Wonder Park – Bukan Film Senang-Senang


Dari dulu, aku suka banget ngajakin si K nonton bioskop. Pertama kali si K nonton bioskop itu umur setahun lebih (hampir 2 tahun) karena emaknya berfikir udah cukup ngerti kali ya si K diajakin nonton dibioskop film The Good Dinosaur yang walaupun gak sampe selesai filmnya tapi udah lumayan dia mau duduk anteng selama satu jam lebih. Setelah itu terus aku ajakin nonton, berakhir ada yangΒ  sampai filmnya selesai, banyak pula yang tetep mau ke luar di tengah jalan. Film terakhir yang kita nonton adalah adalah film Ralph Break The Internet yang berahir dengan ke luar di tengah jalan juga karena aku rasa filmnya emang gak terlalu cocok untuk anak balita dan durasinya yang emang panjang banget (hampir 2 jam gitu).

Walaupun mood si K setiap nonton bioskop naik turun gak bisa diprediksi, kalau ada film baru lagi di bioskop aku selalu nanyain dan ngajak dia nonton lagi seh. Soalnya aku emang suka banget nonton bioskop dan aku pengen punya temen nanti nonton bioskop bareng, hahahaha. Jadilah pas aku lihat-lihat aplikasi XXI yang ternyata ada film Wonder Park ini lagi tayang, aku ajakin si K lagi. Dilihat dari durasi filmnya yang cuma satu jam lebih aku merasa pas deh gak akan buat dia kebosanan. Syukurnya anaknya mau dan jadilah kita nonton film ini hari Minggu kemaren.

Jadi gimana filmnya Niee? Karena aku melihat trailernya kelihatan filmnya akan lucu-lucuan dan banyak makhluk yang bisa bicara gitu, aku asumsikan film ini bakalan mirip cerita wonderland dengan versi menyenangkannya karena berlokasi di theme park. Eternyata prediksi aku salah aja dong! Film ini yang aku lihat lebih keseperti pencarian jati diri di mana digambarkan apapun yang terjadi, kita harus menjaga sinar dari dalam diri kita sendiri.

JALAN CERITA

June adalah anak berusia 5 tahun yang senang sekali berimajinasi. Bersama dengan ibunya, setiap hari dia memikirkan sebuah taman bermain yang diisi oleh binatang-binatang ajaib yang dapat berbicara. Binatang ini dia dapat dari mainan yang ada di rumahnya. Ada Boomer si beruang biru, Peanut si monyet, Greta si babi, Steve si landak, serta Gus dan Cooper si tupai. Setiap bintang punya fungsinya sendiri di taman bermain itu.

Greta the Bos

Greta adalah pengendali dari taman bermain ini. Setiap pagi dia yang membuka taman, mengemangati teman-temannya dan mengurus keberlangsungan taman bermain tersebut. Jika ada permainan yang tidak berjalan baik, dia akan menyuruh the builder untuk mengurusnya. Dia juga akan memastikan pengunjung merasa puas dan senang selama berada di sana.

Gus dan Cooper The Builder

Sepasang saudara kembar tupai. Karena tupai diidentikkan dengan menggigit, jadi Gus dan Copper ini bekerja di Wonder Park untuk membuat sesuatu yang baru dan memperbaiki sesuatu yang rusak. Pokoknya kalau ada masalah di Wonder Park serahkan saja pada mereka, seketika masalah itu akan beres semua πŸ˜€

Steve The Safety Officer

Dia ini semacam penjaga keamanan di Wonder Park seh. Saat Wonder Park runtuh juga dia yang senantiasa menjaga agar teman-temannya yang lain tetap aman. Selain itu dia juga berfungsi untuk mengoperasionalkan taman bermain tersebut.

Boomer The Ride Tester

Kelihatannya Boomer ini yang paling besar, tapi pada kenyataannya Boomer ini adalah yang paling penakut diantara binatang lainnya di Wonder Park. Walaupun begitu, tugasnya juga tidak mudah karena dia bertugas untuk mencoba permainan baru di taman bermain tersebut. Gak kebanyangkan yak, ada yang penakut, berbadan besar, tapi tetap dipaksa untuk mencoba. Adanya jadi heboh.

Peanut The Ride Maker

Yang terakhir ada Peanut. Dia memiliki pulpen ajaib yang bisa membuat permainan baru yang sangat luar biasa. Dialah yang membuat taman bermain ini bewarna dan menakjubkan serta beda dari yang lainnya. Namun ada yang tidak diketahui teman-temannya, bahwa semua ide yang ada untuk membuat taman bermain itu didapatnya dari bisikan orang ditelinganya.

June sangat senang bermain dan berimajinasi membayangkan Wonder Park bersama ibunya. Saking antusiasnya, diapun kemudian merealisasikan apa yang dia imajinasikan ke dunia nyata dengan membuat Wonder Parknya sendiri dengan teman-temannya yang menjadi penjungjung di sana. Walaupun kadang dia membuat kekacauan di lingkungannya, tapi June selalu menjadi anak yang bahagia karena selalu mendapat dukungan dari Ibu dan Ayahnya.

Sampai suatu ketika Ibu June sakit dan harus pergi untuk melakukan pengobatan, June yang selalu bersama dengan ibunya tentu menjadi sedih. Awalnya dia tetap ingin meneruskan permainan imajinasinya, namun dia tidak punya semangat untuk itu. Walaupun ayah, teman bahkan keluarga besarnya sangat mendukung dia untuk kembali bersemangat lagi, tapi June tetap saja berubah menjadi anak yang murung dan selalu dalam ketakutan.

