Cerita Seputar Kantor (Outbound)


Haaiiii… Haalloooo.. Apakabar semuanyaa?

Udah lama yak si Niee gak ngomongin soal kantor. Sebenarnya emang agak menghindari seh yak ngomong soal kerjaan apalagi di FB. Tapi kalau soal kerjaan yang sifatnya senang senang boleh dong yak didokumentasikan di blog ๐Ÿ˜†

Outbound

Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<
Si Irninya gak ikut foto soalnya lagi mandi >.<

Seperti yang dilaksanakan pada tahun lalu, tahun ini kantor aku kembali ngadain outbound. Tapi berbeda dengan tahun lalu yang isinya cuma para pejabat, tahun ini yang diajakin outbound adalah seluruh staf sampai kepala di kantor. Dari yang tahun lalu aku gak ikutan maen (karena tahun lalu dan tahun ini aku sebagai panitianya seh) tahun ini aku udah niatin banget untuk ikutan maen pas outboundnya. Ternyata menyenangkan banget emang ya. Dan emang semenjak itu keakraban untuk staf di kantor jadi lebih terasa. Jadi lebih menyenangkan. Emang harus deh yak setahun sekali diadain kegiatan semacam ini yang melibatkan semua orang.

Outboundnya sendiri terdiri dari beberapa bagian. Pertama pemanasan dulu terus dilanjutkan dengan permainan untuk mengasah konsentrasi kita semuanya.

Game pertama adalah seluruh orang membuat sebuah lingkaran kemudian disuruh menghitung dari satu sampai berapapun. Yang menarik adalah perhitungan itu sesuai dengan arah tangan yang menyebutkan angkanya. Kalau tangan kanan kita menepuk pundak kiri maka orang yang disebelah kiri yang meneruskan hitungan, tapi kalau sebaliknya berarti orang disebelah kanan yang meneruskan hitungan. Terlihat simple ya, tapi ternyata banyak juga loh yang salah dalam game ini. Berarti kami kebanyakan kurang konsentrasi! >.<

Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan
Games konsentasi, ketanggapan dan kecepatan

Game kedua kita langsung dibagi menjadi beberapa kelompok. Kebetulan aku satu tim dengan kepala dinas dan dia sendirian pula yang cowoknya! Jadilah jadi bahan lelucuan di kelompok *si irni kualat* ๐Ÿ˜›

Yang kedua ini permainannya juga simple sebenarnya, jadi kita berhadapan dengan kelompok lawan. Tiap perorang ditengah-tengahnya ada sebuah bola yang harus direbut oleh setiap orang dari masing-masing tim. Tapi sebelum itu kita diberi instruksi lainnya dulu misal pegang kepala, pegang kuping dan sejenisnya baru deh pas ada aba-aba ambil bola langsung buru-buru rebutan. Tiga kali kesempatan aku dapet bolanya cuma satu kali. Kurang cekatan yak :mrgreen:

permaianan volley bola air
permaianan volley bola air

Game ketiga adalah volley air. Masing-masing tim terdiri dari 6 orang peserta. Setiap dua orang memegang sebuah plastik yang fungsinya adalah melempar dan menangkap bola air tersebut. Jika bolanya pecah, atau jatuh maka yang mendapat poin adalah tim lawan.

Tim aku menang dong pas game ini! Gampil deh ini *sok banget* >D

Nama games ini adalah robot manusia. Ada kayu berbentuk segitiga yang harus dinaiki oleh satu orang (di mana yang naik adalah aku karena paling ‘ringan’ diantara orang lainnya ๐Ÿ˜† ) dengan 6 tali yang berada di atasnya. Cara permainannya sebenarnya simple, setiap tim harus membawa robot manusia ini dari satu titik ke titik lainnya tanpa menyentuh kayu dan hanyaย  dengan bantuan tali tersebut.

Kelihatannya ini permainan yang membutuhkan tenaga besar yak. Pas tim aku baru mulai main juga dikecengin karena tim kami cuma punya satu cowok dan tim lawan ada 4 cowoknya. Ternyata gak loh! Ini adalah permainan strategi. Dengan cowok 1 lawan 4 kami bisa menang! ๐Ÿ˜€

Games roda manusia
Games roda manusia

Game selanjutnya adalah robot manusia. Jadi seluruh tim masuk ke dalam sebuah lingkaran dan tujuannya cuma mencapai titik lainnya. Etapi ternyata ini susah loh. Harus bener-bener kerja sama antara orang paling depan dan orang paling belakang. Tim aku susah banget majunya karena kelupaan untuk ‘mengantar’ roda dibagian atasnya.

