[Review Hotel] Melia Kuala Lumpur


Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Beneran ya, jarang nulis di blog itu jadi susah banget nyari feelnya untuk mulai nulis. Tapi karena udah janji sama diri sendiri kalau lagi jalan-jalan haruslah ditulis maka mari kita manulis cerita terakhir dari rangkaian jalan-jalan si Irni ke Melaka dan Kuala Lumpur dalam rangka menonton Disney On Ice ini. Tulisan penutup dari rangkaian cerita ini, apalagi kalau bukan review hotelnya :mrgreen:

Rasanya, selama beberapa kali ke Kuala Lumpur (yang udah gak akan aku hitung lagi kali yess ke sini saking seringnya buat transit πŸ˜› ) ini adalah hotel terbaik yang pernah aku inapi. Emang ya, kalau udah naik jenis hotel jadi pengen dinaikin terus, hahahaha. Padahal dulu hotel model Tune aja udah senang, sekarang maunya kalau nginep dibintang lima sekalian πŸ˜› So, mari kita mulai review hotel kali ini.

Alasan memilih hotel

Tentu aja karena lokasinya. Seperti biasa si abang selalu memilih Bukit Bintang sebagai lokasi kami kalau di Kuala Lumpur. Aku sendiri gak pernah mengeluh seh dengan lokasi ini, karena emang nyaman banget. Karena pusat kota, jadi kalau kami pulang malam gak pernah merasa sepi sampai menakutkan gitu. Dan lagi, kalau mau sarapan banyak banget makanan yang bisa aku makan disekitar sini dan tentu saja banyaknya Mall disekitaran bukit bintang sangat menjadi nilai tambah sendiri πŸ˜›

Oiya, semenjak jalur MRT Bukit Bintang udah jadi, wilayah ini makin nyaman banget dah untuk transportasinya. Walaupun ya, kok si aku makin manja aja kalau jalan di KL maunya pake grab aja daripada pake transportasi umum πŸ˜›

Harga Kamar

Hotel Melia ini hotel bintang 4 btw, tentu aja harganya beda dengan hotel izumi yang aku inapi di perjalanan ke Kuala Lumpur sebelumnya. Ya walaupun sebenarnya aku sangat suka seh dengan hotel Izumi itu karena lokasinya begitu strategis dan hotelnya ok ok aja. Pas mau pesan hotel ini lagi kok ya ada dapat email bahwa hotel ini udah tutup! Pas aku cek di website seh masih buka sebenarnya, tapi ya daripada jadi gak jelas ntar pas sampai ya Kami batalin aja pesanannya.

Untungnya pas si abang suami nyari-nyari hotel pengganti, eh ada promo dari tiket.com, jadilah kami beli hotel Melia ini dengan promo tersebut. Lumayan loh, dapat potongan harga sampai 300k :mrgreen:

Harga yang aku bayar sendiri adalah 1,2 juta untuk 2 malam. Jadi semalamnya harganya 600k. Ini lumayan banget seh untuk hotel bintang 4 di daerah Bukit Bintang Kuala Lumpur kan yak. Semoga tiket.com sering-sering ngasih diskon ke kami deh πŸ˜›

Terus Gimana Hotelnya Niee?

Sebenarnya aku tipe orang yang mudah puas kok dengan hotel. Kalau hotelnya udah gede, kamarnya lumayan bagus, udah aku puji-puji deh hotelnya. Samaan juga dengan hotel Melia Bukit Bintang, Kuala Lumpur ini. Kalau aku kasih nilai 8/9 deh. Pokoknya nyaman banget nginap di hotel ini.

Kamarnya luas banget untuk kami bertiga. Selain kamarnya yang luas, yang aku perhatikan juga sekarang adalah tempat tidurnya yang juga luas. Soalnya si K udah makin gede ya. Jadi susah kalau kami tidur dempet dempetan di kasur yang kecil, hahahaha. Untuk pemandangan dari kamar sendiri gak ada yang bisa dilihat seh, ya biasa aja gitu membelakangi gedung-gedung disekitarnya. Ya walaupun sudah sangat ok buat aku karena biasa tidur di hotel tanpa jendela juga seh πŸ˜›

Walaupun pas pesan di tiket.com kami gak pilih yang ada breakfastnya, tapi karena kami mau ringkes aja, jadi hari pertama kami bayar sarapan aja di hotel. Untuk makanannya sendiri seh ok ya, lengkap gitu ada menu Malaysianya dan ada menu westernnya juga. Walaupun gitu aku sebenarnya gak terlalu tertarik seh ya sama sarapan di hotel Jatohnya gitu gitu doang pastinya. Kecuali sarapan di Mercure Hotel itu aku suka seh πŸ˜›

Di bawah ada video aku tentang review lengkap hotelnya. Ditonton yak! Kalau bisa di subcribe juga biar si irni bisa segera dapat adsense, hahahaha.