Suatu hari ketika June sedang akan berangkat ke Camp bersama teman sekolahnya dia tiba-tiba ingin pulang karena mengkhawatirkan ayahnya. Saat diperjalanan pulang, iapun masuk ke dalam hutan dan bertemu dengan Wonder Park beserta penghuninya. Namun Wonder Park yang dilihatnya bukanlah Wonder Park yang pernah dibayangkannya. Wonder Park sekarang seperti kehilangan jiwanya, yang hampir seluruh permainannya rusak, Peanut menghilang dan boneka yang menjadi perusak di Theme Park tersebut. Yang lebih menyedihkan lagi adalah adanya darkness yang seperti lubang hitam yang membawa semua barang dari Wonder Park masuk ke dalamnya sehingga taman itu hancur total.

Karena merasa bersalah dengan Wonder Park, June kemudian mulai ingin memperbaiki taman tersebut. Namun usahanya tidak terlalu berjalan mulus. Apalagi Peanut, sang pembuat semua permainan yang ada di sana menghilang.

So, mampukah June mengembalikan Wonder Park lagi seperti sedia kala? Lalu kemanakah Peanut selama ini yang meninggalkan teman-temannya di dalam kekacauan?

Saat mendengar umur si June adalah 5 tahun yang mana seumuran dengan si K, aku dong langsung ngelihat si K disamping yang belum ada ngapa-ngapain, hahahaha. Salah denger kali ya akunya? Ya masak anak umur 5 tahun udah bisa buat mainan yang rumit? Atau mengurusi ayahnya yang gak bisa masak? Atau lebih jelas lagi dia ikut study tour sendirian tanpa orang tua selama beberapa hari? Fix ini mungkin cuma salah dengar? Tapi aku yakin kok dengernya 5, hmmmm.

Lalu, ternyata seperti yang aku omongkan di atas film ini gak tentang senang-senangnya kakak! Si K aja sampai beberapa kali ketakutan karena boneka-boneka monyet yang jahat-jahat itu. Si K juga paling gak suka sama darkness yang ambil semua barang dari Wonder Land. Dia sampai berkomentar diakhirΒ  “filmnya jelek, soalnya ada darkness” saking yang diingatnya ya cuma darknessnya aja, hahaha.

Walaupun sebenarnya film ini syarat akan makna seperti kita gak boleh tenggelam dalam kesedihan. Bahwa dunia gak ada yang berubah jika salah seorang meninggalkan kita. Kita yang harus menjaga sinar kita sendiri dari dalam, bukan dari orang lain. Dan bahwa kita harus percaya dengan kemampuan diri kita sendiri, bukan hanya dari bantuan dari orang lain dan banyak pesan-pesan moral lainnya.

Tapi ya aku kurang yakin si K ngeh dengan pesan moral yang tersirat seperti itu. Soalnya ya seperti yang aku bilang dia ingatnya yang jeleknya aja malahan. Mungkin anaknya emang visual banget.

Tapi lagi, mungkin juga neh, karena dia nonton film di bioskop kan selalu yang pertama kali, jadi mungkin dia emang masih kurang suka dan kurang ngeh. Kalau udah 2-3 kali nonton baru dia dapat sukanya. Contohnya aja film Raplh yang kayaknya dia ketakutan lihat virus Raplh yang banyak banget itu, pas nonton di rumah malah fine-fine aja dan sering banget minta ulang nonton filmnya.

Semoga aja film yang akan ditonton selanjutnya nanti lebih menghibur daripada menakutkannya. Pengennya seh ngajakin si K nonton Dumbo, tapi minggu ini udah gak sempat, dan minggu depan kita lagi di KL mau nonton Disney On Ice, jadi mungkin film selanjutnya aja deh, Toys Story 4 maybe, hahahaha *emaknya gak pernah kapok*

Ralph Break The Internet : Film Anak-Anak?


Apapun yang kalian tergetkan untuk anak-anak, kasih aja iklannya di mana-mana. Ya di TV Kabel kayak Disney Junior, ataupun di chanel yutub favorit kayak Ryan Toys Review atau Kimmi The Clown, pastilah si K bakalan heboh untuk punya atau nontonnya. Ya seperti film Ralph ini.

Pernah lihat video Ralph ngasih makan pancakes ke bunny yang berkali-kali sampai bunnynya meledak? Kalau belum aku lihatin yak.

Ini adalah video yang si K suka sekali lihatnya. Kalau udah lagi nonton bisa diulang berkali-kali videonya dan ketawanya ngakak gak berhenti-berhenti. Ya kita sebagai emak bapak yang baik hati πŸ˜› tentu ngajakin si K dong yak buat nontonnya. Jadilah hari sabtu kemaren kita bertiga nonton Ralph Break The Internet.

Salahnya aku adalah, si K cuma melihat video-video pendek dari film ini yang mana emang lucu-lucu banget. Selain video “more pancakes” si K juga suka banget dengan video waktu Venellope, si temennya Ralph ketemu sama seluruh Disney Princess. Sebagai penggemar berat Disney Princess tentunya dia sangat heboh dong. Wah, Ada film yang isinya seluruh Disney Princess!

