[Review Hotel] The Rucksack Caratel, Melaka


Setelah menulis perjalanan aku di Melaka kemaren, maka marilah kita mereview sedikit hotelnya. Pas aku bilang hotel aku berada di area Req Square-nya Melaka, ternyata banyak yang penasaran dong! Aku sendiri sebenarnya waktu pertama kali si abang suami bilang bahwa hotel kami di daerah ini gak ngeh-ngeh amat seh. Karena dari dulu jalan emang aku dan suami udah punya tugas masing-masing. Aku yang tugasnya membuat itinerary dan mengatur mau ke mana aja Kami di suatu kota nanti, suami yang ngurusin pembelian pesawat dan hotelnya. Karena biarlah urusan keuangan balikkan ke para suami kan yak :mrgreen:

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Seperti yang aku sebutkan di atas, bahwa aku sama sekali gak mencampuri pengurusan pencarian tentang hotel ini. Biasanya, si abang suami yang ngubek ngubekin aplikasi semacam Traveloka, Agoda, dll. Saat dia udah dapat beberapa pilihan hotel, nanti dia share link hotelnya ke Aku, nah tugas aku adalah memilih hotel yang paling aku suka, hahahaha. Kriteria aku masih tetap sama dengan review hotel yang udah sering banget aku bahas, yaitu kamarnya bersih, rapi dan tidak terkesan gelap dan tua. Karena kamar gelap dan tua itu sangatlah mengganggu buat aku. Aku zonk banget itu adalah kamar hotel pas kita ke Shenzhen tahun 2016 lalu. Pokoknya setelah itu aku gak mau nginep di kamar tua. Setelah itu, aku pastiin lokasinya, karena sebagai emak-emak jarang berolah raga, kaki aku harus disayang semaksimal mungkin 😛

Alasan Memilih Hotel Ini

Udah template ya, kenapa seh si Irni memilih hotel ini? Karena ya seperti aku sebutkan di atas, pas aku cek foto-foto kamarnya ok, dan pas di cek review dari traveller di Tripadvisornya juga ok. Selain itu dipilihnya hotel ini ya karena lokasinya seh. Aku gak ngeh seh dengan lokasinya tepatnya di mana, tapi kata si abang dekat banget sama lokasi wisata yang aku mau. Ya, kalau gitu seh aku yess aja.

Setelah model kamar dan lokasi udah ok, lalu apa yang si Irni perhatikan lagi untuk memutuskan apakah hotel ini tepat atau tidak? Ya apalagi kalau bukan harganya seh :mrgreen: Karena kami liburannya masih di Malaysia, langsung auto mikir harganya harus murah seh. Kecuali emang mau nginep di Resort kayak di Penang kemaren ya emang rada mahalan. Tapi kalau cuma untuk tempat tidur ya harus paling murah lah, hahahaha.

Harganya, untuk ukuran lokasinya yang ok banget itu termasuk ok lah ya. Dua malamnya IDR 868.537 atau satu malamnya IDR 434.268 aja. Walaupun sebenarnya harusnya masih ada yang lebih murah daripada ini. Tapi dilihat Kami yang bookingnya gak jauh-jauh hari dan lokasinya yang 100% strategis banget ini jadi jatohnya pas seh menurut aku.

Terus Gimana Kamarnya Niee?

Kamarnya sendiri seperti yang aku sukai seh, model modern minimalis gitu. Untuk ukuran ternyata gak begitu sempit loh. Aku udah pesimis karena kan kelihatan bangunannya cuma nempel gitu diselipan Red Square, tapi ternyata mereka mendesignnya sangat bagus seh. Di dalam kamarnya kita dapat handuk dua buah, peralatan mandi dan sikat gigi, setrikaan, teh dan kopi dan yang paling menyenangkan untuk aku selain dapat bantal seperti biasa, hotel ini juga menyediakan guling loh. Aku bahagia :mrgreen:

Alasan lain yang buat aku memutuskan untuk ambil hotel ini adalah karena mereka menyediakan sarapan pagi. Dulu sering mikir kalau sarapan pas liburan enaknya nyobain tempat sarapan lokal kan yess. Tapi setelah beberapa kali liburan, ternyata adanya fasilitas sarapan di hotel ini sangat membantu aku seh untuk mengatur waktu jalan-jalannya. Jadi habis mandi bisa cuss makan jadi setelahnya bisa langsung jalan-jalan terus.

Kirain aku dapat makan itu sejenis Hotel Izumi di Bukit Bintang itu yak, yang sarapannya dapat nasi goreng, kadang mie goreng, dan beberapa menu makanan berat lainnya yang nampol banget deh. Ternyata di sini gak dong 😥 Di sini cuma disediakan semacam sereal gitu, terus roti tawar, beberapa jenis jus, susu, dan buah-buahan. Untungnya si K udah bisa sarapan pake sereal model cococrunch gitu jadi bisa aman deh untuk sementara. Tapi kalau gak bawa anak udah cukup banget seh untuk aku, karena makan roti bakar juga udah kenyang kan yak.

