Review Hotel ~ Annam Apartements


Yeaaay, balik lagi dengan review hotelnya si Irni. Masih dalam rangkaian liburan ke Aussie kemaren jadi masih ngreview hotel yang ada di Aussie aja biar gak kelupaan πŸ˜› Kali ini hotel yang aku review adalah hotel tempat aku nginep selama 6 hari di Sydney, yaitu Annam Service Apartemen. Yuks mari kita bahas satu persatu πŸ˜›

Sayangnya pas aku cari-cari foto dengan hotel ini kok ya aku gak nemu ya? Mungkin karena pengaruh aku sakit lumayan parah banget dari Perth ke Sydney jadi sampai hotel udah tepar banget. Ada juga video satu menit yang dibuat oleh si abang suami tentang hotelnya tapi ya kok ngevideoinnya gitu doang >.< Jadilah gak kelihatan detailnya sama sekali, huhuhu. Jadi beberapa foto yang aku posting di sini adalah dari website resminya Annam Apartements sendiri ya, soalnya aneh aja kalau gak ada foto sama sekali, hahahaha.

Kenapa Milih Hotel Ini?

Sebenarnya hotel ini gak terlalu ditengah kota banget, malahan kalau lihat peta CBDnya Sydney, daerah ini udah masuk ke ujungnya banget. Tapi karena kemaren kita udah nanggung dapat Hotel Perth yang ada fasilitas dapurnya, sayang aja gitu gak sekalian nyari hotel di Sydney yang ada fasilitas sama, jadi sekalian kami gak ada bawa perlengkapan dapur sama sekali. Setelah si abang ngubek-ngubek segala agoda, traveloka, booking dan lainnya, akhirnya dapet deh hotel dengan fasilitas yang kita mau.

Selain alasan di atas, tentu alasan wajib seperti dekat dengan lokasi stasiun kereta dan bis, mudah akses dengan tempat makanan halal dan harganya yang masuk dikantong tentu harus juga tetep diperhatikan lah ya.

Waktu aku searching tentang Sydney, entah kenapa kok ya Coca Cola Billboard sangat sering muncul. Kayak kalau nyari lokasi ini jaraknya berapa meter dari Coca Cola Bilboard, terus nyari foto itu langsung kelihatan Cocal Cola Bilboardnya, pokoknya sering deh. Eh pas pula kita dapat hotelnya pas dibelakang Cocal Cola Bilboard ini. Jadi gampang awal-awal masih kurang ngeh sama lokasi hotelnya ya cari aja bilboardnya, pasti langsung bisa ketemu hotelnya πŸ˜€

Lokasi hotel ini kalau lebih mudah mencarinya adalah di daerah Kings Cross. Makanya sehari-hari stasiun yang kita gunakan untuk bepergian juga adalah Kings Cross Station baik untuk kereta maupun untuk bis. Lebih dekat ke stasiun bis seh, jaraknya kira-kira 260 meter dari hotel (menurut google map) sedangkan kalau ke stasiun keretanya jaraknya 350 meter. Tapi karena aku pencinta kereta dan gak terlalu suka naik bus, maka sehari-hari kami lebih memilih jalan ke 350 meter itu seh daripada ke stasiun bisnya.

Kalau dari Bandara Sydney Int Airport ada dua cara menuju ke Hotel ini. Yang pertama dengan langsung naik keretadari bandara menuju ke Kings Cross Station. Pilihan ini dicoret sama si abang suami karena harga kereta dari dan ke bandara itu mahalnya kebangetan. Btw, kenapa seh selalu aja kalau naik subway/MRT dari dan ke bandara itu lebih mahal daripada naik di dalam kotanya? Di Singapore dan KL gitu juga deh kalau gak salah. Aku gak paham >.< Nah, karena pilihan pertama udah dicoret, makanya kita make pilihan kedua. Dengan menggunakan bus nomor 400 dari bandara ke Bondi Station, terus pindah menggunakan kereta dari Bondi Station ke Kings Cross Station yang didekat hotel tadi. Total waktu yang diperlukan naik bus dari bandara ke Bondi Station itu kurang lebih 1 jam 5 menit. Dari Bondi Station ke Kings Cross Station itu perlu waktu setengah jam lagi, plus jalan kakinya jadi total 2,5 jam deh dijalan rasanya.

Disaat kepala puyeng karena flu berat, lupa bawa antimo dari rumah dan menggeret koper disuhu yang dingin, itu kombinasi yang pas banget untuk tambah sakit. Maka akhirnya, pulangnyapun si abang suami kasian dengan sang istri dan memilih untuk naik kereta langsung dari stasiun central ke bandara, yeaaaay. Total waktu yang diperlukan hanya kurang lebih 15 menit loh! Ya, ampun, level orang kere ke orang normal itu emang beda jauh yak. Apalagi kalau orang kaya, hahahahaha.

Ok, lokasinya udah, terus fasilitasnya?

Seperti yang aku bilang di atas. Aku memilih hotel ini dikarenakan adanya fasilitas dapurnya. Kalau dari segi isi mirip-miriplah dengan Hotel All Suites Perth yang aku review kemaren. Cuma dari segi luas, di Sydney ini ukuran kamarnya lebih besar, jadi lebih enak guling-gulingan. Dan pemandangan dari kamarnya lebih kece dikit lah, jadi bisa pagi-pagi santai di meja makan sambil lihat pemandangan dari balkon πŸ˜€

Yang pasti ada dapur beserta perkakasnya. Dapurnya sendiri kompor listrik dengan 4 tungku, wastafel, microwave, kulkas ukuran besar, oven dan lainnya. Untuk perlengkapan makan dan masak juga lengkap seperti ada talenan, pisau, piring, gelas, panci, wajan, sendok dan garpu.

