Review Hotel ~ Annam Apartements


Yeaaay, balik lagi dengan review hotelnya si Irni. Masih dalam rangkaian liburan ke Aussie kemaren jadi masih ngreview hotel yang ada di Aussie aja biar gak kelupaan 😛 Kali ini hotel yang aku review adalah hotel tempat aku nginep selama 6 hari di Sydney, yaitu Annam Service Apartemen. Yuks mari kita bahas satu persatu 😛

Sayangnya pas aku cari-cari foto dengan hotel ini kok ya aku gak nemu ya? Mungkin karena pengaruh aku sakit lumayan parah banget dari Perth ke Sydney jadi sampai hotel udah tepar banget. Ada juga video satu menit yang dibuat oleh si abang suami tentang hotelnya tapi ya kok ngevideoinnya gitu doang >.< Jadilah gak kelihatan detailnya sama sekali, huhuhu. Jadi beberapa foto yang aku posting di sini adalah dari website resminya Annam Apartements sendiri ya, soalnya aneh aja kalau gak ada foto sama sekali, hahahaha.

Kenapa Milih Hotel Ini?

Sebenarnya hotel ini gak terlalu ditengah kota banget, malahan kalau lihat peta CBDnya Sydney, daerah ini udah masuk ke ujungnya banget. Tapi karena kemaren kita udah nanggung dapat Hotel Perth yang ada fasilitas dapurnya, sayang aja gitu gak sekalian nyari hotel di Sydney yang ada fasilitas sama, jadi sekalian kami gak ada bawa perlengkapan dapur sama sekali. Setelah si abang ngubek-ngubek segala agoda, traveloka, booking dan lainnya, akhirnya dapet deh hotel dengan fasilitas yang kita mau.

Selain alasan di atas, tentu alasan wajib seperti dekat dengan lokasi stasiun kereta dan bis, mudah akses dengan tempat makanan halal dan harganya yang masuk dikantong tentu harus juga tetep diperhatikan lah ya.

Waktu aku searching tentang Sydney, entah kenapa kok ya Coca Cola Billboard sangat sering muncul. Kayak kalau nyari lokasi ini jaraknya berapa meter dari Coca Cola Bilboard, terus nyari foto itu langsung kelihatan Cocal Cola Bilboardnya, pokoknya sering deh. Eh pas pula kita dapat hotelnya pas dibelakang Cocal Cola Bilboard ini. Jadi gampang awal-awal masih kurang ngeh sama lokasi hotelnya ya cari aja bilboardnya, pasti langsung bisa ketemu hotelnya 😀

Lokasi hotel ini kalau lebih mudah mencarinya adalah di daerah Kings Cross. Makanya sehari-hari stasiun yang kita gunakan untuk bepergian juga adalah Kings Cross Station baik untuk kereta maupun untuk bis. Lebih dekat ke stasiun bis seh, jaraknya kira-kira 260 meter dari hotel (menurut google map) sedangkan kalau ke stasiun keretanya jaraknya 350 meter. Tapi karena aku pencinta kereta dan gak terlalu suka naik bus, maka sehari-hari kami lebih memilih jalan ke 350 meter itu seh daripada ke stasiun bisnya.

Kalau dari Bandara Sydney Int Airport ada dua cara menuju ke Hotel ini. Yang pertama dengan langsung naik keretadari bandara menuju ke Kings Cross Station. Pilihan ini dicoret sama si abang suami karena harga kereta dari dan ke bandara itu mahalnya kebangetan. Btw, kenapa seh selalu aja kalau naik subway/MRT dari dan ke bandara itu lebih mahal daripada naik di dalam kotanya? Di Singapore dan KL gitu juga deh kalau gak salah. Aku gak paham >.< Nah, karena pilihan pertama udah dicoret, makanya kita make pilihan kedua. Dengan menggunakan bus nomor 400 dari bandara ke Bondi Station, terus pindah menggunakan kereta dari Bondi Station ke Kings Cross Station yang didekat hotel tadi. Total waktu yang diperlukan naik bus dari bandara ke Bondi Station itu kurang lebih 1 jam 5 menit. Dari Bondi Station ke Kings Cross Station itu perlu waktu setengah jam lagi, plus jalan kakinya jadi total 2,5 jam deh dijalan rasanya.

Disaat kepala puyeng karena flu berat, lupa bawa antimo dari rumah dan menggeret koper disuhu yang dingin, itu kombinasi yang pas banget untuk tambah sakit. Maka akhirnya, pulangnyapun si abang suami kasian dengan sang istri dan memilih untuk naik kereta langsung dari stasiun central ke bandara, yeaaaay. Total waktu yang diperlukan hanya kurang lebih 15 menit loh! Ya, ampun, level orang kere ke orang normal itu emang beda jauh yak. Apalagi kalau orang kaya, hahahahaha.

Ok, lokasinya udah, terus fasilitasnya?

Seperti yang aku bilang di atas. Aku memilih hotel ini dikarenakan adanya fasilitas dapurnya. Kalau dari segi isi mirip-miriplah dengan Hotel All Suites Perth yang aku review kemaren. Cuma dari segi luas, di Sydney ini ukuran kamarnya lebih besar, jadi lebih enak guling-gulingan. Dan pemandangan dari kamarnya lebih kece dikit lah, jadi bisa pagi-pagi santai di meja makan sambil lihat pemandangan dari balkon 😀

Yang pasti ada dapur beserta perkakasnya. Dapurnya sendiri kompor listrik dengan 4 tungku, wastafel, microwave, kulkas ukuran besar, oven dan lainnya. Untuk perlengkapan makan dan masak juga lengkap seperti ada talenan, pisau, piring, gelas, panci, wajan, sendok dan garpu.

