari penyerahan visa,akhir pekan dan libur 

 Nasional Indonesia – Korea). Pihak kedutaan tidak akan 

 bertanggung jawab terkait dengan rencana keberangkatan

 pemohon visa.

 Kedutaan korea libur tanggal 15 Agustus dan 17 Agustus 2017

 

Untuk download formulir terbaru :

www.mofa.go.kr

Visa Prices & Procedures

Type of Entrance Price
Procedures
Single

Double

Multiple-Kilat

Student (Stay >90 days)

Student

Rp 650.000

Rp. 1.125.000

Rp.1.400.000

Rp. 975.000

Rp. 675.000

7-10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7-10  Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

3-5 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 -10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 – 10 Hari kerja (Tergantung Kedutaan)

*Prices are subject to change without prior notice

Processing Requirements

  1. Passport masa berlaku 7 bulan + Paspor lama
  2. Pas Foto berwarna 4 x 6 = 2 lembar background putih
  3. Fotocopy bukti keuangan rekening atau tabungan dan ada stamp bank. Bagi yang proses visa korea multiple (untuk bisnis/Tour Leader) harus melampirkan tabungan pribadi selain perusahaan.
  4. Surat Referensi Bank (jika diperlukan/bagi paspor baru dan belum ada visa lainnya)
  5. Surat Sponsor dari perusahaan (Bahasa Inggris)
  6. Fotocopy SIUP (jika pemilik)
  7. Fotocopy KK
  8. Fotocopy Akte Nikah
  9. Fotocopy Akte Lahir (anak)
  10. Fotocopy Kartu pelajar/surat ketrerangan sekolah
  11. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  12. Fotocopy SPT (PPH 21) WAJIB melampirkan SPT Pph21 tanpa kecuali,jika tidak memiliki SPT Pph21,buat surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000. Untuk anak sekolah pakai SPT orang tua,istri tidak memiliki SPT dapat melampirkan SPT suami.
  13. Bagi istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami,  bagi anak yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua
  14. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Note :

* Persyaratan terbaru SPT berlaku untuk FIT/Group dan Incentive.
* Jika applicant memiliki visa Korea (2-3 kali dalam 2 tahun) dan Amerika, Eropa, Canada, Jepang,     Inggris, New Zealand, Australia dapat mengajukan visa multiple 5 tahun.
* Visa Korea yang masih berlaku di paspor lama bisa di bawa dengan paspor baru saat keberangkatan

Update :  03/08/17

***

Aku bahas di sini poin-poinnya aja kali yak.

  1. Kalau soal passport seperti biasalah ya. Kalau punya passport lama yang lebih banyak capnya dan punya beberapa visa di dalamnya lebih baik diikut sertakan juga. Aku sendiri passport lama aku gak ada >.< Jadi cuma dikasih passport yang baru.

  2. Pass foto kalau di wilayah Pontianak aku saranin ke Jambore Photo Studio aja, karena mereka paling paham deh urusan pass foto untuk visa ini. Kemaren agak bingung karena ada yang ukurannya pake centimeter, tapi Dwidayanya bilang gak kok, yang bener 4×6 ya kita ikut aja.

  3. Kalau untuk bukti keuangan aku pakenya rekening koran dan minta referensi bank untuk pembuatan visa dengan bahasa Inggris. Aku buatnya di BNI sama BPD Kalbar. Keduanya udah ngerti tanpa dicontohin lagi. Lama buatnya biasanya 1 hari kerja.

  4. Surat sponsor ini sebenarnya lebih menekankan, bahwa kita ini adalah karyawan mereka dan pasti balik lagi ke Indonesia. Jadi harus ada kalimat berbau itu seh.

  5. Karena aku PNS, jadi SIUP aku ganti dengan SK Golongan terakhir yang ditandatangani oleh Walikota.

  6. Untuk SPT aku pake e-filling dan SPT manual. Entah yang mana yang bener.

  7. Untuk surat-surat lainnya menyesuaikan aja. Yang pasti setiap orang disiapkan satu rangkap surat menyuratnya. Misal akukan perginya bertiga, jadi semuanya itu rangkap 3.

  8. Untuk tiket pesawat harus melampirkan tiket PP dari tempat asal ke tempat asal. Misal aku melampirkan tiket Pontianak – KL – Busan – Seoul – Kota Kinabalu – KL – Pontianak (muter-muter ya rutenya 😛 )

Aku masukin berkasnya hari selasa tanggal 3 Oktober dan diperkirakan bakalan dapat visanya tanggal 23 Oktober. Pas aku cek seh udah diapproved, tinggal terima fisiknya aja neh!

Status Visa Korea. Yeaayy 😀

Aah, udah gak sabar banget mau ke Korea :mrgreen: Temen-temen di sini ada yang udah ke Korea? Ada rekomendasi tempat makan halal yang menarik?