Di sini juga dapat perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, handuk yang bisa dituker setiap hari (etapi aku gak tuker setiap hari seh) dan bahkan sabun untuk kita cuci baju karena disediakan juga mesin cuci dan setrikaan.

Selain fasilitas yang ada di kamar, hotel ini gak ada fasilitas lain seh. Ya gak ada sarapan gitu, gak ada juga lobi yang luas atau kolam renang. Tapi untuk harga 900ribu yang aku bayarkan untuk 1 malam di Sydney, rasanya ini udah lumayan banget untuk kita melepas lelah setelah seharian jalan-jalan lihat Opera House πŸ˜›

So, ada yang mau liburan ke Sydney akhir tahun ini? Hotel ini bisa baget loh buat alternatif penginapannya :mrgreen:

 

bye.

Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market


Marilah kita menamatkan tulisan seri liburan aku dan keluarga ke Aussie bulan Agustus dan September lalu ini sekarang. Soalnya kok ya rasanya gak habis-habis gitu ceritanya, hahahaha.

Tapi sebelumnya, baca juga cerita ini di postingan sebelumnya yak πŸ˜€

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

Kalau kalian ke Sydney dan pengen punya foto dengan berlatar belakang Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge, maka kalian bisa melakukan itu dibanyak tempat. Pemerintah Kota Sydney udah bener banget menata gedung ini untuk bisa dilihat dari berbagai arah. Jadi, salah satu keinginan aku yang alhamdulillah berhasil terkabul adalah berfoto dengan mereka berdua diseluruh titik yang direkomendasikan orang-orang di blog, hahahahaha.

Pertama aku udah berfoto dengan Sydney Opera House di Circular Quay, terus aku juga udah berfoto dari lokasi Sydney Opera House itu sendiri. Lalu aku juga ada mengambil foto dari Royal Botanic Garden, aku juga udah naik ferry untuk bisa memotret Sydney Opera House secara utuh dari atas sungai, plus aku dapat foto kece juga dari Taronga Zoo, dari titik The Rock dan yang terakhir dan aku lakukan pada hari terakhir aku di Sydney adalah aku berfoto di Milsons Point. Lengkaplah sudah yak πŸ˜›

Untuk menuju ke Milson Point ini ada dua cara, pertama dengan kereta dan kedua dengan ferry. Aku tentu aja memilih dengan menggunakan ferry karena walaupun dapat menyebabkan mabuk laut untuk aku πŸ˜› Tapi naik ferry di Sydney ini terasa menyenangkan banget deh. Kalau kalian ke Sydney harus banget merasakan transportasi airnya Sydney ini.

Ke Milson Point dengan menggunakan ferry ini gampang banget kok. Kita tinggal naik kereta menuju ke Circular Quay, dan nanti dari Circular Quay kita tinggal naik ferry ke Milsons Point Station.

Hari itu dingin banget, pagi-pagi hujan dan sebenarnya buat males banget untuk keluar dari kamar hotel. Tapi karena ini hari terakhir kami, dan kami juga harus cekout dari hotel daripada bermasalah lagi dengan resepsionisnya, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari jam 10 pagi.

Niat awal yang cuma pengen pepotoan aja di Milsons Point, eh jadinya kita main di Luna Park karena si K rada merengek minta masuk ke sana. Padahal di Sydney ini gak ada rencana sama sekali main di tempat bermain seperti ini loh, karena di sana kan mihil buat masuk-masuk taman bermain πŸ˜›

Karena kita masih punya banyak waktu juga, tapi gak mau juga mainnya kelamaan, akhirnya kita putuskan untuk membeli tiket untuk dua wahana saja. Permainan di Luna Park ini dibagi berdasarkan tinggi badan, karena si K masih 4 tahun dan tingginya gak terlalu tinggi dibandingkan dengan anak-anak bule itu, akhirnya dia masuk ke kategori zona merah untuk anak yang paling kecil, hahaha. Dari dua pass masuk yang kita punya, si K akhirnya memutuskan untuk main komedi putar dan mobil-mobilan terbang.

Luna Park ini kalau aku lihat adalah taman bermain yang khas banget di Sydney kali ya. Sepenglihatan aku seh ini tempat udah tua banget, tapi mainannya masih amat sangat terawat. Bisa dibayangkan beberapa tahun yang lalu mungkin ini adalah taman bermain kebanggaannya Kota Sydney. Yang bermain di sini rata-rata yang aku lihat adalah orang Sydneynya sendiri atau paling gak orang Aussienya. Jarang banget aku lihat turis yang main disini. Jadi emang bukan lokasi favorit turis di Sydney yak.

Untuk mainannya sendiri seh lumayan lengkap. Ada beberapa permainan jenis roller coster untuk anak remaja gitu. Ada juga semacam pontang panting, ada bianglalanya juga (yang sukses buat si K pengen naik tapi kita gak kasih karena aku dan papanya gak beli tiket πŸ˜› ). Selama kami di sana juga ada beberapa karakter khas Luna Park yang mondar-mandir sambil menyalakan musik dan menari-nari gitu. Jangan disamakan dengan parade di Disneyland lah ya, tapi lumayan asyik lah.

Walaupun gak ada direncanakan sama sekali untuk ke sini, tapi aku lumayan senang karena bisa menghampiri tempat seperti ini. Liburan itu emang harus lama ya disuatu tempat, biar bisa leluasa jalan-jalan seperti aku di Sydney ini. Besok-besok kalau liburan lagi, aku maunya lama-lama lagi ah πŸ˜›

Habis puas main-main dan beli Cotton Candy di Luna Park, kita keluar lagi dan pepotoan lagi di Milson Point dengan latar belakang Sydney Harbour Bridge. Ini jembatan emang kece banget yak. Kalau ke Sydney lagi, aku pengen banget jalan kaki di atas jembatan ini dari ujung ke ujungnya. Seru kali ya. Tapi nanti, tunggu si K gak minta gedong kalau kecapean atau bosen di stroller πŸ˜›

Setelah foto-foto, kami naik ferry lagi dari Milsons Point Station menuju ke Pyrmont Bay untuk melanjutan perjalanan menggunakan Lighttrail menuju Fish Market Station untuk apalagi kalau bukan menuju ke Sydney Fish Market.