Di sini juga dapat perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, handuk yang bisa dituker setiap hari (etapi aku gak tuker setiap hari seh) dan bahkan sabun untuk kita cuci baju karena disediakan juga mesin cuci dan setrikaan.

Selain fasilitas yang ada di kamar, hotel ini gak ada fasilitas lain seh. Ya gak ada sarapan gitu, gak ada juga lobi yang luas atau kolam renang. Tapi untuk harga 900ribu yang aku bayarkan untuk 1 malam di Sydney, rasanya ini udah lumayan banget untuk kita melepas lelah setelah seharian jalan-jalan lihat Opera House 😛

So, ada yang mau liburan ke Sydney akhir tahun ini? Hotel ini bisa baget loh buat alternatif penginapannya :mrgreen:

 

bye.

Review Hotel ~ All Suites Perth


Ok, si abang suami nantangin aku buat ngereview semua hotel yang pernah kita tinggalin. Mau itu seberapa bagus, atau itu seberapa jelek dan gak sukanya aku. Sebenarnya akutuh males ngereview-reviewan karena ya akukan orangnya bukan yang detail banget ya. Jadi aku sebenarnya gak terlalu ingat dengan hotel yang aku tempati. Kata si abang suami ntar dia bakalan bantuin inget-inget detailnya karena dia emang orangnya pengingat segala sesuatu yang detail. Tapi ya kali kalau dia gak sibuk, di rumah ngomongin tentang anak aja udah syukur, malah ngomongin hotel, unfaedah banget 😛

Tapi, bolehlah dimulai yak tantangannya. Daripada dia nyuruh-nyuruh terus. Maka, akupun akan memulai review hotelnya dari yang paling aku inget dulu, yaitu hotel yang aku tempati selama aku liburan di Australia. Untuk pertama kalinya marilah kita review All Suites Perth Hotel, teng terenteeeenggg.

All Suite Perth

Sebenarnya hotel ini udah aku omongin juga di postingan aku yang ini. Tapi marilah kita review lagi dengan yang lebih panjang, dengan yang lebih berbobot kata si abang, walaupun tipe blog aku, aku tahu benar bukanlah tipe blog sebuah informasi. Akutuh nulis cuma buat kenangan gitukan yak. Jadi lebih suka nulis emosi dan perasaannya daripada informasinya. Tapi bolehlah dicoba, kalau trafiknya bagus akan aku tulis terus, tapi kalau gak bagus aku akan protes ke suami dan bilang gak mau nulis review hotel lagi karena gak ada juga yang baca 😛

Di depan hotelnya

Kenapa memilih hotel ini?

Yang sering baca tulisan jalan-jalan aku pasti udah tahu bahwasanya yang mendapat tugas untuk mencari dan membeli hotel adalah si abang suami. Kriterianya biasanya gak jauh-jauh dari aksesnya mudah dengan dekat dengan stasiun kereta atau bus. Ada tempat makanan halalnya karena kalau bingung mau makan apa biasanya kami hanya balik ke situ-situ aja makannya. Dan yang paling penting dan maha penting adalah harganya cocok dengan budget yang telah kami tetapkan. Ini gak bisa dibilang murah/mahal juga seh. Karena urusan hotel ini lagi-lagi harus dilihat dulu di mana kita liburannya. Yakali liburan ke Aussie bertiga kayak gini bisa dapat hotel 200ribu! Karena udah melihat cerita-cerita orang dan membandingkan dengan harga-harga hotel di aplikasi booking tiket, maka kamipun menargetkan untuk harga hotel disekitaran 1 juta. Boleh kurang, gak boleh lebih 😛

Pemberhentian bus 380

Kalau kita lihat di peta, All Suites Perth ini dikelilingan oleh beberapa stasiun bus. Dari bandara Perth kita bisa naik Bus 380 akan langsung jalan dan bisa berhenti di St Georges Tce Stand (After Victoria Av). Dari stasiun, kita tinggal jalan kaki 200 meter ke hotel. Ini deket banget kok, jadi gampang untuk didatangi. Kalau mau pulang ke bandara, kita tinggal nunggu bis diarah sebaliknya di St george Tce Stand B E F (After Irwin St) dan kita juga bisa langsung sampai ke bandara tanpa pindah-pindah bus lagi.

Nah, kalau kita mau keliling-keliling kota Perth, kita jangan pake bus umum seperti bus menuju ke bandara tadi. Tapi ada namanya Cat Bus yang mengelilingi pusat Kota Perth. Dan asyiknya bus ini gratis. Soal transportasi Perth bakalan aku tulis terpisah kali ya (lagi-lagi kalau gak malas, hehehe 😛 ), dan marilah kita fokus saja dengan hotelnya *ngomong sama cermin*. Ada banyak CAT bus di Perth ini, pembagiannya berdasarkan zona, dan zona-zona itu dibedakan berdasarkan warna, ada Red CAT, Yellow Cat, ect. Nah, dari All Suites Perth ini untuk menuju ke Stasiun CAT Busnya juga dekat. Bisa dilihat di peta deh, gak sampe 2 menit jalan kaki juga udah sampai di Hay St Victoria Avenue Red Cat 7. Jadi selama kita jalan jalan di Perth ya stasiun ini andalan banget.