Seperti foto di atas, game selanjutnya adalah panahan. Aku sendiri gak pernah yang namanya pegang busur dan anak panah. Etapi ternyata seru juga yak maen panahan ini. Aku beberapa kali nyoba ada kena satu kali targetnya, beberapa temen jadi pengen ikut klub panahan segala loh. Kalau aku sendiri seh jauh-jauh lah yak mau masuk klub segala, mau nonton bioskop aja susah kakak sekaraaaanggg *malah curcol*

Yang terakhir ini aku lupa nama gamenya. Permainannya sendiri ada roda-roda yang diatasnya terdapat satu papan. Kita satu tim harus naik ke atas papan-papan tersebut dan harus membawa “sampan” itu menuju ke titik tertentu dengan hanya bantuan kayu panjang yang dijadikan dayungnya. Jika ada yang jatuh dari papan tersebut maka tim nya akan kalah. Permaianan ini tim aku kalah dong, hahahaha. Ternyata susah yak.

Games volley balon
Games volley balon

Setelah seluruh game selesai, diumumkan kelompok mana-mana yang menang dari juara 3-1. Dan ternyata kelompok aku jadi juara satu dong! Hahahahahaha. Rasanya lucu juga karena kami cuma maen-maen aja isinya. Mungkin emang outbound jangan terlalu serius, jadi yang seneng-seneng aja yang menang ๐Ÿ˜›

Pulang dari tempat udah malam dan kami mampir ke sebuah restoran di Mempawah. Udah capek, lelah makan ikan rasanya enak bener!

***

Jadi temen-temen ada gak kegiatan semacam ini di kantornya? Biasanya dalam bentuk apa?

Gak Ada Uang, ya ke Singkawang!!


JULI 2010

Kepala sedang mumet-mumetnya, skripsi tidak ada perkembangan. Sudah 5 bulan sebelumnya melarikan diri dari rutinitas di kampus untuk pergi ke Jakarta dan Bandung, tapi kepala ini masih protes. Aku tahu apa yang harus dilakukan agar aku tidak stress. LIBURAN!

Tapi bagaimana aku mau liburan? Kalau satu-satunya sumber dana yang biasanya aku pakai sudah aku habiskan. Hmm,, aku harus memutar otak untuk ini.

Beberapa hari kemudian seorang teman aku Butet mencetuskan untuk mengajak aku liburan. Usut punya usut dia mengajak aku karena akan diberdayakan untuk meminjam mobil. Tapi ah sudahlah, toh aku memang ingin liburan sekarang. Dan pilihan kami jatuh ke Singkawang. Memang, untuk masyarakat Pontianak, Singkawang adalah tujuan wisata yang murah dan mudah dijangkau :mrgreen:

Pada hari H akhirnya aku, butet, mumun dan aripun berangkat menuju singkawang. Menggunakan mobil si merah milikku, kamipun meluncur. Ditengah perjalanan, kami singgah ke kota Mempawah untuk menjemput Dini, orang kelima dan sekaligus terakhir yang akan mengikuti Singkawang Journey ini ๐Ÿ™‚

***

Kalau ke Singkawang, tak sah rasanya kalau belum menikmati wisata pantainya. Biasanya aku pergi ke Pantai Pasir Panjang. Namun karena sudah sering mengunjunginya, akhirnya kami lebih memilih Singka Island untuk tujuan pertama. Namanya saja Island, tapi ini murni hanya sebuah pantai yang menghadap ke Selat Karimata dan Laut Cina Selatan.

Sinka Island - Singkawang

Berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Singkawang. Sinka Island menawarkan fasilitas yang cukup lengkap untuk kami bersantai, melepas penat dan merenggangkan badan setelah kurang lebih 3 jam perjalanan dari Pontianak. Di Singka Island ini banyak pendopo-pendopo dan kursi-kursi yang disiapkan untuk pengunjung sehingga kita tidak perlu lagi membawa ‘perlengkapan perang’ alias tikar dll ๐Ÿ˜› (maklum dulu kalau kepantai pasti bawa tikar dan makanan ๐Ÿ˜† ).

Selain pantai, Singka Island menawarkan tempat lainnya yang gak kalah asyik.Apalagi kalau bukan Pulau Simping.

Pulau Simping - Singkawang
Pulau Terkecil di Dunia

Yak, pulau ini adalah pulau terkecil di dunia yang telah diakui oleh PBB. Awalnya aku penasaran juga gimana bentuk pulau terkecil itu. Ternyata pulau ini didominasi oleh bebatuan yang membentuk daratan semacam bukit. Dari sela-sela batu tersebut hidup beberapa pohon yang menurut aku membuat tempat ini ‘lebih pulau’.

