Itinerary Liburan Musim Gugur di Korea


Pas menyusun itinerary ke korea kali ini, aku berasa banget kalau ternyata masih jarang yang ngeshared itinerary ke Korea. Blog-blog berbahasa Indonesia yang membahas tentang seoul dan busan juga sangat sedikit kalau dibandingkan dengan Bangkok, Hongkong atau negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Markadit aku menulis postingan ini. Selain untuk catatan pribadi, siapa tahu postingan ini sedikit bermanfaat bagi yang lagi menyusun itinerarynya ke korea secara mandiri. Tapi yang perlu diingat di sini adalah perjalanan kali ini aku membawa anak balita usia 3 tahun, tentu saja perjalanannya akan disesuaikan dengan kondisi balita dan akan ada beberapa tempat yang aku khususkan untuk si K 🙂

Day 1 – Pontianak ke Busan (28 September 2017)

Berangkat dari Pontianak ke Kuala Lumpur dengan Air Asia kemudian dilanjutkan berangkat dari Kuala Lumpur ke Busan dengan Aie Asia lagi. Penerbangannya bukan direct seh, jadi harus keluar imigrasi dan masuk lagi. Waktu transit sekitar 4 jam (Si Niee kapok ngejar pesawat dengan waktu transit di bawah 3 jam 😛 )

Day 2 – Busan (29 Oktober 2017)
Haedong Yonggungsa Temple sumber visitkorea.or.kr

Sampai di Busan Gimhae International Airport. Dari bandara kita langsung cuss ke penginapan kita. Rencananya kita bakalan nginep di Nampo Wa Hotel. Dipilih hotel ini karena tujuan jalan-jalan kita di Busan bakalan disekitaran Nampo ini seh.

Sampai di penginapan bersih-bersih dan istirahatin si K dulu. Udah ilang capeknya baru lanjut jalan deh 😛

Rencananya kita bakal jalan ke Haedong Yonggungsa Temple dan Haeundae Beach hari ini. Dipilih dua lokasi ini karena keduanya arahnya sejalur 😛 Haedong Yonggungsa Temple sendiri adalah Temple yang letaknya ditepi jurang dan seluruh blog yang aku baca merekomendasikan tempat ini karena pemandangannya indah banget. Apalagi masuknya juga gratis, jadi wajib dong yak buat dijajaki 😆 Kalau ke Haendae Beach cuma penasaran doang seh suasana pantainya orang korea, tapi sayang gak pas musim panas seh yak, hihihi.

Menuju ke Haedong Yonggungsa Temple : naik Subway Line 2 dan turun di Haeundae Statiun Exit 7 (kalau dilihat di peta garis ijo sebelah kanan bawah) Kemudian disambung naek Bus No. 181 yang menuju ke Yonggungsa Temple
Day 3 – Busan (30 Oktober 2017)
Busan Tower. Sumber : thisgirlabroad.com

Tujuan kita hari ketiga ini adalah ke Busan Tower, Busan Cinema Center (BIFF) dan Shinsegae Centum City. Ketiga tempat ini lokasinya berdekatan, jadi kita jadiin satu deh. Kita emang gak mau jalan terlalu jauh hari ini karena mau cuss ke Seoul sore harinya.

Di Busan Tower pengennya seh naek Observatory Decknya. Biaya masuknya sendiri adalah 5000 Won. Tapi lihat suasana hati juga deh 😛 Habis dari Busan Tower kita mau ke BIFF ini selaen foto-foto *tetep* kita juga mau cari makan. Aku baca ada mie goreng jawa disekitaran sini. Tapi baku belum yakin bener seh. Ntar kalau ketemu aku fotoin deh yak 😛

Menuju ke Busan Tower : naek Subway Line 1 turun di Nampo Station exit 7. Katanya seh kalau dari hotel aku bisa jalan kaki. Lets we see aja ya besok :P

Menuju BIFF : naek Subway Line 1 turun di Jagalchi Station, Exit 7

Untuk menuju ke Seoul kita rencananya menggunakan kereta cepat Korea KTX. Alasannya seh cuma dua yak, yang pertama biar praktis dan cepat dibandingkan dengan transportasi lainnya. Dan yang kedua biar si Niee pernah ngerasain juga gitu naek kereta cepat 😛 Mudah-mudahan dengan sekali naek kereta cepat ini bakalan dimuluskan untuk bisa naek kereta cepat lainnya di Jepang dan Eropa dong yak, hahahaha.

Sampai di Seoul kita akan langsung cuss ke hotel aja. Pengalaman kita jalan-jalan emang gak boleh dah dipaksakan. Bawa anak balita itu capeknya bukan maen kakak! Kalau gak anaknya yang teler, emaknya dah >.< Rencananya kita bakalan nginep di Hotel D7 Suites Dongdaemun. Alasan nginep di sini seh menurut prakiraan si abang bakalan sedikit dimudahkan dalam hal mencari makanan halal versi Irni yang sulit makan kalau lagi traveling 😛

Day 4 – Seoul (31 Oktober 2017)
N Seoul Tower – Myeongdong.org

Agenda terpenting kita hari ini adalah menghadiri resepsi pernikahan SongSong Couple seh yak. Undangan udah di dapat, baju Telok Belangan udah di bawa. Tapi boong 😛

Ya daripada bete gak dapat undangannya, jadi aku puter arah aja hari ini bakalan ke N-Seoul Tower dan Myeong Dong. Kenapa N-Seoul Tower? Kenapa gak? Berapa drama korea yang syuting di tempat ini? Ya wajib dong yak untuk aku yang ngakunya penggemar drama korea tapi selalu ngantuk kalau nonton dramanya di atas jam 10 malem 😛 Terakhir drama yang aku nonton si dr. Seo salah satu adegannya juga di N-Seoul Tower ini. Drama favorit aku sepanjang masa My Love from The Star juga ada ke sini. Jadi wajib banget deh ke sini :mrgreen: Dan lagi selain karena sebab itu di atas, aku juga mau masuk ke Teddy Bear buat senengin Si K 😀

Kenapa ke Myeong Dong? Si Niee mau belanja? Tentu saja TIDAK! Lupakan yang pesan oleh-oleh ke Niee yak! Selain gak punya cukup uang untuk alokasi itu 😛 Aku juga gak mau bawa koper keberatan 😛 Ke Myeong Dong di sini karena mau ke Line Store 😆 Pas lihat blognya Mbak Zizy bahwa Myeongdong ini ada Line Store yang ketje, jadilah kita juga mau ke sini.

