Bulan Januari Ituh..


Tahun baru!! Huahahahahahahaha.. Gak banget jawabannya.

Seperti yang udah aku singgung di postingan sebelumnya, aku memulai tahun baru 2017 ini dengan pindah instansi dari yang dulunya selama 6 tahun aku di Kesehatan sekarang pindah ke instansi yang sesuai dengan pendidikan aku di dinas yang menangani informatika :mrgreen:

Kantornya si Irni pindahnya ke sini, jadi satu komplek gedungnya sama si abang suami, cuma beda atapnya aja, huahahahahaha
Kantornya si Irni pindahnya ke sini, jadi satu komplek gedungnya sama si abang suami, cuma beda atapnya aja, huahahahahaha

Mengapa pindah?

Ini yang sering banget ditanyakan oleh orang-orang sekitar aku. Kenapa si Niee pindah. Jawabannya adalah karena pengen aja kakak πŸ˜†

Kalau yang mengikuti blog aku dari pertama blog ini aku bangun pastinya udah pernah baca beberapa kali aku singgung bahwa aku pengen banget pindah. Dari awal pas dapet SK CPNS rada syok sebenarnya ditempatkan di kesehatan yang aku sama sekali buta arah di sana. Dulu pas kuliah orang tua nyuruh masuk kuliah kesehatan aja aku langsung ogah dan nolak keras dengan permintaan itu. Karena emang hatinya gak kesitu ya, eyalah pas kerja malah kecemplung kesono, hahahaha.

Tapi tetep disyukuri dong, bagaimanapun selama 6 tahun di sana aku sangat belajar banyak bagaimana cara bekerja di instansi pemerintahan. Bagaimana cara membuat relasi. Bagaimana menghormati atasan tanpa harus merendah, bagaimana membuat laporan ini itu, bikin rencana gini gitu, buat kegiatan dan banyak pelajaran berharga lainnya.

Jangan ditanya soal kerjaannya. Walaupun kayaknya udah 6 tahun menggeluti kesehatan tetep aja sampe sekarang aku suka dong-dong. Nama-nama penyakit cara penanganannya, nama-nama alat kesehatan, obat-obatan, istilah-istilah yang terlalu “kesehatan” selalu aja buat aku merasa paling bloon sedinas raya. Dan kalau udah pas disituasi itu keseringan berfikir “iihh kok aku terjebak di tempat yang paling aku hindari ini yak” hahahaha. Makanya kata orang jangan terlalu membenci sesuatu, nanti suatu saat kau akan masuk ke dalamnya. Ya kayak aku dengan kesehatan ini, terlalu gak suka sama pelajarannya dulu (yang berbau biologi, kimia jauh-jauh deh si Niee, mending dikasih soal matematika sama fisika seabrek-abrek aja deh πŸ˜› ) malah dapatnya ke sono.

Berbekal tekat yang kuat bahwa 5 tahun si Niee harus pindah dari Kesehatan jadilah aku enjoy aja selama bekerja di sana. Apalagi aku masuknya ke dalam salah satu tim yang solid banget. Diajak lembur ya gerak semua, ada kegiatan dikerjakan barengan, kalau si Niee gak dong (dan ini pasti sering dong yak πŸ˜› ) si bos udah pintar dan paham banget tentang kesehatan jadi ada tempat untuk berkonsultasi. Lagi bosen di kantor bisa kabur bareng nonton bioskop barengan. Makan udah satu selera jadi gak susah nyocokkan menu. Pokoknya asyik deh.

Sampai tahun lalu diseluruh Indonesia lagi galau untuk perubahan besar-besaran instansi pemerintah di bawah pemerintahan presiden sekarang. Orang-orang di kantor udah pada heboh menentukan nasib. Si Niee yang basicnya bukan kesehatan cuma bisa gigit jari gak tahu mau ke mana. Sampai ada satu masa di mana ada wacana mau dipindahkan ke salah satu bidang kesehatan (jadi selama ini kerjanya si bagian umumnya aja). Galaulah saya. Sampai gak bisa tidur loh satu dua hari >.<

Ceritalah ke si abang suami, bilang pengen pindah aja soalnya gak mau masuk ke bidang (si Niee nya cegeng, huahahaha). Terus cuma disuruh sabar aja sama pak suaminya *mewek*

Sampai akhirnya awal tahun baru tadi ada pembentukan instansi baru yang berkaitan dengan informatika yang mana cocok dong dengan pendidikan akunya. Langsung dong ngajuin pindah dengan alasan kesesuaian pendidikan πŸ˜› Alhamdulillah pengajuannya diterima. Jadilah si Niee akhirnya pindah instansi sekarang ini.

Pesan si abang suami cuma satu, udah pindah jangan mewek-mewek lagi. Jalani dulu dengan kantor yang baru, pasti ada masa pasang surutnya jadi jangan langsung tereak ini itu gak setuju atau gak mau (kalau lagi begini emang si abang suami paling bijak dah, huahahahaha).

