[Review Drakor] Signal & Another Oh Hae Young


Waahh, udah lama banget yak si Niee gak nulis review Drama Korea di blog. Sebenarnya mau maju mundur mau nulis lagi gak setelah nontonnya udah lama tapi nulisnya entah kapan tahun. Tapi karena niat emang nulis reviewnya untuk diri sendiri kalau pengen nonton lagi bisa dapet feel yang sama gitu 😛 jadilah diniatkan untuk nulis lagi.

Kenapa Signal dan Another Oh Hae Young? Karena ini drama ada di list paling atas drama yang udah aku tonton, hahahaha. Gak banget ya alasannya. Bahkan drama ini udah tayang bulan januari 2016 gitu loh! Udah setahun lewat baru mau ditulis reviewnya! >.<

Satu alasan lagi adalah karena kedua drama ini samaan tayangnya di TVN.Kayaknya tahun ini TVN banyak geluarin drama yang ok-ok deh yak. Ok tapi ngeselin 😛

SIGNAL

signal-ost-2016

JALAN CERITA

Park Hae Young adalah seorang polisi dengan masa lalunya yang sangat kelam. Sewaktu kecil orang tuanya berpisah, dia bersama ayahnya dan abangnya bersama dengan ibunya. Abangnya yang sangat pintar dan termasuk ke dalam murid yang berprestasi tiba-tiba dituduh melakukan pelecehan kepada seorang teman sekolahnya dan dimasukkan ke dalam penjara. Setelah keluar dari penjara Hae Younng menemukan abangnya meninggal di dalam rumahnya yang kemudian diberitakan bahwa abangnya bunuh diri karena merasa malu.

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 2000 ketika dia sekolah dia melihat seorang temannya dibawah oleh seorang wanita. Keesokan harinya teman sekolahnya itu kemudian diberitakan hilang dan penculikannya mengarah kepada seorang mahasiswa. Saat Hae Young pergi ke kantor polisi untuk menceritakan apa yang dia lihat, tidak ada seorang polisipun yang menggubrisnya. Karena hal-hal itulah dia jadi membenci kelembagaan polisi.

Namun nasib berkata lain, karena satu-satunya lembaga yang bisa dia masuki dengan gratis adalah lembaga kepolisian, akhirnya Hae Young pun menjadi polisi.

Pada tahun 2016 ketika dia sedang berjalan dia menemukan Walkie Talkie yang berbunyi dari seorang polisi bernama Lee Jae Han yang menyebutkan dia tengah berada disebuah rumah sakit jiwa dan menemukan sesosok mayat yang digantung di dalam sebuah lubang. Hae Young dan bingung dan penasaran kemudian datang ke rumah sakit jiwa itu dan menemukan mayat yang ternyata adalah tertuduh penculikan teman SDnya pada tahun 2000 yang lalu. Karena penemuan itulah akhirnya kasus itupun dapat terungkap kembali dengan menangkap tersangka yang sebenarnya.

Semenjak itu Hae Youngpun kemudian terus menerus berkomunikasi pada Lee Jae Han dari tahun 1989 melalui walkie talkie itu untuk menuntaskan kasus-kasus lama yang mengambang.

Karena ketertarikannya kepada kasus tersebut, akhirnya kepala kepolisiannya membentuk tim khusus dimana salah satu anggotanya adalah Cha Soo Hyun di mana adalah junior Lee Jae Han yang sudah hampir 10 tahun mencari jasad senior yang disukainya tersebut.

Dapatkah akhirnya Cha Soo Hyun menemukan jasad Lee Jae Han? Dan apa yang akan dilakukan Cha ketika dia mengetahui bahwa Hae Young selama ini berkomunikasi dengan Jae Han melalui Walkie Talkie?

cast signal
cast signal: tiga pemeran utaanya aku belum pernah ingat nonton mereka di drama sebelumnya seh.

Satu lagi gendre baru yang ditampilkan oleh drama korea. Kalau drama meye-meye udah biasa, drama time traveling udah banyak, nah ini entah apa lagi jenisnya. Yang pasti berhubungan dengan waktu!

Dengan bisa berkomunikasinya orang sekarang dengan orang pada jaman dahulu kala membuat perubahan sejarah, dan perubahan sejarah tentu juga akan merubah keadaan dimasa depan, bahkan seseorang yang dulunya tidak pernah dilahirkan bisa menjadi ada dan eksis dengan adanya perubahan sejarah tersebut. Nah loh! Bingung gak tuh? 😛

Tapi walaupun dramanya loncat-loncat dari masa kini ke masa lalu tapi dikemas dengan apik sehingga gak membingungkan kita saat menontonnya. Malahan karena temanya unik setiap episodenya selalu aja ada yang membuat kita berfikir dan terkejut dengan adegan-adegannya. Bisa satu kejadia Polisi Cha meninggal tapi karena mengubah masa lalu bisa gak jadi meninggal gitu loh! Dan semua itu hanya satu orang yang menyadarinya, yaitu orang yang memegang Walkie Talkienya. Jadi orang lain ya seperti biasa aja gak ngeh dengan dunia yang udah jungkir balik berubah sana sini karena satu orang yang berkomunikasi dengan masa lalu!

Ending dramanya juga sangat gak terduga sama sekali. salut deh. Suka banget aku dengan drama dengan tema-teman seperti ini (walaupun lebih suka dengan tema remeh remeh beruri air mata seh 😛 ). Bravo deh buat penulis dan TVN 😀

Oia satu info lagi dari artikel yang aku baca Signal ini jadi drama terbaik di korea tahun 2016 loh (tapi lupa versi apa, huahahaha) makin direkomendasikan deh yak buat ditonton 😀

Another Oh Hae Young

Aku juga lupa kenapa bisa memutuskan untuk menonton drama ini, karena kalau dilihat dari plotnya ini drama biasa aja seh (tapi tetep aja nontonnya sampe habis :P) Aku rasa seh karena tahun 2016 ini aku mulai intens masuk ke beberapa group yang sering membahas drama korea terbaru. Nah kalau gak salah inget drama ini lumayan banyak yang bahas, baik yang memuji maupun memaki, huahahaha. Akukan jadi penasaran 😛

another-oh-hae-young-poster

JALAN CERITA

Oh Hae Young pada H-1 pernikahannya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dan mengabari itu kepada kesemua teman dan keluarganya. Dengan keputusan itu, banyak orang kemudian mencibir dan memandang rendah dirinya, mulai dari keluarga, tetangga, hingga teman dan bos di kantornya. Walaupun sebenarnya dia bukanlah orang yang memutuskan pernikahannya tersebut tetapi calon suaminya yang mengatakan dia sudah tidak suka padanya terutama cara makannya.

