[Review Hotel] The Rucksack Caratel, Melaka


Setelah menulis perjalanan aku di Melaka kemaren, maka marilah kita mereview sedikit hotelnya. Pas aku bilang hotel aku berada di area Req Square-nya Melaka, ternyata banyak yang penasaran dong! Aku sendiri sebenarnya waktu pertama kali si abang suami bilang bahwa hotel kami di daerah ini gak ngeh-ngeh amat seh. Karena dari dulu jalan emang aku dan suami udah punya tugas masing-masing. Aku yang tugasnya membuat itinerary dan mengatur mau ke mana aja Kami di suatu kota nanti, suami yang ngurusin pembelian pesawat dan hotelnya. Karena biarlah urusan keuangan balikkan ke para suami kan yak :mrgreen:

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Seperti yang aku sebutkan di atas, bahwa aku sama sekali gak mencampuri pengurusan pencarian tentang hotel ini. Biasanya, si abang suami yang ngubek ngubekin aplikasi semacam Traveloka, Agoda, dll. Saat dia udah dapat beberapa pilihan hotel, nanti dia share link hotelnya ke Aku, nah tugas aku adalah memilih hotel yang paling aku suka, hahahaha. Kriteria aku masih tetap sama dengan review hotel yang udah sering banget aku bahas, yaitu kamarnya bersih, rapi dan tidak terkesan gelap dan tua. Karena kamar gelap dan tua itu sangatlah mengganggu buat aku. Aku zonk banget itu adalah kamar hotel pas kita ke Shenzhen tahun 2016 lalu. Pokoknya setelah itu aku gak mau nginep di kamar tua. Setelah itu, aku pastiin lokasinya, karena sebagai emak-emak jarang berolah raga, kaki aku harus disayang semaksimal mungkin 😛

Alasan Memilih Hotel Ini

Udah template ya, kenapa seh si Irni memilih hotel ini? Karena ya seperti aku sebutkan di atas, pas aku cek foto-foto kamarnya ok, dan pas di cek review dari traveller di Tripadvisornya juga ok. Selain itu dipilihnya hotel ini ya karena lokasinya seh. Aku gak ngeh seh dengan lokasinya tepatnya di mana, tapi kata si abang dekat banget sama lokasi wisata yang aku mau. Ya, kalau gitu seh aku yess aja.

Setelah model kamar dan lokasi udah ok, lalu apa yang si Irni perhatikan lagi untuk memutuskan apakah hotel ini tepat atau tidak? Ya apalagi kalau bukan harganya seh :mrgreen: Karena kami liburannya masih di Malaysia, langsung auto mikir harganya harus murah seh. Kecuali emang mau nginep di Resort kayak di Penang kemaren ya emang rada mahalan. Tapi kalau cuma untuk tempat tidur ya harus paling murah lah, hahahaha.

Harganya, untuk ukuran lokasinya yang ok banget itu termasuk ok lah ya. Dua malamnya IDR 868.537 atau satu malamnya IDR 434.268 aja. Walaupun sebenarnya harusnya masih ada yang lebih murah daripada ini. Tapi dilihat Kami yang bookingnya gak jauh-jauh hari dan lokasinya yang 100% strategis banget ini jadi jatohnya pas seh menurut aku.

Terus Gimana Kamarnya Niee?

Kamarnya sendiri seperti yang aku sukai seh, model modern minimalis gitu. Untuk ukuran ternyata gak begitu sempit loh. Aku udah pesimis karena kan kelihatan bangunannya cuma nempel gitu diselipan Red Square, tapi ternyata mereka mendesignnya sangat bagus seh. Di dalam kamarnya kita dapat handuk dua buah, peralatan mandi dan sikat gigi, setrikaan, teh dan kopi dan yang paling menyenangkan untuk aku selain dapat bantal seperti biasa, hotel ini juga menyediakan guling loh. Aku bahagia :mrgreen:

Alasan lain yang buat aku memutuskan untuk ambil hotel ini adalah karena mereka menyediakan sarapan pagi. Dulu sering mikir kalau sarapan pas liburan enaknya nyobain tempat sarapan lokal kan yess. Tapi setelah beberapa kali liburan, ternyata adanya fasilitas sarapan di hotel ini sangat membantu aku seh untuk mengatur waktu jalan-jalannya. Jadi habis mandi bisa cuss makan jadi setelahnya bisa langsung jalan-jalan terus.

Kirain aku dapat makan itu sejenis Hotel Izumi di Bukit Bintang itu yak, yang sarapannya dapat nasi goreng, kadang mie goreng, dan beberapa menu makanan berat lainnya yang nampol banget deh. Ternyata di sini gak dong 😥 Di sini cuma disediakan semacam sereal gitu, terus roti tawar, beberapa jenis jus, susu, dan buah-buahan. Untungnya si K udah bisa sarapan pake sereal model cococrunch gitu jadi bisa aman deh untuk sementara. Tapi kalau gak bawa anak udah cukup banget seh untuk aku, karena makan roti bakar juga udah kenyang kan yak.

Terus apa lagi ya? Rasanya udah deh, karena ini hotel non bintang jadi gak ada fasilitas apa-apa lagi seh. Tapi pas aku search di google hotel ini kok ada fasilitas kolam renangnya juga loh! Tapi aku gak lihat disebelah mananya seh yak. Dan aku juga gak tertarik buat berenang saat di Melaka seh, hahahaha.