 

Advertisements

Curhatan Blogger “Tua”


Karena saya ngeblog itu tidak punya niche, bahkan model lifestyle blogger sekalipun – NIEE

disclaimer : postingan ini hanya pendapat pribadi yak, jadi jangan dipusingin, apalagi dibaperin :P
sumber : MakeUsOf

Suatu ketika, si Niee rada mati gaya dengan list blog walking yang dipunyainya sekarang. Aku itu masih berkutat dengan list lama yang aku subcribe di email. Sampai hari ini, blog yang aku selalu buka itu adalah blognya Mas Arman, Zilko, Mbak Bebe, Teh Erry, Mbak Nonik, Om NH, Bunda Monda, Ais, Mama Hilsya, Hani, Mbak Nella dan temen-temen blogger lainnya yang rata-rata udah berteman dan saling BW di blog lebih dari 5 tahun tapi intensitas ngeblognya udah berkurang jauh (termasuk aku sendiri) kecuali si Zilko 😛

Aku inget dulu pertama kali nulis di blog sekarang tahun 2009 itu gak ada pengunjungnya sama sekali. Kemudian, ada seorang temen SMA yang posting Indonesia Matters di Tumblr, yang memperlihatkan urutan ranking blog-blog di Indonesia. Ranking pertama itu blognya Diana Rikasari yang mau lo kunjungi ribuan kali juga gak akan dia kunjungan balik :P, dan ranking kedua adalah Blognya Om NH. Jadilah aku berkunjung ke blognya dan mulai kapan gitu berani berkomentar dan mendapatkan kunjungan balasan. Wuiihh, senengnya kebangetan 😛 Dapat blognya Mas Arman juga dari Indonesia Matters itu dan kok ya orangnya ramah bener, komennya ratusan masih mau ngebalas BW ke blog aku yang komennya 1-2 aja :mrgreen: Dan berlanjutlah ke blog-blog lainnya yang aku dapat dari link komentar di blog-blog yang aku kunjungi.

Zaman dulu rasanya masih susah nyari komunitas blogger yang terbuka. Maksudnya komunitas ada, tapi cuma untuk kalangan terbatas aja, jadilah aku gak ikut komunitas apapun. Walaupun gak ikut komunitas tapi ngeblog dan blog walking itu menyenangkan banget menurut aku. Tidak ada blog yang berniche kecuali lo udah jadi seleb blogger sebangsa Diana Rikasari. Temen-temen blogger itu udah kayak jadi akrab banget, karena dengan membaca blognya kita jadi tahu keluarganya, kita jadi tahu kebiasaannya, kita jadi tahu perkembangannya. Semacam blognya mas Arman itu aku ngikutinnya dari Mas Arman cuma punya Andrew, terus Mbak Ester hamil Emma dan sekarang Emma udah SD aja. Atau blognya Zilko dari dia baru datang ke Belanda dan kuliah di TU Delft sampe dia bekerja di industri sekarang. Dan Mbak bebe yang dari dia belum punya anak, sampai kita hamilnya berbarengan dan dia duluan punya anak kedua 😀 Atau bahkan Mbak Nella yang aku tahu dia mendapatkan jodohnya yang sekarang itu dari online dating ya karena cerita di blog.

Proses ngeposting dan membaca blog orang lain itu mengalir dengan sendirinya. Aku ngeblog karena nyaman dan aku blog walking itu juga karena nyaman. Karena rindu membaca perkembangan temen-temen blogger yang aku punyai. Aku senang membaca “perkembangan hidup” temen-temen blogger bertahun-tahun lamanya. Sampai sekarang, aku tidak pernah bosan membaca blog-blog yang aku sebutkan di atas walaupun karena kesibukan aku sekarang kadang aku tidak membuat komentar disetiap postingannya.

Jika dibandingkan, dulu list blogwalking aku jumlahnya bisa puluhan. Entah karena apa banyak diantaranya sudah tidak ngeblog lagi. Dan ada yang masih bertahan ngeblog karena beberapa lama tidak saling berkomentar jadi putus hubungan dan aku sendiri lupa url blog mereka. Duh! >.< Karena ingin memperbanyak teman lagi mulailah beberapa bulan belakangan ini aku ikut komunitas sana sini. Mencari blog-blog yang bisa kujadikan “teman” seperti blog-blog sebelumnya. Walaupun gak satu komunitas, walaupun gak bakalan pernah ketemu, dan walaupun gak ada target apa-apapun untuk saling blogwalking atau membubuhkan komentar.

TAPI KOK AKU GAK KETEMU YAK!

Dihampir setiap komunitas yang aku masuki, banyak dari blognya adalah blog semi profesional yang bicara soal SEO, DA/PA, HTML dan banyak istilah bloging lainnya yang sebenarnya aku tahu apa itu (secara lulusan IT gini loh :P) tapi aku gak mau tahu tentang urusan seperti itu untuk blog aku. Yang isinya ngasih tips bermacam-macam dengan seribu tema tapi berasa satu = HAMPA.

Iya, kok ya aku hampa banget ya baca blog semuanya. Walaupun temanya bermacam-macam dengan tulisan yang rapi wah dan berkesan, tapi aku tetap berasa hampa. Pencarian aku untuk mencari “teman blog” sampai sekarang rasanya gagal. Gak ada lagi Susah sekarang blogger yang dengan suka hati membagikan ceritanya tanpa memerdulikan kunjungan atau traffic blog. Hampir semua ingin menjadikan dirinya blogger profesional. Walaupun gak menutup mata kalau profesi blog sekarang memang sangat menggiurkan. Penghasilannya bahkan mengalahkan orang yang kerja di kantoran. Tapi bahkan ada satu kali aku menemukan blog yang ngeblognya baru mulai April 2017 tapi udah ngomong monetize blog! Ketika itu aku berasa blogger tua. Blogger yang gak mau ikut perkembangan zaman. Blogger yang kalau blog dan postingannya dilihat sama blogger zaman now mungkin langsung kebingungan, ini blog apaa seh, kok jelek banget isinya 😛

Kadang, aku jadi rindu dengan temen-temen blog aku jaman dulu. Apa kabar ya si Pitsu? Udah punya anak berapa dia? Masih ngeblog gak ya? Atau si Titi yang tadi pagi aku buka blognya udah lumutan postingan terakhir di tahun 2014 >.< Mbak Thia si dokter gigi juga apa kabarnya ya? Mbak reni di Jawa timur juga! Deva mana deva! Atau sama divia yang kayaknya sibuk ngasuh anak, atau dhenok yang ketemu cuma di FB dan Instagram.