Dilain pihak ada  Park Do Kyung, seorang sound man yang juga memiliki masa lalu yang kelam dimana ia juga ditinggal oleh calon istrinya pada hari H. Lebih tragis lagi lah ya daripada Hae Young 😛

Cast Another Oh Hae Young
Cast Another Oh Hae Young : samaan dengan signal, gak inget pernah nonton drama yang castnya mereka berdua. Tapi perasaan kok ya aku seringnya nonton yang pemainnya baru yak, hihihi.

Usut-punya-usut ternyata penyebab kegagalan pernikahan Oh Hae Young adalah karena Do Kyung. Dia salah mengenali Oh Hae Young dengan mantan pacarnya yang bernama sama. Karena merasa benci mantan pacaranya itu akan menikah, dia bersama dengan temannya Lee Jin Sang pun membuat cowok tersebut bangkrut hingga masuk ke dalam penjara. Karena itulah tunangan Hae Young membatalkan pernikahannya pada H-1 karena keesokan harinya dia akan masuk ke dalam penjara. Pas saat hari mereka merencanakan pernikahan.

Namun nasib berkata lain, Oh Hae Young bertemu dengan Do Kyung dan malah tinggal di rumah yang sama (berdampingan gitu beda pintu) yang membuat mereka instens berhubungan dan lama-kelamaan Hae Youngpun mulai menyukai Do Kyung.

Pada dasarnya Do Kyung juga suka seh sama Hae Young, tapi dia merasa tidak enak karena dia adalah penyebab rusaknya pernikahan Hae Young dan dia tidak berani menceritakan hal itu.

***

Hmm, apa yak. Sebenarnya cerita drama ini ringan. Permasalahannya gak terlalu menjelimet. Walaupun ada cerita tentang orang tua tapi gak terlalu berpengaruh buat mereka karena emang udah dewasa semua. Apalagi sifat Oh Hae Young yang kayak murah banget gitu jadi cewek 😛 rasanya pas nonton gimana gitu.

Tapi-Tapi aku sukaaa dramanya kakak. Selesai nontonnya kayak ada rasa bahagia gitu, apalagi endingnya manis banget. Beda jauh dengan drama Scarlet misalnya gitu yang ceritanya ditunggu-tunggu tapi endingnya bikin ngeselin dah sampe sekarang suka bikin muka mengkerut (iyaaa, nonton korea sampe segitunya diriku 😛 )

Jadi-jadi-jadi, kalau mau nonton drama korea yang buat seru-seruan aja, boleh deh yak nonton Another Oh Hae Young.

Temen-temen sekarang lagi nonton drama apa? Kalau aku baru selesai nonton goblin dan lagi on goin Hwarang sama baru mulai nonton Saimdang! Kayaknya nonton drama korea gak ada jedanya yak! Hihihi

Fantastic Beasts : Ketika Dahaga Terhilangkan


Rasanya udah lama banget ya si irninya gak nulis tentang film yang baru ditonton. Seringnya selain berfikir udah banyak review yang berterbangan di seluruh dunia, beberapa film yang aku tonton belakangan ini emang gak terlalu masuk ke hati kali yak. Bagus filmnya, tapi ya sekedar bagus aja, sampailah ketika aku menonton film ini. INI FILM BAGUS BANGET KAKAK!!

Baca review film terakhir irni: COMIC 8 Kasino King

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

Sebagai penggemar Harry Potter rasanya ngenes gitu waktu terakhir baca seri bukunya yang ketujuh. Udahlah nunggunya lama banget sampe bertahun-tahun. Belinya pre-order pula, bacanya sedikit-sedikit tapi penasaran banget dan akhirnya sampailah harus merelakan hati ini bahwa bukunya emang udah tamat. Gak akan ada lagi buku-buku selanjutnya (dan eh ternyata ada buku barunya! Dasar kau JK Rowling! 😆 ) Tapi sedikit menenangkan hati karena paling gak masih ada filmnya. Film pertama selesai, paling gak ada part 2 nya. Dan akhirnya Harry Potter pun bener-bener usai. By HARRY, kita gak akan ketemu lagi! 😥

Harry Potter menurut aku penggambaran dunia sihir pada masa kini yang sempurna banget. Gak kayak kebanyakan film yang menggambarkan penyihir itu gelap (seperti Maleficent misalnya di dunia dogeng) Harry Potter series menggambarkan bahwa penyihir itu dekat dengan kita dan ada disekitar kita, kita aja yang gak menyadarinya. Karena konsep inilah yang dulunya waktu jaman SMP dan SMA aku seneng ngayal seandainya dunia sihir itu bener-bener ada. Atau bagaimana kalau salah satu tetangga aku adalah penyihir hebat, dan yang lainnya. Makanya setelah series itu habis serasa semua khayalan terhempas *lebay*

Pas denger film ini tayang sebernarnya gak ngeh juga ini film apaan. Karena aku jujur aja gak pernah melahap buku-buku pendukung Harry Potter kecuali ketujuh buku utamanya. Karena beberapa kali ngintip di gramed rasanya buku-buku itu aneh gitu, hahahaha. Buku Fantastic Beasts ini juga kalau baca bukunya sekilas emang cuma menjelaskan tentang hewan-hewan di dunia sihir dan di mana kita bisa menemukannya. Bener-bener bukan buku yang bercerita. Tapi pas baca beberapa review dari temen-temen apalagi pas tahu bahwa ini proyeknya JK Rowling dan ada hubungannya dengan Harry Potter si Irni pun semangat banget buat nontonya. AKU HARUS NONTON FILM INI DI BIOSKOP!

Cover Film Fantastic Beasts
Cover Film Fantastic Beasts

JALAN CERITA

Pada tahun 1920an Newt seorang penyihir dari Inggris datang ke Amerika dengan membawa sebuah koper yang berisi penuh dengan binatang-binatang sihir peliharaannya. Ketika hari pertama datang dia kemudian disuguhkan ke depan sebuah demo tentang penolakan penyihir oleh para aktivis. Sialnya pada saat demo sedang berlangsung salah satu peliharaannya malah keluar dari kopernya dan masuk ke dalam sebuah bank di mana Newt harus menangkap kembali binatang tersebut.

Di dalam bank, Newt bertemu dengan Kowalski, seorang yang sedang ingin meminjam uang di bank untuk membuka toko kue. Nasib buruknya kemudian membawa dia mengikuti perburuan Newt untuk mendapatkan hewan peliharaannya hingga mereka disangka akan mencuri uang di bank tersebut. Karena terburu-buru Newtpun ber-disapparate bersama dengan Kowalski dan karena takut kowalski langsung pergi.