Sedihnya adalah, pas aku nulis review hotel ini kok aku pas banget lihat di google maps bahwa hotelnya udah tutup. Tapi jangan sedih dulu, masih ada kok hotelnya dilokasi yang sama. Cuma ganti manajemen aja dan ganti nama. So, yang mau nginep di daerah RedSquare maish bisa nginep di hotel ini.

[Review Hotel] Izumi Bukit Bintang


Waah, udah lama banget rasanya gak nulis di blog yess. Terakhir nulis itu tanggal 27 Maret tentang review film Wonder Park. Setelah itu di blog cuma ada postingan schedule biasa tentang drama korea. Hahaha. Walaupun ‘baru’ sebulan gak update tulisan, tapi rasanya udah lama banget karena aku juga gak ada buka dashboard blog ini sama sekali loh. Pokoknya gak diperhatikan bener deh. Karena apa? Karena ceritanya aku baru pindah kantor lagi awal bulan April ini, hahaha.

Yak, setelah tahun 2017 lalu aku akhirnya meminta pindah dari kantor lama aku di kesehatan ke kantor baru aku di kominfo, sekarang aku pindah lagi. Kali ini dipindahkan, bukan minta pindah lagi 😛 Dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih banyak dibandingkan dulu di Kominfo, jadi aku ragu seh bakalan bisa update blog secara berkala lagi. Kecuali aku beli laptop atau komputer buat di rumah. Tapi masih galau aja seh mau belinya, hehehe.

Ok, sepertinya intro gak nyambung dengan postingannya udah sampai di sini aja, marilah kita lanjut untuk me-review hotel yang aku inapi di Kuala Lumpur saat liburan aku bulan Januari lalu.

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

Alasan memilih hotel

Karena lokasinya dong yak! Jadi aku tuh baru dua kali yang nginep di Kuala Lumpur beneran gitu. Seringnya ke KL ya cuma transit aja kalau mau liburan ke mana. Kalau transitnya rada lamaan biasanya aku jalan ke tengah kota ke mallnya. Kalau transitnya cuma bentaran paling ke mall juga tapi yang di dekat bandara. Dua kali nginep di kuala lumpur di hotel yang sama di daerah Bukit Bintang coret. Kalau dulu belum ada MRT, jarak dari terminal monorail ke hotel ini jalan kaki sekitar 15 menitan.

Makanya pas mau nginep di KL untuk ketiga kalinya dan udah lama juga dari sebelumnya yaitu 4 tahun, jadi aku bilang ke suami jangan nginep di hotel yang sama lagi ya. Tapi tetep pengennya nginep di Bukit Bintang karena kalau bosen, tinggal ke luar dan langsung bisa lihat keramaian di sana.

Setelah mencari hotel-hotel yang ada disekitaran Bukit Bintang ini, maka suamipun memutuskan untuk kami nginep di Izumi Hotel aja. Alasan pertama adalah karena hotelnya beneran dekat banget sama pintu MRT Bukit Bintang, cuma perlu jalan kaki dua menit aja cuss langsung ketemu sama hotelnya.

Setelah mendapatkan hotel yang bagus secara lokasi, alasan kedua untuk memilih hotel bagi kami tentu adalah harganya dong! Hahahaha. Enath kenapa suami itu default kalau udah di Malaysia pengennya yang semurah mungkin. Pas pula ngecek di agoda dapet beberapa diskon yang awalnya harganya itu adalah IDR 968,112 untuk dua malam, di diskon jadi IDR 559,235 aja dong untuk dua malam. Itupun udah termasuk sarapan sebanyak dua kali. Kubahagia kalau udah dapat untung kayak gini. Hahahaha.

Harga segitu kamarnya gimana?

Setelah kami terpuaskan menginap di Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang (baca bangian 4), sebenarnya agak gap seh dengan kondisi kamarnya, hahahahaha.

Bukannya gak bagus ya. Fasilitasnya seh standar lah wc dan kamar mandi dengan handuk dan air panas. Ada TV juga dan dapat air minum dua botol setiap harinya. Cuma ya ukurannya aja yang rada menggenaskan yaitu 15 m² dengan dua kasur single 😛 Kami akalin seh dengan menyatukan kedua kasur single ini biar tetep bisa tidur kekepan bertiga dan ada ruangan yang rada lapang untuk menyimpang koper kami.

Yang pasti, dua malam aku tidur di sana seh nyenyak aja seh karena emang udah kecapean banget setelah jalan-jalan. Jadi fungsi hotel untuk tidur nyenyak sudah bisa didapat :mrgreen:

Yang paling aku senangi dari Hotel ini selain lokasinya sebenarnya karena dia ngasih sarapan seh. Karena kadang akukan kalau jalan udah ada itinerary yang padat gitu. Aku tuh suka gemes buat itenerary kalau perlu meluangkan waktu 1-2 jam lagi untuk mencari dan pergi ke tempat sarapan. Sebagai orang yang gak suka berwisata kuliner rasanya itu kayak membuang banyak waktu gitu deh. Nah karena ada sarapan ini, waktu kami di pagi hari jadi lebih leluasa.

Untuk menu makannya setiap hari berbeda. Tapi lumayan juga kok. Hari pertama menu utamanya nasi lemak, untuk hari kedua menu utamanya nasi goreng dan mie goreng. Makanan pendampingnya lumayan juga seh ada sereal, roti tawar dan buah buahan. Bahkan masih ada lagi kopi, teh, jus dan air putih. Pokoknya dengan harga segitu aku puas banget seh bisa sarapan yang buat kenyang gitu.