Terus apa lagi ya? Rasanya udah deh, karena ini hotel non bintang jadi gak ada fasilitas apa-apa lagi seh. Tapi pas aku search di google hotel ini kok ada fasilitas kolam renangnya juga loh! Tapi aku gak lihat disebelah mananya seh yak. Dan aku juga gak tertarik buat berenang saat di Melaka seh, hahahaha.

Sedihnya adalah, pas aku nulis review hotel ini kok aku pas banget lihat di google maps bahwa hotelnya udah tutup. Tapi jangan sedih dulu, masih ada kok hotelnya dilokasi yang sama. Cuma ganti manajemen aja dan ganti nama. So, yang mau nginep di daerah RedSquare maish bisa nginep di hotel ini.

Jalan di Melaka (Bagian Kedua)


Ok, mari kita lanjutkan cerita tentang perjalanan aku ke Melaka dan KL bulan April lalu.

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Restoran Hajjah Ruhana

Setelah puas mendinginkan badan di Museum Samudra, kamipun mencari tempat makan. Aku sebenarnya gak tahu juga makanan khas di Melaka ini, tapi sepenglihatanku di sekitaran Dataran Pahlawan banyak banget rumah makan yang jual asam pedas. Terus aku makan asam pedas juga? Ya tentu tidak dong! Hahahaha. Aku sendiri gak begitu asing dengan asam pedas seh, soalnya di Pontianak itu juga jadi makanan khas orang Pontianak. Tapi walaupun itu makanan khas orang Pontianak tapi aku sendiri gak pernah makan loh! Aneh aja gitu ikan disayur, hahaha. Tapi kami tetap makan di tempat makan seperti itu kok. Pilihan kami jatuh ke Restoran Hajjah Ruhana ini. Walaupun gak makan asam pedas, tapi masih banyak pilihan makanan yang dapat dipilih di sini seh, seperti berbagai macam sayuran sop, capcai, dan berbagai lauk seperti ikan goreng, ayam goreng, dll.

Mesjid Selat Melaka (Mesjid Terapung)

Setiap searching tentang tempat yang harus didatangi pas jalan di Melaka. Mesjid terapung ini pasti dimasukkan ke dalam salah satu list. Sebenarnya aku gak terlalu kepengen banget mau ke sini seh, karena kelihatan dari fotonya ya biasa aja gitu sepertinya, hahahaha. Tapi setelah kami makan dan bingung mau ke mana lagi (yang ternyata 2 hari di Melaka itu sangat lebih dari cukup seh) akhirnya kami memutuskan untuk sholat Dzuhur aja di Mesjid ini, sekalian pepotoan juga kan yak.

Mesjidnya seperti yang aku singgung tadi ya biasa aja. Cuma karena berada ditepian selat Melaka aja yang mana sebagian besar (atau seluruh?) bangunan Mesjidnya berada diperairannya sehingga kalau airnya lagi tinggi, maka seolah-olah mesjid ini terapung. Kalau dilihat dari modelnya seh ya gak tua juga, malah terkesan baru seh. Interior di dalamnya ya seperti mesjid mesjid pada umumnya aja. Pokoknya ya gak ada yang spesial juga seh, huahahaha *dipentong*

Kalau kalian ke Melaka ya menurut aku gak wajib juga mengunjungi mesjid ini. Kalau kalian emang berburu mau sholat di setiap mesjid yang kota kalian kunjungi ya boleh aja. Tapi kalau gak ada kesempatan yang leluasa kayak aku ya jangan dipaksain juga. Apalagi wilayah mesjid ini lumayan jauh dari tempat-tempat wisata di Melaka lainnya seh. Walaupun pas aku datang kok ya banyak juga turis bule yang masuk ke mesjid ini. Berarti promosi Malaysia ngena ya.

Dataran Pahlawan

Udah makan, udah sholat, terus aku bingung mau ke mana lagi, huahahaha. Jalan di Melaka ini emang kurang persiapan itinerary seh jadi rada kacau jadwalnya 😛 Terus teringat aku pengen beli Iphone Xs di Malaysia ini karena kan harganya lebih murah ya daripada beli di Pontianak (ini sebelum imei-imeian itu diberlakukan seh) jadilah kami langsung pesan Grab dari Mesjid Melaka ke Dataran Pahlawan.