Ya paling gak emang lagi menata seh. Di tempat lama yang udah paham alurnya jadi mulai belajar baru lagi. Ditempat lama yang temen-temennya udah kayak sodara jadi berkenalan sama orang baru lagi (manalah si Irni paling kesulitan mengingat nama orang kan yak >.<) saudara baru lagi.

Jadi, tahun 2017 perubahan besar kalian apa neh guys?

Advertisements

Cerita Seputar Kantor (Outbound)


Haaiiii… Haalloooo.. Apakabar semuanyaa?

Udah lama yak si Niee gak ngomongin soal kantor. Sebenarnya emang agak menghindari seh yak ngomong soal kerjaan apalagi di FB. Tapi kalau soal kerjaan yang sifatnya senang senang boleh dong yak didokumentasikan di blog πŸ˜†

Outbound

Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<
Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<

Seperti yang dilaksanakan pada tahun lalu, tahun ini kantor aku kembali ngadain outbound. Tapi berbeda dengan tahun lalu yang isinya cuma para pejabat, tahun ini yang diajakin outbound adalah seluruh staf sampai kepala di kantor. Dari yang tahun lalu aku gak ikutan maen (karena tahun lalu dan tahun ini aku sebagai panitianya seh) tahun ini aku udah niatin banget untuk ikutan maen pas outboundnya. Ternyata menyenangkan banget emang ya. Dan emang semenjak itu keakraban untuk staf di kantor jadi lebih terasa. Jadi lebih menyenangkan. Emang harus deh yak setahun sekali diadain kegiatan semacam ini yang melibatkan semua orang.

Outboundnya sendiri terdiri dari beberapa bagian. Pertama pemanasan dulu terus dilanjutkan dengan permainan untuk mengasah konsentrasi kita semuanya.

Game pertama adalah seluruh orang membuat sebuah lingkaran kemudian disuruh menghitung dari satu sampai berapapun. Yang menarik adalah perhitungan itu sesuai dengan arah tangan yang menyebutkan angkanya. Kalau tangan kanan kita menepuk pundak kiri maka orang yang disebelah kiri yang meneruskan hitungan, tapi kalau sebaliknya berarti orang disebelah kanan yang meneruskan hitungan. Terlihat simple ya, tapi ternyata banyak juga loh yang salah dalam game ini. Berarti kami kebanyakan kurang konsentrasi! >.<

Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan
Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan

Game kedua kita langsung dibagi menjadi beberapa kelompok. Kebetulan aku satu tim dengan kepala dinas dan dia sendirian pula yang cowoknya! Jadilah jadi bahan lelucuan di kelompok *si irni kualat* πŸ˜›

Yang kedua ini permainannya juga simple sebenarnya, jadi kita berhadapan dengan kelompok lawan. Tiap perorang ditengah-tengahnya ada sebuah bola yang harus direbut oleh setiap orang dari masing-masing tim. Tapi sebelum itu kita diberi instruksi lainnya dulu misal pegang kepala, pegang kuping dan sejenisnya baru deh pas ada aba-aba ambil bola langsung buru-buru rebutan. Tiga kali kesempatan aku dapet bolanya cuma satu kali. Kurang cekatan yak :mrgreen:

permaianan volley bola air
permaianan volley bola air

Game ketiga adalah volley air. Masing-masing tim terdiri dari 6 orang peserta. Setiap dua orang memegang sebuah plastik yang fungsinya adalah melempar dan menangkap bola air tersebut. Jika bolanya pecah, atau jatuh maka yang mendapat poin adalah tim lawan.

Tim aku menang dong pas game ini! Gampil deh ini *sok banget* >D

Nama games ini adalah robot manusia. Ada kayu berbentuk segitiga yang harus dinaiki oleh satu orang (di mana yang naik adalah aku karena paling ‘ringan’ diantara orang lainnya πŸ˜† ) dengan 6 tali yang berada di atasnya. Cara permainannya sebenarnya simple, setiap tim harus membawa robot manusia ini dari satu titik ke titik lainnya tanpa menyentuh kayu dan hanyaΒ  dengan bantuan tali tersebut.

Kelihatannya ini permainan yang membutuhkan tenaga besar yak. Pas tim aku baru mulai main juga dikecengin karena tim kami cuma punya satu cowok dan tim lawan ada 4 cowoknya. Ternyata gak loh! Ini adalah permainan strategi. Dengan cowok 1 lawan 4 kami bisa menang! πŸ˜€

Games roda manusia
Games roda manusia

Game selanjutnya adalah robot manusia. Jadi seluruh tim masuk ke dalam sebuah lingkaran dan tujuannya cuma mencapai titik lainnya. Etapi ternyata ini susah loh. Harus bener-bener kerja sama antara orang paling depan dan orang paling belakang. Tim aku susah banget majunya karena kelupaan untuk ‘mengantar’ roda dibagian atasnya.