Tapi ternyata, filmnya gak selucu video-videonya yang berterbaran kakak! Hiks. Dengan durasi film yang sangat panjang yaitu hampir 2 jam, dan dengan cerita yang lumayan berat untuk anak 4 tahun, bisa dibilang film ini lumayan membosankan >.<

JALAN CERITA

Setelah 6 tahun dari cerita pertamanya, Ralph dan Venellope jadi bersahabat. Merekapun sudah cukup menikmati kehidupannya di game masing-masing, walaupun Venellope kini agak bosan dengan gamenya karena seluruh trik yang ada sudah dia kuasai. Karena ingin membantu Venellope kesenangan baru, Ralphpun membuatkan jalan baru di game Venellope Candy Crush yang membuat bingung pemainnya. Pemain tersebut berusaha untuk Venellope mengikuti track yang benar tapi di dalam Venellope tetap ingin mencoba jalan baru yang dibuatkan oleh Ralph. Akhirnya karena pemain dan venellope saling berusaha keras, stir kemudi gamenya pun patah. Candy Crush tidak bisa dimainkan lagi sehingga seluruh pemain dari game tersebut harus menjadi tuna wisma.

Ralph yang merasa bersalah mengingat para pemain menyebutkan seluruh barang-barang bisa dibeli di E-Bay dan itu ada di internet. Kebetulan pemilik tempat game tersebut baru saja memasang Wifi di kantornya sehingga kesempatan Ralph untuk memperbaiki Candy Crush ada. Maka bersama dengan Venellope, Ralph-pun masuk ke internet untuk menemukan stirnya.

Kalau kalian udah lumayan gede, bukan anak 4 tahun, sebenarnya penggambaran internet versi Ralph ini lumayan. Jadi internet itu digambarkan sebagai dunia yang sangat besar. Setiap website adalah kota-kota tersendiri. Untuk bisa ke kota-kota tersebut kita hanya perlu menekan sebuah tombol dan secara magic akan ada sebuah kapsul yang akan mengantar kita menuju tombol yang sudah kita push. Film ini juga seperti iklan dari seluruh website besar yang ada di dunia. Yang aku lihat itu ada amazon, twitter, snapchat, facebook, youtube, myspace, dan masih banyak lagi. Bahkan ada beberapa iklan dari website china juga ada.

Pertama kali Ralph dan Venellope datang itu seperti masuk ke pasar yang sangat amat banyak website dan orang yang berkeliaran menawarkan untuk mengklik popupnya. Kemudian mereka melihat Knowsmore di mana setiap orang yang menginginkan sesuatu datang ke dia. Ini semacam google gitu deh. Aku penasaran kenapa mereka gak pake istilah google aja langsung, karena toh dia juga ada masang iklan di sono. Terus mereka menanyakan tentang e-Bay dan voila, langsung deh mereka masuk ke kapsul dan pergi ke e-bay.

Sayangnya pas mereka menemukan stir yang mereka inginkan dan harus membayar dengan uang, mereka gak ada uang. Jadilah mereka mencari cara untuk mempunyai uang. Pertama yang mereka lakukan adalah berusaha mencuri sebuah mobil di game permainan Slaughter race, tapi gagal. Kemudian Ralph dikasih ide untuk membuat video yang viral hingga dia bisa mendapatkan banyak uang, dan akhirnya berhasil.

Bagi yang belum nontonnya udah ada bayangan belum film ini kayak apa? Kalau aku mikirnya film ini adalah cerita tentang internet itu sendiri. Bagaimana cara kerjanya, bagaimana cara pakainya, bagaimana cara orang beli sesuatu dan bagaimana cara orang dapat uang dari internet!

Tapi kalau yang nonton si K, balita umur 4 tahun yang gak tahu apa itu internet, yang belum pernah denger apa itu e-Bay, gak tahu apa itu google, gak tahu bahwa video yang dia tonton berjuta-juta kali itu menguntungkan orang dan membuat orang jadi banyak uang ya film ini kayak meh gitu jadinya.

Sepanjang film dia gak betah sama sekali untuk duduk diam. Beda dengan waktu dia nonton Small Foot yang dia bisa duduk diam menikmati filmnya hingga satu jam sampai dia mulai bosen ya walaupun tetep bisa duduk dan menikmati filmnya sampai akhir.

Baca juga : Weekend Story : Small Foot

Disepanjang film dia cuma menikmati bagian si venellope ketemu sama Princess, habis itu udah gak ada lagi yang dia suka. Yang akhirnya membuat kami mengajak dia keluar di tengah film karena kasian kalau dia dipaksakan untuk menonton sampai habis. Tapi pas di mobil dia tanya kok gak ada bagian Ralph yang kasih makan pancakes bunny gitu. Ya mungkin bagian itu ada di akhir yang kita udah keluar >.< Ada yang nonton film ini sampai habis? Ceritain dong endingnya kayak apa? Hehehe.

So, kalau buat aku, film ini sama sekali gak cocok untuk tontonan anak balita seh. Untuk anak-anak yang belum mengenal apa itu internet dan website-website populer gitu juga gak akan cocok. Mungkin ini lebih ke tontonan anak-anak remaja 10-12 tahun ke atas kali yak. Baru mereka ngeh dengan joke-joke yang ada di film ini.

Di sini ada juga gak yang bawa anaknya nonton film ini? Gimana tanggapan anaknya?