Sayangnya, pas aku ke KL lagi awal bulan April lalu dan mau menginap lagi di hotel ini, ternyata sudah tidak ada lagi sarapan yang bisa include ke dalam harga kamar. Aku kurang tahu juga seh alasannya kenapa. Jadilah kami pindah hotel di lain lagi untuk ganti suasana.

***

Ok, segitu dulureview hotel dari aku. Semoga dalam waktu dekat bisa nulis lagi buat perjalanan Januari kemaren deh yak. Soalnya April aku juga ada jalan ke Melaka dan KL lagi, dan harus banget kan ditulis di blog, hahahaha. Yang mau lihat perjalan aku menuju ke KL kemaren plus video tentang hotelnya bisa ditonton di video bawah yak. Jangan lupa subcribe juga 😛

bye.

Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang


Waktu suami dapat tiket free seat dari Pontianak – Kuala Lumpur PP untuk tahun 2019 ini aku langsung memberikan ide bagaimana kalau kita ke Penang aja. Bosen juga kalau harus menghabiskan waktu 6 hari cuma di Kuala Lumpur doang yang udah beberapa kali juga kami kunjungi. Tapi waktu suami udah fix beli tiket PP dari Penang – Kuala Lumpur yang totalannya di Penang kita ada 3 hari full dan aku sendiri bingung mau ngapain juga 3 hari di Penang, jadilah tercetus ide si abang suami bagaimana kalau kita satu harinya dihabiskan di Resort di daerah Batu Feringgi aja. Lumayan dapat hotel enak bisa leyeh-leyeh dan dapat pantai privat. Mendengar ide cemerlang tersebut aku langsung iyess dong. Karena bagi aku liburan untuk leyeh-leyeh itu adalah sebenar-benarnya liburan kan ya? :p

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

 

Setelah research mendalam *halah* akhirnya suami memutuskan untuk memilih Golden Sands Resort by Shangri-la aja untuk kita menginap di daerah Batu Feringgi kali ini. Alasannya adalah apalagi kalau bukan karena dapat harganya yang paling murah diantara hotel bintang lima yang lainnya 😛 Alasan selanjutnya tentu saja karena fasilitas yang udah paket lengkap banget deh ada di hotel ini. Kalau penasaran yuks mari aku cerita satu persatu ya :mrgreen:

FASILITAS

Golden Sands Resort by Shangri-La, Batu Feringgi Penang

 

Pertama kali yang aku fikirkan adalah, aku gak mau juga seharian di dalam kamar dong yak. Apalagi daerah Batu Feringgi ini gak juga daerah turis yang bisa jalan kaki menikmati suasananya gitu. Untungnya, fasilitas di hotel ini termasuk lengkap seh menurut aku. Jadi seharian di hotel emang udah puas banget. Untuk aku yang cuma punya waktu kurang lebih 20 jam aja di hotel rasanya masih kurang loh. Bisa kali lain kali ditambah jadi 2 hari di hotel aja 😛

Beberapa fasilitas yang ada di dalam kamarnya sendiri adalah sebagai berikut:

KAMAR

Yang paling mencolok antara perbedaan kamar aku di George Town dengan kamar di sini tentu adalah dari segi luasnya, hahahaha. Dari yang luasnya hanya 12 sq.M jadi 30 sq.M tentu ini jadi kemewahan dan kesenangan sendiri buat si K. Pas pertama kali dia masuk langsung menjerit loh anaknya saking senengnya dia, hahaha. Tapi dia gak tahu aja balik ke KL kita dapat hotel yang sempit lagi, bahkan kayaknya lebih sempit daripada di George Town 😛

Selain luas, tempat tidurnya yang sangat empuk (saking empuknya sampe kita kesiangan bangun loh karena menikmatinya, hahaha) satu lagi yang membuat kita senang berada di kamar ini karena adanya balkon yang mengarah ke taman, kolam renang dan pantai dari hotel ini. Wah berasa senengkan yak sore-sore lihat pantai, pagi pagi lihat pantai, bahkan malam-malam juga lihat pantai. Kalau ada rumah kayak gini idaman banget deh, hihihi. Ditambah lagi karena ini termasuk hotel tua, jadi dia juga punya bathtup dan si K sangat senang dengan ini. Dia emang bercita-cita punya rumah dengan bathtup seh, tapi kita gak ngasih karena ntar gak seseru itu lagi nginep di hotel yang ada bathtupnya kan yak 😛

Selain itu ada beberapa fasilitas lagi standar lah ya selayaknya hotel yaitu toiletries, teh dan kopi, ada setrikaan juga, ada air minum dengan botol yang lucu banget ngingatin aku sama Perth yang setiap tempat makan selalu ngasih air putih pake botol semacam itu yang gratis, tv kabel (tapi gak pernah ditonton juga saking menikmati yang lainnya) dan lain sebagainya.

Oiya satu lagi yang aku suka dari fasilitas kamar di sini adalah sendal yang di dapat bukan seperti sendal hotel pada umumnya tapi sendal jepit. Ini berfungsi banget seh karenakan selama di hotel ini kita mainnya kalau gak di kolam renang ya di pantai, jadi gak akan cocok kalau pake sendal hotel biasa.