Dari kejauhan Tina, seorang ex-Auror melihat gerak-gerik mencurigakan dari Newt dan membawanya ke Kementerian Sihir di Amerika. Dia mencurigai Newt yang membawa koper berisi penuh binatang sihir dan menduga bahwa kejadian beberapa hari belakang ini adalah ulah binatang-binatang itu. Namun, pada saat di cek ternyata koper Newt dan Kowalski tertukar. Beberapa binatang terlepas dari koper dan Newt harus mengembalikan mereka semua masuk ke dalam koper agar tidak tertangkap oleh manusia dan penyihir yang jahat.

Namun benarkah kejadian belakangan ini adalah ulang seekor binatang?

Review

Sekali lagi AKU SUKA BANGET SAMA FILMNYA! Banyak yang bilang rada bosan diawal film aku gak sama sekali tuh! Mungkin aku terlalu kagum dengan penceritaan dunia sihir dari versi orang dewasa dan berbaur dengan Muggle. Seperti juga aku terperangah waktu pertama kali nonton Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dengan dunia sihirnya.

Di awal film emang yang aku rasakan adalah JK Rowling bener-bener mengenalkan dunia sihir yang baru. Dunia sihir di luar Hogwarts dan bahkan di luar Inggris. Bagaimana penyihir Amerika berpakaian (yang mana aku asumsikan bahwa mereka lebih berbaur dengan Muggle atau Non-Mag jika menyebutnya di Amerika daripada para penyihir di Inggris), suasana Kementerian Sihirnya yang terasa amat modern (bahkan ini tahun 20an loh) di bandingkan dengan London di tahun 2000an. Bagaimana orang-orang itu bekerja dan bagaimana fikiran-fikiran dan muggle itu melihat ini bener-bener dibagun karakternya di bagian awal film. Aku gak tahu juga film kedua dan seterusnya apakah akan masih bersetting di Amerika atau kembali ke London atau ke negara lainnya, tapi yang pasti JK-Rowling benar-benar berhasil mencabut pemikiran sempit kita di dunia sihir hanya ada di sekitaran London dan menanamkan image baru sihir di belahan dunia manapun.

Karakter Newt sendiri yang diperankan oleh Eddie Redmayne sangat penyihir Hogwarts banget, tipe tertutup yang punya banyak sisi mesteri di dalamnya. Walaupun di dalam bukunya tidak pernah menggambarkan bagaimana karakter Newt itu sendiri, tapi membandingkan karakternya di film dan buku yang akan dituliskannya rasanya cocok sekali dengan kecintaannya yang begitu besar kepada makhluk-makhluk dunia sihir.

Aku juga sangat suka dengan penggambaran isi dalam koper Newt di mana dia merawat hewan-hewannya. Itu sangat MAGIC sekali :mrgreen:

Dan adanya karakter Non-Mag Dan Fogler sebagai Kowalski sangat pas sekali dibuat oleh JK-Rowling. Kita jadi bisa melihat bagaimana reaksi seorang yang bukan penyihir dihadapkan dengan dunia sihir yang begitu fantastic di satu sisi dan begitu kelam di sisi lainnya.

Jadi berapa nilai yang aku berikan untuk film ini? Tentu aja 9,5/10. Kenapa gak 10/10 aja Niee? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, hihihihi.

Buat kalian penggemar seri film Harry Potter kalian harus nonton film ini. BUat kalian penggemar film yang bergenre fantasi gini kalian juga harus nonton film ini. Tapi buat kalian yang gak suka genre beginian mending gak nonton seh, ntar nasibnya kayak si abang suami yang dari awal sampe akhir bingung ini film isinya apaan 😆

Karena tetep ya dunia hiburan itu masalah selera. Kalau aku seh semua jenis film suka aja, yang ngebedainnya bagus atau gak filmnya. :mrgreen:

fantasticbeasts-4 fantasticbeasts-5

JADI KALIAN MAU NONTON FILM INI ATAU GAK NEH SETELAH BACA REVIEWNYA? 😀

ps: seluruh gambar diambil dari twitter dan FB resmi Fantastic Beasts The Movie

Baca juga review film-film lainnya si Irni di sini

[Review Drakor] Reply 1988


sp-141410-226-reply-1988Ini drama korea udah lama banget aku nontonnya. Setelah nonton on going DOTS yang fenomenal banget itu (saking fenomenalnya jadi males nulis reviewnya di sini 😛 ) untuk mengalihkan perhatian aku nonton Reply 1988 ini. Awalnya maju mundur mau nonton ini drama karena pas sekilas lihat episode satunya beberapa menit kok gak banget. Tema yang diangkat tahun 1988 itu terasa jadul banget gitu lah.

Tapi setelah ditonton dan mulai menikmati jadinya malah penasaran banget. Apalagi drama ini seperti seri-seri Reply lainnya (yang mana aku gak nonton seh 😛 ) mengaburkan siapa pemeran utama prianya, jadi kita disuruh menebak ending pemeran cewek ini bakalan sama siapa nantinya. Syukurnya aku sendiri gak tahu ending drama ini jadi masih bisa menikmati jalan ceritanya sampe akhir. Masih bisa menjadi #TimJungHwan dengan sangat setia 😆 . Masih bisa sedih-kesal-kecewa dengan endingnya yang terasa dipaksa. Tapikan emang itu maunya penulis ya kalau kita menonton drama ini? Hehehehe.

Cast yang pemaen remajanya rata-rata hampir aku gak kenal kecuali Park Bo Gum yang pernah aku tonton di Hello Monster - I Remember You
Cast yang pemaen remajanya rata-rata hampir aku gak kenal kecuali Park Bo Gum yang pernah aku tonton di Hello Monster – I Remember You

JALAN CERITA

Pada tahun 1988 di Kota Seoul terdapat 5 orang remaja yang telah berteman sedari mereka masih anak-anak. Ada Duk-Sun, anak cewek satu-satunya diantara keempat teman laki-lakinya.