Sebenarnya, tujuan orang-orang ke Sydney Fish Market ini biasanya adalah untuk makan Fish and Chip. Makanan khas Aussie atau Inggris raya gitu lah. Tapi, karena ini adalah hari terakhir kami di Sydney dan malam ini adalah malam yang panjang di mana kami akan langsung ke bandara tanpa ada istirahat lagi dan akan menempuh perjalanan udara dari Sydney ke Kuala Lumpur yang menempuh 8,5 jam perjalanan, maka aku memutuskan untuk makan siang kali ini haruslah nasi. Agar perut kami aman paling gak sampai besok pagi saat sampai di Kuala Lumpur πŸ˜€

Walaupun gak makan di sana, tapi jalan-jalan di Fish Market ini tetep mengasyikkan kok. Lihat suasananya dan orang-orangnya sungguhlah aku sukak! Walaupun tempatnya gak secantik dan sekece waktu kami makan di freemantle, tapi untuk kalian yang gak singgah ke Perth kalau liburan ke sini wajib banget lah makan di tempat ini.

Aku sendiri pas kesini ada beli jus buah gitu satu jus apel (etapi bukan jus ya, ini kayak hasil perahan buah apel) dan cherry. Dan keduanya aku suka banget rasanya, terutama yang apel. Sayang banget ini hari terakhir kita, kalau gak aku bakalan beli banyak untuk dibawa ke hotel dan diminum dihari-hari berikutnya saking aku sukanya, hahaha.

So, segini dulu cerita perjalanan aku selama liburan di Aussie kali ini. Liburan kali ini sangat mengasyikkan banget buat aku. Bagi aku yang liburan biasanya cuma disekitaran Malaysia lagi Singapore lagi, datang ke Aussie dengan segala sesuatunya yang beda baik itu cuacanya, lingkungannya, orangnya, gedungnya dan rasanya, membuat aku senangnya kayak berlebihan gitu, hahaha. Padahal sepanjang di Sydney aku flu parah, tapi kadang kalau udah jalan flupun bisa dilupakan, hahahaha.

Karena pas mau buat itinerary ke Aussie ini aku masih susah dan jarang banget menemukan blog berbahasa Indonesia yang menceritakan perjalanan mereka ke Aussie, aku jadi pengen membuat beberapa postingan informasi gitu mengenai Aussie ini, misal review tentang hotel, atau transportasinya dll. Semoga gak keburu males duluan yak πŸ˜›

 

Ok, bye.

Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach


Karena kemaren di Perth gak sempat main-main di Gardennya yang terkenal, dan sebenarnya kami menyesal banget kenapa sampai gak bisa main karena salah satu tempat yang harus dikunjungi di Aussie dan setiap kotanya itu adalah garden, maka kamipun mewajibkan untuk bisa ke garden di Sydney ini.

Tapi, ternyata menjadwalkan untuk “cuma” main-main ke Garden ini susah juga ya. Karena pertama kami lebih memilih tempat yang iconic dan yang kedua, main di garden ini sangat ditentukan sama cuaca. Kalau cuacanya jelek ya gak mungkin dipaksain main ke sana. Alasan kemaren di Perth gak ke garden juga karena hari terakhir yang kita siapkan seharian mendung dan hujan, jadi gagal deh.

Untungnya waktu kita di Sydney ini lumayan lama dan kalaupun ada hari hujan kita masih punya pilahan beberapa hari untuk mengunjungi gardennya. Dan saat yang tepat itupun hadir sehari sebelum kita pulang ke Pontianak.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Pilihan kita kemaren jatuh ke Royal Botanic Garden. Alasannya karena ini garden (sepertinya?) paling gede di Sydney, dan yang kedua karena kita rasanya belum puas buat lihat-lihat Sydney Opera House kemaren, jadi harus diulang dengan latar yang berbeda, hahahaha.

Ternyata ke garden itu menyenangkan yak, hahahaha. Kami kemaren emang udah puas banget di Sydney, jadi pas main di Royal Botanic Garden ini kami mainnya santai-santai aja gitu dari pagi sampe siang. Karena punya waktu banyak kita bisa jalan-jalan sepuasnya di taman yang ternyata emang luas banget ini. Bisa foto-foto seseruan, bisa duduk-duduk santai, bisa ngajakin si K guling-guling di rumput (dan rumput di sini luas banget, jadi berasa banget bisa main-mainnya) dan sampai aku juga bisa buat live di Facebook dan ngerekan untuk vlog juga di sini. Pokoknya puas banget dah, hahaha.

Rute kami kemaren itu dari Circular Quay Station, masuk ke Royal Botanic Garden lewat tangga terdekat, terus jalan dari dalam gardennya menuju ke Macquarie’s Chair terus pulangnya menyelusuri waterfront menuju balik lagi ke Sydney Opara House. Dan ku senang sekali di sini πŸ˜€

Kalau kalian punya waktu banyak di Sydney wajib banget emang main-main ke Royal Botanic Garden ini deh karena suasananya menyenangkan banget. Kalau udah ketempat seperti ini aku suka iri deh dengan negara seperti ini dan selalu suka membanding, bandingkan dengan kota dan negara sendiri. Kapan yak, Pontianak bisa punya taman gede yang bisa untuk guling-gulingan, main bola atau hanya sekedar santai-santai gini? Hahahaha.

Setelah puas di Royal Botanic Garden kita lanjut lagi jalan kaki menuju ke The Rock disebelah kiri dari Circular Quay. The Rock ini, dari yang aku baca, adalah satu tempat old Town gitu. Berisi bangunan bangunan tua yang dijadikan tempat wisata. Tapi karena aku datengnya pas hari sabtu, jadi isi dari The Rock itu seperti disulap menjadi pasar dadakan, hahahaha.

