Australia, Perth, Sydney, traveling

Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)


Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:
  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia

***

Australia, sebuah negara yang unik karena menempati satu benua sendirian. Kalau kalian ke Australia untuk pertama kalinya, kalian akan mendapatkan dua penambahan ceklist log langsung, tambah negara dan benua baru 😛

Aku sendiri gak pernah memasukkan Australia ke dalam list tujuan liburan aku sebelumnya btw, alasannya karena menurut aku Australia terlalu jauh dari Pontianak dan mungkin gak akan semenyenangkan kalau dibandingkan dengan liburan ke Eropa misalnya. Dari segi harga mungkin ke Australia juga sudah mirip-mirip dengan Eropa (?) Lagian, masih banyak negara yang masih terbilang lebih dekat dan aku belum mengunjunginya seperti Jepang misalnya.

Tapi, aku percaya mengunjungi suatu tempatpun ada rejekinya sendiri-sendiri. Walaupun udah kepengen bener ke satu negara, tapi belum rejekinya sekarang, dapatnya mungkin ketempat lain yang lebih baik 😀

Ceritanya dimulai ketika tahun lalu aku tersadar bahwa tahun depan (tahun ini 2018) aku akan berumur 30 tahun. Sebenarnya seh biasa aja ya nambah usia, tapi kan spesialnya karena angkanya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Waktu aku berumur 20 tahun, aku habiskan ulangtahunnya di atas kereta api dari Jogja menuju ke Surabaya. Dan itu adalah perjalanan pertama aku ke luar pulau Kalimantan. Nah, kan seru aja kalau ulangtahun ke 30 juga aku lewati di negara baru.

Tapi mimpi tinggalah mimpi. Ulangtahun aku tahun ini diapit oleh dua event besar di Kota, yaitu 17 agustus dan idul adha. Kalau ada yang senang karena banyak liburanya, aku justru sedih karena klo momen gede gitu si abang suami bakalan sibuk banget mempersiapkan acara itu di kantor. Terus aku maksain buat liburannya langsung setelah iedul adha aja biar suasana ulangtahunnya masih terasa 😛

Akhirnya, biar istrinya gak mutung, si abang suami memutuskan untuk liburannya ke Perth saja. Biar sekalian nambah benua baru dilog. Ini juga terpilih karena si abang dapet promo Kuala Lumpur – Perth cuma 600k aja sekali jalan. Dan si Irnipun kemudian senang 😛

Karena emang kebiasaan aku heboh klo mau liburan suka umbar-umbar di sosial media, jadilah ada beberapa temen tahu bahwa aku mau ke Perth tahun ini, dan kemudian si Una komen kenapa ke Perth? Perth itu membosankan dan gak ada apa-apanya! Mendapatkan komen itu akupun galau dan merayu si abang suami buat sekalian aja ke Sydney. Lagian visa Australia itukan mahal banget yak. Sayang aja gitu bayar visa mahal-mahal cuma buat ke satu kotakan. Lama dirayu, akhirnya si abang suami luluh juga. Setelah dapat tiket promo Tiger Perth Sydney cuma 2000k aja bertiga udah masuk bagasi, kitapun resmi akan liburan ke Perth dan Sydney winter 2018, horaayyy!

Liburan aku kemaren menghabiskan waktu 11 hari dari pergi sampai pulang btw. Tiga hari di Perth, 6 hari di Sydney dan 1 hari di Kuala Lumpur, satu hari habis untuk perjalanan pergi ke Perthnya. Dan berikut adalah itinerary aku selama liburan di sana.

