Persiapan Liburan Musim Gugur ke Korea


Haaaiiii, haaalllooo.. Apakabar semuanya.

Gak terasa ya, akhirnya tiket yang telah dibeli dari 11 bulan yang lalu dan telah ditunggu-tunggu selama ini dipake juga 😀 Kalau gak ada halangan yang berarti, tanggal 28 Oktober ini aku, si K dan si abang suami bakalan berangkat ke Busan *yeaah* :mrgreen:

Perjalanan kita kali ini akan memakan waktu 10 hari dari pergi sampe pulang lagi. Yang awalnya dijadwalkan pergi hari jum’at dimajukan dong jadi hari Sabtu. Kenapa? Karena jadwal pesawat kita dimundurkan sama Air Asia sehingga kita punya dua pilihan: mau dicancel (yang gak mungkin lah yak :P) atau mau diatur ulang jadwal keberangkatannya. Ya tentu aje kita atur ulang dong, jadilah kita majuin jadwal keberangkatannya jadi hari sabtu, lumayan jadi nambah 1 hari di koreanya kan yak :mrgreen:

Perjalanan ke korea kali ini adalah perjalanan pertama kita sekeluarga di mana perbedaan cuacanya sangat mencolok antara Korea dan di Pontianak. Perjalanan ini juga perjalanan pertama keluarga kita yang pake visa-visaan (kalau visa Shenzhen gak dihitung). Tentu persiapannya jadi berbeda dong yak dengan perjalanan kita selama ini yang hanya berkisaran di Asia Tenggara aja. Maka, selain membuat itinerary yang selalu kita laksanakan, kita juga membuat beberapa persiapan untuk meminimalisir kesalahan kita pas di korea ntar. Persiapan utama yang kita lakukan pada perjalanan ini tentu berfokus pada perlengkapan pakaian dan urusan visa.

Untuk persiapan liburan kali ini, keluarga kita juga mendapatkan kendala dibeberapa hal. Seperti si K yang tiba-tiba kena DBD dan demam pada H-2 minggu keberangkatan. Si abang yang sibuk banget gak ketulungan sebelum liburan di mulai. Dan si Irni yang parno mempersiapkan semuanya 😛

So, ini adalah beberapa persiapan yang kita lakukan untuk memaksimalkan liburan kita kali ini:

Pakaian Musim Gugur

Ini Goblin settingannya pas musim gugur kan yak? Kok ya tapi ada beberapa adegan pemeran wanitanya cuma pake rok mini doang? Tahan gitu? >.<

Soal pakaian ini aku sendiri maju mundur cantik persiapannya. Pas dicek suhu udara di Korea pas kita datang nanti berkisar diantara 10-1 derajat. Awalnya nekat gak mau beli baju khusus. Pake yang ada aja, asal lengan panjang kayaknya aman deh. Si K juga kita niatnya cuma dibekalin sama kaos dalam yang sama kalau dipake ke sekolah dan beberapa kaos lengan pendek kalau kira-kira cuaca dingin sebagai pakaian dalamnya.

Kemudian ada salah satu postingan di Group Facebook Backpacker Dunia yang menshared perjalanannya ke Korea pada tahun 2016 di mana jadwalnya persis bener dengan kita: akhir oktober – minggu kedua Nopember.

Aku langsung japri dong orangnya untuk memastikan bahwa kami gak perlukan segala macam perlengkapan baju yang ngejelimet itu? Apalagi kalau sampai perlu beli Longjohn. Eyalah si mbaknya jawab bahwa dia pake longjohn dan cuacanya sangat dingin untuk tanggal segitu. Apalagi kita ini anak tropis banget (yang kalau hujan disuhu 20 derajat udah kedinginan 😛 ) dan bawa anak, jadi dia sangat sarankan untuk kita beli longjohn saja biar aman.

Markadit, jadilah kita balik arah soal pakaian ini. Karena gak berani ambil resiko, kita beli longjohn deh jadinya. Awalnya pengen beli lewat website aja. Tapi kok mahal bener 😥 Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Kuching dan beli di sana aja dengan harga yang jauh lebih murah.

hasil sebagian belanja si abang suami di Kuching

This slideshow requires JavaScript.

Ini sebagian perlengkapannya. Gak tahu deh ini lebay atau gimana. Kok ya kayak persiapan musim dingin aja. Terus kalau aku lihat foto-foto orang kok ada yang masih pake rok pendek dengan atasan syal aja gitu. Hmm, kita lihat nanti deh yak, apakah ini berendelan bakalan kepakai atau gak. Kalau gak ya berarti harus pergi ke Jepang pas musim dingin aja biar gak mubazir perlengkapannya yang udah dibeli 😛

Pengurusan Visa

Dari awal aku memang maunya untuk membuat visa ini menggunakan travel agent aja. Membayangkan untuk mengajukan visa aja harus ke Jakarta itu ribet aja. Belum lagi harus mengeluarkan biaya pesawat bertiga yang tentu harganya jauh lebih mahal daripada tiket ke Singapore >.< belum lagi penginapannya. Apalagi kalau udah sampai di Jakarta gak mungkin kan yak kita cuma datang ke kedutaan aja terus pulang?