Ini stasiun Red Cat di dekat hotel kita

Terus, merasa gak asing gak seh dengan Hay Street di Perth ini? Yak, ini adalah jalan utamanya kalau kita ke Perth. Jadi ada sekumpulan gedung yang disebut Mall ada di hay Street ini. Jadi kalau kita mau jalan ke pusat kota dari All Suites Perth ini mudah banget, tinggal naik bus beberapa stasiun udah nyampe. Di daerah Hay Street ini juga banyak banget restoran halalnya, mulai dari model turki, arab, india, sampai Malaysia juga ada. Sayangnya restoran Indonesia di daerah sini udah tutup per Juni 2018 kemaren setelah mereka beroperasi selama 14 tahun 😦

Baca juga : 6 Item Pendukung Kamera Smartphone yang Harus Kamu Miliki

Terus fasilitasnya apa Niee?

Kalau yang udah sering baca blog aku pasti tahu aku selalu bawa perlengkapan “tempur” kalau lagi pergi jalan-jalan ke luar negeri. Awalnya seh alasannya dulu karena si K masih bayi jadi makanannya emang harus banget aku buat sendiri. Home made lah istilahnya 😛 Nah kesini-sini aku menyadari membawa perlengkapan dapur itu selain memudahkan untuk keperluan makan darurat, juga sangatlah efisien untuk mengurangi pembiayaan makan di luar selama liburan, hahahaha.

Tapi kemudian kami menyadari ternyata banyak kok hotel atau apartemen service yang menyediakan perlengkapan masak gitu, ya minimal kompor lah. Dimulailah waktu kami liburan ke Seoul, Korea Selatan waktu itu di mana hotelnya menyediakan kompor dan ada tempat cuci piringnya. Wuih, itu aku udah seneng banget karena gak perlu bawa kompor listrik yang berat banget itu dan gak kesusahan untuk cuci cuci piring kotor. Udah gitu karena merasa enak aku berfikir kenapa kita gak sewa AirBnB aja biar sekalian lengkap gitu. Tapi si abang gak mau karena takut repot katanya. Akhirnya setelah cari-cari kami tahu ada hotel yang namanya Apartemen Service gitu. Fasilitasnya sama dengan hotel, tapi isinya kayak apartemen yang lumayan luas dan yang menyenangkan adalah adanya perlengkapan masak plus makannya lengkap! Aaaaah, aku bahagia 😛

Kalau mau lihat lebih jelas kamarnya, bisa dilihat di video di bawah ini yak.

Selain menyediakan peralatan masak dan makan, ada mesin cuci dan setrika kayaknya hotel ini gak ada fasilitas yang wow banget deh, hahahaha. Bukan hotel berbintang juga jadinya ya biasa aja. Tapi untuk ukuran traveller kere hotel ini udah lumayan banget loh. Dengan harga 800ribu waktu aku booking hotel ini aku rekomendasikan banget untuk kelian-kelian yang ingin liburan di Perth.

Hmm, apa lagi yak yang mau diceritain tentang hotel ini? Kayaknya gak ada yak, hahahaha. Kalau ada yang mau ditanyain bisa di komen atau email-emailan aja yak.

bye.

Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market


Marilah kita menamatkan tulisan seri liburan aku dan keluarga ke Aussie bulan Agustus dan September lalu ini sekarang. Soalnya kok ya rasanya gak habis-habis gitu ceritanya, hahahaha.

Tapi sebelumnya, baca juga cerita ini di postingan sebelumnya yak 😀

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

Kalau kalian ke Sydney dan pengen punya foto dengan berlatar belakang Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge, maka kalian bisa melakukan itu dibanyak tempat. Pemerintah Kota Sydney udah bener banget menata gedung ini untuk bisa dilihat dari berbagai arah. Jadi, salah satu keinginan aku yang alhamdulillah berhasil terkabul adalah berfoto dengan mereka berdua diseluruh titik yang direkomendasikan orang-orang di blog, hahahahaha.

Pertama aku udah berfoto dengan Sydney Opera House di Circular Quay, terus aku juga udah berfoto dari lokasi Sydney Opera House itu sendiri. Lalu aku juga ada mengambil foto dari Royal Botanic Garden, aku juga udah naik ferry untuk bisa memotret Sydney Opera House secara utuh dari atas sungai, plus aku dapat foto kece juga dari Taronga Zoo, dari titik The Rock dan yang terakhir dan aku lakukan pada hari terakhir aku di Sydney adalah aku berfoto di Milsons Point. Lengkaplah sudah yak 😛

Untuk menuju ke Milson Point ini ada dua cara, pertama dengan kereta dan kedua dengan ferry. Aku tentu aja memilih dengan menggunakan ferry karena walaupun dapat menyebabkan mabuk laut untuk aku 😛 Tapi naik ferry di Sydney ini terasa menyenangkan banget deh. Kalau kalian ke Sydney harus banget merasakan transportasi airnya Sydney ini.

Ke Milson Point dengan menggunakan ferry ini gampang banget kok. Kita tinggal naik kereta menuju ke Circular Quay, dan nanti dari Circular Quay kita tinggal naik ferry ke Milsons Point Station.

Hari itu dingin banget, pagi-pagi hujan dan sebenarnya buat males banget untuk keluar dari kamar hotel. Tapi karena ini hari terakhir kami, dan kami juga harus cekout dari hotel daripada bermasalah lagi dengan resepsionisnya, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari jam 10 pagi.

