Apakabar Dunia?


Beberapa jam ini, aku lagi bosan banget, terus tetiba pengen nulis blog. Tapi gak tahu juga mau nulis apaan. Lalulah teringat dengan judul wordpress kalau kita nulis pertama kali : hello World! Maka, akupun pengen nulis ngalur ngidul seperti menulis diary. Aku sebenarnya kangen banget nulis jurnal kehidupan, tapi udah tua gini kayaknya banyak fikiran kalau nulis terlalu “vulgar”. Mau nulis yang biasa-biasa aja sebenarnya aku kehabisan ide selama corona ini, manalah gak ada liburan sama sekali udah setahun lebih, jadi makin berasa bosan.

Nah, sesi curhat kali ini aku mau cerita tentang,

KANTOR

Udah dua bulan ini pembayaran tunjangan di kantor aku mandek. Aku secara pribadi sebenarnya gak ada masalah sama sekali. Mandeknya pembayaran tunjangan ini bagi aku cuma berakibat aku tidak bisa menginvestasikan uang aku sejak bulan februari dan maret ini. Palingan aku juga gak bisa jajan terlalu banyak, tapi kalau pengen banget jajan, aku minta uang ke suami, hahahaha. Walaupun aku gak berdampak, tapi tetap aja aku bete. Yang biasanya pegang uang terus tetiba gak pegang sama sekali itu berasa gimana ya, gemes gitu. Untungnya uang investasi aku sedikit sekali yang ada cash di tabungan, jadi tangan ini gak gatal buat ambil cuma karena pengen jajan.

Tapi, gak berdampak sama aku pribadi tentu beda dengan sebagian besar teman-teman aku yang lain ya. Kebanyakan yang berdampak adalah yang gajinya sudah habis untuk bayar cicilan dan untuk keuangan sehari-hari dari tunjangan tersebut. Ini tentu berdampak juga dengan kinerja pekerjaan. Orang-orang jadi gak konsen, fikirannya udah cari cara gimana bisa dapat uang di luar tunjangan rutin. Ada yang jualan kue lah, ada yang kerjain hal lain lah, dan banyak lagi.

Menurut aku, telatnya pembayaran tunjangan ini udah gak sehat. Seharusnya ada solusi cepat untuk menyelesaikannya. Gemesnya adalah bukan karena uangnya gak ada, tapi karena sebuah unsur yang belum dipersiapkan. Semoga aja dalam minggu ini bisa segera ada pencerahan. Karena kalau nyambung lagi sampai bulan depan, hingga tunggakan jadi 3 bulan udah gak sehat seh menurut aku.

VAKSIN

Selasa kemaren akhirnya suami dapat Vaksin Sinovac dosis pertamanya. Kenapa dapet? Karena dia kerjanya di kantor para petinggi, pas mereka dapat jatah vaksin, eh ternyata staf-stafnya juga bisa dapat, jadilah dia nyelip. Beruntung banget, hahahahaha. Setelah di vaksin, efek yang dirasakan suami adalah pegal-pegal di daerah tangan yang disuntik. Lalu keesokan harinya ngantuk seharian. Gak tahu juga efeknya per hari ini apa karena dianya belum cerita, hahaha.

Untuk aku yang bekerja di pelayanan, seharusnya udah masuk dapat vaksin di gelombang kedua seh ini ya. Tapi hilalnya gak ada kelihatan sama sekali. Dengan terbitnya peraturan vaksin gotong royong di mana perusahaan swasta bisa membeli vaksin sendiri untuk karyawannya malah di kantor kakak aku yang kayaknya dapat duluan dosis pertamanya. Kalau bisa beli aku pengen banget beli sendiri seh, lama banget soalnya nunggu antrian ini.

Yang anehnya di lingkungan aku adalah ternyata banyak banget yang gak mau divaksin! Aku gemes banget sama orang yang gak mau seh. Karena mereka mereka yang bakalan menggagalkan usaha pemerintah untuk bisa mencapai 90% penduduk divaksin.

Sayangnya lagi adalah anak-anak di bawah 18 tahun belum juga boleh divaksin karena penelitiannya belum selesai. Kalau si K udah divaksin kan lumayan ya, kami sekeluarga bertiga udah divaksin. Mudah-mudahan udah bisa saling melindungi diri satu dengan lainnya.