Etapi kok si abang semangat banget mau pergi ke Jakarta untuk ngurus sendiri. Aku bilang aja dia yang pergi aja sendiri ngurusin kita bertiga :P. Akhirnya gak mau juga dia, hahahaha.

Setelah mencari-cari travel agent mana yang bakalan kita pake jasanya untuk membuat visa ini, dipilihlah Dwidaya tour Pontianak. Alasannya seh karena mereka adalah travel agent besar di mana berkantor pusat di Jakarta dan review orang selama ini baik semua. Setelah tanya-tanya di dapat deh apa-apa syarat pengajuan visanya.

Ini dia persyaratan visa korea yang aku dapat dari travel agent Dwidaya Tour di Pontianak.

South Korea

Embassy Location

Address Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 57-58, Kuningan – Jaksel 12930
Phone (+62 21) 29672580
Fax (+62 21) 525 4159
Office Hours 09.00 – 12.00

 INFO :  Mulai tanggal 17 Oktober 2016,proses Visa Korea

              wajib melampirkan SPT Pph21.

              Jika tidak memiliki SPT Pph21 wajib melampirkan

              surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000.

 Mulai tanggal 21 Maret 2017 proses pembuatan visa menjadi 6 hari

 kerja (tidak terhitung hari penyerahan visa,akhir pekan dan libur 

 Nasional Indonesia – Korea). Pihak kedutaan tidak akan 

 bertanggung jawab terkait dengan rencana keberangkatan

 pemohon visa.

 Kedutaan korea libur tanggal 15 Agustus dan 17 Agustus 2017

 

Untuk download formulir terbaru :

www.mofa.go.kr

Visa Prices & Procedures

Type of Entrance Price
Procedures
Single

Double

Multiple-Kilat

Student (Stay >90 days)

Student

Rp 650.000

Rp. 1.125.000

Rp.1.400.000

Rp. 975.000

Rp. 675.000

7-10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7-10  Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

3-5 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 -10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 – 10 Hari kerja (Tergantung Kedutaan)

*Prices are subject to change without prior notice

Processing Requirements

  1. Passport masa berlaku 7 bulan + Paspor lama
  2. Pas Foto berwarna 4 x 6 = 2 lembar background putih
  3. Fotocopy bukti keuangan rekening atau tabungan dan ada stamp bank. Bagi yang proses visa korea multiple (untuk bisnis/Tour Leader) harus melampirkan tabungan pribadi selain perusahaan.
  4. Surat Referensi Bank (jika diperlukan/bagi paspor baru dan belum ada visa lainnya)
  5. Surat Sponsor dari perusahaan (Bahasa Inggris)
  6. Fotocopy SIUP (jika pemilik)
  7. Fotocopy KK
  8. Fotocopy Akte Nikah
  9. Fotocopy Akte Lahir (anak)
  10. Fotocopy Kartu pelajar/surat ketrerangan sekolah
  11. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  12. Fotocopy SPT (PPH 21) WAJIB melampirkan SPT Pph21 tanpa kecuali,jika tidak memiliki SPT Pph21,buat surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000. Untuk anak sekolah pakai SPT orang tua,istri tidak memiliki SPT dapat melampirkan SPT suami.
  13. Bagi istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami,  bagi anak yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua
  14. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Note :

* Persyaratan terbaru SPT berlaku untuk FIT/Group dan Incentive.
* Jika applicant memiliki visa Korea (2-3 kali dalam 2 tahun) dan Amerika, Eropa, Canada, Jepang,     Inggris, New Zealand, Australia dapat mengajukan visa multiple 5 tahun.
* Visa Korea yang masih berlaku di paspor lama bisa di bawa dengan paspor baru saat keberangkatan

Update :  03/08/17

***

Aku bahas di sini poin-poinnya aja kali yak.

  1. Kalau soal passport seperti biasalah ya. Kalau punya passport lama yang lebih banyak capnya dan punya beberapa visa di dalamnya lebih baik diikut sertakan juga. Aku sendiri passport lama aku gak ada >.< Jadi cuma dikasih passport yang baru.

  2. Pass foto kalau di wilayah Pontianak aku saranin ke Jambore Photo Studio aja, karena mereka paling paham deh urusan pass foto untuk visa ini. Kemaren agak bingung karena ada yang ukurannya pake centimeter, tapi Dwidayanya bilang gak kok, yang bener 4×6 ya kita ikut aja.

  3. Kalau untuk bukti keuangan aku pakenya rekening koran dan minta referensi bank untuk pembuatan visa dengan bahasa Inggris. Aku buatnya di BNI sama BPD Kalbar. Keduanya udah ngerti tanpa dicontohin lagi. Lama buatnya biasanya 1 hari kerja.

  4. Surat sponsor ini sebenarnya lebih menekankan, bahwa kita ini adalah karyawan mereka dan pasti balik lagi ke Indonesia. Jadi harus ada kalimat berbau itu seh.