Ok, segini aja cerita aku kali ini yak. Alhamdulillah seri Melaka –Β  Kuala Lumpur ini bisa selesai sebelum jalan jalan berikutnya πŸ˜› Eh tapi masih ada yang mau diceritain seh soal sekolah si K, terus jalan-jalan keluarga kami ke Singkawang (yang udah dua kali aja gitu terlewati!). Aaah, mudah-mudahan tahun depan lebih banyak waktu untuk update blog deh yak! Karena bulan depan insya Allah rumah baru!! (baru direnovasi total maksudnya πŸ˜› ).

Selamat Tahun Baru semuanya! Semoga tahun depan lebih baik daripada tahun ini yak!

bye.

Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur


Aku gak tahu kenapa pas acara intinya aku sama sekali gak ada berfoto di hari ini. Karena ingatan jangka pendek dan panjang aku ini agak runyam πŸ˜› tanpa foto ini agak mengganggu aku untuk menulis seh yak. Soalnya biasanya aku nulis sambil lihat-lihat foto ke mana dan ngapain aja pada hari itu. Maka, marilah mulai menulis dengan ingatan aku yang terbata-bata pada hari ini πŸ˜› Ini akan menjadi tulisan yang sangat pendek tentunya, hahaha.

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Hari Sabtu ini aku sama sekali gak ada rencana apa apa di Kuala Lumpur selain untuk nonton Disney on Ice, tapi acaranya sendiri akan baru dimulai pukul 15.30 yang mana baru akan boleh mulai masuk jam 14.30, jadilah kami punya banyak waktu dipagi hari dan memutuskan untuk ke Mall :mrgreen:

Di Mall sendiri aku gak ada kegiatan khusus seh, cuma muter-muter belanja sampai jam makan siang dan kita makan siang di salah satu restoran di Mall. Setelah puas jalan-jalan di Mall, kamipun balik ke hotel untuk ganti baju dan langsung menuju ke tempat acara Disney on Ice yang lumayan jauh dari hotel.

Kami agak memberi waktu yang lumayan banyak seh untuk perjalanan ini karena aku tuh sebenarnya rada trauma dengan grab di KL ini. Malam sebelum hari ini kami ingin ke sebuah mall yang lumayan dekat dari hotel, jaraknya cuma 15 menit gitulah dari peta tanpa harus masuk tol. Terus pesan grab dong yak, dan tahu apa yang terjadi? Grabnya masuk di tol dan muter jauh dong! Supirnya 2 kali salah baca peta yang akhirnya membuat 15 menit perjalanan menjadi 1,5 jam perjalanan aja dong! Aku gak habis fikir kenapa ada orang yang tinggal ikutin peta aja bisa salah >.< Untungnya grab yang ke venue Disney on Ice ini gak salah baca petanya jadi kami bisa datang tepat waktu.

Aku tuh ya membayangkan acara ini akan disuatu tempat gitu di mana di depannya akan ada booth dari Disney Asia yang akan banyak menjual barang-barang Disney kayak yang ada di Disneyland gitu. Jadi sebelum ke sini aku udah bilangin ke K kalau dia bakalan aku belikan botol air minum dan tas kalau ada yang bagus. Etapi ternyata itu hanya khayalan aku dong! Tempatnya menurut aku B aja, hampir gak ada bagus bagusnya (bahkan wc nya gak bersih sama sekali) Gak ada booth yang menjual barang Disney sama sekali juga! Adanya cuma jualan makanan ringan yang ada nuansa Disneynya gitu, dan tempat shownya biasa bangeeeeettt. Aku rada kecewa seh sama tempat penyelenggaraannya. Kayaknya bagusan di Singapore deh yak, aku lihat tempatnya luas dan bagus gitu. Kalau yang di Jakarta gimana yak? Ada yang nonton juga gak?

Untungnya dari segi tempat yang mengecewakan buat aku, pertunjukan mereka bagus banget seh, aku senaaaang nontonnya, hahaha.

Pertunjukan pertama dimulai dari Mickey Mouse yang memperkenalkan teman-temannya dan dilanjutkan dengan tarian dan nyanyian yang bangus banget! Dulu waktu kecil aku tuh selalu pengen nonton acara beginian, tapi gak punya kesempatan sama sekali. Makanya pas nonton ini kok aku jadi berasa bahagia gitu! Gak papa deh yak masa kecil gak nonton, yang penting udah nonton pas tua, huahahahahaha.

Si K sendiri lumayan bisa mengikuti acaranya seh, karena pertama dia emang berbahasa inggris dan dia juga kenal hampir semua karakter dan lagu-lagu di Disney (gak percuma ya nonton Disney Jr di rumah πŸ˜› ) sehingga selesai nonton acara ini Kami puas banget dan kalau ada lagi acara seperti ini aku pengen nonton lagi! (ini emaknya yang kepengen sebenarnya, hahahahaha).

Selesai acara, Kami langsung disambut dengan hujan yang sangat amat deras gitu. Sampai pesan grab aja susah banget dapatnya. Untungnya beberapa menit kemudian hujannya agak reda dan kami berhasil mendapatkan supir grab yang berpengalaman jadi gak ada cerita kesasar lagi >.<

Sampai di sinilah cerita perjalanan aku ke Melaka dan Kuala Lumpur dalam rangka menonton Disney on Ice. Setelah ini aku masih pengen nulis tentang review hotel yang aku inapi di Kuala Lumpur kemaren.

bye.