Jum’at 24 Agustus 2018

Hari ini cuma diisi dari pesawat, bandara ke pesawat seh sebenarnya. Penerbangannya sendiri akan aku lakukan mulai dari Pontianak – Kuching – Kuala Lumpur – Perth dengan total waktu perjalanan plus transitnya sebanyak 18 jam! Kelinger di jalan yak 😛

Sabtu 25 Agustus 2018

Sampe di Perth itu udah Sabtu subuh. Dari Airport langsung naik Bus menuju ke Kota Perth. Jarak perjalanan ini kurang lebih satu jam gitu. Kalau biasanya aku mabok dan males lihat pemandangan semasa di dalam bus. Terlebih lagi pas jalan ke Aussie ini aku kelupaan bawa antimo cobak! >.< Pas di Perth ini aku sungguhlah kagum dengan kotanya yang cantik. Mungkin ini kali ya perbedaan antara negara maju yang sudah lama dengan negara berkembang.

Selama inikan aku perginya cuma di wilayah Asia Tenggara aja, palingan yang paling maju ya Singapore. Tapi apa ya, hawanya beda aja gitu. Pokoknya yang pertama kali ke negara maju pasti tahulah ya bedanya negara itu sama negara-negara asia gini. Kalau kata si abang suami, luar negerinya dapet banget gitu, hahahaha. Jadi kami berdua beneran norak deh lihat Perth ini. Sungguhlah pengalaman yang menyenangkan bisa mengunjungi Australia ini. Semoga sebelum umur 40 udah bisa merasakan benua Eropa juga yak 😀

Sampai di Hotel kita baru jam 9 pagi. Untungnya resepsionisnya baik nawarin early cekin gitu, ya karena udah 18 jam kita cuma di peawat dan bandara kita mau lah yak, cuma bayar 20 dolar kok. Masuk ke kamar, mandi dan istirahat bentar langsung cuss makan siang di daerah Hay Street.

Hay Street itu kayak satu kawasan perkumpulan mall-mall gitu. Jangan dibayangkanlah dengan mall yang di Jakarta, jauh, hahaha. Ini mallnya kecil aja gitu. Di Hay Street ini juga ada London Court, semacam gang kecil gitu yang nuansanya London bangetlah. Udah puas jalan kita balik ke hotel buat istirahat sebentar, tapi yang malah kita ketiduran sampe malam! Hahahaha.

Tapi karena udah seger lagi, akhirnya malam kita lanjutin jalan-jalannya menuju ke Elizabeth Quay, salah satu pusat iconiknya Perth juga gitu. Main-main foto-foto terus pulang deh.

Minggu 26 Agustus 2018

Hari ini isinya seharian kita pergi ke Fremantle. Fremantle ini kota pelabuhan yang letaknya diperbatasan Perth gitu. Kalo ke sini wajib banget mengunjungi tempat makannya dan mencicipi makanan khas Australia: Fish and Chip.

Senin 27 Agustus 2018

Hari terakhir di Perth kita balik lagi ke Elizabeth Quay buat pepotoan dengan Bell Tower. Sebenarnya bisa aja malam hari pertama kita ke sini, tapi aku pengen foto sama Bell Towernya itu waktu siang hari, biar fotonya jelas gitulah yak, hihihi.

Tapi aku agak kecewa sama Bell Tower ini karena ada pembangunan semacam hotel disampingnya membuat klo kita berfoto di sana jadi mengganggu banget. Padahal pas aku lihat di google foto-fotonya bagus loh klo gak ada hotel itu. Mungkin klo hotelnya udah jadi bisa lebih bagus yak.

Selasa 28 Agustus 2018

Hari ini aku kecapean banget. Kita terbang dari Perth ke Sydney itu pukul 1 pagi dan ada masalah gitu yang membuat kita harus transit. Akhirnya penerbangan yang seharusnya sampe pukul 7 waktu Sydney baru sampe pukul 9. Diterusin naik bus dan train buat ke hotel. Dilanjutin ada masalah di hotel yang mereka mempermasalahkan karena si K yang 4 tahun seharusnya udah dihitung satu orang gitu dan harus nambah biaya. Yang pada akhirnya bisa masuk ke kamar jam 12 siang dan aku tepar banget. Manalah aku lagi flu berat dari hari senin kemarennya. Rencana mulia mau jalan ke Fish Market harus diurungkan dulu yang akhirnya aku lebih memilih tidur di kamar daripada makan. Untung si abang suami siap sedia mau pergi beliin makanan bungkus buat dibawa pulang ke hotel :kiss:

Sorenya, karena merasa udah segeran, kita langsung menuju tempat utama di Sydney. Apalagi kalau bukan Sydney Opera House dan Harbour Bridge. Ya ampun, aku sekali lagi norak banget. Bagus banget tempatnya. Emang klo udah icon dunia itu gak ada tandingannya yak. Seketika habis lihat Sydney Opera House, aku jadi pengen cepet-cepet ke Paris biar bisa pepotoan sama menara Eiffel, hihihi 😛

Rabu 29 Agustus 2018

Hari ini kita habiskan di Torango Zoo. Sebenarnya, niat awal kita adalah pergi ke Taman Nasional gitu buat lihat Kangguru secara langsung di alamnya. Tapi ya kok pas aku lihat-lihat tempatnya jauh banget dan keburu males aku mikirin bawa si K dan bawa badan jauh seperti itu. Jadilah kami memutuskan untuk main di Torango Zoo aja.

Ternyata tempatnya asyik banget. Kebun binatangnya bersih dan isinya lumayan lengkap. Kalau kalian ke Sydney dan males jalan jauh kayak kita buat sekedar melihat Kangguru di alam liar, bisa bangetloh pilihannya ke sini 😀

Pulangnya karena masih sore juga, kita lanjutin jalan-jalannya di daerah CBD Kota Sydney aja. Di sini kita pepotoan di Queen Victoria Building dan main-main bentar di Hyde Park sampe malam gitu.

Kamis 30 Agustus 2018

Hari ini tujuan utama kita adalah ke Katoomba buat ke Blue Mountain lihat Tree Sister. Katoomba ini adalah kota kecil diperbatasan Sydney gitu. Kami perginya naik Train dengan total waktu perjalanan selama 2 jam. Tapi karena cuma duduk di kereta kami gak kecapean banget seh. Apalagi pemandangan disepanjang kereta itu kece-kece banget. Mirip desa-desa yang biasanya ada diserial TV barat 😛

Blue Mountain sendiri itu kece banget pemirsah! Gunung-gunungnya gede-gede dengan hutan yang maish sangat hijau dan cantik banget. Kita di sini sempat ikutan tracking yang paling mudah dari Echo Point ke Tree Sisternya. Dan aku kecapean 😛

Pulangnya kita masih singgah lagi ke Darling Harbour dan ternyata di sini juga merupakan pusat kota Sydney untuk nongki-nongki cantik. Pokoknya kece banget ini mah tempatnya.

Jum’at 31 Agustus 2018

Hari ini cuacanya jelek banget di Sydney. Hujan sepanjang hari yang membuat kita susah untuk jalan ke mana-mana. Udah kita prediksi seh sebenarnya, tapi tetep aja rasanya mati gaya gitu. Akhirnya kita memilih jalan ke tempat yang bisa berteduh dari hujan: Paddy Market. Ini pasar tradisional gitu, pusat oleh-oleh di Sydney yang harganya sangat terjangkau deh.

Sisa harinya kita habisin ke Museum Sydney yang random aja kita datangi. Udah gitu aja. Gak banyak emang kita jalan hari ini.

Sabtu 1 September 2018

Setelah gagal main-main di taman di Perth, akhirnya di hari kedua terakhir di Sydney kita bisa juga main-main di Royal Botanical Garden. Jadi ini adalah taman terbesar di Sydney. Taman yang cantik dan terkenal banget karena pemandangan dari taman ini tak lain dan tak bukan adalah Sydney Opera House dan Harbour Bridge. Ini bangunan makin dilihat dari jauh makin cantik aja loh! Di sini kita bisa santai-santi gitu, duduk-duduk cantik sambil menikmati pemandangan.