Hye Ri sebagai Duk Sun
Hye Ri sebagai Duk Sun

Duk-Sun ini anak yang ceria, kalau ada dia suasana pasti langsung menjadi rame, akan tetapi dia juga anak dari keluarga yang paling miskin di komplek tersebut. Rumahnya menumpang di bawah rumah keluarga yang paling kaya di komplek. Duk-Sun memiliki dua orang saudara, satu kakaknya yang terkenal amat sangat garang bernama Sung Bo Ra namun terkenal sangat pintar dikalangan komplek tersebut dan satu adik laki-laki bernama Sung No Eul. Selain yang paling miskin, Duk Sun juga merupakan anak yang paling tidak pintar diantara teman-temannya sehingga sering membuat kakaknya kesal.

ryu-jun-youl
Ryu Jun Yeol sebagai Jung Hwan

Jung Hwan adalah orang yang tinggal satu atap dengan Duk Sun. Rumahnya berada di atas rumah Duk Sun dan merupakan keluarga paling kaya di komplek tersebut. Walaupun dahulunya keluarganya adalah orang paling miskin di kompleks sebelum abangnya Kim Jung Bong memenangkan lotre dan mendapatkan banyak uang. Jung Hwan orang yang introvert kepada keluarganya. Kalau ada masalah dia selalu ingin menyelesaikannya sendiri tanpa memberitahu orang lain. Bahkan saat dia sedang menyukai seseorang dia juga tidak mampu memperlihatkan perasaannya itu kepada orang tersebut.

go-kyung-pyo
Go Kyung Po sebagai Sun Woo

Sun Woo terkenal sebagai anak yang baik dan penurut di kalangan komplek. Hanya memiliki ibu dan ayahnya telah meninggal 2 tahun yang lalu dan memiliki satu adik perempuan yang masih balita. Dia juga termasuk orang yang kurang berada di komplek.

Lee Dong Hwi sebagai
Lee Dong Hwi sebagai Dong Ryong

Dong Ryong yang paling bermasalah di komplek. Paling suka membuat onar dan tidak betah berada di rumah. Ayahnya adalah guru di sekolahnya dan ibunya sibuk dengan bisnisnya. Karena itulah dia lebih senang berada di rumah teman-temannya untuk bermain dan makan bersama.

Park Bo Gun sebagai Taek
Park Bo Gun sebagai Taek

Taek merupakan anak yang paling pendiam di kompleknya. Dia sudah ditinggal meninggal oleh ibunya pada saat masih sangat kecil. Oleh karena itulah ayahnya membawanya pindah ke Seoul dan tinggal di komplek itu. Taek sendiri putus sekolah karena ingin fokus untuk menjadi pemain baduk profesional.

***

Awal cerita dari drama ini bukan tentang cinta, tapi lebih kepada permasalahan keluarga. Bagaimana interaksi antara orang tua dengan anak, anak dengan saudaranya, anak dengan teman-temannya, keluarga dengan tetangganya.

Cerita percintaan sendiri dimulai ketika Duk Sun mulai merasa kalau Sun Woo menyukainya. Karena itulah dia mulai memperhatikan Sun Woo dan baik terhadapnya. Apalagi ketika ditanya bahwa Sun Woo juga mempunyai wanita yang disukainya sejak dari dua tahun yang lalu. Tapi Duk Sun langsung kecewa karena ternyara wanita yang disukai Sun Woo adalah kakaknya Bo Ra.

Teman-teman Duk Sun beranggapan kalau Jung Hwanlah yang sebenarnya menyukai Duk Sun, apalagi Jung Hwan selalu ada pada saat Duk Sun membutuhkan. Sebenarnya Jung Hwan juga menyukai Duk Sun sedari dulu, tapi karena tipikal Jung Hwan yang tertutup jadi dia tidak pernah mengakui perasaannya. Apalagi Taek secara terang-terangan kepada teman-teman para laki-laki bilang dia menyukai Duk Sun, Jung Hwanpun tidak ingin temannya merasa kecewa sehingga mundur dengan teratur. Duk Sun yang menunggu tanggapan Jung Hwan pun mulai kecewa karena dia tidak pernah mendapat jawaban secara pasti dari Jung Hwan, walaupun perlakukan Jung Hwan ke Duk Sun sangat lebih dari siapapun.

Tahunpun bergulir, mereka yang dulunya selalu bersama mulai menjalani kehidupannya masing-masing. Taek tetap pada urusannya dengan baduk, Sun Woo yang dulu sempat pacaran dengan Bo Ra secara diam-diam putus dan sibuk dengan dunia pendidikan kedokterannya. Jung Hwan masuk ke akademi angkatan darat, Dong Ryong menjalankan bisnis restorannya dan Duk Sun menjadi seorang pramugrari.

Dari anak remaja 80an yang kaku, merekapun menjelma menjadi orang dewasa yang sibuk namun tetap ingin mempertahankan pertemanannya. Jung Hwan yang menyukai Duk Sun ternyata masih menyimpan perasaannya walaupun sampai sekarang dia tidak pernah bercerita kepada siapapun. Sampai akhirnya teman-temannya mengejek dia yang tidak pernah berpacaran kemudian tercetus dari mulutnya pengakuan perasaannya kepada Duk Sun, namun ujung-ujungnya dikemas menjadi sebuah candaan saja.

Dilain pihak Taek mulai gencar meperlihatkan perasaannya kepada Duk Sun yang membuat Duk Sun menjadi gundah.

Jadi siapakah yang dipilih Duk Sun? Taek atau Jung Hwan?

***

SPOILER DULU YAK

Sepanjang drama ini aku tonton aku gemesssss banget sama Duk Sun dan Jung Hwan. Duk Sun yang kok gak bisa melihat seh perhatian Jung Hwan yang luar biasa itu kepadanya. Dan Jung Hwan kenapa seh gak langsung ngomong aja ke Duk Sun kalau dia suka.

Sampai suatu ketika dia menyalahkan dirinya sendiri “ini bukan soal kesempatan, karena akulah yang telah membuang banyak kesempatan ini” IYA EMANG ELO ANEH BANGET! Hahahaha.

Aku emang termasuk #timJungHwan garis keras. Aku merasa pendalaman perasaan antara Duk Sun dan Taek itu dangkal banget. Bahkan mereka baru terasa saling menyukai mulai dari episode 15. Sedangkan antara Jung Hwan dan Duk Sun itu sudah diperlihatkan dari episode 3! Bahkan pas adegan reka ulang itu sudah dari episode 1! Tapi kok bisa-bisanya Duk Sun sama Taek?

Ok lah kalau memang itulah yang terjadi. Tapi kok ya nasib Jung Hwan gitu gitu amat? Sama sekali gak ada tahu perasaannya, bahkan saat dia ngomong difikir bercandaan dan saat endingnya gak ada tuh namanya cerita dia sama siapa gitu, hilang aja gitu ditelan waktu.

Aku biasanya gak nulis spoiler seh yak, tapi kalau drama ini harus aku tulis biar perasaan aku pas nonton drama ini masih aku bisa ingat kalau baca tulisan ini, hahahahaha.