Weekend Story : Small Foot


Apa yang kalian lakukan kalau menghadapi situasi bertemu dengan hewan liar disatu tempat? Kalau aku pasti pertama kali yang aku lakukan adalah lari. Lari sejauh jauhnya sampai aku gak akan ketemu sama hewan itu lagi. Kalau kita lari tapi masih dikejar? Naluri kita akan mempertahankan hidup pastinya. Kalau kita ada senjata, kita akan gunakan senjata itu, mungkin bahkan sampai membunuh binatang itu hingga kita bisa merasa aman kembali.

Lalu, bagaimana kalau situasi yang sama dihadapkan kepada binatang itu? Dia melihat bagaimana kita berusaha membunuhnya? Tentu naluri dia juga akan berusaha untuk bertahan hidup. Dia akan menggunakan kekuatan yang ada pada tubuhnya untuk menaklukkan kita. Itu sudah hukum alam.

Tapi, pernahkan kita berfikir bahwa manusia terlalu banyak menggunakan kata mempertahankan diri? Atau berkata bahwa kita lebih mulia daripada binatang itu sehingga dengan jahatnya kadang melukai mereka bahkan disaat mereka tidak hendak menyerang kita?

Paling gak itulah fikiran yang terbersit dikepala aku ketika menonton film Small Foot ini.

Cerita film ini dimulai di sebuah gunung es yang sangat tinggi, di mana sekelompok Yeti bermukim. Setiap Yeti mempunyai tugas mereka masing-masing yang berperan penting dalam desa tersebut. Ada pembunyi gong yang bertugas membunyikan gong agar sinar muncul dan menerangi desa, ada pemecah batu es, ada pendorong gerobak, pemutar gerigi dan masih banyak lagi.

Desa Yeti tersebut dipimpin oleh kepala suku si penjaga batu. Mereka percaya terhadap seluruh aturan yang ada dibatu-batu tersebut. Bahwa mereka berasal dari kotoran binatang, desa mereka adalah desa yang terapung diatas awan dan tidak ada apapun yang hidup lagi dibawahnya. Serta yang paling terpenting adalah tidak adanya Small Foot. Small foot adalah istilah Yeti menyebutkan manusia.

Pada satu hari yang bahagia, Migo anak dari pembunyi gong diberkahi oleh penjaga batu helm pertamanya untuk dapat belajar dari ayahnya dan melanjutlan tradisi keluarganya menjadi pembunyi gong. Migo yang sangat mencintai desanya tentu sangat bahagia, akhirnya hari hari dia menjadi pembunyi gong sudah dekat. Karena itu diapun langsung berlatih bersama ayahnya.

Saat berlatih, Migo yang belum tahu caranya “terbang” malah meleset jauh dari desa dan terjatuh di ujung desa tersebut. Saat itulah Migo melihat sebuah pesawat (yang tentu si Migo gak tahu itu namanya pesawat) jatuh dihadapannya dan untuk pertama kalinya dia melihat Small Foot (manusia).

Migo yang terkejut lalu mengumumkan kepada seluruh penduduk desa bahwa dia bertemu dengan Small Foot dan bahwa salah satu batu penjaga salah yang mengatakan tidak ada small foot. Tentu desa menjadi heboh karena ketakutan. Namun situasi itu langsung ditenangkan oleh kepala suku dan mengatakan bahwa Migo hanya berhalusinasi.

Migo yang yakin bahwa dia benar tidak mau mengakui bahwa dia berhalusinasi kepada warga desa sesuai dengan perkataan penjaga batu. Karena dia bersikeras penjaga batupun mengasingkannya keluar dari desa sampai dia mau mengakui kesalahannya.

Dalam pengasingannya, Migo bertemu sekelompok Yeti yang percaya bahwa Small Foot memang masih ada. Lebih anehnya, kelompok itu diketuai oleh Meechee yang tak lain adalah anak dari penjaga batu.

Mereka bersama ingin membuktikan bahwa batu itu salah dan Small foot memang benar nyata adanya. Oleh karena itu Migopun akhirnya turun ke bawah desa yang pada awalnya mereka yakini tidak ada apa apa di bawah sana, demi satu tujuan mencari small foot dan membuktikan bahwa dia tidak berbohong sehingga dia tidak diasingkan lagi dari desa.

Saat dia memberanikan diri dan “terjatuh dari langit” diapun kemudian melihat sebuah pemandangan yang sangat asing bagi dirinya. Deretan pohon pohon hijau dan sebuah desa kecil. Tak lama kemudian diapun bertemu dengan Percy seorang Small Foot dan membawanya pergi ke atas untuk membuktikan apa yang telah diucapkannya.

Lalu apa yang terjadi setelah Migo membawa Percy kembali ke desanya. Apakah warga desa menyambut Percy dengan sukacita atau malah ketakutan akan adanya Small Foot yang ternyata masih eksis di dunia ini?

Lalu bagaimana dengan Sang Penjaga Batu? Apakah dia selama ini berbohong dengan batu batu yang selalu dibicarakannya? Karena dengan munculnya small foot satu persatu batu batu dari si penjaga tampak tidak relevan lagi?