KABUT ASAP

Udah beberapa minggu ini di Pontianak ada kabut asap. Kabut asap ini setiap tahun terjadi. Gak boleh ada panas dikit 1-2 minggu pasti ke depannya ada kabut asap. Seingat aku dari aku SD selalu aja ada kabut asap gini. Aku bingung udah 20 tahun lebih masih ada kabutnya ada dan tidak ada perubahan sama sekali. Entah apa salahnya.

Biasanya, kalau udah kabut asap gini sekolah diliburkan. Tapi karena ini corona dan sekolah juga gak datang offline, maka si K sekolahnya ya kayak biasa aja tetap online dari jam setengah 8 sampai jam 1. Menurut aku, SFH adalah salah satu cara yang bisa diambil sekolah nantinya jika udah offline dan ada kabut asap lagi. Soalnya kalau udah kabut gini biasanya sekolah bisa diliburkan sampai 2 minggu gitu loh. Dan selama 2 minggu anak anak ya gak ngapa-ngapain. Karena udah terbiasa sekolah pake meet mudah-mudahan gak ada lagi istilah libur sekolah karena asap ya.

***

Wokey, segitu dulu curhatan dari aku. bye!

Cerita Seputar Kantor (Outbound)


Haaiiii… Haalloooo.. Apakabar semuanyaa?

Udah lama yak si Niee gak ngomongin soal kantor. Sebenarnya emang agak menghindari seh yak ngomong soal kerjaan apalagi di FB. Tapi kalau soal kerjaan yang sifatnya senang senang boleh dong yak didokumentasikan di blog πŸ˜†

Outbound

Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<
Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<

Seperti yang dilaksanakan pada tahun lalu, tahun ini kantor aku kembali ngadain outbound. Tapi berbeda dengan tahun lalu yang isinya cuma para pejabat, tahun ini yang diajakin outbound adalah seluruh staf sampai kepala di kantor. Dari yang tahun lalu aku gak ikutan maen (karena tahun lalu dan tahun ini aku sebagai panitianya seh) tahun ini aku udah niatin banget untuk ikutan maen pas outboundnya. Ternyata menyenangkan banget emang ya. Dan emang semenjak itu keakraban untuk staf di kantor jadi lebih terasa. Jadi lebih menyenangkan. Emang harus deh yak setahun sekali diadain kegiatan semacam ini yang melibatkan semua orang.

Outboundnya sendiri terdiri dari beberapa bagian. Pertama pemanasan dulu terus dilanjutkan dengan permainan untuk mengasah konsentrasi kita semuanya.

Game pertama adalah seluruh orang membuat sebuah lingkaran kemudian disuruh menghitung dari satu sampai berapapun. Yang menarik adalah perhitungan itu sesuai dengan arah tangan yang menyebutkan angkanya. Kalau tangan kanan kita menepuk pundak kiri maka orang yang disebelah kiri yang meneruskan hitungan, tapi kalau sebaliknya berarti orang disebelah kanan yang meneruskan hitungan. Terlihat simple ya, tapi ternyata banyak juga loh yang salah dalam game ini. Berarti kami kebanyakan kurang konsentrasi! >.<

Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan
Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan

Game kedua kita langsung dibagi menjadi beberapa kelompok. Kebetulan aku satu tim dengan kepala dinas dan dia sendirian pula yang cowoknya! Jadilah jadi bahan lelucuan di kelompok *si irni kualat* πŸ˜›

Yang kedua ini permainannya juga simple sebenarnya, jadi kita berhadapan dengan kelompok lawan. Tiap perorang ditengah-tengahnya ada sebuah bola yang harus direbut oleh setiap orang dari masing-masing tim. Tapi sebelum itu kita diberi instruksi lainnya dulu misal pegang kepala, pegang kuping dan sejenisnya baru deh pas ada aba-aba ambil bola langsung buru-buru rebutan. Tiga kali kesempatan aku dapet bolanya cuma satu kali. Kurang cekatan yak :mrgreen:

permaianan volley bola air
permaianan volley bola air

Game ketiga adalah volley air. Masing-masing tim terdiri dari 6 orang peserta. Setiap dua orang memegang sebuah plastik yang fungsinya adalah melempar dan menangkap bola air tersebut. Jika bolanya pecah, atau jatuh maka yang mendapat poin adalah tim lawan.