Sekarang aja pas nulis review ini aku masih kesal loh. Dan #TimJungHwan rata-rata banyak yang menyangkal episode 19-20 dan menasbihkan diri bahwa episode 18 adalah ending dari reply1988!

Walaupun begitu aku sekarang udah move on kok ke drama korea selanjutnya, huahahahahahaha.

Jadi, nonton drama korea apa kamu sekarang? Aku lagi nonton Moonlight yang tinggal 1 episode lagi dan Scarlet yang tinggal 4 episode sama The K2 yang masih baru episode 8! Sibuk Banget! 😛

HKTrip – Hotel


Haaaiii Haaaiiii.. Si Niee lanjut cerita tentang liburan ke Hongkong – Macau – Shenzhen lagi yak. Kalau mau cerita lengkapnya bisa diintip di postingan sebelum dan sesudahnya di bawah:

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. China Folk Culture Village

Dipostingan kedua kali ini sebelum cerita ke jalan-jalannya, aku mau ceritain tentang hotel yang aku inapin dulu. Total ada empat hotel yang aku inapin kemaren, 3 diantaranya aku seneng banget. Satunya ok seh, gak jelek-jelek amat juga, tapi karena aku ini pencinta hotel minimalis nan terang menderang (kalau dapet hotel dengan jendela yang luas aku paling seneng dah) jadi satu hotel yang aku inapin si Shenzhen rada kurang ok menurut aku. Tapi karena faktor lain masih cukup puas kok.

So, ini dia keempat hotel yang aku inapin selama HKTrip kemaren.

TUNE Hotel KLIA 2

Permasalahan utama kalau nyari tiket murah dan lo berada di kota kecil antah berantah di pelosok Indonesia adalah gak banyaknya penerbangan langsung ke negara tujuan yang ingin didatangi. Manalah penerbangan KL – Pontianak juga gak setiap hari gitu, jadilah si abang menutuskan untuk kami menginap semalam di hotel bandara aja. Setelah di googling akhirnya memutuskan untuk menginap di Tune KLIA2.

Dari segi lokasi, hotelnya bener bener deket banget sama KLIA2. Nujunya juga gampang banget. Tinggal ngikuti papan penunjuk informasi yang ada tulisan Hotelnya, terus cari lift turun satu tingkat ke bawah (L1M) ikutin jalan lagi sekitar 5 menitan langsung sampe deh di hotelnya. Bener bener dempet-dempetan dengan bandaranya deh.

Dari segi suasana kamar aku juga suka banget dah. Sebagai pencinta hotel hotel baru dengan gaya minimalis Tune ini ok banget dah. Walaupun ukurannya gak luas (tapi masih lebih luas daripada hotel aku di Hongkong loh, hahaha) tapi gak yang sampe susah bergerak gitu. Apalagi kamarnya dapet jendela yang gede jadi makin suka deh, walau pemandangannya gak ngadep bandara langsung. Kalau pemandangannya jejeran pesawat gitu kan makin tjakep yak.

IMG_2592Tempat tidurnyapun empuk rasanya jadi pas pulang dari Hongkong kemaren dan sampe hotel udah jam 1 malam dapet rebahan di tempat tidurnya rasanya nikmat bener dah :mrgreen:

Fasilitas pendukung yang aku dapetin seh rasanya cuma Wifi yak. Kencengan seh, tapi cuma bisa dipake sama 2 HP, kalau lebih gak bisa terkoneksi. Padahal kan akunya bawa Ipad untuk maennya si K. Jadi harus gantian deh makenya.

Jadi si Niee puas gak? Puas dah dengan hotelnya. Untuk yang singgah transit di KLIA2 dan mau menginap di hotel, Tune bagus banget kok. Tapi kalau ada yang milih tidur di bandara seh laen cerita yak. Pas aku ke bandara paginya jam 4 subuh ada loh satu keluarga yang anaknya kira-kira berumur 6-7 tahun gitu tidur di ruang tunggu! Ihhhh, kan dingin yak. Kasian anaknya >.<

Hard Rock Hotel Macau

Sebenarnya ngajuin proposal ke si abang suami untuk nginep di Venetian Hotel pas di Macau. Tapi langsung ditolak dong, katanya kemahalan, hahahaha. Ya udah aku kendorin deh proposalnya, yang penting tetep di pusat kotanya Macau dan buat ke Venetian gak jauh. Akhirnya setelah cari hotel yang paling murah disekitaran situ didapatlah Hard Rock Hotel ini.

Walaupun bukan bergaya hotel minimalis seperti yang aku senengi selama ini, tapi pas masuk ke dalam kamarnya akunya langsung jatuh cinta kakaaaakkkk.. Kamarnya nyaman bangeeeeett. Ini aja udah nyaman, apalagi yang di Venetian yak (masih ngerik si abang suami 😛 )

Kamarnya udah pasti luas banget, tempat tidurnya empuk, kamar mandinya luas, dipisahin lagi dengan WCnya (walaupun ribet si wc gak ada airnya 😦 ) Ada mini barnya, ada meja makannya (yang digunain buat masak makanan si K 😛 ), jendelanya gede banget dan pemandangannya tentu saja cakep! Bisa lihat air mancur hotel Wins yang terkenal itu. Jadi gak perlu pergi jauh jauh buat hanya sekedar lihat air mancur kan yak. Dari dalam kamar aja udah menyenangkan. Kan sekalian nikmatin kamarnya juga :mrgreen: Dan yang pasti untuk ke Venetian bener bener deket. Cuma nyebrang jalan cus langsung sampe. Palingan 5 menit doang jalan kakinya.

FullSizeRender IMG_2635Si Niee suka dengan hotelnya? Sukaaaa bangeeeettt. Apalagi pas research kemaren katanya di Macau susah menjumpai orang yang bisa bahasa Inggris dengan baik. Tapi kalau nginep disekitaran City of Dream dan Venetian gitu rasanya semua orang bisa bahasa inggris deh, malah baek baek semua lagi. Jadi gak buat kita bingung sama sekali.

Wifinya juga kenceng banget, tentunya gak dibatasin penggunaannya. Tapi se Macau raya emang gak susah seh yak cari Wifi gratis. Disetiap tempat pasti nemu aja deh.

