7 Tahapan Membuat Itinerary Liburan


Cieeee, si Irni sok-sokkan buat tips di blog. Padahal mah gak juga jago-jago amat. Tapi lagi-lagi berhubung banyak yang nanya (terutama temen-temen FB) dan males ngomonginnya satu-satu daripada-daripadakan ya mending nulis di blog aja. Lumayan kan bisa dapet ide satu postingan 😛

Sebenarnya, dulu waktu mulai suka jalan-jalan aku gak buat itinerary karena gak ngerti juga fungsi itinerary itu buat apaan. Tapi jatohnya pergi sama sekali gak teroganisir dan malah kayak kehilangan arah gitu pas udah sampe di tempat tujuan.

Lama-lama setelah berkenalan dengan namanya itenerary itu, aku suka buat dan makin lama makin detail. Yang namanya tempat tujuan itu di mana, ke sananya naek apa keluar di exit berapa sampai waktu-waktunya juga aku tulis deh. Ke sininya malah lebih nyantai lagi, yang penting udah tahu seminggu mau ke mana aja dan mau ngapain aja, gak perlu detail-detail amat juga gak apa-apa. Tapi tetep dibuat dan dilakukan research lah yak, jangan jadi kayak orang bego aja udah liburan jauh-jauh.

Jadi menurut aku itenerary itu menyesuaikan kondisi aja yang mana yang enaknya, kalau postingan ini pastinya menggambarkan membuat itinerary yang detail yak.

Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang :D
Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang 😀 [ini buatnya udah dari tahun 2015 loh, hahahaha]
Jadi, ini dia tahapan si Irni membuat itenerary perjalanan liburan:

1. Menentukan Jadwal Pasti Liburan

Ini penting banget untuk menentukan tema liburan kita, apalagi kalau mau pergi ke negera yang 4 musim (Hmm, si Irni seh gak pernah juga yak ke negara 4 musim, jadi didoain aja segera 😛 ) Jangan jadi saltum atau bahkan jadi salah persiapannya.

Semisal aku ke Hongkong kemaren, karena udah tahu pasti perginya bulan Juli yang mana lagi musim panas di Hongkong dan kemungkinan besar akan ada badai jadi persiapannya membawa pakaian yang nyaman semisal kaos, bawa kaca mata dan topi karena kemungkinan suhunya sampai 35C, bawa sunblock, payung, dll.

Jadwal yang pasti ini juga berhubungan dengan seberapa lama kita mau liburan. Semisal 7 hari 5 malam, atau 8 hari 7 malam. Karena membuat itinerary yang detail itu sangat bergantung pada jumlah hari liburan kita. Bahkan kalau aku dulu hari apa kita sampai dan hari apa kita pulang juga sangat berpengaruh untuk penentuan lokasi wisata yang akan didatangi.

So, kalau kalian mau buat itinerary yang detail sedetail detailnya, tentu jadwal pasti liburan ini sudah harus ditangan.

2. Menentukan Lokasi Penginapan

Sebenarnya kalau aku pergi liburan, walaupun tiket sudah ditangan semenjak setahun sebelumnya tapi kalau booking hotel selalu maksimal H-sebulan. Ini meminimalisir kerugian kalau gak jadi liburannya juga 😛

Tapi walaupun belinya sudah mepet waktunya, tentu lokasi hotel sudah ditentukan jauh hari sebelum itu karena lokasi hotel ini sangat berpengaruh kepada pembuatan itinerary yang sedang aku rancang.

Misal aku pengen pergi ke Garden By The Bay di Singapore, tentu akan sangat berbeda MRT yang aku gunakan jika aku menginap di daerah Bugis atau aku menginap di daerah litle India.

Lokasi penginapan ini juga berpengaruh pada research yang pasti aku lakukan untuk mencari lokasi makanan halal di daerah hotel untuk keperluan aku sarapan atau bahkan makan malam. Maklum ya bo, ini aku liburan selalu bawa balita jadi pagi pasti sarapan dulu di hotel dan malam udah pulang ke hotel lagi karena jadwal tidurnya yang tidak bisa terlalu malam. Jadilah lokasi makanan ini sangat penting.

Lucu dong ya kalau aku ngeresearchnya makanan halal daerah China Town padahal nginepnya di Rochor, gak nyambung! 😛

Etapi kadang juga seh aku researchnya kebalik, jadi cari dulu daerah yang mudah mendapatkan makanan halalnya baru deh menentukan hotel yang berada di dekat situ. Tapi kalau pake metode ini kadang susah sendiri karena daerah itu bukan daerah favorit atau daerah yang jauh dari jangkawan tempat-tempat wisata.

Intinya seh kalau aku, kalau kalian pengen bikin itinerary yang detail, lokasi penginapan harus sudah ditangan. Lebih bagus lagi dipastiin aja sekalian hotelnya yang mana jadi bisa buat peta dari hotel ke stasiun MRTnya lewat mana dan seberapa jauh jadi bisa mendapatkan estimasi waktu yang akurat.