Di The Rock ini banyak jualan-jualan kayak makanan, eksrim, pernak pernik sampe jual sabun dan lukisan juga ada. Untuk bangunan permanennya sendiri aku lihat ini diisi sama galeri-galeri gitu dan banyak cafe-cafe untuk duduk-duduk dan santai-santai cantik. Tapi tentu aja kami gak masuk dong >.< Kalau masuk bukannya duduk-duduk cantik, yang ada malah mengganggu ketenangan orang lain dengan kehebohan kita dan si K. Jadi kita sadar diri kalau jalan gini gak masuk ketempat begituan >.< Kemaren kami cuma muterin The Rock, beli-beli eskrim sampe jalan menuju ke bawah Harbor Bridge. Di sana kita numpang ke wc umum yang ada di sekitaran sini. WCnya itu di dalam ruangan yang kayak tua gitu, dan ini satu-satunya WC di Aussie yang rasanya aku rada jorok deh. Jadi yang jalan ke sini mending cari WC lain aja daripada masuk ke sini.

Dari The Rock, kami makan siang di salah satu restoran Malaysia dan setelah itu langsung menuju ke Bondi Beach, pantai paling fenomenal di Sydney yak πŸ˜› Ke Bondi Beach ini gampang kok, kalau aku dari Circular Quay, tinggal naik kereta hingga sampai ke Bondi Station, terus pindah naik bus nomor 380 ke Bondi Beach.

Kalau pendapat aku tentang Bondi Beach ini sebenarnya biasa aja seh, hahahaha. Padahal kata temen aku pantai ini fenomenal banget yak. Sering masuk acara TV apa gitu. Tapi menurut aku pantai ini kurang interaktif. Mungkin karena aku perginya pas musim dingin kali ya, jadi pantainya gak rame dan gak ada acara atau permainan apapun di sana. Walaupun tetep dong masih banyak orang berenang dan main surfing ditengah suhu yang hanya satu digit itu. Aku yang udah pake baju 3 lapis aja rasanya merinding loh kena angin pantai ini. Lah gimana yang bisa berenang cantik sambil main air gitu yak? Hebat bener kamu mas/mbaknya.

Besok hari terakhir aku di Sydney. Sedih ya kalau udah mau pulang gini. Lebih sedih lagi karena tahun 2019 aku gak ada liburan gede gitu. Selain mau ngerjain niat yang tertunda bertahun-tahun untuk besarin rumah (ya doain aja tahun depan bener-bener bisa terealisasikan) tahun depan juga tahun di mana kami harus menyiapkan uang untuk pendaftaran sekolahnya si K. Baru tahun 2020 kami bakalan ada rencana liburan lagi ke Jepang. Tapi tiketnya aja belum beli ya, jadi belum dipastikan juga πŸ˜›

Besok bakalan jalan-jalan ketempat yang belum kita kunjungi sedikit-sedikit lagi di Sydney, habis itu bye-bye liburan panjang kita >.<

 

Liburan di Sydney : Paddy Market dan Museum Australia


Hari ini sebenarnya diisi dengan males-malesan di Sydney. Kita udah tahu bahwa akan ada hujan jam 1 siang diseluruh wilayah Sydney, dan rencana kita adalah untuk pergi ke taman yang notabene gak mungkin kalau cuaca hujan ke sana. Tapi tetep aja kaki males banget diajak jalan dan merasa leyeh-leyeh di apartemen adalah pilihan yang tepat πŸ˜›

Tapi, akhirnya kita turun juga dari apartemen jam 10 pagi. Nungguin bis di stasiun yang tak kunjung dateng (yang ternyata butuh waktu 20 menit) eh tiba-tiba hujan gerimis turun. Berdiskusi deh kami berdua apa bisa dipaksain untuk maen di taman? Ya jawabannya tentu aja gak bisa dan gak mungkin, sehingga kita puter jalur dan akhirnya mengunjungi Paddy’s Markets untuk beli oleh-oleh.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Paddy ‘s Markets ini sebenarnya sejalur dengan Darling Harbour yang kami kunjungi kemaren. Cuma karena kita ke Darling Harbour udah sore dan si Paddy’s ini bukanya hanya dari pukul 10 am sampe 6 pm jadilah kita gak singgah. Paddy’s Market ini juga gak buka 7 hari. Hari operasionalnya adalah dari hari Rabu sampe Minggu, jadi hari senin dan selasa tutup. Sebenarnya aku gak tahu dengan jadwal tutup ini, untung kami datang pas hari jum’at jadi pasarnya masih buka πŸ˜€

Untuk bisa sampai ke sini mudah aja kok. Darimanapun tinggal naik train menuju ke Stasiun Central. Dari Stasiun Central keluar dan pindah untuk naik Light Rail menuju ke Capital Square Station.

Paddy’s Market ini gimana ya menggambarkannya. Dia itu kayak pasar tradisional dengan gedung yang gede dan tinggi seperti pasar ikan dengan lapak-lapaknya, tapi ini isinya bukan barang untuk masak. Ya gitu deh kira-kira πŸ˜› Ya soalnya kalau disamain dengan Tanah Abang beda seh menurut aku. Kalau tanah abangkan kios-kios gitu bentuknya dan dia ada lantai-lantai layaknya toko. Nah Paddy ini gak gitu, ya betuknya seperti aku aku sebutin barusan deh, hahahaha.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh di Sydney harusnya seh belinya ya di Paddy’s Market ini, karena emang yang aku lihat harganya paling murah dibanding ditempat manapun yang turis banget. Dan satu hal yang paling menyenangkan buat belanja di sini adalah para penjaganya rata-rata adalah orang Indonesia. Jadi bisa langsung capciscus tanpa perlu mikir dulu kalau mau beli sesuatu πŸ˜› Kekurangannya (plus bisa juga kelebihan seh kalau untuk aku) tempat ini itu harga pas. Jadi gak bisa nawar yak di sini.