Sebelum masuk ke dalam mallnya, karena ada tanah lapang gitu, tetep dong ya kita foto-foto dulu. Sayangnya tanah lapang di Melaka ini kurang bersih. Banyak sampah-sampah kecil di sana sini. Jadi yang awalnya si K mau main guling-gulingan di sono jadi aku gak kasih seh. Beda sama pas kami kemaren main di Penang. Itu tanah lapang di depan City Hall nya beneran bersih banget, jadi gak khawatir kalau si K guling-gulingan di sana. Beda peruntukannya juga kali ya. Kalau dulu di Penang beneran orang-orang pada beraktifitas di tanah itu kayak main bola, duduk-duduk piknik, bahkan ada yang semacam buat kajian gitu di sana. Kalau di Dataran Pahlawan ini pas kita pergi kosong melompong seh, gak ada yang tertarik main di sini kayaknya, hahaha.

Udah puas pepotoan di lapangan itu, kamipun kemudian masuk ke dalam Mallnya. Mallnya ya standar aja seh, gak yang lengkap gimana gitu. Pertama kita singgah ke H&M dan akhirnya si abang suami beli beberapa baju kaos dan si K aku belikan beberapa baju dan jaket juga untuk dia sekolah. Aku sendiri gak ada beli seh, emang niat belanjanya cuma beli Iphone aja, huahahahaha.

Udah belanja baju, akhirnya aku nyari tujuan utama aku ke sini, apalagi kalau bukan Iphone, huahahaha. Pas pula di dalam mallnya ada gerai Iphone dan ada yang aku incer. Ya udah cuss lah kita beli langsung aja sebelum suami berubah fikiran 😛 Mission Complete lah ini biar emak K gak stress lagi menghadapi pekerjaan baru 😛

Pas ke luar Mall pas udah malam. Karena udah ada di daerah tempat makan, sekalianlah kami akhirnya makan. Kali ini tempat makan yang kami tuju adalah Ayam Wong Solo, biar gak bosen ntar makan nasi lemak muluk 😛

Jonker Street

Pulang dari makan malam kok ya masih rada awal gitu kalau kita harus langsung pulang ke Hotel. Karena itu akhirnya kami memutuskan untuk jalan ke Jonker Street aja dulu. Tapi ternyata, ke Jonker Street di weekday itu adalah kesalahan besar seh. GAK ADA APA-APA gitu di sana! Hahahahaha. Alhasil kami cuma keliling meratapi sepinya jalanan malam, terus balik dan sebelum ke hotel pepotoan dulu di daerah Red Squarenya karena kok ya malam ternyata sepi :mrgreen:

Menyusuri Sungai Melaka

Keesokan harinya, sesuai dengan rencana, kami setelah sarapan di hotel langsung cuss ke dermaga untuk naik ferry menikmati sungai melaka dari atas sungai. Banyak yang merekomendasikan untuk naik ferry ini malam seh. Tapi karena aku kok ya gak sreg kalau naik kapal malam-malam, makanya aku memutuskan untuk naiknya pagi aja. Dermaga ferry dari daerah Red Square tempat hotel aku nginep ternyata gak begitu jauh. Cuma jalan kaki 10 menit udah sampai.

Naik ferrynya sendiri gimana Niee? Ya menurut aku biasa aja seh, hahahaha. Ya walaupun emang pemandangannya ok, bersih, rapi, tapi ya standar aja gitu, gak ada yang wah banget. Tapi lebih mending lah daripada naik kapal di Sungai Kapuas, huahahahaha.

RED SQUARE

Sebelum balik ke Hotel untuk cuss lanjut perjalanan ke Kuala Lumpur, kami singgah dulu lagi untuk pepotoan di Red Square. Yang tadi malam sepi-sepi aja, ternyata paginya langsung rame dong! Jadilah kita harus antri untuk berfoto dibeberapa spot foto yang terkenal itu. Padahal ini hari bukan weekend loh, dan bukan juga hari libur di Malaysia, tapi tetep aja rame. Yang aku lihat ada beberapa rombongan turis China gitu dan ada juga beberapa keluarga dari Timur Tengah.

Soal wisatawan, sepenglihatan aku, Malaysia ini emang lebih banyak didatangi turis manca negara gitu ya daripada Indonesia. Maksudnya ya jangan disamain dengan Bali atau Jogja seh, ya di sana juga rame turisnya. Tapi kalau aku lihat dibeberapa kota kecil di Malaysia semacam Melaka, Penang, Langkawi, bahkan Kuching yang deket banget dengan Pontianak banyak loh wisatawan manca negaranya. Kalau di Pontianak mah boro-boro ya. Ya semoga Indonesia pariwisatanya bisa semakin maju deh seperti Malaysia bahkan lebih!

***

Setelah puas pepotoan, akhirnya kamipun pulang ke hotel, kemas-kemas koper, cek out dan langsung cuss ke terminal untuk melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur buat nonton Disney on Ice.

bye!

