Kok Mereka Gak Sekolah, Ma?


Belakangan ini, si K udah aku bolehkan untuk main bersama anak-anak lain tetangga di dekat rumah aku. Biasanya dia main setelah aku menjemputnya dari rumah mbahnya pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 gitu. Mainnya biasa aja seh, kalau gak lari-larian, atau main sepeda, atau cuma ngobrol-ngobrol ala anak kecil gitu.

Masalahnya adalah, semenjak dia diperbolehkan main, dia lebih sering memperhatikan anak-anak di lingkungan aku. Biasanya kan dia cuma ke luar untuk diantar ke rumah mbahnya dan sekolah, sekarang dia punya kebiasaan baru.

Aku gak tahu kalau di kota lain ya, tapi kalau di Pontianak itu sekolah yang bisa SFH dengan metode tatap muka via online itu bisa dihitung jari satu tangan. Yups, gak lebih dari 5 deh. Bahkan sekolah Islam swasta yang dulunya aku lihat keren ternyata gak menerapkan sekolah tatap muka via online. Jadi kebanyakan sekolah di sini gurunya cuma memberikan tugas membaca dan tugas mengerjakan soal via whatsapp.

Dulu aku sempat mikirin ini seh, cuma ya sekarang udah gak peduli. Aku sekarang lebih memikirkan si K harus tetap mendapatkan pelajaran yang baik walaupun hanya sekolah online. Jadi anak-anak yang main dari pagi sampai sore di lingkungan tempat tinggal aku itu udah pemandangan sehari-hari.

Tapi, semenjak si K memperhatikan teman-teman sepermainannya di pagi hari yang tetap bisa main tapi dia sibuk sekolah, dia mulai mempertanyakan kok anak-anak lain tidak sekolah sedangkan dia harus sekolah?

Kejadiannya pagi ini seh, ketika aku udah buru-buru mau antar dia ke rumah mbahnya untuk sekolah online, dia hampir mau ke luar rumah dan main bersama anak-anak lainnya. Aku spontan langsung panggil dong, ” K! Ayo masuk mobil, nanti telat sekolahnya!” Dianya aneh lihat anak-anak lain gak sekolah, anak-anak lain kayaknya aneh juga lihat dia kok pagi-pagi udah siap sekolah dengan tas sekolah dan seragamnya lengkap.

Terus, pas diperjalanan menuju rumah mbahnya, aku tanyain dong dia. Tahu gak kenapa anak-anak lain gak sekolah sedangkan dia harus sekolah online?

Tentu dia gak bisa jawab dong! Hahahaha. Kalau udah kayak gini, aku suka lebaykan jawaban aku seh biar si K merasa yang dia lakukan itu hebat dan beda, tapi tentu harus jawaban yang benar ya, bukan bohong. Jawaban aku adalah “Karena masih banyak di Pontianak ini yang sekolahnya gak siap dengan sistem online. Ya gurunya gak siap dengan teknologi, ya sekolahnya gak mampu untuk memberikan fasilitas seperti komputer dan laptop, dan anak-anaknya yang gak mampu untuk punya laptop di rumah untuk belajar. Jadi kalau kamu masih bisa sekolah online setiap hari dari rumah, kamu adalah salah satu anak yang beruntung di Indonesia ini.”

“Bayangkan, kalau kamu tidak sekolah hampir setahun sekarang. Kamu tidak belajar online yang akhirnya kamu jadi tidak tahu ilmu pengetahuan. Anak yang tidak tahu ilmu pengetahuan tidak akan menjadi pintar secara mendadak. Dan kamu tahu kalau orang yang tidak berpendidikan itu seperti apa?”

“Orang yang tidak sekolah dan tidak pintar tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa mendapatkan uang”, jawab si K akhirnya.

“Ya. Mungkin mereka tetap bisa mendapatkan pekerjaan, tapi orang yang berpendidikan dan pintar akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan dengan gaji yang baik ketimbang orang yang tidak pintar,” sambung aku lagi.

***

Aku sendiri, emang sering mensoundingkan pentingnya belajar buat si K seh. Bahwa tugas utama dia semasa kecil ini adalah belajar. Belajar apapun, mau itu belajar di sekolah, belajar piano, bahkan belajar menggambar dan membuat video yang sekarang dia sangat sukai. Apapun itu yang penting belajar. Maka dari itu, kalau dia iri dengan anak-anak lain yang lebih banyak bermain, dia bisa berfikir sendiri dia lebih baik memilih yang mana, belajar atau bermain?

Lalu terakhir sebelum sampai di rumah mbahnya aku tanyakan lagi ke dia, “Jadi, kamu mau main dari pagi sampe sore atau mau tetap belajar online dan bermain jika sudah selesai sekolah dan belajar?”

“I still want online school,” jawab si K dengan muka yang masih menerawang :mrgreen:

Test Online


Seberapa sering anak kalian yang masih SFH ada test? Kalau sekolah si K kok sering banget ya? Huhuhu.

Aku gak tahu juga kalau nanti sekolah masuk seperti biasa (yang entah itu kapan terealisasinya) testnya akan seberapa banyak. Yang pasti kalau sekarang menurut aku buanyak banget test yang harus si K ikuti. Kan sekolah si K itu pake istilah term setiap 3 bulan sekali itu. Nah, setiap term akan ada class testnya untuk masing-masing pelajaran. Bahkan untuk pelajaran Math dan English class testnya itu ada 2 kali setiap term. Untuk class test sendiri berarti udah ada 10 test untuk tiap term nya a.k.a ada 40 test disepanjang tahun untuk tipe class test.

Aku fikir kemaren (saat term 1) hanya akan ada class test aja. Eh ternyata gak dong! Selain class test yang ada di setiap term. Ada juga Semester test yang dilakukan tiap semester yaitu saat term 2 dan term 4 nantinya. Semester test itu untuk seluruh mata pelajaran juga. Kalau gak salah (kok aku jadi lupa ya, hahahaha) untuk semester test english juga dilakukan 2 kali jadi ada 9 kali semester test dan 18 kali sepanjang tahunnya.