Niat awal yang cuma pengen pepotoan aja di Milsons Point, eh jadinya kita main di Luna Park karena si K rada merengek minta masuk ke sana. Padahal di Sydney ini gak ada rencana sama sekali main di tempat bermain seperti ini loh, karena di sana kan mihil buat masuk-masuk taman bermain 😛

Karena kita masih punya banyak waktu juga, tapi gak mau juga mainnya kelamaan, akhirnya kita putuskan untuk membeli tiket untuk dua wahana saja. Permainan di Luna Park ini dibagi berdasarkan tinggi badan, karena si K masih 4 tahun dan tingginya gak terlalu tinggi dibandingkan dengan anak-anak bule itu, akhirnya dia masuk ke kategori zona merah untuk anak yang paling kecil, hahaha. Dari dua pass masuk yang kita punya, si K akhirnya memutuskan untuk main komedi putar dan mobil-mobilan terbang.

Luna Park ini kalau aku lihat adalah taman bermain yang khas banget di Sydney kali ya. Sepenglihatan aku seh ini tempat udah tua banget, tapi mainannya masih amat sangat terawat. Bisa dibayangkan beberapa tahun yang lalu mungkin ini adalah taman bermain kebanggaannya Kota Sydney. Yang bermain di sini rata-rata yang aku lihat adalah orang Sydneynya sendiri atau paling gak orang Aussienya. Jarang banget aku lihat turis yang main disini. Jadi emang bukan lokasi favorit turis di Sydney yak.

Untuk mainannya sendiri seh lumayan lengkap. Ada beberapa permainan jenis roller coster untuk anak remaja gitu. Ada juga semacam pontang panting, ada bianglalanya juga (yang sukses buat si K pengen naik tapi kita gak kasih karena aku dan papanya gak beli tiket 😛 ). Selama kami di sana juga ada beberapa karakter khas Luna Park yang mondar-mandir sambil menyalakan musik dan menari-nari gitu. Jangan disamakan dengan parade di Disneyland lah ya, tapi lumayan asyik lah.

Walaupun gak ada direncanakan sama sekali untuk ke sini, tapi aku lumayan senang karena bisa menghampiri tempat seperti ini. Liburan itu emang harus lama ya disuatu tempat, biar bisa leluasa jalan-jalan seperti aku di Sydney ini. Besok-besok kalau liburan lagi, aku maunya lama-lama lagi ah 😛

Habis puas main-main dan beli Cotton Candy di Luna Park, kita keluar lagi dan pepotoan lagi di Milson Point dengan latar belakang Sydney Harbour Bridge. Ini jembatan emang kece banget yak. Kalau ke Sydney lagi, aku pengen banget jalan kaki di atas jembatan ini dari ujung ke ujungnya. Seru kali ya. Tapi nanti, tunggu si K gak minta gedong kalau kecapean atau bosen di stroller 😛

Setelah foto-foto, kami naik ferry lagi dari Milsons Point Station menuju ke Pyrmont Bay untuk melanjutan perjalanan menggunakan Lighttrail menuju Fish Market Station untuk apalagi kalau bukan menuju ke Sydney Fish Market.

Sebenarnya, tujuan orang-orang ke Sydney Fish Market ini biasanya adalah untuk makan Fish and Chip. Makanan khas Aussie atau Inggris raya gitu lah. Tapi, karena ini adalah hari terakhir kami di Sydney dan malam ini adalah malam yang panjang di mana kami akan langsung ke bandara tanpa ada istirahat lagi dan akan menempuh perjalanan udara dari Sydney ke Kuala Lumpur yang menempuh 8,5 jam perjalanan, maka aku memutuskan untuk makan siang kali ini haruslah nasi. Agar perut kami aman paling gak sampai besok pagi saat sampai di Kuala Lumpur 😀

Walaupun gak makan di sana, tapi jalan-jalan di Fish Market ini tetep mengasyikkan kok. Lihat suasananya dan orang-orangnya sungguhlah aku sukak! Walaupun tempatnya gak secantik dan sekece waktu kami makan di freemantle, tapi untuk kalian yang gak singgah ke Perth kalau liburan ke sini wajib banget lah makan di tempat ini.

Aku sendiri pas kesini ada beli jus buah gitu satu jus apel (etapi bukan jus ya, ini kayak hasil perahan buah apel) dan cherry. Dan keduanya aku suka banget rasanya, terutama yang apel. Sayang banget ini hari terakhir kita, kalau gak aku bakalan beli banyak untuk dibawa ke hotel dan diminum dihari-hari berikutnya saking aku sukanya, hahaha.

So, segini dulu cerita perjalanan aku selama liburan di Aussie kali ini. Liburan kali ini sangat mengasyikkan banget buat aku. Bagi aku yang liburan biasanya cuma disekitaran Malaysia lagi Singapore lagi, datang ke Aussie dengan segala sesuatunya yang beda baik itu cuacanya, lingkungannya, orangnya, gedungnya dan rasanya, membuat aku senangnya kayak berlebihan gitu, hahaha. Padahal sepanjang di Sydney aku flu parah, tapi kadang kalau udah jalan flupun bisa dilupakan, hahahaha.

Karena pas mau buat itinerary ke Aussie ini aku masih susah dan jarang banget menemukan blog berbahasa Indonesia yang menceritakan perjalanan mereka ke Aussie, aku jadi pengen membuat beberapa postingan informasi gitu mengenai Aussie ini, misal review tentang hotel, atau transportasinya dll. Semoga gak keburu males duluan yak 😛

 

Ok, bye.

Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach


Karena kemaren di Perth gak sempat main-main di Gardennya yang terkenal, dan sebenarnya kami menyesal banget kenapa sampai gak bisa main karena salah satu tempat yang harus dikunjungi di Aussie dan setiap kotanya itu adalah garden, maka kamipun mewajibkan untuk bisa ke garden di Sydney ini.

Tapi, ternyata menjadwalkan untuk “cuma” main-main ke Garden ini susah juga ya. Karena pertama kami lebih memilih tempat yang iconic dan yang kedua, main di garden ini sangat ditentukan sama cuaca. Kalau cuacanya jelek ya gak mungkin dipaksain main ke sana. Alasan kemaren di Perth gak ke garden juga karena hari terakhir yang kita siapkan seharian mendung dan hujan, jadi gagal deh.

Untungnya waktu kita di Sydney ini lumayan lama dan kalaupun ada hari hujan kita masih punya pilahan beberapa hari untuk mengunjungi gardennya. Dan saat yang tepat itupun hadir sehari sebelum kita pulang ke Pontianak.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Pilihan kita kemaren jatuh ke Royal Botanic Garden. Alasannya karena ini garden (sepertinya?) paling gede di Sydney, dan yang kedua karena kita rasanya belum puas buat lihat-lihat Sydney Opera House kemaren, jadi harus diulang dengan latar yang berbeda, hahahaha.

Ternyata ke garden itu menyenangkan yak, hahahaha. Kami kemaren emang udah puas banget di Sydney, jadi pas main di Royal Botanic Garden ini kami mainnya santai-santai aja gitu dari pagi sampe siang. Karena punya waktu banyak kita bisa jalan-jalan sepuasnya di taman yang ternyata emang luas banget ini. Bisa foto-foto seseruan, bisa duduk-duduk santai, bisa ngajakin si K guling-guling di rumput (dan rumput di sini luas banget, jadi berasa banget bisa main-mainnya) dan sampai aku juga bisa buat live di Facebook dan ngerekan untuk vlog juga di sini. Pokoknya puas banget dah, hahaha.

Rute kami kemaren itu dari Circular Quay Station, masuk ke Royal Botanic Garden lewat tangga terdekat, terus jalan dari dalam gardennya menuju ke Macquarie’s Chair terus pulangnya menyelusuri waterfront menuju balik lagi ke Sydney Opara House. Dan ku senang sekali di sini 😀

Kalau kalian punya waktu banyak di Sydney wajib banget emang main-main ke Royal Botanic Garden ini deh karena suasananya menyenangkan banget. Kalau udah ketempat seperti ini aku suka iri deh dengan negara seperti ini dan selalu suka membanding, bandingkan dengan kota dan negara sendiri. Kapan yak, Pontianak bisa punya taman gede yang bisa untuk guling-gulingan, main bola atau hanya sekedar santai-santai gini? Hahahaha.

Setelah puas di Royal Botanic Garden kita lanjut lagi jalan kaki menuju ke The Rock disebelah kiri dari Circular Quay. The Rock ini, dari yang aku baca, adalah satu tempat old Town gitu. Berisi bangunan bangunan tua yang dijadikan tempat wisata. Tapi karena aku datengnya pas hari sabtu, jadi isi dari The Rock itu seperti disulap menjadi pasar dadakan, hahahaha.

Di The Rock ini banyak jualan-jualan kayak makanan, eksrim, pernak pernik sampe jual sabun dan lukisan juga ada. Untuk bangunan permanennya sendiri aku lihat ini diisi sama galeri-galeri gitu dan banyak cafe-cafe untuk duduk-duduk dan santai-santai cantik. Tapi tentu aja kami gak masuk dong >.< Kalau masuk bukannya duduk-duduk cantik, yang ada malah mengganggu ketenangan orang lain dengan kehebohan kita dan si K. Jadi kita sadar diri kalau jalan gini gak masuk ketempat begituan >.< Kemaren kami cuma muterin The Rock, beli-beli eskrim sampe jalan menuju ke bawah Harbor Bridge. Di sana kita numpang ke wc umum yang ada di sekitaran sini. WCnya itu di dalam ruangan yang kayak tua gitu, dan ini satu-satunya WC di Aussie yang rasanya aku rada jorok deh. Jadi yang jalan ke sini mending cari WC lain aja daripada masuk ke sini.

Dari The Rock, kami makan siang di salah satu restoran Malaysia dan setelah itu langsung menuju ke Bondi Beach, pantai paling fenomenal di Sydney yak 😛 Ke Bondi Beach ini gampang kok, kalau aku dari Circular Quay, tinggal naik kereta hingga sampai ke Bondi Station, terus pindah naik bus nomor 380 ke Bondi Beach.

Kalau pendapat aku tentang Bondi Beach ini sebenarnya biasa aja seh, hahahaha. Padahal kata temen aku pantai ini fenomenal banget yak. Sering masuk acara TV apa gitu. Tapi menurut aku pantai ini kurang interaktif. Mungkin karena aku perginya pas musim dingin kali ya, jadi pantainya gak rame dan gak ada acara atau permainan apapun di sana. Walaupun tetep dong masih banyak orang berenang dan main surfing ditengah suhu yang hanya satu digit itu. Aku yang udah pake baju 3 lapis aja rasanya merinding loh kena angin pantai ini. Lah gimana yang bisa berenang cantik sambil main air gitu yak? Hebat bener kamu mas/mbaknya.