Main Salju di Genting, Malaysia


Niatnya buat nonton Disney on Ice, jalannya malah ke Melaka. Terus karena belum pernah ngerasain salju beneran disambi ke Genting buat main salju pura-pura πŸ˜›

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Hari jumat tanggal 5 April 2019 dimulai dengan malas-malasan di hotel. Karena sesungguhnya kenikmatan liburan yang hakiki adalah bisa bangun gak mikirin cucian dan gelonjoran sampai siang kan yess? πŸ˜› Tapi karena hari ini sesuai itin kami harus pergi ke Genting, dan kalau cuma di hotel seharian (yang mana aku seh suka-suka aja untuk ukuran Kuala Lumpur) si K bakalan protes, maka bergeraklah kami dari hotel menuju ke stasiun Pudu Central jam 10 pagi.

Pas sampe di stasiun pas banget ada bus yang mau berangkat ke Genting. Tapi sayangnya pas kami mau beli tiket ternyata busnya udah penuh aja dong! Hasilnya kami membeli tiket bus selanjutnya yang mana maish harus menunggu kurang lebih 1 jam lagi πŸ˜₯

Stasiun Pudu Central ini uneventfull banget yak. Jadilah kami rada mati gaya menunggu 1 jam sebelum busnya berangkat. Untungnya stasiunya gak panas (walaupun gak begitu dingin semerbak) dan gak begitu padat sehingga si K tetap masih main lari-larian bolak balik seorang diri di stasiun itu, hahaha. Setelah bolak balik lihat HP – termenung – lihat HP – termenung – ke toilet – ngomong bentar – termenung lagi akhirnya pukul 11 kamipun dipersilahkan untuk naik ke dalam bus dan perjalanan 1 jam menuju Genting dimulai.

Perjalanan dari Stasiun Pudu Central di Kuala Lumpur menuju ke Genting kurang lebih 1 jam. Seperti biasa, walaupun cuma 1 jam, aku tetap dong minum antimo biar gak mabuk πŸ˜› Dan walaupun aku udah pernah ke Genting 1 kali waktu bulan madu tahun 2013 kemaren, aku tetap lupa dong gimana suasana jalan rayanya yang ternyata sangat berliku-liku yang membuat aku merasa keputusan tepat minum antimo itu. Kalau gak aku bisa muntah deh kayaknya πŸ˜›

Setelah sampai, perjalanan dilanjutkan dengan membeli tiket kereta gantung untuk menuju ke Genting. Kali ini Kami membeli tiketnya untuk return karena pastilah ya kami balik lagi, hahaha. Perjalanan dari terminal ke Resort World Genting cuma memakan waktu kurang lebih 15 menit. Gak terlalu lama seh menurut aku. Beda waktu kami naik kereta gantung di Langkawi tahun lalu yang terasa banget emang perjalanannya lama dan panas. Mana gak boleh bawa minum pula, jadinya berasa haus banget.

Setelah sampai di atas, Kamipun langsung menuju tempat utama, apalagi kalau bukan Snow World. Sebagai manusia yang gak pernah lihat salju tapi pernah merasakan musim dingin jadi berasa santai aja mau masuk Snow World ini. Ah, palingan karena saljunya pura-pura ya gak dingin dingin banget lah yess? Tapi ternyata nggak dong! Di dalam aku kedinginan banget! Bahkan kaki aku terasa beku saking kedinginannya loh!

Sebelum masuk aku beli tiketnya dulu, terus setelah beli tiket kita akan dapat jadwal masuk ke dalam Snow Worldnya gitu. Kami membeli tiket terusan yang terdiri dari Snow World, Theme Park sama satu lagi apa gitu kayak museum. Harganya aku lupa, wkwkwkwk. Kami membeli tiket ini emang karena berencana main di Theme Parknya seh karena jatuhnya lebih murah daripada beli satuan.

Lima belas menit sebelum jadwal masuk kita udah dibolehkan masuk untuk persiapan. Pertama kita bakalan masuk ke dalam tempat peminjaman peralatan untuk masuk gitu. Barang-barang yang dipinjamin adalah jacket, sarung tangan dan sepatu boot. Karena si K udah aku bawakan jacket musim dinginnya, jadi dia gak pake jacket dari Snow Worldnya, cuma pake boot dan sarung tangan.

Pas nyobain pake Bootnya ya ampuuuuun, kok gak nyaman sekali ya? Pas di bawa jalan apalagi. Sudah menggunakan peralatan lengkap akhirnya kamipun masuk ke dalam tempat utamanya. Pas pertama kali masuk ke dalam ya ampuuuun, kok ya dingin banget! Dinginnya itu kayak ngiris-ngiris kulit gitu deh, gak nyaman banget lah pokoknya. Ditambah lagi sepatu boot yang kasar banget lagi. Waktu yang dikasih 45 menit akhirnya gak kami pakai habis karena kok ya 30 menit rasanya udah lamaaaaa banget.