Kalau dijumlahlah berarti si K melakukan 58 test sepanjang tahun di kelas 1 ini. Wow banyaaaak bangeeet yaaa, huhuhu.

Kalau udah lihat kayak gini dan membandingkan anak kelas 1 sekolah negeri kok ya jomplang banget ya. Mereka pelajaran sekolahnya dikit, dan tesnya juga mudah banget gitu. Kalau si K untuk pelajaran math aja sekarang udah belajar perkalian dengan pengelompokan, sains udah belajar jenis jenis tumbuhan dan binatang. Sosial udah belajar lingkungan, arah angin (utara timur selatan barat) dan lain sebagainya.

Terus nyesel gak masukkan si K ke sekolah swasta? Ya tentu tidak dong! Hahahaha. Ya apalagi zaman covid sekarang ini ya, jomplang banget pendidikan antara anak swasta dan anak negeri. Kalau anak-anak negeri ini gak diurus dengan baik oleh Pemerintah dan orang tuanya, menurut pendapat aku pribadi ilmunya bakalan ketinggalan seh dengan anak yang tetap sekolah meskipun di rumah kayak si K.

Balik lagi cerita tentang test. Jadi selama ini, kalau class test itu hampir selalu aku temenkan seh. Karena biasanya si K itu terburu-buru ngerjainnya yang ujung-ujungnya ada bagian yang kelupaan. Belum lagi testnya yang perlu upload hasil foto ke google class room.

Yang membuat aku stress sendiri adalah, kalau menemankan test ini terus anaknya gak bisa! Antara pengen aku benerin atau dibiarin aja gitu kan? Hahahaha.

Tapi ya biasanya, kalau si K upload hasil testnya dan gurunya lihat ada yang salah, biasanya gurunya suruh si K memperbaiki. Karena itulah aku juga ikut dong! Kalau lihat ada yang menurut aku salah aku biasanya bilang bagian ini ada yang salah, coba baca lagi dan kalau ketemu diperbaiki. Cuma ya aku gak mau kasih tahu jawabannya juga. Aku fikir kasian kalau jawabannya dikasih tahu, ntar anaknya gak belajar.

Terus masalahanya kan aku kurang bisa bahasa inggris ya. Toefl aku terakhir tes itu waktu mau skripsi dan nilainya cuma 450 aja, hahahaha. Kadang ya, aku fikir jawaban si K salah untuk English karena aneh gitu kalimatnya, aku suruh betulkan dong ya. Terus ternyata jawaban dia yang bener dong! Gurunya bilang yang dia tulis pertama itu udah bener, kenapa diganti lagi? Huahahahaha. Jadilah semenjak itu aku gak pernah ganggu-ganggu lagi jawaban si K untuk urusan English :mrgreen:

Ada lagi pelajaran yang beneran aku gak ngerti sama sekali, Mandarin! Test terakhir yang dia lakukan untuk term 3 75%nya aku gak tahu dong jawabannya! Bayangkan ada beberapa soal (5 soal kalau gak salah) yang soalnya adalah huruf mandarin gitu, terus pilihan gandanya juga huruf mandarin. Jadi mereka disuruh menyambung kalimat! Jangankan tahu jawabannya ya, wong bacanya aja aku gak bisa kan! *nangis dipojokan* Jadi karena aku gak ngerti aku berharap aja deh bahwa si K emang ngerti dengan jawabannya bukannya asal tebak aja, hahahahaha. Sayangnya kemaren gak bisa lihat hasil google formnya, jadi akan selalu penasaran sampai akhir term deh.

Karena gak bisa ngajarin si K ini, aku jadi pengen banget memperbaiki bahasa Inggris aku dan belajar bahasa Mandarin seh yak. Tapi aku masih mager gitu, hahahaha. Mudah-mudahanan tahun depan aku bisa mulai les bahasa deh :mrgreen:

Wokey, segitu aja cerita aku selama mendampingi anak test online ya.

 

 

bye.

Katniss is Turning 7!


Hari sabtu tanggal 23 Januari kemaren, si K ulangtahun ke 7! Yeaaay.

Bener-bener gak berasa ya, anak aku udah 7 tahun aja, hahahaha. Karena blog ini lebih tua dari umur si K, jadi perjalanannya masih tersimpan rapi tentu saja dari mulai hamil, melahirkan, bayi, ASI Ekslusif, ulang tahun pertama, dan tentu masih banyak lagi cerita-cerita lainnya. Mudah-mudahan apa yang aku tulis di blog ini menjadi cerita indah buat K saat dia dewasa. Bukan cerita yang membuat dia sedih ketika membacanya.

Yang mau baca cerita-cerita tentang ulangtahun si K dari mulai dia pertama kali ulangtahun bisa baca di sini yakย  ๐Ÿ˜€

  1. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 1
  2. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 2
  3. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 3
  4. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 4
  5. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 5
  6. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 6

Seperti biasa, setiap tahunnya aku selalu memikirkan tema yang cocok untuk diangkat sebagai tema ulang tahun si K. Waktu umur 1 tahun tema ulangtahunnya Sofia karena dia lumayan suka nonton Disney Jr saat itu, walaupun kebanyakan masih belum ngertinya seh. Dulu itu aku tontonnya sebagai usaha aku untuk si K aktif berbahasa inggris, hahahaha. Ulang tahun kedua temanya adalah finger family dan frozen. Ini dipilih karena sepanjang umur 1 tahun dia selalu aja nyanyi dan nonton finger family song dengan berbagai macam model, aku saat itu sampai bosen banget dengernya, hahahaha. Milih frozen karena beberapa kali juga suka disetelin film frozen dan lumayan hapal let it go nya.