Kalau ke Macau lagi mau nginep di sini lagi? Mau seh, tapi kalau papanya boleh nginep ke Venetian seh lebih ok kayaknya, hihihihi *masih penasaran* 😛

Ibis North Point Hotel Hongkong

Setelah terpesona dengan indahnya Hard Rock Hotel di Macau, si Niee harus terhempas ke jurang hotel di Hongkong *halah* 😛

Sebenarnya, soal cari mencari hotel ini aku serahkan sepenuhnya sama si abang. Dia udah ahli deh nyari hotel ini. Dia akan memikirkan dari segi lokasi, kemudahan akses transportasi dan tentu saja kemudahan akses mencari makan. Maklum ya bok, si Niee ini lidahnya ngedeso banget. Kalau ke luar negeri tetep nyarinya makanan Indonesia yang mahal tralala trilili itu. Jadi dengan mempertimbangkan unsur itu si abang akhirnya memutuskan untuk nginep di Ibis ini.

Dari segi lokasi, hotel ini emang asik bener dah. Cuma beberapa meter dari pintu exit MTR North Point, di depannya ada terminal bis kecil di mana ada rute langsung ke bandara. Pas pulang aku pakenya bis ini, jadi gak ribet geret-geret koper di MTR, harganya lebih murah pula. Deket dengan terminal Tram juga dan cuma satu kali naek Trem buat ke tempat makanan Indonesia. Karena MTR North Point itu stasiun yang lumayan gede dan dilewati sama 2 line jadi mau kemana-mana juga deket. Bahkan pas ke Shenzhen juga bisa melalui arah yang berbeda dari kebanyakan jadi memakan waktu yang lebih singkat.

Dari segi suasana hotel seh masih masuk dalam kategori aku yak. Hotel baru dengan suasana minimalis. Apalgi dapet jendela yang gede dengan view yang Hongkong banget: pemandangan laut dengan kapal kapalnya. Kekurangan hotelnya cuma satu, tapi berperan besar banget yaitu luasnya yang sempit banget. Cuma 11 meter persegi aja gitu! Sempit kemana-mana dah. Tapi yang penting masih ada space buat sholat ya ditahan aja dah sampe pulang, hahahaha.

ZTL Hotel Shenzhen

Dari semua hotel yang aku inepin ZTL ini yang paling aku gak suka seh. Untung nginepnya cuma semalam aja.

71833_15070314390031638807

Kelebihannya seh sebenarnya banyak yak. Dari exit MRT Lou Jie itu deket banget udah sampe hotel, cuma beberapa meter gitu deh. Dan hotel ini berada deket banget dengan Dong Men Market yang terkenal itu, cuma beberapa ratus meter deh. Kamarnya juga luas banget.

Tapi karena aku pencinta hotel minimalis dan terang pas masuk hotel ini yang model hotel jaman dulu dengan lampu kamar yang redup dan jendela yang menghadap ke belakang bangunan kok rasanya kurang sreg yak. Jadi kurang puas deh dengan hotel ini.

***

Keempat hotel di atas aku pesan online di Agoda dan TripAdvisor. Harganya sendiri relatif standar seh, jadi untuk hotel jarang juga ada promo promo murah kayak tiket pesawat. Paling banter dapat diskon dari poin itupun gak seberapa. Walaupun tetep ya harganya turun naek sesuai musim liburan atau sejenisnya.

So so so, cerita selanjutnya tentang jalan-jalannya dong yak! 😀

[Review Drakor] Remember & Cheese In The Trap


Sebenarnya pengennya ngereview drakor fenomenal Reply1988 dulu. Eh ternyata saking fenomenalnya (buat aku yang sampe sekarang sakit hati banget dengan endingnya) malah gak jadi jadi deh draftnya cuma nangkring doang. Jadilah mending review ini aja dulu yak. Drama yang aku udah tonton dan selesai dari bulan Februari lalu. :mrgreen:

REMEMBER

Poster Drama Korea Remember
Poster Drama Korea Remember

Setelah She Was Pretty dan Oh My Venus si Niee sebenarnya kecanduan nonton drama on going. Ada kesenangan tersendiri ternyata nonton drama yang waktunya samaan dengan tayang di korea sono. Palinglah telat sehari dua hari doang. Yang paling terasa seh europianya di media-media terasa banget. Semenjak nonton on going aku juga masuk ke beberapa komunitas drama korea di FB, jadilah si Niee uptodate banget dah tentang perkembangan baik dramanya, pemainnya sampe cerita-cerita dibalik layarnya plus cerita setelah kelar tayang dramanya. Paling ngehits seh waktu aku nonton DOTS yak. Sayang banget Aku nonton Reply 1988 gak pas ongoing, kalau iya pasti heboh banget deh akunya saat itu 😀

Cast Drama Korea Remember (pemain utamanya Yoo Seung Ho sama sekali aku belum pernah nonton drama dia sebelum ini. Kalau Park Min Young seh gak usah ditanya lah yak, banyak banget dah dari Healer, dr. Jin, Sungkyunkwan Scandal, dll. Namgung Min juga sering banget lihatnya. Terakhir seh nonton yang pas maen The Girl Who Sees Smells, Terakhir Jung Hye Seong juga sering banget lihatnya terakhir di Oh My Venus dan Blood
Cast Drama Korea Remember (pemain utamanya Yoo Seung Ho sama sekali aku belum pernah nonton drama dia sebelum ini. Kalau Park Min Young seh gak usah ditanya lah yak, banyak banget dah dari Healer, dr. Jin, Sungkyunkwan Scandal, dll. Namgung Min juga sering banget lihatnya. Terakhir seh nonton yang pas maen The Girl Who Sees Smells, Terakhir Jung Hye Seong juga sering banget lihatnya terakhir di Oh My Venus dan Blood

JALAN CERITA

Seo Jin Woo adalah anak yang bisa mengingat kejadian detail dari peristiwa yang dilihat maupun dibacanya. Pertemuan pertamanya dengan Lee In A di dalam bus yang menuduhnya sebagai pencopet dompetnya juga memerankan ingatannya yang detail itu sehingga dia dapat keluar dari tuduhan tersebut.

Kebalikan dari anaknya, ayah Jin Woo menderita penyakit Alzheimer, penyakit di mana dia sering melupakan suatu hal yang kemudian lama kelamaan dia akan melupakan banyak hal termasuk anaknya sendiri.

Suatu malam ayah Jin Woo sedang berjalan dan penyakit ini menyerangnya sehingga dia lupa kemana arah tujuan dia berjalan. Namun sialnya dia kemudian menemukan jasad seorang gadis dan dia kemudian dituduh membunuh gadis tersebut.

Walaupun pembunuh sebenarnya diketahui, namun karena penyakitnya dan pembunuhnya adalah anak dari orang kaya serta jaksa yang membantu akhirnya ayah Jin Woo pun masuk penjara sebagai terdakwa pembunuhan.

Empat tahun kemudian Jin Woo telah menjadi pengacara untuk membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. In A pun telah bertransformasi menjadi seorang Jaksa dan dia yang tahu tentang pembunuhan itu ingin sekali membantu Jin Woo membebaskan ayahnya.