SARAPAN

Seperti hotel-hotel bintang lima lainnya, tentu hotel ini juga ada dapet sarapannya dong yak. Untuk tempat sarapannya sendiri lumayan cantik dan enak seh, sayang karena si K masih dalam fase susah makan jadi aku gak sempat berniat untuk foto-foto >.< (etapi ada loh video, ditonton yak vlognya :mrgreen: ).

Makanannya sendiri seh banyak, tapi untuk menunya kurang seh menurut aku. Jadi banyaknya itu seperti roti-rotian aja sama nasi lemak yang lauk pauknya sangat sedikit dan bubur tradisional gitu. Aku aja sampai bingung mau kasih makan si K apa. Untungnya ada koko krunch yang ternyata anaknya doyan jadi nambah dua kali, jadi amanlah.

KOLAM RENANG

Salah satu alasan lagi kenapa aku memilih hotel ini adalah karena mereka punya mini water park gitu. Gak gede seh, cuma ada seluncuran dan ada air yang menyembur gitu. Si K walaupun gak suka wajahnya kena air (masih PR neh mau lesin dia berenang >.< ) tapi kan senang benar main air, jadi dia semangat banget mau main di water playground. Setelah sore-sore ganti baju renang dan ambil jaket dan handuk mandi yang di dapat gratis dari fasilitas langsung ke waterparknya, terus ternyata si K gal boleh dong main seluncurannya sendiri. Harus dipangku oleh orang tua dan dia sama sekali gak mau dipanku, jadilah dia gak ada main di sana sama sekali >.< Padahal dia pernah loh main seluncuran air yang lebih tinggi daripada di hotel ini, hmmm.

Karena gak jadi main di waterparknya, akhirnya dia harus puas main di kolam renangnya aja. Untung aja anaknya tetep senang main-main air walaupun tetep wajahnya masih gak mau basah dong. Ih harus banget ini sebelum SD udah bisa berenang neh anak. Gemes aku lihatnya kalau main air di kolam renang, hahahahaha.

PANTAI

Hal yang paling menyenangkan untuk aku pribadi dari hotel ini adalah adanya pantai privat yang hanya boleh dimasuki oleh orang yang menginap di hotel ini. Walaupun privat tapi gak sepi-sepi amat kok pantainya, tetep ada orang yang main water sport, main pasir, atau hanya duduk-duduk berjemur di tepi pantai. Walaupun ini bukan pantai yang paling cantik yang pernah aku kunjungi, tapi ini termasuk pantai favorit aku seh, karena baru kali ini aja aku merasakan pantai privat, hahahaha.

Aku sendiri main ke pantai ini dua kali, sore dan pagi hari. Emang semenyenangkan itu main di pantai kalau deket banget dengan hotel ya. Jadi pengen banget ke Maldives deh jadinya. Tunggu si K besaran dikit kali ya, minimal udah bisa berenang gitu deh, biar seseruan di sana sebelum negaranya tenggelam karena perubahan iklim >.<

TAMAN

Setelah main-main di pantai, biasanya aku suka duduk-duduk di deretan bangku coklat seperti di atas ini. Ngapain? Ya gak ngapa-ngapain juga seh, hahahaha. Karenakan udah ada di hotel juga dan jarang-jarang bisa gak ngapa-ngapain sambil ngadep ke pantai, jadi kenapa gak digunakan saja fasilitasnya?

Tapi beneran, leyeh-leyeh di hotel ini sangat amat menyenangkan buat aku. Kayaknya aku mau deh kalau disuruh lagi leyeh-leyeh gini sampai bosan. Tiga empat hari cukup kali ya, hahahahaha. Ada rekomendasi gak tempat yang bisa leyeh-leyeh kayak gini lagi? Tapi jangan di Indonesia ya. Soalnya sesulit itu aku untuk mengunjungi kota lain di Indonesia selain Pontianak dan Jakarta seh 😦

PLAYGROUND (ADVENTURE ZONE)

Satu lagi tempat jadi incaran si K waktu kita lihatin kita mau nginep di hotel ini, apalagi kalau bukan playgroudnya. Untuk ukuran sebenarnya gak terlalu besar juga, tapi lumayan seh isinya, dan seluncurannya sangat tinggi yang kelihatannya jadi tantangan sendiri buat si K.

Awalnya aku kira untuk masuk ke sini gratis kalau udah tamu hotel, eh ternyata gak dan harus bayar lagi sebesar RM 24 untuk 2 jam bermain. Ada seh yang gratis tapi tempatnya kecil banget jadi gak akan puas deh untuk si K main di sana, jadi kami memilih untuk bayar dan masuk ke tempat yang lebih besar.

Sebenarnya ada masih banyak fasilitas lainnya di hotel ini, tapi karena aku dan keluarga gak menggunakan fasilitasnya sepeti tempat gym, aula, tempat rapat dan lain sebagainya jadi gak akan aku tuliskan juga di sini. Kalau mau lebih bisa membayangkan bagaimana suasana hotelnya boleh loh intip di video aku di bawah ini 😀

HARGA

Udah ngomongin fasilitasnya, sekarang pada penasaran dong berapa harga hotel seperti ini semalam? (ya lihat di traveloka juga mudah kok Niee sekarang 😛 ) Tapi karena aku lagi baik hati kalian gak perlu buka link-link lagi kok, aku bakalan kasih lihat harga yang aku beli lewat tiket.com di bawah ini :mrgreen:

Ini mungkin adalah salah satu hotel termahal yang pernah kita inapi. Walaupun tetep yang paling mahal masih dipegang oleh Hard Rock Hotel di Macau yang udah bangkrut itu, hahahaha. Tapi ada harga tetep ada rupa dong yak. Kalau untuk aku seh aku puas banget dengan hotel ini. Apalagi kan kita belinya superior dengan harga 1,1 juta (udah dipotong dengan promo seh ini) itu, eh terus pas cek in mbak mbak resepsionis yang cantik dan baik hati *halah* ngasih kami upgrade dong ke Kamar Deluxe.