Tema ulangtahun ketiga adalah Mickey Mouse ya karena kita baru balik dari Hongkong Disneyland dan dia lagi suka-sukanya cerita ke orang-orang tentang dia yang pergi ke rumah Mickey dan bertemu dengan Mickey Mouse. Tahun keempatnya dipilih Little Pony karena tahun itu dia kok ya hapal banget seluruh nama-nama karakternya Little Pony. Dia juga suka banget dengan lagu-lagunya dan bisa menyanyikannya. Ulang tahun kelima temanya adalah Rapunzel. Aku juga gak ingat kenapa kita pilih tema ini. Seingat aku cuma karena dia maunya jadi Princess dan aku pilihin Rapunzel karena ada contoh kue ulangtahun yang culu gitu bentuknya pake tower segala. Dan pas jadi kuenya emang kece banget!

Tahun lalu temanya adalah super hero girl karena lagi-lagi dia lagi suka banget nonton super hero girl di Disney Channel dan dia katanya gak mau lagi jadi princess.

Nah tahun ini, tema yang aku angkat (dengan persetujuan anaknya tentu saja) adalah Roblox! Ya apalagi kalau bukan karena dia lagi senang-senangnya main game Roblox, hahahaha. Aku berharap seh, setiap tema yang kita angkat diacara ulangtahunnya itu membuka memory aku, suami dan si K apa hal-hal yang sedang dia sukai setahun sebelum dia ulangtahun. Jadi ada ceritanya gitu loh.

Ulang tahun kali ini tentu aja gak buat acara yang gimana-gimana. Cuma di rumah aja dengan nenek dan mbahnya. Ada juga dua sepupunya yang datang ke rumah. Semenjak gak sekolah, aku emang rutinkan si K main sama sepupunya yang walaupun gak seumuran, tapi tetap lah ya sama-sama anak kecilnya. Karena sebagai anak tunggal dan tidak bergaul dengan anak sekitar rumah, aku masih berfikir dia perlu ada interaksi langsung dengan anak-anak seumuran seh yak. Aku cuma bertahan beberapa bulan aja kemaren, huhuhu. Semoga pandemi cepat berlalu deh yak biar anak-anak bisa main lain sama teman-teman sebayanya.

Ulangtahunnya gak pake acara tentu saja. Pagi-pagi kita mulai seperti biasanya, aku masak sarapan dan papanya keliling ambil pesanan makanan dan kue-kue. Terus udah sarapan, udah mandi bersih kemudian kita foto-foto dan tiup lilin. Berdoa segala sesuatu baik untuk K sekarang dan dimasa depannya. Setelah foto-foto yang gak sampai setengah jam juga, terus langsung makan deh selesai. Hahahaha.

Walaupun cuma di rumah dan gak ada acara apa-apa, tapi ulangtahunnya aku persiapkan dengan lengkap dong. Karena gak maukan akunya si K kehilangan 1 kali cerita ulangtahunnya. Jadi sebelum hari H yang aku persiapkan adalah:

  • Tema ulangtahun, ini penting banget karena akan menyangkut di semua aspek acaranya. Kalau temanya udah pasti yang lainnya bakalan tinggal mengikuti aja.
  • Bentuk kue ulangtahun. Karena biasanya temanya udah kita sebut, aku bakalan langsung googling model kuenya. Pas banget model cake tema roblox ini banyak banget sudah ya pake, jadi aku tinggal pilih aja yang aku paling suka beberapa jenis. Nanti, aku lihatin ke si K beberapa model kuenya. Dan yang dia pilih adalah yang akan kita buatkan.
  • Goodie bag. Tahun-tahun sebelumnya, kami biasanya kalau gak ngasih snack ya ngasih mainan. Tapi karena sekarang lagi pandemi kok ya kalau ngasih snack kurang seru, kalau ngasih mainan mahal, huahahahaha. Terus beberapa bulan ini aku lagi sering banget makan kue yang dijual mamanya temen si K pas TK. Pas di IG-nya aku lihat kuenya bisa dijadikan hampers, jadilah kita pesan browniesnya untuk dijadikan hampers ulangtahun dan aku bagikan ke tetangga dan keluarga terdekat.
  • Balon. Sebenarnya aku gak mau hias ulangtahunnya pake balon. Selain gak ada fungsinya, aku juga males seh lihat balon, hahahaha. Etapi seminggu sebelumnya sepupunya yang kecil ulangtahun pake balon yang banyak dan dia jadi kepengan ada balon juga dong! Tapi karena aku tetep gak mau ada balon yang nempel di dinding rumah, jadilah aku pesan standing balon aja dan pasang beberapa balon biasa di atas meja. Lumayan juga untuk hiasa foto biar gak kosong-kosong amat.
  • Baju seragam. Ini karena permintaan papanya yang pengen buat baju seragam untuk hari ulangtahun si K. Karena aku punya kenalan (lagi-lagi mommynya teman si K sekolah) yang punya percetakan buat baju, jadi gampang banget pesannya. Hasil bajunya juga bagus banget, bukan model sablon gitu loh yang kalau pake mesin cuci suka nempel-nempel terus rusak, tapi beneran diprint seperti dicetak gitu, kusuka banget dah.
  • Puding. Ini juga gak pengen beli sebenarnya, tapi akhirnya pesan lagi-lagi karena kue ulangtahun sepupunya kemaren pake puding jadi dia pengen ada juga, padahal kuenya udah aku pesan kan gak lucu kalau dibatalin, huhuhu.

So, begitulah cerita ulangtahun si K yang ketujuh tahun ini. Doa jangka pendek aku seh semoga pandemi ini cepatan selesai, semoga sekolah cepetan bisa masuk lagi dan semoga si K gak ada ketinggalan pelajarannya walaupun sekolahnya online.

Untuk jangka panjangnya doanya tetap sama setiap tahunnya. Semoga doa doa dalam hati mommy and daddynya terkabul aja. Amiin.