Jalan di Melaka (Bagian Pertama)


Seperti yang udah aku ceritakan sebelumnya, bahwa liburan kali ini aku niatan awalnya adalah hanya untuk menonton Disney On Ice di KL. Karena awalnya cuma pengen nonton aja, jadi rencananya aku mau perginya hari jumat aja dan pulangnya hari minggu. Lah kok, ternyata hari rabunya itu libur nasional jadi hari kamis dan jumat jadi hari kejepit nasional. Jadilah si abang memutuskan untuk kami perginya hari selasa aja (kebetulan flight PNK-KUL hari selasa itu jam 5 sore), dan pulangnya hari minggu seperti rencana awal.

Rencana udah sep, semua tiket udah dibeli (pesawat, tiket nonton, dll), pas H-1 aku dapat undangan pelantikan dong, untuk hari selasanya! Aku langsung stress, pengen nangis rasanya! Bagi yang udah lama ikutin blog dan sosial media aku pasti tahu deh. Aku sama sekali gak ada target dan keinginan sama sekali untuk mengembangkan karir. Diberi tanggungjawab yang lebih itu aku langsung hilang fokus. Jadinya aku muntah dong semalaman! Badan rasanya gak enak banget, takut besoknya pas pelantikan malah pingsan! Huhuhuhu. Untungnya beli tiketnya sore. Sehabis pelantikan langsung ngadep bos baru bilang kamis, jumat udah ngajuin cuti. Jadi niatan awal liburan untuk nonton Disney, juga jadi pelarian aku sebelum memulai rutinitas baru di kantor baru. Biar semangat gitu ceritanya 😛

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Karena gak fokus mempersiapkan perjalanan kali ini, aku jadi melupakan packing hal yang penting. Aku lupa masukin celana jalan si abang suami dong! Alhasil, si abang pergi ke KL dengan celana dinas yang warna cokelat itu. Kalau ada yang lihat ada keluarga aneh lagi liburan tapi pake celana dinas warna cokelat dari bandara Pontianak, ke Kuala Lumpur, sampai naik bus ke Melaka, iya itu kami 😆

Penerbangan dari Pontianak ke KL dengan AirAsia biasa seperti biasanya. Gak ada yang bisa diceritakan karena emang gak ada apa-apanya juga di dalam pesawatnya 😛 Karena penerbangannya habis magrib gitu, jadi kami emang udah makan di bandara, jadi yang biasanya pesan online makanan untuk di pesawat gak kami lakukan lagi. Tapi setiap di pesawat aku kok selalu laper gitu ya. Ada yang samaan juga dengan aku gak?

Sampai di KLIA2 udah jam 9.20 pm. Pas ngecek di website bus untuk ke Melaka itu ada yang jam 10an gitu. Dengan pedenya kami gak beli tiketnya karena mikir hari selasa tengah malam gini siapa juga yang habis-habisin tiket busnya? Etapi ternyata beneran habis loh! Jadi kami harus nunggu jadwal selanjutnya yang mana jadwalnya adalah jam 11 malam aja >.< Karena gak ada pilihan, akhirnya kamipun membeli tiket tersebut. Setelah menunggu selama hampir 2 jam karena busnya datangnya telat akhirnya kami bisa jalan juga menuju ke Melaka pukul 12 am.

Selama di perjalanan, aku gak terlalu sadar seh. Dikatain tidur ya tidur karena aku minum antimo, dikatain gak tidur ya gak juga karena rasanya telinga masih kedengaran suara-suara gitu. Jadi intinya gak nyenyak deh tidur aku selama di dalam bis itu. Untungnya karena jalannya malam, yang seharusnya perlu waktu 2 jam untuk dari KLIA2 ke Melaka, cuma kami tempuh dalam waktu 1,5 jam saja. Bus kami berenti di stasiun centralnya Melaka yang kalau malam kok ya rada horor ya kelihatannya karena sepi banget, hahaha. Untung pas nyari grab langsung dapat dan kamipun langsung jalan menuju hotel yang udah si abang suami booking, The Rucksack Caratel. Untuk review khusus untuk hotel ini menyusul ya :mrgreen:

Drama kelupaan bawa celana dan kehabisan tiket bus ternyata bukan drama kami terakhir hari itu. Masih ada satu drama lagi sebelum kami bisa tidur nyenyak di dalam kamar yang udah kami pesan jauh-jauh hari ini. Sampai di depan hotel, pas mau masuk, ternyata pintu hotelnya dikunci dong! Sempat bingung banget gimana caranya masuk karena gak ada bel juga untuk membangunkan petugasnya. Setelah dicari dan dilihat-lihat ada pesan gitu untuk menghubungi nomor sekian jika ingin melakukan cek in. Untungnya (orang melayu selalu untung ya 😛 ) si abang udah beli nomor Malaysia untuk pesan-pesan grab, jadi bisa langsung nelpon si petugasnya. Gak kebayangkan kalau gak punya nomor telpon dan semua toko tutup jam segitu, gimana kita bisa masuk coba >.<

Setelah ditelpon, akhirnya 30 menit kemudian, mbak-mbaknyapun datang dan membukakan pintu untuk kita. Si abang langsung cek in dan mendapatkan kunci untuk masuk ke dalam kamar. Masuk ke dalam kamar si Irni masih sempat-sempatnya buat video singkat review kamar hotelnya untuk buat konten youtube 😛 Setelah ganti baju, kemas-kemas sebentar, kamipun langsung tidur!