Seperti foto di atas, game selanjutnya adalah panahan. Aku sendiri gak pernah yang namanya pegang busur dan anak panah. Etapi ternyata seru juga yak maen panahan ini. Aku beberapa kali nyoba ada kena satu kali targetnya, beberapa temen jadi pengen ikut klub panahan segala loh. Kalau aku sendiri seh jauh-jauh lah yak mau masuk klub segala, mau nonton bioskop aja susah kakak sekaraaaanggg *malah curcol*

Yang terakhir ini aku lupa nama gamenya. Permainannya sendiri ada roda-roda yang diatasnya terdapat satu papan. Kita satu tim harus naik ke atas papan-papan tersebut dan harus membawa “sampan” itu menuju ke titik tertentu dengan hanya bantuan kayu panjang yang dijadikan dayungnya. Jika ada yang jatuh dari papan tersebut maka tim nya akan kalah. Permaianan ini tim aku kalah dong, hahahaha. Ternyata susah yak.

Games volley balon
Games volley balon

Setelah seluruh game selesai, diumumkan kelompok mana-mana yang menang dari juara 3-1. Dan ternyata kelompok aku jadi juara satu dong! Hahahahahaha. Rasanya lucu juga karena kami cuma maen-maen aja isinya. Mungkin emang outbound jangan terlalu serius, jadi yang seneng-seneng aja yang menang πŸ˜›

Pulang dari tempat udah malam dan kami mampir ke sebuah restoran di Mempawah. Udah capek, lelah makan ikan rasanya enak bener!

***

Jadi temen-temen ada gak kegiatan semacam ini di kantornya? Biasanya dalam bentuk apa?

Perjalanan Dinas dengan Balita


Jadi ceritanya akhir Januari yang sibuk kemaren aku mendapat sebuah undangan dari Kemkes untuk hadir pada pertemuan desk keuangan di Bekasi. Sebenarnya seh undangan seperti itu udah sering yak, dan seringnya juga walaupun itu adalah tugas dan kerjaan aku, tapi akunya gak pernah mau pergi dari mulai bulan Juli tahun 2013 hingga pertemuan terakhir bulan Juli 2015 karena beralasan dari hamil sampelah masih menyusui.

Akhir bulan januari kemaren si K berulangtahun yang kedua. Walaupun belum ada rencana dalam waktu deket mau nyapih neh anak, tapi sepengetahuan orang kalau menyusuikan cuma kewajiban dua tahun yak, kalau lebih dari itu ya pandai-pandai emaknya aja. Jadi kalau beralasan lagi masih nyusuin anak untuk gak ikut ke pertemuan ke Bekasi kayaknya kok gak enak ya dengan orang kantor. Ditambah lagi yang biasanya bantuin aku untuk pergi-pergi itu lagi cuti pula pas tanggal undangannya, galau deh saya!

Mau nolak udah gak enak, mau pergi gak tega ninggalin si K karena emang neh anak dua tahun dalam hidupnya gak pernah mau bobo malam sama orang laen selain emaknya, bahkan bapaknya gak pernah loh! Emang akunya seh yang salah mempolanya seperti itu karena kan aku udah ninggalin dia seharian kerja ya, ya rasanya gak tega aja kalau pulang kerja anaknya masih sama orang laen. Solusinya? Ya tetep ke Bekasi dengan bawa si Balita!

Apakah itu jadi solusi yang benar dan tepat? Jawabannya TIDAK saudara-saudara! Yang ada selama 6 hari (eh 4 hari ding di Bekasinya) aku stress tingkat tinggi. Si cuek IRNI yang biasanya santai menghadapi apapun hancur berkeping-keping pas pertemuan itu. NYERAH! PENGEN BALIK DIHARI KEDUA! Tapi kerjaan belom selesai begimana dong *mewek*

Fotonya gak nyambung. Lagi males foto foto di bekasi :P
Fotonya gak nyambung. Lagi males foto foto di bekasi πŸ˜›

Hari #1. Pontianak – Bandara Soeta – Bekasi (registrasi)

Sebagai anak perencanaan (aku kerjanya di bidang ini di kantor πŸ˜› ) tentu perencanaan aku udah lumayan mateng dong mau pergi perjalanan dinas kali ini. Apalagi aku sekarang kan bawa si K.

Pertama yang jadi perhatian adalah jadwal terbangnya. Karena si K ini jadwal tidur siangnya antara jam 10-11 gitu, jadi milih terbangnya jam 10an. Mikirnya akan ditidurkan selama 1 jam penerbangan dari Pontianak ke Jakarta aku bisa duduk dengan tenang. Dan rencana ini sangat berhasil loh, apalagi aku terbang cuma berdua doang kan gak ada yang nemenin, jadi si K tidur selama penerbangan sangatlah membantu.

Kedua, sebenarnya aku punya temen dari kabupaten laen yang diajakin ke Bekasi bareng, tapi sengaja aku pesenin dia tiket pesawat yang jam 12an. Kenapa? Karena akukan sampe di bandara jam 12an tuh, nah rencananya aku mau ngasih makan si K dulu karena kan ke Bekasi lumayan lah ya sejaman gitu, kasian kalau harus makan klo nunggu di bekasi dan kasian kalau temen aku harus nungguin aku ngasih makan si K, jadilah jadwalnya pas, pas aku selesai ngasih si K makan, pas pula temennya datang. Aku pasti milih ke bekasinya pake taxi biar gak ribet.