Menuju ke N Soul Tower : Naek Subway Line 4 ke Myeong-dong Station terus keluar melalui pintu exit 3, lalu dilanjutkan dengan naik Shuttle Bus Nomor 05 dari Halte Bus di dekat pintu Exit Subway.
Day 5 – Seoul (1 Nopember 2017)
Everland Resort

Untuk meningkatkan mood si K biar gak manyun nemenin emaknya jalan jalan, hari ini temanya maen-maen aja 😛 Ngajakin si K ke Everland. Karena ke sana cukup jauh dan memerlukan waktu pulang pergi sendiri hampir 3 jam, jadi kita gak kemana-mana lagi habis dari Everland.

Menuju ke Everland : Naek Subway Line 2, Gangnam Station keluar exit 10. Jalan ke toko baju WHO.A.U disebelah kiri ketemu antrean bus. Cari Bus no 5002 warna merah. Turun ke tempat parkir no. 5 naek shuttle bus lagi.
Day 6 – Seoul (2 Nopember 2017)
Gyeongbokgung Palace, sumber : visitseoul.net

Hari ini temanya ke Palace di Seoul. Sebenarnya banyakkan yak palace-palace sejenis ini di Seoul, tapi aku gak mau kesemuanya juga seh, soalnya kayaknya mirip-mirip aja 😛

Jadi rencananya kita hari ini mau ke Gyeongbokgung Palace, National Folk Museum of Korea, Cheonggyecheon Stream dan kalau gak mepet waktunya juga mau ke Insandong Antique Alley. Untuk tiga tempat di depan itu satu wilayah, jadi sekali pergi udah bisa ke banyak tempat sekaligus tinggal jalan kaki aja. Daerahnya juga ada KFC kalau gak salah, jadi kita kayaknya bakalan makan siang di KFC aja 😛

Menuju ke Gyeongbokgung Palace : Naek Subway Line 3 ke Gyeongbokgung Palace Station terus keluar melalui pintu exit 3
Day 7 – Seoul (3 Nopember 2017)
Nami Island

Hari ini rencananya kita mau ke Nami Island dan Petite France. Mudah-mudahan dapet pohon-pohon kuning seperti foto di atas deh yak. Atau gak gugur pun gak papa. Asal jangan masih ijo pekat aja deh.

Search di instagram di Nami Island sekarang seh emang pohonnya udah mulai berubah warnanya. Seneng deh :mrgreen:

Setelah ke Nami Island kita mau lanjut ke Petite France. Tempatnya ini sejalan dengan Nami Island. Sebenarnya si abang rada protes pas diajak ke sini karena katanya gak ada apa-apanya juga. Lah kita kan mau foto di tempat syuting drama My Love From The Star bangg. Wajiblah itu 😛

Menuju ke Nami Island : kita rencananya ke Nami mau pake ITX ke Gapyong terus lanjut pake City Bus atau Taxi.
Day 8 – Seoul (4 Nopember 2017)
Korean Folk Village

Sebenarnya di Seoul Kota ada juga daerah tradisional seperti Korean Folk Village ini.  Tapi gak klop dong yak kalau gak ketempat yang rada jauhan dikit dan ketjean dikit. Si abang juga protes neh waktu diajak ke sini. Tapi namanya juga liburan si emakkan harus ikutin kata emak dong 😛

Menuju ke Korean Folk Village : Naek Subway menuju ke suwon station. Terus naik shuttle bus lagi

Pulangnya kalau kita bertiga gak kecapean 😛 mau lanjut ke Dongdaemun Design Plaza. Ke sini cuma mau lihat bunga mawar putih electric! Hahahaha. Si abang juga protes neh ke sini. Huh, keseringan protes neh si abang pas aku nyusun itinerary ke korea ini 😛

Day 9 – Seoul (5 Nopember 2017)

Jadwal free (dalam artian masih fikirkan lebih lanjut 😛 ) pengennya seh menyelusuri Seoul sedikit demi sedikit sambil menatap Ahjussi kalau dapet yang ganteng 😛 Sorenya kita langsung capcus ke Bandara buat pulang ke Pontianak via Kota Kinabalu dan Kuala Lumpur.

Day 10 – Kuala Lumpur (6 Nopember 2017)

Karena jadwal penerbangan kita diundur dari jadwal pagi hari menjadi jadwal sore hari, kita bertiga jadi ada waktu sekitar 12 jam di KL. Bingung juga mau ngapain. Ntar difikirkan deh mau jalan atau tidur-tiduran aja di bandara 😛

***

Yak, itulah rencana jadwal jalan-jalan kita selama kurang lebih 10 hari di Korea. Jadwalnya emang gak padat ya. Biasanya kita emang buat gak padat biar bisa mengeksplore lebih jauh tempat yang kita tuju. Lagian kasian si K kalau harus mengikuti ritme emak bapaknya kan yak.

Kadang juga siang hari kita sempatin balik ke Hotel buat bobo siang! Hahaha. Iya loh, kalau jaraknya gak terlalu jauh kita suka balik ke hotel buat bobokan si K. Lumayanlah ya emak bapaknya juga bisa rebahan sebentar, 😛

Ada yang mau kasih masukan? Bakalan kita terima dengan senang hati loh, karena kita emang masih bisa menyelipkan banyak tujuan disela-sela itinerary kita. Ditunggu loh 😀

Advertisements

HUT Pontianak 246


Jadi ceritanya hari ini Kote Pontianak ulang tahun lagi (ya iyalah Niee, ulangtahun mah setiap tahun 😛 ) Kalau tahun lalu aku gak ikutan acara seremonialnya karena males 😛 Tahun ini karena pas jam kerja jadi iyain aja. Pokoknya si Irni selama masuk ke jam kerja ok dah, kalau udah diluar jam kerja gak mau ikut urusan yang berbau kantor :mrgreen:

Seperti biasa, acara ulang tahun Kote Pontianak selalu dimulai dengan upacara bersama seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Tapi tahun ini agak beda ding. Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma PNS doang yang hadir, sekarang lebih rame. Ada anak sekolah dan masyarakat juga. Ini sebenarnya dalam rangka akan mengadakan Pontianak Berjepin yang diikuti oleh 2460 peserta. WOW Banget dah.