Kami kemaren lumayan borong belanja di sini, bahkan hari terakhir di Sydney balik lagi ke sini karena rasanya oleh-oleh untuk temen dan keluarga masih kurang πŸ˜› Kemaren ada beli kaos gambar Sydney, gantungan kunci, tas lipat gitu yang semuanya gak ada untuk beli diri sendiri dong karena aku paling males pake baju model gituan karena berasa norak, hahahaha. Untuk diri sendiri palingan aku beli piring pajangan gitu terus beberapa magnet kulkas untuk koleksi. Plus juga ada beli pajangan mobil yang tata surya itu gambar koala karena si K pengen mobilnya ada itu πŸ˜› dan ada beli LOL surprice juga yang ternyata adalah LOL palsu πŸ˜›

Habis dari Paddy’s Market kita kemudian makan (ditempat yang sama dengan dibagian IV πŸ˜› ) sholat terus bingung lagi mau jalan kemana karena hari itu cuaca jelek banget. Tempat yang mau kita kunjungi di Sydney itu rata-rata adalah di outdoor, jadi bingung banget dah mau ke mana hingga akhirnya Papa si K ngajakin ke museum aja. Ya daripada balik dan masih sore gini, aku mah hayok aja.

Si K beberapa waktu belakangan kemaren lagi seneng-senengnya dengan Dinasourus. Dia udah hapal banget gitu nama-nama Dinasourus yang banyak itu. Karena si abang lihat akan ada dinosaurus di Museum ini maka kitapun ke sana. Etapi ternyata pas kita masuk tempat dinasourusnya lagi direnovasi dong, jadi gak bisa dilihat lihat >.< Untung masih ada 2-3 dinasourus yang dipajang di depannya seh jadi si K masih gak terlalu kecewa.

Isinya sendiri gimana? Ya sebagai orang yang gak terlalu ngeh dan gak terlalu suka dengan Museum aku bingung juga seh menggambarkannya, hahahaha. Yang pasti museumnya ini kayak menceritakan Australia dari segala sisi. Oh ya nama Museumnya sendiri adalah Australia Museum. Jadi di sini ada menampilkan bermacam-macam binatang yang ada di Australia dalam bentuk aslinya. Ada juga menceritakan sejarah Australia dari sisi suku aboriginnya (yang mana aku cuma lihat orang aboringin di Aussie ini cuma dua kali di museum dan di Circular Quay jadi pengemis >.< ) batu dan mineral yang terkandung di dalam buminya, dan lain sebagainya.

Si K walaupun gak terlalu antusias tapi dia lumayan bisa menikmati seh di Museum ini. Jadi ya lumayan melepas waktu sambil menunggu malam dan kitapun langsung pulang ke apartemen lagi.

Besok isi jalan-jalan kita lebih berfaedah seh, dan ternyata kita bisa menyelesaikan itinerary yang aku buat di hari ini loh. Aku seneng banget. Tumben itin kita bisa lulus lengkap bahkan ada nambah beberapa tempat baru yang gak masuk itin dan kita kunjungi! :mrgreen:

 

Bye.

Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour


Hari ini aku senang sekali, karena hari ketiga di Sydney ini aku mengunjungi tempat yang sangat indah menurut aku. Pertama indah alamnya dan yang kedua indah gedungnya. Aku suka keduanya! Bahkan aku pengen balik lagi ke Sydney jadinya karena dua tempat ini. Mudah-mudahan deh yak ada rejeki lagi πŸ˜€

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Karena kami memiliki waktu cukup banyak di Sydney yaitu enam hari full di Sydney doang, akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan Blue Mountain ke dalam itinerary aku selama di sana. Awalnya sempat ragu mau ke Blue Mountain karena kan cuma gunung doang apa bagusnya? Tapi karena seluruh blog, buku dan bacaan aku lainnya mengatakan kalau kita punya waktu lebih di Sydney harus banget ke Blue Mountain ya kenapa gak? Sempat juga kepikiran aku untuk pergi one day tour ke Canbera aja. Lumayan kan yak nambah satu kota di Aussie yang dikunjungi, tapi pas lihat lamanya perjalanan di sana dan transportasi yang nyaris sulit (banyak yang merekomendasikan pake paket tour aja dari Sydney atau nyewa mobil sekalian, tapi kamikan gak punya sim internasional >.< ) maka opsi itupun kami batalkan.

Blue Mountain adalah satu kawasan taman nasional yang masuk ke dalam situs warisan dunia. Titik tertinggi di Blue Mountain ini adalah 1190 meter dari permukaan laut dan dibelah oleh jurang dengan kedalaman hingga 760 meter. Untuk sampai di ke Blue Mountain ini mudah kok. Kalian dari mana saja tinggal naik train menuju ke Central Station kemudian dari Central Station tinggal naik kereta lagi menuju ke Katoomba. Dari Central Station ke Katoomba inilah yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Tapi tenang aja, pemandangan selama kita berkereta ini cantik banget kok. Pemandangan khas desa-desa Aussie yang aku suka banget ngelihatnya! Rumah-rumahnya, jalan-jalannya, bahkan pas pulangnya kami bertepatan dengan pulangnya anak-anak SMP gitu yang masuk ke kereta dengan berbagai gaya mereka dan seragam sekolahnya yang khas gaya inggris banget itu. Itu pemandangan yang mahal banget kan yak. Aku suka!

