Gak Ada Uang, ya ke Singkawang!!


JULI 2010

Kepala sedang mumet-mumetnya, skripsi tidak ada perkembangan. Sudah 5 bulan sebelumnya melarikan diri dari rutinitas di kampus untuk pergi ke Jakarta dan Bandung, tapi kepala ini masih protes. Aku tahu apa yang harus dilakukan agar aku tidak stress. LIBURAN!

Tapi bagaimana aku mau liburan? Kalau satu-satunya sumber dana yang biasanya aku pakai sudah aku habiskan. Hmm,, aku harus memutar otak untuk ini.

Beberapa hari kemudian seorang teman aku Butet mencetuskan untuk mengajak aku liburan. Usut punya usut dia mengajak aku karena akan diberdayakan untuk meminjam mobil. Tapi ah sudahlah, toh aku memang ingin liburan sekarang. Dan pilihan kami jatuh ke Singkawang. Memang, untuk masyarakat Pontianak, Singkawang adalah tujuan wisata yang murah dan mudah dijangkau :mrgreen:

Pada hari H akhirnya aku, butet, mumun dan aripun berangkat menuju singkawang. Menggunakan mobil si merah milikku, kamipun meluncur. Ditengah perjalanan, kami singgah ke kota Mempawah untuk menjemput Dini, orang kelima dan sekaligus terakhir yang akan mengikuti Singkawang Journey ini πŸ™‚

***

Kalau ke Singkawang, tak sah rasanya kalau belum menikmati wisata pantainya. Biasanya aku pergi ke Pantai Pasir Panjang. Namun karena sudah sering mengunjunginya, akhirnya kami lebih memilih Singka Island untuk tujuan pertama. Namanya saja Island, tapi ini murni hanya sebuah pantai yang menghadap ke Selat Karimata dan Laut Cina Selatan.

Sinka Island - Singkawang

Berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Singkawang. Sinka Island menawarkan fasilitas yang cukup lengkap untuk kami bersantai, melepas penat dan merenggangkan badan setelah kurang lebih 3 jam perjalanan dari Pontianak. Di Singka Island ini banyak pendopo-pendopo dan kursi-kursi yang disiapkan untuk pengunjung sehingga kita tidak perlu lagi membawa ‘perlengkapan perang’ alias tikar dll πŸ˜› (maklum dulu kalau kepantai pasti bawa tikar dan makanan πŸ˜† ).

Selain pantai, Singka Island menawarkan tempat lainnya yang gak kalah asyik.Apalagi kalau bukan Pulau Simping.

Pulau Simping - Singkawang
Pulau Terkecil di Dunia

Yak, pulau ini adalah pulau terkecil di dunia yang telah diakui oleh PBB. Awalnya aku penasaran juga gimana bentuk pulau terkecil itu. Ternyata pulau ini didominasi oleh bebatuan yang membentuk daratan semacam bukit. Dari sela-sela batu tersebut hidup beberapa pohon yang menurut aku membuat tempat ini ‘lebih pulau’.

Setelah puas berkeliling disekitar kawasan Sinka Island, menjelang sore kami melanjutkan perjalanan. Kali ini kami memilih tempat yang gak berbau pantai dan laut. Akhirnya kamipun memutuskan untuk pergi ke Rindu Alam.

Rindu Alam - Singkawang

Rindu Alam adalah sebuah tempat wisata yang berada di sebuah bukit dipinggiran laut. Pemandangannya perpaduan antara laut, bukit dan kota Singkawang yang sangat indah terlihat dari atas sini. Wisata yang terbilang baru di Singkawang ini telah merebut banyak perhatian wisatawan juga, termasuk aku tentunya :mrgreen:

Pemandangan dari Rindu Alam
Menjelang Matahari Terbenam
Sunset di Rindu Alam

Menjelang malam, kami melanjutkan perjalanan ke kota Singkawangnya. Aku sendiri sebenarnya tidak pernah berwisata kota di Singkawang ini yang menjadi perjalanan pertama aku. Tapi kok rasanya bosen yak nulis panjang-panjang *dasar pemalas*:lol: nanti aku lanjutkan yak cerita Singkawangnya. Mau tidur dulu πŸ˜›

bersambung..