  5. Karena aku PNS, jadi SIUP aku ganti dengan SK Golongan terakhir yang ditandatangani oleh Walikota.

  6. Untuk SPT aku pake e-filling dan SPT manual. Entah yang mana yang bener.

  7. Untuk surat-surat lainnya menyesuaikan aja. Yang pasti setiap orang disiapkan satu rangkap surat menyuratnya. Misal akukan perginya bertiga, jadi semuanya itu rangkap 3.

  8. Untuk tiket pesawat harus melampirkan tiket PP dari tempat asal ke tempat asal. Misal aku melampirkan tiket Pontianak – KL – Busan – Seoul – Kota Kinabalu – KL – Pontianak (muter-muter ya rutenya 😛 )

Aku masukin berkasnya hari selasa tanggal 3 Oktober dan diperkirakan bakalan dapat visanya tanggal 23 Oktober. Pas aku cek seh udah diapproved, tinggal terima fisiknya aja neh!

Status Visa Korea. Yeaayy 😀

Aah, udah gak sabar banget mau ke Korea :mrgreen: Temen-temen di sini ada yang udah ke Korea? Ada rekomendasi tempat makan halal yang menarik?

 

Advertisements

KOK MAU JADI PNS? YAKIN?


Di sini siapa yang lagi daftar CPNS 2017?

Kalau di lingkungan aku, wuiihh pada heboh :mrgreen: Heboh pertama adalah ketika pembukaan CPNS Kementerian Hukum Dan HAM. Saking hebohnya, yang aku dengar jumlah pendaftar onlinenya saja mencapai lebih dari 1 juta orang! Udah daftar online, masih lagi dipaparkan yang telah lulus administrasi, untuk jenjang Strata 1 dan kedokteran aja pengumumannya sampa 4411 halaman dengan setiap halamannya berjumlah  47 orang atau kurang lebih ada 207.317 pelamar yang akan bersaing memperebutkan posisi yang 500 tempat aja gak ada. Belum lagi untuk jenjang D3 dan SMAnya.

Lanjut lagi hari selasa kemaren beredar di Whatsap group tentang pembukaan formasi CPNS serentak diseluruh kementerian yang langsung dibilang HOAX. Kemudian siang harinya langsung bertebaran pengumuman penerimaan CPNS disetiap kementerian. Nah, saking hebohnya penerimaan CPNS ini berita benarpun dibuat HOAX. Mungkin yang buat hoaxnya takut saingannya banyak jadi menyebarkan berita hoax 😛

Kemudian keluarga heboh, kemudian para alumni heboh dan kemudian para temen di kantor heboh. Semua orang heboh untuk berlomba-lomba menjadi PNS baik untuk dirinya sendiri, untuk anaknya, untuk keluarganya, atau untuk tetangganya sampai untuk kenalannya di jalan 😀

Yang melamar jadi CPNS ini padahal bukan juga orang pengangguran loh. Ada yang udah kerja di Bank, ada yang udah punya usaha kecil-kecilan, ada yang ibu rumah tangga dan merasa udah saatnya dia bisa bekerja karena anaknya udah sekolah, ada yang udah kerja di perusahaan mana gitu cuma mau coba-coba lulus syukur gak lulus ya udahlah 😛

Waah, ternyata pekerjaan PNS ini masih menarik minat banyak orang ya. Terumana di lingkungan tempat aku deh sekarang yang aku rasakan.

TAPI tunggu dulu, beneran itu mau jadi PNS? Gajinya kecil loh! Gedean juga bonus harian aku dari MCI 😛 *kemudian promosi* Barusan aku dapat infografis dari detik soal gaji PNS ini.

infografis gaji PNS oleh detik

Walaupun cuma sampe tahun 2015 tapi udah menggambarkan kok gajinya. Soalnya selama pemerintahan jokowi (tahun 2016-2017) gaji PNS gak naek-naek kawan! 😥 *nangisdipojokankolongmejakantor*

Si Niee pertama kali dapat gaji itu bulan Maret 2011 dengan besaran gaji 1,8 juta dan cuma dapat 80%nya karena masih CPNS. Jadi total bersih yang didapat itu 1,3 juta ditambah 7000 per hari dikali jumlah hari kerja satu bulan untuk uang makannya. IYA UANG MAKANNYA 7000 perak seharinya *ketawangakak*

Wah itukan dulu Niee, sekarang beda dong! Eitss, gak juga seh 😛 kalau dilihat dari gaji pokok bersih yang aku terima ditransfer setiap bulannya kerekening jumlahnya adalah *drumroll* 2,7 juta sebulan! Untuk status golongan IIIb dengan masa kerja 7 tahun, hihihihi. Ini gampang kok di dapat. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2015 tentang gaji pokok PNS ini udah banyak diupload, jadi kalau mau tahu detailnya tinggal search aja di internet :mrgreen:

Itu yang gajinya 5 juta kalau gak yang udah eselon II (setara dirjen atau Kepala Dinas) atau gak yang udah masa kerjanya 30 tahun! 😛 Kadang kalau hari buruh tiba terus mereka tereak-tereak minta UMR dan UMK dinaekkan sampe 3-4 juta aku tertawa miris sampe ngikik kadang mau nabok. Itu yang lulusan SD-SMP beneran minta gaji segitu gede? :woot: Padahal kalau di Pontianak aja gaji guru non-PNS itu cuma 700ribu loh. IYA gak sampe sejuta! Padahal guru, sekolahnya susah, ngurus anak calon penerus bangsa apalagi! Tapi gajinya kalah dengan BURUH! *eh kok malah ngelantur* 😛