Sampe di Bekasi dan pas ngurus administrasi buat dapetin kamar si K mulai betingkah, kelihatan banget dia gak betah di ruangan administrasi itu, padahal udah dikasih maenan, udah dikasih kue, udah dikasih minum dingin, tetep aja gak betah. Ujung-ujungnya digendong kemana-mana sampailah dapat kamar.

Temen kamarnya sendiri aku udah nentuin, temen dari Kabupaten sesama Kalbar juga yang dua malam gak datang-datang, jadilah aku nyaman tidur berdua K aja di kamar :mrgreen:

Malemnya ada pembukaan panitia, aku skip kegiatannya gak ikut karena jam setengah 7 aja si K udah bobo.

Hari #2. BEKASI (DESK KEUANGAN)

Β Kesengsaraan di mulai! hiks!

Pagi-paginya aku masih santai aja seh, di kamar berdua aja dengan si K masak nasi terus ngasih makan dia dengan lauk seadanya. Makannya di kamar, soalnya kalau harus ke cafetarianya kok ribet ya bawa si K. Anaknya makannya lancar seh alhamdulillah. Setelah selesai, kemas-kemas kerjaan dikit mulailah si Niee dengan membawa bahan seabrek, bawa laptop, gendong si K ke ruang pertemuannya. Kira-kira datengnya jam 8, tapi panitianya satupun gak ada dong! Maen-maenlah si K di ruangan itu, masih ok seh. Nunggu-nunggu lama kok ya gak mulai-mulai acaranya, jadi bawa si K maen ke Dino Club aja yang ada di Harris.

Sampe jam 9an balik lagi ke ruangan Desk dan udah rame aja dong ternyata! Desk Propinsi Kalbar udah banyak yang antri juga. Untung udah kenal semua, temen-temen waktu tahun 2011-2013 juga jadi pada ngasih aku kesempatan duluan. Makasih ya semuanyaaa *peluksatusatu* Tapi ya tetep aja, si K lihat keramaian gitu yang awalnya mau ditinggal sambil dikasih ipad lama-lama bosen dan kemudian histeris dong! Seruangan desk ngelihat aku! Malu? Gak! Sama sekali gak malu mah akunya bawa anak, tapi konsentrasi aku jadi buyar semua. Desk belum ada hasil sama sekali. Si K udah ngamuk-ngamuk, dibujuk, diajak jalan sama temen kabupaten laen selama aku desk gak mau! Aku stress! Aku nyesel senyesel nyeselnya ikut pertemuan ini *mewek*

Karena udah gak bisa dikendalikan lagi si K nya, akhirnya aku nyerah. Aku tinggalin bahan dan laptop aku ke panitia dan aku bawa si K ke kamar. Di kamar dia langsung tenang aja dong! Dan karena udah jamnya dia bobo ya aku boboin. Akunya? bingung kenapa bisa terdampar di Bekasi ini >.<

Si K bangun langsung di bawa ke Sumarecon nyari makan yang bisa di makan K. Tapi rasanya susah ya nyari makan untuk anak dua tahun di mall, rasanya gak ada yang pas aja gitu. Selesai makan balik lagi ke ruangan desk, dapet hasil desk yang kurang memuaskan, harus mengutak atik aplikasi lagi yang aplikasinya aku gak punya! Solusinya tinggalin laptop lagi sama temen kabupaten. Si K udah nangis kejer dari depan pintu desk. Kayaknya dia trauma lihat orang yang segitu banyaknya dengan suara bising bergema. Ajakin si K maen ke Dino lagi.

Balik dari Dino mau ambil laptop alhamdulillah aplikasinya udah kepasang, tapi si K nangis kejer lagi di ruangan desk. Balik ke kamar aja sambil ngutak atik aplikasi. Si K disuruh nonton TV aja, tapi alhamdulillah anaknya anteng kalau di kamar. Sampai sore mandek! Gak ketemu apa yang salah. Ditelpon terus sama panitia supaya ke ruangan desk aja dengan nada yang gak enakin hati. Gimana mau ke ruangan desk buuuu.. ini anaknya nangis kejer terus kalau dibawa kesana! *mewek lagi*

Beres-beres sore, ngasih makan si K balik lagi ke ruangan desk. kali ini gak ketemu sama panitia, cuma ketemu sama temen-temen sepropinsi. Tanya-tanya belum ada yang selesai, katanya panitianya kalut Kalbar belum ada desk satu orangpun *lemes* (Si K mukanya cemberut sepanjang emaknya curhat)

Balik ke kamar, kemas-kemas. Telpon papanya K dalam keadaan mewek “Abaaanggg, pengen pulaaanggg. Gak mau desk lagi bawa si K. Kasian anaknya nangis kejer terus kalau dibawa keruangan desk. Hiks! 😦 “

Mendengar istrinya yang gak pernah stress tingkat tinggi gini (biasanya aku cuek dalam menanggapi sesuatu) si suami langsung panik. Nyari tiket ke Jakarta hari itu juga gak dapet. Akhirnya dapet tiket jam 6 pagi besoknya. si Abang bilang insyaAllah jam 9 sampe ke Bekasi. Si Niee nya lega-lega nggak enak hati. Soalnya suaminya lagi sibuk-sibuknya kerjaan di kantor *maapkeun* 😦

Hari #3. BEKASI (DESK LAGI)

Paginya udah males sendiri mau ngedesk. Pokoknya nungguin papanya aja baru berani ninggalin si K. Lagian gak efektif juga. Untungnya jam 9 lewat si abang dateng. Huwaaaa.. berasa lega banget. Langsung deh si K diserahterimakan sama papanya dan akunya bisa ngedesk dengan tenang. Huft!