Hallo semua, gak kangen ngeblog lagi? Ngerusuh lagi di komentar? Aku kok kangen >.<

[Cerita K] Masa-masa Kiddy 2 – Term 1


Masa-masa Kiddy 2 Katniss di sekolah

Kalau lihat-lihat aku belum pernah cerita tentang si K selama dia udah tiga bulan ini di sekolah ya. Niatnya aja dulu kalau anaknya udah sekolah bakalan rajin-rajin posting yak, tapi kenyataannya males juga 😛 Keseringan posting di instagram dan facebook kayaknya, hahaha.

Nah, mumpung ada waktu dan kesempatan, mari kita cerita-cerita tentang si K selama tiga bulan ini di sekolah maupun di rumah.

Sekolah si K itu kurikulumnya dibagi per term yang setahunnya dibagi menjadi 4 Term. Akhir september kemaren seharusnya menjadi akhir dari Term 1 di sekolah sekaligus pembagian report untuk Term 1 tersebut. Tapi karena si K masuk rumah sakit minggu lalu karena DBD, jadilah aku nerima reportnya baru hari Rabu kemaren.

"We are delighted to have Katniss in this term. Katniss is an enthusiast learner who shows confidence and curiosity in everything she does. She is able to do most of the activities independently and adapt well at school. Katniss mesmerizes us with her ability in doing most ectivities without the teacher's help and doing a gread job in her fine motor skills area." - General Remark from Teacher, Term 1

Pada dasarnya inti memasukkan si K ke playgroup ini adalah untuk dia bisa bersosialisasi dan mempunyai aktivitas yang positif seperti yang menjadi pertimbangan aku sebelumnya. Karena salah emaknya ini si K rada keseringan bermain gadget buat nonton yutub. Nah, semenjak sekolah ini waktu bermain gadgetnya secara otomatis berkurang jauh. Kalau ada kemampuan lebih dari dia bersekolah aku anggap itu bonus aja. Pokoknya aku gak pernah nyuruh si K buat belajar di rumah (kecuali untuk ngaji yang aku rada tekankan banget untuk dia bisa serius). Nanti aja belajarnya kalau udah SD 😛

Yang sering aku lakuin pada si K adalah mengajaknya untuk aktif bercerita apa aja kegiatan dia selama di sekolah tadi pagi. Ini juga maksudnya untuk menstimulasi si K biar terbiasa bercerita keseharian dia dengan emaknya ini. Awalnya aku sering bertanya apa yang diajari di sekolah. Dari yang ceritanya asal-asalan, sampai cerita beneran hingga kadang kalau aku lupa tanya dia cerita sendiri. Ada gitu suatu malam pas kita mau bobo dan udah baca doa tidur dia tiba-tiba bilang “Oh iya, katniss belum cerita ke mama tadi di sekolah” jadilah kita berdua gak jadi bobo dan cerita panjang lebar tentang sekolah dan teman-temannya.

[Cerita K Hari Ini] Dari semua report segabreg yang diberikan di sekolahnya, cuma satu hal yang K excited banget pas buka activity bagnya. Apalagi kalau bukan foto dia bersama temen sekelasnya. . Menurut penurutan Missnya waktu menjelaskan report si K, K ini sudah mengenal semua nama temen temennya. Tapi kalau di rumah dia suka bilang tidak tahu kalau ditanya nama temen-temennya 😣 . Hanya satu temen yang secara konsisten sering diceritainnya, si A. Pas lihat foto ini si K juga langsung nunjuk si A dengan lantang. . Sayangnya A barusan pindah sekolah ke Jakarta. Dan setiap diceritain si K rada gak terima. Bahkan dia pernah minta gak usah ke Korea aja, tapi ke Jakarta aja ketemu si A 😓 . Semoga sekolah si K ini menjadi kenangan yang berkesan ya K. Karena sesungguhnya emaknya ini gak terlalu pusing soal pelajarannya, toh dia masih preschool aja. Yang penting pengalaman bersama teman-temannya. . #katniss #katnissaurea #kibuw #school #friends #schoolfriends #3yo

A post shared by Irni (@iirni) on

Soal temannya beda lagi. Si K ini sangat sulit untuk menjawab nama teman-temannya di sekolah kalau aku tanya. Biasanya jawabnya gak tahu, gak kenal. Padahal, menurut gurunya, si K ini adalah anak yang paling cepat menghapal nama teman-teman dan gurunya di sekolah. Aku gak kaget seh sebenarnya, soalnya dia pernah berkata “Kalau di rumah tuh salah-salah ma, kalau di sekolah baru benar” ketika aku bertanya sesuatu 😆

Hasil si K mewarnai di sekolah
Secara keseluruhan, sesuai dengan catatan gurunya yang aku petik dari report termnya di atas, si K gak ada masalah yang terlalu berarti di sekolah. Bahkan dia sering menjadi sukarelawan untuk maju ke depan kelas kalau miss nya bertanya (ini alasan sebenarnya seh karena awalnya dia iri temennya dapat stamp (setiap anak yang jawab bener dikasih stamp sama gurunya) sedangkan dia gak, jadilah dia pengen juga dapat stampnya 😛 ). Dan ada beberapa pertanyaan yang belum diajarkan di sekolah dan ditanyakan si K bisa menjawabnya. Padahal di rumah mah boro-boro, mau jawab aja udah syukur 😛

Hanya beberapa kelakuan si K yang masih rada ajaib di sekolah seperti selalu gak mau masuk ke sekolah kalau Miss nya gak jemput di depan pintu masuk! Nah loh >.< Mudah-mudahan di Term 2 ini gak minta jemput lagi ya K!