 

bye

 

Cerita Sekolah Online Primary 1 di Kinderfield Pontianak


Sebelum bulan Juli datang, aku masih berharap bahwa anak-anak sekolah akan masuk secara offline. Kondisi Corona di Pontianak pada bulan Juli kemaren gak begitu buruk. Pertanggal 1 Juli 2020, kasus positif di Kota Pontianak cuma 4 orang aja yang aktif, bahkan di bulan Juli Pontianak juga pernah dalam posisi zero kasus corona. Melihat tren positif, aku beharap banyak dong sekolah akan masuk. Tapi ternyata gak. Keputusan bersama 4 menteri bilang yang boleh masuk hanya kota yang berada di zona hijau itupun 2 bulan pertama anak SMA, dua bulan kedua anak SMP dan dua bulan berikutnya (jika zona hijau tetap bisa dijaga) barulah anak SD. Kalau aku hitung sesuai dengan peraturan ini “jatah” anak SD masuk ke sekolah itu (jika tetap zona hijau) adalah di bulan Nopember yang mana udah masa ulangan sekolah dan ya udah ding sekalian aja masuk januari. Makanya semenjak itu aku gak berharap banyak untuk si K bisa bersekolah offline.

Karena sudah dihadapkan pada kenyataan sekolah akan tetap online paling gak sampai akhir semester 1 (bahkan jika aku menulis sekarang aku yakin kalau selama kelas 1 ini si K akan terus sekolah online, MUNGKIN baru akan mulai sekolah online saat naik Primary 2) jadi aku udah menurunkan ekspetasi. Sekolah yang dulunya aku nanti-nantikan sebagai tempat anak menimba ilmu menjadi beban berat orang tua untuk harus siap mendampingi anaknya. Aku ingat banget perkataan Mas Mentri Pendidikan waktu itu, bahwa anak-anak pasti akan sangat berdampak banget dengan kondisi sekolah online ini, dan yang paling berdampak adalah anak Sekolah Dasar awal yang harusnya menerima pondasi-pondasi pendidikan diwaktunya sekarang. Maka, anak-anak yang akan tetap unggul adalah anak-anak yang mendapatkan perhatian penuh pendidikannya dari orang tua di rumah. Karena, yang mereka temui adalah orang tua untuk tempat belajar sekarang, bukan guru-guru di sekolahnya, walaupun ada tatap muka online sekalipun.

Aku, seperti orang tua lain pada umumnya, tentu ingin memberikan yang terbaik untuk si K dong selama sekolah online ini. Dan aku tidak ingin si K menjadi salah satu anak tertinggal karena terdampak Corona, bahkan kalau bisa dia menjadi anak unggul di tengah himpitan ini. Tentu dengan penurunan ekspetasi di sana sini seperti aku gak akan mengikutkan si K lomba kompetisi online (yes, masih banyak banget kompetisi online di masa sekarang) karena si K paham dengan pelajarannya aja aku udah bersyukur banget. Dengan waktu aku yang terbatas jugaย  di mana aku gak ada waktu untuk mendampingi dia setiap hari selama online di sekolah, tapi aku akan meluangkan banyak waktu aku di sore dan malam hari untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya yang sehari bisa ada 2-3 tugas dari sekolah. Paling nggak, itulah usaha terbaik aku.

So, mau gak mau, suka gak suka, sekolah online tetap akan berjalan dan perjuangan harus dimulai :mrgreen:

Sebelum mulai pembelajaran online, sekolah si K mengadakan pertemuan orang tua murid dengan kepala sekolah dan guru-guru tingkat Primary 1.ย  Hal yang paling mendasar dari penjelasan oleh kepala sekolah adalah, sistem online akan tetap sama dengan waktu KGB (karena sebagian besar anak Primary berasal dari TK di Kinderfield juga) dengan menggunakan google meet dan google class. Yang membedakan adalah adanya nilai yang dikejar di Primary ini. Setiap tes, setiap tanya jawab, setiap tugas akan dinilai dan menjadi penilaian untuk rapor semesteran. Untuk penilaian akan dibagi persentasenya, Semesteran Test berapa persen, Class Test berapa persen, portopolio, tugas, presentasi, keaktifan di kelas dan lainnya. Puyeng! Karena emak harus tahu kan, biasanya aku kan terima hasil aja dari gurunya, huhuhu.

Udah pertemuan, guru-guru kelaspun langsung memberikan jadwal pelajaran online tatap muka dan online tidak tatap muka. Seperti yang aku ceritakan di postingan sebelumnya sekolah si K untuk tingkat Primary 1 itu ada 13 matapelajaran, 10 matpel itu online tatap muka dan 3 matpel itu cuma dikasih tugas-tugas aja via google class. Sekarang tugas aku adalah gimana mengkondisikan si K tetap bisa online dengan nyaman SENDIRIAN dan aku bisa kerja di kantor dengan tenang tanpa harus khawatir dia ketinggalan pelajarannya karena gak didampingi?

Pertama yang aku lakukan adalah, mengajari si K cara masuk ke google meetnya sendirian. Aku kasih tahu cara menghidupkan komputer dan laptopnya (kadang pake komputer kadang pake laptop dia) cara buka browser, aku kasih tahu cara klik apa supaya bisa menulis url di browser untuk masuk google meet dan untuk masuk google class, terus aku kasih tahu kode kelasnya (yang untungnya cuma 2 yang mana 1 untuk seluruh matapelajaran, dan satu lagi untuk khusus pelajaran moral education) dan yang terakhir adalah aku ingatin berkali-kali jadwal masuk kelas-kelasnya yaitu oukul 07.30, terus 10.15 dan 12.30. Awalnya aku telponin setiap hari saat sebelum meetnya di mulai, tapi udah semingguan dia hapal sendiri seh udah gak perlu diingatin lagi.

Diajarin gitu emangnya di rumah gak ada yang bisa bantuin Niee? Jadi ya, si K itu selama aku kerja aku titipkan di rumah mbahnya. Biasanya yang jagain si K itu mbahnya atau gak bibinya suami yang dari bayi temenin dan ngurusin makan minum gitu loh. Dan karena dua duanya udah berumur, aku gak bisa ngajarin mereka berdua seh. Aku lebih percaya si K lebih bisa aku ajarin daripada mbah dan bibi. Lagian, dengan ngajarin si K langsung, dia bisa lebih mandiri dan gak tergantung kepada siapa-siapa untuk mengurus sekolahnya. Jadi lebih bertanggungjawab sama tugas sekolahnya kan, bukan mengandalkan orang lain.