Pas ke Snow World ini aku udah rencana mau ke Jepang dan mau ketempat salju gitu. Aku udah lihat-lihat seh bagaimana orang ke sana dan foto-fotonya. Dan yang menyedihkan aku lihat kok ya sepatu yang dipinjamkan samaan dengan yang aku pake di Snow World itu yak? Ada yang pernah pengalaman ke tempat main ski di Jepang? Sepatunya enak atau gak seh? Kok ya aku jadi baper sendiri mau ke sananya. Mau dipindahkan aja destinasinya ke Shirakawa Go, tapi gak yakin akhir maret masih bersalju, hmmmm.

Setelah drama kesakitan kaki dan kedinginan kamipun ke luar dari tempat itu. Yang rencananya pas liburan ke Jakarta pengen ke Snow Worldnya Transmart juga, langsung aku batalin deh. Beneran rasanya Snow World gak ada seru serunya >.< sebelum melanjutkan main-mainnya Kamipun mengisi perut dulu dengan makan di McD! Hahahaha.

Perut udah kenyang, kami lanjutkan buat main-main di Theme Parknya. Pas dilihat dari luar kelihatannya kecil ya, ternyata lumayan luas juga loh Indoor Theme Park di Genting itu. Katniss puas banget main di sini sampai pas kita aja pulang jadi susah πŸ˜›

Pulangnya, kami mengambil rute yang sama, menggunakan kereta gantung, bus dan sampai di hotel udah tepar banget! Tapikan belum makan malam? Jadilah melimpir sebentar ke Pavilion untuk nyari makan dulu baru balik lagi ke hotel.

Besok adalah rencana utama dalam perjalanan ini. Apalagi kalau bukan nonton Disney On Ice Kuala Lumpur!

bye.

Bermain di Kidzania Kuala Lumpur


Walaupun sudah sangat lama banget, marilah kita melanjutkan cerita perjalanan aku dan keluarga ke Kuala Lumpur awal tahun ini. Kali ini khusus mau cerita tentang main-mainnya kita di Kidzania Kuala Lumpur.

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur
Emaknya yang eksis πŸ˜›

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya si K bermain di Kidzania. Tiga tahun lalu, waktu umurnya baru 2 tahun, kami bertiga juga pernah berkunjung ke Kidzania Jakarta dalam rangka tugas dinas aku ke Bekasi yang super duper menguras tenaga dan air mata itu πŸ˜› Tapi ternyata ngajakin anak di bawah 5 tahun ke Kidzania itu adalah satu kesalahan. Karena gak banyak juga permainan yang bisa dia ikuti gitu. Kalau gak salah inget aku dia cuma bisa naik taxi (yang lumayan takut juga karena emaknya gak ikut naik juga) dan main masak-masakan (yang sebenarnya di rumah juga banyak permainan kayak gini), habis itu ya udah, gak ada lagi yang bisa diikuti.

Kemaren pas berencana jalan ke Penang dan akan stay di Kuala Lumpur untuk 2 hari, kami bingung mau ngapain di Kuala Lumpur kali ini. Pas banget ada temen suami yang cerita dia baru dari Kuala Lumpur dan ngajakin anaknya main ke Kidzania dan kita jadi berfikir buat ajakin si K ke sana juga. Sisa hari di Kuala Lumpur akan aku isi dengan belanja belanja dan jalan-jalan aja di Mall sekitaran bukit bintang, hahaha.

***

Untuk menuju ke Kidzania Kuala Lumpur dari Hotel kami yang berada di daerah bukit bintang sebenarnya gampang aja. Tinggal naik MRT dari stasiun bukit bintang, cuss langsung menuju ke Stasiun Mutiara Damansara. Pas sampai di Damansaranya yang malah agak bingung karena Kidzanianya ternyata gak di dalam gedung yang sama. Jadi kami harus hari semacam jembatan penghubung gitu buat bisa sampai ke sana.

Harga tiket untuk bisa masuk ke Kidzania ini adalah RM 89 untuk anak umur 4 – 18 tahun dan RM 47 untuk dewasa 18-59 tahun. Untuk anak-anak 2-3 tahun harga tiketnya adalah RM 43 dan untuk lansia di atas 60 tahun cukup membayar RM 36 dan anak di bawah 2 tahun gratis. Kemaren seh sebenarnya kami bisa dapat diskon dengan menunjukkan boarding pas AA yang kami gunakan, tapi kebiasaan kalau udah gak dipake ya boarding pass langsung kami buang, jadilah gak bisa, hiks. Terus ada lagi diskon 20% kalau beli paket Happy Meal di McD yang ada dibagian bawah gedung, jadilah kami beli paketnya yang walaupun makanannya gak bisa dibawa ke dalam Kidzanianya juga seh >.<

Awalnya aku dan suami kira, kami bakalan bisa leyeh-leyeh selama si K main di dalam. Ternyata belum bisa dong! Walaupun untuk anak 4 tahun ke atas hampir semua permainan udah bisa dimainkan, tapi untuk K sendiri masih perlu banget bimbingan dan petunjuk dari kami. Lagian anaknya emang gak mau ditinggal blas seh, jadi selama main selalu ngintipin ada emak bapaknya atau gak. Kalau kitanya ngilang, bisa-bisa langsung nangis deh anaknya, hahahaha.