***

Selain perkembangan soal sekolah, ada dua hal besar lagi yang terjadi di K selama 3 bulan ini. Yang pertama adalah si K sejak 2 bulan lalu sudah tidak lagi minum susu formula!

Awalnya seh karena si K bolak balik pilek mulu (tanpa disertai dengan demam). Jadilah kita ke DSA menanyakan hal tersebut. Karena bingung DSAnya menyuruh kita untuk memberhentikan susu formulanya. Kita seh nurut aja, sambil ikhtiar minum air bioglass.  Karena kita tahu pasti bahwa susu formula itu juga gak ada pengaruhnya ke tubuh dan ke otak. Pandai-pandai iklan aja soal DHA dan A-A lainnya 😛 Si K selama ini kita kasih susu formula selepas asi diumur 2 tahun 7 bulan ya karena kebiasaan orang tua aja >.<

Eyalah Alhamdulillah semenjak kita berhentikan susu formulanya pilek si K berangsur-angsur membaik, ya udahlah kita teruskan aja. Walaupun rada diprotes sama orang tua. Bahkan disarankan untuk kasih susu soya lah, apalah-apalah. Tapi aku masih kekeuh bahwa si K gak perlu lagi minum susu formula apapun. Kadang kalau anaknya pengen susu paling kita belikan milo itu aja anaknya udah seneng 😛

Perkembangan yang kedua adalah akhirnya si K lulus toilet training! Hah? Baru lulus Niee? Hahahaha. Ok sebenarnya si K udah gak pake diapers semenjak umurnya 2 tahun 1 bulan. Untuk urusan BAK si K udah lancar banget semenjak saat itu. Bahkan setelah beberapa bulan diajarkan dia gak lagi ngompol saat malam hari kecuali kalau dia ketiduran sebelum pipis dulu ke toilet.

Nah, yang bermasalah itu adalah untuk BABnya. Entah mengapa dia paling gak mau disuruh BAB di toilet. Selalu maunya dibalik pintu! Yang otomatis BAB dicelana dong yak. Awalnya aku biarin, tapi lama kelamaan kok ya jadi nyebelin >.< Bolak balik aku suruh ke toilet anaknya gak mau. Kadang kalau aku udah keras nyuruhnya anaknya malah nangis dan beberapa hari gak BAB karena males >.<

Setelah aku bolak balik ngomongkan yang kadang ngancem-ngancem juga akhirnya mau juga dia BAB ke toilet. Awalnya belum lancar masih bolak balik toilet dan celana. Beberapa minggu ini udah lebih konsisten, tapi menurut penuturan mbahnya pas aku kerja masih gak mau ke toilet. Jadilah aku omongin lagi. Akhirnya dua mingguan ini secara konsisten si K udah BAB di toilet dan gak pernah dicelana lagi. Mudah-mudahan untuk seterusnya ya K!

Bye!

Cerita Tentang DBD


Hari senin sampai rabu kemaren, untuk pertama kalinya (dan mudah-mudahan untuk terakhir kalinya) si K masuk rumah sakit.

Ceritanya dimulai dari hari rabu sore dia dijemput dari rumah Mbahnya udah dalam kondisi panas. Panasnya masih gak terlalu tinggi seh, cuma sekitaran 37 derajat gitu. Aku seh biasa aja ya, namanya juga anak kalau badannya panas terus dikasih obat penurun panas udah normal lagi. Beberapa minggu yang lalu si K juga pernah panasnya sampe 40 derajat tapi udah dikasih obat besoknya langsung sembuh dan maen seperti sedia kala.

Cuma kok ya ini beda. Udah dikasih obat penurun panas, bukannya turun panasnya malah naik-naik terus. Tiga hari (dari hari rabu malam sampai hari sabtu) panasnya gak turun-turun cuma bolak balik dari 37-40 derajat. Akunya udah lemes banget. Anaknya yang biasanya aktif gak bisa disuruh diam jadi gak berdaya gitu. Disuruh duduk makan aja bilangnya “Katniss capek ma” dan akunya bolak balik kompress dan seka dia pake air panas dan alkohol. Setiap diseka panasnya turun, tapi selang beberapa menit naek lagi. Sampai setiap panas tapi gak bisa kasih obat karena belum waktunya aku cuma pelukin aja si K nya. Berharap panasnya pindah ke aku aja gitu, gak ke si K lagi.

Sebenarnya hari jumat itu kita ada rencana ke Kuching lagi buat beli longjohn dan peralatan ke korea akhir oktober nanti. Tapi perasaan bener bener gak enak. Padahal si K udah sering dibawa jalan pas sakit. Pas ke Bangkok kondisinya masih muntaber, pas ke singapore pernah demam tinggi. Tapi perasaan beda ya, tetep tenang aja gitu bawaannya. Dan Alhamdulillah emang gak terjadi apa apa selama perjalanan. Malah dianya sehat pas sampai ditujuan. Nah, kemaren itu feelingnya beda. Jadi dengan niat kuat ngebatalin pergi ke Kuchingnya. Tapiya pas dihitung tiket pesawat dan hotelnya kok rugi bener kalau hangus. Apalagi toh tetep harus pergi karena beli online longjohnnya mahal bener. Jadilah aku suruh di abang aja pergi sendiri. Si K aku jagain di rumah. InsyaAllah gak masalah. 

Hari sabtu pas si papa pergi ke Kuching panasnya udah mulai turun. Tapi malam minggunya naek lagi. Hari minggu seharian panasnya ok. Tapi kondisinya masih lemas. Disuruh duduk aja masih gak mampu. Manalah si om nya positif DBD juga. Jadilah akhirnya kita bawa di K buat periksa ke dokter hari senin pagi. 