Setelah puas berkeliling disekitar kawasan Sinka Island, menjelang sore kami melanjutkan perjalanan. Kali ini kami memilih tempat yang gak berbau pantai dan laut. Akhirnya kamipun memutuskan untuk pergi ke Rindu Alam.

Rindu Alam - Singkawang

Rindu Alam adalah sebuah tempat wisata yang berada di sebuah bukit dipinggiran laut. Pemandangannya perpaduan antara laut, bukit dan kota Singkawang yang sangat indah terlihat dari atas sini. Wisata yang terbilang baru di Singkawang ini telah merebut banyak perhatian wisatawan juga, termasuk aku tentunya :mrgreen:

Pemandangan dari Rindu Alam
Menjelang Matahari Terbenam
Sunset di Rindu Alam

Menjelang malam, kami melanjutkan perjalanan ke kota Singkawangnya. Aku sendiri sebenarnya tidak pernah berwisata kota di Singkawang ini yang menjadi perjalanan pertama aku. Tapi kok rasanya bosen yak nulis panjang-panjang *dasar pemalas*:lol: nanti aku lanjutkan yak cerita Singkawangnya. Mau tidur dulu ๐Ÿ˜›

bersambung..

*Artikel ini akan diikut sertakan dalam Adira Faces Off Indonesia*

Oktober yang riuh..


Haiii Halloooo.. Apakabar semua? Pada baik2 aja kan?

Jadi setelah postingan kemaren yang aku sebut temen itu protes. Dia bilang: “ow, cuma dianggap temen di blognya” Hahahaha.. Haduh bang, maafkan aku yang pingin masih eksis sebagai jomblowati di kota Pontianak ini ๐Ÿ˜› (udah disebutkan, puas dong saia gak bisa ngecengin para blogger lagi ๐Ÿ˜ฅ hahaha ).

Setelah pulang dari Jakarta kemaren rasanya capek banget. Badan pegel-pegel gak karuan. Pengen rasanya dipijit refleksi hari sabtunya, eh tapi hari selasa aku dapet undangan lagi buat ngadirin acara hari kamis di Singkawang. Whatt?? Tepar dah..

Pertemuan di Singkawang

ย Gak usah deh diceritain apa isinya. Kalau pertemuan di Jakarta kemaren aku bisa kabur dari pertemuan dan tidur2an di kamar hotel, kali ini aku gak bisa bergerak sama sekali. Begimana gak bisa istirahat, lah wong aku perginya sama para bos-bos yang rajinnya amit2. Total ada 6 orang rombongan dari kantor aku. Jadi jangan bayangin deh betapa capeknya diriku ini apalagi sebagai anak paling bawang *lebay ๐Ÿ˜†

Singkawang, Kalimantan Barat

ย Di atas adalah beberapa ikon kota Singkawang. Kelenteng, bundaran naga, sungai Hang Moi dan Tahu Singkawang yang enak banget *lap iler

Untungnya aku tidur di hotel yang terpisah dari para bos-bos tingkat atas, jadinya aku malamnya masih bisa deh keliling-keliling di Singkawang lihat2 pasar Hongkong di sana. Biarin dah para bos itu cuma tidur2an di hotel. Pastikan capek yak, jadi gak usah jalan aja ๐Ÿ˜›

Pembuatan dan Penjualan Guci - Singkawang

Hari Jumat malam seperti biasa acaranya udah selesai. Sabtu pagi udah siap2 balik ke Pontianak. Lagian udah sering juga ke Singkawang, daripada capek2 di Singkawang, mending pulang buat tidur di rumah deh. Pas pulang tentu dong singgah2 dulu buat oleh2. Seperti biasa belinya tak lain dan tak bukan adalah Tahu Singkawang ๐Ÿ˜›

Tapi sesering2nya aku ke Singkawang tapi baru kali ini loh tahu bahwa Singkawang itu ada tempat pembuatan guci-guci Cina itu *dikeplak* Guci2nya murah2 juga loh. Yang ukuran kecil aja harganya cuma 15ribu rupiah. Karena ribet juga bawanya jadi gak beli deh *pelit*

***

Kata para temen-temen aku akhir tahun adalah bulan yang paling melelahkan di kantor. Apalagi semua orang pada buat perencanaan untuk tahun depan. Ya, sebagai anak bawang di kantor ikut2an aja deh. Mudah2an gak sibuk2 amat sampai harus lembur hingga malam. Kalau masih ada hari esok, kenapa harus capek2 kerja hari ini? ๐Ÿ˜›

So, bagaimana dengan kerjaan kalian? Apa juga sama riwehnya?

nb: tadi terkejut banget dapet berita Marco Simoncelli meninggal di Sepang, Malysia. Mengerikan banget yak bisa meninggal di tengah pertandingan gitu >.<
ย