Nonton film ini sebenarnya gak ada rencana sama sekali. Cuma mau nyari kegiatan weekend si K yang gak terlalu banyak mengeluarkan energi karena hari jumatnya dia agak gak enak badan gitu. Pas lihat XXI yang niat awalnya mau lihat jadwal film Venom buat minggu depan eh kelihat film ini. Sebagai orang yang gak mau si K nonton film yang gak sesuai demgan umurnya, tapi pengen juga ngerasain si K suka nonton bioskop biar ada temen emaknya ntar, tentu adanya film ini jadi angin segar buat mengisi weekend kita kali ini.

Film ini dimulai dengan sebuah nyanyian yang aku artikan bahwa ini sejenis film musikal. Walaupun aku sama sekali gak ngerti musik. Gak tahu juga mana musik yang bagus dan yang jelek, tapi aku sangat menyukai lagu lagu dari film ini. Suka disini ditandai dengan aku pengen beli laginya di iTune, hahahaha.

Jalan ceritanya juga seru, banyak lucunya tapi sarat pesan moral juga. Tapi aku agak terganggu dengan salah satu batu si penjaga batu yang mengatakan bahwa small foot itu gak ada. Lah kenapa hal yang gak ada harus dibicarakan? Mending langsung aja menghilangkan batu itu sehingga meminimalisir keingintahuan orang-orang akan Small foot itu sendiri kan yak? Tapi kalo gak diceritain sama sekali kan jadinya gak ada cerita untuk film ini sendiri yak πŸ˜›

Satu lagi yang aku kurang setuju adalah soal endingnya. Gak jelek seh, bagus malah. Tapi secara akal sehat menurut aku mereka gak melakukan itu seh. Sayang aja, tapi ya mau gimana lagi kan yak. Paling gak kalau endingnya seperti itu membuka peluang untuk bisa membuat sekual Small Foot 2 kali yak, hehehe.

Untuk durasi filmya sendiri aku fikir durasi filmnya terlalu panjang seh buat anak kecil. Si K awal awal sangat menikmati filmnya, tapi ujung ujungnya dia selalu menanyakan kapan filmnya selesai. Kayak udah kecapean nonton gitu deh kelamaan duduk diam di dalam bioskop. Kalau kalian punya anak kecil aku rekomendasikan buat nonton film ini. Apalagi kalau anaknya sudah SD. Bakalan lebih masuk pesannya kalibya daripada si K yang baru berumur 4 tahun πŸ˜†

Selamat hari senin semuanya, bye.

Fantastic Beasts : Ketika Dahaga Terhilangkan


Rasanya udah lama banget ya si irninya gak nulis tentang film yang baru ditonton. Seringnya selain berfikir udah banyak review yang berterbangan di seluruh dunia, beberapa film yang aku tonton belakangan ini emang gak terlalu masuk ke hati kali yak. Bagus filmnya, tapi ya sekedar bagus aja, sampailah ketika aku menonton film ini. INI FILM BAGUS BANGET KAKAK!!

Baca review film terakhir irni: COMIC 8 Kasino King

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

Sebagai penggemar Harry Potter rasanya ngenes gitu waktu terakhir baca seri bukunya yang ketujuh. Udahlah nunggunya lama banget sampe bertahun-tahun. Belinya pre-order pula, bacanya sedikit-sedikit tapi penasaran banget dan akhirnya sampailah harus merelakan hati ini bahwa bukunya emang udah tamat. Gak akan ada lagi buku-buku selanjutnya (dan eh ternyata ada buku barunya! Dasar kau JK Rowling! πŸ˜† ) Tapi sedikit menenangkan hati karena paling gak masih ada filmnya. Film pertama selesai, paling gak ada part 2 nya. Dan akhirnya Harry Potter pun bener-bener usai. By HARRY, kita gak akan ketemu lagi! πŸ˜₯

Harry Potter menurut aku penggambaran dunia sihir pada masa kini yang sempurna banget. Gak kayak kebanyakan film yang menggambarkan penyihir itu gelap (seperti Maleficent misalnya di dunia dogeng) Harry Potter series menggambarkan bahwa penyihir itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita, kita aja yang gak menyadarinya. Karena konsep inilah yang dulunya waktu jaman SMP dan SMA aku seneng ngayal seandainya dunia sihir itu bener-bener ada. Atau bagaimana kalau salah satu tetangga aku adalah penyihir hebat, dan yang lainnya. Makanya setelah series itu habis serasa semua khayalan terhempas *lebay*

Pas denger film ini tayang sebernarnya gak ngeh juga ini film apaan. Karena aku jujur aja gak pernah melahap buku-buku pendukung Harry Potter kecuali ketujuh buku utamanya. Karena beberapa kali ngintip di gramed rasanya buku-buku itu aneh gitu, hahahaha. Buku Fantastic Beasts ini juga kalau baca bukunya sekilas emang cuma menjelaskan tentang hewan-hewan di dunia sihir dan di mana kita bisa menemukannya. Bener-bener bukan buku yang bercerita. Tapi pas baca beberapa review dari temen-temen apalagi pas tahu bahwa ini proyeknya JK Rowling dan ada hubungannya dengan Harry Potter si Irni pun semangat banget buat nontonya. AKU HARUS NONTON FILM INI DI BIOSKOP!

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

JALAN CERITA

Pada tahun 1920an Newt seorang penyihir dari Inggris datang ke Amerika dengan membawa sebuah koper yang berisi penuh dengan binatang-binatang sihir peliharaannya. Ketika hari pertama datang dia kemudian disuguhkan ke depan sebuah demo tentang penolakan penyihir oleh para aktivis. Sialnya pada saat demo sedang berlangsung salah satu peliharaannya malah keluar dari kopernya dan masuk ke dalam sebuah bank di mana Newt harus menangkap kembali binatang tersebut.