Perbedaan kamar superior dan deluxe yang paling menonjol adalah kalau kamar superior itu menghadap ke hutan, dengan kata lain gak ada pemandangan sama sekali deh, dan gak ada balkon. Sedangkan kamar deluxe itu selain harganya tentu lebih mahal (aku cek harganya di Traveloka kisaran 1,7jutaan gitu) kamarnya punya balkon dan dari balkon itu kita bisa melihat taman hotel, kolam renang dan tentu saja pantainya dong! Wah, aku merasa sangat beruntung hari itu :mrgreen:

***

Ya, segitu aja dulu review hotel Golden Sands Resort by Shangri-la dari aku. Kalau ditanya mau gak balik ke hotel ini lagi? Ya jawabannya pasti mau dong! Tapi kalau ada yang bayarin, hahahaha. Soalnya aku lebih suka mengeksplore tempat baru seh daripada balik ke satu tempat untuk merasakan hal yang sama. Kecuali tempat itu emang central banget seperti Siangpore atau Kuala Lumpur gitu. Tapi kalau disuruh balik lagi ke Aussie aku juga mau kok *eh hahahaha.

 

bye.

Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang


Hai-hai, kali ini aku balik lagi mau nulis tentang review hotel yang aku tinggali selama aku liburan ke Penang, Malaysia bulan Januari lalu. Awalnya seh pengen ngereview hotel yang sebelumnya juga, etapi kok males ya buka-buka email lagi nyari harganya (dan belum tentu juga sesuai dengan harga yang sekarang) dan udah pasti gak ada foto-fotonya. Jadi yang baru-baru aja deh yak yang direviewnya (jadi susah sendiri, hahahaha).

Tulisan ini juga aku masukkan kerangkaian tulisan aku dalam rangka liburan ke Penang yak. So jangan lupa baca tulisan aku yang lainnya juga 😀

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur
Lobi Kimberley Hotel George Town Penang

Oh, iya karena lagi-lagi aku lupa memfoto hotel ini, jadi foto-fotonya aku ambil dari website resminya di sini aja yak 😛 Etapi kali ini aku ada membuat videonya kok, jadi kalau mau lihat pemandangannya yang lebih real bisa nonton videonya di bawah ya. :mrgreen:

Alasan Memilih Hotel Ini Adalah ….

Karena harganya murah, huahahahahaha 😛 Kalau udah liburan di Malaysia ini mah si abang defaultnya pokoknya murah aja deh. Gak pernah mau ngeluarkan duit untuk hotel yang harganya di atas 400k. Kemaren aku dapat harga kamar ini untuk dua malam setelah diskon promo IDR 672.839 yang mana semalamnya cuma 300an, makanya lanjut.

Murah tapi dipelosok negeri ya gak keren juga ya kakak! Makanya lokasi adalah yang utama. Kalau mau beli properti harus ingat 3L : lokasi, lokasi dan lokasi. Kalau gak besok senin harga naik *eh 😛

Karena aku kemaren masih bingung mau ke mana di Penang ini, dan sebanyak-banyaknya aku membaca tulisan orang bahwa kalau ke Penang ya harus mainnya di George Town, ya abangpun milihnya kita nginep di George Town deket dan dekat dengan Komtar tempat pemberhentian seluruh bus di Penang Raya ini. Alasannya seh biar kita enak gitu kalau mau pergi kemana-mana tinggal ke komtar milih bisnya. Tapi pada kenyataannya, naik grab itu lebih menyenangkan kakak! Jadilah selama di Penang gak pernah nyentuh bis dan selalu naik grab 😛 Si K sampai protes kok kita liburan tapi belum ada nyentuh bis. Ah, ini anak belum ngerti ya bedanya liburan yang nyaman dan gak nyaman itu 😛

Hotel Kimberley yang deket banget dengan komtar

Selain deket banget dengan komtar, hotel ini juga deket dengan tempat sarapan yang terkenal seantero Penang, Hutton Lane Roti Bakar dan beberapa tempat Nasi Kandar yang terkenal tapi ku tak mau mencoba makannya karena kelihatan difoto aja udah aneh 😛

Kalau kalian lihat dari petanya, hotel ini juga dekat banget dengan Penang Street Art yang terkenal itu. Bisa banget jalan kaki dihari yang cerah dan membakar kulit indah kita. Palingan cuma 30 menit kali ya (kalau menurut google map cuma 10-11 menit aja malah, 800 m. Tapi janganlah kalian percaya sama google map. Itu yang jalan kaki raksasa mungkin iya 10 menit >.< ) Dan cuma berjarak 1,5 km dari Penang Town Hall (yang mana kata si google map juga cuma perlu waktu 19 menit untuk jalan kaki. Beneran?!) Etapi ada cara paling asyik untuk menyusuri George Town tanpa harus capek jalan kaki loh, yaitu dengan menyewa sepeda yang banyak banget dijumpai penyewaannya disekitaran sini. Awalnya aku juga pengen banget nyewa sepeda, tapikan ada si K dan susah banget kami nyari sepeda yang ada boncengannya. Jadilah gagal deh, hiks.