Awal sekolah online, aku ragu si K akan mendapatkan pelajaran yang baik dan ketakutan kedua adalah dia yang kehilangan momen bermain bersama temannya. TAPI ternyata si K menikmati loh belajar onlinenya. Dia juga bisa tetap membagikan cerita tentang teman-temannya saat sepulang aku kerja. Dia biasanya cerita bahwa si A, B dan C anak baru yang bukan dari Kinderfield, bahwa si D kamarnya lucu karena pink semua, bahwa si E selalu pake headset kalau belajar, kalau si F suka ngajak main dulu jika guru-gurunya belum datang dan anak anak udah siap di meet. BAHWA anak-anak punya cara mereka sendiri untuk beradaptasi dengan kekacauan dunia ini. Saking beradaptasinya, saat aku bilang gimana kalau nanti masuk sekolah lagi, si K gak mau dong! Maunya online aja katanya, hahahaha (walaupun dia tetap senang jika bisa bermain langsung bersama teman-teman sekolahnya lagi).

Pagi sekolah, malam ngerjain tugas, masih ada les online pula untuk pianonya. Hari-hari si K walaupun gak sesibuk dulu tapi tetap berkegiatan teratur lah. Aku masih bisa bersyukur bahwa sekolah si K tetap berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk murid-muridnya. Karena aku tahu banget, di depan mata aku sendiri, aku melihat anak anak lain yang kegiatan pendidikannya udah hilang begitu saja digantikan dengan hanya bermain setiap hari. Mempunyai rutinitas yang masih mempuni untuk pendidikan formal dan non formal di masa pandemi ini sangat harus bisa disyukuri.

***

Kalau sekolah onlinenya udah lancar, terus kalau pas tes gimana Niee?

Jadikan ya, untuk test sendiri, sekolah si K menggunakan dua metode, yang umum adalah dengan google form, tapi ada juga yang menulis manual di buku yang kemudian hasilnya di foto dan diupload ke google class. Awal-awalnya, aku SELALU mendampingi si K kalau sedang test. Selain dia gak bisa (karena belum aku ajarin) upload tugasnya sendiri ke google class, aku juga ingin memastikan jawaban yang dia jawab itu benar seh (walaupun tentu aku masih dengan prinsip anak gak boleh dibantu saat test). Tapi, lama kelamaan aku gak sanggup juga dong nemankannya karena jadwalnya yang banyak banget dan gak mungkin juga aku meninggalkan kantor setiap dia test. Untungnya emang jadwal kantor agak senggang selama corona ini seh, jadi bisalah mendampingi sedikit-sedikit. Namun akhirnya aku menyerah juga dan memutuskan untuk mengajarkan si K mengupload tugas-tugasnya sendiri ke google class. Ternyata diajarin sekali dua kali anaknya udah bisa dong! Terpujilah anak generasi Alpha yang udah siap banget masuk ke dunia digital. Bayangkan banget kalau corona ada di awal tahun 2000 kan yak, udahlah internet masih lemot bahkan gak ada, kalau adapun kita semuanya masih gaptek! Jadi disyukuri ajalah posisi sekarang.

Dengan perjuangan panjang dan melelahkan itu, akhirnya awal Desember kemaren si K bagi rapor. Kalau biasanya bagi rapor adalah momen para orang tua bertanya kepada guru dan sekolah tentang perkembangan anaknya, kali ini tentu berbeda. Kita sebagai orang tua dan guru berbagi cerita tentang anak tersebut dan akupun demikian. Guru si K menceritakan bagaimana si K selama google meet berlangsung dan aku juga menceritakan apa yang si K masih sulit untuk mengerti (tentu pelajaran PPKN dan Agama seperti yang aku tulis di postingan kemaren) dan bagaimana situasi si K di rumah selama pembelajaran online ini. Benar-benar ya, tahun 2020 ini kita orang tua dipaksa untuk ikut andil besar dalam pendidikan anak-anak kita. Yang dulu bisa menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah tahun ini gak bisa. Paling tidak aku sebagai orang tua belajar, belajar bertanggungjawab penuh untuk pendidikan si K. Semoga di Primary 1 ini mendaji pondasi dasar bagi aku untuk mendapinginya sampai jenjang jenjang berikutnya hingga dia mandiri saat dewasa.

Ok, segini dulu kali ya ceritanya. Sebenarnya aku mau ceritakan tentang isi dari rapor si K yang menurut aku unik karena ada dua rapor yang dibagikan yaitu rapor dari sekolah dan rapor versi kemendikbud. Tapi karena postingannya udah kepanjangan juga jadi dipostingan selanjutnya aja ya.

 

bye.

[Primary Story] Yang Pertama


Haaiii Hallooo. Apakabar semuanya?

Ingat banget dulu sering banget menyapa teman-teman di blog ini dengan kalimat sapaan di atas. Aku lupa kenapa aku jadi gak nulis begitu lagi. Tapi hari ini aku malah ingat kenapa menulis seperti itu. Kayaknya, aku nulis gitu kalau aku lagi jarang ngepost deh. Jadi sapaan di atas beneran bertanya gitu, temen-temen di sini apa kabar? Hahahaha.

Kemaren, aku ada baca post Zilko yang bilang udah mulai males nulis blog. Karena itu aku jadi kepikiran dan melihat blog sendiri. Ternyata isi blog aku parah banget yak. Hampir gak ada cerita yang bisa aku bagikan gituloh! Hahahaha.