Ngedesknya disambil bobokan dan kasih makan si K seh. Tapi sampe sore juga udah selesai. Tahu gitu si abang disuruh dateng hari selasa aja kan yak biar hari rabunya bisa balik lagi ke Pontianak. Tapi ya gitu udah nanggung.

Malamnya tanya-tanya sama panitianya siapa tahu bisa pulang. Eh malah kena omelin katanya belum ada duitnya πŸ˜›

Malamnya si kakak temen sekamar dateng, jadilah aku, K dan abang ngungsi deh ke apartemen di Bekasi deket hotel.

Hari #4. BEKASI (PULANG.. PULANG!!!)

Hari ini bener bener isinya cuma dari panitia ke panitia sambil bawa surat sakti bukti udah selesai ngedesk sama bawa muka lemes. Sebenarnya seh beneran lemes karena tiket pulang ke Pontianak udah gak ada lagi buat hari ini (kamis). Adanya buat hari sabtu. Tapi udah malessss banget di hotel lama lama. suasananya udah gak mendukung banget.

Pagi-pagi buta udah ke kepala sub bagian yang bertanggungjawab masalah administrasi. Pas ngomong udah takut duluan disemprot kayak kemaren malam, eh moodnya lagi baek kayaknya. Dirusuh cari tiket pengganti dulu. Tapi tetep aja gak dapet tiketnya, soalnya tiket pesawat di waktu imlek ke Pontianak itu bagaikan jarum dalam jerami deh, susah! dan MAHAL! Adanya hari sabtu sore seharga 1,7 juta di ambil aja deh, pokoknya pulang cepat.

Dengan muka memelas akhirnya kamis siang menjelang sore dikasih ijin pulang sama panitia. Udah jam 4 sore, tapi akunya langsung berkemas dan cau ke Jakarta pake kereta.

Bye-bye Bekasi. Mudah-mudahan kalau ke sana lagi dengan kegembiraan yak. Gak menimbulkan trauma mendalam seperti ini. 😦

***

Semenjak kejadian susahnya bawa si K keacara pertemuan kali itu, beberapa kali aku mendapat undangan ke luar Pontianak masih angkat tangan deh. Masih mohon-mohon sama bos supaya gak aku yang diberangkatkan. Masih belum siap deh. Dan karena hal ini juga sering membuat aku berfikir emang perempuan yang punya anak balita itu sebenarnya gak boleh bekerja deh. Mungkin bisa jadi guru, yang pulangnya rada awalan dan gak pernah pergi kemanapun (kayak ibu aku) tapi gak kerja kantoran yang mobilitasnya tinggi kayak di kantor aku ini.

Ya, mudah-mudah2an aja ada jalan terbaik deh. Mungkin aku pengennya kerja di kelurahan buat ngetik surat pengantar buat KTP dan KK aja >.<

Semangat 2016


Haaaaiiii… Haaalllooooo.. Apakabar semuanyaaaa??

Iihhh, udah tanggal 14 aja ya bulan Januari ini, berarti udah 2 minggu aja masuk ke tahun 2016, gak terasa! Rasanya ya kalau dihitung hari emang kadang terasa lama banget, tapi kalau dihitung bulan, tahun ya kok cepet banget ya, apalagi sekarang.

Bekerja di pemerintahan itu sama dengan artinya gak ada libur akhir tahun dan awal tahun. Ya kadang iri lihat perusahaan yang meliburkan karyawannya di akhir tahun, ya namanyakan rumput tetangga selalu lebih hijau yak πŸ˜› Akhir tahun berkutat sama realisasi, uang yang dikasih harus diserap, kalau gak diserap berarti kita salah, salah menentukan perencanaan, gak matang! Perlu dipertanggungjawabkan. Nah, kalau awal tahun ini aku berkutat mengurusi laporan akhir tahun 2015 untuk kinerja instansi di mana tempat aku bekerja sekarang.

Perubahan yang paling yang aku rasakan pada tahun keenam aku bekerja di kantor ini adalah (iihh, gak terasa udah enam tahun aja aku kerja yak) rasanya aku sudah hampir khatam dengan istilah pelaporan kesehatan loh! Ini prestasi banget menurut aku, hihihi.

Ya dulu kan pas aku disuruh nyari data K-1, K-4, neonatus ya kan kayak mencari rambut dalam jerami ya. Tapi sekarang aku ngerti. Dan rasanya aku bisa menerangkan dari A-Z tentang hal itu kepada orang awam lainnya. Malahan kadang aku lebih paham indikator itu daripada orang Puskesmas loh! Keren yak *ya diiyain aja lah ya* πŸ˜›

Foto perdana satu tim diawal tahun di gedung yang baru :D
Foto perdana satu tim diawal tahun di gedung yang baru πŸ˜€

Eh, tumben intronya kepanjangan. Semangat 2016 dari judul di atas tentu gak ada hubungannya dengan kerjaan di kantor aku kok, tapi ada beberapa hal yang aku semangatin kalau udah masuk bulan januari ini.