Dapatkah mereka berdua berhasil meringkus pembunuh yang sebenarnya?

***

Drama ini aku golongkan pada drama yang berat, kelam yang sebenarnya bukan tipe drama yang aku suka seh. Bahkan dari 16 episode yang aku tonton yang ada yang bisa buat ketawa deh neh drama.

Terlebih lagi endingnya yang mengantung di awang-awang membuat aku gak merekomendasikan deh neh drama. Karen prinsip aku mending sad ending tapi pasti daripada ending yang gak jelas juntrungannya 😛

Tapi yang suka dengan drama Triller boleh deh nonton neh drama 😀

Cheese In The Trap

Poster Cheese In The Trap
Poster Drama Korea Cheese In The Trap

Aku juga lupa kenapa ya nonton drama ini. Yang aku inget cuma banyak yang bilang kalau drama ini dari webtoon dan webtoonnya itu bagus jadi masuk ke dalam rekomendasi lah yak. Apalagi pas awalnya aku lihat status MbakBe di FB yang lagi nonton ini, jadi tertariklah diriku 😛 (eh tapi ternyata mbakbe gak selesai deh nontonnya, cuma sampe episode 8 ya mbak? )

Cast Cheese in the Trap (Pemeran utama prianya Park Hae Jin tentunya aku pertama kali ingetnya di My Love From The Star. Pemeran ceweknya malah gak pernah lihat sama sekali. Kalau Nam Jo Hyuk pernah jadi pemeran utama di School 2015.
Cast Cheese in the Trap (Pemeran utama prianya Park Hae Jin tentunya aku pertama kali ingetnya di My Love From The Star. Pemeran ceweknya malah gak pernah lihat sama sekali. Kalau Nam Jo Hyuk pernah jadi pemeran utama di School 2015.

JALAN CERITA

Hong Seol adalah mahasiswa pintar dari keluarga kurang mampu. Tapi di sini dia bukan seorang mahasiswa biasa-biasa aja yang bisa ditindas seperti drama korea kebanyakan yak. Dia masih punya teman yang terkenal dan dia bukan yang terintimidasi banget deh.

Sedangkan Yoo Jung adalah seorang mahasiswa tahun akhir yang juga pintar dan berasal dari keluarga kaya (tapi gak ada yang tahu bahwa dia itu kaya banget). Walaupun mempunyai bakat untuk menjadi populer nyatanya dia tidak karena sikapnya yang aneh. Dia lebih senang menyendiri dan menganggap orang lain itu mengganggu.

Baek In Ho adalah teman semasa remaja Yoo Jung yang lari dari rumah karena marah terhadap Yoo Jung yang dia anggap penyebab tangannya tidak bisa bermain piano lagi.

Awalnya Hong Seol tidak menyukai Yoo Jung, namun Yoo Jung melihat respon yang diberikan Hong kepada dirinya yang beda dari orang lain mulai ada ketertarikan padanya sehingga mendekati Hong dan merekapun pacaran.

Namun ternyata Baek In Ho ternyata juga menyukai Hong dan menganggap bahwa Yoo Jung itu orang jahat dan tidak pantas dengan Hong. Hong Seol pun lama kelamaan mulai menyadari keanehan-keanehan dari Yoo Jung namun selalu ingin memperbaiki hubungan mereka berdua.

Bisakah mereka mempertahankan hubungan mereka hingga akhir jika ternyata sifat dari keduanya sangat bertolak belakang dan memberatkan untuk kedua belah pihak?

***

Pada dasarnya cerita ini ringan banget, dan gak ada penjahatnya adalah poin penting yang aku sukai. Tapi kok rasanya rada mengada-ada ya jalan ceritanya. Dan pada episode-episode terakhir pemeran utama prianya malah jarang keluar dan yang sering berinteraksi malah Hong dengan In Ho.

SPOILER nya dari kedua film ini adalah endingnya gak banget dah. Kalau Remember mengawang-awang. Kalau drama ini mereka putus aja dong tampa sebab yang jelas! Walaupun diakhir ada interaksi lagi untuk mereka berdua setelah sekian lama.

Ih, gak suka deh dramanya (tapi tetep aja selesai nontonnya Niee :P) Setelah ini aku review Reply 1988 aja deh. Dijamin bagus dah dramanya, tapi endingnya nyakitin hati juga seh jatohnya 😛

2015 in review


Pengennya seh nulis 2015 in reviewnya semacam punya zilko gitu. Tapi apalah dayanya si Niee sok-sokan sibuk, hahahaha. Jadilah ngeluarin ini aja, sama kayak tahun tahun sebelumnya.

Dari segi kuantitas posting dan jumlah view seh lebih baik daripada tahun 2014 lalu ya. Ya mudah-mudahan akan terus meningkat dan lebih rajin lagi buat nulis tentang hal-hal keseharian yang kadang rasanya pengen banget dijadikan kenangan gitu di blog, tapi kok malesnya gak berkurang >_<

Target ngeblog tahun depan? Pengen blog ini kembali berpenghasilan deh rasanya kayak tahun 2012 lalu. Selain emang dapetnya lumayan juga seh, tapi efek senengnya dapat uang dari blog kok ya gimana gitu :mrgreen: Tahun ini udah ada satu seh yang aku ikutkan, semoga tahun depan lebih banyak. Lumayan juga untuk nambah-nambah jumlah postingan kan yak 😛

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 50,000 times in 2015. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 19 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Liburan Akhir Pekan


Haaaaiiii… Haaaloooo … Apakabar semuaaa??

Udah beberapa minggu ini akunya gak kemana-mana seh akhir pekan. Biasanya ada aja waktu udah bosen banget sama kerjaan pengennya akhir pekan jalan ngedate berdua aja sama si abang suamik. Tapi beberapa waktu ini kok ya si K kayaknya lagi minta perhatian lebih banget. Gak boleh lihat emak bapaknya pasti langsung bermanja-manjaan. Udah makin ngerti kali ya kehadiran emak bapaknya yang sok sibuk banget pergi kerja jam 7 pulang jam 5 😥 Jadi beberapa minggu ini kalau gak jalan sama si K bertiga ya di rumah aja.