Nah, Sekarang Bicara Tentang Kamarnya…

Jadi, hotel ini ada beberapa tipe kamar, dan yang aku pesan kemaren adalah tipe kamar paling murah dengan ukuran kamar paling kecil yaitu tipe Standard Room.

Bisa dilihat deh, luas kamarnya cuma 12 sq.M aja dong! Ini cuma besar sedikit aja dari kamar yang pernah kami tempati di Ibis Hongkong yang mana cuma 11 sq.M. Etapi waktu itu kamarnya menghadap langsung ke dermaga laut gitu seh jadi kece. Kalau ini gak ada pemandangannya sama sekali >.< Untuk aku yang isinya bertiga 2 orang dewasa dan 1 anak balita ini emang sempit banget seh. Bahkan dua kali tidur malam kami selalu berhimpit-himpitan dan saling menindih satu sama lain biar bisa tidur dengan nyenyak. Dan yang sering menang tentu aja si K karena emak bapaknya gak tega ngimpitnya 😛

Ada seh kamar yang rada besaran dikit kayak tipe Oriental Suite ini. Luasnya gede 19.5 sq.M dan ada bagian luarnya juga. Tapi harganya juga dua kali lipat lebih dong dari kamar kita. Padahal aku yakin banget balkonnya juga gak kepake karena kita gak ada santai di hotel juga, jadi ya standar room adalah pilihan yang tepat menurut aku.

Kalau mau lihat hotel dan isi kamarnya lebih jelas bisa dilihat ke video aku di bawah ya. Jangan lupa subscribe dan like ya. Biar si irni bisa menandingi Atta Halilintar yang punya subscribers terbanyak di Asia Tenggara itu 😛

bye.

Review Hotel ~ Annam Apartements


Yeaaay, balik lagi dengan review hotelnya si Irni. Masih dalam rangkaian liburan ke Aussie kemaren jadi masih ngreview hotel yang ada di Aussie aja biar gak kelupaan 😛 Kali ini hotel yang aku review adalah hotel tempat aku nginep selama 6 hari di Sydney, yaitu Annam Service Apartemen. Yuks mari kita bahas satu persatu 😛

Sayangnya pas aku cari-cari foto dengan hotel ini kok ya aku gak nemu ya? Mungkin karena pengaruh aku sakit lumayan parah banget dari Perth ke Sydney jadi sampai hotel udah tepar banget. Ada juga video satu menit yang dibuat oleh si abang suami tentang hotelnya tapi ya kok ngevideoinnya gitu doang >.< Jadilah gak kelihatan detailnya sama sekali, huhuhu. Jadi beberapa foto yang aku posting di sini adalah dari website resminya Annam Apartements sendiri ya, soalnya aneh aja kalau gak ada foto sama sekali, hahahaha.

Kenapa Milih Hotel Ini?

Sebenarnya hotel ini gak terlalu ditengah kota banget, malahan kalau lihat peta CBDnya Sydney, daerah ini udah masuk ke ujungnya banget. Tapi karena kemaren kita udah nanggung dapat Hotel Perth yang ada fasilitas dapurnya, sayang aja gitu gak sekalian nyari hotel di Sydney yang ada fasilitas sama, jadi sekalian kami gak ada bawa perlengkapan dapur sama sekali. Setelah si abang ngubek-ngubek segala agoda, traveloka, booking dan lainnya, akhirnya dapet deh hotel dengan fasilitas yang kita mau.

Selain alasan di atas, tentu alasan wajib seperti dekat dengan lokasi stasiun kereta dan bis, mudah akses dengan tempat makanan halal dan harganya yang masuk dikantong tentu harus juga tetep diperhatikan lah ya.

Waktu aku searching tentang Sydney, entah kenapa kok ya Coca Cola Billboard sangat sering muncul. Kayak kalau nyari lokasi ini jaraknya berapa meter dari Coca Cola Bilboard, terus nyari foto itu langsung kelihatan Cocal Cola Bilboardnya, pokoknya sering deh. Eh pas pula kita dapat hotelnya pas dibelakang Cocal Cola Bilboard ini. Jadi gampang awal-awal masih kurang ngeh sama lokasi hotelnya ya cari aja bilboardnya, pasti langsung bisa ketemu hotelnya 😀

Lokasi hotel ini kalau lebih mudah mencarinya adalah di daerah Kings Cross. Makanya sehari-hari stasiun yang kita gunakan untuk bepergian juga adalah Kings Cross Station baik untuk kereta maupun untuk bis. Lebih dekat ke stasiun bis seh, jaraknya kira-kira 260 meter dari hotel (menurut google map) sedangkan kalau ke stasiun keretanya jaraknya 350 meter. Tapi karena aku pencinta kereta dan gak terlalu suka naik bus, maka sehari-hari kami lebih memilih jalan ke 350 meter itu seh daripada ke stasiun bisnya.