TAPI, tentu PNS gak cuma mendapatkan gaji pokok donglah ya. Kalau gajinya cuma segitu mana cukup untuk bayar uang sekolah, uang les dan untuk makan di mall kakak! Belum lagi buat vacation setiap bulan di hotel dan ngetrip ke luar negerikan! *eh 😛

Selain gaji pokok tentu PNS juga dapat tunjangan ini itu (ya tunjangan beras, tunjangan anak, tunjangan istri/suami) ada lagi honor ini itu (buat yang pegang jabatan penting kayak pejabat, atau bendahara, atau apala-apalah) adalagi uang kesejahteraan pegawai, adalagi uang makan (yang tahun ini udah naek jadi 32000, alhamdulillah ya 😛 ) yang tentunya beda daerah beda juga besarannya tergantung dengan kemampuan daerahnya masing-masing. Jadi beda ya total pendapatan PNS di Pontianak misalnya dengan di Jakarta. Atau PNS di Kementerian Kesehatan dengan PNS di Kementerian Keuangan.

PNS juga langsung punya hak di BPJS, langsung dapat dana pensiun di TASPEN. Dan tentu saja sangat mudah untuk mengajukan pinjaman ke Bank atau ngredit rumah di BPN 😛 (woooiii RIBA woooiiii) *meratapi cicilan rumah yang masih 12 tahun lagi*

Jadi tetep masih pengen jadi PNS?

Kata orang jadi PNS itu enak. Tapi jaman udah berubah ya, PNS udah bukan bisa leha-leha kayak dulu lagi. Jadi PNS juga gak kayak dulu yang gak bisa dipecat. Sekarang salah dikit copot jabatan diganti sama orang baru, masalah dikit copot PNSnya gak dibayarkan pensiunnya, macam-macam dikit langsung di penjarakan gak pandang bulu.

INTINYA yang mau jadi PNS ya monggo, tapi jauh-jauh deh fikiran yang bilang jadi PNS itu enak. Dari gaji aja cuma bisa jadi kelas menengah, kalau cuma dari PNS gak mungkinlah orang bisa jadi kaya raya, dari pekerjaannya juga udah sulit sekarang, harus senyum sapa salam kalau gak mau dilaporkan ke Ombudsman :P, harus cekatan, harus punya ide briliant dan berinovasi biar bisa ketemu sama Pak Menteri *eh* dan harus-harus lainnya.

Buat yang tengah berjuang untuk tes CPNS, semangat ya! Kalau gak lulus jangan sedih. Sini kita bisnis sama sama di MCI! *nah loh 😛

Ikutan MLM


Siapa? AKUH 😆😆😆

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku ikutan MLM seh. Rasanya udah ada kali 3 kali sebelum ini aku pernah ikutan jadi anggota MLM. Cuma jadi anggota aja kok. Jualan produk yang orang laen laku kok ya aku gak laku-laku. Hahahaha. 

Nah, kali ini si Irni join produk MLM lagi. Sebenarnya join kali ini juga murni banget pengen beli dan menggunakan produknya. Tapikan beli produk MLM sekarang udah otomatis jadi member ya. Dan kalau tiga kali sebelumnya aku join MLM itu belum heboh di media sosial. Sekarang udah hebohlah tuh orang jualan dengan pasang status. Ya aku juga mau ikutan dong. Lagian selama ini aku gak merasa risih kok ya kalau ada orang pasang status jualan, ASAL jangan statusnya ngetag aku. Kan males banget masuk ke wall aku dan dipandangin sama temen-temen aku padahal bukan aku yang jualan. 

Nah, berfikir karena gak merugikan orang laen juga selama gak memaksa orang buat beli, semenjak seminggu belakangan ini ikutanlah si Irni untuk nulis status produk-produk MLM yang aku punya 😆 Mudah-mudahan gak ada temen FB dan IG yang merasa keganggu ya dengan status promosi aku 🙏 Sampai sekarang seh aku masih ingin menyrimbangkan antara status promosi produk sama status pribadi. Tapi susah juga loh ternyata memanagenya. 

Niatnya seh bakalan kasih real testimonial dari yang aku dapet selama aku pake sendiri. Tapi ya baru pake satu minggu ini juga rasanya masih ada lah beberapa yang belum membuktikan sendiri. Nanti kalau udah sebulan mungkin akan ada perubahan dan mulai lagi deh aku “jualannya” hihihihi. 

Si Abang suami seh ngedukung gak menolak juga gak seh dengan ikutannya aku MLM ini. Dia seh yakin banget sama produknya, yang dia gak yakin itu adalah akunya bisa atau gak ikutan jualan kayak orang-orang itu. Soalnya aku setiap jualan gak laku laku seh. huahahahahaha. Tapi kali ini aku mau buktikan ke si abang suami. Kalau aku ntar dapet bonusnya bakalan aku sombongin dah kedia 🤣

Btw, produk MLM yang aku gunakan ini adalah produk kecantikan dan kesehatan. Belinya karena yang jual dulu adalah temen satu kantor di kesehatan. Seorang apoteker, dan dokter dokter di kantor juga pada beli. Ya aku percaya aja seh kalau udah orang kesehatan apalagi dokter yang pake pasti produknya bagus 😁


Di atas itu salah statu produk yang aku beli. Namanya bioglass. Fungsinya banyak bener dah. Kalau dijelasin disini bakalan panjang. Karena belum berfikiran buat promosinya di blog jadi kalau ada yang mau tanya tanya langsung ke FB aku aja yak di sini 😆

Udah segitu aja dulu. Doakan aku bisa closing ya kakak. Lumayan kan yak buat nambah uang jajan jalan jalan ke LN lagi 😆

Pontianak Rasa-Rasa..


Karena mulai kamis kemaren si abang resmi ke luar kota sampai hari senin minggu depan, akupun nyerah dan ngungsi ke rumah neneknya si K di Siantan 😛

Nah, struktur geografi Pontianak yang tebelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak membuat Siantan tempat neneknya si K terasa jauh dari pusat kota Pontianak. Salah satu alat transportasi yang biasa aku gunakan sedari SMP untuk pergi ke sekolah dan sekarang pergi ke kantor adalah ferry penyeberangan.

ferry dan pelabuhannya itu yang kelihatan menjorok ke sungai (fotonya hasil ngambil dari bagian humas pemkot 😛 )

Dulu seh dari jaman SMP, naik ferry ini adalah perjuangan yang sangat panjang. Udahlah ngantrinya lama, kapalnya kecil dan pemandangannya gak ada yang menyenangkan. Aku yang dulu pasti belum ada Handphone cuma bisa memandangi ibu-ibu nyuci baju, anak-anak yang nyebur ke sungai dan bapak-bapak yang ngurus kapalnya yang sedang berlabuh di tepian sungai. Iya mereka hidup di dalam kapal (yang nama kapalnya aku udah lupa, huahahahaha).

Beberapa hari ini setiap naek ferry, seperti orang kebanyakan pada umumnya aku selalu terpaku aja sama Handphone dan “bersosialisasi” dengan teman-teman dunia maya. Tapi tadi pagi entah kenapa aku menyimpan Handphone dan melihat sekeliling. Pelabuhan ferry sekarang sudah jauh sangat berbeda dengan jaman aku SMP. Kendaraannya lebih tertata, loketnya sudah ber-AC, kapalnya lebih besar dan trafiknya lebih cepat. Dari tengah sungai, dikejauhan aku melihat alun-alun kapuas yang tampak rimbun, bersih dan cantik. Waterfront yang sudah ketje, tak kalah dengan waterfront Khucing-Serawak yang dulu selalu dibicarakan orang Pontianak. Orang-orang yang bukan lagi mencuci dan bermain air di pinggiran kapuas, tapi sudah jogging dan membawa anak-anaknya untuk bermain di taman. Dalam hati terbersit, “Pontianak udah cantik ya, udah kayak khalayan aku beberapa tahun lalu pas ke luar negeri” 🙂

foto by @mrademirza

Apa yang aku fikirkan waktu ke Khucing, Kuala Lumpur atau Singapore dulu, tentang membawa anak-anak bermain ke taman kota, atau jogging di pagi dan sore hari serta senam-senam-piknik di bawah pohon sudah bisa dilakukan di Pontianak. Kota Pontianak sekarang sudah makin humanis 🙂

Jadi inget beberapa tahun yang lalu pas pemilihan umum dibilang, jangan pilih pak wali, orangnya galak 😛 . Tapi ternyata ada hasilnya juga yak. Masyarakat Pontianak udah ngerasa senangnya. Sudah banyak anak-anak muda yang mengembangkan startup untuk kemajuan Pontianak. Membuat video-video dan foto-foto ketje ke sosial media yang berdampak orang mau datang ke Pontianak.

Seperti yang diucapkan oleh Pak Walikota Pontianak, sekarang bukan jamannya lagi orang ramai ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Bangun taman kota, bangun tempat-tempat untuk keluar-keluarga kecil berinteraksi, bangun kebahagian. Dan orang-orangpun akan meramaikan tempat-tempat itu, kebahagiaan datang dari dalam diri dan orang bahagia akan jarang sakit kan yak :mrgreen:

Kok Niee nulis ini yak?

Hahahaha. Mungkin karena merasa udah kebanyakan ngeluh dengan kota sendiri. Pindah ke kantor baru dan sering menerima tamu dari kota-kota lain yang selalu menyebutkan bahwa Pontianak bagus, bersih, rapi dan tata kelola pemerintahannya sudah lebih baik dari Kota tempat asli mereka membuat fikiran terbuka.

Baru deh terasa, ooohhh iya juga ya, Pontianak emang gak kalah dari Kota-kota lain di Indonesia kok, gak kalah dengan Kota-kota besar di Pulau Jawa. Pontianak udah keren kok. Buktinya, segunung penghargaan nasional udah berada di Kota Pontianak. Buktinya, Penghargaan Pelayanan Publik terbaik dua kali berturu-turut ada di Kota Pontianak. Buktinya hampir seluruh kementerian akan merekomendasikan Kota Pontianak untuk tujuan study tirunya. Buktinya ada sekita 50 kunjungan setahun dari Pemerintah lain cuma untuk melihat Kota Pontianak yang rata-rata sekali kunjungan ada 30an peserta. Wuiiihhh hebat ya Pontianak 😀

Jadi masih mau ngeluh apa? Orang-orang daerah lain aja terkagum-kagum sama Pontianak. Masak warganya sendiri yang menjelek-jelekkan kan yak.

Kalau ada yang nanya sekarang, kalau ke Pontianak mau ngapain? Yuks ke Pontianak sekarang, pagi-pagi kita jogging ke taman, siang-siang kita ke Tugu Khatulistiwa, sore main-main di sungai kapuas buat wisata air,  malam ngobrol di warung kopi di Gajahmada. 🙂

wisata air sungai kapuas

Jadi-jadi, ada yang mau ke Pontianak?

Yuks sini yuks 🙂

Pontianak Berkabu(ng)t


FullSizeRender
Langit Berkabut

Pontianak, 23 Ramadan 1436 H.

Dulu waktu aku kecil, yang aku tahu ada dua musim yang ada di Pontianak, atau paling tidak itulah yang disebutkan oleh guru-guru dan orang yang lebih tua daripada aku waktu itu yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Walaupun hanya dua musim dan pengen banget lihat yang namanya salju (kadang bahkan berharap ada turun salju di Kota Khatulistiwa ini 😛 ) tapi aku cukup mensyukuri dua musim yang ada di Pontianak ini. Paling gak musimnya jelas kapan musim hujan dan kapan musim kemarau.

Seingat aku waktu aku kecil sampe kurang lebih SMP (Tahun 2000an awal) musim hujan itu dimulai sejak bulan berakhiran ber dimulai yaitu September sampai Januari atau Februari. Bisa dibilang setiap hari hujan terus terusan yang ditambah pada bulan Desember atau bulan Januari ada pasang air laut yang membuat kadang Pontianak banjir tinggi banget. Aku ingat sekitar tahun 1998an Kota Pontianak seluruhnya terendam banjir. TAPI banjirnya di Pontianak gak sama dengan di Jakarta kok. Terjadinya cuma perhari. Pagi biasanya air naik dan sore udah surut. Aku selalu suka kalau udah musim hujan seperti ini karena di daerah kampungku anak-anaknya akan bermain air sepuasnya di parit parit depan rumah, gak terkecuali aku. Dan mungkin karena udah menjadi kebiasaan setiap tahunnya gak ada orang tua yang marah atau melarang anak-anaknya buat main hujan hujanan dan main air. :mrgreen:

Sisa dari bulan lainnya adalah musim kemarau, tapi biasanya walaupun musim kemarau kadang-kadang masih ada hujannya dikit-dikit kok. Puncak musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Juni-Juli yang ditandai dengan sama sekali tidak ada hujan di Kota Pontianak.

Sebenarnya gak terlalu masalah kalau gak hujan di dua bulan itu. PDAM masih mengaliri airnya walaupun kadang air keruh dan terasa asin >.< TAPI yang menjadi masalah pada saat musim kemarau adalah KABUT ASAPnya! Iya Pontianak benar-benar gelap bahkan beberapa kali selama aku 12 tahun sekolah ada saat-saatnya Pemerintah meliburkan para siswanya dikarenakan udara yang tidak sehat lagi untuk beraktifitas di luar rumah.

Beberapa tahun belakangan ini musim di Kota Pontianak sudah gak menentu lagi. Gak ada lagi istilahnya bulan ber adalah musim hujan karena pada bulan itu kadang ada aja beberapa minggu yang tidak hujan yang menyebabkan kabut asap lagi. Kondisi cuaca sudah sangat tidak bisa diprediksi. Hujan turun sepanjang tahun tapi jika satu dua minggu gak turun hujan langsung berkabut.

Dua minggu belakangan ini Pontianak lagi-lagi tidak turun hujan yang mana membuat sang kabut datang lagi dengan manisnya. TAPI ada yang beda antara kabut sekarang dengan kabut-kabut tahun tahun sebelumnya. Jika kabut dulu hanya langit yang menjadi gelap dan seperti sekumpulan asap. Kabut sekarang lebih ektrim lagi dengan butiran halus dari sisa pembakaran yang terbang dengan indahnya. PARAH!

Kalau dulu waktu sekolah aku sangat senang kabut karena libur, sekarang kabut bener-bener mengganggu rutinitas keseharian. Apalagi ditambah si K yang sudah beberapa hari cuma dikurung di rumah aja lantaran takut terhirup sisa pembakaran itu.

Pemanasan global memang sangat digemborkan, tapi kalau dilihat dari keseharian kita sekarang bumi memang tidak lagi sama seperti waktu dulu kita kecil.

Semoga saja saat si K besar nanti bumi masih bisa dihuni dengan layak atau bahkan mungkin saja lebih baik dari sekarang. Semoga 🙂

Masih Hits Gak Seh?