*Artikel ini akan diikut sertakan dalam Adira Faces Off Indonesia*

Sahabat Pena ala Blogger


http://nonaholy.blogspot.com

Beberapa hari belakangan ini aku lagi kebayang dengan kata sahabat pena. Jadi inget jaman kecil dulu aku sering banget dibelikan bapak majalah bobo yang dibagian belakang covernya ada sederet foto anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang memajang alamatnya.

Biasanya kalau melihat satu profil orang yang menurut aku asyik (dilihat dari foto dan prestasinya. FYI: biasanya selain alamat ada juga menampangkan prestasi-prestasi yang pernah dia dapat) aku langsung mengeluarkan kertas surat yang aku kumpulkan dan menulis surat kepada orang yang dimaksud untuk mengajak menjadi sahabat.

Kebanyakan seh gak dibales yak suratnya. Ini yang membuat aku merasa dibohongi oleh orang-orang itu. Kadang juga berfikir bahwa orang-orang yang telah masuk ke majalah tersebut adalah orang-orang berprestasi yang sombong. Makanya lama kelamaan aku gak lagi mengirim surat untuk mendapatkan sahabat pena.

media.dinomarket.com

Belasan tahun berikutnya aku mulai mengenal blog. Awalnya yang hanya sekedar menulis, kemudian BW membaca tulisan blogger lainnya hingga saling bertukar komentar. Kegiatan ini sedikit mengingatkan aku ke kegiatan mencari sahabat pena. Bukankah menulis blog dan saling bertukar komen hingga menjadi teman di dunia maya sama dengan mempunyai sahabat pena?

Kita yang menulis tentang keseharian kita dan mendapat balasannya dengan membaca tulisan teman-teman lainnya. Malahan enaknya dari sebuah blog adalah interaksinya gak cuma 2 orang. Tapi banyak orang yang kemudian membentuk jaring laba-laba antar blogger-blogger.

Inilah enaknya ngeblog. Inilah enaknya menjadi seorang blogger menurut aku. Mendapatkan banyak teman sekaligus mendapatkan banyak ilmu dari cerita-cerita yang ditulis oleh teman-teman blogger lainnya.

Lalu sudahkah aku bisa melupakan cara mencari sahabat pena yang klasik? Ah rasanya walaupun banyak kecewa tapi aku masih merindukan membeli kertas surat (yang biasanya include dengan amplopnya), menulis dengan tangan kemudian pergi ke kantor pos, menempelkan perangko dan mengirimkannya kealamat yang dituju.

Adakah temen blogger yang bersedia menjadi sahabat pena aku? :mrgreen:

Nikah, HKN, Anjing dan Hadiah


Haiii…. Hallooo… Apakabar semua? Baru aja 4 hari ditinggal neh blog udah ada 2 temen blogger yang hiatus. Sebenernya aku gak tahu juga hiatus itu masuk berapa lama. Coz kalau aku mah bisa 2 minggu gak posting tapi tetep aja aku ganggep diri aku gak hiatus, soalnya ya klo gak posting emang sedang sibuk *sok sibuk* πŸ˜› Mudah2an aja temen2 yang sedang hiatus diberikan semangat lagi buat nulis blog, habisnya 2 blog itu aku suka seh kunjunginnya πŸ™‚

Masih tanggal 14, tentu masih dengan berita seputar nikah-nikahan. Mulai dari hari jumat seperti yang aku ceritain kemaren kalau ada temen aku yang nikah dan aku turut sedikit sibuk ngebantuin ngantar undangannya. Awalnya aku pengen banget ngikutin acara ijab kabulnya. Soalnya kan yang nikah ini termasuk temen deket juga. Tapi karena masih anak baru dikantor dan perijinan kalau mau keluar itu susah banget, jadinya aku hari jumat masih aja kerja.

