Apakabar Dunia?


Beberapa jam ini, aku lagi bosan banget, terus tetiba pengen nulis blog. Tapi gak tahu juga mau nulis apaan. Lalulah teringat dengan judul wordpress kalau kita nulis pertama kali : hello World! Maka, akupun pengen nulis ngalur ngidul seperti menulis diary. Aku sebenarnya kangen banget nulis jurnal kehidupan, tapi udah tua gini kayaknya banyak fikiran kalau nulis terlalu “vulgar”. Mau nulis yang biasa-biasa aja sebenarnya aku kehabisan ide selama corona ini, manalah gak ada liburan sama sekali udah setahun lebih, jadi makin berasa bosan.

Nah, sesi curhat kali ini aku mau cerita tentang,

KANTOR

Udah dua bulan ini pembayaran tunjangan di kantor aku mandek. Aku secara pribadi sebenarnya gak ada masalah sama sekali. Mandeknya pembayaran tunjangan ini bagi aku cuma berakibat aku tidak bisa menginvestasikan uang aku sejak bulan februari dan maret ini. Palingan aku juga gak bisa jajan terlalu banyak, tapi kalau pengen banget jajan, aku minta uang ke suami, hahahaha. Walaupun aku gak berdampak, tapi tetap aja aku bete. Yang biasanya pegang uang terus tetiba gak pegang sama sekali itu berasa gimana ya, gemes gitu. Untungnya uang investasi aku sedikit sekali yang ada cash di tabungan, jadi tangan ini gak gatal buat ambil cuma karena pengen jajan.

Tapi, gak berdampak sama aku pribadi tentu beda dengan sebagian besar teman-teman aku yang lain ya. Kebanyakan yang berdampak adalah yang gajinya sudah habis untuk bayar cicilan dan untuk keuangan sehari-hari dari tunjangan tersebut. Ini tentu berdampak juga dengan kinerja pekerjaan. Orang-orang jadi gak konsen, fikirannya udah cari cara gimana bisa dapat uang di luar tunjangan rutin. Ada yang jualan kue lah, ada yang kerjain hal lain lah, dan banyak lagi.

Menurut aku, telatnya pembayaran tunjangan ini udah gak sehat. Seharusnya ada solusi cepat untuk menyelesaikannya. Gemesnya adalah bukan karena uangnya gak ada, tapi karena sebuah unsur yang belum dipersiapkan. Semoga aja dalam minggu ini bisa segera ada pencerahan. Karena kalau nyambung lagi sampai bulan depan, hingga tunggakan jadi 3 bulan udah gak sehat seh menurut aku.

VAKSIN

Selasa kemaren akhirnya suami dapat Vaksin Sinovac dosis pertamanya. Kenapa dapet? Karena dia kerjanya di kantor para petinggi, pas mereka dapat jatah vaksin, eh ternyata staf-stafnya juga bisa dapat, jadilah dia nyelip. Beruntung banget, hahahahaha. Setelah di vaksin, efek yang dirasakan suami adalah pegal-pegal di daerah tangan yang disuntik. Lalu keesokan harinya ngantuk seharian. Gak tahu juga efeknya per hari ini apa karena dianya belum cerita, hahaha.

Untuk aku yang bekerja di pelayanan, seharusnya udah masuk dapat vaksin di gelombang kedua seh ini ya. Tapi hilalnya gak ada kelihatan sama sekali. Dengan terbitnya peraturan vaksin gotong royong di mana perusahaan swasta bisa membeli vaksin sendiri untuk karyawannya malah di kantor kakak aku yang kayaknya dapat duluan dosis pertamanya. Kalau bisa beli aku pengen banget beli sendiri seh, lama banget soalnya nunggu antrian ini.

Yang anehnya di lingkungan aku adalah ternyata banyak banget yang gak mau divaksin! Aku gemes banget sama orang yang gak mau seh. Karena mereka mereka yang bakalan menggagalkan usaha pemerintah untuk bisa mencapai 90% penduduk divaksin.

Sayangnya lagi adalah anak-anak di bawah 18 tahun belum juga boleh divaksin karena penelitiannya belum selesai. Kalau si K udah divaksin kan lumayan ya, kami sekeluarga bertiga udah divaksin. Mudah-mudahan udah bisa saling melindungi diri satu dengan lainnya.

KABUT ASAP

Udah beberapa minggu ini di Pontianak ada kabut asap. Kabut asap ini setiap tahun terjadi. Gak boleh ada panas dikit 1-2 minggu pasti ke depannya ada kabut asap. Seingat aku dari aku SD selalu aja ada kabut asap gini. Aku bingung udah 20 tahun lebih masih ada kabutnya ada dan tidak ada perubahan sama sekali. Entah apa salahnya.

Biasanya, kalau udah kabut asap gini sekolah diliburkan. Tapi karena ini corona dan sekolah juga gak datang offline, maka si K sekolahnya ya kayak biasa aja tetap online dari jam setengah 8 sampai jam 1. Menurut aku, SFH adalah salah satu cara yang bisa diambil sekolah nantinya jika udah offline dan ada kabut asap lagi. Soalnya kalau udah kabut gini biasanya sekolah bisa diliburkan sampai 2 minggu gitu loh. Dan selama 2 minggu anak anak ya gak ngapa-ngapain. Karena udah terbiasa sekolah pake meet mudah-mudahan gak ada lagi istilah libur sekolah karena asap ya.

***

Wokey, segitu dulu curhatan dari aku. bye!

8 Comments

  1. Suamiku juga ga mau di vaksin padahal dia tenaga kesehatan, alasannya vaksinnya belum uji coba mendalam, jd uji cobanya di masyakarat wkwkw. Mengenai efek samping tiap orang beda2 tergantung daya tahan tubuhnya. Klo di Jerman yg banyak ngeluh efek samping vaksin keluaran Astrazeneca, seperti nyeri di tempat suntikan dan keluhan seperti demam, sakit kepala atau nyeri otot, tangan hilang rasa tp katanya sementara sih.

    1. Iya, banyak yang gak mau ternyata ya mbak. Kalau suami aku efeknya ngantuk beberapa hari seh dia. Besok aku juga rencananya vaksin. Semoga lancar deh 😀

  2. Waduh sampai lama gitu ya tunjangannya nunggak Niee, mudah-mudahan apa yang menghambatnya segera terselesaikan ya.

    Wahh, asyik Niee suami sudah dapat vaksin. Di sini aku masih harus menunggu nih soalnya termasuk grup low risk, hahaha.

    1. iya ko, efek corona terasa banget tahun 2021 ini seh. Ekonomi indonesia ternyata emang gak kuat dan menghambat diberbagai aspek sampai ke gaji dan tunjangan pegawai.

      Iya neh, suami udah. Besok aku rencananya vaksin pertama juga. Mudah2an lancar deh 😆

  3. Awalnya aku juga kaya ‘ngga percaya’ ama vaksin…
    Tapi sekarang aku tetep ngga percaya sih, hahaha cuma udah ngga peduli lagi. Lagi nunggu Jepang ada vaksin buat resident-nya dan berharap dengan udah vaksin jadi bisa keluar negeri lebih mudah T____T
    Pengen pulang T__T

    1. kalau gak percaya seh panjang neh na, kalau aku lebih pengen divaksin yang buatan eropa sebenarnya, gak mau yang china. Tapi dapatnya itu ya udah. Terus mau percaya apalagi gitu ya selain vaksin. Siapa tahu habis di vaksin “dipaksa” selesai kan coronanya. hahahahaha

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s