Pas di cek, yak si K positif DBD. Dengan kondisi trombosit udah di angka 85 dimana batas normal adalah 150 dan batas badan merasa enak itu trombosit di angka 250. Dokter langsung suruh opname. Seketika lemes. Ya seumur umur aku sampe sekarang gak pernah loh opname di RS kecuali pas melahirkan si K. Yamasak baru jaga anak 3 tahun aja aku udah gagal dan menyerah dengan opname 😭. Tapi mau gimana lagi ya. Penyembuhan DBD itu cuma harus diinfus untuk memastikan masukkanya cairan ke dalam tubuh pasian. Karena emang si K gak dikasih obat selama opname. Dokter pesannya cuma harus minum dan makan banyak banyak. Gak ada pantangan. Pokoknya tanyain anaknya mau makan dan minum apa. Itu yang dikasih. Jangan dipaksain harus minum air ini itulah tapi anaknya gak mau ujung ujungnya minumnya jadi dikit. Si K sendiri aku porsir untuk minum air putih aja. Air paling gampang menurut aku untuk memaksannya minum. 

Karena emang gak ada pilihan lain. Akhirnya kita opnamekan juga si K dan masuk ke RS hari senin sore. Disuruh dokter periksa darahnya 2 kali. Jam 5 sore hari seninnya dan jam 6 pagi hari selasanya. Jam 5 sore hasil teombositnya turun jadi 72. Besok paginya di tes lagi turun lagi jadi 68. Tapi dokternya bilang emang fase hari ke 4-6 itu trombositnya turun terus. Asal gak ada indikasi pendarahan seperti tubuh bebercak (iya, selama positif DBD badan si K gak ada bercak merahnya. Palingan ada 3-4 titik merah samar yang gak terlalu diperhatikan sama dokter) atau pipisnya berdarah atau mimisan gitu dan dengan dipantau terus oleh perawat dan dokter, insyaallah gak akan kenapa napa. 

Hari kedua di RS aku terus gempur si K minum dan makan. Target aku 2 litter deh sehari. Yang normalnya anak kecil itu cuma butuh 1,1 litter ya. Awalnya si abang gak ngebolehin airnya dikasih bioglass karena takut gak cocok. Cuma ya namanya ikhtiar ya, kebetulan barangnya ada juga, jadi aku cemplungin deh bioglass mininya hari selasa siang di botol minum si K. Walaupun hasil trombositnya di hari selasa pagi cuma 68. Tapi kondisinya berangsur angsur memulih. Udah bisa nari nari lagi (yang buat kadang infusnya berdarah 😣 ) walaupun akhirnya kecapean juga dan bobo siang lebih awal. 

Alhamdulillah hari ketiga di RS di rabu pagi hasil labnya keluar dan trombositnya naik dengan signifikan jadi 112. Emang belum normal seh yak. Tapi si Om nya aja boleh keluar RS setelah 4 hari opname itu trombositnya cuma 98. Jadi aku berharap banget hari itu dokter ngebolehin si K buat pulang. Dan pas dokternya visite dia cuma nanya ke si K mau pulang atau di rumah sakit? Dengan sigap si K bilang mau pulang dong. Langsunglah dokter ngebolehin pulang. Kita langsung semangat kemas kemas ruangan. Bener bener alhamdulillah si K bisa melewati penyakit DBD ini dengan kondisi yang kuat dan tidak sampai kritis (amit amit banget ya). PR buat aku dan si abang adalah menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal agar selalu bebas dari nyamuk. Yang walaupun emang susah ya karena di rumah masih pake bak penampungan air yang terbuka. Perlu difikirkan deh pas rehab rumah ntar masalah bak penampungan ini. (Etapi tetangga juga pake penampungan terbuka semua seh yak. bukan cuma aku 😣)

Jadi, tanda tanda DBD yang aku alami selama menjaga si K apa Niee?

  1. Suhu tubuh panas secara tiba tiba (bukan karena pilek atau batuk sebelumnya) di mana panasnya itu menetap selama tiga hari atau lebih dikisaran 37 – 40 derajat celsius. 
  2. Kata orang dulu gak ada batuk pilek. Cuma si K pas demam juga ada batuk dan pileknya walaupun sedikit. Jadi gak bisa jadi indikasi juga batuk pilek ini. 
  3. Anak lemes. Lemesnya ini sampai gak mau ngapa ngapain dan tidur tiduran aja selama beberapa hari.
  4. Ada bercak merah samar di kulit 3-4 titik. Tapi ini amat sangat samar. Jadi hampir gak kelihatan. Cuma aku feeling aja ini bercak karena di DBD

Apa yang harus dilakukan kalau kondisi anak udah seperti ciri ciri di atas?

  • Pertama yang harus diingat adalah DBD gak bisa dideteksi dengan cek darah jika demam belum tiga hari. Ada yang bilang NS1 bisa. Tapi aku nanya DSA si K dia juga gak mengamini. Akurasinya masih gak pas dan meragukan. Jadi yang pasti itu cek darah setelah 3 hari panas tidak turun dari 37 derajat
  • Selama tiga hari demam tentu kita gak bisa diam aja dongnya. Kalau aku kasih obat penurun panas setiap 4 jam sekali. Kalau gak terlalu panas aku tunggu 5-6 jam untuk diberi obat penurun panas lagi. Tapi gak lewat dari itu. Malam malam juga dibangunin buat minum obat. 
  • Menyeka tubuh anak dengan air panas dengan tambahan alkohol juga bisa cepat menurunkan panas tubuh anak. Minimal setiap diseka suhunya bakalan turun dan akan bertahan sampai 1 jam. DSA si K pernah nyaranin kalau anak panas diseka air panas seperti ini diseluruh tubuh. Berapa lama? sampai emak bapaknya capek! Jadi sebaiknya gantian ya nyekanya.
  • Makan dan minum air putih banyak banyak. Karena sejatinya DBD itu tidak ada obatnya. Ya kalau panas dikasih penurun panas. Kalau sampai pendarahan yang diobati itu pendarahannya. Kalau anaknya masih cukup baik kondisinya seperti si K akan cuma dikasih infus untuk memastikan cairan masuk ke dalam tubuh. Selebihnya cuma dikasih multivitamin penambah daya tahan tubuh aja. Jadi anaknya dikasih makan apa aja. Pokoknya yang dia suka. Jangan dipantangin dulu deh. 