Ijab kabul direncanakan pukul 2 siang. Tapi pukul 2 kurang aku masih aja ngedon ngerjain tugas yang menumpuk. Pukul 2 udah ada tanda2 si bos ngebolehin keluar, jadi langsung nelponin si ika buat ngejemput dikantor. Masalah pakaian udah gak perduli juga. Gak papa deh masih pakaian kantor yak >.< Akhirnya bisa keluar dari kantor pukul setengah 3, ngejemput si wiel dulu di kantornya dan sampe di tempat acara pukul 3 kurang. Dan udah ketebak kalau acara ijab kabulnya udah selesai 😦

Untungnya (biasa orang melayu mah selalu aja untung πŸ˜› ) acara nikahnya ada acara adat jawa gitu, jadi inti acaranya seh belum selesai. Makanannya juga belum dibuka gitu (ini yang penting *eh πŸ˜† ). Jadi kami gak merasa terlalu telat deh 😳

Penikahan Sita dan Indarto, Jumat 11.11.11

Masuk hari sabtu aku kembali ke kegiatan kantor. Pada tahu gak kalau hari sabtu kemaren atau lebih tepatnya tanggal 12 Nopember kemaren adalah HKN (Hari Kesehatan Nasional) yang ke 47. Serius sebelum kerja di Dinkes aku gak tahu kalau HKN itu ada πŸ˜›

Untuk merayakan HKN di kantor aku mengadakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan Promosi Kesehatan yang puncaknya pada hari Sabtu kemaren kantor mengadakan gerak jalan sehat dan beberapa perlombaan. Acaranya mulai pukul 6 pagi aja gitu, tapi semangat 45 buat ikut karena tergiur akan doorpricenya yaitu sepeda pixi dan seli. Ya maklumlah, aku pengen banget punya sepeda, tapi karena merasa belom perlu juga jadi gak beli2. Kalau dapet hadiah kan beda yak rasanya :mrgreen:

Udah capek2 nunggu eh pertengahan pas hadiah hiburan nomor aku dipanggil. Awalnya seneng, ya paling gak nomor aku ada disebut deh. Eh pas lihat hadiahnya gak banget, cuma tas kantong kain gitu yang banyak aku dapet diberbagai pelatihan (curiga ini hadiah juga dapet dikumpulkan dari berbagai pelatihan πŸ˜› ). Tapi masih semangat dong karena ada 3 kupon lagi yang ada sama aku dikasih ama panitia. Sampai pukul 10 doorpricenya dibacakan tetep gak dapet dong πŸ˜₯ dan yang dapet malah polisi yang bantuin jaga kegiatannya. Bener2 beruntung deh tuh polisi >.<

Hari Kesehatan Nasional Ke 47

Pulang-pulang dengan perasaan kecewa dapet tweet dari @kirniadiara, dia bilang si owy yang pernah aku bantuin beli dengan susah payah itu udah punya anak dong sekarang. Anaknya ada 4, tapi sampe sekarang aku belom pernah lihat anakya. Pengen banget seh. Mudah2an dalam waktu deket deh bisa lihat secara langsung.

Owy dan keempat anaknya

Β Selain mendapat kabar gembira dari nia, pulang kerumah aku mendapatkan hadiah lagi yang dikirim langsung dari Bali. Yak apalagi kalau bukan hadiah aku yang memenangi kontes yang diadain Hani.

Buku dan Dompet dari Hani

Β Makasih banget ya Hani atas hadiahnya. Aku dapet satu buah buku kumpulan tulisan dari blogger detik.com dan satu buah dompet gede gitu. janji aku seh buat ngereview buku yang dikasih. Ya mudah2an dalem waktu deket deh, soalnya sekarang lagi sibuk2nya jadi kurang bisa membagi waktu buat baca buku >.<

So, selamat hari senin buat semuanya.. Selamat beraktifitas. Masih ada yang mau nikah tanggal 20.11.2011? Aku noh udah banyak aja undangan numpuk. Maklumlah anak gaol seantero kota Pontianak emang terlalu terkenal jadi banyak dapet udangan. Ya asal jangan pas aku ngundang ntar aja gak ada yang pada dateng. Aku cubit ntar satu2 πŸ˜›

Masa Sekolah Dasarku..