Di atas adalah cuplikan video Pontianak berjepin yang dilaksanakan tadi pagi di depan Kantor Walikota Pontianak. Irni ikut berjepin? YA GAK LAH 😆 Tapi si Irni ikut menonton dan menyaksikan keseruannya kok. Jadi gak masalah *eh 😛

Karena tahun ini si Irni kantornya udah di Gedung Walikotanya, jadi setelah selesai apel akunya bisa langsung meluncur ke kantor buat makan-makan dan nyantai-nyantai sambil foto-foto :mrgreen:

orang-orang pada berfoto di depan kantor. Kitah cukup foto di depan livestreaming PONTIVE aja. Sama-sama aja pemandangannya 😛

Segini aja ya postingan pendeknya, si Irni mau lanjut kerja dulu >.< (ayo dukung HUT Pontianak jadi hari libur daerah 😥 ) Ini posting biar pas aja uploadnya masih pas hari H, hihihi.

bye.

23 Oktober 1771 – 23 Oktober 2017

Persiapan Liburan Musim Gugur ke Korea


Haaaiiii, haaalllooo.. Apakabar semuanya.

Gak terasa ya, akhirnya tiket yang telah dibeli dari 11 bulan yang lalu dan telah ditunggu-tunggu selama ini dipake juga 😀 Kalau gak ada halangan yang berarti, tanggal 28 Oktober ini aku, si K dan si abang suami bakalan berangkat ke Busan *yeaah* :mrgreen:

Perjalanan kita kali ini akan memakan waktu 10 hari dari pergi sampe pulang lagi. Yang awalnya dijadwalkan pergi hari minggu dimajukan dong jadi hari Sabtu. Kenapa? Karena jadwal pesawat kita dimundurkan sama Air Asia sehingga kita punya dua pilihan: mau dicancel (yang gak mungkin lah yak :P) atau mau diatur ulang jadwal keberangkatannya. Ya tentu aje kita atur ulang dong, jadilah kita majuin jadwal keberangkatannya jadi hari sabtu, lumayan jadi nambah 1 hari di koreanya kan yak :mrgreen:

Perjalanan ke korea kali ini adalah perjalanan pertama kita sekeluarga di mana perbedaan cuacanya sangat mencolok antara Korea dan di Pontianak. Perjalanan ini juga perjalanan pertama keluarga kita yang pake visa-visaan (kalau visa Shenzhen gak dihitung). Tentu persiapannya jadi berbeda dong yak dengan perjalanan kita selama ini yang hanya berkisaran di Asia Tenggara aja. Maka, selain membuat itinerary yang selalu kita laksanakan, kita juga membuat beberapa persiapan untuk meminimalisir kesalahan kita pas di korea ntar. Persiapan utama yang kita lakukan pada perjalanan ini tentu berfokus pada perlengkapan pakaian dan urusan visa.

Untuk persiapan liburan kali ini, keluarga kita juga mendapatkan kendala dibeberapa hal. Seperti si K yang tiba-tiba kena DBD dan demam pada H-2 minggu keberangkatan. Si abang yang sibuk banget gak ketulungan sebelum liburan di mulai. Dan si Irni yang parno mempersiapkan semuanya 😛

So, ini adalah beberapa persiapan yang kita lakukan untuk memaksimalkan liburan kita kali ini:

Pakaian Musim Gugur

Ini Goblin settingannya pas musim gugur kan yak? Kok ya tapi ada beberapa adegan pemeran wanitanya cuma pake rok mini doang? Tahan gitu? >.<

Soal pakaian ini aku sendiri maju mundur cantik persiapannya. Pas dicek suhu udara di Korea pas kita datang nanti berkisar diantara 10-1 derajat. Awalnya nekat gak mau beli baju khusus. Pake yang ada aja, asal lengan panjang kayaknya aman deh. Si K juga kita niatnya cuma dibekalin sama kaos dalam yang sama kalau dipake ke sekolah dan beberapa kaos lengan pendek kalau kira-kira cuaca dingin sebagai pakaian dalamnya.

Kemudian ada salah satu postingan di Group Facebook Backpacker Dunia yang menshared perjalanannya ke Korea pada tahun 2016 di mana jadwalnya persis bener dengan kita: akhir oktober – minggu kedua Nopember.

Aku langsung japri dong orangnya untuk memastikan bahwa kami gak perlukan segala macam perlengkapan baju yang ngejelimet itu? Apalagi kalau sampai perlu beli Longjohn. Eyalah si mbaknya jawab bahwa dia pake longjohn dan cuacanya sangat dingin untuk tanggal segitu. Apalagi kita ini anak tropis banget (yang kalau hujan disuhu 20 derajat udah kedinginan 😛 ) dan bawa anak, jadi dia sangat sarankan untuk kita beli longjohn saja biar aman.

Markadit, jadilah kita balik arah soal pakaian ini. Karena gak berani ambil resiko, kita beli longjohn deh jadinya. Awalnya pengen beli lewat website aja. Tapi kok mahal bener 😥 Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Kuching dan beli di sana aja dengan harga yang jauh lebih murah.

hasil sebagian belanja si abang suami di Kuching

This slideshow requires JavaScript.

Ini sebagian perlengkapannya. Gak tahu deh ini lebay atau gimana. Kok ya kayak persiapan musim dingin aja. Terus kalau aku lihat foto-foto orang kok ada yang masih pake rok pendek dengan atasan syal aja gitu. Hmm, kita lihat nanti deh yak, apakah ini berendelan bakalan kepakai atau gak. Kalau gak ya berarti harus pergi ke Jepang pas musim dingin aja biar gak mubazir perlengkapannya yang udah dibeli 😛

Pengurusan Visa

Dari awal aku memang maunya untuk membuat visa ini menggunakan travel agent aja. Membayangkan untuk mengajukan visa aja harus ke Jakarta itu ribet aja. Belum lagi harus mengeluarkan biaya pesawat bertiga yang tentu harganya jauh lebih mahal daripada tiket ke Singapore >.< belum lagi penginapannya. Apalagi kalau udah sampai di Jakarta gak mungkin kan yak kita cuma datang ke kedutaan aja terus pulang?