Besok hari terakhir aku di Sydney. Sedih ya kalau udah mau pulang gini. Lebih sedih lagi karena tahun 2019 aku gak ada liburan gede gitu. Selain mau ngerjain niat yang tertunda bertahun-tahun untuk besarin rumah (ya doain aja tahun depan bener-bener bisa terealisasikan) tahun depan juga tahun di mana kami harus menyiapkan uang untuk pendaftaran sekolahnya si K. Baru tahun 2020 kami bakalan ada rencana liburan lagi ke Jepang. Tapi tiketnya aja belum beli ya, jadi belum dipastikan juga 😛

Besok bakalan jalan-jalan ketempat yang belum kita kunjungi sedikit-sedikit lagi di Sydney, habis itu bye-bye liburan panjang kita >.<

 

Liburan di Sydney : Paddy Market dan Museum Australia


Hari ini sebenarnya diisi dengan males-malesan di Sydney. Kita udah tahu bahwa akan ada hujan jam 1 siang diseluruh wilayah Sydney, dan rencana kita adalah untuk pergi ke taman yang notabene gak mungkin kalau cuaca hujan ke sana. Tapi tetep aja kaki males banget diajak jalan dan merasa leyeh-leyeh di apartemen adalah pilihan yang tepat 😛

Tapi, akhirnya kita turun juga dari apartemen jam 10 pagi. Nungguin bis di stasiun yang tak kunjung dateng (yang ternyata butuh waktu 20 menit) eh tiba-tiba hujan gerimis turun. Berdiskusi deh kami berdua apa bisa dipaksain untuk maen di taman? Ya jawabannya tentu aja gak bisa dan gak mungkin, sehingga kita puter jalur dan akhirnya mengunjungi Paddy’s Markets untuk beli oleh-oleh.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Paddy ‘s Markets ini sebenarnya sejalur dengan Darling Harbour yang kami kunjungi kemaren. Cuma karena kita ke Darling Harbour udah sore dan si Paddy’s ini bukanya hanya dari pukul 10 am sampe 6 pm jadilah kita gak singgah. Paddy’s Market ini juga gak buka 7 hari. Hari operasionalnya adalah dari hari Rabu sampe Minggu, jadi hari senin dan selasa tutup. Sebenarnya aku gak tahu dengan jadwal tutup ini, untung kami datang pas hari jum’at jadi pasarnya masih buka 😀

Untuk bisa sampai ke sini mudah aja kok. Darimanapun tinggal naik train menuju ke Stasiun Central. Dari Stasiun Central keluar dan pindah untuk naik Light Rail menuju ke Capital Square Station.

Paddy’s Market ini gimana ya menggambarkannya. Dia itu kayak pasar tradisional dengan gedung yang gede dan tinggi seperti pasar ikan dengan lapak-lapaknya, tapi ini isinya bukan barang untuk masak. Ya gitu deh kira-kira 😛 Ya soalnya kalau disamain dengan Tanah Abang beda seh menurut aku. Kalau tanah abangkan kios-kios gitu bentuknya dan dia ada lantai-lantai layaknya toko. Nah Paddy ini gak gitu, ya betuknya seperti aku aku sebutin barusan deh, hahahaha.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh di Sydney harusnya seh belinya ya di Paddy’s Market ini, karena emang yang aku lihat harganya paling murah dibanding ditempat manapun yang turis banget. Dan satu hal yang paling menyenangkan buat belanja di sini adalah para penjaganya rata-rata adalah orang Indonesia. Jadi bisa langsung capciscus tanpa perlu mikir dulu kalau mau beli sesuatu 😛 Kekurangannya (plus bisa juga kelebihan seh kalau untuk aku) tempat ini itu harga pas. Jadi gak bisa nawar yak di sini.

Kami kemaren lumayan borong belanja di sini, bahkan hari terakhir di Sydney balik lagi ke sini karena rasanya oleh-oleh untuk temen dan keluarga masih kurang 😛 Kemaren ada beli kaos gambar Sydney, gantungan kunci, tas lipat gitu yang semuanya gak ada untuk beli diri sendiri dong karena aku paling males pake baju model gituan karena berasa norak, hahahaha. Untuk diri sendiri palingan aku beli piring pajangan gitu terus beberapa magnet kulkas untuk koleksi. Plus juga ada beli pajangan mobil yang tata surya itu gambar koala karena si K pengen mobilnya ada itu 😛 dan ada beli LOL surprice juga yang ternyata adalah LOL palsu 😛

Habis dari Paddy’s Market kita kemudian makan (ditempat yang sama dengan dibagian IV 😛 ) sholat terus bingung lagi mau jalan kemana karena hari itu cuaca jelek banget. Tempat yang mau kita kunjungi di Sydney itu rata-rata adalah di outdoor, jadi bingung banget dah mau ke mana hingga akhirnya Papa si K ngajakin ke museum aja. Ya daripada balik dan masih sore gini, aku mah hayok aja.

Si K beberapa waktu belakangan kemaren lagi seneng-senengnya dengan Dinasourus. Dia udah hapal banget gitu nama-nama Dinasourus yang banyak itu. Karena si abang lihat akan ada dinosaurus di Museum ini maka kitapun ke sana. Etapi ternyata pas kita masuk tempat dinasourusnya lagi direnovasi dong, jadi gak bisa dilihat lihat >.< Untung masih ada 2-3 dinasourus yang dipajang di depannya seh jadi si K masih gak terlalu kecewa.