Karena si K perginya juga sendirian, jadi berasa seh dia gak punya temen mainnya di sana. Aku bayangin kalau dia fieldtrip sama temen-temen sekolahnya ke sini pasti bakalan lebih seru dan menyenangkan buat emaknya πŸ˜› Pada saat inilah aku suka iri sama anak-anak yang bersekolah di Jakarta karena punya akses ke fasilitas yang sangat lengkap. Walaupun sekolahnya si K itu cabangnya dari Jakarta, tetep aja kendala banget soal fasilitas yang ada di Pontianak kan yak.

Ohya, bagi yang belum tahu Kidzania ini adalah tempat bermain di mana anak-anak akan mencoba berbagai profesi yang ada di dunia nyata misalnya menjadi polisi, dokter, apoteker, pegawai negeri, pengantar barang, modeling, photografer dan lain sebagainya. Beberapa profesi yang anak kerjakan akan mendapatkan bayaran berupa uang Kidzania (misal profesi pemadam kebakaran, dokter, dll), beberapa lainnya anak-anak perlu membayar untuk dapat merasakan profesi tersebut (misal apoteker, pembuat susu, dll). Yang aku tangkap seh kalau profesinya menghasilkan barang yang nyata (misal pembuat susu dapat susu, atau apoteker akan dapat vitamin, atau pembuat burger akan dapat burgernya) profesi tersebut harus dibayar, sedangkan yang lain anak akan mendapat bayaran.

Seluruh aktivitas anak dilakukan sendiri oleh anak-anak dengan bantuan dari petugas kidzanianya. Jadi ya orang tua gak bisa bantu. Uang dari bayaran atas kerja keras mereka nanti bisa dibelanjakan diakhir kegiatan di mana ornag tua tetep gak boleh ikutan masuk ke dalam supermarketnya untuk bantu membelanjakannya. Rada susah seh ini untuk anak ukuran si K (5 tahun) yang gak pernah pegang uang sama sekali, dia kelihatan kagok gitu untuk interaksinya.

Beberapa permainan yang si K ikutin saat di Kidzania adalah:

#1 Menjadi Penjual Gas

Ini tugasnya simpel seh. Setiap ada mobil yang datang, anak anak disuruh untuk mengucapkan salam dan mengisi gas mobil tersebut. Simple tapi tetep aja si K kagok melakukannya, hahahaha. Apalagi ini adalah percobaan pertamanya main di Kidzania. Tapi setelah itu dia dikasih uang dia langsung seneng banget dan minta kerja lagi seh, hahahaha.

#2 Menjadi Pegawai Negeri

Ini kegiatannya seperti mengecek beberapa toko gitu yang udah ada tercantum di list, untuk memastikan toko tersebut udah membayar pajak (?) atau belum. Kalau sudah didatangi tokonya akan diceklis. Pas kegiatan ini si K rada bingung gitu seh mempraktekkannya. Emang profesi pegawai itu rada susah untuk dimengerti anak-anak seh yak. Aku aja dulu kalau ditanya sama orang dewasa kerja di Kominfo itu ngapain dan aku bilang ngolah data orang-orang pada gak ngeh, hahahaha. Dulu lebih enak pas di kesehatan, kan jelas ya kerjaannya. Nah, sekarang udah pindah lagi ke kantor yang baru lebih jelas lagi seh, jadi rada mudah untuk menjelaskan ke orang-orang, hihihi.

#3 Menjadi Koki

Ini kemaren pas buat semacam kebab gitu seh, jadi si K kurang bisa makannya karena dia belum pernah lihat, hahaha.

#4 Nyalon

Sebenarnya masuk ke sini mau jadi hair stylish, tapi ternyata salah antrian yang akhirnya malah jadi pengunjung salonnya. Tapi dia seneng-seneng aja seh karena bisa mewarnai kukunya πŸ˜›

#5 Menjadi Pemadam Kebakaran

Jadi pemadam kebakaran
Jadi pemadam kebakaran

Ini kegiatan yang paling si K senangi seh sepenglihatan aku. Untuk bisa bermain di sini juga perlu antri yang ada jadwal khususnya, jadi gak bisa langsung main aja gitu. Pertama anak-anak akan dipakaikan baju dan helm pemadam kebakaran. Lalu mereka bakalan dikasih pengetahuan tentang kebakaran gitu. Bagaimana bisa terjadi kebakaran, semisal karena kompor yang tidak dijaga, atau kipas angin yang tidak dimatikan saat rumah kosong dan lain sebagainya. Seru banget seh emang aktivitas ini, anak-anak jadi dapat pengetahuan baru tentang bahaya api dan cara pencegahannya.