Etapi kok si abang semangat banget mau pergi ke Jakarta untuk ngurus sendiri. Aku bilang aja dia yang pergi aja sendiri ngurusin kita bertiga :P. Akhirnya gak mau juga dia, hahahaha.

Setelah mencari-cari travel agent mana yang bakalan kita pake jasanya untuk membuat visa ini, dipilihlah Dwidaya tour Pontianak. Alasannya seh karena mereka adalah travel agent besar di mana berkantor pusat di Jakarta dan review orang selama ini baik semua. Setelah tanya-tanya di dapat deh apa-apa syarat pengajuan visanya.

Ini dia persyaratan visa korea yang aku dapat dari travel agent Dwidaya Tour di Pontianak.

South Korea

Embassy Location

Address Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 57-58, Kuningan – Jaksel 12930
Phone (+62 21) 29672580
Fax (+62 21) 525 4159
Office Hours 09.00 – 12.00

 INFO :  Mulai tanggal 17 Oktober 2016,proses Visa Korea

              wajib melampirkan SPT Pph21.

              Jika tidak memiliki SPT Pph21 wajib melampirkan

              surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000.

 Mulai tanggal 21 Maret 2017 proses pembuatan visa menjadi 6 hari

 kerja (tidak terhitung hari penyerahan visa,akhir pekan dan libur 

 Nasional Indonesia – Korea). Pihak kedutaan tidak akan 

 bertanggung jawab terkait dengan rencana keberangkatan

 pemohon visa.

 Kedutaan korea libur tanggal 15 Agustus dan 17 Agustus 2017

 

Untuk download formulir terbaru :

www.mofa.go.kr

Visa Prices & Procedures

Type of Entrance Price
Procedures
Single

Double

Multiple-Kilat

Student (Stay >90 days)

Student

Rp 650.000

Rp. 1.125.000

Rp.1.400.000

Rp. 975.000

Rp. 675.000

7-10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7-10  Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

3-5 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 -10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 – 10 Hari kerja (Tergantung Kedutaan)

*Prices are subject to change without prior notice

Processing Requirements

  1. Passport masa berlaku 7 bulan + Paspor lama
  2. Pas Foto berwarna 4 x 6 = 2 lembar background putih
  3. Fotocopy bukti keuangan rekening atau tabungan dan ada stamp bank. Bagi yang proses visa korea multiple (untuk bisnis/Tour Leader) harus melampirkan tabungan pribadi selain perusahaan.
  4. Surat Referensi Bank (jika diperlukan/bagi paspor baru dan belum ada visa lainnya)
  5. Surat Sponsor dari perusahaan (Bahasa Inggris)
  6. Fotocopy SIUP (jika pemilik)
  7. Fotocopy KK
  8. Fotocopy Akte Nikah
  9. Fotocopy Akte Lahir (anak)
  10. Fotocopy Kartu pelajar/surat ketrerangan sekolah
  11. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  12. Fotocopy SPT (PPH 21) WAJIB melampirkan SPT Pph21 tanpa kecuali,jika tidak memiliki SPT Pph21,buat surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000. Untuk anak sekolah pakai SPT orang tua,istri tidak memiliki SPT dapat melampirkan SPT suami.
  13. Bagi istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami,  bagi anak yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua
  14. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Note :

* Persyaratan terbaru SPT berlaku untuk FIT/Group dan Incentive.
* Jika applicant memiliki visa Korea (2-3 kali dalam 2 tahun) dan Amerika, Eropa, Canada, Jepang,     Inggris, New Zealand, Australia dapat mengajukan visa multiple 5 tahun.
* Visa Korea yang masih berlaku di paspor lama bisa di bawa dengan paspor baru saat keberangkatan

Update :  03/08/17

***

Aku bahas di sini poin-poinnya aja kali yak.

  1. Kalau soal passport seperti biasalah ya. Kalau punya passport lama yang lebih banyak capnya dan punya beberapa visa di dalamnya lebih baik diikut sertakan juga. Aku sendiri passport lama aku gak ada >.< Jadi cuma dikasih passport yang baru.

  2. Pass foto kalau di wilayah Pontianak aku saranin ke Jambore Photo Studio aja, karena mereka paling paham deh urusan pass foto untuk visa ini. Kemaren agak bingung karena ada yang ukurannya pake centimeter, tapi Dwidayanya bilang gak kok, yang bener 4×6 ya kita ikut aja.

  3. Kalau untuk bukti keuangan aku pakenya rekening koran dan minta referensi bank untuk pembuatan visa dengan bahasa Inggris. Aku buatnya di BNI sama BPD Kalbar. Keduanya udah ngerti tanpa dicontohin lagi. Lama buatnya biasanya 1 hari kerja.

  4. Surat sponsor ini sebenarnya lebih menekankan, bahwa kita ini adalah karyawan mereka dan pasti balik lagi ke Indonesia. Jadi harus ada kalimat berbau itu seh.

  5. Karena aku PNS, jadi SIUP aku ganti dengan SK Golongan terakhir yang ditandatangani oleh Walikota.

  6. Untuk SPT aku pake e-filling dan SPT manual. Entah yang mana yang bener.

  7. Untuk surat-surat lainnya menyesuaikan aja. Yang pasti setiap orang disiapkan satu rangkap surat menyuratnya. Misal akukan perginya bertiga, jadi semuanya itu rangkap 3.

  8. Untuk tiket pesawat harus melampirkan tiket PP dari tempat asal ke tempat asal. Misal aku melampirkan tiket Pontianak – KL – Busan – Seoul – Kota Kinabalu – KL – Pontianak (muter-muter ya rutenya 😛 )

Aku masukin berkasnya hari selasa tanggal 3 Oktober dan diperkirakan bakalan dapat visanya tanggal 23 Oktober. Pas aku cek seh udah diapproved, tinggal terima fisiknya aja neh!

Status Visa Korea. Yeaayy 😀

Aah, udah gak sabar banget mau ke Korea :mrgreen: Temen-temen di sini ada yang udah ke Korea? Ada rekomendasi tempat makan halal yang menarik?