Di dalam bank, Newt bertemu dengan Kowalski, seorang yang sedang ingin meminjam uang di bank untuk membuka toko kue. Nasib buruknya kemudian membawa dia mengikuti perburuan Newt untuk mendapatkan hewan peliharaannya hingga mereka disangka akan mencuri uang di bank tersebut. Karena terburu-buru Newtpun ber-disapparate bersama dengan Kowalski dan karena takut kowalski langsung pergi.

Dari kejauhan Tina, seorang ex-Auror melihat gerak-gerik mencurigakan dari Newt dan membawanya ke Kementerian Sihir di Amerika. Dia mencurigai Newt yang membawa koper berisi penuh binatang sihir dan menduga bahwa kejadian beberapa hari belakang ini adalah ulah binatang-binatang itu. Namun, pada saat di cek ternyata koper Newt dan Kowalski tertukar. Beberapa binatang terlepas dari koper dan Newt harus mengembalikan mereka semua masuk ke dalam koper agar tidak tertangkap oleh manusia dan penyihir yang jahat.

Namun benarkah kejadian belakangan ini adalah ulang seekor binatang?

Review

Sekali lagi AKU SUKA BANGET SAMA FILMNYA! Banyak yang bilang rada bosan diawal film aku gak sama sekali tuh! Mungkin aku terlalu kagum dengan penceritaan dunia sihir dari versi orang dewasa dan berbaur dengan Muggle. Seperti juga aku terperangah waktu pertama kali nonton Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dengan dunia sihirnya.

Di awal film emang yang aku rasakan adalah JK Rowling bener-bener mengenalkan dunia sihir yang baru. Dunia sihir di luar Hogwarts dan bahkan di luar Inggris. Bagaimana penyihir Amerika berpakaian (yang mana aku asumsikan bahwa mereka lebih berbaur dengan Muggle atau Non-Mag jika menyebutnya di Amerika daripada para penyihir di Inggris), suasana Kementerian Sihirnya yang terasa amat modern (bahkan ini tahun 20an loh) di bandingkan dengan London di tahun 2000an. Bagaimana orang-orang itu bekerja dan bagaimana fikiran-fikiran dan muggle itu melihat ini bener-bener dibagun karakternya di bagian awal film. Aku gak tahu juga film kedua dan seterusnya apakah akan masih bersetting di Amerika atau kembali ke London atau ke negara lainnya, tapi yang pasti JK-Rowling benar-benar berhasil mencabut pemikiran sempit kita di dunia sihir hanya ada di sekitaran London dan menanamkan image baru sihir di belahan dunia manapun.

Karakter Newt sendiri yang diperankan oleh Eddie Redmayne sangat penyihir Hogwarts banget, tipe tertutup yang punya banyak sisi mesteri di dalamnya. Walaupun di dalam bukunya tidak pernah menggambarkan bagaimana karakter Newt itu sendiri, tapi membandingkan karakternya di film dan buku yang akan dituliskannya rasanya cocok sekali dengan kecintaannya yang begitu besar kepada makhluk-makhluk dunia sihir.

Aku juga sangat suka dengan penggambaran isi dalam koper Newt di mana dia merawat hewan-hewannya. Itu sangat MAGIC sekali :mrgreen:

Dan adanya karakter Non-Mag Dan Fogler sebagai Kowalski sangat pas sekali dibuat oleh JK-Rowling. Kita jadi bisa melihat bagaimana reaksi seorang yang bukan penyihir dihadapkan dengan dunia sihir yang begitu fantastic di satu sisi dan begitu kelam di sisi lainnya.

Jadi berapa nilai yang aku berikan untuk film ini? Tentu aja 9,5/10. Kenapa gak 10/10 aja Niee? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, hihihihi.

Buat kalian penggemar seri film Harry Potter kalian harus nonton film ini. BUat kalian penggemar film yang bergenre fantasi gini kalian juga harus nonton film ini. Tapi buat kalian yang gak suka genre beginian mending gak nonton seh, ntar nasibnya kayak si abang suami yang dari awal sampe akhir bingung ini film isinya apaan πŸ˜†

Karena tetep ya dunia hiburan itu masalah selera. Kalau aku seh semua jenis film suka aja, yang ngebedainnya bagus atau gak filmnya. :mrgreen:

fantasticbeasts-4 fantasticbeasts-5

JADI KALIAN MAU NONTON FILM INI ATAU GAK NEH SETELAH BACA REVIEWNYA? πŸ˜€

ps: seluruh gambar diambil dari twitter dan FB resmi Fantastic Beasts The Movie

Baca juga review film-film lainnya si Irni di sini

[Review] Comic 8: Casino Kings


Comic 8 Casino Kings 2015 Haaaaiiii… Haalooooo, apakabar semuaaa? SetelahΒ  nonton film Terminator Genisys, si Niee sebenarnya karena terpengaruh oleh komen temen-temen untuk nonton Jurassic World ada nonton juga seh neh film di bioskop dan emang OK lah filmnya, aku kasih nilai 8 deh πŸ˜€ Tapi karena rasanya udah banyak juga yang mereview jadi aku gak perlulah ya ngereview lagi πŸ˜›

Nah baru Jum’at kemaren aku lagi-lagi nonton film di bioskop. Kali ini nontonnya sama temen-temen kantor. Karena pengen cerita yang ringan aja tanpa harus mikir banyak, aku menyarankan ketemen-temen untuk nonton Comic 8 aja. Kebetulan banyak temen kantor yang udah nonton Comic 8 yang pertama dan rata-rata bilang bagus karena lucu banget (aku sendiri seh gak nonton seh film yang pertamanya πŸ˜› ). Lagian ternyata aku juga sudah lama banget gak nonton film Indonesia loh. Terakhir nonton itu film 99 Cahaya langit di Eropa (tahun 2013, udah 2 tahun aja gitu) karena aku suka banget novelnya tapi filmnya so so aja seh.