Tim aku menang dong pas game ini! Gampil deh ini *sok banget* >D

Nama games ini adalah robot manusia. Ada kayu berbentuk segitiga yang harus dinaiki oleh satu orang (di mana yang naik adalah aku karena paling ‘ringan’ diantara orang lainnya πŸ˜† ) dengan 6 tali yang berada di atasnya. Cara permainannya sebenarnya simple, setiap tim harus membawa robot manusia ini dari satu titik ke titik lainnya tanpa menyentuh kayu dan hanyaΒ  dengan bantuan tali tersebut.

Kelihatannya ini permainan yang membutuhkan tenaga besar yak. Pas tim aku baru mulai main juga dikecengin karena tim kami cuma punya satu cowok dan tim lawan ada 4 cowoknya. Ternyata gak loh! Ini adalah permainan strategi. Dengan cowok 1 lawan 4 kami bisa menang! πŸ˜€

Games roda manusia
Games roda manusia

Game selanjutnya adalah robot manusia. Jadi seluruh tim masuk ke dalam sebuah lingkaran dan tujuannya cuma mencapai titik lainnya. Etapi ternyata ini susah loh. Harus bener-bener kerja sama antara orang paling depan dan orang paling belakang. Tim aku susah banget majunya karena kelupaan untuk ‘mengantar’ roda dibagian atasnya.

Seperti foto di atas, game selanjutnya adalah panahan. Aku sendiri gak pernah yang namanya pegang busur dan anak panah. Etapi ternyata seru juga yak maen panahan ini. Aku beberapa kali nyoba ada kena satu kali targetnya, beberapa temen jadi pengen ikut klub panahan segala loh. Kalau aku sendiri seh jauh-jauh lah yak mau masuk klub segala, mau nonton bioskop aja susah kakak sekaraaaanggg *malah curcol*

Yang terakhir ini aku lupa nama gamenya. Permainannya sendiri ada roda-roda yang diatasnya terdapat satu papan. Kita satu tim harus naik ke atas papan-papan tersebut dan harus membawa “sampan” itu menuju ke titik tertentu dengan hanya bantuan kayu panjang yang dijadikan dayungnya. Jika ada yang jatuh dari papan tersebut maka tim nya akan kalah. Permaianan ini tim aku kalah dong, hahahaha. Ternyata susah yak.

Games volley balon
Games volley balon

Setelah seluruh game selesai, diumumkan kelompok mana-mana yang menang dari juara 3-1. Dan ternyata kelompok aku jadi juara satu dong! Hahahahahaha. Rasanya lucu juga karena kami cuma maen-maen aja isinya. Mungkin emang outbound jangan terlalu serius, jadi yang seneng-seneng aja yang menang πŸ˜›

Pulang dari tempat udah malam dan kami mampir ke sebuah restoran di Mempawah. Udah capek, lelah makan ikan rasanya enak bener!

***

Jadi temen-temen ada gak kegiatan semacam ini di kantornya? Biasanya dalam bentuk apa?

Semangat 2016


Haaaaiiii… Haaalllooooo.. Apakabar semuanyaaaa??

Iihhh, udah tanggal 14 aja ya bulan Januari ini, berarti udah 2 minggu aja masuk ke tahun 2016, gak terasa! Rasanya ya kalau dihitung hari emang kadang terasa lama banget, tapi kalau dihitung bulan, tahun ya kok cepet banget ya, apalagi sekarang.

Bekerja di pemerintahan itu sama dengan artinya gak ada libur akhir tahun dan awal tahun. Ya kadang iri lihat perusahaan yang meliburkan karyawannya di akhir tahun, ya namanyakan rumput tetangga selalu lebih hijau yak πŸ˜› Akhir tahun berkutat sama realisasi, uang yang dikasih harus diserap, kalau gak diserap berarti kita salah, salah menentukan perencanaan, gak matang! Perlu dipertanggungjawabkan. Nah, kalau awal tahun ini aku berkutat mengurusi laporan akhir tahun 2015 untuk kinerja instansi di mana tempat aku bekerja sekarang.

Perubahan yang paling yang aku rasakan pada tahun keenam aku bekerja di kantor ini adalah (iihh, gak terasa udah enam tahun aja aku kerja yak) rasanya aku sudah hampir khatam dengan istilah pelaporan kesehatan loh! Ini prestasi banget menurut aku, hihihi.