Setelah itu mereka akan masuk ke dalam mobil pemadam dan digiring untuk pergi ke lokasi tempat kebakaran berlangsung. Setiap anak akan mendapatkan satu hydran yang mereka gunakan untuk memadamkan api. Si K sendiri minta ulang main ini seh, tapi karena waktu antrinya yang lumayan lama jadi kami males buat ngantrikan lagi πŸ˜› Ya cukup sekali aja kan K :mrgreen:

#6 Menjadi Pilot

PILOT

Ini aku gak lihat prosesnya seh karena di dalam gitu kegiatannya. Tapi kelihatan banget dia seneng juga seh. Pas ditanya ngapain aja di dalam, dia bilang nyoba nerbangin pesawat, sep πŸ˜€

#7 Menjadi Pembuat Susu

Pembuat Susu

#8 Menggambar Bebas

Free Art

#9 Menjadi Apoteker

Apoteker

Seru banget ya lihat anak-anak ini berprofesi dengan bantuan peraga yang mirip dengan aslinya gitu. Si K sendiri kalau ditanya apa itu apoteker atau bagaimana kerjaan dokter gitu jadi paham dan bisa menjelaskan.

Terus mau ke sini lagi gak? Kalau aku seh yess. TAPI kayaknya gak dalam waktu dekat deh. Mungkin 3-4 tahun lagi saat si K udah berumur 8 atau 9 tahun. Mungkin saat umur segitu dia udah bisa main sendiri dan ditinggal di dalam sendirian. Sementara emaknya bisa jalan-jalan keliling mall sambil nongkrong dan belanja belanji πŸ˜›

bye.

[Review Hotel] Izumi Bukit Bintang


Waah, udah lama banget rasanya gak nulis di blog yess. Terakhir nulis itu tanggal 27 Maret tentang review film Wonder Park. Setelah itu di blog cuma ada postingan schedule biasa tentang drama korea. Hahaha. Walaupun ‘baru’ sebulan gak update tulisan, tapi rasanya udah lama banget karena aku juga gak ada buka dashboard blog ini sama sekali loh. Pokoknya gak diperhatikan bener deh. Karena apa? Karena ceritanya aku baru pindah kantor lagi awal bulan April ini, hahaha.

Yak, setelah tahun 2017 lalu aku akhirnya meminta pindah dari kantor lama aku di kesehatan ke kantor baru aku di kominfo, sekarang aku pindah lagi. Kali ini dipindahkan, bukan minta pindah lagi πŸ˜› Dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih banyak dibandingkan dulu di Kominfo, jadi aku ragu seh bakalan bisa update blog secara berkala lagi. Kecuali aku beli laptop atau komputer buat di rumah. Tapi masih galau aja seh mau belinya, hehehe.

Ok, sepertinya intro gak nyambung dengan postingannya udah sampai di sini aja, marilah kita lanjut untuk me-review hotel yang aku inapi di Kuala Lumpur saat liburan aku bulan Januari lalu.

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

Alasan memilih hotel

Karena lokasinya dong yak! Jadi aku tuh baru dua kali yang nginep di Kuala Lumpur beneran gitu. Seringnya ke KL ya cuma transit aja kalau mau liburan ke mana. Kalau transitnya rada lamaan biasanya aku jalan ke tengah kota ke mallnya. Kalau transitnya cuma bentaran paling ke mall juga tapi yang di dekat bandara. Dua kali nginep di kuala lumpur di hotel yang sama di daerah Bukit Bintang coret. Kalau dulu belum ada MRT, jarak dari terminal monorail ke hotel ini jalan kaki sekitar 15 menitan.

Makanya pas mau nginep di KL untuk ketiga kalinya dan udah lama juga dari sebelumnya yaitu 4 tahun, jadi aku bilang ke suami jangan nginep di hotel yang sama lagi ya. Tapi tetep pengennya nginep di Bukit Bintang karena kalau bosen, tinggal ke luar dan langsung bisa lihat keramaian di sana.

Setelah mencari hotel-hotel yang ada disekitaran Bukit Bintang ini, maka suamipun memutuskan untuk kami nginep di Izumi Hotel aja. Alasan pertama adalah karena hotelnya beneran dekat banget sama pintu MRT Bukit Bintang, cuma perlu jalan kaki dua menit aja cuss langsung ketemu sama hotelnya.

Setelah mendapatkan hotel yang bagus secara lokasi, alasan kedua untuk memilih hotel bagi kami tentu adalah harganya dong! Hahahaha. Enath kenapa suami itu default kalau udah di Malaysia pengennya yang semurah mungkin. Pas pula ngecek di agoda dapet beberapa diskon yang awalnya harganya itu adalah IDR 968,112 untuk dua malam, di diskon jadi IDR 559,235 aja dong untuk dua malam. Itupun udah termasuk sarapan sebanyak dua kali. Kubahagia kalau udah dapat untung kayak gini. Hahahaha.

Harga segitu kamarnya gimana?

Setelah kami terpuaskan menginap di Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang (baca bangian 4), sebenarnya agak gap seh dengan kondisi kamarnya, hahahahaha.