Aku menyalahkan pandemi yang membuat aku sama sekali gak ada liburan di tahun ini yang membuat gak ada bahan cerita untuk ditulis di blog. Tapi bahkan, kalau ditelisik lagi, aku banyak menulis post itu di tahun 2012 yang mana aku gak pernah juga liburan secara rutin loh! Jadi ah itu alasan aja ๐Ÿ˜› Maka dari itu, karena aku sangat sayang banget sama blog aku dan gak mau dia mati suri, marilah kita cerita sedikit tentang kehidupan keluarga aku bekalangan ini.

Karena ini adalah seri tentang sekolahnya si K, tapi aku belum berniat untuk menceritakan bagaimana keadaan si K di primary selama SFH ini, jadi aku akan mulai cerita seri ini dengan misuh-misuh, hahahahaha.

Bagi yang belum kenal dengan aku atau si K, jadi anak aku ini sekolah di Sekolah Nasional Pluss yang ada di Pontianak. Pengennya seh masukin ke sekolah internasional ya, tapi di Pontianak belum ada cuy, jadi cukup lah di Nasional Pluss aja. Untuk tingkat Primary 1 ada 13 mata pelajaran yang diajarkan di sekolahnya. Mata pelajarannya adalah :

  1. English (*)
  2. Math (*)
  3. Bahasa Indonesia (*)
  4. Social Study (*)
  5. Science (*)
  6. PPKN (*)
  7. Agama Islam (*)
  8. Komputer
  9. Music (*)
  10. PBL (kurikulum khusus dari sekolah) (*)
  11. Art
  12. HE/PE, dan
  13. Chinese Language (*)

Dari 13 mata pelajaran itu ada yang tatap muka via google meet (yang aku kasih tanda (*)) dan ada yang hanya diberikan tugas-tugas untuk dikumpulkan.

Untuk si K sendiri, sejak Kiddy 2 dia gak ada masalah sama sekali untuk pelajarannya seh yak. Bahkan untuk Chinese Language yang aku sama sekali gak ngerti apa-apa, aku tanyakan ke gurunya si K lumayan bisa mengikuti pelajaran. Karena dari TK suka dipuji-puji terus, maka terlenalah emaknya.

Masuk ke SD maka permasalahanpun datang. Untuk aku yang anak sekolah negeri, rasanya pelajaran seperti PPKN dan agama itu gak ada masalah lah ya. Bukan yang mahir gimana gitu, aku juga suka masih bingungย  jika ada soal pilihan ganda PPKN karena jawabannya rasanya bener semua ๐Ÿ˜› tapi paling gak aku ngerti dah sama soal dan jawaban dasarnya.

Tapi ternyata, pelajaran itu menjadi momok banget buat si K yang udah 3 tahun sekolah hanya dijejalkan pelajaran dengan bahasa Inggris (oh ya, sejak TK dia juga ada pelajaran Bahasa Indonesia, jadi untuk BI sebenarnya dia gak terlalu kesulitan dibandingkan PPKN dan Agama). Kata-kata yang terlalu Indonesia dia sama sekali gak ngerti dong! Seperti musyawarah, mufakat, kewarganegaraan atau kalau untuk agama kata Esa, Maha, Sikap meneladani atau makna itu sangat sulit dimengerti oleh dia dong! Masalahnya adalah, aku juga susah untuk menjelaskannya dalam bahasa Inggris! DUH!

Tadi malam banget barusan aku ngajarin si K untuk tugas semesterannya. Aku sampai gemes saat dia gak bisa menuliskan ‘harapan’ dari sebuah ayat. Ujung-ujungnya dia menuliskan arti ayatnya dong, bukan harapannya. Aku jelasin bahwa suatu ayat itu ada artinya, misal doa belajar artinya Ya Allah ect, tapi harapan kita untuk doa yang dipanjatkan itu beda. Arti itu mean kalau harapan itu hope. Harapan dari doa belajar adalah agar pelajaran yang kita pelajari dapat dapat manfaat dan ilmu untuk kita dan orang sekitar. Tapi dia tetep gak ngerti dong! huhuhu.

Aku juga gemes banget seh dengan isi pelajaran Agama Islam sekarang. Sejak kapan ya pelajaran agama itu disatukan dengan budi pekerti? Karena menurut aku pelajaran agama itu seharusnya ilmu pasti aja lah gak usah dicampur-campur dengan budi pekerti. Ilmu pasti yang aku maksud adalah seperti mempelajari bahasa arab melalui huruf hijaiyah, belajar tentang Nabi dan Rasul, belajar tentang Rukun Iman dan Rukun Islam, belajar hapalan doa, belajar tata cara Wudhu dan Sholat, pokoknya yang semacam itu deh, kalau perlu belajar sejarah Islam sekalian. Memasukkan unsur budi pekerti di dalam pelajaran agama menjadikan pelajaran itu sendiri rancu seh menurut aku. Seharusnya budi pekerti itu masuknya di PPKN aja.

Tapi walaupun aku sedikit kecewa, ini juga teguran buat aku seh. Bahwa aku jangan hanya mengejar untuk mengajarkan si K pelajaran-pelajaran yang aku anggap “penting”. Mumpung anaknya baru kelas 1 dan masih semester 1 mudah-mudahan aku bisa mengejar pemahamannya lebih dalam untuk dua pelajaran tersebut. Aku juga mulai membuat satu waktu khusus untuk aku ajarkan pelajaran PPKN dan Agama tadi. Paling gak dia bisa paham lah maksud dari pertanyaan jika sedang mengerjakan soal-soal ujian.

So, sebegitu dululah curhatan aku hari ini yak. Untuk cerita sekolahnya tingkat primaty secara lengkap aku akan tulis kalau semester 1 ini udah berakhir kali yak. Mamak degdegan dengan nilai si K soalnya, terutama dua mata pelajaran di atas tadi. Dulu TK gak ada nilai dan ranking kan. Doakan nilai-nilai si K baik-baik semua yak! :mrgreen:

 

bye

[Review] Kinderfield Kindergarten Pontianak


Kinderfield Pontianak

 

Beberapa bulan yang lalu, waktu aku masih aktif banget main Facebook, saat aku post tentang sekolah si K ada senior aku di kampus yang minta buat review sekolahnya di blog. Aku lihat seh anaknya ada dua, satunya lebih tua daripada si K jadi ya gak mungkin juga pindah sekolah (asumsi aku aja seh, ya kalau mau bisa bisa aja ๐Ÿ˜› ) dan satu lagi emang masih kecil seh, umuran 3 tahun gitu dan pas banget mungkin tahun depan (atau tahun ini?) masuk TKA.