Sekarang si K lagi dalam masa pemulihan. Hari jumat ini rencananya bakalan tes darah lagi untuk melihat hasik teombositnya udah berapa. Mudah mudahan seh udah normal diatas 150 yak. 

Doaku seh mudah mudahan Indonesia dapat bebas dari DBD yak. Karena selama masih ada virusnya disertai nyamuknya DBD akan tetap ada disekitar kita. 

Jadi iri sama negara yang gak ada nyamuknya! Tetiba pengen pindah ke negara bersalju 😆

Tips Liburan ke Malang dan Sekitarnya


Malang, kota di Jawa Timur ini sering kali menjadi destinasi favorit para wisatawan. Malang terkenal dengan pesona pantai dan coban-nya yang cantik. Selain itu, tak jauh dari Kota Malang, terdapat Kota Batu yang terkenal akan kesejukannya dan aneka wahana liburan.

Beberapa destinasi wisata favorit di Kota Malang antara lain Pulau Sempu, Pantai Balekambang, Pantai Bajulmati, Coban Pelangi, Coban Rondo, dan masih banyak lagi. Sementara di kawasan Kota Batu, Anda dapat menikmati Jatim Park I yang berisi aneka permainan yang memacu adrenalin, dan Jatim Park II yang berisi aneka satwa dari seluruh dunia. Selain itu, juga terdapat Eco Green Park, Museum Tubuh Bagong Adventure, Museum Angkut, serta Batu Night Spectacular (BNS).

Mengingat banyaknya destinasi wisata yang berada di Malang dan sekitarnya, Anda perlu mempersiapkan diri dengan baik jika hendak berkunjung ke sini. Dengan demikian, liburan Anda pun bisa berjalan dengan lancar. Berikut beberapa tips liburan ke Malang dan sekitarnya:

  1. Pilih Waktu Liburan

Beberapa lokasi wisata di Malang sangat ramai saat musim liburan. Hal ini dikarenakan Malang dan Batu memiliki banyak sekali wahana yang cocok untuk liburan bersama anak-anak. Jadi, jika Anda tidak ingin mengantre lama atau bermacet-macet di jalan, lebih baik Anda memilih waktu liburan low season.

  1. Cari Hotel Murah di Malang

Ketersediaan hotel di Malang tidaklah sebanyak Bali atau Surabaya, jadi harga hotel di kawasan ini relatif lebih mahal. Namun tenang saja, Anda bisa mencari hotel di Malang melalui situs Airy Rooms.

Airy Rooms memastikan setiap tamunya mendapat kamar tidur yang bersih dan nyaman, serta kamar mandi yang dilengkapi shower air hangat. Di dalam setiap kamar dilengkapi televisi layar datar, AC, air minum dan Wi-Fi gratis.

Meskipun masuk dalam kategori hotel bertarif terjangkau, Airy Rooms memberikan layanan yang prima serta mudah dalam proses pemesanan dan pembayaran. Untuk melakukan booking hotel, Anda bisa melakukannya melalui situs atau aplikasi Android/iOS.

  1. Bawalah Pakaian Tebal

Malang merupakan kawasan yang sejuk, bahkan suhunya pada bulan-bulan tertentu di bawah 20 derajat. Jika berlibur ke kawasan ini, sebaiknya Anda membawa jaket , syal, atau pakaian lain yang tebal untuk menghalau dingin saat Anda berwisata.

  1. Sewa Mobil atau Angkutan Umum

Saat berlibur ke Malang, Anda akan sedikit kesulitan mencari persewaan sepeda motor, tidak seperti di Bali dan Lombok. Sebagai gantinya, ada dua alternatif transportasi yang bisa Anda pilih, yaitu angkutan umum berupa bemo atau menyewa mobil.

  1. Jangan Lupa Cicipi Kuliner Khas Malang

Malang juga terkenal akan kelezatan kulinernya. Salah satu kuliner yang wajib Anda cicipi adalah bakso.

Adapun salah satu tempat makan yang menyajikan bakso terenak adalah Bakso Cak Kar. Di sini, berbagai pilihan bakso isi disajikan secara prasmanan, mulai dari bakso isi keju, bakso isi hati, bakso granat, dan aneka macam bakso unik lainnya.

Jika ingin mencicipi bakso bakar, Anda bisa menuju Bakso Pak Man atau Bakso Bakar Pahlawan Trip.

  1. Rasakan Wisata Petik Buah Apel
sumber foto di sini

Malang juga identik dengan buah apel. Anda bisa menikmati wisata petik buah apel langsung dari pohonnya di kawasan Kusuma Agro Wisata. Di kawasan ini, Anda tidak hanya dapat memanen apel sendiri, tetapi juga dapat menikmati aneka olahan apel seperti sari apel dan keripik apel.

Demikian tips berwisata ke Kota Malang dan sekitarnya. Semoga bermanfaat.