3. Menentukan Tempat yang akan dikunjungi

Pertama yang akan aku lakukan untuk menentukan tempat yang akan dikunjungi adalah searching di google dengan keyworld “Tempat wisata di negara/kota x” atau sejenisnya. Adalagi aku akan ngubek-ngubek aplikasi TripAdvisor dan baca-baca review dari orang-orang tempat mana aja yang harus dikunjungi di negara/kota yang akan aku datangi.

Aku akan mencatat SEMUA tempat-tempat yang orang-orang rekomendasikan tersebut. Dari list tersebut aku akan baca lagi reviewnya satu persatu. Bahkan seringnya aku akan melakukan research lagi satu per satu tempat-tempat wisata tersebut. Dari hasil research inilah aku akan mendapatkan list pasti tempat yang aku pengen banget kunjungi. Kalau aku dapat 10 tempat yang aku pengen datangi aku akan masukkan kesepuluh tempat tersebut ke dalam itenerary yang sedang aku susun.

Faktanya di datangi atau tidak kesepuluh tempat tersebut gak jadi masalah. Aku punya pemikiran sendiri dengan gaya itenerary yaitu padat di awal jadwal. Nanti pada saat eksekusinya tinggal diukur aja kondisi kita saat itu apakah mampu mengikuti jadwal yang telah kita susun. Kalau gak mampu ya tinggal dicoret beberapa tempat tujuannya. Toh liburan-liburan kita ini. Kalau capek mendingan tidur di hotel, lah wong ini liburan kok bukan sedang kerja 😆

4. Melihat jadwal buka/tutup tempat wisata yang akan dikunjungi

Ini berhubungan juga dengan poin nomor 1 dan poin nomor 3 di atas. Misal kita dari Hongkong sampai di lokasi hari Senin dengan asumsi kita akan di sana selama 7 hari dan pulang melalui Shenzhen. Tentu ini rawan sekali untuk batal karena kalau kita mau berpindah dari Hongkong ke Shenzhen pada hari sabtu, ini berarti kantor imigrasi yang melayani pembuatan VoA kemungkinan besar tutup. Kalaupun tetap memaksakan haruslah kita pergi ke Shenzhen di hari jumat. (update terbaru yang aku baca seh kantor pembuatan VoA Shenzhen dari Hongkong udah ditutup)

Atau semisal kita lagi jalan di Bangkok dan pastinya pengen mengunjungi Wat yang terkenal di sana. Tapi Wat Wat ini ada jadwalnya juga loh. Jangan sampe udah jauh jauh pergi ke sama eh ternyata sedang tutup. Kan bete.

Ini juga berlaku dengan pakaian yang kita kenakan. Beberapa tempat harus menggunakan sepatu untuk bisa masuk. Beberapa tempat seperti kalau mau mengunjungi mesjid harus menggunakan baju yang longgar. Karena akunya kebiasaan kalau jalan pake jeans ya harap maklum kadang gak bisa masuk ke mesjidnya.

5. Membuat jadwal harian kunjungan

Setelah kita tahu jadwal liburan, tahu di mana kita bakalan tinggal, tahu tempat yang akan kita tuju dan tahu jadwal buka/tutup tempat tersebut barulah kita bisa mengutak atik jadwal harian yang kita inginkan.

Saat membuat jadwal harian ini kita juga harus tahu pasti tempat wisata yang dekat satu sama lainnya biar kita gak buang waktu di perjalanan. Jangan sampai kita paginya ke wilayah selatan sorenya kita mau ke wilayah tenggara.

Dengan membuat jadwal harian kita juga bisa menyisipkan tempat tempat yang bukan tujuan utama tapi bisa didatangi karena sekalian lewat. Misal kalau di KL itu tempat sekalian lewat menurut aku itu Central Market. Jadi aku akan menyisipkan 1-2jam dari dua jadwal aku untuk mengunjungi tempat ini. Biasa seh sekalian lewat dan belanja buat beli oleh oleh.

Jadwal harian yang dibuat itu sepadat mungkin. Jangan sampai ada celah. Bahkan kadang aku menghitung juga jadwal untuk istirahat siang buat K. Iyaa. Istirahat juga udah terjadwal! 😅 walaupun padat tapi tetep realistis dong ya. Dihitung juga waktu tunggu dan lama perjalanannya.

Nanti kalau pas kenyataannya waktunya gak cukup atau kitanya yang udah kecapean tinggal di delete beberapa tempat yang pengen-pengen amat kita kunjungi. Sekali lagi toh ini liburan, bukan kejar target kerjaan 😀

6. Melakukan research akomodasi dan transportasi

Ini penting banget dong yak. Gak mungkin dong kita mau ke Angkor Wat tapi gak tahu harus pake apa dan gimana caranya. Nah ini berhubungan juga dengan poin nomor 2 tentang memastikan di mana kita menginap.

