Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach


Karena kemaren di Perth gak sempat main-main di Gardennya yang terkenal, dan sebenarnya kami menyesal banget kenapa sampai gak bisa main karena salah satu tempat yang harus dikunjungi di Aussie dan setiap kotanya itu adalah garden, maka kamipun mewajibkan untuk bisa ke garden di Sydney ini.

Tapi, ternyata menjadwalkan untuk “cuma” main-main ke Garden ini susah juga ya. Karena pertama kami lebih memilih tempat yang iconic dan yang kedua, main di garden ini sangat ditentukan sama cuaca. Kalau cuacanya jelek ya gak mungkin dipaksain main ke sana. Alasan kemaren di Perth gak ke garden juga karena hari terakhir yang kita siapkan seharian mendung dan hujan, jadi gagal deh.

Untungnya waktu kita di Sydney ini lumayan lama dan kalaupun ada hari hujan kita masih punya pilahan beberapa hari untuk mengunjungi gardennya. Dan saat yang tepat itupun hadir sehari sebelum kita pulang ke Pontianak.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Pilihan kita kemaren jatuh ke Royal Botanic Garden. Alasannya karena ini garden (sepertinya?) paling gede di Sydney, dan yang kedua karena kita rasanya belum puas buat lihat-lihat Sydney Opera House kemaren, jadi harus diulang dengan latar yang berbeda, hahahaha.

Ternyata ke garden itu menyenangkan yak, hahahaha. Kami kemaren emang udah puas banget di Sydney, jadi pas main di Royal Botanic Garden ini kami mainnya santai-santai aja gitu dari pagi sampe siang. Karena punya waktu banyak kita bisa jalan-jalan sepuasnya di taman yang ternyata emang luas banget ini. Bisa foto-foto seseruan, bisa duduk-duduk santai, bisa ngajakin si K guling-guling di rumput (dan rumput di sini luas banget, jadi berasa banget bisa main-mainnya) dan sampai aku juga bisa buat live di Facebook dan ngerekan untuk vlog juga di sini. Pokoknya puas banget dah, hahaha.

Rute kami kemaren itu dari Circular Quay Station, masuk ke Royal Botanic Garden lewat tangga terdekat, terus jalan dari dalam gardennya menuju ke Macquarie’s Chair terus pulangnya menyelusuri waterfront menuju balik lagi ke Sydney Opara House. Dan ku senang sekali di sini πŸ˜€

Kalau kalian punya waktu banyak di Sydney wajib banget emang main-main ke Royal Botanic Garden ini deh karena suasananya menyenangkan banget. Kalau udah ketempat seperti ini aku suka iri deh dengan negara seperti ini dan selalu suka membanding, bandingkan dengan kota dan negara sendiri. Kapan yak, Pontianak bisa punya taman gede yang bisa untuk guling-gulingan, main bola atau hanya sekedar santai-santai gini? Hahahaha.

Setelah puas di Royal Botanic Garden kita lanjut lagi jalan kaki menuju ke The Rock disebelah kiri dari Circular Quay. The Rock ini, dari yang aku baca, adalah satu tempat old Town gitu. Berisi bangunan bangunan tua yang dijadikan tempat wisata. Tapi karena aku datengnya pas hari sabtu, jadi isi dari The Rock itu seperti disulap menjadi pasar dadakan, hahahaha.

Di The Rock ini banyak jualan-jualan kayak makanan, eksrim, pernak pernik sampe jual sabun dan lukisan juga ada. Untuk bangunan permanennya sendiri aku lihat ini diisi sama galeri-galeri gitu dan banyak cafe-cafe untuk duduk-duduk dan santai-santai cantik. Tapi tentu aja kami gak masuk dong >.< Kalau masuk bukannya duduk-duduk cantik, yang ada malah mengganggu ketenangan orang lain dengan kehebohan kita dan si K. Jadi kita sadar diri kalau jalan gini gak masuk ketempat begituan >.< Kemaren kami cuma muterin The Rock, beli-beli eskrim sampe jalan menuju ke bawah Harbor Bridge. Di sana kita numpang ke wc umum yang ada di sekitaran sini. WCnya itu di dalam ruangan yang kayak tua gitu, dan ini satu-satunya WC di Aussie yang rasanya aku rada jorok deh. Jadi yang jalan ke sini mending cari WC lain aja daripada masuk ke sini.

Dari The Rock, kami makan siang di salah satu restoran Malaysia dan setelah itu langsung menuju ke Bondi Beach, pantai paling fenomenal di Sydney yak πŸ˜› Ke Bondi Beach ini gampang kok, kalau aku dari Circular Quay, tinggal naik kereta hingga sampai ke Bondi Station, terus pindah naik bus nomor 380 ke Bondi Beach.