Haiiii Halloo.. Apakabar semua?

Wah sepertinya lagi rajin yak aku nulis di blog minggu ini. Ya Seperti yang aku sering kumandangkan. Menulis blog itu cuma hobi. Mau aku hiatus atau aku update setiap sejam sekali ya terserah2 aja kan. Namanya juga blog pribadi. Gak akan ada yang rugi (kecuali trafik blog aku yang turun πŸ˜₯ ) Gak bayar pula πŸ˜›

Udah banyak temen-temen blogger lainnya kebagian melaksanakan RP yang diberikan secara maraton ini. Aku yang gak terlalu mikir bakalan kena ya nyantai2 aja. Tapi seneng banget baca cerita2 lucu dan menarik dari temen-temen lainnya.

Eh, pas random bw geje ngeliat blognya bensdoing yang menulis tentang masa sekolahnya menaruh tahta PRnya keempat orang blogger termasuklah aku. Waduh, aku yang ingatannya separoh di kepala separoh didengkul ini jadi harus berfikir keras dong buat mengingat tentang masa lalu. Ya seperti kata Mbak Thia pada postingannya yang mengatakan mengingat itu berfungsi untuk mencegah kepikunan, akhirnya akupun mengunpulkan titik2 memori itu. So, mari kita mulai.

TETT TEREEETT TEEEEETT TEETTTT!!!

http://www.britishcouncil.or.id

Intermezo: neh anak SD udah maen laptop aja sekarang, dulu mah aku maen guli atau kagak maen lumpur di sungai πŸ˜†Β 

Aku sewaktu berumur 6 tahun kurang 2 bulan dicemplungin secara paksa *halah* oleh ibuku untuk masuk ke sekolah dasar. Ya namanya juga gak ngerti pasti orang tualah yang menentukan sekolah dimana. Jadinya aku tercemplung di SDN 25 Pontianak Utara yang jarak sekolahnya cuma sejengkal raksasa. Maksudnya cuma 200an meter gitu deh dari rumah, hehehe..

Seperti mbak-mbak yang sekolahnya duluuuu banget. Aku juga sewaktu SD masih merasakan sistem catur wulan. Enaknya sistem ini adalah karena waktu liburnya jadi makin banyak *dikeplak*. Guru-guru yang mengajarpun masih amat sedikit, makanya gak ada namanya guru matapelajaran. Yang adanya guru kelas. Guru kelasnyapun diroling2 geje akhirnya aku bertemu dengan satu guru untuk beberapa kali.

Ada satu guru yang mengajar aku sampe 3 tahun (dikelas 3,4 dan 5) makanya aku jadi deket sama beliau dan beliau menjadi guru favorit aku sewaktu SD. Namanya Pak Syaiful Bahri, facebooknya juga ada tuh di sini :mrgreen: Yang paling berkesan adalah cara mengajar beliau yang tegas tapi gak keras. Inget bener beliaulah yang mengajarkan aku perkalian dan pembagian sewaktu kelas 3. Ya istilahnya modal PD aku menjadi guru Matematika adalah salah satunya berkat beliau ini.

Selain punya guru yang deket banget seperti Pak Syaiful, aku juga punya seorag guru yang bersitegang dengan aku yang aku sebut guru killer. Sifat aku yang keras dan terkadang gak mau mengalah yang membuat aku beberapa kali gak sepaham dengan Bu Mus, seorang guru olahraga. Ibuku yang seorang guru juga (tapi beda sekolah) beberapa kali mengingatkan aku. Efeknya? Jadi aku gak suka dengan pelajaran olahraga (yeee,, nyari2 alasan aja kali yak πŸ˜› ) padahal selama 6 tahun Bu Mus terus loh yang ngajar aku. Bisa bayangin betapa betenya aku kalau udah pelajaran olahraga.