Ya dulu kan pas aku disuruh nyari data K-1, K-4, neonatus ya kan kayak mencari rambut dalam jerami ya. Tapi sekarang aku ngerti. Dan rasanya aku bisa menerangkan dari A-Z tentang hal itu kepada orang awam lainnya. Malahan kadang aku lebih paham indikator itu daripada orang Puskesmas loh! Keren yak *ya diiyain aja lah ya* πŸ˜›

Foto perdana satu tim diawal tahun di gedung yang baru :D
Foto perdana satu tim diawal tahun di gedung yang baru πŸ˜€

Eh, tumben intronya kepanjangan. Semangat 2016 dari judul di atas tentu gak ada hubungannya dengan kerjaan di kantor aku kok, tapi ada beberapa hal yang aku semangatin kalau udah masuk bulan januari ini.

Pindah Rumah

Ya, yang paling terasa perbedaannya dari tahun 2015 ke tahun 2016 ini bagi keluarga aku tentu pindah rumah ya. Walaupun tetep belum seratuspersen pindahnya >.< tapi udah mulai nyicil ngabisin barang dari rumah ortu ke rumah yang baru. Kalau dari rumah mertua seh udah langsung dihabiskan barangnya, jadi otomatis sekarang udah gak pernah nginep di rumah mertua lagi. Sekarang cuma berkutat antara rumah sendiri sama rumah ortu. Mudah-mudahan dalam waktu deket barang yang mau dipindahin udah bisa pindah semua jadi bener bener udah gak perlu pindah-pindah sama sekali lagi.

Perbedaan dari tinggal rumah sendiri juga adalah dipagi hari ada aktifitas baru buat aku dan si abang. Kalau selama ini aku mau berangkat ke kantor ya langsung berangkat aja, kali ini aku harus boyong si K dulu dari rumah ke rumah mbahnya karena di rumah kan kosong ya gak ada yang jaga. Pengennya seh yang jagain K yang dateng ke rumah, tapi ya namanya juga minta tolong sama keluarga (bukan mbahnya seh yang jagain, tapi bibi) jadi gak bisa juga dipaksain buat dateng ke rumah. Pulangnya juga boyong-boyong K dari rumah mbahnya buat pulang ke rumah. Kasian deh lihatnya >.<

Ulang Tahun Katniss

Si K yang sekarang bisa minta dibacain cerita :D
Si K yang sekarang bisa minta dibacain cerita πŸ˜€

Semangat disetiap januari karena udah pengen ngurus-ngurusin buat si K ulang tahun! Ya, bayi yang imut-imut itu gak terasa udah mau 2 tahun aja loh! Udah cerewet banget ngomongnya mengarah ke bawel πŸ˜› Udah bisa protes dengan segala sesuatu. Misal dia suruh aku minum obat (biasa aku minum tolak angin gitu dia lihat) terus dia suruh aku minum. Ya aku pura-pura minum dong tampa membuka obatnya. Lah dia protes “buka dulu ma bungkusnya, baru diminum” yaaaa.. udah gak bisa dikibulin lagi ya K :mrgreen:

Gak sama dengan tahun lalu di mana ultah K dirayain lumayan rame. Kali ini aku pengen bertiga aja ulang tahunnya! Sesuai dengan keinginan tahun lalu yang gak bisa terealisasi karena neneknya maunya ngundang banyak orang. Nah, karena udah bisa ngerayain di rumah sendiri, jadinya bisa dong ya konsepnya semau emaknya aja. Paginya foto-foto bertiga, tiup-tiup lilin sampe puas (si K seneng bener dah kalau disuruh tiup lilin) nah siangnya baru niat nyuruh nenek dan mbahnya datang buat makan dan doa gitu deh.

Liburaaaaaannnnn.