Kalau dari Bandara Sydney Int Airport ada dua cara menuju ke Hotel ini. Yang pertama dengan langsung naik keretadari bandara menuju ke Kings Cross Station. Pilihan ini dicoret sama si abang suami karena harga kereta dari dan ke bandara itu mahalnya kebangetan. Btw, kenapa seh selalu aja kalau naik subway/MRT dari dan ke bandara itu lebih mahal daripada naik di dalam kotanya? Di Singapore dan KL gitu juga deh kalau gak salah. Aku gak paham >.< Nah, karena pilihan pertama udah dicoret, makanya kita make pilihan kedua. Dengan menggunakan bus nomor 400 dari bandara ke Bondi Station, terus pindah menggunakan kereta dari Bondi Station ke Kings Cross Station yang didekat hotel tadi. Total waktu yang diperlukan naik bus dari bandara ke Bondi Station itu kurang lebih 1 jam 5 menit. Dari Bondi Station ke Kings Cross Station itu perlu waktu setengah jam lagi, plus jalan kakinya jadi total 2,5 jam deh dijalan rasanya.

Disaat kepala puyeng karena flu berat, lupa bawa antimo dari rumah dan menggeret koper disuhu yang dingin, itu kombinasi yang pas banget untuk tambah sakit. Maka akhirnya, pulangnyapun si abang suami kasian dengan sang istri dan memilih untuk naik kereta langsung dari stasiun central ke bandara, yeaaaay. Total waktu yang diperlukan hanya kurang lebih 15 menit loh! Ya, ampun, level orang kere ke orang normal itu emang beda jauh yak. Apalagi kalau orang kaya, hahahahaha.

Ok, lokasinya udah, terus fasilitasnya?

Seperti yang aku bilang di atas. Aku memilih hotel ini dikarenakan adanya fasilitas dapurnya. Kalau dari segi isi mirip-miriplah dengan Hotel All Suites Perth yang aku review kemaren. Cuma dari segi luas, di Sydney ini ukuran kamarnya lebih besar, jadi lebih enak guling-gulingan. Dan pemandangan dari kamarnya lebih kece dikit lah, jadi bisa pagi-pagi santai di meja makan sambil lihat pemandangan dari balkon 😀

Yang pasti ada dapur beserta perkakasnya. Dapurnya sendiri kompor listrik dengan 4 tungku, wastafel, microwave, kulkas ukuran besar, oven dan lainnya. Untuk perlengkapan makan dan masak juga lengkap seperti ada talenan, pisau, piring, gelas, panci, wajan, sendok dan garpu.

Di sini juga dapat perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, handuk yang bisa dituker setiap hari (etapi aku gak tuker setiap hari seh) dan bahkan sabun untuk kita cuci baju karena disediakan juga mesin cuci dan setrikaan.

Selain fasilitas yang ada di kamar, hotel ini gak ada fasilitas lain seh. Ya gak ada sarapan gitu, gak ada juga lobi yang luas atau kolam renang. Tapi untuk harga 900ribu yang aku bayarkan untuk 1 malam di Sydney, rasanya ini udah lumayan banget untuk kita melepas lelah setelah seharian jalan-jalan lihat Opera House 😛

So, ada yang mau liburan ke Sydney akhir tahun ini? Hotel ini bisa baget loh buat alternatif penginapannya :mrgreen:

 

bye.

Review Hotel ~ All Suites Perth


Ok, si abang suami nantangin aku buat ngereview semua hotel yang pernah kita tinggalin. Mau itu seberapa bagus, atau itu seberapa jelek dan gak sukanya aku. Sebenarnya akutuh males ngereview-reviewan karena ya akukan orangnya bukan yang detail banget ya. Jadi aku sebenarnya gak terlalu ingat dengan hotel yang aku tempati. Kata si abang suami ntar dia bakalan bantuin inget-inget detailnya karena dia emang orangnya pengingat segala sesuatu yang detail. Tapi ya kali kalau dia gak sibuk, di rumah ngomongin tentang anak aja udah syukur, malah ngomongin hotel, unfaedah banget 😛

Tapi, bolehlah dimulai yak tantangannya. Daripada dia nyuruh-nyuruh terus. Maka, akupun akan memulai review hotelnya dari yang paling aku inget dulu, yaitu hotel yang aku tempati selama aku liburan di Australia. Untuk pertama kalinya marilah kita review All Suites Perth Hotel, teng terenteeeenggg.

All Suite Perth

Sebenarnya hotel ini udah aku omongin juga di postingan aku yang ini. Tapi marilah kita review lagi dengan yang lebih panjang, dengan yang lebih berbobot kata si abang, walaupun tipe blog aku, aku tahu benar bukanlah tipe blog sebuah informasi. Akutuh nulis cuma buat kenangan gitukan yak. Jadi lebih suka nulis emosi dan perasaannya daripada informasinya. Tapi bolehlah dicoba, kalau trafiknya bagus akan aku tulis terus, tapi kalau gak bagus aku akan protes ke suami dan bilang gak mau nulis review hotel lagi karena gak ada juga yang baca 😛

Di depan hotelnya

Kenapa memilih hotel ini?