Tepian Sungai Melaka

Aku gak tahu apa nama sebenarnya daerah ini. Toh, aku ke sini juga karena hasil sesat membaca Google Maps kok! Hahahaha. Jadi ceritanya niatan aku si abang suami setelah kami berhasil bangun jam 8 pagi setelah drama yang panjang dihari sebelumnya itu adalah pergi ke St. Paul’s Chrurch karena menurutnya sangat dekat dengan hotel. “Jalan 5 menit aja kok dek!” katanya waktu itu. Karena si abang suami bertugas untuk mendorong stroller si K, jadilah aku yang bertugas membaca peta. BTW aniwey, aku lumayan jago kok sebenarnya membaca peta ini. Dulu waktu sekolah, aku ikut pramuka sampai tingkat Laksana gitu 😛 jadilah aku pede. Tapi ternyata peta yang aku baca itu salah dong! Yang akhirnya malam membawa kami muterin tepian sungai Melakanya!

Tapi sebenarnya, pada saat tersesat itu penuh makna juga kok. Saat jalan kami melihat ada toko H&M gitu, karena si abang gak punya celana (gak pake celana cokelat dinas lagi kok, tapi pake celana pendek buat tidur 😛 ) jadi akhirnya kami singgah dan si abang berhasil membeli 2 celana baru! :mrgreen: Di depan tokonya ternyata adalah posisi Jongker Street yang walaupun masih sepi-sepi aja waktu pagi gitu, tapi paling gak kami bisa pepotoan dulu di depannya 😛

Belok ke kanan dari Jonker Street ternyata ada daerah yang banyak banget muralnya gitu. Aku suka! Muralnya ini tipe mural yang gede-gede nutupin satu dinding bangunan gitu loh. Bukan mural imut-imut kecil ala penang yang “ternyata gitu doang” hahahaha. Sebelum ke Melaka emang aku kurang banyak research seh, jadi pas datang dan lihat ternyata Melaka seperti itu jadi terkagum-kagum juga. Ternyata datang kesebuah tempat tanpa ekspetasi sama sekali itu bisa membuat senang juga yak!

Tempat muralnya itu di dalam gang-gang gitu. Nah, pas kami masuk kesalah satu gang eh kok tembus ke tepian sungai Melakanya dong! Dan ternyata tepiannya cantik! Walaupun bukan tipe waterfront yang banyak ruang terbukanya seh. Ini lebih ke tepian yang dikelilingi sama cafe-cafe dan mural gede-gede lagi dong! Ah, kenapa aku dari dulu gak ke Melaka ya? *thinking*

St. Paul’s Chrurch

Setelah berkeliling lumayan jauh dari hotel, akhirnya kami sadar bahwa sepertinya kami salah membaca google maps. Ini sadarnya juga karena setelah mengikuti google maps kok ya kami menuju jalan kembali ke Hotel. Akhirnya, beralih kematikan directionnya google maps dan pelan-pelan membaca blognya orang-orang lagi. Dan ternyata tempat yang ingin kami tuju itu ada di daerah Red Square Melakanya itu dong! Itu berarti cuma beberapa langkah dari hotel kami! Duh! Tolol banget 😛

Jadi, diujung daerah Red Square itu ada tangga tinggi dengan tulisan Stadthuys yang ternyata adalah jalan masuk menuju ke St. Paul’s Chrurch. Kalau udah masuk ke sini, ikuti aja jalan menanjak menuju ke bukit kecilnya. Walaupun sedikit ngos-ngosan buat naik, tapi pemandangan Melaka dari atas ketinggian gini ternyata lumayan kece loh! Nah, St. Paul’s Chrurch itu letaknya ya di atas bukitnya ini. Untuk lebih jelasnya gimana tempatnya, bisa ditonton video aku di bawah yak.

Gimana tempatnya Niee? Kalau untuk aku seh ya B aja seh, huahahahahaha. Soalnya aku suka susah kagum sama tempat sejarah yang nangung gitu ya. Seperti ini yang cuma reruntuhan aja gitu. Kalau tempatnya satu bangunan yang megah kayak kastil di Seoul sono seh ya aku kagum, hihihihi. Tapi tetep lumayan kok, apalagi dengan pemandangan laut lepasnya yang kece. Jadi kalau ke Melaka, jangan lupa ke sini yak!