KOK MAU JADI PNS? YAKIN?


Di sini siapa yang lagi daftar CPNS 2017?

Kalau di lingkungan aku, wuiihh pada heboh :mrgreen: Heboh pertama adalah ketika pembukaan CPNS Kementerian Hukum Dan HAM. Saking hebohnya, yang aku dengar jumlah pendaftar onlinenya saja mencapai lebih dari 1 juta orang! Udah daftar online, masih lagi dipaparkan yang telah lulus administrasi, untuk jenjang Strata 1 dan kedokteran aja pengumumannya sampa 4411 halaman dengan setiap halamannya berjumlah  47 orang atau kurang lebih ada 207.317 pelamar yang akan bersaing memperebutkan posisi yang 500 tempat aja gak ada. Belum lagi untuk jenjang D3 dan SMAnya.

Lanjut lagi hari selasa kemaren beredar di Whatsap group tentang pembukaan formasi CPNS serentak diseluruh kementerian yang langsung dibilang HOAX. Kemudian siang harinya langsung bertebaran pengumuman penerimaan CPNS disetiap kementerian. Nah, saking hebohnya penerimaan CPNS ini berita benarpun dibuat HOAX. Mungkin yang buat hoaxnya takut saingannya banyak jadi menyebarkan berita hoax 😛

Kemudian keluarga heboh, kemudian para alumni heboh dan kemudian para temen di kantor heboh. Semua orang heboh untuk berlomba-lomba menjadi PNS baik untuk dirinya sendiri, untuk anaknya, untuk keluarganya, atau untuk tetangganya sampai untuk kenalannya di jalan 😀

Yang melamar jadi CPNS ini padahal bukan juga orang pengangguran loh. Ada yang udah kerja di Bank, ada yang udah punya usaha kecil-kecilan, ada yang ibu rumah tangga dan merasa udah saatnya dia bisa bekerja karena anaknya udah sekolah, ada yang udah kerja di perusahaan mana gitu cuma mau coba-coba lulus syukur gak lulus ya udahlah 😛

Waah, ternyata pekerjaan PNS ini masih menarik minat banyak orang ya. Terumana di lingkungan tempat aku deh sekarang yang aku rasakan.

TAPI tunggu dulu, beneran itu mau jadi PNS? Gajinya kecil loh! Gedean juga bonus harian aku dari MCI 😛 *kemudian promosi* Barusan aku dapat infografis dari detik soal gaji PNS ini.

infografis gaji PNS oleh detik

Walaupun cuma sampe tahun 2015 tapi udah menggambarkan kok gajinya. Soalnya selama pemerintahan jokowi (tahun 2016-2017) gaji PNS gak naek-naek kawan! 😥 *nangisdipojokankolongmejakantor*

Si Niee pertama kali dapat gaji itu bulan Maret 2011 dengan besaran gaji 1,8 juta dan cuma dapat 80%nya karena masih CPNS. Jadi total bersih yang didapat itu 1,3 juta ditambah 7000 per hari dikali jumlah hari kerja satu bulan untuk uang makannya. IYA UANG MAKANNYA 7000 perak seharinya *ketawangakak*

Wah itukan dulu Niee, sekarang beda dong! Eitss, gak juga seh 😛 kalau dilihat dari gaji pokok bersih yang aku terima ditransfer setiap bulannya kerekening jumlahnya adalah *drumroll* 2,7 juta sebulan! Untuk status golongan IIIb dengan masa kerja 7 tahun, hihihihi. Ini gampang kok di dapat. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2015 tentang gaji pokok PNS ini udah banyak diupload, jadi kalau mau tahu detailnya tinggal search aja di internet :mrgreen:

Itu yang gajinya 5 juta kalau gak yang udah eselon II (setara dirjen atau Kepala Dinas) atau gak yang udah masa kerjanya 30 tahun! 😛 Kadang kalau hari buruh tiba terus mereka tereak-tereak minta UMR dan UMK dinaekkan sampe 3-4 juta aku tertawa miris sampe ngikik kadang mau nabok. Itu yang lulusan SD-SMP beneran minta gaji segitu gede? :woot: Padahal kalau di Pontianak aja gaji guru non-PNS itu cuma 700ribu loh. IYA gak sampe sejuta! Padahal guru, sekolahnya susah, ngurus anak calon penerus bangsa apalagi! Tapi gajinya kalah dengan BURUH! *eh kok malah ngelantur* 😛

TAPI, tentu PNS gak cuma mendapatkan gaji pokok donglah ya. Kalau gajinya cuma segitu mana cukup untuk bayar uang sekolah, uang les dan untuk makan di mall kakak! Belum lagi buat vacation setiap bulan di hotel dan ngetrip ke luar negerikan! *eh 😛

Selain gaji pokok tentu PNS juga dapat tunjangan ini itu (ya tunjangan beras, tunjangan anak, tunjangan istri/suami) ada lagi honor ini itu (buat yang pegang jabatan penting kayak pejabat, atau bendahara, atau apala-apalah) adalagi uang kesejahteraan pegawai, adalagi uang makan (yang tahun ini udah naek jadi 32000, alhamdulillah ya 😛 ) yang tentunya beda daerah beda juga besarannya tergantung dengan kemampuan daerahnya masing-masing. Jadi beda ya total pendapatan PNS di Pontianak misalnya dengan di Jakarta. Atau PNS di Kementerian Kesehatan dengan PNS di Kementerian Keuangan.

PNS juga langsung punya hak di BPJS, langsung dapat dana pensiun di TASPEN. Dan tentu saja sangat mudah untuk mengajukan pinjaman ke Bank atau ngredit rumah di BPN 😛 (woooiii RIBA woooiiii) *meratapi cicilan rumah yang masih 12 tahun lagi*

Jadi tetep masih pengen jadi PNS?