Pindah Rumah

Ya, yang paling terasa perbedaannya dari tahun 2015 ke tahun 2016 ini bagi keluarga aku tentu pindah rumah ya. Walaupun tetep belum seratuspersen pindahnya >.< tapi udah mulai nyicil ngabisin barang dari rumah ortu ke rumah yang baru. Kalau dari rumah mertua seh udah langsung dihabiskan barangnya, jadi otomatis sekarang udah gak pernah nginep di rumah mertua lagi. Sekarang cuma berkutat antara rumah sendiri sama rumah ortu. Mudah-mudahan dalam waktu deket barang yang mau dipindahin udah bisa pindah semua jadi bener bener udah gak perlu pindah-pindah sama sekali lagi.

Perbedaan dari tinggal rumah sendiri juga adalah dipagi hari ada aktifitas baru buat aku dan si abang. Kalau selama ini aku mau berangkat ke kantor ya langsung berangkat aja, kali ini aku harus boyong si K dulu dari rumah ke rumah mbahnya karena di rumah kan kosong ya gak ada yang jaga. Pengennya seh yang jagain K yang dateng ke rumah, tapi ya namanya juga minta tolong sama keluarga (bukan mbahnya seh yang jagain, tapi bibi) jadi gak bisa juga dipaksain buat dateng ke rumah. Pulangnya juga boyong-boyong K dari rumah mbahnya buat pulang ke rumah. Kasian deh lihatnya >.<

Ulang Tahun Katniss

Si K yang sekarang bisa minta dibacain cerita :D
Si K yang sekarang bisa minta dibacain cerita πŸ˜€

Semangat disetiap januari karena udah pengen ngurus-ngurusin buat si K ulang tahun! Ya, bayi yang imut-imut itu gak terasa udah mau 2 tahun aja loh! Udah cerewet banget ngomongnya mengarah ke bawel πŸ˜› Udah bisa protes dengan segala sesuatu. Misal dia suruh aku minum obat (biasa aku minum tolak angin gitu dia lihat) terus dia suruh aku minum. Ya aku pura-pura minum dong tampa membuka obatnya. Lah dia protes “buka dulu ma bungkusnya, baru diminum” yaaaa.. udah gak bisa dikibulin lagi ya K :mrgreen:

Gak sama dengan tahun lalu di mana ultah K dirayain lumayan rame. Kali ini aku pengen bertiga aja ulang tahunnya! Sesuai dengan keinginan tahun lalu yang gak bisa terealisasi karena neneknya maunya ngundang banyak orang. Nah, karena udah bisa ngerayain di rumah sendiri, jadinya bisa dong ya konsepnya semau emaknya aja. Paginya foto-foto bertiga, tiup-tiup lilin sampe puas (si K seneng bener dah kalau disuruh tiup lilin) nah siangnya baru niat nyuruh nenek dan mbahnya datang buat makan dan doa gitu deh.

Liburaaaaaannnnn.

Dan salah satu yang bikin semangat menginjakin tahun 2016 ini apalagi kalau bukan rencana liburan aku ke Hongkong nanti di bulan Juli. Masih lama yaaa πŸ˜› tapikan karena budget dan jatah cuti terbatas yang cuma 9 hari kerja setahun itu πŸ˜₯ jadi emang bisanya jalan setahun sekali aja 😦

Tapi efektif kok ini liburan sekali setahun. Soalnya kalau udah capek gitu dengan kerjaan kantor yang gak selesai-selesai, bukan catatan sendiri, lihat-lihat itenerary yang udah dibuat, cari cari referensi lagi terus jadi semangat. Di dalam hati bilang tenang Niee kerjanya tinggal 6 bulan lagi kok, ntar kita bisa liburan.. Hahahahaha *gak banget deh*

Selain liburan ke Hongkong, tahun ini aku juga akan lagi-lagi berburu tiket untuk liburan selanjutnya. Mudah-mudahan seh gak ada halangan deh yak buat libur-liburan lagi πŸ˜€

***

So, semangat dong ya menatap 2016! *jiaaah menatap* kalau gak inget laporan 2015 yang belum selesai aja πŸ˜›

Perjalanan Dinas


Haaaiiii… Halloooo.. Apakabar semuanyaaa?

Hasil bewe-bewe cantik dengan HP yang gak cantik lagi (curcol ya bo pengen ganti HP tapi HP yang diincer belom masuk ke Indonesia 😦 ) tersesatlah aku ke postingan Trinity di sini. Dia menceritakan tentang anggota dewan yang sedang perjalanan dinas ke Equador tapi ada yang ‘kabur’ ke Machu Picchu. Dia juga bercerita bahwa begitu enak dan gak enaknya perjalanan yang dibiayai itu karena pulangnya penuh dengan tanggungjawab dan laporan yang banyak bingit.