Kecuali kalian sepergian di sana selalu pake taxi ya lain cerita yak. Etapi jalan sampai dikibulin tukang taxinya juga dong kalau kita gak tahu menahu tempat yang kita tuju. Paling gak kita tahu arah dan situasi deh, jangan pengennya ke gunung eh di ajak ke pantai (kecuali gunung sama pantainya bersebelahan 😛 )

Melakukan research fasilitas publik untuk BAYI balita (yang liburan bersama anak balita)

Ini optional deh yak yang bepergian dengan anak balita pasti tahu banget dah betapa ribetnya bawa balita jalan-jalan itu. Sebelum pergi udah banyak persiapannya, ya makanannya lah, minumannya lah jangan sampe kehausan dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui fasilitas untuk bayi dan balita ini tentu membuat kita gak buta arah semisal anaknya perlu ganti diaper atau anaknya lagi pengen nenen dengan emaknya. Kita yang udah tahu fasilitas untuk itu pasti langsung ketempat tujuan gak perlu nanya-nanya lagi. Makanya aku suka searching tempat-tempat beginian dulu pas buat itenerary. Atau kalau gak ada infonya pas datang disuatu tempat mata suka jelalatan dulu dengan simbol anak bayi ganti diaper itu walaupun anaknya belum memerlukan. Naluri deh yak 😀

***

 Itulah tahapan-tahapan yang aku lakukan saat itinerary liburan selama ini. Sekali lagi, ini tergantung lagi personal masing-masing deh yak. Tapi sebagain besar mungkin sudah diwakili di sini. jadi yang mau liburan dan masih bingung dan takut untuk jalan-jalan tanpa travel agent ayo dimulai dengan coba-coba membuat itinerarynya. Yakin deh kalau kalian sudah khatam dengan pembuatan ini kalian gak akan takut lagi jalan-jalan tanpa travel. Karena pada saat membuat itinerary kalian akan sudah membayangkan bagaimana situasi di sana 🙂

AYO LIBURAN!! :mrgreen:

Advertisements

Kiat yang Patut Dipahami Sebelum Melirik Investasi Berlian


[ADV]

Investasi tidak selalu berupa hal-hal yang sifatnya berat dan memusingkan. Sebenarnya semua orang bisa berinvestasi dengan cara sederhana, termasuk kaum wanita. Selain berinvestasi dengan memiliki perhiasan emas, kaum wanita kini juga semakin cermat dengan memilih investasi berlian.

Investasi berupa cincin berlian wanita memang tampak sederhana. Namun tetap saja kita butuh pengetahuan yang memadai agar bisa terhindar dari risiko kerugian akibat investasi berlian. Beberapa kiat berikut ini patut dipahami sebelum melirik investasi berlian :

picture by Liputan6.com
picture by Liputan6.com

Memilih Model Berlian yang Tepat

Tidak semua model berlian memiliki nilai jual yang tinggi saat dijual kembali nanti. Pada umumnya, berlian dengan potongan bulat atau round adalah jenis berlian yang paling populer dan diminati. Harganya cenderung naik seiring dengan berjalannya waktu.

Warna Berlian Mempengaruhi Harganya

Semakin jernih warna sebuah berlian, maka semakin mahal pula harganya. Berlian yang jernih memiliki kemampuan untuk membiaskan cahaya secara maksimal. Sehingga kilauan warnanya tampak indah dan sangat diminati oleh para kolektor berlian. Hal inilah yang menyebabkan berlian yang warnanya jernih menjadi incaran banyak orang dengan harga yang sangat memuaskan.

Mencermati Kondisi Fisik Berlian

Secara kasat mata, setiap berlian tentu tampak sama. Padahal bila diperhatikan secara teliti, bisa saja sebuah berlian memiliki bentuk yang pecah atau tergores. Sedikit cacat saja pada berlian ternyata berisiko membuat harga berlian tersebut merosot tajam. Kalau ingin mendapatkan berlian dengan kualitas terbaik, alangkah baiknya bila kita mempercayakan pemilihan berlian kepada orang yang sudah ahli.

Memantau Fluktuasi Harga Berlian

Hampir sama seperti harga emas, harga berlian juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Setiap minggu harganya berubah mengikuti harga pasaran. Fluktuasi harga ini yang akan menjadi patokan ketika kita hendak membeli atau menjual berlian. Sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal atau terhindar dari kerugian besar akibat salah perhitungan.

Kalau berencana mengenakan aksesori lain selain cincin berlian, maka kita bisa berburu koleksi cincin yang istimewa di MatahariMall. Koleksi cincin MatahariMall yang super lengkap membat kita leluasa memilih yang sesuai selera dan budget. Saat bosan dengan cincin berlian kesayangan, kita pun bisa beralih ke gaya yang lebih simpel dengan cincin berbahan lain yang kita sukai.

Mau Bangun Sahur Tepat Waktu? Begini Caranya


Haaaiii… Haalllooo.. Udah berapa hari bolong puasanya? 😛

Kalau puasa pasti identik dengan sahur kan yak! Sahur saat dini hari sudah menjadi bagian dari serangkaian ibadah puasa. Namun ada juga sebagian orang yang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak ketika berbuka puasa sehingga tidak sahur keesokan harinya. Padahal menyantap makanan saat sahur sangat dianjurkan dan mendapat pahala bagi yang menjalankanya.