Dan salah satu yang bikin semangat menginjakin tahun 2016 ini apalagi kalau bukan rencana liburan aku ke Hongkong nanti di bulan Juli. Masih lama yaaa πŸ˜› tapikan karena budget dan jatah cuti terbatas yang cuma 9 hari kerja setahun itu πŸ˜₯ jadi emang bisanya jalan setahun sekali aja 😦

Tapi efektif kok ini liburan sekali setahun. Soalnya kalau udah capek gitu dengan kerjaan kantor yang gak selesai-selesai, bukan catatan sendiri, lihat-lihat itenerary yang udah dibuat, cari cari referensi lagi terus jadi semangat. Di dalam hati bilang tenang Niee kerjanya tinggal 6 bulan lagi kok, ntar kita bisa liburan.. Hahahahaha *gak banget deh*

Selain liburan ke Hongkong, tahun ini aku juga akan lagi-lagi berburu tiket untuk liburan selanjutnya. Mudah-mudahan seh gak ada halangan deh yak buat libur-liburan lagi πŸ˜€

***

So, semangat dong ya menatap 2016! *jiaaah menatap* kalau gak inget laporan 2015 yang belum selesai aja πŸ˜›

Saya Beruntung


Karena dikelilingi oleh orang-orang yang tidak merokok.

Haaaiiii… Haaaloooo.. Apakabar semuanyanyaaa? :mrgreen:

Si Niee lagi-lagi misuh-misuh tentang rokok neh! πŸ˜€

Jadi ceritanya udah beberapa minggu ini aku lagi-lagi melewati ferry penyebrangan untuk pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Bukan karena tol di tutup lagi seh. Tapi lebih karena praktisnya.

Iya, sebenarnya naek ferry itu sangat praktis untuk ukuran rumah aku yang lumayan jauh dari kantor. Pertama gak perlu capek bawa motor terusterusan karena di atas ferry kan motornya gak dihidupkan. Kedua terbebas dari macet. Dan ketiga tentu akan lebih hemat bensin dong πŸ˜€

Tapi yang gak menyenangkannya apalagi kalau bukan kebiasaan orang yang merokok di terminal dan di atas ferry itu sendiri. Itu sangat mengganggu kakak!

Biasanya aku kalau udah keciuman bau asap rokok langsung pasang muka bete dan ngibas-ngibasin tangan sekenceng-kencengnya biar orang itu sadar bahwa rokok dia itu mengganggu. Satu dua orang seh sadar yak, dan berusaha menjauh. Tapi kebanyakan gak perduli tuh!

Lebih miris lagi adalah banyak di antara para perokok itu adalah bapak-bapak yang baisanya membawa besarta anak istrinya tapi tetep aja merokok! Kasian banget kan anak istrinya jadi perokok pasif begitu? 😦 Jadi inget perkataan temen aku soal perokok.

rokokMaka, melihat kondisi yang sangat miris itu aku jasi sangat bersyukur dan merasa beruntung gak pernah terpapar dekat dengan perokok.

Dilingkungan rumah aku gak ada yang merokok. Bapak dari aku kecil gak pernah yang namanya merokok. Dia selalu sakit waktu mencoba merokok sewaktu muda dulu.

Dilingkungan sekolah tentu gak pernah ada yang namanya merokok. Ketahuan guru pasti bakalan langsung dihukum deh.

Dilingkungan kampus lagi-lagi aku bersyukur kuliah di Teknik Informatika yang notabene kuliahnya di ruangan ber-AC terus. Temen-temen yang jumlahnya kurang lebih tiga puluh orangpun hanya kurang dari 5 yang merokok. Karena jadi orang minoritas, mereka jadi gak enak sendiri kalau sedang ngumpul dan merokok di dekat kami.

Masuk kerja lebih ok lagi dong karena kerjanya di Dinas Kesehatan yang membuat PerDa Kawasan Bebas Rokok dan gak ada yang merokok baik di halaman, di kanton, apalagi di dalam kantornya.

Dan yang terakhir, aku bersyukur banget mendapat jodoh, si abang aku ini yang gak merokok (dia bilang seh udah bosen puas merokok waktu masih kuliah, syukur deh πŸ˜› ).