 

Biaya Liburan Ke Legoland Malaysia


Haaii Haaiii. Si Irni pulang-pulang dari Legoland kemaren banyak diburui pertanyaan oleh kawan-kawan kantor dan temen-temen di Facebook. Pada penasaran, berapa ya kira-kira budget yang diperlukan untuk persiapan liburan ke Legoland, Malaysia?

Karena banyak yang nanya inilah jadi si Irni terinspirasi buat nulis satu blog khusus untuk membahasa budget liburan ini. Lumayan kan yak nambah-nambah bahan untuk postingan, hihihi. Lagipula sebenarnya sebelum ini aku gak terlalu tahuloh berapa jumlah tepatnya liburan kemaren. Baru pas mau nulis blog inilah minta detailnya sama si abang. Langsung deh disindir, “makanya liburan jangan cuma modal pergi doang, urusan bayarnya lupa”. Lah, itukan tugasnya istri yak, minta liburan dan melupakan biayanya 😛

Baca juga cerita lainnya dari rangkaian weekend trip 2017 ini yak 🙂

  1. Weekend Trip : Johor Bahru – Singapore [Treaser]
  2. Weekend Trip : Legoland Malaysia
  3. Weekend Trip : Hello Kitty Town
  4. Weekend Trip : Angry Bird
  5. Weekend Trip : Singapore
  6. Weekend Trip : Biaya Liburan Ke Legoland Malaysia

DISCLAIMER : Semua biaya transportasi dari dan ke Legoland dihitung dari Pontianak yak. Karena emang kitakan orang Pontianak, hihihi.

Oiya, karena aku juga ke liburan Singapore sehabis dari Legoland, jadi budgetnya juga disisipin pas di Singapore juga yak. Ini dia perhitungan detail budget perjalanan Katniss kali ini.

Tiket Pesawat

Perjalanan kali ini kami menggunakan 3 maskapai penerbangan yang berbeda. Pontianak – Kuala Lumpur dengan AirAsia. Kuala Lumpur – Johor Bahru dengan Malaysia Airlines dan Batam – Pontianak dengan Citylink.

Tiket PNK – KUL dengan AirAsia

 

Tiket KUL – JHB dengan Malaysia Airlines
Batam – Pontianak dengan Citylink

Karena liburan kita kali ini emang beli tiketnya mendadak (baca bagian 2 soal rencana liburan kita yang harus mundur) jadi emang gak terlalu berekspetasilah ya buat dapat tiket murah. Uang tiket pesawat yang sebelumnya bisa dikembalikan aja udah Alhamdulillah banget deh akunya.

Bisa dilihat yak dengan jelas dari gambar di atas. Biaya tiket untuk kita bertiga adalah

  1. PNK – KUL (AirAsia) Rp. 2.008.700 atau Rp. 669.567 per orang. (Bisa lebih murah lagi kalau gak pake bagasi, beli kursi dan gak pesan makanan)
  2. KUL – JHB (Malaysia Airlines) Rp. 849.343 atau Rp. 283.114 per orang.
  3. BTM – PNK (Citylink) Rp. 1.528.826 atau Rp. 509.847 per orang

Hotel

Citrus Hotel Johor Bahru
81 Dickson Hotel Singapore

Kalau hotel aku rada pilih-pilih ya. Pengennya yang model modern minimalis gitu lah. Soalnya aku gak suka hotel tua yang bau apek (kayak dulu nginep di Shenzhen) rasanya gimana aja gitu.

Nah, pemilihan hotel ini selalu ditugaskan ke si abang suami dengan mempertimbangkan tempat yang strategis untuk transportasi umum, makanan dan tentunya harga yang masuk ke kantong 😛

  1. Hotel Citrus Johor Bahru Rp. 808.000 untuk 3 malam
  2. Hotel 81 Dickson (balik lagi ke hotel ini setelah tahun lalu menginap disini juga) Rp. 834.215 untuk 1 malam

Kelihatan banget ya beda harga hotel untuk di Malaysia dan di Singapore 😛

Biaya Masuk Atraksi

Maksudnya biaya masuk ke tempat permainan selama kita jalan-jalan gitu.

  • Legoland, Johor Bahru
reservasi legoland
  • Hello Kitty Town 255 RM bertiga
  • Angry Bird 180 RM bertiga (ini mahal menurut aku)
  • Children Garden Singapore (gratis)

Tiket Ferry

Pulangnya sendiri aku dari Batam via Ferry dari Singapore. Milih ini karena lebih flexible seh yak. Penerbangan ke Pontianak sore, gak kayak penerbangan dari KL ke Pontianak pagi jadi gak buru-buru buat ngejar pesawat.

Kemaren sendiri naek Batam Fast dengan harga 25 dolar Singapore satu orangnya.

Lain-lainnya

Untuk transport selama di Johor Bahru dan Singapore standar aja kali ya. Naaek Grabnya juga lumayan murah. Kalau selama di Singapore aku selalu pake MRT ke mana-mana. Isi ezLink masing-masing 10 dolar masih ada lebih banyak.

Kalau makan menurut aku urusan selera deh yak. Karena selera makan aku rendah banget dan harus makan makanan Indonesia jadi porsi budget makannya rada mahal sedikit 😛 *kena omel abang suami* Rata-rata aku satu kali makan itu sekitar 50ribuan rupiah.

***

Jadi, kita totalin kasarnya yak

  1. Tiket pesawat Rp. 4.386.869,- (bisa lebih murah jadi Rp. 3.235.734,- aja klo gak pake beli bagasi, kursi dan makan serta kalau mau ke Johor Bahru dari KLnya pake bis aja)
  2. Hotel Rp. 1.642.215,-
  3. Tiket masuk tempat atraksi Rp. 3.136.000,-
  4. Tiket Ferry Rp. 675.000,-

So, udah ada bayangan dong yak, kirai-kira perlu budget berapa untuk bisa jalan-jalan bawa anak liburan ke Legoland. Ini cuma gambaran kasarnya aja kok. Bisa lebih murah dan tentu bisa jauh lebih mahal disesuaikan dengan gaya kita masing-masing selama liburannya.

Ada yang mau ke Legoland? Yuks liburan yuks 🙂

Ikutan MLM


Siapa? AKUH 😆😆😆

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku ikutan MLM seh. Rasanya udah ada kali 3 kali sebelum ini aku pernah ikutan jadi anggota MLM. Cuma jadi anggota aja kok. Jualan produk yang orang laen laku kok ya aku gak laku-laku. Hahahaha. 