Kalau pendapat aku tentang Bondi Beach ini sebenarnya biasa aja seh, hahahaha. Padahal kata temen aku pantai ini fenomenal banget yak. Sering masuk acara TV apa gitu. Tapi menurut aku pantai ini kurang interaktif. Mungkin karena aku perginya pas musim dingin kali ya, jadi pantainya gak rame dan gak ada acara atau permainan apapun di sana. Walaupun tetep dong masih banyak orang berenang dan main surfing ditengah suhu yang hanya satu digit itu. Aku yang udah pake baju 3 lapis aja rasanya merinding loh kena angin pantai ini. Lah gimana yang bisa berenang cantik sambil main air gitu yak? Hebat bener kamu mas/mbaknya.

Besok hari terakhir aku di Sydney. Sedih ya kalau udah mau pulang gini. Lebih sedih lagi karena tahun 2019 aku gak ada liburan gede gitu. Selain mau ngerjain niat yang tertunda bertahun-tahun untuk besarin rumah (ya doain aja tahun depan bener-bener bisa terealisasikan) tahun depan juga tahun di mana kami harus menyiapkan uang untuk pendaftaran sekolahnya si K. Baru tahun 2020 kami bakalan ada rencana liburan lagi ke Jepang. Tapi tiketnya aja belum beli ya, jadi belum dipastikan juga πŸ˜›

Besok bakalan jalan-jalan ketempat yang belum kita kunjungi sedikit-sedikit lagi di Sydney, habis itu bye-bye liburan panjang kita >.<

 

Advertisements

21 Comments Add yours

  1. deadyrizky says:

    Satu pertanyaan aja sih
    Itu kok bisa sepi gitu yak?
    Kayaknya foto” di kebun raya bogor aja aduh susah saking ramenya

    1. niee says:

      aslinya gak terlalu sepi juga kok.

      Tapi karena tempatnya luas banget jadi bisa leluasa pepotoan.

      Dan kita datengnya pagi pagi di musim dingin. Jadi emang bukan pas puncak orang jalan jalan ke garden 😁

  2. zilko says:

    Tamannya memang cakep ya Niee. Apalagi kalau pas cuacanya juga mendukung gitu, tambah senang jalan-jalan di tamannya!! πŸ˜€

    Bondi Beach memang terkenal banget ya! Tapi ya sebenarnya kayaknya “biasa” aja pantainya. Tapi pantai-pantai begini yang terkenal sebenarnya lebih ke keramaian dan aktivitasnya kali ya πŸ˜€ . Di Belanda pantai Scheveningen kan terkenal banget tuh, padahal ya “gitu doang” pantainya. Tapi di pinggir pantainya itu banyak resto, cafe-cafe, pameran seni, dll gitu plus banyak aktivitas-aktivitasnya jadi “rame” πŸ˜€ .

    1. niee says:

      Aku malahan gak tahu di mana sisi terkenalnya Bondi Beach itu loh ko. Hahaha

      Jadi kata orang harus ke sini ya aku ke sini buat ngelangin penasaran, karena sebenarnya gak pas juga musim dingin ke pantai kan, hahaha.
      Dan pas aku datang gak ada sama sekali pameran pameran apaan lah gitu, jadi beneran sepi, hehehe

  3. Hai Nie Royal Botanic Garden nya taman terbuka atau harus bayar gitu masuknya?, kalau di Jerman yg namanya Botanic Garden tertutup ya kudu bayar gitu dan lumayan pula deh tiketnya πŸ˜€ .

    1. niee says:

      hai mbak nella.

      Ini taman terbuka mbak. Jadi gak ada bayar sama sekali seh. Kalau warga sydney suka ke sini buat jogging yang aku lihat.

      Wah. syukur ya gak ada bayar tiket disini. kalau bayar pasti lumayan juga berapa dolar πŸ˜†

  4. Hamam Abidin says:

    Hidup dinegeri orang emang wajib suka traveling, dan menulis. Asyik bikin dunia sendiri.

    1. niee says:

      tapi aku tinggalnya di kampung mas. bukan di negeri orang πŸ˜…

      1. Hamam Abidin says:

        Lho tak kira XD

        1. niee says:

          hahaha. iya. tinggalnya dipedalaman kalimantan πŸ˜†

          1. Hamam Abidin says:

            Sy yg tnggl dipedalaman riau, cuma bisa berkelana di internet bu

          2. niee says:

            saya juga dulu begitu. Naik pesawat aja gak pernah sampe 20an. Yang penting rajin belajar, bekerja dan berdoa aja. Insya allah pasti ada jalan menyampaikan cita cita kemanapun 😊

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s