Ngomongin presiden?

imagesOk-ok, sebelumnya aku menidentifikasi dulu. Aku ini bukan fans Pak Presiden kita yang sekarang. Bukan juga pendukung saingannya dulu dipemilu. Bukan juga hatersnya yang setiap buka FB selalu aja ngeshared keburukan Pak Presiden (beserta dengan para menteri-menterinya). Bukan – bukan sama sekali. Aku membaca semua bacaan yang aku anggap ok. Baik itu prestasi sang Presiden maupun kebijakannya yang kadang aku merasa aneh.

Pertama, biarkanlah aku jujur dulu dengan pendapatku dikala belum mengenal sang Presiden.

Karena aku ini hidup di Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia, aku dan banyak orang di sini sering sekali membanding-bandingkan apa yang baik dari Serawak-Malaysia dan apa yang kurang dari Pontianak ini. Di Serawak-Malaysia yang aku tahu adalah (dulu) harga BBMnya lebih mahal daripada di Indonesia. Hal ini sering dimanfaatin oleh penduduk lokal yang tempat tinggalnya dekat dengan perbatasan untuk menjual Bensin kita kesana. Setiap 3 hari dalam seminggu mereka menjual bensin ke Serawak sebesar 300 Liter dengan keuntungan seribu rupiah tiap liternya. Bayangkan berapa keuntungan mereka dari berjualan bensin tersebut setiap bulannya (yak, bagi yang males ngitung, penghasilan mereka adalah sebesar 3,6 juta setiap bulannya dengan kerja “hanya” tiga hari seminggu dan itu tahun 2000an awal loh. gede!). Dan bayangkan juga berapa ketugian negara untuk mensubsidi BBM yang ujung-ujungnya beribu-ribu liternya pada akhirnya sampai ke negeri tetangga.

Karena hal inilah, pada saat SBY menaikkan harga BBM menjadi 6000 perliter yang akhirnya selisih antara harga di Malaysia dan Indonesia tidak terlalu kentara yang menyebabkan para “mafia” BBM bersubsidi itu tidak untung lagi untuk berjualan di Malaysia aku merasa senang. Kemudian akupun berfikiri, subsidi BBM ini memang harus dihentikan!

Belajar dari Malaysia lagi. Bahwa walaupun BBM mereka sangatlah mahal pada jaman itu, tapi harga pangan di sana sangatlah murah (lagi-lagi jika dibandingkan dengan Pontianak). Setelah aku mencari tahu kenapa harga pangan di sana sangat murah? Ternyata penyebabnya adalah Malaysia melakukan subsidi bukan pada BBM mereka, namun pada pangan mereka. Akhirnya harga beras, gula dan sembako di sana jauh lebih murah dari pada di Pontianak yang menyebabkan banyak orang di sini yang akhirnya berdagang (secara ilegal) beras, gula dan kebutuhan pokok lainnya untuk dijual lagi di Pontianak. Pada akhirnya, karena murah orang beramai-ramai membeli beras dan gula Malaysia sehingga beras dan gula lokal tidak laku yang malah makin menambah tingginya harga beras dan gula lokal. Ini lagi-lagi membuat aku berfikir, bahwa BBM boleh mahal (mengikuti harga minyak mentah dunia kalau bisa) TAPI Pemerintah harus bisa mensubsidi pangan! jadikan Malaysia sebagai contoh di mana harga beras perkilo di sana bisa tetap sama dari tahun ketahun hingga sekarang.

Ketiga soal listrik. Pernah suatu ketika aku membaca tulisan Dahlan Iskan ketika dia menjabat sebagai Dirut Utama PLN tentang listrik di China. Secara garis besar dia menjelaskan bahwa listrik tidak bisa terus menerus disubsidi pemerintah jika mau seluruh negeri ini dialiri oleh Listrik. AKu juga setujuh.

Nah, masalahnya adalah ketika Presiden sekarang menaikkan BBM (sesai dengan harga minyak mentah dunia) dan (sekarang) menaikkan tarif dasar listrik secara gak sadar aku juga meributkan itu loh (untungnya gak di media sosial 😛 ). Lah bukannya lo juga yang dulu mendukung itu Niee? Apa yang salah? Apa karena ini kebijakan presiden sekarang yang gak terlalu lo suka? Jadi ikutan gak mendukung programnya? Hadeh! Malu-maluin ih! *tutupmuka*

Jadi balik lagi sekarang kepada para hatters Mr. President. Apakah kebijakan pak Jokowi ini yang adalah presiden kita bersama sekarang, yang jika dia dihujat oleh negara tetangga harus kita bela (bukannya malah menghujat dari dalam diri sendiri seperti sekarang) semuanya salah? Semuanya jelek? Apakah dulu gak pernah terbersit di dalam fikiran kita bahwa itu adalah benar?