Membaca tulisan itu aku jadi ingin bercerita tentang perjalanan dinas aku selama ini. Pertama kali aku mendapat perjalanan dinas itu pas ke Bali. Pas tahu mau ke Bali aku semangat banget dah. Pertama karena aku gak pernah ke Bali, dan kedua karena aku baru tiga bulan kerja dan langsung disuruh pergi itu merupakan kesempatan yang luar biasa menurut aku.

Pantai di depan Hotel tempat pertemuan, Sanur - Bali
Pantai di depan Hotel tempat pertemuan, Sanur – Bali

Perjalanan dinasnya mulai dari hari selasa sampai hari kamis. Bos tengah aku waktu itu menanyakan apakah aku mau balik langsung ke Pontianak atau masih singgah dulu kemana. Terus langsung aku jawab buat singgah dulu ke Bandung (yang menjadi penyesalah aku kenapa harus bandung? Kenapa gak stay di Bali aja 2 hari? >.< )

Selasa sampe kamis tentu dibayarin full dari panitianya. Setelah itu pake uang pribadi. Tapi tahun 2011 lalu uang saku yang diberikan lumayan gede loh (kalau sekarang seh udah kicik banget. Seharinya cuma dapet 110k dipotong pajak pula sesuai dengan golongan) jadi kalau ‘nambah’ libur 3 hari (jumat – minggu) cukup lah dari uang saku yang diberikan.

***

Setelahnya perjalanan Dinas mengalir untuk aku. Tapi kalau gak di Jakarta ya di Bandung, jadi lumayan membosankan *dijitak* πŸ˜† Walaupun setiap perjalanan selalu aku selipkan untuk liburan 1-2 hari (coz panitia biasanya tahu kok kami yang dari daerah nun jauh disana ini juga butuh liburan, jadi selalu ngepasin kalau gak mulainya senin (yang berarti bisa ambil sabtu-minggu buat dateng duluan) atau gak berakhirnya jum’at) tapi lama kelamaan membuat aku sadar bahwa perjalanan dinas itu gak menyenangkan sama sekali loh!

Pertama yang namanya perjalanan itu pasti capek. Kedua, yang namanya perjalanan pake uang kantor itu selalu perlu pertanggungjawaban yang ngejelimet. Ketiga, pertemuan selama 3-4 hari itu gak ada istirahatnya! Biasanya pertemuannya dimulai dari jam 8 pagi sampe jam 12an malam *teler*. Dan Keempat, selalu ada laporan dan pekerjaan tambahan di setiap perjalanan dinas itu sendiri >.<

'Lari' sejenak ke Jogja pas weekend dipenghujung perjalanan dinas
‘Lari’ sejenak ke Jogja pas weekend dipenghujung perjalanan dinas

Jadi, si Niee masih mau gak kalau pergi buat perjalanan Dinas?

Sampe sekarang seh kalau bisa menghindar aku selalu menghindar yak kalau di suruh buat pergi perjalanan Dinas. Apalagi kalau bentuknya pertanggungjawaban ini dan itu. Lagian masih banyak juga temen-temen kantor yang ‘suka’ kalau disuruh ikut perjalanan dinas (apalagi yang aslinya orang jawa, bisa sekalian pulang kampung toh πŸ˜› ). Hanya kadang emang gak bisa ngelak kalau kerjaannya emang aku satu-satunya penanggungjawabnya #hufft

TAPI, kalau perjalanan dinasnya ke tempat yang aku belum pernah kunjungi semisal Lombok, Manado, Medan atau Aceh aku masih mau kok kakak! Biarin deh aku ngerjain laporan sampe lembur dan bergadang segala. Yang penting di foursquare aku bisa cek in di tempat baru (hadeeehh, masih jaman niee pake 4square? :mrgreen: )

Jadi kesimpulannya? Perjalanan Dinas itu gak menyenangkan kakak! Tapi ngangenin buat diundang ke tempat-tempat baru. Hayolah para kementerian yang di pusat sono. Undang-undang aku lagi dong buat ‘jalan-jalan’ πŸ˜›

Weekend Update


Haaaaiiii… Haallooooo.. Apakabar semuanyaaa? :mrgreen:

Lagi-lagi udah beberapa minggu si niee gak posting yak. Dan karena keseringan jadinya males juga beralasan lagi πŸ˜› So sekarang langsung aja cerita-cerita aja untuk minggu ini dan beberapa minggu belakangan πŸ˜€

Senam Hamil

Yak, akhirnya setelah maju mundur buat daftar senam hamil, sabtu kemaren dengan kekuatan bulan tekat akhirnya aku mendaftarkan diri juga ke kelas senam hamil. Kalau dari kantor ada seh info yang bilang Puskesmas juga ada yang membuka kelas senam hamil gini, TAPI karena aku dari kecil emang gak terpapar oleh Puskesmas (pegawai Dinkes murtad πŸ˜› ) jadi ya males aja kan harus ke Puskesmas. Disuruh buat periksa kehamilan di Puskesmas aja aku ogah (maafkan aku ya temen-temen seperjuangan aku menurunkan capaian program kalian πŸ˜† ) apalagi harus ikut senamnya kan yak, hihihi. Jadi dari info sana sini yang aku dapet senam hamil di Pontianak satu-satunya (selain di Puskesmas) adanya di RS Anugrah Bunda Khatulistiwa. Jadwalnya setiap hari sabtu jam 10 pagi.