Filmnya sendiri bikin penasaran aja karena pemainnya adalah para Comic yang berasal dari Stand Up Comedinya Kompas TV yang lucu-lucu itu >.< πŸ˜›

SINOPSIS

Ceritanya dimulai ketika beberapa Comic tiba-tiba tersadar disebuah pulau entah di mana dengan dikelilingi oleh buaya-buaya pemangsa. Disekitar mereka telah disiapkan alat-alat untuk perlawanan seperti kapak, pistol dan masih banyak lagi yang dapat mereka gunakan. Tapi masalahnya mereka gak siap dengan serangan tersebut sehingga banyak diantara mereka yang mati akibat serangan para buaya.

Adegan kemudian flashback kemasa lalu. Para agen Comic yang dipimpin oleh artis pelawak kenamaan Indro Warkop mempunyai satu misi: mencari keberadaan KINGS. Kedelapan agen Comic itu adalah Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakarsa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi, dan Mongol Stress.

Kings adalah master kriminal uang yang menjalankan bisnis casino terbesar di Asia. Mereka tidak mempunyai satu koneksipun untuk mencari keberadaan Kings. Satu-satunya cara yang mereka tahu adalah menjadi Comic akan mengantarkan mereka kepada Kings. Merekapun menjalankan profesinya sebagai Comic selayaknya comic pada umumnya, tour keliling Indonesia hingga akhirnya mereka mendapatkan satu kesempatan ketika mereka diminta untuk melakukan open mic disebuah pulau pribadi. Pulau itu adalah sebuah pulau dengan fasilitas lengkap. Para comic begitu dimanjakan oleh fasilitas yang ada di dalam pulau mulai dari pantai yang indah, bar, hotel yang mewah hingga Casino terbesar se Asia.

Benarkah pulau itu adalah pulau yang dimiliki Kings? Dapatkah akhirnya mereka bertemu dengan Kings? Lalu apa sebenarnya yang terjadi hingga mereka sampai disatu pulau terpencil dengan dikelilingi oleh para buaya. Ditambah lagi setelah mereka lolos dari jeratan buaya para comic lagi-lagi dihadapkan dengan para pembunuh profesional yang mengincar mereka seperti telah disiapkan permainan untuk mereka. Tapi untuk apa?

REVIEW

Kalau kalian pengen nonton film yang gak perlu terlalu banyak mikir dan lebih kepada cuma ketawa-ketawa doang ini adalah film yang tepat. Bener-bener merefreshkan fikiran deh filmnya. 102 menit ketawa-ketawa muluk dah. Walaupun sebenarnya ada beberapa adegan yang membingungkan karena aku gak nonton film pertamanya. Seperti adegan waktu para Comic ditangkap oleh intel dari Asia karena tuduhan merampok BANK INI. Saat adegan ini aku rada bingung lah ini orang kapan merampoknya? Kok dituduh merampok? Yang setelah dapet penjelasan dari temen yang udah nonton ternyata itu adalah adegan saat film Comic 8 pertama. Jadi aku saranin kalau mau nonton film ini lebih afdol nonton film yang pertamanya dulu seh.

Karena mereka ini adalah para Comic jadi ada beberapa adegan pas mereka open mic juga di film ini yang walopun lucu tapi kok aku rada rada gak sreg karena berasa gak nyambung dengan alur ceritanya gitu. Ditambah lagi beberapa adegan dari film ini yang membuat kita teringat dengan potongan adegan film lain seperti pas adegan introgasi kok aku berasa nonton film Now You See Me gitu.

Satu lagi yang aku kurang sreg adalah adanya peran Nikita Mirzani dalam film ini. Ya tahu sendirikan yak Nikita itu seperti apa, adegan biasa-biasa aja dibuatnya jadi syur gitu dan menurut aku itu gak penting. Padahal lawakan mereka udah cerdas banget lah, tapi ternodai dengan si Nikita dan beberapa adegan buka-bukaannya.

Karena ada Nikita Mirzaninya jadi aku cuma kasih nilai 7,5/10 deh buat film ini. Kalau gak ada aku kasih 8,5 deh πŸ˜›

***

Ada yang merekomendasikan film Indonesia yang bagus lagi? Tapi jangan drama ya, aku suka rada males nonton film drama. Lah film box office aja aku gak mau nonton kok kalau film drama. Apalagi film Indonesia kan πŸ˜›

[Review] Terminator Genisys


143373207541371_300x430Ihhhhhh… udah lama banget ya aku gak mereview sebuah film yak. Terakhir itu film yang aku review adalah Insidious 2 pada bulan oktober 2013! Dan itu waktu aku masih hamil. WOW! Berarti udah satu tahun lebih yak. Harus lebih rajin update tentang film neh!