Nah, kali ini si Irni join produk MLM lagi. Sebenarnya join kali ini juga murni banget pengen beli dan menggunakan produknya. Tapikan beli produk MLM sekarang udah otomatis jadi member ya. Dan kalau tiga kali sebelumnya aku join MLM itu belum heboh di media sosial. Sekarang udah hebohlah tuh orang jualan dengan pasang status. Ya aku juga mau ikutan dong. Lagian selama ini aku gak merasa risih kok ya kalau ada orang pasang status jualan, ASAL jangan statusnya ngetag aku. Kan males banget masuk ke wall aku dan dipandangin sama temen-temen aku padahal bukan aku yang jualan. 

Nah, berfikir karena gak merugikan orang laen juga selama gak memaksa orang buat beli, semenjak seminggu belakangan ini ikutanlah si Irni untuk nulis status produk-produk MLM yang aku punya 😆 Mudah-mudahan gak ada temen FB dan IG yang merasa keganggu ya dengan status promosi aku 🙏 Sampai sekarang seh aku masih ingin menyrimbangkan antara status promosi produk sama status pribadi. Tapi susah juga loh ternyata memanagenya. 

Niatnya seh bakalan kasih real testimonial dari yang aku dapet selama aku pake sendiri. Tapi ya baru pake satu minggu ini juga rasanya masih ada lah beberapa yang belum membuktikan sendiri. Nanti kalau udah sebulan mungkin akan ada perubahan dan mulai lagi deh aku “jualannya” hihihihi. 

Si Abang suami seh ngedukung gak menolak juga gak seh dengan ikutannya aku MLM ini. Dia seh yakin banget sama produknya, yang dia gak yakin itu adalah akunya bisa atau gak ikutan jualan kayak orang-orang itu. Soalnya aku setiap jualan gak laku laku seh. huahahahahaha. Tapi kali ini aku mau buktikan ke si abang suami. Kalau aku ntar dapet bonusnya bakalan aku sombongin dah kedia 🤣

Btw, produk MLM yang aku gunakan ini adalah produk kecantikan dan kesehatan. Belinya karena yang jual dulu adalah temen satu kantor di kesehatan. Seorang apoteker, dan dokter dokter di kantor juga pada beli. Ya aku percaya aja seh kalau udah orang kesehatan apalagi dokter yang pake pasti produknya bagus 😁


Di atas itu salah statu produk yang aku beli. Namanya bioglass. Fungsinya banyak bener dah. Kalau dijelasin disini bakalan panjang. Karena belum berfikiran buat promosinya di blog jadi kalau ada yang mau tanya tanya langsung ke FB aku aja yak di sini 😆

Udah segitu aja dulu. Doakan aku bisa closing ya kakak. Lumayan kan yak buat nambah uang jajan jalan jalan ke LN lagi 😆

7 Tahapan Membuat Itinerary Liburan


Cieeee, si Irni sok-sokkan buat tips di blog. Padahal mah gak juga jago-jago amat. Tapi lagi-lagi berhubung banyak yang nanya (terutama temen-temen FB) dan males ngomonginnya satu-satu daripada-daripadakan ya mending nulis di blog aja. Lumayan kan bisa dapet ide satu postingan 😛

Sebenarnya, dulu waktu mulai suka jalan-jalan aku gak buat itinerary karena gak ngerti juga fungsi itinerary itu buat apaan. Tapi jatohnya pergi sama sekali gak teroganisir dan malah kayak kehilangan arah gitu pas udah sampe di tempat tujuan.

Lama-lama setelah berkenalan dengan namanya itenerary itu, aku suka buat dan makin lama makin detail. Yang namanya tempat tujuan itu di mana, ke sananya naek apa keluar di exit berapa sampai waktu-waktunya juga aku tulis deh. Ke sininya malah lebih nyantai lagi, yang penting udah tahu seminggu mau ke mana aja dan mau ngapain aja, gak perlu detail-detail amat juga gak apa-apa. Tapi tetep dibuat dan dilakukan research lah yak, jangan jadi kayak orang bego aja udah liburan jauh-jauh.

Jadi menurut aku itenerary itu menyesuaikan kondisi aja yang mana yang enaknya, kalau postingan ini pastinya menggambarkan membuat itinerary yang detail yak.

Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang :D
Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang 😀 [ini buatnya udah dari tahun 2015 loh, hahahaha]
Jadi, ini dia tahapan si Irni membuat itenerary perjalanan liburan:

1. Menentukan Jadwal Pasti Liburan

Ini penting banget untuk menentukan tema liburan kita, apalagi kalau mau pergi ke negera yang 4 musim (Hmm, si Irni seh gak pernah juga yak ke negara 4 musim, jadi didoain aja segera 😛 ) Jangan jadi saltum atau bahkan jadi salah persiapannya.

Semisal aku ke Hongkong kemaren, karena udah tahu pasti perginya bulan Juli yang mana lagi musim panas di Hongkong dan kemungkinan besar akan ada badai jadi persiapannya membawa pakaian yang nyaman semisal kaos, bawa kaca mata dan topi karena kemungkinan suhunya sampai 35C, bawa sunblock, payung, dll.

Jadwal yang pasti ini juga berhubungan dengan seberapa lama kita mau liburan. Semisal 7 hari 5 malam, atau 8 hari 7 malam. Karena membuat itinerary yang detail itu sangat bergantung pada jumlah hari liburan kita. Bahkan kalau aku dulu hari apa kita sampai dan hari apa kita pulang juga sangat berpengaruh untuk penentuan lokasi wisata yang akan didatangi.

So, kalau kalian mau buat itinerary yang detail sedetail detailnya, tentu jadwal pasti liburan ini sudah harus ditangan.

2. Menentukan Lokasi Penginapan

Sebenarnya kalau aku pergi liburan, walaupun tiket sudah ditangan semenjak setahun sebelumnya tapi kalau booking hotel selalu maksimal H-sebulan. Ini meminimalisir kerugian kalau gak jadi liburannya juga 😛

Tapi walaupun belinya sudah mepet waktunya, tentu lokasi hotel sudah ditentukan jauh hari sebelum itu karena lokasi hotel ini sangat berpengaruh kepada pembuatan itinerary yang sedang aku rancang.

Misal aku pengen pergi ke Garden By The Bay di Singapore, tentu akan sangat berbeda MRT yang aku gunakan jika aku menginap di daerah Bugis atau aku menginap di daerah litle India.

Lokasi penginapan ini juga berpengaruh pada research yang pasti aku lakukan untuk mencari lokasi makanan halal di daerah hotel untuk keperluan aku sarapan atau bahkan makan malam. Maklum ya bo, ini aku liburan selalu bawa balita jadi pagi pasti sarapan dulu di hotel dan malam udah pulang ke hotel lagi karena jadwal tidurnya yang tidak bisa terlalu malam. Jadilah lokasi makanan ini sangat penting.

Lucu dong ya kalau aku ngeresearchnya makanan halal daerah China Town padahal nginepnya di Rochor, gak nyambung! 😛

Etapi kadang juga seh aku researchnya kebalik, jadi cari dulu daerah yang mudah mendapatkan makanan halalnya baru deh menentukan hotel yang berada di dekat situ. Tapi kalau pake metode ini kadang susah sendiri karena daerah itu bukan daerah favorit atau daerah yang jauh dari jangkawan tempat-tempat wisata.

Intinya seh kalau aku, kalau kalian pengen bikin itinerary yang detail, lokasi penginapan harus sudah ditangan. Lebih bagus lagi dipastiin aja sekalian hotelnya yang mana jadi bisa buat peta dari hotel ke stasiun MRTnya lewat mana dan seberapa jauh jadi bisa mendapatkan estimasi waktu yang akurat.

3. Menentukan Tempat yang akan dikunjungi

Pertama yang akan aku lakukan untuk menentukan tempat yang akan dikunjungi adalah searching di google dengan keyworld “Tempat wisata di negara/kota x” atau sejenisnya. Adalagi aku akan ngubek-ngubek aplikasi TripAdvisor dan baca-baca review dari orang-orang tempat mana aja yang harus dikunjungi di negara/kota yang akan aku datangi.

Aku akan mencatat SEMUA tempat-tempat yang orang-orang rekomendasikan tersebut. Dari list tersebut aku akan baca lagi reviewnya satu persatu. Bahkan seringnya aku akan melakukan research lagi satu per satu tempat-tempat wisata tersebut. Dari hasil research inilah aku akan mendapatkan list pasti tempat yang aku pengen banget kunjungi. Kalau aku dapat 10 tempat yang aku pengen datangi aku akan masukkan kesepuluh tempat tersebut ke dalam itenerary yang sedang aku susun.

Faktanya di datangi atau tidak kesepuluh tempat tersebut gak jadi masalah. Aku punya pemikiran sendiri dengan gaya itenerary yaitu padat di awal jadwal. Nanti pada saat eksekusinya tinggal diukur aja kondisi kita saat itu apakah mampu mengikuti jadwal yang telah kita susun. Kalau gak mampu ya tinggal dicoret beberapa tempat tujuannya. Toh liburan-liburan kita ini. Kalau capek mendingan tidur di hotel, lah wong ini liburan kok bukan sedang kerja 😆

4. Melihat jadwal buka/tutup tempat wisata yang akan dikunjungi

Ini berhubungan juga dengan poin nomor 1 dan poin nomor 3 di atas. Misal kita dari Hongkong sampai di lokasi hari Senin dengan asumsi kita akan di sana selama 7 hari dan pulang melalui Shenzhen. Tentu ini rawan sekali untuk batal karena kalau kita mau berpindah dari Hongkong ke Shenzhen pada hari sabtu, ini berarti kantor imigrasi yang melayani pembuatan VoA kemungkinan besar tutup. Kalaupun tetap memaksakan haruslah kita pergi ke Shenzhen di hari jumat. (update terbaru yang aku baca seh kantor pembuatan VoA Shenzhen dari Hongkong udah ditutup)

Atau semisal kita lagi jalan di Bangkok dan pastinya pengen mengunjungi Wat yang terkenal di sana. Tapi Wat Wat ini ada jadwalnya juga loh. Jangan sampe udah jauh jauh pergi ke sama eh ternyata sedang tutup. Kan bete.

Ini juga berlaku dengan pakaian yang kita kenakan. Beberapa tempat harus menggunakan sepatu untuk bisa masuk. Beberapa tempat seperti kalau mau mengunjungi mesjid harus menggunakan baju yang longgar. Karena akunya kebiasaan kalau jalan pake jeans ya harap maklum kadang gak bisa masuk ke mesjidnya.

5. Membuat jadwal harian kunjungan

Setelah kita tahu jadwal liburan, tahu di mana kita bakalan tinggal, tahu tempat yang akan kita tuju dan tahu jadwal buka/tutup tempat tersebut barulah kita bisa mengutak atik jadwal harian yang kita inginkan.

Saat membuat jadwal harian ini kita juga harus tahu pasti tempat wisata yang dekat satu sama lainnya biar kita gak buang waktu di perjalanan. Jangan sampai kita paginya ke wilayah selatan sorenya kita mau ke wilayah tenggara.

Dengan membuat jadwal harian kita juga bisa menyisipkan tempat tempat yang bukan tujuan utama tapi bisa didatangi karena sekalian lewat. Misal kalau di KL itu tempat sekalian lewat menurut aku itu Central Market. Jadi aku akan menyisipkan 1-2jam dari dua jadwal aku untuk mengunjungi tempat ini. Biasa seh sekalian lewat dan belanja buat beli oleh oleh.

Jadwal harian yang dibuat itu sepadat mungkin. Jangan sampai ada celah. Bahkan kadang aku menghitung juga jadwal untuk istirahat siang buat K. Iyaa. Istirahat juga udah terjadwal! 😅 walaupun padat tapi tetep realistis dong ya. Dihitung juga waktu tunggu dan lama perjalanannya.

Nanti kalau pas kenyataannya waktunya gak cukup atau kitanya yang udah kecapean tinggal di delete beberapa tempat yang pengen-pengen amat kita kunjungi. Sekali lagi toh ini liburan, bukan kejar target kerjaan 😀

6. Melakukan research akomodasi dan transportasi

Ini penting banget dong yak. Gak mungkin dong kita mau ke Angkor Wat tapi gak tahu harus pake apa dan gimana caranya. Nah ini berhubungan juga dengan poin nomor 2 tentang memastikan di mana kita menginap.

Kecuali kalian sepergian di sana selalu pake taxi ya lain cerita yak. Etapi jalan sampai dikibulin tukang taxinya juga dong kalau kita gak tahu menahu tempat yang kita tuju. Paling gak kita tahu arah dan situasi deh, jangan pengennya ke gunung eh di ajak ke pantai (kecuali gunung sama pantainya bersebelahan 😛 )

Melakukan research fasilitas publik untuk BAYI balita (yang liburan bersama anak balita)

Ini optional deh yak yang bepergian dengan anak balita pasti tahu banget dah betapa ribetnya bawa balita jalan-jalan itu. Sebelum pergi udah banyak persiapannya, ya makanannya lah, minumannya lah jangan sampe kehausan dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui fasilitas untuk bayi dan balita ini tentu membuat kita gak buta arah semisal anaknya perlu ganti diaper atau anaknya lagi pengen nenen dengan emaknya. Kita yang udah tahu fasilitas untuk itu pasti langsung ketempat tujuan gak perlu nanya-nanya lagi. Makanya aku suka searching tempat-tempat beginian dulu pas buat itenerary. Atau kalau gak ada infonya pas datang disuatu tempat mata suka jelalatan dulu dengan simbol anak bayi ganti diaper itu walaupun anaknya belum memerlukan. Naluri deh yak 😀

***

 Itulah tahapan-tahapan yang aku lakukan saat itinerary liburan selama ini. Sekali lagi, ini tergantung lagi personal masing-masing deh yak. Tapi sebagain besar mungkin sudah diwakili di sini. jadi yang mau liburan dan masih bingung dan takut untuk jalan-jalan tanpa travel agent ayo dimulai dengan coba-coba membuat itinerarynya. Yakin deh kalau kalian sudah khatam dengan pembuatan ini kalian gak akan takut lagi jalan-jalan tanpa travel. Karena pada saat membuat itinerary kalian akan sudah membayangkan bagaimana situasi di sana 🙂

AYO LIBURAN!! :mrgreen:

Mau Bangun Sahur Tepat Waktu? Begini Caranya


Haaaiii… Haalllooo.. Udah berapa hari bolong puasanya? 😛

Kalau puasa pasti identik dengan sahur kan yak! Sahur saat dini hari sudah menjadi bagian dari serangkaian ibadah puasa. Namun ada juga sebagian orang yang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak ketika berbuka puasa sehingga tidak sahur keesokan harinya. Padahal menyantap makanan saat sahur sangat dianjurkan dan mendapat pahala bagi yang menjalankanya.

Kalau kebiasaan abang aku seh sahur tetep tapi gak makan nasi, jadi cuma makan buah aja gitu. Mudah-mudahan bisa kurus deh biar lebih sehat 😛

Alasan tak menyantap sahur pun beragam karena takut terlambat bangun sahur dan takut terlelap hingga akhirnya telat beraktivitas pagi. Meski terdengar sepele, kamu bisa mencoba 5 langkah pintar ini agar tidak terlambat bangun sahur.

Sumber : kaskus
Sumber : kaskus
  1. Aktifkan Alarm Ponsel

Jam weker dinilai sudah tidak begitu efektif lagi membuat orang terbangun. Ada cara yang lebih konvensional yang dianggap paling ampuh membangunkan orang tidur yaitu dengan mengaktifkan fitur alarm pada ponsel Anda. Tapi jangan letakan ponsel didekat kepala karena radiasinya bisa merusak otak.Selain itu kalau terlalu dekat kadang aku tanpa sadar (baca: TANPA BANGUN) tangan bisa matiin sendiri alarm loh. Hebat emang deh neh tangan. Hahahahahaha!

Jadi letakan dengan mengatur jarak yang jauh (biasanya aku harus perlu jalan dulu deh) dengan volume yang cukup keras dan aktifkan juga mode getarnya.

  1. Bangun 20 Menit Sebelum Jam Sahur

Biasanya jika sudah mengaktifkan alarm pada ponsel. Anda pun akan terbangun dan mengaktifkannya lagi. Untuk itu cara menyiasatinya dengan mengatur waktu dengan mengatur 15 menit atau bahkan 20 sebelum jam makan sahur tiba. Cara ini sangat ampuh untuk mengantisipasi mata yang masih mengantuk.

  1. Lebih baik pasang suara adzan

Alternatif lain supaya anda terbangun dengan cepat yakni dengan memasang suara adzan pada alarm ponsel. Kumandang adzan bisa menciptakan efek kaget karena Anda akan menganggap sudah terlambat bangun sahur karena adzan subuh telah berkumandang.

Etapi kalau gini aku pastinya tidur lagi dong yak.. udah terlanjur telat. Hahahahaha.

  1. Tidur Lebih cepat dari biasanya

Meskipun cara ini bukan untuk menyiasati agar tidak telat bangun sahur, tapi cara ini bisa membuat waktu tidur Anda lebih lama sehingga Anda tidak akan merasa berat bangun sahur karena anda sudah tidur dengan waktu yang cukup. Jadi JANGAN NONTON DRAMA KOREA! *ngomong sama kaca*

Jika anda merasa sulit untuk tidur mungkin ada masalah dengan kasur atau bantal yang Anda gunakan sehingga membuat tubuh anda tidak nyaman. Jika kasur dan bantal anda sudah tidak layak lagi untuk dipakai anda bisa menggantinya dengan yang baru di MahatariMall yang selalu mengadakan potongan promo belanja online. Selain potongan harga, belanja di toko online ini bisa di cicil sehingga Anda tidak perlu takut budget untuk membeli kasur baru kurang karena anda bisa mencicilnya. Mudah bukan?

  1. Hindari Minuman berkafein

Jangan mengonsumi minuman teh herbal atau teh hijau sebelum tidur. Sebab selain kopi, teh juga  mengandung kada kafein yang membuat tubuh lebih berenergi dan lebih bersemangat. Jadi jangan heran jika mata sudah mengantuk lalu anda mengonsumi teh atau kopi akan membuat mata anda menjadi segar kembali.

[adv]