Yang sering baca tulisan jalan-jalan aku pasti udah tahu bahwasanya yang mendapat tugas untuk mencari dan membeli hotel adalah si abang suami. Kriterianya biasanya gak jauh-jauh dari aksesnya mudah dengan dekat dengan stasiun kereta atau bus. Ada tempat makanan halalnya karena kalau bingung mau makan apa biasanya kami hanya balik ke situ-situ aja makannya. Dan yang paling penting dan maha penting adalah harganya cocok dengan budget yang telah kami tetapkan. Ini gak bisa dibilang murah/mahal juga seh. Karena urusan hotel ini lagi-lagi harus dilihat dulu di mana kita liburannya. Yakali liburan ke Aussie bertiga kayak gini bisa dapat hotel 200ribu! Karena udah melihat cerita-cerita orang dan membandingkan dengan harga-harga hotel di aplikasi booking tiket, maka kamipun menargetkan untuk harga hotel disekitaran 1 juta. Boleh kurang, gak boleh lebih 😛

Pemberhentian bus 380

Kalau kita lihat di peta, All Suites Perth ini dikelilingan oleh beberapa stasiun bus. Dari bandara Perth kita bisa naik Bus 380 akan langsung jalan dan bisa berhenti di St Georges Tce Stand (After Victoria Av). Dari stasiun, kita tinggal jalan kaki 200 meter ke hotel. Ini deket banget kok, jadi gampang untuk didatangi. Kalau mau pulang ke bandara, kita tinggal nunggu bis diarah sebaliknya di St george Tce Stand B E F (After Irwin St) dan kita juga bisa langsung sampai ke bandara tanpa pindah-pindah bus lagi.

Nah, kalau kita mau keliling-keliling kota Perth, kita jangan pake bus umum seperti bus menuju ke bandara tadi. Tapi ada namanya Cat Bus yang mengelilingi pusat Kota Perth. Dan asyiknya bus ini gratis. Soal transportasi Perth bakalan aku tulis terpisah kali ya (lagi-lagi kalau gak malas, hehehe 😛 ), dan marilah kita fokus saja dengan hotelnya *ngomong sama cermin*. Ada banyak CAT bus di Perth ini, pembagiannya berdasarkan zona, dan zona-zona itu dibedakan berdasarkan warna, ada Red CAT, Yellow Cat, ect. Nah, dari All Suites Perth ini untuk menuju ke Stasiun CAT Busnya juga dekat. Bisa dilihat di peta deh, gak sampe 2 menit jalan kaki juga udah sampai di Hay St Victoria Avenue Red Cat 7. Jadi selama kita jalan jalan di Perth ya stasiun ini andalan banget.

Ini stasiun Red Cat di dekat hotel kita

Terus, merasa gak asing gak seh dengan Hay Street di Perth ini? Yak, ini adalah jalan utamanya kalau kita ke Perth. Jadi ada sekumpulan gedung yang disebut Mall ada di hay Street ini. Jadi kalau kita mau jalan ke pusat kota dari All Suites Perth ini mudah banget, tinggal naik bus beberapa stasiun udah nyampe. Di daerah Hay Street ini juga banyak banget restoran halalnya, mulai dari model turki, arab, india, sampai Malaysia juga ada. Sayangnya restoran Indonesia di daerah sini udah tutup per Juni 2018 kemaren setelah mereka beroperasi selama 14 tahun 😦

Baca juga : 6 Item Pendukung Kamera Smartphone yang Harus Kamu Miliki

Terus fasilitasnya apa Niee?

Kalau yang udah sering baca blog aku pasti tahu aku selalu bawa perlengkapan “tempur” kalau lagi pergi jalan-jalan ke luar negeri. Awalnya seh alasannya dulu karena si K masih bayi jadi makanannya emang harus banget aku buat sendiri. Home made lah istilahnya 😛 Nah kesini-sini aku menyadari membawa perlengkapan dapur itu selain memudahkan untuk keperluan makan darurat, juga sangatlah efisien untuk mengurangi pembiayaan makan di luar selama liburan, hahahaha.

Tapi kemudian kami menyadari ternyata banyak kok hotel atau apartemen service yang menyediakan perlengkapan masak gitu, ya minimal kompor lah. Dimulailah waktu kami liburan ke Seoul, Korea Selatan waktu itu di mana hotelnya menyediakan kompor dan ada tempat cuci piringnya. Wuih, itu aku udah seneng banget karena gak perlu bawa kompor listrik yang berat banget itu dan gak kesusahan untuk cuci cuci piring kotor. Udah gitu karena merasa enak aku berfikir kenapa kita gak sewa AirBnB aja biar sekalian lengkap gitu. Tapi si abang gak mau karena takut repot katanya. Akhirnya setelah cari-cari kami tahu ada hotel yang namanya Apartemen Service gitu. Fasilitasnya sama dengan hotel, tapi isinya kayak apartemen yang lumayan luas dan yang menyenangkan adalah adanya perlengkapan masak plus makannya lengkap! Aaaaah, aku bahagia 😛

Kalau mau lihat lebih jelas kamarnya, bisa dilihat di video di bawah ini yak.

Selain menyediakan peralatan masak dan makan, ada mesin cuci dan setrika kayaknya hotel ini gak ada fasilitas yang wow banget deh, hahahaha. Bukan hotel berbintang juga jadinya ya biasa aja. Tapi untuk ukuran traveller kere hotel ini udah lumayan banget loh. Dengan harga 800ribu waktu aku booking hotel ini aku rekomendasikan banget untuk kelian-kelian yang ingin liburan di Perth.

Hmm, apa lagi yak yang mau diceritain tentang hotel ini? Kayaknya gak ada yak, hahahaha. Kalau ada yang mau ditanyain bisa di komen atau email-emailan aja yak.

bye.