Minggu yang Panjang


Perjalanan Dinas

Hari jumat tanggal 12 Maret yang lalu, bos aku manggil aku ke ruangannya dan bilang bahwa kami ada undangan pertemuan di luar kota dan aku yang membidangi pertemuan itu, jadi yang cocoknya untuk pergi ke sana aku. Seperti yang sering aku tulis di blog ini bahwa aku sangat gak suka perjalanan dinas semenjak menikah dan punya anak. Dulu seh waktu masih sendiri, kayaknya 3-4 bulan sekali aku bisa pergi tugas ke Jakarta atau Bandung bahkan Bali. Karena perjalanan dinas itu juga aku jadi sering kopdaran dengan teman-teman blogger di Bandung dan Jakarta.

Perjalanan dinas terakhir aku adalah pada tahun 2016 ke Bekasi. Saat ini si K aku bawa ke Bekasi karena emang masih asi anaknya walaupun udah 2 tahun lebih.  Hasilnya? Aku capek banget baik secara mental dan secara fisik. Karena itu aku selalu menolak jika ada perjalanan dinas ke luar kota lagi.

Awal awal saat datangnya pandemi covid yang aku senangi adalah, pemerintah memutuskan untuk menghapus hampir 70% anggaran perjalanan dinas luar daerah. Ini berarti tahun lalu aku aman dari tolak menolak perjalanan dinas. Tapi diujung tahun anggaran cerita gak boleh ke mana mana itu seperti dihapus dan dilupakan. Orang-orang malah pada sering perjalanan dinas ke luar kota dan ke luar pulau. Aku gak ngerti lagi, mungkin alasan pemulihan ekonomi.

Terus, awal tahun lalu aku diajak juga untuk perjalanan dinas di dalam pulau tapi harus menggunakan pesawat. Tentu aku tolak dong! Selain aku masih berfikir ini kan masih pandemi? Kenapa pertemuannya gak pake zoom aja? Aku juga mikir bahwa selama aku masih bisa menolak, akan aku tolak. Tapi yang terakhir? Aku udah gak bisa berkata apa-apa lagi seh, jadinya aku terima dengan berat hati, huhuhu.

Akhirnya, pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 untuk pertama kalinya aku melakukan perjalanan dinas (darat) dan meninggalkan si K di rumah dengan papanya. Untungnya, perjalanan dinas pertama sendirian ini aku lakukan setelah si K berumur 7 tahun. Dia udah sering tidur sendirian juga dan untuk makan mandi dan membersihkan diri juga sudah dilakukan sendiri. Jadi udah aman banget lah untuk aku ninggalin dia. Pun untungnya hari rabu itu adalah hari pertama dia libur sekolah term 3 jadi gak perlu pusing mikirin sekolahnya juga.

Aku perjalanan dinasnya selama 3 hari, dari hari rabu sampe hari jumat, tapi gak ada satu foto diripun yang aku ambil selama pertemuan berlangsung, hahaha. Emang males seh pepotoan di acara sono, kalau perjalanan dinasnya ke luar negeri mungkin lebih semangat 😛 Nah, karena aku jaldinnya ke Sambas, dari Pontianak Sambas itu perjalanan darat selama 6 jam dan diantara itu ada Kota Singkawang yang udah 1,5 tahun juga aku gak pergi ke sana karena pandemi, jadilah aku meminta izin bos aku untuk turun di Singkawang saat perjalanan pulang ke Pontianak.

Liburan ke Singkawang

Si K dan suami aku akan jalan juga dari Pontianak ke Singkawang pada hari jumat dan kita ketemuan di Khayangan Resort Singkawang. Huwaa, ini berarti liburan pertama keluarga aku yang terakhir adalah liburan ke Kuching bulan November tahun 2019 yang lalu. Udah hampir 1,5 tahun gak liburan akunya! Huhuhu.

Udah lama gak liburan ternyata menyenangkan banget ya bisa lihat langit biru di pantai gitu. Rasanya aku kangen banget lihat langit di kota yang berbeda-beda gitu. Karena aku nginapnya hari jumat, jadi suasana hotel masih sepi dan pantainya gak rame orang, jadinya enak banget buat main-main sambil tetap jaga jarak dengan orang.

Aku juga memesan kamar model villa gitu yang terdiri dari dua kamar. Satu kamar buat aku, suami dan si K, dan satu kamar lagi buat ibu aku, tante dan keponakan aku. Ternyata sewa villa gitu seru ya, jadi bisa tetap berinteraksi di ruang tamu tanpa harus masuk ke kamar masing-masing gitu. Aku ada buat video reviewnya gitu seh buat di youtube. Tapi gak tahu juga kapan mau editnya karena lagi males banget edit-edit video tuh, hahahaha.

Vaksin Corona

Hari selasa kemaren, tanggal 23 Maret 2021 akhirnya aku mendapatkan dosis kedua vaksin corona. Suami aku sendiri udah mendapatkan dosis keduanya minggu lalu seh. Ibu aku juga udah vaksin pertama dan akan vaksin kedua hari ini. Jadi bisa dibilang lingkungan aku udah lumayan terpapar vaksin. Sayangnya gurunya sekolah si K belum ada yang dapat vaksin dan pemerintah. Padahal kemaren ada vaksin masal buat para guru. Mungkin masih guru PNS kali ya, yang swasta belum dapat, huhuhu.

Aku juga nunggu banget buat vaksin anak. Karena ya orang tua udah takutnya malah anak-anak yang sekarang kelewat kan. Semoga cepat  selesai deh percobaan vaksin anak-anaknya dan segera bisa di gunakan dalam waktu dekat.

Ok, segitu dulu cerita aku minggu lalu yang terasa panjang banget. Kalian gimana kabarnya?

[Review Drakor] The Uncanny Counter


Sepertinya, drama The Uncanny Counter ini adalah salah satu drama yang aku salah pilih buat ditonton, hahahaha. Tapi anehnya adalah aku bisa menyelesaikan dramanya dong! Padahal beberapa episode di belakang aku nontonnya on going. Cuma ya itu, gak ada berasa apa-apa setelah nonton drama ini. Walaupun begitu, aku tetap bakalan nulis dong reviewnya. Selain untuk biar view blog aku gak buruk-buruk amat (view blog aku agak naik selama Corona ini karena review drakor dong! Biasanya view yang tinggi di blog ini adalah cerita liburan semacam review hotel atau budget liburan gitu), aku juga menulis drama sebagai catatan aku pribadi bahwa aku udah pernah loh nonton drama ini, dan suka gak sukanya aku bisa tulis di sini :mrgreen:

Langsung ke jalan ceritanya aja deh yak.

Tujuh tahun yang lalu Saat So Mun (Joe Byeong Gyu) di perjalanan pulang ke rumah bersama kedua orang tuanya, dia mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal dan kaki So Mun menjadi cacat. Setelah kejadian tersebut, diapun kemudian tinggal bersama dengan kakek dan neneknya.

Tujuh tahun kemudian, empat orang Counter Ga Mo-Tak  (Yu Jun Sang), Do Ha-Na  (Kim Se Jeong), Chu Mae-Ok  (Yum Hye Ran) dan  Jang Cheol-Jung (Sung Ji Ru) sedang mengejar seorang arwah jahat yang menyusup ke tubuh manusia. Tugas mereka adalah mengeluarkan roh jahat tersebut dari tubuh manusia itu untuk dikembalikan ke akhirat. Namun pada suatu hari, mereka bertemu dengan roh jahat level 3 yang mana telah bersatu dengan tubuh manusianya. Roh jahat level tiga ini sudah memiliki ilmu untuk menggerakkan benda dengan fikirannya. Bukannya berhasil menangkap roh jahat terebut, mereka malah kehilangan satu rekan Counternya yang bernama Jang Cheol-Jung. Jika seorang Counter meninggal, spirit yang ada ditubuhnya bisa akan meninggal juga jika tidak mendapatkan tubuh counter baru. Wi Gen, spirit Jang Cheol Jung langsung terbang mencari tubuh baru untuk dijadikan Counter. Saat itulah dia langsung masuk ke dalam tubuh So Mun.

So Mun yang telah mendapatkan spirit baru di dalam tubuhnya kemudian diperkenalkan dengan tim Counter lainnya. Diapun diberikan gambaran apa itu Counter dan apa yang mereka kerjakan. Awalnya So Mun tidak tertarik untuk menjadi Counter walaupun Nona Chu sudah menyembuhkan cacat di kakinya. Akan tetapi, setelah dia tahu bahwa dia bisa bertemu dengan orang tuanya jika dia menjadi Counter, diapun akhirnya setuju.

Tapi, dengan berjalannya waktu, bukan hanya roh jahat yang menjadi permasalahan anggota Counter. Ada politik dengan intrik korupsi yang juga perlu mereka uangkap. Di tengah pengejaran mereka, So Mun akhirnya tahu bahwa orang tuanya bukan meninggal karena kecelakaan, akan tetapi mereka meninggal karena dibunuh saat sedang menyelidiki sebuah kasus korupsi.

Jadi, apakah counter bisa menyelidiki kasus orang tua So Mun? Disaat mereka sebagai Counter tidak diperbolehkan berurusan dengan urusan manusia dengan menggunakan kekuatan Counternya?

***

Jadi, aku tuh nonton drama ini karena tertarik dengan Tailernya (lagi-lagi ya, hahaha). Kayaknya seru gitu lihat kelompok orang yang punya kekuatan super sebagai penakluk hantu. Tapi ternyata jalan ceritanya lebih kuat ke intrik politik dan korupsinya dong daripada tentang hantunya, dan itu yang membuat aku gak terlalu suka.

Hal yang membuat aku kurang suka lagi adalah aku gak terlalu suka dengan karakter dan pemeran pemain utamanya! Kalau gini udah gak ada ampun deh yak. Soalnya biasanya aku bisa bertahan dengan cerita yang gak seru cuma karena meleleh sama karakter utamanya, huahahahahaha. Atau kalau bukan karakter utamanya ya second leadnya lah. Tapi di drama ini gak ada yang aku suka dong semua karakternya! Yang aku lihat semuanya terkesan lebay dan gak banget. Aku sampai memikirkan sendiri kenapa aku bisa bertahan nonton drama ini, hmmmm.

Buat kalian yang belum nonton dramanya, aku gak rekomendasikan seh drama ini, kecuali ada pemainnya yang kalian emang favoritkan banget. Bagi yang udah nonton aku penasaran gimana dengan pendapat kalian? Ini dramanya seru dari mana seh? Aku kasih rating 5/10 aja deh buat dramanya.

 

 

 

bye.

Bye 2020


2020 itu berat.

Sebenarnya, aku gak mau nulis tentang 2020. Di kepala aku udah penuh aja tentang kelelahan baik fisik maupun mental. 2020 itu berat untuk aku, untuk kita semua.

Walaupun kalau dilihat dari luar aku gak terdampak langsung oleh pandemi dari sisi keuangan, dari sisi kesehatan ataupun dari sisi sosial, tapi secara keseluruhan 2020 bukanlah tahun favorit aku tentunya.

Orang lain boleh bilang bahwa tahun 2020 ini tempatnya belajar. Tapi bagi aku tahun 2020 ini tempatnya menangis. Bahwa manusia itu beneran boleh dan bisa menangis.

Biasanya, manusia tempatnya membuat rencana, TAPI bahkan di tahun 2020 aku gak bisa membuat rencana sama sekali. Aku takut gagal, aku takut gak ada waktu, aku takut yang direncanakan menjadi kacau.

2021 itu hampa.

Biasanya, aku memulai sebuah tahun dengan berencana. Paling sering seh berencana liburan. Tapi 2021 bahkan berencana masuk sekolah buat anak saja rasanya jauh dari pandangan mata.

Tahun ini itu berat, tapi benarkah tahun 2021 akan lebih ringan? Kok aku kurang yakin untuk berharap. Dengan gelombang pandemi di mana-mana tinggi lagi. Dengan berita vaksin yang malah disangkal gak bakalan terlalu efektif dan berita negatif-negatif lainnya.

Padahal aku udah gak main sosial media. Aku udah gak ada Facebook, aku gak baca twitter, dan isi Instagram aku sekarang cuma bunga kembang kuncup. Tapi tetap aja masih dengar kabar. Mungkin mau pindah ke bulan dulu baru gak ada kabar dan coronapun bisa hilang 😛

Ahhhh, bagaimanapun bye-bye 2020. Dan selamat datang 2021.

Aku tak mau terlalu berharap, tapi aku juga tak mau terlalu curiga.

Selamat tahun baru semuanya. Untuk Kamu, Aku dan Kita semua.

 

Pontianak, 31 Desember 2020.

Belajar Menata Keuangan Keluarga


Haaaiii, Haallooo, apakabar semuanya?

Belakangan ini, satu dua tahun kebelakang deh, di lingkungan sosmed aku (yang punyanya cuma instagram aja seh sekarang) lagi banyak banget orang yang ngomongin keuangan. Ini yang bukan secara khusus aku follow akun keuangan loh. Beberapa dari mereka adalah orang yang emang aku follow dari lama semisal temen blogger yang ngomongin parenting eh sekarang juga masuk ke finansial. Aku sangat suka seh orang-orang yang bicara tentang keuangan gini, karena mereka aku jadi tahu bagaimana seharusnya aku menata keuang aku. Pas banget pandemi gini rasanya uang jadi gak kemana-mana kan karena gak liburan dan makan di luar juga jarang. Maka pandemi adalah waktu yang pas untuk aku menata keuangan.

Kalau ditarik ke belakang, semenjak mulai punya gaji sendiri di tahun 2011 aku tuh gak pernah punya tabungan loh. Ada seh yak buku tabungan, tapi setiap lihat uang beberapa juta aja udah gatel pengen dipake buat beli handphone lah, buat liburan lah dan lain lain. Terus kalau udah kepake tabungannya kosong lagi, isi lagi dari 0 😛 Sampai pas ditawarin beli rumah yang murah banget ditahun itu aku tuh gak mau karena emang gak ada uangnya gitu loh untuk DP. Padahal DPnya juga lumayan murah lah cuma 10an juta. Rumah di daerah yang sama yang akhirnya aku beli sudah naik 2 kali lipat dan uang DPnya sudah 3 kali lipat. Ya tapi namanya rejeki-rejekian deh yak, jangan diselali yang sudah terjadi 😛

Di zaman itu aku mikir nabung itu ya udah masukkan sebagian gaji ke rekening tabungan. Gitu aja. Gak tahu itu tabungan untuk apa, gak tahu juga ngitung untung ruginya. Apalagi sampai mikirin inflasi 10 tahun lagi ya, bay dah barang apa itu? Yang aku cita-citakan dulu adalah pengen beli tanah aja buat nanti dijual kalau harganya udah naik. Sungguh pemikiran dangkal karena emang pas kita butuh uang akan dengan sangat mudah itu tanah dijual? Terus kalau kita jual dengan harga misal 100 juta terus ada gitu orang mau belinya? Atau jangan-jangan saking perlu uangnya ditawar 80 juta kita iyain udah yang penting dapat uang. Belum lagi ngurusin pajak penjualannya, balik namanya, yang ugh pusing dah. Kalau kalian nanya ke aku sekarang, jangan deh beli-beli tanah untuk investasi. Kecuali kalau kalian emang mau menggerakkan tanah tersebut untuk bisa menghasilkan seh its okay.

Terus tahun 2014 punya anak dan karena mama mertua adalah mantan pegawai Jiwasraya maka masuklah aku ikut dana pendidikan si K ke BUMN itu. Tahun itu mah belum ngerti apa itu asuransi unit link dan segala macamnya. Tahunya ya nabung nabung aja. Lumayan di umur si K ke 17 nanti dia dapat uang sekian rupiah yang gak akan diambil oleh emak bapaknya kalau kepengen jalan jalan 😛 Padahal ya ampun, kenapa pula dana pendidikan masuk ke asuransi kan? Untungnya (masih untung aja bo) nama asuransi jiwa yang tertanggung itu adalah nama suami, jadi ya bener asuransinya. Coba kalau nama tertanggung itu nama anak kan yak, makin berabe lah itu urusan.

Menginjak tahun 2017, akupun udah niat banget terus ngobrol sama suami. Niatnya itu sederhana seh sebenarnya, yang pertama aku pengen nabung dana haji karena ya sebagai muslim naik haji itu wajib kan yak. Kalau orang-orang banyak yang pergi Umroh dulu ya gak papa, tapi aku cuma pengen naik haji aja. Biaya naik haji itu satu orangnya 25 juta rupiah, jadi kalau berdua itu 50 juta. Kok ya “kelihatan” banyak yak! Hahahaha. Emang kalau gak niat itu ya kelihatan sangat banyak.

Terus yang kedua niat aku itu nabung dana pendidikan untuk si K. Karena tahun itu aku sangat banyak nonton biaya pendidikan kuliah di eropa yang wow gitu jumlahnya. Gimana aku bisa kuliahkan dia ke sana kalau uangnya aja gak ada? Gak mungkin banget kalau anaknya udah SMA terus aku baru nabung, uangnya bisa kekumpul. Ada seh asuransi pendidikan tadi di atas, tapi jumlah uangnya ya gitu deh, gak memuaskan. Makanya aku mulai buka tabungan biasa aja untuk khusus mengisi tabungan pendidikan sama si K.

Ternyata, kalau udah niat uang yang kerasa besar dapat kekumpul dengan cepat loh! Semenjak udah tahu aku mau apa, jadi setiap ada duit ya yang difikirkan pasti nabung dulu. Masukkin lah ke tabungan haji dan pendidikan. Lalu akhirnya kurang dari setahun kekumpul dong uangnya! Aahh, aku senang, kenapa gak dari dulu kan?  Jadilah aku akhirnya bisa daftar kuota haji di tahun 2018 dan akan berangkat 2036, wow banget, aku udah tua 😛 Tabungan pendidikanpun secara pelan-pelan mulai kekumpul uangnya, bahkan jumlahnya bisa lebih besar daripada jumlah premi yang di dapat nanti saat si K umur 17 tahun dari asuransi pendidikannya yang emang seuprit itu (apa aku tutup aja ya asuransinya(?)).

Karena merasa udah bisa menabung, dan rasanya kok ya sayang kalau duitnya gak dimanfaatkan secara benar, akhirnya tahun 2019 aku mulai belajar belajar sedikit tentang keuangan. Barulah aku tahu ada yang namanya Reksadana, saham dan obligasi. Woy! Kemana aja si irni baru tahu di tahun 2019 di umur 31 tahun? Hahahaha. Ya tapi kata orang “Waktu investasi terbaik adalah kemaren, dan waktu yang paling terlambat adalah besok”, maka gak ada salahnya kita belajar hari ini kan yak :mrgreen:

Tahun 2019 itu, investasi udah sangat mudah banget. Bahkan sambil baring di rumah aja udah bisa buka Reksadana, Saham, beli Obligasi dan apapun nama produk investasi kalian, pasti bisa lewat smartphone dah! Pun, investasi juga udah murah banget, mulai dari 100 ribu juga udah bisa beli reksadana dan mulai 500ribuan udah bisa beli 1 lot saham. Mantul dah. Lalu mulailah aku membuka akun dibeberapa aplikasi dan mencoba membeli berbagai jenis reksadana. Awalnya ya langsung beli-beli aja tanpa melihat itu perusahaan apa, lihat yang tinggi returnnya langsung sikat dah. Ternyata gak begitu juga Niee! Bahkan aku ada reksadana yang akhirnya turun 15% lalu tutup dan dananya baru cair 50% gitu loh, hahahaha. Bener-bener uang belajar dah menurut aku.

Karena gak mau terjerumus lagi, maka akupun mulai belajar mulai dari googling sampai ikut kelas-kelas financial gratis hingga berbayar. Maka, barulah aku tahu, sebelum kita mulai investasi, harus banget mengatur cashflow dulu lalu kita juga harus tahu tujuan investasi kita itu untuk apa. Ini penting agar jari-jari dan tangan ini gak gatel buat ambil uangnya, hahahahaha. Kelihatan sepele seh karena apa seh susahnya membuat cashflow dan membuat tujuan investasi? Ternyata gak semudah itu ferguso!

Bayangin ya, kalau kita belum membereskan cashflow, yang ada setiap bulan kita nabung, tapi akhir bulan kita ambil lagi karena uangnya ternyata gak cukup! Nafsu aja yang banyak buat investasikan ya, ternyata gak mampu, hahahaha. Terus tujuan investasi itu juga harus banget yang bisa terlaksana. Kebanyakan orang kan banyak maunya ternyata uangnya gak ada, hahahaha. Karena tujuan investasi itu gak cuma yang gede-gede yak, dari yang kecil pengen beli HP, beli mobil, beli rumah, sampai dana pendidikan dan pensiun, liburan semua masuk ke tujuan investasi.

Pertama kali aku belajar ya aku tuliskan semuanya dong yak. Mulai dari pengen ganti HP baru 2 tahun kedepan, terus mobil harus diganti dong 6 tahun lagi, rumah mau direnov rutin 10 tahun lagi, dan umroh plus liburan harus banget bisa tercapai 5 tahun lagi, dan oh si K harus bisa kuliah di LN kan minimal di US lah 12 tahun lagi, terus udah tua maunya pensiun dong, terus pendapatannya maunya segede sekarang dihitung kenaikan inflasi biar gak mejadikan si K sandwich-Gen dan hidup aku bisa terus senang-senang udah tua tetap bisa jalan-jalan ke luar negeri. Wow, sungguh keinginan yang kebanyakan padahal uangnya terbatas! Hahahahahahaha.

Aku juga baru tahu, dari semua investasi yang harus dilakukan, bahwa dana darurat adalah koencji kesuksesan. Jadi dana darurat dululah yang dikumpulkan, baru investasi yang lain. Karena kalaupun kita inves sana sini terus ada kendalam masalah darurat yang menyerang, ambil uangnya ke mana? Masak harus ambil yang investasinya kan? TAPI jujur, dana darurat aku masih kacau balau seh, hahahaha. Soalnya ya sayang kan kalau ada uang mending dimasukkan ke dana pendidikan atau pensiun daripada ke dana darurat, hahahahaha.

Jadi, kalau ditanya sekarang, si Irni lagi investasi untuk apa? Aku pasti dengan mudah menjawab sedang mengumpulkan dana darurat, tabungan pendidikan, dana pensiun dan dana haji untuk keperluan berangkatnya. Udah gak neko-neko yang lain, biar aja yang lain difikirkan sama suami, huahahahahaha.

Terus investasinya pake apa? Pada dasarnya semuanya aku coba, hahaha. Tapi kebanyakan aku tetep Reksadana baik Pendapatan Tetap maupun reksadana saham dan sebagian obligasi pemerintah. Untuk saham baru coba-coba aja bahkan belum berani investasi rutin, aku belum kuat lihat pergerakannya, hahahahaha.

Investasi ini terlihat gampang, kalau kata suami ya gak perlu pake belajar segala lah 😛 TAPI, pas aku tanya ke teman-teman terdekat aku di lingkungan kantor, pada gak ada yang jelas juga loh tujuan investasinya. Pada nabung ya nabung aja. Makanya aku fikir hal semacam ini emang perlu dipelajari kan yak?

So, kalau kalian investasinya pake apa?

[Review Drakor] Hotel Del Luna


Ok, waktunya kita membahas drama ini. Mumpung si Irni lagi di mobil gak ngapa ngapain nungguin si anak gadis les balet.

Awalnya nonton ini hanya karena IU. Rasanya IU ini dramanya rerata pada ok semua. Mulai kenal dari Dream High yang remaja banget, Moon Lover yang menggenaskan banget, sampai Del Luna ini yang kocak banget😂

Cerita dimulai dari Jang Man Wol (IU), pemilik Hotel Del Luna yang telah terperangkap jiwanya dengan pohon bulan selama lebih dari 1000 tahun. Hotel Del Luna adalah hotel tempat persinggahan para hantu sebelum mereka ke akhirat, jadi ya semua penghuninya adalah hantu.

Dua puluh tahun lalu, ada seorang Bapak yang sedang dikejar polisi tersesat dan akhirnya sampai di hotel ini. Man Wol lalu mengambil kesempatan itu untuk berkesepakat kalau dia bisa keluar hidup hidup dari hotel asalkan anaknya menjadi milik Man Wol. Karena terdesak, akhirnya pria itupun meng-iya-kan saja tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dua puluh satu tahun kemudian, anak sang pria itu Ko Chang Sung (Yeo Jin Go), kemudian menjadi seorang pria yang pintar dan seorang manajer perhotelan lulusan Harvard. Dia kembali ke Korea karena sudah merasa aman dari 20 tahun hidupnya yang selalu ditakut takuti untuk diambil oleh orang yang diceritakan ayahnya. Tapi tentu saja hal itu tidak terjadi.

Hari pertama Chang Sung hidup di Korea, dia sudah bertemu dengan Man Wol. Man Wolpun langsung memberikannya “hadiah” berupa penglihatan untuk bisa melihat hantu yang sangat berpengaruh kepada hidupnya sehari hari.

Awalnya Ku Chang Sung sangat syok, dia sampai tidak tenang makan dan tidur yang akhirnya terpaksa mengikuti Man Wol bekerja untuk Hotel Del Luna.

Man Wol di Hotel ternyata adalah tipe orang yang sembrono, pemarah dan boros. Dia sangat suka membeli barang barang mewah dan mahal. Tapi dibalik itu semua, ternyata ada cerita pedih yang disimpannya selama lebih dari 1000 tahun.

Ku Chang Sung yang awalnya sangat benci dengan pekerjaannya, lama lama mulai merasa kasian dengan Man Wol. Ini dikarenakan dia selalu mendapatkan mimpi mimpi tentang kehidupan Man Wol dimasa lalu saat dia masih hidup sebagai manusia. Karena itu jugalah Ku Chang Song mulai menyukai Man Wol.

Tapi, bagaimana akhir dari seorang manusia biasa yang menyukai bukan manusia biasa? Bagaimana masa depan mereka? Dapatkan mereka hidup bahagia selamanya sampait memisahkan?

Endingnya bisa nonton sendiri seh? Karena untuk aku endingnya terbuka banget. Bisa diperdebatkan hingga akhirnya dibuatkan berita acaranya 🤣

***

Selain cerita inti tentang Ku Chang Song dan Jang Man Wol, pada dasarnya drama ini sangat kocak seh.

Walaupun diepisode awal banyak banget adegan yang menyeramkan dengan penampakan penampakan hantunya. Makin ke tengah cerita hantunya makin berkurang dan lama kelamaan udah gak ada menyeramkannya lagi sama sekali.

So, ada yang nonton ini juga? Kalau nonton kalian tim reinkarnasi atau tim mimpi kayak aku? 😆

7 Ide Souvenir Pesta Ulang Tahun Anak


Wah, gak terasa udah tanggal 25 Januari aja ya di bulan januari tahun 2019 ini. Sebenarnya setiap bulan januari ini aku semangat banget karena ya apalagi kalau Katniss ulang tahun! *yeaay* Tahun ini si anak gadis udah genap 5 tahun loh! Gak berasa banget ya secara umur gitu. Gak sangka aku udah jadi orang tua selama itu juga dan paling gak menurut aku pribadi masih bias dikatakan berhasil lah ya 😛

Si K sendiri ulang tahun tanggal 23 kemaren, cerita tentang ulang tahunnya bakalan aku ceritain dipostingan terpisah ya. Soanya biar lebih mendetail gitu seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan mudah-mudahan tulisannya juga tayang masih dibulan januari, biar gak telat banget 😛

Katniss Ulangtahun ke 5

Gak seperti ulang tahun sebelumnya yang ada acaranya, tahun ini sebenarnya atas request di K sendiri kami gak ngadain pesta. Tapi walaupun gitu tetep dong aku beli kostum dan kue ulangtahunnya, hehehe.

Jadi inget tahun lalu, aku ngadain ulangtahun si K di sekolah. Salah satu yang paling agak ribet ngurusnya adalah mencari souvenir untuk temen-temen si K. Karena ya namanya anak-anak ya, jangan sampai kita kasih yang mereka bingung juga makenya. Paling gak si K yang ulangtahun seneng, temen-temennyapun senang ada yang dibawa pulang ke rumah.

Aku fikir seh, kalua yang kita berikan kepada orang lain menyenangkan, efek positifnya adalah ucapan selamat ulang tahun dari keluarga dan juga teman-teman akan terasa lebih intim. Kitapun yang ngadain merasa lebih bahagiakan yak 😀

Nah, jadi apa neh barang yang bisa dijadikan souvenir ulang tahun untuk anak-anak yang buat mereka seneng gitu? Ini aku ada beberapa ide souvenir yang bisa dibagikan pada perayaan ulang tahun anak.

Baca juga cerita ulang tahun Katniss sebelumnya ya 😀

  1. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 1
  2. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 2
  3. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 3
  4. Cerita Ulang Tahun Katniss ke 4

1.    Gelas atau Mug

Mug atau gelas kini merupakan benda yang mudah untuk didapatkan dan harganya pun cukup terjangkau. Mug juga bisa disesuaikan gambarnya dengan keinginan kita. Karenanya, kita bisa membuat suatu mug costum yang unik.

Kita juga bisa menggunakan gambar yang disukai anak-anak. Misalnya gambar tokoh kartun, superhero, princess, atau bahkan gambar anak kita dan teman-temannya sendiri.

Katniss sendiri pernah loh buat mug untuk souvenir ulangtahun waktu dia ulangtahun ketiga. Padahal gak dirayain juga, Cuma dibagikan ke tetangga dan keluarga dekat aja, hahaha.

Birthday’s Girl

2.    Handuk

Salah satu souvenir yang bisa juga dijadikan pilihan adalah handuk. Handuk juga kini bisa dibuat dan diberi model sesuai dengan keinginan.

Misalnya, kita menambahkan informasi ulang tahun anak kita di handuk tersebut, sehingga teman-temannya bisa mengingat acara ulang tahun yang berkesan itu setelah pulang dari pesta.

Buat si K yang paling penting itu ada tanggal ulangtahunnya. Soalnya pernah kejadian temen sekolahnya ulangtahun souvenirnya kalender dan dia juga minta dong dibuatkan kalau dia ulanng tahun ntar. Dengan alasan apa hayo? Supaya bisa dikasih tanda hari ulangtahunnya dikanlender tersebut dan temen-temennya bakalan tahu kapan dia ulangtahun, hahahaha narsis banget yak 😛

3.    Alat Tulis

Alat tulis dan buku merupakan sebuah hadiah yang sangat berguna. Bagaimana tidak, alat dan buku tulis bisa mereka gunakan untuk mengerjakan tugas sekolah.

Siapa tahu, gara-gara dibekali alat tulis yang lucu-lucu, anak jadi lebih terpacu berkegiatan bersama, terutama belajar dan mengerjakan PR bersama!

Alat tulis ini juga termasuk souvenir yang biayanya lumayan bisa ditekan, jadi lebih irit deh 😀

4.    Buku Gambar

Buku gambar atau mewarnai sangat cocok untuk anak-anak, tinggal pastikan buku mewarnai yang sesuai dengan usianya. Mereka akan bisa menggunakan souvenir tersebut untuk berkreasi dan bereksperimen dengan bakat seni mereka.

Anak-anak pun bisa menggunakannya untuk mengasah kreativitas mereka di bidang seni. Tentu akan ada banyak anak yang senang diberi souvenir buku gambar dan mewarnai.

5.    Buku atau Komik

Buku atau komik bisa menjadi pilihan souvenir lain. Walau harganya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis souvenir lain, tapi buku atau komik cukup bermanfaat bagi anak-anak.

Anak-anak jadi tebiasa sejak dini untuk membaca, mengasah imajinasi, dan juga bisa bertukar cerita kepada teman-teman lainnya.

Asal jangan buku cerita import aja, harganya mahal cyiiin 😛

6.    Kaos

Sama dengan mug, kita bisa memberikan kaos sebagai souvenir bagi anak-anak. Kaos sendiri kini sudah bisa dibuat dengan desain sendiri dan harganya juga cukup terjangkau.

Kita bisa membuat kaos dengan gambar yang unik dan lucu, ditambah dengan informasi ulang tahun anak kita, sehingga dengan melihat baju tersebut, anak-anak akan bisa mengingat acara ulang tahun tersebut.

7.    Tas

Pilih jenis tas tote bag supaya lebih terasa kegunaannya. Kita bisa membuat sebuah tote bag dengan desain unik dan menarik. Bisa dipakai untuk bawa baju renang saat pergi ke pantai atau les berenang, membawa mainan, dan lain-lain.

Tapi ini jangan tas nanggung gitu she peruntukannya. Soalnya beberapa kali si K dapat souvenir tas tapi menumpuk aja gitu di rumah gak kepake. Maksudnya kalau tas untuk sekolah ya buatlah tas yang nyaman untuk dipake dan ukurannya yang sesuai, jadi gak mubazir.

Itulah beberapa ide souvenir untuk pesta ulang tahun anak. Luangkan waktu untuk mencari sebanyak-banyaknya referensi di toko online. Selain banyak pilihan barangnya, mudah juga proses pemesanannya, barang tinggal diterima di rumah menjelang pesta ulang tahun.

Selamat berkreasi! Bye.