Bukannya gak bagus ya. Fasilitasnya seh standar lah wc dan kamar mandi dengan handuk dan air panas. Ada TV juga dan dapat air minum dua botol setiap harinya. Cuma ya ukurannya aja yang rada menggenaskan yaitu 15 mΒ² dengan dua kasur single πŸ˜› Kami akalin seh dengan menyatukan kedua kasur single ini biar tetep bisa tidur kekepan bertiga dan ada ruangan yang rada lapang untuk menyimpang koper kami.

Yang pasti, dua malam aku tidur di sana seh nyenyak aja seh karena emang udah kecapean banget setelah jalan-jalan. Jadi fungsi hotel untuk tidur nyenyak sudah bisa didapat :mrgreen:

Yang paling aku senangi dari Hotel ini selain lokasinya sebenarnya karena dia ngasih sarapan seh. Karena kadang akukan kalau jalan udah ada itinerary yang padat gitu. Aku tuh suka gemes buat itenerary kalau perlu meluangkan waktu 1-2 jam lagi untuk mencari dan pergi ke tempat sarapan. Sebagai orang yang gak suka berwisata kuliner rasanya itu kayak membuang banyak waktu gitu deh. Nah karena ada sarapan ini, waktu kami di pagi hari jadi lebih leluasa.

Untuk menu makannya setiap hari berbeda. Tapi lumayan juga kok. Hari pertama menu utamanya nasi lemak, untuk hari kedua menu utamanya nasi goreng dan mie goreng. Makanan pendampingnya lumayan juga seh ada sereal, roti tawar dan buah buahan. Bahkan masih ada lagi kopi, teh, jus dan air putih. Pokoknya dengan harga segitu aku puas banget seh bisa sarapan yang buat kenyang gitu.

Sayangnya, pas aku ke KL lagi awal bulan April lalu dan mau menginap lagi di hotel ini, ternyata sudah tidak ada lagi sarapan yang bisa include ke dalam harga kamar. Aku kurang tahu juga seh alasannya kenapa. Jadilah kami pindah hotel di lain lagi untuk ganti suasana.

***

Ok, segitu dulureview hotel dari aku. Semoga dalam waktu dekat bisa nulis lagi buat perjalanan Januari kemaren deh yak. Soalnya April aku juga ada jalan ke Melaka dan KL lagi, dan harus banget kan ditulis di blog, hahahaha. Yang mau lihat perjalan aku menuju ke KL kemaren plus video tentang hotelnya bisa ditonton di video bawah yak. Jangan lupa subcribe juga πŸ˜›

bye.

Itinerary Liburan Ke Penang dan Kuala Lumpur


Wah, udah lumayan lama juga ya aku balik dari liburan aku ke Penang dan masih belum semangat buat nulis di blog. Etapi kemudian terfikirkan aku bakalan menyesal dikemudian hari karena gak nulis (ini sering banget kejadian πŸ˜› ) makanya dipaksain deh nulisnya. Untuk tulisan pertama (kalau gak dihitung tentang biaya liburan ke KL kemaren) aku seperti biasa akan buat tulisan tentang itinerary liburan aku dan keluarga di Penang dan Kuala Lumpur.

Walaupun sebelumnya aku meragukan Penang ini secara keseluruhan, tapi ternyata aku menikmati kok liburan kali ini. Karena berasa banget liburannya yang gak buat badan capek karena mengejar destinasi yang mau dikunjungi. Pulang liburan badan seger, fikiran tenang dan langsung bisa beraktifitas. Gak kayak biasanya aku liburan langsung lelah tak bertenaga πŸ˜›

Baca Juga tulisan aku yang lain di perjalanan Penang dan Kuala Lumpur ini ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

So, Ini dia itinerary liburan aku kali ini:

Day 1. Rabu, 9 Januari 2019

Hari ini isinya cuma dari bandara ke bandara aja. Sampai di Penangnya udah malam banget karena kita milih terbang dari KL ke Penangnya udah malam juga. Milihnya karena apa? Karena ya yang gratis adanya jam segitu, ya udah kita seh yang mana yang murah hayok aja πŸ˜›

Day 2. Kamis, 10 Januari 2019

Hari ini dimulai dengan beli roti bakar dan roti cane di Roti Bakar Hutton Lane yang terkenal itu. Rasanya gimana? Ya biasa aja seh menurut aku, hahahaha. Tapi tetep aja setiap pagi kita ke sini karena si K emang sesenang itu makan roti cane (rotinya doang) dan roti bakarnya juga lumayan deh. Tapi yang buat kurang ok itu adalah topingnya gak ada yang cokelat. Jadi isinya cuma kosongan atau keju. Hmm.

Terus lanjut sarapan lagi Bee Hwa Cafe, mengunjungi Penang Hill yang ternyata tutup πŸ˜₯ dan baru buka hari sabtu di mana kita udah cabut hari itu ke KL dan akhinya pindah ke vihara aja yang lokasinya gak jauh dari sana. Terus kita ke mall buat makan siang dan pulangnya singgah dulu ke Upside Down. Ini pertama kalinya loh kami ke tempat beginian, hahaha.