Kata orang jadi PNS itu enak. Tapi jaman udah berubah ya, PNS udah bukan bisa leha-leha kayak dulu lagi. Jadi PNS juga gak kayak dulu yang gak bisa dipecat. Sekarang salah dikit copot jabatan diganti sama orang baru, masalah dikit copot PNSnya gak dibayarkan pensiunnya, macam-macam dikit langsung di penjarakan gak pandang bulu.

INTINYA yang mau jadi PNS ya monggo, tapi jauh-jauh deh fikiran yang bilang jadi PNS itu enak. Dari gaji aja cuma bisa jadi kelas menengah, kalau cuma dari PNS gak mungkinlah orang bisa jadi kaya raya, dari pekerjaannya juga udah sulit sekarang, harus senyum sapa salam kalau gak mau dilaporkan ke Ombudsman :P, harus cekatan, harus punya ide briliant dan berinovasi biar bisa ketemu sama Pak Menteri *eh* dan harus-harus lainnya.

Buat yang tengah berjuang untuk tes CPNS, semangat ya! Kalau gak lulus jangan sedih. Sini kita bisnis sama sama di MCI! *nah loh 😛

Cara Memilih Baju Batik yang Menarik Ideal


Bingung adalah hal yang ada di setiap Pria maupun Wanita. Apalagi, dalam menentukan pakaian khususnya model baju batik. Memilih yang mana akan dibeli memang lumrah dialami mengingat pilihannya semakin beragam. Apalagi modelnya keluaran terbaru, namanya model baju batik terbaru, modern dan terkini.

Kreasi terhadap kain batik sepertinya terus mengalami pertumbuhan, model-model yang ditawarkan semakin bervariatif. Kini banyak anak muda yang menunjang penampilannya dengan busana-busana modern yang terbuat dari kain batik. Tentunya menjadi pemandangan yang menyejukkan hati sebab kain batik ini merupakan cermin kebudayaan bangsa yang kaya dan tentunya patut dilestarikan.

Beberapa desainer ternama bahkan berkreasi dengan kain batik untuk dijadikan model busana yang unik dan tidak akan rugi jika membeli dan memakainya. Busana batik yang awalnya selalu dikaitkan dengan para orang tua maka kini sudah tidak berlaku lagi. Terlebih banyak sekali busana batik dengan kombinasi beberapa bahan lain, mulai dari satin, katun, dan lain sebagainya. Tampil menarik dengan batik menjadi hal yang mudah untuk dilakukan terlebih jika sudah menentukan model dengan benar.

Si irni berbatik ria di kantor :mrgreen:

Pertimbangan dalam Menentukan Model Busana Batik

Kreasi yang terus mengalir membuat baju batik hadir dengan wajah segar dan selalu baru sehingga konsumen tidak pernah mengalami kejenuhan. Mengingat pilihannya semakin banyak hindari kesalahan dengan melakukan pertimbangan berikut tatkala berbelanja baju batik:

  • Ukuran motif pada kain baik

Pertimbangan pertama adalah mengenai ukuran motif pada kain batik itu sendiri, sebab hadir dalam ukuran kecil-kecil maupun besar-besar. Idealnya menentukan motif tidak hanya melibatkan selera namun juga kesan yang ditimbulkan saat melekat di badan. Bagi tubuh subur tentu lebih aman memakai batik dengan motif berukuran kecil untuk ilusi merampingkan badan.

  • Warna dan bentuk motif kain batik

Warna menjadi pertimbangan selanjutnya, akan lebih aman memakai warna dengan kesan menguntungkan atau netral. Warna merah maroon ataupun coklat menjadi pilihan ideal karena cocok untuk siapa saja dan untuk acara apapun. Kemudian untuk bentuk motif jangan sampai diabaikan, sebab beberapa batik memiliki lebih dari dua motif. Pastikan nampak manis saat dipakai, sehingga coba dulu semua model baju batik yang dianggap menarik baru dipilih salah satunya.

  • Panjang pendeknya baju

Baju batik hadir dengan dua model yakni lengan panjang dan lengan pendek, ada pula yang memiliki potongan memanjang menutupi pantat ada pula yang hanya sampai pinggang. Bagi pria tentu panjang pendeknya baju batik tidak menjadi masalah, sebab hanya perlu memperhatikan lengan. Sementara untuk kaum perempuan tentu disesuaikan karakter badan jika body besar bawah idealnya memilih baju yang panjangnya menutupi pantat terlebih jika berhijab.

  • Model rumit atau sederhana

Pertimbangan berikutnya adalah menentukan model secara keseluruhan, sebab bisa di pisah menjadi dua golongan. Pertama memiliki model sederhana sehingga sekilas berbentuk seperti kemeja biasa. Ada pula yang diberi variasi, misal dibuat potongan serong di bagian bawah, ditambahkan rompi tambahan di area depan, dibuat lipit, ditambahkan kerut di beberapa bagian, dan sebagainya. Sesuaikan dengan selera supaya percaya diri dan lebih aman disesuaikan bentuk badan.

Menentukan model yang ideal akan lebih mudah jika dicoba di kamar pas secara langsung, amati apakah kesan saat dipakai memang enak dipandang atau tidak. Jika penilaian pribadi dirasa tidak terlalu bagus maka pada saat belanja pakaian batik ajaklah teman yang melek tentang fashion. Saran dan bantuan mereka dalam menentukan pilihan dirasa akan memberi pilihan paling ideal dan menunjang penampilan. Soal harga, tentu selain model baju batik yang teliti dipilih harga pun harus mudah diterima kantong.