A Famosa

Kalau mau turun dari St. Paul’s Chrurch, jangan melewati jalan yang sama. Tapi pilih jalan menurun di belakang gerejanya. Nah, di belakangnya ini ada benteng lagi yang masuk kesalah satu tempat wajib yang harus dikunjungi kalau kalian ke Melaka, yaitu A Famosa. Tapi lagi-lagi menurut aku tempatnya B aja seh, huahahahaha *dipentung rakyat Melaka*

Yang seru dari daerah A Famosa menurut aku adalah karena di depannya itu termasuk daerah Dataran Pahlawan gitu seh. Walaupun daerah mal-mal yang terkenalnya itu masih diujung jalan lainnya lagi. Kalau di daerah ini jalannya itu terbuat dari pavling block berwarna merah bata dan putih. Kalau ada waktu yang banyak pengen banget duduk-duduk di sini bentara sambil main galah hadang atau tablak deh! Hahahahaha. Sayangnya kami ke sana disiang hari bolong dan kondisi cuacanya panas banget, jadi gak begitu tertarik deh buat main-main.

Museum Samudra

Dari A Famosa, terus kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke Museum Samudra. Jalan kaki disiang hari dengan suhu yang wow banget itu sesuatu banget loh. Untung lokasinya dekat! Oh iya, setelah kami berkeliling-keliling Melaka ini ternyata emang lokasi wisata-wisata yang jadi menu wajib di kota ini emang deket-deket semua loh! Jadi  emang jalan kaki aja cukup banget! Cuma kami aja yang manja kadang yang masih pesan grab buat ke mana-mana. Lagian kan grabnya juga murah banget di Malaysia ini, jadi sayang banget kalau kakinya diajak kerja keras! 😛

Untuk masuk ke Museum Samudra ini ada biayanya. Bagi penduduk Malaysia biaya untuk orang dewasa adalah RM 5 dan untuk anak-anak RM 3. Sedangkan untuk warga negara asing kayak kita-kita gini, harganya rada beda yaitu RM 10 untuk dewasa dan RM 6 untuk anak-anak. Bedanya 2 kali lipat aja gitu! Tapi karena hitungannya masih murah, jadi gak masalah lah, hahahahahaha.

Ada apa aja di dalam Museum Samudra ini? Ya pada dasarnya isinya menjelaskan tentang isi kapal perang jaman dahulu kala seh yak. Karena Malaysia ini jajahan Inggris, jadi model-model kapalnya itu ya model kapal Inggris gitu. Yang buat senang di sini adalah tempatnya full AC! Bagi kami yang udah seharian terpapar sinar dan teriknya matahari jadi berasa oase di padang gurun deh *lebay* hahahaha. Sayangnya tempat ini WCnya buruk banget seh. Buruknya itu sampai yang gak bisa dipake gitu untuk aku, jadi ya ku sangat tidak suka >.<

Buat yang mau lihat-lihat gimana isi dalam kapalnya bisa nonton video aku di bawah deh.

Wow, ternyata aku ngalor lindur udah 1600an kata aja! Karena sepertinya udah kepanjangan, maka aku potong dulu cerita di Melakanya sampai di sini yak! Untuk cerita selanjutnya akan aku tulis di postingan perjalanan ke Melaka aku bagian dua!

bye.

Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur


Haaiii, hallo semuanyaa..

Duh, kangen banget deh ngeblog. Udah sebulan lebih aja gak lihat dashboard wordpress ternyata. Pindah kantor berpengaruh banget ya pada kelancaran si Irni menulis blog. Tapi ya berarti kantor baru lebih banyak kerjaan dan tugas baru, jadi gak sibuk lihat blog aja kayak kemaren, huahahahaha.

So, untuk mengawali tulisan si Irni, marilah kita mendengarkan celotehan aku tentang perjalanan terakhir aku bulan April kemaren ke Melaka dan Kuala Lumpur. Bagi yang baru baca blog aku, jadi kemaren itu aku ke Kuala Lumpur dalam rangka mau nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur. Tapi karena tiket kita berdekatan dengan tanggal merah dihari rabu, akhirnya si abang suami memutuskan untuk kami pergi ke Kuala Lumpurnya hari selasa sore aja. Kamis dan Jumat aku buat surat cuti dan balik hari minggunya.

Terus udah beli tiket mulai mikir, masak 6 hari ke Kuala Lumpur doang, kan bosen yak! Palingan aku bakalan absenin mall di bukit bintang lagi dah kalau gitu. Akhirnya, karena aku ada lihat postingan IG mbak Nonik yang ke Melaka, jadilah aku kasih ide si abang buat kami ke Melaka aja. Kebanyakan seh orang ke Melaka cuma Day Trip gitu yak. Tapi aku gak mau dong, maunya nginep biar dapat puas jalan-jalannya. Akhirnya didapatlah itinerary yang fix yaitu 2 hari di Melaka dan 3 hari di Kuala Lumpur. Ok sep!