Karena ketidaksukaan aku terhadap Bu Mus dan Olahraga itulah akhirnya aku pernah sewaktu kelas 5 (atau kelas 6 gitu deh lupa πŸ˜› ) mengajak temen-temen aku untuk bolos sekolah. Akhirnya, diantara 27 temen sekelas, aku bisa menghasut 20 orang diantaranya untuk bolos! Prestasi banget (Jangan ditiru adek-adek >.< )

Bodohnya adalah saat kami bolos kami lupa buat bawa tas sekolah, tasnya masih ada aja gitu di kelas. Setelah kami puas maen2, akhirnya siang hari kami mengambil tas itu. Ternyata, Bu Musnya masih aja bercokol di kelas buat nungguin kami. Otomatis deh kami semua dihukum. Kami harus hormat ke bendera selama 2 jam setiap hari selama seminggu. GREAT!!

Walaupun aku selalu aja juara satu di sekoah (gak tahu juga kenapa bisa, yang laen pura2 gak pinter kali yak πŸ˜› ) tapi kebandelan aku emang gak bisa ditutupi sedari kecil. Gak tahu berapa kali aku berantem dengan temen sekelas dan abang-abang kelas. Yang paling aku inget sih si Zepri yang badannya gede banget. Tapi pada dasarnya Zepri ini baik juga kok, jadi setiap bertengkar pasti dia yang ujung2nya ngalah πŸ˜† Sekarang Zepri udah nikah dan punya anak lucu. Waahh kapan aku nyusul ya Zep *merenung*

Dulu inget banget waktu pertama kali dapet uang jajan aku dapet itu 200 perak. Hingga akhir kelas 6 uang jajan yang aku dapet setiap harinya itu 1000. Jadi sebulan, kalau gak jajan aku bisa nabung sekitar 20 ribuan. Aku dulu gak terlalu suka jajan seh, lagian kan rumah aku deket, kalau haus aku ya pulang minum. Bahkan kalau aku mau pup dulu, aku berlari pulang ke rumah saat jam pelajaran saking gak maunya pup disekolah.

Tapi kadang2 aku jajan juga seh, yang paling aku suka adalah jajanan roti pari. Pada tahu gak? Ituloh roti yang terbuat dari tepung2an berwarna ijo dan disiapkan bersama dengan kacang ijo, ketan hitam, mutiara dan dicampur dengan santan ditambah cairan gula jawa plus es.. Euuhh… Pokoknya enak banget deh. (Sayang di googling gak ketemu 😦 )

Sama halnya dengan mainan, aku lebih suka mainan yang dibuat sendiri seperti masak2an yang aku buat bahannya dari daun2an dan peralatannya dari kaleng bekas minuman. Tapi kalau beli aku suka beli mainan gambar. Ada pada yang tahu gak? Ituloh kertas karton selebar 30 x 20 cm yang isinya bermacam2 gambar dan cara maennya itu dilambungkan atau di cah. Kalau gambar siapa yang terlihat (gak kebalik) dia yang menang dan bisa dapet gambar lawan mainnya. Ya seperti itulah.

Soal sepatu dan tas favorit seh aku gak ada yak. Secara dulu belom kenal merk atau bentuk. Ya asal setiap tahun ajaran baru dibelikan sepatu dan tas baru udah seneng kok πŸ˜›

***

Nah, itulah cerita aku saat zaman SD. Seru kan yak. Namanya juga sekolah di pinggiran kota Pontianak. Ya kesehariannya jauh lah dari riuhnya ibu kota *halah*

Sebenarnya aku gak terlalu suka memberi PR ini untuk diteruskan. Yakalau orangnya mau. Kalau gak mau kan aku malu 😳 Tapi dicoba aja deh, hehehe

Aku pingin tahu tentang masa2 SDnya mas Bayu OiOiSquad, Mas Arman, si Pitsu dan Zilko.. Jika berkenan mari berbagi cerita πŸ™‚