Ya walaupun tentu sebagai kaum-bukan-fans-fanatik-mr-president aku masih saja mengkritik hal yang gak enak yang aku rasakan. Seperti kenaikan harga beras saat ini yang melonjak tajam (Lah aku mendukung pengurangan subsidi BBM kan biar harga pangan turun, bukannya naek! – Tapi kata seorang Lovernya mr. Presiden itu karena ulah mafia import yang sedang ketar ketir Indonesia mau swasembada Pangan seh. Ini videonya –  PANEN RAYA PONOROGO … NO IMPOR BERAS 2015! https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be – ) Para menteri nyentrik yang gak enak denger omongannya. Dan masih banyak lagi, TAPI aku mulai ingin berfikir jernih. Membuka hati, otak dan fikiran dengan baik seperti ketika para presiden sebelumnya. Bahwa aku seharusnya mengkritik dengan bijak dan memuji dengan baik.

Jangan sampai aku jadi hater yang benci segitu banget atau lover yang suka sampe memuja banget.

.

.

.

note buat diri sendiri. Sekalian nambah-namhani artikel di kategori Celoteh yang udah lama gak diupdate 😛

Perjuangan ASI (3) – ASIP


Niat udah kuat, ASI sudah lumayan, tantangan selanjutnya (terutama sebagai ibu bekerja) tak lain dan tak bukan adalah bagaimana caranya agar tetap menyusui tapi tetap bisa punya stok ASIP yang banyak. Mungkin untuk yang ASInya luar biasa banyak seh gak masalah deh yak. Ada temen aku yang sekali pump bisa dapet 500ml ya dia jadi cuma ngandelin pump di tempat kerja. Lah kalau sekali pump cuma dapet 50-150ml ituh begimana Niee?

Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.
Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.

Aku sendiri waktu pertama kali berlajar merah ASI cuma dapet 20-50 ml gitu (gambar bagian bawah) Awalnya juga belulm tahu kalau ASIP selama masih 24 jam itu masih bisa digabungin jadi satu asalkan suhunya disamain dulu. Jadi gak ada istilahnya ASIP disimpan dikit-dikit gitu 😀

Nah, untuk mendapatkan ASIP aku melakukan berbagai cara dan setelah 9 bulan kerjaannya pump ASI terus inilah cara yang aku lakukan supaya bisa mendapatkan ASIP banyak walaupun ASInya gak melimpah yaitu apalagi kalau bukan

Sering-sering diperah

Aku awalnya dulu cuma merah tengah malam. Itupun PD yang akan diperah gak disusuin dulu dari awal malam mikirnya biar ASInya dapet banyak. Bangun dulu sebelum nyusukan si bayik lalu setelah beres-beres langsung susuin deh bayinya. Gak salah seh, tapi ternyata kurang tepat loh. PD yang jarang disusuin akan lebih berkurang ASInya dari pada yang sering disusuin. Jadi triknya adalah pada saat PD satu nyusuin, PD lainnya dipump. Selain praktis karena gak perlu bangun dua kali hanya untuk merah dan nyusuin, ini juga berfungsi aja pasokan ASI dikedua PD bisa sama.

Kalau bisa seh setiap nyusukan PD satunya diperah. Tapi kalau aku terkendala dengan breastpumpnya yang harus dicuci dulu sebelum dipake lagi. Masak tengah malam aku harus nyuci botol kan yak? Manalah bangunnya pun sering. Jadi aku hanya pompa dua kali kalau malam. Pertama pas awal malam, jadi pas makan malam aku bisa cuci breastpumpnya. Terus pas tengah malam. Selesai.

Kalau sebelum cuti berakhir rasanya cukup dua waktu itu deh, asal konsisten selama 3 bulan pasti udah penuh deh ASIPnya. Bayinya sendiri gak perlu dipakein botol dari awal. K sendiri baru mengenal botol pada saat umur 2 bulan. Setiap hari K disusuin botol sekali. Nah, kalau udah gini pas bayinya nyusu botol kitanya juga harus merah ASInya biar ritme menyusuinya tetep dapet.

Setelah selesai masa cuti kegiatan perah memerah ASI makin banyak. Ya apalagi kalau bukan di kantor. Idelanya seh 2-3 jam sekali PD kita tetep harus diperah. TAPI ya karena males akunya cuma perah ASI dua kali. Pertama jam 10 pagi dan kedua jam 2/3 siang. Jadi jarak setiap menyusukan 4 jam.

Rata-rata aku dapet ASIP setiap harinya 400-500ml untuk 4 kali merah itu siang dan malam – gak banyak yak 😀 Alhamdulillah kebutuhan nyusu si K juga segitu aja (selama jam kerja dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore) tertutupi lagi karena dari semenjak cuti aku udah nyetok jadi ASIPnya standby sebanyak kurang lebih 60 botol 100ml.

Yang aku lihat dari cerita yang gagal untuk ASI Eksklusif adalah karena mereka males untuk nyetok dari semenjak masa cuti. Atau karena berasa stok ASIPnya ada jadi banyak juga yang pake stok itu untuk gantian nyusuin babynya. Sayang banget menurut aku.

Kalau pendapat aku seh stok ASIP selama cuti jangan pernah dipake kecuali untuk melatih babynya buat nyusu dengan botol atau ada keperluan medesak jadi kita perlu keluar rumah sendirian. Fikirian aja enaknya kita pas kerja nanti kalau stok ASIPnya melimpah. Kerja tenang, bayinyapun senang kan yak 🙂