Sorenya lanjut menyusuri tempat-tempat disekitaran Penang Town Hall yang ternyata seru juga tapi gak juga cantik banget seh πŸ˜›

Day 3. Jum’at, 11 Januari 2019

Hari ini rencananya kita berburu street art yang udah kesiangan πŸ˜› Awalnya sempat ragu apakah kita akan dapat street art yang aku mau. Yang seperti foto di atas dan ada yang anak pake motor itu. Karena pas aku baca-baca katanya kan susah nemunya. Eh ternyata gak susah loh nemunya. Di google maps udah ada. Dan dilingkungan street art ini banyak banget orangnya! Jadilah kita gak kebingungan lagi. Tapi ya karena rame kita emang harus antri banget.

Terus aku pengen lihat jembatan Penang, si abang ngajakin lihat jembatannya dari ferry penyebrangan aja. Eternyata gak kelihatan sama sekali dong dari si ferry itu. Masih amat jauh! Jadilah baliknya kita pake grab hanya untuk merasakan naik jembatan itu, hahahaha. Ini gak penting seh, aku maunya pepotoan bukan naiknya. Tapi lumayan deh dapat buat vlog selama di atas jembatannya πŸ˜›

Siangnya kita cekout dari hotel dan pindah hotel ke daerah batu feringgi. Kali ini si abang baik hati buat pesen hotel bintang 4 dengan private beachnya. Sorenya jadi bisa main-main di pantai bentaran dan paginya bisa main di pantai lagi. Emang seru ya kalau nginep di hotel yang langsung terhubung dengan pantai itu. Gak perlu persiapan khusus deh mau main ke pantainya.

Day 4. Sabtu, 12 Januari 2019

Hari terakhir di Penang dan kita maunya santai-santai aja di Hotelnya. Yakan udah banyar mahal sayang ya bo cuma untuk tidur doang πŸ˜› Tapi siangan dikit kita juga main seh tempat kupu-kupu gitu. Kirain si K bakalan suka tuh tempat, ternyata dia takut loh! Sepanjang kita jalan yang isinya kupu-kupu semua dianya takut atau nangis, duh! Padahal udah dijelasin kalau kupu-kupu gak gigit tetep aja nangis.

Emang seh mood dia sepanjang Penang ini kacau banget gak tahu kenapa. Udah balik ke KL moodnya lumayan ok lagi dan pulang ke rumah dengan hati riang gembira. Neh anak gak cocok kayaknya sama Penang. Mau balik lagi ke Aussie mungking yang moodnya sepanjang perjalanan bagus terus πŸ˜›

Sorenya kita cuss dari hotel langsung ke Bandara dan naik Malaysia Airlines menuju ke KL. Dari pesawat low budget ke full service ternyata gak terlalu merubah keadaan seh. Pesawat MH kelihatan banget udah tua, jarak dekat juga cuma dikasih air putih sama kacang aja. Bedanya cuma turun di KLIA yang emang terasa bedanya seh dengan KLIA2, selain itu gak ada. Untung dapat harga tiketnya murah, kalau gak mutung deh πŸ˜›

Day 5. Minggu, 13 Januari 2019

Hari ini isinya seharian cuma ngajakin si K ke Kidzania. Emang niat dari awal pengen ngajakin dia ke sana lagi waktu usia dia udah 4 tahun di mana batas umur minimal anak-anak dapat bermain sepuasnya di tempat ini. Si K kelihatan seneng seh main di sini, tapi karena dia mainnya sendirian jadi kelihatan banget kayak butuh temen gitu. Ya paling seru emang main sama temen-temen sekolah kali ya pergi ke tempat seperti ini. Gak kayak di Theme Park yang bisa seneng seneng aja sendirian gitu. Mudah-mudaha ntar emak-emak dan guru di sekolahnya si K ada keinginan buat ajakin anak anak main bareng ke sini πŸ˜›

Sorenya kita habisin buat mall hunting di daerah Bukit Bintang karena kita emang udah nginep di sana. Niat yang mau belanja-belanja santai jadi keburu-buru banget karena ternyata waktu 2 – 3 jam itu sangat gak cukup untuk belanja sambil lihat-lihat loh! Bulan April ke KL lagi harus dikasih waktu yang lebih panjang deh buat nyari barang yang belum ketemu kemaren, hihihi.

Day 6. Senin, 14 Januari 2019

Hari terakhir liburan, kita niatin buat ke Suriah untuk pepotoan sama KLCC. Kita udah pernah seh foto bertiga di KLCC pas si K umur 1 tahun tahun 2015 kemaren, tapi menurut aku fotonya jelek karena kemaren datangnya malam dan kamera kita gak sebagus yang sekarang. Jadi niat bener buat foto lagi bertiga. Hasilnya sekarang lumayan seh walau muka si papa kibuw gelap semua karena dianya pake topi, duh! Ntar mungkin ke sini lagi dengan muka papa K gak pake topi biar fotonya lebih ok πŸ˜›

***

Ya, segitu deh itinerary aku liburan ke Penang dan KL bulan Januari lalu. Nulis cepet gak sampe setengah jam ternyata udah seribu kata lebih aja gitu, hahahaha. Untuk cerita lengkapnya ditunggu ya. Pasti bakalan aku tulis tapi entah kapan selesainya itu >.<

bye.