Aku seh berharap suatu hari nanti merokok itu menjadi sesuatu yang memalukan untuk dilakukan di tempat umum. Orang-orang akan mencari tempat yang tidak terlihat hanya untuk merokok. Bapak-bapak dan saudara laki-laki tidak ada lagi yang merokok di rumah dan meracuni istri, anak dan saudara perempuannya. Gak ada lagi toko kecil yang menjual rokok. Gak ada lagi bilboard rokok yang luar biasa besar dipinggiran jalan. Gak ada lagi iklan rokok di TV. Dan pada akhirnya pemerintah berani untuk menaikan nilai pajak rokok sampe nilai yang setinggi mungkin hingga akhirnya orang terpaksa gak merokok karena gak mampu! Mudah-mudahan yak suatu saat. *optimis*

Lembur


Haaaiiii… Haalloooo.. Apakabar semuaaaa? Mudah-mudahan sehat yak *aamiin*

Beberapa hari yang lalu, sosial media dihebohkan oleh berita tentang seorang yang meninggal dikarenakan dia bekerja 3 hari nonstop tanpa istirahat bernama Mita.

Hasil screenshoot dari twitternya Mita (17/12/13)
Hasil screenshoot dari twitternya Mita (17/12/13)

Sebagai orang awam dan tidak tahu menahu tentang bidang pekerjaan almarhumah tentu aku merasa terkejut bahwa ada orang yang bisa bekerja (lembur) selama itu! Tapi setelah melihat retweet2 dari orang-orang, aku baru tahu bahwa ternyata memang ada orang yang bekerja sampe 2 hari 2 malam gak pulang-pulang ke rumah karena dikejar deadline atau sejenisnya 😦

Aku sendiri tentu pernah merasakan yang namanya lembur. Kalau full dari pagi di kantor paling malam aku lembur itu sampe jam 7 malem (masih awal banget yak πŸ˜› ) Kalau ada pertemuan aku pernah lembur sampe jam 10 malem. Kalau sedang perjalanan dinas aku pernah bekerja sampe jam 2 pagi di luar kamar dan sampe gak tidur jam 5 pagi di dalam kamar untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus selesai sebelum pertemuan itu selesai atau dengan kata lain gak boleh pulang sebelum selesai!

Abang aku sendiri lebih parah tingkat lemburnya. Hari biasa dia seringnya pulang jam 5 sore (jam kantor di daerah aku itu dari jam 7 pagi sampe 3 sore). Kalau udah akhir tahun gini biasanya dia pulang sampe jam 2 pagi. Sekarang pas udah nikah belom pernah seh sampe jam segitu, paling malem sampe di rumah jam 1 pagi aja >.< Mungkin gak tega ninggalin si istri dan anak dalem perutnya ini πŸ˜›

Dari pengalaman pribadi dan orang terdekat, ada beberapa alasan kenapa lembur itu terjadi, antara lain:

  1. Manajemen waktu yang jelek. Ini biasanya udah dikasih waktu yang cukup tapi diabaikan begitu aja. Jatohnya pas deadline udah deket pontang panting ngerjain dihari-hari akhir sampe lembur segala deh.
  2. Deadline mendadak. Ini yang sering membuat aku lembur. Karena sebagai orang yang anti lembur se dunia aku selalu berusaha membagi pekerjaan aku hari perharinya agar tidak ada lembur lagi. Tapi pada saat pekerjaan tiba-tiba datang dan hanya dikasih waktu 1-2 hari untuk diselesaikan ya mau gak mau harus lembur toh.
  3. Rapat/pertemuan. Ini yang diluar nalar aku. Kenapa seh yak bosbos di atas itu suka sekali menjadwalkan rapat/pertemuan diluar jam kerja? Seringnya itu aku ketemunya diundang untuk membahas anggaran di jam 7 malem. Kayak gak ada wkatu pagi aja. Manalah gak ngawur semua wong orang-orangnya udah pada ngantuk *eh πŸ˜›

Jadi pada hakekatnya, kebanyakan lembur itu karena terpaksa dan dipaksa. Namun yang namanya bekerja itu tentu ada batasnya. Selalu lah nyempatin buat mengistirahatkan badan ini. Tidur adalah obat sehat paling nyaman dan murah menurut aku yang tipe molor ini.

***

Kalau temen-temen blogger pernah lembur gak? Biasanya lembur karena apa?

Perjalanan Dinas


Haaaiiii… Halloooo.. Apakabar semuanyaaa?

Hasil bewe-bewe cantik dengan HP yang gak cantik lagi (curcol ya bo pengen ganti HP tapi HP yang diincer belom masuk ke Indonesia 😦 ) tersesatlah aku ke postingan Trinity di sini. Dia menceritakan tentang anggota dewan yang sedang perjalanan dinas ke Equador tapi ada yang ‘kabur’ ke Machu Picchu. Dia juga bercerita bahwa begitu enak dan gak enaknya perjalanan yang dibiayai itu karena pulangnya penuh dengan tanggungjawab dan laporan yang banyak bingit.