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Day 1 – Selasa, 2 April 2019

Hari ini gak ke mana-mana karena penerbangan kami itu dari Pontianak udah jam 18.35 dan sampe di Kuala Lumpur udah jam 21.20. Udah malam banget dan kami harus lajut lagi untuk cari tiket bus buat ke Melaka. Awalnya mau ngejar Bus yang jadwalnya jam 10 malam, tapi pas kami datang ke counternya ternyata busnya udah penuh aja dong. Kemaren mikirnya gak beli online karena ya gak mungkin penuh deh yak bus malam gitu, hari selasa pula, ternyata penuh saudara-saudara >.< Akhirnya beli bus yang jadwalnya jam 11 malam di mana kami harus nunggu jadwalnya kurang lebih sejaman gitu. Jam 11 pas waktunya akhirnya ke luar ruangan buat nunggu busnya, eh ternyata busnya lama dong! Kami nunggu ada kali 30 menitan sampai busnya datang. Akhirnya, dengan badan yang lelah dan mata yang ngantuk banget masuk ke bus yang sayangnya gak tidur nyenyak juga.

Karena bus malam, kayaknya kami sampai di Melaka gak sampe 2 jam deh, cuma satu setengah jam gitu. Jadi sekitar jam 1 pagi kami udah sampai di terminal Melaka. Masih ada proses yang dilalui yaitu jalan buat ke hotelnya. Untungnya pas nyari grab masih ada dan walaupun rada nunggu lama akhirnya jam setengah 2 kami sampai juga di hotel yang udah di booking sama si abang suami. Nama hotelnya The Rucksack Caratel.

Hotelnya bagus seh, nanti aku bakalan nulis khusus buat review hotel ini deh. Tapi sayangnya, pas kami nyampe yang tengah malam buta itu, hotelnya tutup dong! Ternyata mereka kalau malam itu gak ada yang jaga. Jadi kami harus nelpon dulu ke penjaganya (yang untungnya deket aja gitu gak sampe setengah jam udah sampe) barulah kami bisa masuk dan cek in di hotelnya.

Akhirnya untuk menutup hari itu, kami masuk ke kamar dan baru banget bisa tidur dengan tenang itu udah jam 3 subuh. Untung banget si K selama proses perjalanan ini gak badmood sama sekali. Alhamdulillah banget lah. Dan marilah kita istirahat untuk memulai hari esok dengan semangat :mrgreen:

Day 2 – Rabu, 3 April 2019

Hari kedua ini kami mulai jam 8 pagi. Untungnya hotel yang kami pesan itu udah include sama makan pagi jadi udah gak repot lagi mikirin mau makan di mana. Tapi sayangnya gak ada makanan berat seh mereka. Cuma ada tersedia sereal gitu, sama roti tawar, beberapa buah dan jus. Aku dan abang seh ok, tapi untuk si K yang kami biasakan sarapan menu berat kan bingung juga ya. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di sana aja, nanti jam 11an udah harus makan siang biar sekalian kenyang.

Tujuan pertama kami pagi itu sebenarnya adalah St. Paul’s Chrurch tapi karena aku salah baca peta (hahaha) akhirnya kami malah berkeliling dulu. Untungnya seh tempat yang kami kelilingi itu lumayan kece juga, jadi gak menyesal juga. Pas kami tersesat itu aku menemukan jalan untuk menuju ke Jonker Street dan jalan-jalan yang dipenuhi mural gitu. Kami juga akhirnya menyusuri tepian sungai Melaka di pagi hari yang mana ada banyak cafe-cafe lucu di sekitarnya yang karena masih pagi jadi masih pada tutup semua seh.

Setelah berkeliling mengikuti map, akhirnya kami menemukan juga jalan menuju ke St. Paul’s Chrurch yang ternyata cuma 200 meteran dari hotel kami dong! Hahahaha. Pintu masuknya di daerah Red Square gitu yang ada tangga dan naik ke atasnya. Dari St. Paul’s Chrurch terus turun dengan tangga bakalan dapat benteng A Famosa yang terkenal itu juga. Kami yang datang pas banget siang hari berasa kepanasan banget seh >.<

Dari benteng A Famosa, kami berjalan kaki lagi untuk mengunjungi Museum Samudra. Museumnya biasa aja seh, huahahahaha. Tapi pemandangan sungainya lumayan kece kelihatan dari atas museumnya. Dan karena kami semua kepanasan, pas masuk museum yang dingin jadi berasa oase aja 😛 Sayangnya museum ini WC nya jelek banget seh. Jelek ini sampai gak bisa dipake gitu deh. Padahal bukan WC umum dan masuk ke dalam Museum ini bayar yang gak terlalu murah juga. Seharusnya jadi perhatian neh sama pengelolanya.