Sesampainya di Katoomba Station kita akan mendapatkan stasiun kereta yang klasik banget. Banyak diantara blog-blog yang aku baca memuji stasiun ini. Tapi karena aku barusan aja jalan di Perth dan melihat Stasiun Freemantle yang lebih klasik daripada stasiun Katoomba ini jadi jatohnya biasa aja seh yak πŸ˜› Dari stasiun kereta api tinggal jalan kaki dikit aja untuk nunggu bus nomor 686 menuju ke Echo Point. Echo Point inilah tempat di mana kita dapat melihat hamparan dari gunung-gunung di Taman Nasional Blue Mountain ini.

Jadi gimana Blue Mountain? Bagus banget kakak! Aku suka banget!

Gimana ya, aku ini bukan tipe orang pecinta alam gitu. Aku suka banget dengan air terjun misalnya, atau gunung atau danau. Tapi kebanyakan untuk mencapai ketempat itu di Indonesia ini rata-rata harus dengan perjuangan yang sangat panjang. Melewati tempat-tempat yang perlu tenaga ekstra dengan fasilitas seadanya. Kalau tipe aku ini, pengennya ke gunung tapi naik cable car misalnya, atau ke danau atau ke air terjun dengan air mulus tanpa bebecekan. Males banget harus kotor-kotoran untuk melihat satu lokasi aja. Makanya aku lebih senang city tour daripada ke alam.

Nah, kalau di luar negeri ini, apalagi negara-negara yang udah lumayan maju, kita bisa ke alam dengan fasilitas yang maksimal! Contohnya aja di Blue Mountain ini. Untuk menikmati pemandangan gunung dari atasnya yang spektakuler banget itu kita gak perlu mendaki dulu dan berbecek-becekan. Hanya dengan duduk manis di dalam bus dan voila! Kita akan sampai titik atasnya dengan pemandangan yang indah banget. Di titik ini udah disediakan semua fasilitas dasar mulai dari toilet yang bersih bahkan lebih bersih dari toilet Mall di Pontianak, titik poin untuk berfoto, bahkan jalur rambat untuk yang berkebutuhan khusus. Semua orang bisa menikmati alam deh pokoknya. Seru banget kan!

Gak seru dong irni kalau ke gunung cuma gitu doang. Kan menikmati gunung itu serunya ya dari pendakian itu! Eitts, tenang aja kakak-kakak sekalian. Kalau kalian kurang puas hanya dengan melihat pemandangan dan udara yang amat sangat segar ini, kalian masih bisa tracking kok. Mau tracking yang biasa-biasa aja sampai yang perlu waktu seharianpun ada! Tapi tetep digaris bawahi adalah dengan fasilitas yang maksimal! Aku terharu >.<

Biar dikata kami club pemalas untuk jalan kaki, tapi tetep dong aku mau juga traking di Blue Mountain ini. Pilih Trackingnya yang paling deket aja ke Three Sister yang merupakan gunung paling iconic di Blue Mountain ini. Kata petunjuknya seh cuma perlu waktu 15 –Β  20 menit berjalan kaki sekali jalan ke Three Sister ini. Ok yak, hayuk aja.

Dari foto kelihatan kalau Three Sister ini jauh ya. Tapi ternyata gak begitu jauh juga kok. Cuma ya kami jalan kakinya ya gak 20 menit. Ada kali 45 menit sekali jalan. Untungnya jalan ke sana gak terlalu curam dan menanjak. Pas mau turun ke Three Sistenya aja yang ada beberapa jalan menurun dengan tangga yang cukup sulit untuk aku lalui. Sampe ngos-ngoson loh! Si K tapi alhamdulillahnya mantap banget naik turun tangganya. Pas ditanya kecapean gak? Dia bilang gak capek sama sekali. Terus emaknya yang capek karena sibuk ngejagain dia biar gak jalan ditempat yang berbahaya >.<

Setelah puas jalan-jalan dan sedikit tracking ke Three Sister, kitapun memutuskan untuk kembali ke Kota dan makan siang di Doner Kebab. Doner Kebab ini adalah restoran khas Turki yang terletak persis tepat di depan pemberhentian bus di dekat stasiun kereta tadi. Sayangnya di tempat ini gak ada nasinya, jadi lagi-lagi aku memilih menu Fish And Chip dan si abang milih menu kebab. Rasanya lumayan enak seh. Tapi untung kita ada bekal nasi plus rendang yang dibeli pas di Shalom kemaren (baca bagian 6) jadi makan masih berasa nikmat lah πŸ˜›

Udah kenyang makan, kamipun langsung balik ke Stasiun Kereta menuju ke Central Station. Oh ya, ngomongin soal central station ini stasiun utama di Sydney yang gede banget. Di sini adalah pertemua semua moda transportasi di Sydney kecuali Ferry. Dan kalau bicara soal stasiunnya ini aku suka banget deh. Bentuknya klasik gitu karena menggunakan bangunan tua, tapi walaupun klasik masih terasa megahnya. Aku beberapa kali melewati stasiun ini tetep selalu kagum dengan bangunannya. Indah banget menurut aku. Etapi kok aku gak nemu ya foto Central Stationnya, hiks.

Dari Central Station kamipun naik transportasi yang berbeda lagi di Sydney untuk menuju ke Darling Harbour yaitu naik Light Rail. Laight Rail ini semacam trem kali yak. Yang train tapi pendek dan jalannya di jalan raya. Yang unik dari naik Light Rail ini kita ngetap OPALnya gak ada yang ngejaga gitu. Jadi disetiap stasiun ada tiang-tiang tempat kita untuk ngetap kartunya. Aku suka becanda sama si abang suami, kalau cara gini diterapkan di Indonesia kira-kira bisa gak yak? Mungkin bisa bangkrut perusahaannya karena kebanyakan orang banyak yang gak ngetap kartunya kali yak πŸ˜›