Kalau dibilang jarang nonton bioskop gak juga seh, walaupun semenjak melahirkan si K frekuensi aku ke bioskop jadi rada berkurang, tapi satu bulan sekali masih ada kali nontonnya.

Nah, kali ini si Niee akan mereview film Terminator Genisys. Alasan aku pengin nulis film ini gak ada seh πŸ˜› cuma film ini yang terakhir aku nonton aja. Hahahahaha..

Sinopsis

Cerita dimulai pada tahun 2029. Kyle Reese (Jai Courtney) adalah seorang anak yang lahir pada tahun 2004 di mana bumi tidak ada lagi pohon, dananu atau langit yang berwarna biru. Pada tahun 1997 terjadi pelepasan seluruh bom atom diseluruh dunia yang digerakkan oleh Sky Net yang menyebabkan 1 milyar manusia meninggal dan mereka yang tertinggal diincar oleh mesin. Mereka yang masih hidup menyebut hari itu kiamat. Sewaktu dalam pelarian dan persembunyiin Kyle kecil diselamatkan oleh John Connor (Jason Clarke)Β  seorang pemimpin kelompok pemberontakan manusia terhadap mesin.

Suatu hari John mempersiapkan kelompoknya untuk menyerang Sky Net yang dia yakini menjadi titik akhir dari pemberontakannya dan hari di mana manusia akan menang melawan mesin. Namun pada saat kelompok mereka masuk ke pusat pertahanan Sky Net ternyata mereka sudah terlambat. Pusat pertahanan itu sudah kosong meninggalkan sebuah mesin waktu di mana John tahu harus mengirimkan Kyle kepada ibunya John, Sarah Connor (Emilia Clarke) di Los Angles tahun 1984.

Yang Kyle tahu bahwa Sarah adalah seorang gadis lemah yang tidak tahu apa-apa tentang masa depan dan Sky Net. Namun apa yang dia lihat setelah datang ke LA pada tahun 1984 itu sangatlah jauh berbeda. Sudah ada Terminator T-1000 yang menunggu kedatangannya dan langsung ingin membunuhnya. Ada lagi Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) yang dia fikir jahat malahan bekerja sama dengan seorang gadis yang ternyata adalah Sarah di mana Sarah bukanlah gadis lemah seperti yang dibayangkannya. Sarah sudah mampu menggunakan senjata dan tahu tentang masa depan! Misi Sarah adalah pergi ke tahun 1997 untuk menghentikan peluncuran Sky Net.

Tapi benarkah tahun 1997 itu adalah tahun peluncuran Sky Net? Sedangkan sejarah telah berubah? Ditambah lagi Kyle tepat saat menggunakan mesin waktu melihat John diserang oleh Terminator dan disaat yang sama dia juga mendapatkan kenangan di mana Genisys akan diluncurkan pada tahun 2017 dengan embel-embel Genisys adalah Sky Net. Jadi ke manakah Sarah dan Kyle akan pergi? Apa yang terjadi pada John? Dan dapatkan mereka menghentikan Sky Net diwaktu yang tepat?

Review

Sebenarnya, Terminator Genisys ini film yang rada membingungkan. Membingungkan bagi aku yang mengikuti film ini dari Terminator pertama. Konsep yang aku punya adalah Sarah akan diselamatkan oleh Kyle pada tahun 1984 dari serangan Terminator T-800 si Arnorld itu. John yang merupakan anak dari sarah dan Kyle lahir pada tahun 1989 setahun setelah Sarah dan Kyle bertemu. John adalah orang baik dan dia adalah pemimpin umat manusia yang tersisa.

Sampai saat Terminator Salvation (2009) konsep itu masih sangat pas dan jelas untuk aku. Tapi kok film ini konsepnya jadi beda! Kalau sejarah pada tahun 1984 sudah berubah kenapa masa depan pada saat 2029 masih tetap sama? Kalau Sarah dan Kyle akhirnya menjelajahi waktu ke tahun 2017 yang asumsinya si John kan belum lahir dong yak, eeh kok Johnnya malah bisa tetap eksis di masa depan? Bingung gak tuh! Yang pasti film ini konsep waktunya udah gak jelas mundur majunya. Yang udah nonton dari pertama aja sampe bingung, apalagi yang gak pernah nonton sama sekali kayak abang aku, dianya saking gak ngerti sampe ketiduran di bioskop. Hahahahaha.

Ceritanya sendiri seh masih asyik menurut aku. Editingnya keren dan aku suka banget dengan Emilia Clarke yang jadi Sarah. Walaupun beda pemain sama Terminator pertama tapi gayanya mirip banget jadi keren menurut aku. Yang paling gak aku suka seh Jason Clarke sebagai John. Karena konsep aku John itukan keren dan baik hati banget yak. Lah ini mukanya Jason kayak penjahat banget >.<

Karena filmnya membingungkan jadi aku kasih nilai 7/10 aja deh. Itupun 7 karena aku udah suka duluan sama Terminatornya. Kalau abang aku kasih nilai 5 kali yak. Hahahahaha..

***

Jadi, mau nonton film apa lagi kita besok? Aku masih penasaran dengan Jurasic World seh sebenarnya, tapi akukan gak nonton Jurasic Park yang pertama, jadi takut kagok gak ngerti jalan ceritanya gitu *galau* :mrgreen: