Menabung di Celengan


Temen-temen di sini masih ada yang menabung gak seh? Bukan menabung di bank tentu aja, kalau itu seh pasti semua punya yak? Eh atau ada yang gak punya rekening tabungan di sini? Tabungan yang aku maksud di sini adalah tabungan celengan gitu, tapi bukan punya anak yak. Kalau punya anak beda cerita. Si K sendiri aku ada belikan tabungan model tabung yang banyak dijual sekarang. Awal awalnya seh seneng dia nyari nyari koin buat ditabungkan. Etapi lama lama dia bosen juga, akhirnya celengannya mendekam aja disudut lemari tanpa diisi lagi 😝

Aku dan si abang suami punya tabungan khusus, yaitu tabungan uang khusus 20ribu. Jadi intinya, kalau kita punya uang 20ribu didompet pagi hari, kita bakalan masukkan uang itu ke dalam celengan kita. Gak muluk muluk seh, seadanya aja. Kalau lagi gak ada uang cash lagi di dompet ya jangan dipaksakan juga harus nabung ke celengan itu.

Awal awal memulai menabung seperti ini aku semangat banget. Kalau kelihatan udah banyakan, aku langsung hitung uangnya. Kadang dapet sejuta dua juta.

Bulan desember 2015, rumah orang tua aku kemalingan. Pas bener bertepatan saat aku lagi selametan pindahan rumah baru. Ada beberapa barang yang hilang waktu itu, salah satunya adalah celengan tabungan 20ribu aku yang isinya sekitar 2jutaan. Hiks banget dah.

Semenjak kejadian itu, aku jadi rada males ngumpulin uang 20ribu lagi buat ditabungin. Tapi, si abang suami masih semangat dong. Dia nyari nyari toples bekas lagi buat dijadikan celengan. Setelah kita gak bolak balik lagi tinggal di rumah ortu dan rumah sendiri, akhirnya proses menabung uang 20ribu inipun kembali digalakkan. Eh digalakkan sama suami seh, akunya udah rada males. Males nyisihkan uang cash lagi 😝 Masih seh kadang kadang nabung juga. Tapi jaraaaaanggg banget. Bahkan aku yang rutin ambil uang tabungan si abang suami kalau ada abang abang tukang rumput datang ke rumah dan aku kehabisan uang 20ribu di dompet πŸ˜†

Waktupun berlalu *halah*. Pas kita mau berangkat ke korea kemaren, si abang iseng ngitungin uang celengan 20ribunya. Ehternyata dapetnya lumayan banyak loh. Bahkan diluar dari prediksi aku. Dari uang itu kita tukerin semuanya ke Won untuk bekal kita ke Korea. Jumlahnya udah lumayan banget, kurang kurangnya bisa pake kartu kredit kan yak.

Ah, ternyata ada gunanya juga ya iseng iseng nabung dicelengan seperti itu. Balik dari korea ini kami jadi semangat lagi buat nabung uang 20ribuan lagi. Semoga kali ini si irni juga ikutan semangat nabungnya (dan semangat juga ambil tabungannya 😝) *digetok suami*

Advertisements

[Cerita K] Masa-masa Kiddy 2 – Term 1


Masa-masa Kiddy 2 Katniss di sekolah

Kalau lihat-lihat aku belum pernah cerita tentang si K selama dia udah tiga bulan ini di sekolah ya. Niatnya aja dulu kalau anaknya udah sekolah bakalan rajin-rajin posting yak, tapi kenyataannya males juga πŸ˜› Keseringan posting di instagram dan facebook kayaknya, hahaha.

Nah, mumpung ada waktu dan kesempatan, mari kita cerita-cerita tentang si K selama tiga bulan ini di sekolah maupun di rumah.

Sekolah si K itu kurikulumnya dibagi per term yang setahunnya dibagi menjadi 4 Term. Akhir september kemaren seharusnya menjadi akhir dari Term 1 di sekolah sekaligus pembagian report untuk Term 1 tersebut. Tapi karena si K masuk rumah sakit minggu lalu karena DBD, jadilah aku nerima reportnya baru hari Rabu kemaren.

"We are delighted to have Katniss in this term. Katniss is an enthusiast learner who shows confidence and curiosity in everything she does. She is able to do most of the activities independently and adapt well at school. Katniss mesmerizes us with her ability in doing most ectivities without the teacher's help and doing a gread job in her fine motor skills area." - General Remark from Teacher, Term 1

Pada dasarnya inti memasukkan si K ke playgroup ini adalah untuk dia bisa bersosialisasi dan mempunyai aktivitas yang positif seperti yang menjadi pertimbangan aku sebelumnya. Karena salah emaknya ini si K rada keseringan bermain gadget buat nonton yutub. Nah, semenjak sekolah ini waktu bermain gadgetnya secara otomatis berkurang jauh. Kalau ada kemampuan lebih dari dia bersekolah aku anggap itu bonus aja. Pokoknya aku gak pernah nyuruh si K buat belajar di rumah (kecuali untuk ngaji yang aku rada tekankan banget untuk dia bisa serius). Nanti aja belajarnya kalau udah SD πŸ˜›

Yang sering aku lakuin pada si K adalah mengajaknya untuk aktif bercerita apa aja kegiatan dia selama di sekolah tadi pagi. Ini juga maksudnya untuk menstimulasi si K biar terbiasa bercerita keseharian dia dengan emaknya ini. Awalnya aku sering bertanya apa yang diajari di sekolah. Dari yang ceritanya asal-asalan, sampai cerita beneran hingga kadang kalau aku lupa tanya dia cerita sendiri. Ada gitu suatu malam pas kita mau bobo dan udah baca doa tidur dia tiba-tiba bilang “Oh iya, katniss belum cerita ke mama tadi di sekolah” jadilah kita berdua gak jadi bobo dan cerita panjang lebar tentang sekolah dan teman-temannya.

[Cerita K Hari Ini] Dari semua report segabreg yang diberikan di sekolahnya, cuma satu hal yang K excited banget pas buka activity bagnya. Apalagi kalau bukan foto dia bersama temen sekelasnya. . Menurut penurutan Missnya waktu menjelaskan report si K, K ini sudah mengenal semua nama temen temennya. Tapi kalau di rumah dia suka bilang tidak tahu kalau ditanya nama temen-temennya 😣 . Hanya satu temen yang secara konsisten sering diceritainnya, si A. Pas lihat foto ini si K juga langsung nunjuk si A dengan lantang. . Sayangnya A barusan pindah sekolah ke Jakarta. Dan setiap diceritain si K rada gak terima. Bahkan dia pernah minta gak usah ke Korea aja, tapi ke Jakarta aja ketemu si A πŸ˜“ . Semoga sekolah si K ini menjadi kenangan yang berkesan ya K. Karena sesungguhnya emaknya ini gak terlalu pusing soal pelajarannya, toh dia masih preschool aja. Yang penting pengalaman bersama teman-temannya. . #katniss #katnissaurea #kibuw #school #friends #schoolfriends #3yo

A post shared by Irni (@iirni) on

Soal temannya beda lagi. Si K ini sangat sulit untuk menjawab nama teman-temannya di sekolah kalau aku tanya. Biasanya jawabnya gak tahu, gak kenal. Padahal, menurut gurunya, si K ini adalah anak yang paling cepat menghapal nama teman-teman dan gurunya di sekolah. Aku gak kaget seh sebenarnya, soalnya dia pernah berkata “Kalau di rumah tuh salah-salah ma, kalau di sekolah baru benar” ketika aku bertanya sesuatu πŸ˜†

Hasil si K mewarnai di sekolah
Secara keseluruhan, sesuai dengan catatan gurunya yang aku petik dari report termnya di atas, si K gak ada masalah yang terlalu berarti di sekolah. Bahkan dia sering menjadi sukarelawan untuk maju ke depan kelas kalau miss nya bertanya (ini alasan sebenarnya seh karena awalnya dia iri temennya dapat stamp (setiap anak yang jawab bener dikasih stamp sama gurunya) sedangkan dia gak, jadilah dia pengen juga dapat stampnya πŸ˜› ). Dan ada beberapa pertanyaan yang belum diajarkan di sekolah dan ditanyakan si K bisa menjawabnya. Padahal di rumah mah boro-boro, mau jawab aja udah syukur πŸ˜›

Hanya beberapa kelakuan si K yang masih rada ajaib di sekolah seperti selalu gak mau masuk ke sekolah kalau Miss nya gak jemput di depan pintu masuk! Nah loh >.< Mudah-mudahan di Term 2 ini gak minta jemput lagi ya K!

***

Selain perkembangan soal sekolah, ada dua hal besar lagi yang terjadi di K selama 3 bulan ini. Yang pertama adalah si K sejak 2 bulan lalu sudah tidak lagi minum susu formula!

Awalnya seh karena si K bolak balik pilek mulu (tanpa disertai dengan demam). Jadilah kita ke DSA menanyakan hal tersebut. Karena bingung DSAnya menyuruh kita untuk memberhentikan susu formulanya. Kita seh nurut aja, sambil ikhtiar minum air bioglass.  Karena kita tahu pasti bahwa susu formula itu juga gak ada pengaruhnya ke tubuh dan ke otak. Pandai-pandai iklan aja soal DHA dan A-A lainnya πŸ˜› Si K selama ini kita kasih susu formula selepas asi diumur 2 tahun 7 bulan ya karena kebiasaan orang tua aja >.<

Eyalah Alhamdulillah semenjak kita berhentikan susu formulanya pilek si K berangsur-angsur membaik, ya udahlah kita teruskan aja. Walaupun rada diprotes sama orang tua. Bahkan disarankan untuk kasih susu soya lah, apalah-apalah. Tapi aku masih kekeuh bahwa si K gak perlu lagi minum susu formula apapun. Kadang kalau anaknya pengen susu paling kita belikan milo itu aja anaknya udah seneng πŸ˜›

Perkembangan yang kedua adalah akhirnya si K lulus toilet training! Hah? Baru lulus Niee? Hahahaha. Ok sebenarnya si K udah gak pake diapers semenjak umurnya 2 tahun 1 bulan. Untuk urusan BAK si K udah lancar banget semenjak saat itu. Bahkan setelah beberapa bulan diajarkan dia gak lagi ngompol saat malam hari kecuali kalau dia ketiduran sebelum pipis dulu ke toilet.

Nah, yang bermasalah itu adalah untuk BABnya. Entah mengapa dia paling gak mau disuruh BAB di toilet. Selalu maunya dibalik pintu! Yang otomatis BAB dicelana dong yak. Awalnya aku biarin, tapi lama kelamaan kok ya jadi nyebelin >.< Bolak balik aku suruh ke toilet anaknya gak mau. Kadang kalau aku udah keras nyuruhnya anaknya malah nangis dan beberapa hari gak BAB karena males >.<

Setelah aku bolak balik ngomongkan yang kadang ngancem-ngancem juga akhirnya mau juga dia BAB ke toilet. Awalnya belum lancar masih bolak balik toilet dan celana. Beberapa minggu ini udah lebih konsisten, tapi menurut penuturan mbahnya pas aku kerja masih gak mau ke toilet. Jadilah aku omongin lagi. Akhirnya dua mingguan ini secara konsisten si K udah BAB di toilet dan gak pernah dicelana lagi. Mudah-mudahan untuk seterusnya ya K!

Bye!

Cerita Tentang DBD


Hari senin sampai rabu kemaren, untuk pertama kalinya (dan mudah-mudahan untuk terakhir kalinya) si K masuk rumah sakit.

Ceritanya dimulai dari hari rabu sore dia dijemput dari rumah Mbahnya udah dalam kondisi panas. Panasnya masih gak terlalu tinggi seh, cuma sekitaran 37 derajat gitu. Aku seh biasa aja ya, namanya juga anak kalau badannya panas terus dikasih obat penurun panas udah normal lagi. Beberapa minggu yang lalu si K juga pernah panasnya sampe 40 derajat tapi udah dikasih obat besoknya langsung sembuh dan maen seperti sedia kala.

Cuma kok ya ini beda. Udah dikasih obat penurun panas, bukannya turun panasnya malah naik-naik terus. Tiga hari (dari hari rabu malam sampai hari sabtu) panasnya gak turun-turun cuma bolak balik dari 37-40 derajat. Akunya udah lemes banget. Anaknya yang biasanya aktif gak bisa disuruh diam jadi gak berdaya gitu. Disuruh duduk makan aja bilangnya “Katniss capek ma” dan akunya bolak balik kompress dan seka dia pake air panas dan alkohol. Setiap diseka panasnya turun, tapi selang beberapa menit naek lagi. Sampai setiap panas tapi gak bisa kasih obat karena belum waktunya aku cuma pelukin aja si K nya. Berharap panasnya pindah ke aku aja gitu, gak ke si K lagi.

Sebenarnya hari jumat itu kita ada rencana ke Kuching lagi buat beli longjohn dan peralatan ke korea akhir oktober nanti. Tapi perasaan bener bener gak enak. Padahal si K udah sering dibawa jalan pas sakit. Pas ke Bangkok kondisinya masih muntaber, pas ke singapore pernah demam tinggi. Tapi perasaan beda ya, tetep tenang aja gitu bawaannya. Dan Alhamdulillah emang gak terjadi apa apa selama perjalanan. Malah dianya sehat pas sampai ditujuan. Nah, kemaren itu feelingnya beda. Jadi dengan niat kuat ngebatalin pergi ke Kuchingnya. Tapiya pas dihitung tiket pesawat dan hotelnya kok rugi bener kalau hangus. Apalagi toh tetep harus pergi karena beli online longjohnnya mahal bener. Jadilah aku suruh di abang aja pergi sendiri. Si K aku jagain di rumah. InsyaAllah gak masalah. 

Hari sabtu pas si papa pergi ke Kuching panasnya udah mulai turun. Tapi malam minggunya naek lagi. Hari minggu seharian panasnya ok. Tapi kondisinya masih lemas. Disuruh duduk aja masih gak mampu. Manalah si om nya positif DBD juga. Jadilah akhirnya kita bawa di K buat periksa ke dokter hari senin pagi. 

Pas di cek, yak si K positif DBD. Dengan kondisi trombosit udah di angka 85 dimana batas normal adalah 150 dan batas badan merasa enak itu trombosit di angka 250. Dokter langsung suruh opname. Seketika lemes. Ya seumur umur aku sampe sekarang gak pernah loh opname di RS kecuali pas melahirkan si K. Yamasak baru jaga anak 3 tahun aja aku udah gagal dan menyerah dengan opname 😭. Tapi mau gimana lagi ya. Penyembuhan DBD itu cuma harus diinfus untuk memastikan masukkanya cairan ke dalam tubuh pasian. Karena emang si K gak dikasih obat selama opname. Dokter pesannya cuma harus minum dan makan banyak banyak. Gak ada pantangan. Pokoknya tanyain anaknya mau makan dan minum apa. Itu yang dikasih. Jangan dipaksain harus minum air ini itulah tapi anaknya gak mau ujung ujungnya minumnya jadi dikit. Si K sendiri aku porsir untuk minum air putih aja. Air paling gampang menurut aku untuk memaksannya minum. 

Karena emang gak ada pilihan lain. Akhirnya kita opnamekan juga si K dan masuk ke RS hari senin sore. Disuruh dokter periksa darahnya 2 kali. Jam 5 sore hari seninnya dan jam 6 pagi hari selasanya. Jam 5 sore hasil teombositnya turun jadi 72. Besok paginya di tes lagi turun lagi jadi 68. Tapi dokternya bilang emang fase hari ke 4-6 itu trombositnya turun terus. Asal gak ada indikasi pendarahan seperti tubuh bebercak (iya, selama positif DBD badan si K gak ada bercak merahnya. Palingan ada 3-4 titik merah samar yang gak terlalu diperhatikan sama dokter) atau pipisnya berdarah atau mimisan gitu dan dengan dipantau terus oleh perawat dan dokter, insyaallah gak akan kenapa napa. 

Hari kedua di RS aku terus gempur si K minum dan makan. Target aku 2 litter deh sehari. Yang normalnya anak kecil itu cuma butuh 1,1 litter ya. Awalnya si abang gak ngebolehin airnya dikasih bioglass karena takut gak cocok. Cuma ya namanya ikhtiar ya, kebetulan barangnya ada juga, jadi aku cemplungin deh bioglass mininya hari selasa siang di botol minum si K. Walaupun hasil trombositnya di hari selasa pagi cuma 68. Tapi kondisinya berangsur angsur memulih. Udah bisa nari nari lagi (yang buat kadang infusnya berdarah 😣 ) walaupun akhirnya kecapean juga dan bobo siang lebih awal. 

Alhamdulillah hari ketiga di RS di rabu pagi hasil labnya keluar dan trombositnya naik dengan signifikan jadi 112. Emang belum normal seh yak. Tapi si Om nya aja boleh keluar RS setelah 4 hari opname itu trombositnya cuma 98. Jadi aku berharap banget hari itu dokter ngebolehin si K buat pulang. Dan pas dokternya visite dia cuma nanya ke si K mau pulang atau di rumah sakit? Dengan sigap si K bilang mau pulang dong. Langsunglah dokter ngebolehin pulang. Kita langsung semangat kemas kemas ruangan. Bener bener alhamdulillah si K bisa melewati penyakit DBD ini dengan kondisi yang kuat dan tidak sampai kritis (amit amit banget ya). PR buat aku dan si abang adalah menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal agar selalu bebas dari nyamuk. Yang walaupun emang susah ya karena di rumah masih pake bak penampungan air yang terbuka. Perlu difikirkan deh pas rehab rumah ntar masalah bak penampungan ini. (Etapi tetangga juga pake penampungan terbuka semua seh yak. bukan cuma aku 😣)

Jadi, tanda tanda DBD yang aku alami selama menjaga si K apa Niee?

  1. Suhu tubuh panas secara tiba tiba (bukan karena pilek atau batuk sebelumnya) di mana panasnya itu menetap selama tiga hari atau lebih dikisaran 37 – 40 derajat celsius. 
  2. Kata orang dulu gak ada batuk pilek. Cuma si K pas demam juga ada batuk dan pileknya walaupun sedikit. Jadi gak bisa jadi indikasi juga batuk pilek ini. 
  3. Anak lemes. Lemesnya ini sampai gak mau ngapa ngapain dan tidur tiduran aja selama beberapa hari.
  4. Ada bercak merah samar di kulit 3-4 titik. Tapi ini amat sangat samar. Jadi hampir gak kelihatan. Cuma aku feeling aja ini bercak karena di DBD

Apa yang harus dilakukan kalau kondisi anak udah seperti ciri ciri di atas?

  • Pertama yang harus diingat adalah DBD gak bisa dideteksi dengan cek darah jika demam belum tiga hari. Ada yang bilang NS1 bisa. Tapi aku nanya DSA si K dia juga gak mengamini. Akurasinya masih gak pas dan meragukan. Jadi yang pasti itu cek darah setelah 3 hari panas tidak turun dari 37 derajat
  • Selama tiga hari demam tentu kita gak bisa diam aja dongnya. Kalau aku kasih obat penurun panas setiap 4 jam sekali. Kalau gak terlalu panas aku tunggu 5-6 jam untuk diberi obat penurun panas lagi. Tapi gak lewat dari itu. Malam malam juga dibangunin buat minum obat. 
  • Menyeka tubuh anak dengan air panas dengan tambahan alkohol juga bisa cepat menurunkan panas tubuh anak. Minimal setiap diseka suhunya bakalan turun dan akan bertahan sampai 1 jam. DSA si K pernah nyaranin kalau anak panas diseka air panas seperti ini diseluruh tubuh. Berapa lama? sampai emak bapaknya capek! Jadi sebaiknya gantian ya nyekanya.
  • Makan dan minum air putih banyak banyak. Karena sejatinya DBD itu tidak ada obatnya. Ya kalau panas dikasih penurun panas. Kalau sampai pendarahan yang diobati itu pendarahannya. Kalau anaknya masih cukup baik kondisinya seperti si K akan cuma dikasih infus untuk memastikan cairan masuk ke dalam tubuh. Selebihnya cuma dikasih multivitamin penambah daya tahan tubuh aja. Jadi anaknya dikasih makan apa aja. Pokoknya yang dia suka. Jangan dipantangin dulu deh. 

Sekarang si K lagi dalam masa pemulihan. Hari jumat ini rencananya bakalan tes darah lagi untuk melihat hasik teombositnya udah berapa. Mudah mudahan seh udah normal diatas 150 yak. 

Doaku seh mudah mudahan Indonesia dapat bebas dari DBD yak. Karena selama masih ada virusnya disertai nyamuknya DBD akan tetap ada disekitar kita. 

Jadi iri sama negara yang gak ada nyamuknya! Tetiba pengen pindah ke negara bersalju πŸ˜†

Hari Pertama Sekolah


Huwaaa.. satu tahapan gede buat Katniss hari ini. Apalagi kalau pertama kalinya dia sekolah. Memang masih tinggat Kiddy 2 seh dia. Atau bahasa umumnya tingkat PAUD kali yak. Soalnya kalau ditanya sama orang-orang si K masuk apa aku selalu jawabnya PAUD, soalnya kalau dijawab Kiddy pada nggak ngeh >.< Masih ada tahapan TK A, TK B sebelum ntar masuk ke SD. Tapikan ini bener-bener pertama kalinya dia memasuki kegiatan bersekolah gitu, yang membuat emak bapaknya rada deg-degan.

Apalagi pas kita cek ternyata hari pertama masuk sekolah ini ternyata bertepatan dengan H-1 kepulangan kita dari liburan dong! Gawat banget deh (cerita weekend tripnya akan ditulis belakangan yak πŸ˜€ ). Takutnya si K bakalan kecapean pas dihari pertamanya sekolah.

Dan beneran kejadian dong! Pas kita balik dari liburan kita tidur siang kan dan blas ketiduran sampai magrib yang artinya si K bakalan susah tidur malamnya. Akhirnya tidur gak tidur si K baru sekitar pukul 10.30 PM yang berefek emaknya juga ngantuk berat.

Pagi harinya dengan bersusah payah emaknya baru bangun jam 5 lewat dan si K bangun jam berapa? Jam 6.30 am saudara-saudara! Itupun karena dibangunkan, kalau gak blas tidur sampai siang deh tuh anak. Langsung dimandikan, dikasih sarapan seadanya πŸ˜› dan siap gak siap udah jam 7.43 baru di dalam mobil. Sampai di sekolah pas jam 8 πŸ˜›

JADI GIMANA CERITA HARI PERTAMA SEKOLAHNYA?

Si K sebenarnya udah pernah sekali diajakin ke sekolahnya ini. Yang dia tangkap dari sekolahnya ini adalah adanya spot bermain gitu yang ada tempat maen lego dan jual-jualan gitu serta ada maen perosotan dan ayunan.

Pas malem-malem sebelum bobo emang dia udah ngomong kalau boleh gak dia maen perosotan dan ayunan itu, dan tentu aku bilang boleh dong. Tapi ya masuk ke kelas dulu aja.

Paginya semangatlah dia untuk pergi ke sekolah buat MAEN PEROSOTAN. Dan pas disuruh masuk ke kelas dulu dia jadi marah! DUH! Apalagi pas di dalam ruang sekolahnya, yang dulunya ada spot maenan gitu udah gak ada sama sekali maenan di sana. Makin deh si K jadi uring-uringan. Pas ketemu sama temen sekelasnya dan disuruh baris dia gak mau. Emaknya pegang HP langsung tereak, “Katniss gak mau difoto maa” πŸ˜› terus karena kelasnya ada di lantai atas, dan aku lihat gak ada emak-emak yang laen juga ngikuti jadi aku ya udah Katniss ditinggal aja gitu. Percaya deh sama gurunya. Apalagi satu kelas yang isinya 18 anak bakalan dijagain oleh 4 orang guru. Aman deh yak.

Pulang dari sekolah si K aku ke kantor dulu, terus sekitar jam 9.30 barengan sama si abang jemputin si K lagi ke sekolahnya (yang mana sebenarnya anaknya pulang masih lama, cuma bapaknya aja udah uring-uringan takut anaknya kenapa napa ditinggal gitu).

Dan, akhirnya si K pun keluar dari kelasnya dengan wajah yang sumringah maku-malu kucing :mrgreen:

Anaknya meleng sendirian πŸ˜†

A post shared by Irni (@iirni) on

Setelah ngobrol sama Miss-nya ternyata si K nangis dong pas emaknya ini pulang ninggalin dia. Terus anaknya gak mau dipujuk dan akhirnya berenti sendirian karena lihat anak-anak yang laen pada maen, yang akhirnya ikutan maen juga.

Pas ditanya katniss mau gak sekolah lagi besok? Alhamdulillah jawabannya iya. Emaknya bisa tenang πŸ˜›

Karena udah diutangin buat maen seluncuran dan ayunan jadilah sebelum pulang kita maen seluncuran dan ayunan dulu dihalaman sekolah. Katniss mau maennya sampai capek ya ma, katanya πŸ˜› Untung masih bisa dipujuk buat pulang setelah setengah jam lebih maen-maennya.

Jadi hari pertamanya berhasil gak?

Ya, so-so lah yak. Aku juga gak berekspetasi tinggi si K bakalan langsung betah di sekolahnya. Anaknya mau setiap hari pergi ke sekolah dan seneng di sekolahnya aja udah lumayan kok, hihihi. Lagian, masih PAUD juga kan yak, sekolahnya belum serius banget, masih bakalan sering diajak kabur buat nemenin emak bapaknya liburan sebelum masuk SD :mrgreen:

Cerita Weekend Kemaren


Sebenarnya setiap mau menjelang weekend kita selalu aja mikirin mau ngajak si K maen ke mana kali ini. Pilihan yang ada disekitaran rumah kita adalah ke Mall (iyaah, rumah kita deket mol πŸ˜› ), maen ke taman umum (yang baru kurang dari setahun ini deh yak Pontianak punya), maen sepeda di car free day (yang seringnya udah kesiangan) atau di rumah aja tidur-tiduran (ini favorit emaknya banget :P)

Kita seh usahain sebisa mungkin maen di tempat terbuka dulu ya. Kalau udah sering, baru deh sesekali ke Mall. Tapi keinganan dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda banget. Jadilah walau gak ingin tapi kita tetep seringnya ke Mall. Ada banyak alasan seh, salah duanya adalah kalau terlalu panas atau kalau di luar lagi hujan (lah, itukan cuaca di Pontianak sehari-hari yak πŸ˜› )

Jadi, weekend kemaren kita lagi-lagi ke Mall. Karena si K akhir-akhir ini sering banget nonton channel youtube-nya Ryan Toys Review yang lagi maen di tempat games gitu, ya aku jadi pengen juga ngajakin si K sambil buat videonya untuk upload ke youtube.

Di Pontianak ada dua tempat maen games gitu (apa seh nama sebutannya yang bener? ) Amazon sama Fun Station. Dan weekend kemaren kita bawa si K nya ke Fun Station.

Walaupun si Irni ya tetep gak paham yang namanya edit-edit video, tapi pas udah berhasil di upload dan dilihatkan ke si K, eh anaknya kesenangan karena videonya sama dengan Ryan katanya :mrgreen:

Selesai maen di Fun Station, kita niatin buat ke salon untuk ngerapiin rambut si K. Selama ini seh si K kalau potong rambut selalu aku yang potongkan yak. Tapi terakhir kali aku potongin rambut si K semuanya pada protes karena rambutnya miring katanya πŸ˜› Jadilah sebelum masuk sekolah minggu depan kita emang niatin buat ngerapiin rambutnya si K.

Pertama kali potong rambut ke salon πŸ˜† #katnissaurea #kibuw #3yo #balita

A post shared by Irni (@iirni) on

Reaksi si K pas pertama ke salon? Awalnya semangat seh dianya. Pas disuruh masuk dan diajak cuci rambut dia mulai takut. Takut soalnya anak ini sensitif banget kalau matanya kena aer. Jadi sepanjang dikeramasin matanya merem terus. Dia gak tahu aja kalau emaknya yang keramasin lebih ganas :p

Habis selesai keramas, rambutnyakan ditutupin sama handuk kecil tuh, nah dia kesenangan banget. Berasa gimana gitu dianya selalu pegang pegang kepalanya πŸ˜› Terus disepanjang potong rambut kalau rambutnya ditarik ke kiri kepalanya ikut ke kiri, kalau ke kanan ikut ke kanan, kalau disuruh nunduk suka intip-intip dikaca, dan kalau rambutnya jatoh ke penutup badannya heboh minta dibuangin.

pas rambutnya dikeringkan pake hair drier ternyata anaknya gak suka, hahahaha. Over all sukses seh percobaan pertama kali si K potong rambut di salon. Ntar kapan-kapan kita nyalon berdua ya nak, nemenin emakmu ini yang seneng banget kalau udah pijit-pijit manja di salon πŸ˜›

Anaknya minta fotoin. karena dianya tahu nama little pony-nya πŸ˜†πŸ˜†

A post shared by Irni (@iirni) on

Hari minggunya kita ke Mall lagi! Huahahahahaha.

Udah niat banget deh mau car free day-an. Tapi apa daya pas mau keluar rumah hujan turun lumayan lebat. Udah keburu mau jalan daripada gak jadi kan mending ke mall aja lagi πŸ˜›

Nah, pas di mall kan kita ada ke toko buat beli celana panjang si K. Di depan toko itu ada My Little Pony yang namanya dia barusan tahu yaitu Pinkie Pie (dan pas aku googling ternyata bener gitu namanya pinkie pie LOL ) dan langsung anaknya minta fotoin dong. Udah bisa narsis ternyata anak mama! Hahahahaha.

***

Udah segitu dulu deh yak cerita-cerita weekend kita kemaren. Kalau kalian ngapain aja selama weekend kemaren? Yuks cerita yuks πŸ˜€

Cerita Lebaran 1438 H


Yak, seperti yang sudah diprediksi si Irni, bahwasanya gak bakalan posting hingga lebaran selesai akhirnya kejadian juga πŸ˜› Libur 10 hari, dengan mengurangi aktivitas di dunia maya lumayan menyenangkan juga ternyata :mrgreen:

Btw, masih dalam bulan syawal kan yak. Si irni mau maaf lahir batin dulu yak kesemua temen-temen blogger di sini πŸ™‚

Jadi, gimana cerita selama libur lebarannya si irni?

H-1 idul fitri aku dan si K udah “mudik” ke rumah ibu aku di siantan. Karena, mengingat pengalaman pahit pada lebaran sebelumnya di mana mau sholat aja harus kejar-kejaran sambil gendong si K berduaan aja, buat aku menyerah tahun ini. Toh habis sholat ied juga bakalan ke rumah ibu kan, jadi ya sudah sekalian aja dari hari sebelumnya :P.

Si abang ke mana Niee? Ya seperti biasa juga, si abang masih dapat jatah mempersiapkan sholat ied di depan kantor walikota, di mana di sana juga seh aku dan si K sholatnya. Dari subuh si abang udah pergi, bahkan dari H-3 udah persiapannya.

Alhamdulillah karena pake cara ini pagi-pagi bisa lebih gampang nyiapinnya. Si K juga mudah dibangunkan pagi sekali (sekitar pukul 5) buat dimandiin dan diajak sholat bareng. Dan kelihatan banget perbedaannya dari tahun lalu. Ya walaupun sholatnya masih lihat kiri kanan tapi udah ngerti banget bahwa dia sholat iedul fitri buat lebaran πŸ˜€

Tahun ini si K juga lagi seneng senengnya memberi dan menerima uang tanggo’an – angpao deh yak istilah chinanya. Dari mulai malam takbiran, setiap ada anak-anak yang datang, dia dengan sigap meminta uang ke emaknya untuk dibagikan kepada yang takbiran. Pas hari lebarannya juga kalau udah ada anak-anak yang teriak kasih salam, dia yang paling heboh minta amplop ke emaknya untuk dibagikan kepada anak-anak itu. Anaknya seneng, emaknya kelenger πŸ˜›

Sepanjang libur lebaran, setiap bangun pagi si K selalu semangat untuk mandi dan bertanya: kita mau lebaran ke mana ma hari ini? Jadi ya mau gak mau setiap hari kita keluar rumah untuk keliling-keliling berlebaran. Untungnya setiap hari bos abang ada aja yang ngadain open house, jadi ada alasan deh perginya.

Dan selain hobi ngasih tanggoan, si K juga tahun ini lumayan banget dikasih tanggoan sama oom, tante dan teman-teman emak bapaknya. Hasilnya sampai bisa beli maenan yang udah si K idam-idamkan dari dulu πŸ˜€ si K juga bangga banget kalau ditanya ini beli maenannya dari uang yang didapatnya hasil lebaran πŸ˜›

Sedihnya lebaran tahun ini cuma pas lihat temen-temen pada pergi liburan. Ye, kita 10 hari di rumah aje gitu >.< dari yang cuma liburan ke pantai sampai ada yang ke luar negeri segala gitu. Si abang kayaknya juga iri deh lihat yang pada liburan, dia sampe nyeletuk tahun depan klo liburannya panjang lagi boleh lah kita hari kedua lebaran diisi sama liburan. SIAP KOMANDAN! :mrgreen:

Kalau kalian gimana cerita lebarannya? πŸ™‚

LEBARAN 1438 H


Ihhh, gak terasa yak, udah mau lebaran aja. Hari ini adalah hari kedua terakhir masuk kantor. Cuti lebaran tahun ini panjang banget gitu sampai lima hari, senengnya si irni. Yang paling menyenangkan lagi adalah adanya peraturan baru bahwa cuti bersama hari raya seperti natal dan idul fitri tidak akan mengurangi cuti tahunan yang cuma seiprit itu. Jadi insya Allah kalau bagian kepegawaiannya gak aneh-aneh, aku bisa cuti pas nanti ke korea full 12 hari. HOREEE!! Tapi tetep gak bisa dipecah seh cutinya, jadi 6 hari-6 hari gitu biar si Irni bisa liburan 2 kali setahun >.<

Persiapan lebarannya apa Niee?

Hmmm, selain beliin baju baru buat si K, diri sendiri πŸ˜› dan papanya tentu saja (yang mana hampir sebagian besar belinya pake online shop dan si irni hampir gak menyentuh pasar modern sama sekali dalam perburuan ini) tahun ini gak ada yang gimana-gimana amat seh yak.

Belajar dari tahun sebelumnya di mana aku beli kue untuk lebarannya sangat teramat nafsu yang pada akhirnya gak rame juga yang dateng ke rumah πŸ˜› jadi tahun ini belinya secukupnya aja. Toples kecil-kecil yang aku punya cuma 4 biji itu aku isi pas-pas banget dan gak ada tambahanannya. Bahkan beli kuenya pun mepet sehingga kue favorit papa kibuw jadi kehabisan πŸ˜›

Perabotan rumah juga gak ada beli yang baru, awalnya ada pesen kursi ruang tamu di online shop, eh pas udah ditransfer merekanya bilang kursinya kosong, bete deh. Akhirnya direfund uangnya, dan merembet si irni males belanja lagi (yang disyukuri oleh si abang suami tentu saja) πŸ˜›

Intinya tahun ini lebarannya slow-slow aja gitu πŸ™‚

Jadi inget lebaran waktu masih kecil, kayaknya setiap bulan puasa dan lebaran itu selalu gemerlap buat aku. Kalau udah malam pertama ramadhan, pasti udah janjian sama temen-temen sekolah yang rata-rata emang temen se gang untuk taraweh bareng. Pulang taraweh singgah ke ibu-ibu yang jualan bakso cuma pada saat bulan puasa. Rasanya gak terlalu enak seh baksonya, cuma suka aja ada alasan gak langsung pulang gitu πŸ˜› Pulang ke rumah langsung lagi maen kembang api atau merecon.

Subuhnya udah bangun jam 2an (bahkan lebih awal dari bangun aku yang sekarang πŸ˜› ) suka nonton acara di tv kalau gak keluar rumah lihat orang yang bangunin sahur di jalan. Sehabis sahur kalau hari minggu buru-buru ke mesjid. Pulang dari mesjid langsung maen sepeda dan habis itu masih lanjut lagi maen kartu di rumah. Selesai gak selesai udah jam 8-9an dan akunya mandi langsung tidur dong sampe dzuhur :mrgreen:

Udah mau dekat lebaran tentu temanya sekarang belanja-belanja baju lebaran. Karena waktu aku SD belum ada Mall di Pontianak apalagi belanja online πŸ˜› jadi beli bajunya cuma di supermarket aja. Itupun udah seneng banget. H-1 lebaran bantu-bantu ibu masak (yang lebih banyak ngerecokinnya) dan malam takbiran pake baju tidur baru sambil nonton acara takbiran di tv.

Lebaran di kamus aku waktu kecil adalah sepanjang bulan syawal jadi sebulan penuh. Apalagi waktu SD itu libur lebarannya panjang kan yak. Jadi selama sebulan itu aku sekeluarga dari hari kedua (karena hari pertama cuma di rumah almarhumah nenek yang ada di deket rumah) sampe sebulan penuh keliling ke rumah keluarga dari keluarga dekat sampe keluarga yang cuma ketemu kalau pas lebaran aja. Beda banget sama lebaran sekarang yang cuma mau ke rumah keluarga dekat aja kan yak.

Pokoknya puasa dan lebaran itu spesial banget lah buat si Irni kecil.

Lalu si K bagaimana sekarang?

Hmm, yang aku lihat dia belum ngerti banget seh sama puasa atau lebaran ini. Aku juga belum memperkenalkan dia untuk sahur atau puasanya sendiri. Cuma diomongin kalau mama papa sekarang sedang puasa gak boleh makan dan minum (yang mana sering banget diajakin dia makan kalau lagi makan kue πŸ˜› ) dan kalau ditanya orang apa dia puasa dia juga udah bisa jawab dia gak puasa karena masih small sister (padahal kalau gak boleh maen apa gitu dia selalu jawab kalau dia udah big sister jadi boleh, hahahaha).

Rencananya tahun depan aku mulai mau ajarin si K untuk bangun sahur, dua tahun lagi untuk sahur setengah hari dan tahun ketiga pas dia umur udah 6 tahun diajarin untuk puasa full. Aku juga gak tahu seh ini umur yang pas atau gak untuk belajar puasa dan sampai sekarang pun masih banyak nanya-nanya yang mana baik dan benernya sesuai sunnah. Mudah-mudahan si K selain bisa sekolah di luar negeri (teteup πŸ˜› ) tetapi tetap ingat sama agama, selalu melaksanakan dan menyakini rukun islam dan rukun iman, itu aja seh untuk seukuran aku sekarang. Karena emaknya juga gak mempunyai ilmu agama yang segimana dalam juga, masih amat teramat ceteklah kata orang mah >.<

***

Karena si irni yakin dengat teramat sangat ini adalah postingan terakhir sebelum lebaran, jadi si Niee mau ngucapin dulu yak

Image may contain: 1 person, smiling, text