Karena tujuan kita adalah Darling Harbour, jadi dari central kita turunnya di Exhibition Centre. Jalan kaki bentar langsung ketemu dengan playground! Si K yang udah mulai teler sebenarnya langsung on lagi dengan main-main di playground ini. Playground di Darling Harbour ini adalah playground yang paling gede yang aku temui selama di Aussie. Jadi emang menyenangkan banget, sampe aku juga ada beberapa permainan yang ikut main dan emang bahagia banget ya main playground ini, pantes si K senang! πŸ˜€

Darling Harbour ini ternyata keren banget tempatnya. Aaaahhh, aku suka, aku bahagia di sini, hahahaha. Jadi disini itu kayak kumpulan Mall-mall gede dan didekat harbournya banyak terdapat bar-bar gitu yang banyak banget orang-orang duduk duduk santai sambil ngebir dan menikmati pemandangan. Sayangnya kita selalu gak nemu tempat nongkrong yang kelihatannya halal gitu, jadi selalu berakhir dengan kita jalan-jalan doang. Si K juga sempat naik komedi putar di sana. Setelah puas pepotoan dan menikmati pemandangan yang bahkan kami gak nemu di Jakarta yang seperti ini, akhirnya kamipun pulang ke hotel.

Satu hari lagi yang menyenangkan dilalui di Sydney πŸ™‚

 

bye.

Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park


Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Salah satu niatan kita pergi ke Aussie ini, selain pepotoan di Sydney Opera House ( πŸ˜› ) adalah untuk melihat langsung Kangguru. Sebenarnya si abang pengen melihat Kangguru dari alamnya langsung di Taman Nasional gitu. Tapi pas aku lihat-lihat cara mendatangi tempatnya udah keburu males duluan, hahahaha. Jadilah aku bilang ke abang bagaimana kalau kita lihat Kanggurunya di Kebun Binatang aja. Selain dekat dan gak menghabiskan waktu, juga bisa melihat binatang lain dan menambah wawasan si K tentang dunia hewan (tsaah, asalannya bisa aja ya si Irni πŸ˜› )

Akhirnya, usulan akupun disetujui oleh si abang. Emang dasar kami keluarga pemalas jalan kaki jauh ya, jadi kalau ada pilihan yang deket dan dan buat capek pasti itu yang dipilih πŸ˜› Lagiankan kita sama anak balita umur 4 tahun, yang terlalu repot gak ada jadi pilihan seh.

Kalau kalian ke Sydney dan mau ke kebun binatang, Taronga Zoo adalah pilihan yang tepat menurut kami. Taronga Zoo adalah kebun binatang kota Sydney, Australia yang pertama kali dibuka pada tanggal 7 Oktober 1916. Kebun binatang ini terdapat di daerah pesisir pantai dari pelabuhan Sydney (Sydney Harbour) di Mosman. Luas kebun binatang ini adalah 287 hektare dan memiliki lebih dari 26.000 binatang.

Untuk bisa sampai ke Taronga Zoo ini ada tiga pilihan transportasi yang bisa dipilih. Pertama dengan train, kedua dengan bus, dan ketiga dengan ferry. Karena kami bertiga belum merasakan naik ferry di Sydney, tentu ini yang menjadi pilihan kami untuk mengunjungi Taronga Zoo ini. Caranya gampang kok. Dari manapun kalian tinggal naik train menuju ke Circular Quay Station. Keluar dari Circular Quay langsung turun dan masuk ke dermagaΒ  jalur F2 untuk ferry ke Taronga Zoo. Tapi untuk ferry ini aku agak kurang yakin seh di mana tempat yang tepatnya, soalnya dermaga untuk jalannya suka ganti-ganti gitu. Di Circular Quay ada 6 dermaga klo aku gak salah hitung πŸ˜› jadi daripada kesesat ke tempat yang salah, lebih baik membaca petunjuknya dulu di depan dermaganya. Cukup jelas seh petunjuknya, jadi gak mungkin salah, hahaha. Dari dermaga di Circular Quay kita akan langsung bergerak menuju ke Taronga Zoo.

Biaya masuk ke Taronga Zoo adalah sebesar $57 untuk adult dan $34 untuk child. Biaya ini udah termasuk tiket naik ke Taronga Zoo menggunakan cable car. Sebenarnya bisa lebih murah kalau kita gak pake cable car dan memilih masuknya pake bus aja. Mungkin lebih murah lagi kalau jalan kaki kali yak πŸ˜› Tapi kalau aku rekomendasikan pake cable car seh lebih seru. Bisa ngelihat seluruh kebun binatang plus pemandangan Sydney Opera House dari atas kan seru yak πŸ˜€

Jadi gimana Taronga Zoonya? Hmm, biasa aja seh menurut aku, huahahahaha *dipentung* Kalau kalian pernah ke Singapore Zoo, Taronga ini mirip seperti itu deh. Tapi aku lebih suka dengan Taronga seh dibanding dengan Singapore Zoo dari segi tempatnya yang luas dan tata letaknya yang mudah untuk dinikmati. Kalau Singapore Zoo aku rada bingung dengan tata letaknya. Pas aku ke sana aku jalannya berputar-putar gitu saking bingungnya. Tapi kalau dari jenisnya lengkapan Singapore Zoo seh, karena di Taronga gak ada jenis macan singa gitu. Palingan yang paling mencolok di sini emang kangguru dan koalanya aja. Jadi kebun binatang favorit irni apa? Ya tentu saja Taman Safari dong! Hahahaha. Iya ya, aku masih paling suka dengan model taman safari gitu. Seru aja lihat binatang yang hidup bebas dan gak dikurung. Mudah-mudahan ada rejeki pengen banget safarian di afrika deh yak satu kali, pasti sangat-sangat jauh lebih seru πŸ˜€

Serunya di Taronga ini juga adalah dibeberapa sudut kebun binatangnya ada tempat bermain gitu untuk anak-anak. Jadi kalau anaknya udah mulai bosen keliling-keliling lihat binatang, dan emak bapaknya udah mulai capek ngejar anak-anaknya (iya ini ceritain aku πŸ˜› ) eh pas banget ada tempat bermain yang cukup luas tapi anak-anak bisa dipantau hanya dengan emak bapaknya duduk-duduk manis dikursi yang udah disediakan. Asyik banget kan yak πŸ˜€

Di sini juga ada pertunjukan anjing laut gitu. Walaupun kita nonton karena si K pengen banget nontonnya pas lihat pertunjukannya dari luar, tapi aku suka sedih membayangkan bagaimana para binatang itu dididik sampai mereka bisa patuh gitu untuk sebuah pertunjukan. Semoga makin berkurang deh yak pertunjukan yang melibatkan binatang gini.