Nah, sekarang aku mau cerita tentang kebiasaan kita liburan singkat nginep di hotel waktu akhir pekan. Sekalian review dikit-dikit lah hotelnya buat yang pengen ke Pontianak siapa tahu bisa kesalah satu hotel yang aku tulis di sini. Awalnya seh cuma buat ngajakin si K berenang aja di kolam berenang hotelnya, tapi lama-lama seru juga ternyata menghabiskan waktu full bertiga. Soalnya kan sekarang masih tinggal numpang di rumah ortu >.< Semoga rumahnya cepet beres deh biar bisa pindah secepatnya 😀

Mercure Hotel Pontianak

Sebenarnya ini adalah pertama kalinya kami bertiga nginep di hotel yang niatnya emang cuma buat seneng-seneng bertiga bareng. Kalau sebelumnya kan nginep dihotelnya karena ada acara nikahan temen. Karena emang niatnya santai-santai jadi nginep di Mercure kali ini rada berasa liburannya lah ya :mrgreen:

Kalau nginep di hotel di dalam Pontianak seh aku selalunya nginep hari jum’at sampe sabtu pagi gitu ya. Alasannya seh cuma satu, biar ada waktu istirahat lagi di rumah setelah seharian jalan-jalan di hari sabtunya. Maklum ya bo emak-emak gak pernah olahraga, dibawa berenang dikit besoknya langsung pegel linu 😛

Hotel Mercure Pontianak ini terletak di jalan Jend. Achmad Yani, Pontianak. Kalau dilihat dari jalan protokolnya ini strategis seh ya, karena merupakan satu-satunya Hotel yang ada di jalan ini. Deket dengan satu-satunya Mall besar di Kota Pontianak (samping-sampingan gitu) 😛 Tapi kalau mau nyari makan malam rada sulit seh di daerah ini karena emang daerahnya yang elit jadi mau kemana-mana juga susah. Pokoknya kalau mau nginep di sini ya nikmatin aja hotelnya atau jalannya naek taxi.

Nikmatin hotelnya karena menurut aku setelah 4 hotel yang aku pernah nginep di Pontianak ini Hotel Mercure dari segi pelayanan, design interior, fasilitas dan makanannya semuanya paling TOP dah. Untuk kamar dengan harga yang paling murah aja udah dapat yang luas banget. Seluruh koridor dilapisi sama karpet jadi si K enak lari-larian. Tempat tidurnya sendiri gak terlalu tinggi jadi gak khawatir buat si K bobo. Sanitrian kit nya paling lengkap, kolam renangnya ok secara ukuran (emang standar ukuran hotel lah ya) ada ukuran untuk anak-anak yang mana K bisa jalan dong di kolamnya, jadi suka banget dah dia 😀 dan ada kolam ukuran buat dewasanya juga serta yang paling penting adalah makanan untuk sarapannya SEMUANYA ENAK! Iya penting banget neh karena aku bukan tipe penikmat makanan hotel ya, dan aku selalu aja beranggapan makanan hotel itu gak enak. Tapi ini beneran enak. Puas deh nginep di sini. Aku kasih nilai 9/10 deh buat hotel ini.

Best Western Kota Baru

Pas kita nginep di Best Western ini hotelnya emang baru buka seh yak jadi bagian depannya masih ada pembangunan gitu deh. Dari tampak luar kayaknya hotelnya kecil, tapi ternyata pas masuk ke dalam lumayan lega juga kok hotelnya. Gak bisa dibandingkan plek-plek sama Mercure pastinya karena secara bintang juga beda. Kalau Mercure bintang 4 ini hotel bintang 3. Tapi karena harganya yang lebih murah dan salah satu dari sedikit hotel bintang 3 di Pontianak yang punya kolam renang walaupun cuma satu ukuran dan airnya dingin banget! Jadi ini juga recomended kok buat yang pengen nyari hotel yang harganya ok di kantong.

Makanan untuk sarapannya sendiri termasuk ok seh walau jauh banget lah dari Mercure, tapi karena harganya leih murah jadi dimaafkan deh 😛

Dari lokasinya rada ajaib dikit seh menurut aku, karena bukan pusat wisatanya Kota Pontianak, tapi disekelilingnya mudah untuk nyari makan. Deket dengan indomaret jadi kalau ada keperluan mendesak bisa cari di sana.

Yang paling gak banget yang aku ingat dari menginap di sini adalah aku mengalami kecelakaan kecil dengan pintu lemarinya. Jadi di bagian tempat buka lemarinya kan ada besi kecil tuh, ternyata besinya tajam dan membuat jari aku luka! Bener-bener perlu diperhatikan deh buat pihak Best Westren untuk interiornya. Untung aku yang kena kan bukannya si K. Kalau K yang kena bisa kacau dah.

HARRIS HOTEL PONTIANAK

Sama dengan Best Western, Hotel Harris ini termasuk baru juga di Pontianak. Baru tahun 2015 ini deh launchingnya. Awalnya pas launching udah mau nginep aja di sini karena kayaknya ok dari segi tampilan luar, tapi karena kolam renangnya belum ready jadi ya nunggu dulu. Kan nginep di hotel maunya berenang 😀

Konsep kolam renangnya sendiri beda dari hotel-hotel di Pontianak pada umumnya yang biasanya ada di lantai dasar. Kolam renang Hotel Harris ini adanya di lantai 13 jadinya konsepnya sky view gitu. Kolamnya sendiri enak karena ada untuk anak dan dewasanya juga dipisah. Tapi kalau sky viewnya sendiri kurang berasa seh karena ketutupan sama besi besi apa gitu gak jelas. Sayang banget jadinya.

Untuk design interiornya sendiri kok aku merasanya kurang ok ya baik dari lobi maupun di dalam kamarnya, terasa sempit gitu padahal luasnya lumayan loh 26m2. Sanitarian kit nya juga gak selengkap di Mercure, malahan berasa sama dengan di Best Western yang dari segi bintang dan harganya jauh di bawah Harris.

Untuk menu sarapannya juga gak terlalu banyak dan gak terlalu enak, bener-bener perlu ada pembenahan deh menurut aku untuk hotel sebesar Harris begini.

Kelebihan Hotel Harris adalah lokasinya yang paling strategis dari ketiga hotel ini menurut aku karena terletak di Jalan Gajahmada tempat paling hits di Pontianak. Paling hits karena di jalan ini ditetapkan sebagai coffee street di mana bertebaran warung-warung kopi dari yang murah banget tapi kualitasnya ok banget. Gak cuma kopi seh tapi seluruh makanan khas Pontianak bertebaran di jalan ini. Jadi kalau mau wisata kuliner di Pontianak emang aku rekomendasikan untuk nginep di sini dah.

***

Ok, segitu dulu review hotel dari aku karena emang baru nginep empat kali seh 😀 Satu kalinya kan udah pernah aku ceritain di sini ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa nginep-nginep cantik lagi. Atau ada gak ya hotel yang mau ngasih ada vocher gratis? 😛