Terus hasilnya apa niee?

Ternyata senam hamil itu menyenangkan kakaaaakkk! Menyenangkan karena kita banyak bertemu dengan sesama ibu hamil dan berbagi cerita. Aku yang selalu takut kok aku gak gemuk yak selama hamil – walaupun udah naek 7 kilo dan menurut aplikasi seh sesuai standar aku di minggu ke 27 ini – jadi lebih tenang ngelihat orang yang usia kehamilannya diatas aku tapi perutnya hampir samaan πŸ˜›

Seragam Senam Hamil
Seragam Senam Hamil
Ruangan Senam Hamil di RS Anugrah Bunda Khatulistiwa Pontianak
Ruangan Senam Hamil di RS Anugrah BundaΒ  Khatulistiwa Pontianak

Menyenangkan juga karena ternyata yang namanya senam atau olahraga itu gak butuh banyak tenaga cuma modal hembuskan nafas doang karena bagi orang yang males olahraga kayak aku ini pasti senam itu sesuatu yang membosankan.

Menyenangkan karena banyak ilmu yang didapat. Karena disini aku gak hanya senam juga tapi ada terapi hipnobirthing dan ada kelas parentingnya. Jadi komplit banget. Harganya juga gak terlalu mahal, satu kali pertemuan cuma Rp. 25.000 aja.

Ya, mudah-mudahan aja karena udah ikut kelas hamil ini proses kehamilan dan persalinan aku ntar bisa lancar yak manteman *amiiiinnnnn* πŸ™‚

Hut Kota Pontianak

Nah, tepat pada tanggal 23 Oktober kemaren Kota Pontianak merayakan hari jadinya ke 242. Untuk merayakannya, super big bos aku membuat peraturan untuk semua kantor baik pemerintahan maupun swasta untuk mengenakan baju khas Pontianak yaitu Telok Belanga untuk cowok dan baju kurong untuk ceweknya. Serta biar makin meriah lagi setiap kantor pemerintahan untuk menyediakan makan-makan bagi karyawannya. Yeaaahh!! πŸ˜€

Karena aku gak bisa pake baju kurong (yang gak muat dengan perut ini πŸ˜› ) jadinya aku pake baju laen sendiri. Ya gak papa lah yak, asal masih mirip mirip juga πŸ˜†

***

Segitu dulu deh updatean terbaru aku. Sebenarnya jumat kemaren udah mau kedokter lagi untuk cek kandungan bulan ke-6. Tapi dokternya full aja dong >.< jadilah hari senin baru akan periksa lagi. Muda-mudahan debaynya baik baik aja dan tumbuh sesuai dengan usia kehamilannya aja yak *amiiinnnn* lagi :mrgreen:

Bye.

Curhat dan Banner


Lah apa hubungannya? Gak ada juga seh. Cuma mau cerita aja..

Soal kerjaan.

Gak tahu yak apa kerjaan pada kompak atau orangnya pada rese bulan maret ini kerjaanku banyaaaaaaaaaaaakkkkk banget. Sampe bisa dibilang stress ringan deh eyke.

Masalahnya akukan mau cuti mulai minggu depan. Dan dirumah juga masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Jadi kalau dikasih kerjaan baru aku rada bete gitu deh. Ditambah lagi minggu lalu aku ke jakarta (yeaaahh.. Aku ke jakarta sampai gak ngabarin siapa siapa coba -_-“) dan laptop aku rusaaakkk!!!! *menangis biru*

Bukan masalah kerjaannya yak. Peduli amat sama kerjaan di laptop pribadi (kan ada di komputer kantor juga) . Masalahnya adalah aku jadi gak bisa browsing cantik dirumah. Dan takutnya adalah foto foto aku yg belom sempat dibackup di photobucket hilang gitu *komatkamitbacadoa*

Ya, mudah-mudahan aja kerjaan bisa terurai satu per satu dan aku bisa cuti dengan tenang. Dan wahai para boa dikantor, selama aku cuti gak mau diganggu yak! *matiinHP* πŸ˜›

Soal Banner

Sesibuk sibuknya dikantor soal nikah harus tetep fokus dong yak. Karena menurut aku seh kerjaan itu prioritas kedua setelah masalah pribadi. Ya kalau sebuah kerjaan gak memprioritaskan masalah pribadi (keluarga) karyawannya gak banget gitu lah.

Jadi setelah sekian lama foto giveaway aku yang kemaren terkumpul hari ini bannernya jadi juga. *Banzai* ini dia penampakannya.

image

image

Gimana gimana ada komentar? πŸ˜€

nb: rasanya dalam waktu yang rada panjang akan gak sempat membalas komentar dan berkunjung ke blog temen temen. Walaupun kadang masih curi curi sekali bewe bewe cantik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ada waktu luang untuk cerita cerita lengkapnya yak πŸ™‚