Isinya sendiri gimana? Ya sebagai orang yang gak terlalu ngeh dan gak terlalu suka dengan Museum aku bingung juga seh menggambarkannya, hahahaha. Yang pasti museumnya ini kayak menceritakan Australia dari segala sisi. Oh ya nama Museumnya sendiri adalah Australia Museum. Jadi di sini ada menampilkan bermacam-macam binatang yang ada di Australia dalam bentuk aslinya. Ada juga menceritakan sejarah Australia dari sisi suku aboriginnya (yang mana aku cuma lihat orang aboringin di Aussie ini cuma dua kali di museum dan di Circular Quay jadi pengemis >.< ) batu dan mineral yang terkandung di dalam buminya, dan lain sebagainya.

Si K walaupun gak terlalu antusias tapi dia lumayan bisa menikmati seh di Museum ini. Jadi ya lumayan melepas waktu sambil menunggu malam dan kitapun langsung pulang ke apartemen lagi.

Besok isi jalan-jalan kita lebih berfaedah seh, dan ternyata kita bisa menyelesaikan itinerary yang aku buat di hari ini loh. Aku seneng banget. Tumben itin kita bisa lulus lengkap bahkan ada nambah beberapa tempat baru yang gak masuk itin dan kita kunjungi! :mrgreen:

 

Bye.

Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour


Hari ini aku senang sekali, karena hari ketiga di Sydney ini aku mengunjungi tempat yang sangat indah menurut aku. Pertama indah alamnya dan yang kedua indah gedungnya. Aku suka keduanya! Bahkan aku pengen balik lagi ke Sydney jadinya karena dua tempat ini. Mudah-mudahan deh yak ada rejeki lagi 😀

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Karena kami memiliki waktu cukup banyak di Sydney yaitu enam hari full di Sydney doang, akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan Blue Mountain ke dalam itinerary aku selama di sana. Awalnya sempat ragu mau ke Blue Mountain karena kan cuma gunung doang apa bagusnya? Tapi karena seluruh blog, buku dan bacaan aku lainnya mengatakan kalau kita punya waktu lebih di Sydney harus banget ke Blue Mountain ya kenapa gak? Sempat juga kepikiran aku untuk pergi one day tour ke Canbera aja. Lumayan kan yak nambah satu kota di Aussie yang dikunjungi, tapi pas lihat lamanya perjalanan di sana dan transportasi yang nyaris sulit (banyak yang merekomendasikan pake paket tour aja dari Sydney atau nyewa mobil sekalian, tapi kamikan gak punya sim internasional >.< ) maka opsi itupun kami batalkan.

Blue Mountain adalah satu kawasan taman nasional yang masuk ke dalam situs warisan dunia. Titik tertinggi di Blue Mountain ini adalah 1190 meter dari permukaan laut dan dibelah oleh jurang dengan kedalaman hingga 760 meter. Untuk sampai di ke Blue Mountain ini mudah kok. Kalian dari mana saja tinggal naik train menuju ke Central Station kemudian dari Central Station tinggal naik kereta lagi menuju ke Katoomba. Dari Central Station ke Katoomba inilah yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Tapi tenang aja, pemandangan selama kita berkereta ini cantik banget kok. Pemandangan khas desa-desa Aussie yang aku suka banget ngelihatnya! Rumah-rumahnya, jalan-jalannya, bahkan pas pulangnya kami bertepatan dengan pulangnya anak-anak SMP gitu yang masuk ke kereta dengan berbagai gaya mereka dan seragam sekolahnya yang khas gaya inggris banget itu. Itu pemandangan yang mahal banget kan yak. Aku suka!

Sesampainya di Katoomba Station kita akan mendapatkan stasiun kereta yang klasik banget. Banyak diantara blog-blog yang aku baca memuji stasiun ini. Tapi karena aku barusan aja jalan di Perth dan melihat Stasiun Freemantle yang lebih klasik daripada stasiun Katoomba ini jadi jatohnya biasa aja seh yak 😛 Dari stasiun kereta api tinggal jalan kaki dikit aja untuk nunggu bus nomor 686 menuju ke Echo Point. Echo Point inilah tempat di mana kita dapat melihat hamparan dari gunung-gunung di Taman Nasional Blue Mountain ini.

Jadi gimana Blue Mountain? Bagus banget kakak! Aku suka banget!

Gimana ya, aku ini bukan tipe orang pecinta alam gitu. Aku suka banget dengan air terjun misalnya, atau gunung atau danau. Tapi kebanyakan untuk mencapai ketempat itu di Indonesia ini rata-rata harus dengan perjuangan yang sangat panjang. Melewati tempat-tempat yang perlu tenaga ekstra dengan fasilitas seadanya. Kalau tipe aku ini, pengennya ke gunung tapi naik cable car misalnya, atau ke danau atau ke air terjun dengan air mulus tanpa bebecekan. Males banget harus kotor-kotoran untuk melihat satu lokasi aja. Makanya aku lebih senang city tour daripada ke alam.

