Australia, Sydney, traveling

Liburan di Sydney : Paddy Market dan Museum Australia


Hari ini sebenarnya diisi dengan males-malesan di Sydney. Kita udah tahu bahwa akan ada hujan jam 1 siang diseluruh wilayah Sydney, dan rencana kita adalah untuk pergi ke taman yang notabene gak mungkin kalau cuaca hujan ke sana. Tapi tetep aja kaki males banget diajak jalan dan merasa leyeh-leyeh di apartemen adalah pilihan yang tepat πŸ˜›

Tapi, akhirnya kita turun juga dari apartemen jam 10 pagi. Nungguin bis di stasiun yang tak kunjung dateng (yang ternyata butuh waktu 20 menit) eh tiba-tiba hujan gerimis turun. Berdiskusi deh kami berdua apa bisa dipaksain untuk maen di taman? Ya jawabannya tentu aja gak bisa dan gak mungkin, sehingga kita puter jalur dan akhirnya mengunjungi Paddy’s Markets untuk beli oleh-oleh.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia

***

Paddy ‘s Markets ini sebenarnya sejalur dengan Darling Harbour yang kami kunjungi kemaren. Cuma karena kita ke Darling Harbour udah sore dan si Paddy’s ini bukanya hanya dari pukul 10 am sampe 6 pm jadilah kita gak singgah. Paddy’s Market ini juga gak buka 7 hari. Hari operasionalnya adalah dari hari Rabu sampe Minggu, jadi hari senin dan selasa tutup. Sebenarnya aku gak tahu dengan jadwal tutup ini, untung kami datang pas hari jum’at jadi pasarnya masih buka πŸ˜€

Untuk bisa sampai ke sini mudah aja kok. Darimanapun tinggal naik train menuju ke Stasiun Central. Dari Stasiun Central keluar dan pindah untuk naik Light Rail menuju ke Capital Square Station.

Paddy’s Market ini gimana ya menggambarkannya. Dia itu kayak pasar tradisional dengan gedung yang gede dan tinggi seperti pasar ikan dengan lapak-lapaknya, tapi ini isinya bukan barang untuk masak. Ya gitu deh kira-kira πŸ˜› Ya soalnya kalau disamain dengan Tanah Abang beda seh menurut aku. Kalau tanah abangkan kios-kios gitu bentuknya dan dia ada lantai-lantai layaknya toko. Nah Paddy ini gak gitu, ya betuknya seperti aku aku sebutin barusan deh, hahahaha.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh di Sydney harusnya seh belinya ya di Paddy’s Market ini, karena emang yang aku lihat harganya paling murah dibanding ditempat manapun yang turis banget. Dan satu hal yang paling menyenangkan buat belanja di sini adalah para penjaganya rata-rata adalah orang Indonesia. Jadi bisa langsung capciscus tanpa perlu mikir dulu kalau mau beli sesuatu πŸ˜› Kekurangannya (plus bisa juga kelebihan seh kalau untuk aku) tempat ini itu harga pas. Jadi gak bisa nawar yak di sini.

Kami kemaren lumayan borong belanja di sini, bahkan hari terakhir di Sydney balik lagi ke sini karena rasanya oleh-oleh untuk temen dan keluarga masih kurang πŸ˜› Kemaren ada beli kaos gambar Sydney, gantungan kunci, tas lipat gitu yang semuanya gak ada untuk beli diri sendiri dong karena aku paling males pake baju model gituan karena berasa norak, hahahaha. Untuk diri sendiri palingan aku beli piring pajangan gitu terus beberapa magnet kulkas untuk koleksi. Plus juga ada beli pajangan mobil yang tata surya itu gambar koala karena si K pengen mobilnya ada itu πŸ˜› dan ada beli LOL surprice juga yang ternyata adalah LOL palsu πŸ˜›

Habis dari Paddy’s Market kita kemudian makan (ditempat yang sama dengan dibagian IV πŸ˜› ) sholat terus bingung lagi mau jalan kemana karena hari itu cuaca jelek banget. Tempat yang mau kita kunjungi di Sydney itu rata-rata adalah di outdoor, jadi bingung banget dah mau ke mana hingga akhirnya Papa si K ngajakin ke museum aja. Ya daripada balik dan masih sore gini, aku mah hayok aja.

Si K beberapa waktu belakangan kemaren lagi seneng-senengnya dengan Dinasourus. Dia udah hapal banget gitu nama-nama Dinasourus yang banyak itu. Karena si abang lihat akan ada dinosaurus di Museum ini maka kitapun ke sana. Etapi ternyata pas kita masuk tempat dinasourusnya lagi direnovasi dong, jadi gak bisa dilihat lihat >.< Untung masih ada 2-3 dinasourus yang dipajang di depannya seh jadi si K masih gak terlalu kecewa.

Isinya sendiri gimana? Ya sebagai orang yang gak terlalu ngeh dan gak terlalu suka dengan Museum aku bingung juga seh menggambarkannya, hahahaha. Yang pasti museumnya ini kayak menceritakan Australia dari segala sisi. Oh ya nama Museumnya sendiri adalah Australia Museum. Jadi di sini ada menampilkan bermacam-macam binatang yang ada di Australia dalam bentuk aslinya. Ada juga menceritakan sejarah Australia dari sisi suku aboriginnya (yang mana aku cuma lihat orang aboringin di Aussie ini cuma dua kali di museum dan di Circular Quay jadi pengemis >.< ) batu dan mineral yang terkandung di dalam buminya, dan lain sebagainya.

Si K walaupun gak terlalu antusias tapi dia lumayan bisa menikmati seh di Museum ini. Jadi ya lumayan melepas waktu sambil menunggu malam dan kitapun langsung pulang ke apartemen lagi.

Besok isi jalan-jalan kita lebih berfaedah seh, dan ternyata kita bisa menyelesaikan itinerary yang aku buat di hari ini loh. Aku seneng banget. Tumben itin kita bisa lulus lengkap bahkan ada nambah beberapa tempat baru yang gak masuk itin dan kita kunjungi! :mrgreen:

 

Bye.

Advertisements

25 thoughts on “Liburan di Sydney : Paddy Market dan Museum Australia”

  1. Hahaha, model “pasar”-nya Inggris banget itu Niee. Di beberapa kota UK juga kalo masuk pasar kayak begitu modelnya πŸ˜› .

    Iyaa, museum itu memang bisa jadi penyelamat kalau cuaca lagi hujan!

  2. Perjalanan yang seru. Seolah saya ikut di dalamnya jalan2 ke Australia. Hehehe…
    Senang bisa mendatangi langsung banyak lokasi yang bersejarah ya…

    Salam
    Okti Li

  3. Waaa, saya pasti akan kalap belanja juga kalau ke Paddy’s Market, secara saya suka banget pernak-pernik oleh-oleh… Semoga suatu hari bisa liburan ke Sidney juga deh..

    1. Gak juga kok mbak. Malah rasanya kurang kreatif ya. hahahaha.

      cuma klo kita cuma jalan jalan gak jelas gitu agak susah buat si K nya. Jadi kita rajin ikutin itin yang pasti udah dibuat untuk si K bisa nyaman πŸ˜…

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s