Dari taman, kita kemudian jalan-jalan ke The Rock. Ini adalah kawasan kota tua gitu di Sydney. Karena kita datengnya pas hari sabtu, jadi di sinituh banyak banget pedagang kaki lima gitu. Yang dijual macem-macem darimulai makanan sampe lukisan juga ada. Di sini kita ada beli eksrim vegan gitu dan enak. Harganya 5 dolar kecil aja gitu >.<

Sorenya, kita lanjut lagi jalan ke pantai yang paling fenomenal di Sydney, apalagi kalau bukan Bondi Beach 😀

Minggu 2 September 2018

Hari terakhir di Sydney kita masih sempatin ketempat list itinerary kita yang belum kesampaian. Salah satunya adalah Milsons point. Sayangnya, milsons poin ini pas banget dengan Luna Park, taman bermain antik gitu di Sydney. Ngelihat ada badut segede gibong gitu si K langsunglah mau minta masuk. Untung ada tiket yang gak terusan yang cuma bisa main dua permainan aja, jadinya kita cuma beli itu 😛

Dari Milsons Point kita jalan lagi ke Fish Market. Ini adalah pasar ikan gitu. Katanya seh pasar ikan terbesar ketiga di dunia. Yang pertama di Jepang, yang kedua gak tahu 😛 dan yang ketiga di Sydney ini. Kita ke sini sebenarnya pengen makan Fish and Chip lagi, tapi udah keburu keyang duluan seh. Jadi akhirnya cuma keliling buat pepotoan dan beli jus buah gitu. Aku beli Tea Berry, dan si K beli Apple Jus dan semuanya enak! Sayang kita ke sininya hari terakhir, jadi belinya cuma bisa dikit karena gak akan bisa dibawa pulang juga ke Pontianak.

Senin 3 September 2018

Setelah perjalanan selama 8,5 jam dari Sydney ke Kuala Lumpur akhirnya jam 4 subuh waktu Malaysia kamipun sampai di KLIA 2. Istirahat sebentar dan sarapan terus kita ke Kotanya naik bus buat nyari tempan main si K. Si K bentaran aja seh mainnya, terus kita pulang lagi buat makan siang di bandara dan sore harinya kita terbang lagi dari KL ke Pontianak.

Selesai sudah perjalanan 11 hari kami liburan ke Australia. Sungguhlah liburan yang menyenangkan banget.

Ada yang mau liburan ke Australia di sini? Tunggu cerita lengkap dari aku yak 😀

  Bye bye.

Advertisements

35 thoughts on “Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)”

  1. Senangnya bisa jalan2 ke luar negeri. Jalan lain kali ke kampung kami, dong! Hehehe…
    Ga ada tempat indah macam di Australia sih. Tapi senang saja kalau ada blogger mampir ke kota di pesisir selatan jawa yang banyak disebut orang sebagai perbatasan indonesia dan australia hehehe

    Salam
    Okti Li

    1. di jawa juga pernah mbak. Aku udah mengunjungi seluruh propinsi di pulau jawa. Cuma ya rata rata di kotanya aja.

      Mbak sekali sekali ke kalimantan juga dong. di sini juga keren keren loh pariwisatanya 😁

  2. Wah, senangnya kesempetan jalan-jalan ke Ausie. Iya, kayanya di sana beda gitu ya sama negara-negara Asia. Aku sering lihat instagramnya orang Indonesia yang tinggal di Ausie, kadang juga suka takjub.

  3. Waah..puas banget mbaak liburan selama itu, aku jadi ngiri pengen ke Australia juga tapi nggak mungkin selama itu mengingat budget terbatas haha…

  4. Alu juga blm memasukkan Australia sbg destinasi negara yg ingin aku ku jungi, Mba. Tapi kok, baca ini, jadi pengen ke sana, tapi kalo mikir visanya yg mihil itu, kok rasanya mau balik ek Eropa, ya? Hehe.

    Btw, asyik banget liburan kalian, ya, Mba? 😘

    1. Jauh banget ya ko. Ke Kl aja 8,5 jam dari sydney. Lah ke eropa berapa lama lagi? hahaha.

      Ya udah. aku duluan aja ya ke eropa. ntar kita kopdaran. 🤣🤣

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s