Sebenarnya, udah sering banget ya aku nulis sekolahnya si K, tapi emang gak ada secara keseluruhan gitu jadi ya kenapa nggak aku tulis kan? Mungkin ini bisa jadi media juga kalau ada yang sedang mencari sekolah anak untuk TK nya bisa mampir ke blog ini. Karena pas aku nyari sekolah buat K kemaren emang agak susah seh yak. Gak ada review jujur dalam bentuk blog gitu loh. Orang Pontianak belum ada yang review sekolah ternyata.

Ok, untuk mereview sekolahnya si K ini aku buat beberapa point yak. Dan perlu aku garis bawahi adalah bahwa ini review hanya untuk level paud dan TKnya. Karena si K baru lulusnya untuk tingkat TK. Untuk SD sendiri karena dari awal masih online jadi belum berasa apa-apa seh yak, jadi mungkin beberapa tahun ke depan baru aku akan tulis untuk tingkat Primay. So here we go go go.

Kenapa memilih Kinderfield Pontianak?

Yang udah baca blog aku dari dulu pastinya udah tahu seh yak alasannya ๐Ÿ˜› Tapi aku tulis lagi deh di sini.

Jadi zaman dahulu kala tuh, pas si K baru lahir lah, aku tuh bingung mau sekolahkan si K di mana. Pilihannya sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis sekolah. Apakah aku mau sekolahkan si K ke sekolah berbasis agama, ataukah aku mau menyekolahkan si K untuk sekolah berbasis internasional (atau nasional plus deh karena di Pontianak gak ada yang sekolah murni Internasional).

Lalu mulailah aku memikirkan lebih kurangnya aku pilih sekolah berbasis agama atau sekolah nasional pluss. Pertama, aku mikirkan akan di bawa ke mana pendidikannya si K nanti? Apakah aku mau mengejarkan dia masuk PTN atau kuliah di luar negeri? Walaupun pada akhirnya akan aku tanyakan kepada si K nanti saat dia kelas 1 SMA, tapi jika untuk aku pribadi aku akan memilihkan dia untuk kuliah di luar negeri. Sebenarnya bisa-bisa aja seh dari sekolah berbasis agama kuliahnya di luar negeri. Tapi lagi-lagi karena aku tinggalnya di pontianak, aku lihat gak ada sekolah berbasis agama yang kuat dari segi bahasa inggrisnya.

Kemudian aku juga memikirkan dari segi keberagaman seh. Aku maunya si K berteman dan mengenal orang dari berbagai agama, suku bangsa dan ras gitu. Jadi gak terpatok sama 1 agama saja. Aku berharap seh dengan dia bersekolah di sekolah umum, dia tidak akan kaget atau kagok jika tiba-tiba menjadi minoritas atau bahkan mayoritas. Berfikir terbuka dijaman yang udah maju gini masih tetap harus diasah kan yak :mrgreen: Makanya akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan si K ke sekolah nasional pluss.

Di Pontianak sendiri ada beberapa sekolah nasional pluss yang lumayan terkenal. Aku mencari tahu beberapa sekolah yang sesuai kategori aku, tapi pada akhirnya aku memilih Kinderfield Pontianak.

Kurikulum

Kinderfield Pontianak adalah sekolah Friencise yang kurikulumnya sudah ditetapkan di kantor pusat di Jakarta. Aku mikirnya ini penting banget seh karena ada beberapa sekolah nasional plus di Pontianak yang kurikulumnya kurang terlalu bagus. Mereka hanya menerapkan berbahasa Inggris tanpa memikirkan proses pengajarannya.

Untuk tingkat PAUD dan TK mereka menggunakan kurikulum montessori dan kurikulum kinderfield sendiri. Jadi gak montessori murni gitu ya. Pelajarannya pas deh untuk anak-anak usia batita dan balita. Seingat aku dulu waktu si K ditingkat Kiddy 2 (PAUD) itu belajarnya mengenal huruf dan angka. Satu minggu 1 huruf dan 1 angka. Hurufnya itu yang dipelajari mulai dari cara nulisnya, apa-apa saja benda yang menggunakan huruf itu sampai dengan sound of letter-nya. Untuk aku tidak pernah sekolah berbasis inggris gitu, belajar sound itu sesuatu yang baru untuk aku loh, hahahaha norak banget yak. Jadi aku baru ngeh, ooww pantesan jadi mudah gitu mendengar orang lain bicara ya, kalau kita udah tahu soundnya, hihihi.

Untuk Montessorinya sendiri itu lebih ke dasar-dasar seperti memindahkan beans dari kiri ke kanan, menggunakan alat-alat montessori dan lain sebagainya. Intinya kurikulum montessori itu mengajarkan anak menjadi mandiri seh yak dan persiapan anak untuk lebih mudah ke tahap selanjutnya.

Selain pelajarannya, di Kinderfield juga memiliki dasar dasar yang ingin ditanamkan ke setiap anak sesuai tagline dia lah, responsible to life. Jadi anak anak diajarkan bertanggung jawab mulai dari tingkat PAUD bisa membuka dan memasang sepatu sendiri. Harus menyapa setiap guru yang ada di sekolah baik itu guru kelasnya atau gak. Bisa makan sendiri, mengemaskan tempat makanannya sendiri. Mengemasi barang-barang yang sudah mereka pakai hingga cara bermain yang baik antar teman di sekolah (nulis ini jadi inget kalau selama SFH hal-hal seperti ini gak ada didapat seh yak. Jadi PR banget buat orangtuanya ya).