Membaca tulisan itu aku jadi ingin bercerita tentang perjalanan dinas aku selama ini. Pertama kali aku mendapat perjalanan dinas itu pas ke Bali. Pas tahu mau ke Bali aku semangat banget dah. Pertama karena aku gak pernah ke Bali, dan kedua karena aku baru tiga bulan kerja dan langsung disuruh pergi itu merupakan kesempatan yang luar biasa menurut aku.

Pantai di depan Hotel tempat pertemuan, Sanur - Bali
Pantai di depan Hotel tempat pertemuan, Sanur – Bali

Perjalanan dinasnya mulai dari hari selasa sampai hari kamis. Bos tengah aku waktu itu menanyakan apakah aku mau balik langsung ke Pontianak atau masih singgah dulu kemana. Terus langsung aku jawab buat singgah dulu ke Bandung (yang menjadi penyesalah aku kenapa harus bandung? Kenapa gak stay di Bali aja 2 hari? >.< )

Selasa sampe kamis tentu dibayarin full dari panitianya. Setelah itu pake uang pribadi. Tapi tahun 2011 lalu uang saku yang diberikan lumayan gede loh (kalau sekarang seh udah kicik banget. Seharinya cuma dapet 110k dipotong pajak pula sesuai dengan golongan) jadi kalau ‘nambah’ libur 3 hari (jumat – minggu) cukup lah dari uang saku yang diberikan.

***

Setelahnya perjalanan Dinas mengalir untuk aku. Tapi kalau gak di Jakarta ya di Bandung, jadi lumayan membosankan *dijitak* πŸ˜† Walaupun setiap perjalanan selalu aku selipkan untuk liburan 1-2 hari (coz panitia biasanya tahu kok kami yang dari daerah nun jauh disana ini juga butuh liburan, jadi selalu ngepasin kalau gak mulainya senin (yang berarti bisa ambil sabtu-minggu buat dateng duluan) atau gak berakhirnya jum’at) tapi lama kelamaan membuat aku sadar bahwa perjalanan dinas itu gak menyenangkan sama sekali loh!

Pertama yang namanya perjalanan itu pasti capek. Kedua, yang namanya perjalanan pake uang kantor itu selalu perlu pertanggungjawaban yang ngejelimet. Ketiga, pertemuan selama 3-4 hari itu gak ada istirahatnya! Biasanya pertemuannya dimulai dari jam 8 pagi sampe jam 12an malam *teler*. Dan Keempat, selalu ada laporan dan pekerjaan tambahan di setiap perjalanan dinas itu sendiri >.<

'Lari' sejenak ke Jogja pas weekend dipenghujung perjalanan dinas
‘Lari’ sejenak ke Jogja pas weekend dipenghujung perjalanan dinas

Jadi, si Niee masih mau gak kalau pergi buat perjalanan Dinas?

Sampe sekarang seh kalau bisa menghindar aku selalu menghindar yak kalau di suruh buat pergi perjalanan Dinas. Apalagi kalau bentuknya pertanggungjawaban ini dan itu. Lagian masih banyak juga temen-temen kantor yang ‘suka’ kalau disuruh ikut perjalanan dinas (apalagi yang aslinya orang jawa, bisa sekalian pulang kampung toh πŸ˜› ). Hanya kadang emang gak bisa ngelak kalau kerjaannya emang aku satu-satunya penanggungjawabnya #hufft

TAPI, kalau perjalanan dinasnya ke tempat yang aku belum pernah kunjungi semisal Lombok, Manado, Medan atau Aceh aku masih mau kok kakak! Biarin deh aku ngerjain laporan sampe lembur dan bergadang segala. Yang penting di foursquare aku bisa cek in di tempat baru (hadeeehh, masih jaman niee pake 4square? :mrgreen: )

Jadi kesimpulannya? Perjalanan Dinas itu gak menyenangkan kakak! Tapi ngangenin buat diundang ke tempat-tempat baru. Hayolah para kementerian yang di pusat sono. Undang-undang aku lagi dong buat ‘jalan-jalan’ πŸ˜›