Dari Museum Samudra, karena udah lapar juga akhirnya kami pesan grab untuk makan di daerah mall-nya dataran pahlawan. Makannya gak di dalam mall seh, tapi disepanjang jalan itu karena emang banyak tempat makan gitu yang khasnya Melaka. Kami memilih makan di Rumah Makan Hajjah Ruhanah Asam Pedas.

Sudah kenyang, terus kami melanjutkan perjalanan ke Mesjid terapung di Melaka buat sholat Dzuhur di sana. Luamayan lama deh kami di sana karena udah capek aja jalan-jalan seharian dan buat istirahat bentaran. Dari Mesjid terapung, kami jalan lagi ke Dataran Pahlawan buat main-main di lapangan di sekitaran mallnya. Gak lupa dong buat masuk ke mallnya dan belanja tipis-tipis 😛

Setelah puas jalan di Mall, akhirnya kami makan di daerah yang sama cuma di tempat yang berbeda. Kali ini kami makan di tempat makan indonesia, di Ayam Wong Solo. Udah makan dan keyang, kami masih lanjut lagi jalan ke Jonker Street dan melihat area Red Square di sekitaran Hotel. Akhirnya, kami mengakhiri hari itu dan balik ke hotel lagi untuk istirahat.

Day 3 – Kamis, 4 April 2019

Hari ketiga setelah sarapan di hotel kamipun memulai perjalanan kali itu dengan menyusuri Sungai Melaka dengan ferry. Banyak yang bilang bagusnya malam hari seh, tapi aku gak suka seh lihat sungai malam-malam, jadinya aku pilih pagi. Lumayan jauh juga menyusuri sungainya ternyata. Kirain aku cuma mentok disekitaran Red Square itu aja.

Setelah menyusuri sungai, kitapun balik ke Red Square apalagi kalau bukan buat foto-foto. Kami memilih hari kedua buat pepotoan di sini padahal hari pertama udah melewati ya karena emang hotel kita deket banget dengan wilayah ini, cuma 5 meteran cuss udah sampe. Tapi ternyata siang hari itu udah rame banget jadi susah buat cari tempat foto sepi, hahaha. Selesai foto kamipun cek out dan sebelum ke terminal bus, kami singgah dulu ke tempat makan yang sama seperti kemaren untuk makan siang.

Sampai di Kuala Lumpur udah sore banget dan kami langsung cuss cek in di hotel yang udah dibook dari Pontianak. Kali ini kami menginap di Melia hotel. Lumayan si abang suami lagi baik sama istrinya diinapkan di hotel berbintang 😛 Reviewnya menyusul yak 😀

Day 4 – Jum’at, 5 April 2019

Hari jumat kami isinya cuma jalan ke Genting. Aku udah pernah seh sekali ke genting, tapi si K kan belum dan pengen nyobain wahana saljunya karena kamikan semua belum pernah ketemu salju beneran 😦 Mudah-mudahan tahun depan pas ke Jepang bisa ketemu salju yang empuk2 gitu deh yak, hihihihi.

Day 5 – Sabtu, 6 April 2019

Hari ini temanya sebenarnya adalah Disney On Ice. Tapi karena acaranya udah lumayan sore, jadi paginya kami jalan-jalan dulu ke Mall buat makan siang 😀 Sayang banget aku banyak pepotoan pake Iphone XS aku yang baru dan lupa untuk matikan mode livenya. Akhirnya banyak foto-foto aku dihari ini jadi format video gitu yang gak bisa diextract jadi gambar biasa. Aku sedih >.<

Day 6 – Minggu, 8 April 2019

Hari ini penerbangan kami kembali ke Pontianak jadwalnya pagi banget jam 10 AM gitu. Makanya kami jam 7 udah jalan dari hotel dan sarapan di bandara aja.

Selesailah perjalan aku, suami dan si K bulan april lalu dalam rangka untuk menonton Disney On Ice. Setelah ini aku ada rencana buat jalan ke Jakarta bulan September dalam rangka ada saudara aku yang nikahan. Tapi lihat harga tiketnya kok ya ampun ya, menyedihkan banget, huhuhu.

Minggu kemaren pas Air Asia lagi promo freeseat, akhirnya si abang suami beli juga tiket PNK-KUL PP bulan maret untuk persiapan aku ke Jepang. Horeeee, akhirnya ke Jepang mulai terlihat hilalnya 😛 dan karena kok tiba-tiba lihat tiket ke Taiwan lumayan murah, cuma 1jutaan aja PPnya, akhirnya dengan nekat kamipun membeli tiket e Taiwan lagi untuk bulan July. WOW!

Semoga kita dikasih kesehatan buat bisa jalan-jalan terus yak! :mrgreen:

bye