Satu lagi yang aku suka dari sekolah ini adalah, jadi setiap Term, di kelasnya akan ada satu tema (untuk Kiddy) dan dua tema (untuk KG) yang diangkat. Misalnya Term ini tentang planet. Nah, anak-anak sambil belajar pelajaran, mereka juga diajarin tentang planet ini. Mulai dari apa itu planet, macam-macam planet, di mana kita manusia tinggal? Terus di tata surya itu selain planet ada apa aja? Matahari itu planet bukan? Nah, diakhir Term, nantinya anak-anak akan dibagi menjadi ke beberapa kelompok dan melakukan presentasi tentang planet! Aku kagum pas si K baru umur 3 tahun tapi udah bisa presentasi loh! Kan bangga ya emaknya, hahahaha.

Untuk fasilitas sekolah Kinderfield berupaya untuk bisa mendukung seluruh kegiatannya seh yak. Karena dulu waktu si K baru masuk Kiddy, sekolahnya itu masih numpang di rumah gitu loh yang dijadikan sekolah. Kalau bukan dari Jakarta aku gak bakalan percaya deh sama sekolah ini, hahahaha. Tapi walaupun begitu seluruh kegiatan sekolah masih sangat bisa terpenuhi. Kalau sekarang, sekolahnya udah gede karena udah punya gedung sendiri. Di sekolahnya ada mini playground gitu, terus ada kolam berenang, ada perpustakaan, ada ruang komputer, dan kelasnya sendiri sangat enak seh menurut aku. Setiap kelas untuk tingkat PAUD maksimal terdiri dari 20 anak dengan 3 guru. Kalau tingkat TK maksimal dengan 20 anak juga dengan 2 guru. Yang pasti kelasnya ber-AC, penting banget buat si K, hahahaha.

Tapi aku masih berharap sekolahnya masih bisa dikembangkan seh yak, karena aku pengen banget ada lapangan olahraganya seperti lapangan basket atau lapangan volly gitu, jadi kalau pelajaran olahraga anak-anak bisa main di sana gak dihalaman parkir aja.

Yang aku suka dari Kinderfiel ini juga karena kepala sekolah juga seh. Jadi kepseknya ini miss fifi yang lulusan amerika. Aku suka salut sama orang-orang yang udah melanglang buana sekolah tapi balik lagi ke kampung halaman. Bukan jakarta tapi Pontianak gitu. Jadi pengetahuannya udah luas banget lah kepsek ini. Walaupun pasti lulusan lokal juga ada yang bagus, tapi untuk aku sendiri, aku percaya bahwa orang yang sudah melihat dunia lebih luas lagi pastilah punya nilai pluss yak daripada yang cuma lihat pontianak-pontianak aja (baca: aku ๐Ÿ˜› )

Selama PAUD dan TK di Kinderfield, sekolahnya juga sangat banyak memiliki kegiatan. Mulai dari swimming day yang diadakan di sekolah, fieldtrip ke berbagai tempat edukatif, acara akhir tahun sekolah, peringatan nasional seperti hari kartini, 17 agustus sampai hari peringatan daerah seperti ulang tahun Kota semua dirayakan. Terus Kinderfield juga sangat aktif mengasah kemampuan anak anak didiknya dengan mengukuti lomba-lomba. Bahkan Kinderfield sendiri punya kegiatan khusus namanya Kinderfield Championship yang dilaksanakan setiap bulan januari. Si K sendiri seringnya ngikuti lomba matematika (aku baru tahu bahwa anak TK juga ada lomba math nya, hahahahaha) lomba mewarnai, lomba menyanyi dan lain sebagainya.

Lingkungan sekolahnya ok juga lah menurut aku. Ya kalau orang Pontianak pasti tahulah yak kalau sekolah swasta nasional pluss itu mayoritasnya siapa. Tapi sepenglihatan aku selama si K sekolah 3 tahun gak ada masalah seh yak. Anak-anaknya semuanya baik-baik semua. Gak pernah aku dengar ada bully-bullyan di sini karena setiap kegiatan anak selalu dipantau oleh guru-guru. Jadi walaupun sedang bermain anak-anak akan selalu diawasi guru gitu loh. Kalau orang tuanya sudah jemput baru deh dilepas anaknya. Jadi gak ada anak yang lebih menonjol daripada yang lain.

Karena sekolahnya juga mengembangkan sikap, jadi setiap anak juga dapat menyuarakan pendapatnya sendiri seh yak. Gak ada yang pendiam banget atau gak bisa ngomong kalau mereka gak suka sesuatu. Pokoknya kerasa banget lah perubahan yang ada di K setelah dia bersekolah di sana.

Sebenarnya, ada satu sekolah juga yang menjadi minat aku tapi gak jadi karena letaknya di luar kota dan jauh dari rumah. Jadi Kinderfield ini sekolahnya di tengah kota. Dulu malah di jalan protokol Pontianak, sekarang masih di Pontianak selatan yang emang hampir seluruh fokus pontianak ada di kecamatan ini seh yak. Apalagi semenjak pindah sekolahnya cuma berjarak sekitar 200 meter dari rumah Mbahnya si K loh, dan cuma 1 km-an dari kantor aku. Jadi untuk jemput sekolah dan nganterin dia ke rumah mbahnya itu dekat banget!

Terus pasti banyak yang nanyain juga untuk harganya gimana? Kalau beneran mau tanya bisa DM aja aku di instagram @iirni yak, hahahaha. Yang pasti sekolah jaman sekarang itu ada rupa ada harga. Gak bakalan bisa mau mendapatkan fasilitas yang sama tapi biaya sekolah cuma 50ribu misalnya. Tapi untuk aku seh, aku puas banget menyekolahkan si K di sekolah ini seh. Jadi gak komplen dengan harganya.

Kalau ada yang mau tahu tentang pelajaran dan aktifitas apa apa aja yang ada di sekolah ini, bisa di cek di link ini atau ini karena setiap termnya aku ada cerita seh yak, udah detail banget lah.

 

bye