Nah, kalau di luar negeri ini, apalagi negara-negara yang udah lumayan maju, kita bisa ke alam dengan fasilitas yang maksimal! Contohnya aja di Blue Mountain ini. Untuk menikmati pemandangan gunung dari atasnya yang spektakuler banget itu kita gak perlu mendaki dulu dan berbecek-becekan. Hanya dengan duduk manis di dalam bus dan voila! Kita akan sampai titik atasnya dengan pemandangan yang indah banget. Di titik ini udah disediakan semua fasilitas dasar mulai dari toilet yang bersih bahkan lebih bersih dari toilet Mall di Pontianak, titik poin untuk berfoto, bahkan jalur rambat untuk yang berkebutuhan khusus. Semua orang bisa menikmati alam deh pokoknya. Seru banget kan!

Gak seru dong irni kalau ke gunung cuma gitu doang. Kan menikmati gunung itu serunya ya dari pendakian itu! Eitts, tenang aja kakak-kakak sekalian. Kalau kalian kurang puas hanya dengan melihat pemandangan dan udara yang amat sangat segar ini, kalian masih bisa tracking kok. Mau tracking yang biasa-biasa aja sampai yang perlu waktu seharianpun ada! Tapi tetep digaris bawahi adalah dengan fasilitas yang maksimal! Aku terharu >.<

Biar dikata kami club pemalas untuk jalan kaki, tapi tetep dong aku mau juga traking di Blue Mountain ini. Pilih Trackingnya yang paling deket aja ke Three Sister yang merupakan gunung paling iconic di Blue Mountain ini. Kata petunjuknya seh cuma perlu waktu 15 –  20 menit berjalan kaki sekali jalan ke Three Sister ini. Ok yak, hayuk aja.

Dari foto kelihatan kalau Three Sister ini jauh ya. Tapi ternyata gak begitu jauh juga kok. Cuma ya kami jalan kakinya ya gak 20 menit. Ada kali 45 menit sekali jalan. Untungnya jalan ke sana gak terlalu curam dan menanjak. Pas mau turun ke Three Sistenya aja yang ada beberapa jalan menurun dengan tangga yang cukup sulit untuk aku lalui. Sampe ngos-ngoson loh! Si K tapi alhamdulillahnya mantap banget naik turun tangganya. Pas ditanya kecapean gak? Dia bilang gak capek sama sekali. Terus emaknya yang capek karena sibuk ngejagain dia biar gak jalan ditempat yang berbahaya >.<

Setelah puas jalan-jalan dan sedikit tracking ke Three Sister, kitapun memutuskan untuk kembali ke Kota dan makan siang di Doner Kebab. Doner Kebab ini adalah restoran khas Turki yang terletak persis tepat di depan pemberhentian bus di dekat stasiun kereta tadi. Sayangnya di tempat ini gak ada nasinya, jadi lagi-lagi aku memilih menu Fish And Chip dan si abang milih menu kebab. Rasanya lumayan enak seh. Tapi untung kita ada bekal nasi plus rendang yang dibeli pas di Shalom kemaren (baca bagian 6) jadi makan masih berasa nikmat lah 😛

Udah kenyang makan, kamipun langsung balik ke Stasiun Kereta menuju ke Central Station. Oh ya, ngomongin soal central station ini stasiun utama di Sydney yang gede banget. Di sini adalah pertemua semua moda transportasi di Sydney kecuali Ferry. Dan kalau bicara soal stasiunnya ini aku suka banget deh. Bentuknya klasik gitu karena menggunakan bangunan tua, tapi walaupun klasik masih terasa megahnya. Aku beberapa kali melewati stasiun ini tetep selalu kagum dengan bangunannya. Indah banget menurut aku. Etapi kok aku gak nemu ya foto Central Stationnya, hiks.

Dari Central Station kamipun naik transportasi yang berbeda lagi di Sydney untuk menuju ke Darling Harbour yaitu naik Light Rail. Laight Rail ini semacam trem kali yak. Yang train tapi pendek dan jalannya di jalan raya. Yang unik dari naik Light Rail ini kita ngetap OPALnya gak ada yang ngejaga gitu. Jadi disetiap stasiun ada tiang-tiang tempat kita untuk ngetap kartunya. Aku suka becanda sama si abang suami, kalau cara gini diterapkan di Indonesia kira-kira bisa gak yak? Mungkin bisa bangkrut perusahaannya karena kebanyakan orang banyak yang gak ngetap kartunya kali yak 😛

Karena tujuan kita adalah Darling Harbour, jadi dari central kita turunnya di Exhibition Centre. Jalan kaki bentar langsung ketemu dengan playground! Si K yang udah mulai teler sebenarnya langsung on lagi dengan main-main di playground ini. Playground di Darling Harbour ini adalah playground yang paling gede yang aku temui selama di Aussie. Jadi emang menyenangkan banget, sampe aku juga ada beberapa permainan yang ikut main dan emang bahagia banget ya main playground ini, pantes si K senang! 😀

Darling Harbour ini ternyata keren banget tempatnya. Aaaahhh, aku suka, aku bahagia di sini, hahahaha. Jadi disini itu kayak kumpulan Mall-mall gede dan didekat harbournya banyak terdapat bar-bar gitu yang banyak banget orang-orang duduk duduk santai sambil ngebir dan menikmati pemandangan. Sayangnya kita selalu gak nemu tempat nongkrong yang kelihatannya halal gitu, jadi selalu berakhir dengan kita jalan-jalan doang. Si K juga sempat naik komedi putar di sana. Setelah puas pepotoan dan menikmati pemandangan yang bahkan kami gak nemu di Jakarta yang seperti ini, akhirnya kamipun pulang ke hotel.

Satu hari lagi yang menyenangkan dilalui di Sydney 🙂

 

bye.