Kalau kebiasaan abang aku seh sahur tetep tapi gak makan nasi, jadi cuma makan buah aja gitu. Mudah-mudahan bisa kurus deh biar lebih sehat 😛

Alasan tak menyantap sahur pun beragam karena takut terlambat bangun sahur dan takut terlelap hingga akhirnya telat beraktivitas pagi. Meski terdengar sepele, kamu bisa mencoba 5 langkah pintar ini agar tidak terlambat bangun sahur.

Sumber : kaskus
Sumber : kaskus
  1. Aktifkan Alarm Ponsel

Jam weker dinilai sudah tidak begitu efektif lagi membuat orang terbangun. Ada cara yang lebih konvensional yang dianggap paling ampuh membangunkan orang tidur yaitu dengan mengaktifkan fitur alarm pada ponsel Anda. Tapi jangan letakan ponsel didekat kepala karena radiasinya bisa merusak otak.Selain itu kalau terlalu dekat kadang aku tanpa sadar (baca: TANPA BANGUN) tangan bisa matiin sendiri alarm loh. Hebat emang deh neh tangan. Hahahahahaha!

Jadi letakan dengan mengatur jarak yang jauh (biasanya aku harus perlu jalan dulu deh) dengan volume yang cukup keras dan aktifkan juga mode getarnya.

  1. Bangun 20 Menit Sebelum Jam Sahur

Biasanya jika sudah mengaktifkan alarm pada ponsel. Anda pun akan terbangun dan mengaktifkannya lagi. Untuk itu cara menyiasatinya dengan mengatur waktu dengan mengatur 15 menit atau bahkan 20 sebelum jam makan sahur tiba. Cara ini sangat ampuh untuk mengantisipasi mata yang masih mengantuk.

  1. Lebih baik pasang suara adzan

Alternatif lain supaya anda terbangun dengan cepat yakni dengan memasang suara adzan pada alarm ponsel. Kumandang adzan bisa menciptakan efek kaget karena Anda akan menganggap sudah terlambat bangun sahur karena adzan subuh telah berkumandang.

Etapi kalau gini aku pastinya tidur lagi dong yak.. udah terlanjur telat. Hahahahaha.

  1. Tidur Lebih cepat dari biasanya

Meskipun cara ini bukan untuk menyiasati agar tidak telat bangun sahur, tapi cara ini bisa membuat waktu tidur Anda lebih lama sehingga Anda tidak akan merasa berat bangun sahur karena anda sudah tidur dengan waktu yang cukup. Jadi JANGAN NONTON DRAMA KOREA! *ngomong sama kaca*

Jika anda merasa sulit untuk tidur mungkin ada masalah dengan kasur atau bantal yang Anda gunakan sehingga membuat tubuh anda tidak nyaman. Jika kasur dan bantal anda sudah tidak layak lagi untuk dipakai anda bisa menggantinya dengan yang baru di MahatariMall yang selalu mengadakan potongan promo belanja online. Selain potongan harga, belanja di toko online ini bisa di cicil sehingga Anda tidak perlu takut budget untuk membeli kasur baru kurang karena anda bisa mencicilnya. Mudah bukan?

  1. Hindari Minuman berkafein

Jangan mengonsumi minuman teh herbal atau teh hijau sebelum tidur. Sebab selain kopi, teh juga  mengandung kada kafein yang membuat tubuh lebih berenergi dan lebih bersemangat. Jadi jangan heran jika mata sudah mengantuk lalu anda mengonsumi teh atau kopi akan membuat mata anda menjadi segar kembali.

[adv]

Jurus Bersih-Bersih Kilat Ala Ibu Cerdas


Banyak ibu rumah tangga yang merasa enggan saat harus bersih-bersih rumah. Karena aktivitas yang satu ini harus dilakukan secara teliti dan butuh waktu yang tidak sebentar. Bersih-bersih yang benar bukan hanya sekadar mencuci baju, menyapu, dan mengepel. Karena setiap sudut rumah juga menuntut untuk dibersihkan dan dijaga kerapiannya.

sumber: www.suararakyatindonesia.org
sumber: http://www.suararakyatindonesia.org

Sebenarnya para ibu tidak perlu repot bersih-bersih rumah sambil menggerutu kalau sudah tahu triknya. Jurus bersih-bersih ampuh secara kilat ini pasti meringankan beban para ibu rumah tangga setiap hari :

Tetapkan Jadwal Bersih-bersih Harian

Jadwal bersih-bersih harian adalah hal yang harus ibu lakukan setiap hari. Bersih-bersih harian biasanya meliputi aktivitas menyapu, mengepel, mengelap meja serta menepuk-nepuk permukaan bantal dan kasur. Debu yang menempel membuat bagian-bagian tersebut harus ibu bersihkan setiap hari.

3 Prinsip Saat Membereskan Ruangan

Ada 3 prinsip dasar yang harus ibu pahami saat membereskan ruangan. Prinsip dasar tersebut adalah menyingkirkan sampah, mengembalikan barang yang berpindah tempat serta mengembalikan barang yang seharusnya ada di ruangan lain. Dengan memahami prinsip ini, ibu jadi tidak kesulitan saat harus bersih-bersih. Setiap ruangan di rumah bisa dibersihkan secara cepat dan sempurna.

Menggunakan Alat Kebersihan yang Bermutu

Sapu, kain pel lama atau alat kebersihan lainnya yang selalu ibu gunakan harus diganti secara berkala. Karena biasanya kualitasnya akan semakin menurun jika ibu terus menerus menggunakannya. Pilihlah alat kebersihan bermutu dengan teknologi canggih. MatahariMall juga jual produk online terlengkap untuk kebutuhan bersih-bersih rumah lho, Bu. Aneka alat kebersihan berkualitas bisa ibu dapatkan dengan harga yang bersahabat dan proses belanja online yang mudah. Semuanya tersedia secara lengkap di MatahariMall.

Hal-hal Sepele yang Sering Luput dari Perhatian

Ada berbagai hal sepele yang sering luput dari perhatian dan akhirnya lupa dibersihkan. Sela-sela jendela, lemari pajangan, bingkai foto, dan bagian bawah lemari adalah tempat bersarangnya debu serta kotoran. Kalau ibu selalu lupa membersihkan bagian-bagian tersebut, sudah pasti kotoran dan debu akan semakin menumpuk dan membuat rumah jadi tambah kotor.

Ibu cerdas pasti paham tentang bagaimana cara membersihkan rumah dengan efektif. Biasakan diri untuk membuat jadwal bersih-bersih secara teratur agar pekerjaan rumah yang satu ini jadi terasa ringan.

 

[Adv]

Tips Liburan Bersama Bayi


Hiyaaaaa… Si Niee sok-sokan ngasih Tips. Padahal mah gak pakar-pakar juga. Tapi ini berdasarkan pengalaman pribadi aja seh.

Jadi setelah dua kali melakukan perjalanan yang lumayan jauh dan lama bersama si K (yang pertama ke Bogor dan Jakarta selama 6 hari (11 mo) dan yang kedua ke Kuching – Bangkok – Kuala Lumpur selama 10 hari (1yo)) dan terbilang sukseslah yak karena gak ada kendala yang berarti. Aku dapat menarik beberapa poin penting yang harus diperhatikan para orang tua agar selama perjalanan anak merasa nyaman dan aman.

1. Persiapkan barang bawaan bayi/balita yang Lengkap

Ini soal apa-apa yang mau dibawa selama perjalanan. Karena konsepnya adalah barang-barang bayi/balita jadi aku lebih prepare membawa semuanya dari rumah. Gak ada deh yang namanya nanti aja nyari ditempat. Iya kalau ada, kalau gak ada gimana?

Barang-barang si K yang aku persiapkan untuk dibawa adalah:

  • Pakaian. Selama ini aku membawa pakaian sejumlah hari pergi dikali tiga. Ya kalau kemaren aku pergi selama 10 hari berarti aku bawa baju K itu 30 pasang. IYA TIGAPULUH PASANG! Bahkan aku melebihkan beberapa helai lagi seh. Ditambah dengan jacket dua buah, sepatu dan sendal serta beberapa kaos kaki. Hasilnya gimana Niee? Kalau pas perjalanan si K umur 11 bulan emang pas seh itungan 3 pasang sehari itu. Nah kalau pas setahun lebih kemaren kelebihan banyak! Hahahahaha. Aku ternyata bisa menghemat beberapa pakaian sehari hanya 2 pasang. Jadi untuk perjalanan selanjutnya aku bakalan hanya membawa pakaian si K jumlah hari dikali dua aja deh, baju jalan sama baju tidurnya aja :mrgreen:
  • Diapers. Sama dengan pakaian aku juga bawa diapers sejumlah hari yang akan aku pergi. Karena si K biasanya sehari ganti diapernya sampe 5 kali. Jadi aku bawa 50 buah! 😆
  • Perlengkapan mandi. Mulai dari sabun, shampo, minyak telon, bedak, sisir, minyak wangi, cream kulit, sikat gigi, sampe handuknya juga jangan lupa. Ya kalau kita yang gedekan emang bisa memanfaatkan apa yang ada dari hotel yak. Nah kalau bayi/balita kan gak bisa tuh. Aku sendiri kalau jalan ke rumah keluarga juga gak mau tuh pinjam sabun atau bedak dari anaknya saudara kalau merknya beda. Kan kulit bayi sensitif ya, lebih baik ya bawa yang emang biasanya anaknya pake aja.
  • Perlengkapan masak. Nah, ini karena si K masih makan nasi lembek dan gak pernah aku kasih makanan instan jadilah setiap pergi aku selalu membawa segala kompor listrik, rice cooker, panci, piring, mangkok dan segala perlengkapan masak lainnya. Eh bawa beras, bumbu masak kayak garam, bawang, liak, kunyit sampe sayuran yang mudah dibawa semacam kentang sama wortel juga loh.
perlengkapan tempur K
perlengkapan tempur K waktu jalan ke Bogor

2. Hotel/Penginapan yang dekat dengan Pasar/Fresh Mart

Nah, ini balik lagi kekebiasaan aku yang selalu masak untuk K saat liburan, maka lokasi hotel yang dekat dengan pasar sangat penting untuk kelangsungan masak memasak ini.

Dulu waktu di Bogor seh emang hotel aku dekat pasar yak. Nah, kalau pas Jakarta kemaren aku belanjanya ngandelin Indomaret Plus yang ada jual bahan makanan segarnya.

Kemaren pas di Bangkok Hotel aku seh emang deket dengan salah satu pasar tradisional yak. Tapi pas kesana kok ya isinya daging yang aku gak boleh makan ada disemua tempat yakk. Kan jadi ragu mau masaknya >.< Karena hal itulah aku lebih memilih naik BTS menuju ke pasar modern buat beli bahan masaknya. Rada ribet seh, tapi yang penting hati tenang aja 😀

Sebelum pergi, foto-foto dulu di depan hotel :D
Rizen Premiere Hotel Bogor, tinggal naek ojek 10ribu udah bisa sampe ke pasar tradisional 😀

3. Buat Itenerary yang Fleksible buat Bayi/Balita

Aku dari dulu emang lebih suka kalau jalan-jalan tanpa paket Tour. Lebih seru aja gitu rasanya bisa kemana-mana aja terserah kita yang ngatur jadwalnya. Gak terikat waktu dan dapat menyesuaikan dengan jadwal kebiasaan kita sendiri.

Untuk yang bawa bayi/balita jalan-jalan sendiri tanpa paket Tour ini juga menyenangkan karena kita bisa pergi sesuai dengan pola bayi/balita kita tersebut.

Misalnya aja neh, si K itu polanya adalah bangun jam 5 pagi. Terus mandi dan makan sampe jam setengah delapan. Jam setengah sembilan biasanya nenen terus bobo sampe jam setengah 10 atau jam 10. Nah, waktu bangun jam 10 itulah aku baru pergi jalan-jalannya sampe sore/magrib.

Bayangin kalau aku harus pake paket tour yang udah janjian dari jam 7/8 pagi. Walaupun paket tour pribadi sekalipunlah. Rasanya kok ya gak asyik aja ditungguin sama orang padahal jadwal kita gak menentu.

Si K bobo siang di Hotel KL. Emak dan K nya kemudian ditinggal Papanya jalan-jalan ke Mall Pavilion >.<
Si K bobo siang di Hotel KL. Emak dan K nya kemudian ditinggal Papanya jalan-jalan ke Mall Pavilion >.<

Ya karena jalan-jalan semau aku juga, siangnya juga lebih bisa fleksible kapan ngasih makan K atau kalau K kelihatannya udah kelelahan langsung cari tempat yang nyaman buat nidurin dia. Pokoknya kalau udah bawa anak itu jangan ngoyo deh harus pergi kesemua tempat yang diomongkan disitus travel. Kan niatnya juga jalan-jalan buat nyenengin anak (dan emaknya :P) makanya asal anaknya senang aja deh pokoknya 🙂

4. Sisipkan tempat yang asyik buat Bayi/balita

Lagi-lagi, jangan karena ngoyo mau dapet pergi kesemua tempat di Kota/Negara yang udah dikunjungi jadi melupakan kesenangan anak kita itu sendiri loh.

Aku sendiri sebenarnya gak suka sama binatang, tapi si K itu seneeeeengggg banget kalau udah lihat binatang secara langsung. Makanya untuk liburan pertama si K aku memasukkan taman Safari ke dalam list di Itenerary liburannya. Pas di Jakarta aku ngajakin si K buat ke Miniapolis dan pijet di Mom and Jo Baby Spa. Pas di Bangkok aku datang ke Sea Lifenya Bangkok. Pas di KL aku pergi ke taman di Putra Jayanya buat ngajakin K lari-larian.

Papap neh ambil wortel Katniss. Katniss berani kok pap ngasihnya sendiri :P
Papap neh ambil wortel Katniss. Katniss berani kok pap ngasihnya sendiri 😛

Selain menyisipkan tempat yang enak buat si anak, kita sebagai orang tua juga jangan deh dateng ketempat yang gak asyik buat anak kalau gak penting-penting amat.

Seperti aku waktu di Bangkok pengen banget ke Chatuchak. Bahkan kedatangan aku di Bangkok dipas-pasin waktunya di hari sabtu malem buat bisa ke Chatuchak hari minggu paginya. Tapi ya namanya baru rencana seh yak. Sampe ke Bangkok malah udah jam 10 malem plus adanya kejadian yang gak enak sama Hotelnya yang akhirnya baru bisa masuk kamar tengah malam. Chatuchak yang cuma terdiri dari pasar-pasar pasti yang mengenakkan buat si K kan yak. Akhirnya aku coret deh dari tujuan yang akan aku kunjungi. Ya paling gak ada alasan buat balik lagi ke Bangkok kalau K udah gede kan yak. Nemenin emaknya belanja di Chatuchak! :mrgreen:

5. Bebaskan anak bermain

Iyaaaakkk… jangan sampe karena kita gak mau capek, gak mau repot akhirnya si anak cuma ditaroh aja gitu di stroller dan dibawa kemana-mana dari dalam sono. Kasiankan anaknya. Dia juga gak bisa bereksplorasi dengan hal-hal baru yang dilihatnya deh.

Aku sendiri memang bawa gendongan dan stroller buat K. Mengingat waktu pergi ke Bogor kemaren gak bawa apa-apa jadinya pas si K tidur malah anaknya digendong kemana-mana yang udalah repot, anaknya juga pasti gak enakkan yak badannya. Tapi perlengkapan itu semua cuma sekedar pada saat berpergiannya (waktu naek BTS, Monorail atau bis) dan kalau anaknya kelihatan capek dan tentunya buat tempat kalau anaknya tidur.

10426300_10206320443553946_3290781614856869232_n11009983_10206300745301502_3731931857311116712_n 11102929_970005996344020_5599771746201272985_nSelebihnya aku biarin aja si K lari-larian ditempat-tempat tersebut. Kayak di kuching aku biarin si K lari-larian disepanjang waterfrontnya. Pas di bangkok aku biarin si K jalan di Grand Palace atau di Madam Tussaunds dan di Sea Lifenya. Dan yang paling K senang tentu lari-larian di Taman pas diajak ke Putra Jaya. Pasti anaknya seneng deh dilepasin gitu 😀

***

Kalau temen-temen yang biasa traveling bawa anak apa aja tipsnya? Tambahin dong 🙂

Perjuangan ASI (3) – ASIP


Niat udah kuat, ASI sudah lumayan, tantangan selanjutnya (terutama sebagai ibu bekerja) tak lain dan tak bukan adalah bagaimana caranya agar tetap menyusui tapi tetap bisa punya stok ASIP yang banyak. Mungkin untuk yang ASInya luar biasa banyak seh gak masalah deh yak. Ada temen aku yang sekali pump bisa dapet 500ml ya dia jadi cuma ngandelin pump di tempat kerja. Lah kalau sekali pump cuma dapet 50-150ml ituh begimana Niee?

Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.
Yang bagian bawah itu pertama kali belajar pump ASI. dapetnya dikit-dikit.

Aku sendiri waktu pertama kali berlajar merah ASI cuma dapet 20-50 ml gitu (gambar bagian bawah) Awalnya juga belulm tahu kalau ASIP selama masih 24 jam itu masih bisa digabungin jadi satu asalkan suhunya disamain dulu. Jadi gak ada istilahnya ASIP disimpan dikit-dikit gitu 😀

Nah, untuk mendapatkan ASIP aku melakukan berbagai cara dan setelah 9 bulan kerjaannya pump ASI terus inilah cara yang aku lakukan supaya bisa mendapatkan ASIP banyak walaupun ASInya gak melimpah yaitu apalagi kalau bukan

Sering-sering diperah

Aku awalnya dulu cuma merah tengah malam. Itupun PD yang akan diperah gak disusuin dulu dari awal malam mikirnya biar ASInya dapet banyak. Bangun dulu sebelum nyusukan si bayik lalu setelah beres-beres langsung susuin deh bayinya. Gak salah seh, tapi ternyata kurang tepat loh. PD yang jarang disusuin akan lebih berkurang ASInya dari pada yang sering disusuin. Jadi triknya adalah pada saat PD satu nyusuin, PD lainnya dipump. Selain praktis karena gak perlu bangun dua kali hanya untuk merah dan nyusuin, ini juga berfungsi aja pasokan ASI dikedua PD bisa sama.

Kalau bisa seh setiap nyusukan PD satunya diperah. Tapi kalau aku terkendala dengan breastpumpnya yang harus dicuci dulu sebelum dipake lagi. Masak tengah malam aku harus nyuci botol kan yak? Manalah bangunnya pun sering. Jadi aku hanya pompa dua kali kalau malam. Pertama pas awal malam, jadi pas makan malam aku bisa cuci breastpumpnya. Terus pas tengah malam. Selesai.

Kalau sebelum cuti berakhir rasanya cukup dua waktu itu deh, asal konsisten selama 3 bulan pasti udah penuh deh ASIPnya. Bayinya sendiri gak perlu dipakein botol dari awal. K sendiri baru mengenal botol pada saat umur 2 bulan. Setiap hari K disusuin botol sekali. Nah, kalau udah gini pas bayinya nyusu botol kitanya juga harus merah ASInya biar ritme menyusuinya tetep dapet.

Setelah selesai masa cuti kegiatan perah memerah ASI makin banyak. Ya apalagi kalau bukan di kantor. Idelanya seh 2-3 jam sekali PD kita tetep harus diperah. TAPI ya karena males akunya cuma perah ASI dua kali. Pertama jam 10 pagi dan kedua jam 2/3 siang. Jadi jarak setiap menyusukan 4 jam.

Rata-rata aku dapet ASIP setiap harinya 400-500ml untuk 4 kali merah itu siang dan malam – gak banyak yak 😀 Alhamdulillah kebutuhan nyusu si K juga segitu aja (selama jam kerja dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore) tertutupi lagi karena dari semenjak cuti aku udah nyetok jadi ASIPnya standby sebanyak kurang lebih 60 botol 100ml.

Yang aku lihat dari cerita yang gagal untuk ASI Eksklusif adalah karena mereka males untuk nyetok dari semenjak masa cuti. Atau karena berasa stok ASIPnya ada jadi banyak juga yang pake stok itu untuk gantian nyusuin babynya. Sayang banget menurut aku.

Kalau pendapat aku seh stok ASIP selama cuti jangan pernah dipake kecuali untuk melatih babynya buat nyusu dengan botol atau ada keperluan medesak jadi kita perlu keluar rumah sendirian. Fikirian aja enaknya kita pas kerja nanti kalau stok ASIPnya melimpah. Kerja tenang, bayinyapun senang kan yak 🙂

Perjuangan ASI (2) – Perbanyak ASI


Nah, lanjut lagi dari tulisan kemaren tentang perjuangan ASI. Kalau udah niat ok, kalau udah didukung sama suami dan keluarga terus apa lagi?

Perbanyak ASI!

Memang seh teorinya ASI kita itu cukup sesuai dengan kebutuhan bayi kita. Tapi kita juga mau dong yak kalau ASI kita banyak bahkan sampe ngeluber kemana mana. Kan sekalian bisa untuk nyetok.

Aku sendiri sebenarnya bermasalah dengan ASI yang sedikit tadi. Untungnya niat aku udah kokoh banget, jadi walaupun sedikit aku masih bisa bertahan. Apalagi dukungan dari suami kuat banget.

Sedikit ini dalam artian pertama kali aku nyoba pumping aku gak dapet ASInya sama sekali loh! Di botol ASInya cuma bisa membasahi dasarnya aja deh. Mungkin kalau dihitung cuma dapet 1 ml. Langsung deh galau. Langsung deh mewek mewek sama suami. Langsung deh kepikiran aneh aneh.

Cari referensi sana sini ternyata kemungkinan yang salah dari aku adalah cara memompanya dan ASInya yang memang belum banyak untuk bisa dipompa. Untuk kesalahan pemompaan aku langsung cara deh cara memompa yang benar itu gimana. Lihat lihat video itu bukannya makin ahli tapi makin bingung loh! Awalnya aku mompanya pake tangan. Setelah dicoba pake breastpump eh berhasil, alhamdulillah. Jadi kesimpulan aku adalah pompa itu bukan dipelajari, tapi cari aja yang nyaman buat kita, dan untuk bisa dapat yang nyaman itu ya dengan cara sering sering dilatih 🙂

ps: salah satu temen aku gagal ASI Eksklusif gara gara setiap pumping cuma dapet 50 ml aja katanya. Padahal untuk ukuran baru lahir itu banyak banget loh. Nah, balik lagi pelajari asi itu baik baik deh 🙂

Nah kalau masalah untuk belum banyak itu gimana Niee? Ya banyakin dong ASInya!

Perbanyak ASI itu pada dasarnya ada tiga cara.

Pertama fikiran. Lagi lagi fikiran yak. Intinya ASI akan mengalir dengan lancar kalau si Ibu senang, bahagia dan gak stress. Makanya busui itu harus diperhatikan sama suami, kalau minta diturutin, kalau capek dibantuin, kalau minta emas dibeliin *eh 😛

Kedua menyusuilah. Karena hukum ASI itu bukan hukum matematika yang 1-1=0 atau makin sering disusui maka asi makin habis. Tapi, hukum ASI itu adalah hukum Ekonomi, yaitu kalau makin banyak permintaan maka produksi makin akan bertambah.

Ketiga ya makanlah makanan yang berpengaruh pada produksi ASI. Kalau aku dulu seringnya makan sayur bayam dan minum air kacang hijau. Tapi yang paling ok untuk aku adalah makan kacang tanah digongseng. Bisa dirasain deh perbedaannya.

Orang tua seh bilang jantung pisang juga sangat Ok, tapi aku gak bisa makannya. Setiap makan jantung pisang bukannya makin banyak ASInya malah buat mual dan muntah. Jadi intinya seh makanan itu senyaman kita aja. Dan percayalah bahwa gak ada pantangan buat busui, bahkan untuk cabe dan seafood sekalipun. Yang penting jangan kebanyakan aja.

Keempat ya minum suplemen. Aku sendiri minum suplemen pelancar asi baru setelah Katniss umur 4 bulan. Gak terlalu berpengaruh banyak seh menurut aku.

Kalau udah berbagai cara ASInya belum banyak juga gimana Niee?

Belum banyaknya itu gimana? Hasil pompanya? Gak terasa terik PDnya? Mungkin Anda masih stress. Coba deh minta beliin suami Iphone 6 Pluss aja, pasti bersoknya langsung banyak ASInya deh 😛