Dibagian ujung kebun binatangnya, kita akan dapatkan ada sepetak tanah luas gitu yang banyak terdapat tenda-tenda gitu. Emang ada gitu yang mau berkemah di tengah kebun binatang? Tapi pemandangan dari sini emang keren seh. Pemandangan dari atas bukit mengarah langsung ke sungai dan Sydney Opera House. Cantik!

Karena kita keluarnya masih siang, akhirnya kita memutuskan untuk makan di daerah CBD aja. Kita makannya di rumah makan Indonesia bernama Shalom.

Town Hall ke Shalom Restoran Indonesia

Ini rumah makannya bersertifikasi halal seh walaupun namanya kayak gak halal gitu yak, hahahaha. Kami sering banget makan disini. Kalau gak salah sepanjang liburan di Sydney ada kali 4 kali makan di sini. Soalnya kan aku kurang pandai untuk menikmati makanan yak, jadi kalau udah ada tempat yang pas dilidah ya udah kesana terus πŸ˜›

Lagian tempat ini strategis banget, di tengah CBD gitu. Untuk ketempat ini tinggal ambil train dan turun ke Town Hall Station terus jalan kaki sedikit sampe deh.

Musallahnya ada di dalam City Express Supermarket itu
Lokasi York St Musallah dari Shalom Restoran

Habis makan terus cari tempat sholat. Hasil googling ada satu tempat sholat gitu di daerah Queen Victoria Building. Jadi satu blok di belakang mall itu ada satu mini market yang di dalamnya nyediakan tempat untuk sholat dengan fasilitas seadanya. Namanya York St Musallah. Walaupun seadanya, tempat ini selalu rame loh. Aku dua kali ke sini dan selalu ada aja orang-orang yang sedang sholat. Ada yang emang orang Sydney dan gak kalah rame yang pejalan kayak kami gini. Di sini juga udah disediakan sendal untuk ambil wudhu, sajadah, mukena dan tempat cowok dan ceweknya juga dibedakan walaupun cuma dipisah tirai seadanya gitu.

Udah kenyang, udah sholat, mari kita lanjutkan jalan-jalannya lagi. Karena udah beredar di sekitaran Queen Vicotria Building dari tadi, maka kitapun sekalian aja nginterin tempat ini.

Jadi Queen Victoria Building ini adalah bangunan tua yang dijadikan mall gitu. Mall mewah seh menurut aku, dapat dilihat dari barang-barangnya yang gak bisa kebeli oleh si irni πŸ˜› tapi walaupun mewah gedungnya ini kecil banget untuk ukuran mall. Untuk ukuran mall orang Indonesia yang biasanya mall itu segede gaban yak πŸ˜› Jadi cuma jalan-jalan sebentar pepotoan udah deh selesai. Mau nongkrong juga takut uang liburan seminggu habis cuma untuk ngopi ngopi cantik πŸ˜› jadilah kita keluar aja sambil lanjut pepotoan di luarnya.

Dari Queen Victoria Building, kita lanjut lagi jalan kaki ke Hyde Park. Mumpung masih sore jadi foto-fotonya bisa terangan dikit nampakin muka kita. Penting kan yak udah jauh-jauh dateng eh fotonya burem kan kami sedih. Belum tentu bisa ke sini lagi, hahahaha.

Hyde Park ini adalah taman yang kurang interaktif, hahahaha. Ya apa ya? Isinya itu cuma rumput-rumput gitu dengan dikelilingi oleh pohon-pohon gede. Rumputnya itu gak terlalu luas karena banyak dipotong oleh jalan-jalan kecil, jadi rasanya nanggung gitu untuk gelulingan di rumput atau sekedar untuk piknik. Di tengah Parknya ada semacam air mancur gitu yang kita bisa duduk-duduk disekelilingnya. Atraksi utama Hyde Park ini justru menurut aku adalah gereja St Mary’s Cathedral.

Tapi mungkin kalau aku orang Sydney bakalan suka ke Hyde Park ini sore-sore cuma untuk duduk-duduk santai dan ajak anak main-main. Soalnya di Pontianak kan gak ada taman yang isinya rumput hijau gitu. Setiap pembangunan taman isinya kalau gak perosotan ya air mancur. Aku pengen ada taman untung gegulingan bapak walikotaaaa >.< (banyak maunya πŸ˜› )

Udah puas main-main plus pepotoan di Hyde Park, dan karena udah malam juga, akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Karena baru jam 7an gitu, dan si abang bilang rasanya hotel kita gak terlalu jauh dari Hyde Park, maka dengan mulianya si abang suami memberikan ide untuk kami jalan kaki aja dari Hyde Park ke hotel.

Hasilnya? Itu jauh banget kakak! Jangan percaya dengan itu google map yang bilang 17 menit. Ada kali aku jalan kakinya 45 menit loh. Poin aku itu Coca Cola Billboard yang segede gaban, tapi pas jalan kok ya gak sampe-sampe gitu, hiks. Padahal besok-besoknya si abang ngajak pake bus itu deket loh, cuma lima menit aja naik bisnya, huh!

Sampai di hotel langsung makan, sholat dan tidur. Besok perjalanan jauh mau ke Blue Mountain πŸ˜€

 

 

bye.