[Review Buku] The Revenge of Seven


Terakhir kali si Niee merevie buku I Am Number four series adalah tahun 2014 akhir. Wow! Udah dua tahun lebih gitu baru akunya tersadar dan merasakan bahwa harus meneruskan menulis buku satu ini karena sepertinya gak ada yang nulis selain aku jadi kata kunci  I Am Number Four di google pasti jatohnya ke sini, hahaha. Kalau kalian mau baca buku sebelumnya bisa dilihat di link di bawah ini:

  1. Buku kedua : The Power of Six
  2. Buku ketiga : The Rise of Nine
  3. Buku keempat : The Fall of Five
  4. Buku kelima : The Revenge of Seven

Bahkan aku baru sadar kalau belum pernah nulis buku yang pertamanya, hahahaha. Ntar kapan-kapan kalau gak males aku tulis deh 😛

Jadi gimana dengan buku kelimanya ini Niee?

The Revenge Of Seven
The Revenge Of Seven

Bahkan saking lamanya udah aku baca bukunya aku sedikit lupa jalan ceritanya dan saat menulis ini harus kembali membaca dan mengingat-ngingat jalan ceritanya lagi >.<

JALAN CERITA

Setelah dihianati oleh nomor lima “laskar” garde yang sudah dibangun oleh John dengan susah payah harus berantakan lagi. Nomor delapan  meninggal saat nomor lima mengirim mereka ke rawa jebakan di Florida yang membuat Nomor Sembilan, Enam dan Marina terjebak di dalam rawa tersebut dan tidak tahu jalan untuk keluar.

John, Sarah, Sam, Malcolm (ayah Sam) dan Adam seorang Mogadorian murni yang mengatakan dirinya ada di pihak garde bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan nomor sepuluh diambil oleh Setrakus Ra dan menyatakan dirinya adalah kakek dari garde tersebut.

Saat John tidak bersemangat lagi (apalagi dia selalu saja curiga terhadap Adam) tiba-tiba mereka mendapatkan sebuah situs berita The Walk Among Us tentang peristiwa Garde dan Mogadorian yang sangat terperinci sehingga perlu dirasa mereka perlu mengkonfirmasi hal itu sehingga Sarah ditunjuk untuk melaksanakan tugas tersebut yang makin membuat John merasa kehilangan dan kerinduan.

Sekarang mereka tidak bisa hanya berdiam diri saja, sudah saatnya melawan. Walaupun John masih tidak mempercayai Adam, tapi satu-satunya yang mempunyai ide untuk menyerang kompleks Mogadorian adalah Adam dan mereka tidak punya ide lain, akhirnya setelah Sarah pergi, John, Sam, Malcom dan Adam melaksanakan rencana mereka.

Dilain pihak Marina, Enam dan Sembilan berusaha mencari jasad nomor delapan yang diambil para Mogadorian hingga akhirnya mereka sampai kesebuah pesawat Mogadorian terbesar yang pernah mereka lihat dan benar saja, disikitar itu mereka melihat nomor delapan dan nomor lima!

Dapatkah mereka menyelesaikan misi mereka masing-masing. Dan dapatkah mereka berkumpul kembali untuk mengalahkan Setrakus Ra. Dan apa yang sebenarnya yang akan terjadi pada nomor sepuluh?

***

Lagi-lagi buku ini penuh dengan misteri. Selain misteri penulisnya yang gak jelas si Pittacus Lore itu (Aku sebenarnya penasaran btw, tapi kok gak jadi-jadi untuk menelusuri siapa penulis aslinya >.< ) jumlah buku yang akan diterbitkan juga gak jelas. Jadi aku kirain buku ini lagi-lagi buku terakhirnya dan ternyata aku salah! (Dan yak, saking kelamaannya aku vakum buat review buku ini ternyata buku terakhirnya udah keluar :P)

Alur dari ceritanya sama sekali gak dapat ditebak sehingga setiap baca halaman-demi-halamannya selalu aja membuat aku penasaran. Pemakaian sudut pandang yang bergantian antar tokohnya juga membuat kita gak bosan dengan jalan ceritanya. Kalau cuma sudut pandang satu orang kan biasanya kita penasaran ya apa yang dirasakan oleh orang lain yang bukan tokoh utama.

Yang pasti bagi yang suka novel bergendre fantasi boleh deh dijadikan satu series bacaan lagi 🙂

So, kalian lagi baca buku apa? Kalau aku lagi mesen buku ke-6 dan ke-7 series ini, hahahaha. Telat banget yak!

[Review] Terminator Genisys


143373207541371_300x430Ihhhhhh… udah lama banget ya aku gak mereview sebuah film yak. Terakhir itu film yang aku review adalah Insidious 2 pada bulan oktober 2013! Dan itu waktu aku masih hamil. WOW! Berarti udah satu tahun lebih yak. Harus lebih rajin update tentang film neh!

Kalau dibilang jarang nonton bioskop gak juga seh, walaupun semenjak melahirkan si K frekuensi aku ke bioskop jadi rada berkurang, tapi satu bulan sekali masih ada kali nontonnya.

Nah, kali ini si Niee akan mereview film Terminator Genisys. Alasan aku pengin nulis film ini gak ada seh 😛 cuma film ini yang terakhir aku nonton aja. Hahahahaha..

Sinopsis

Cerita dimulai pada tahun 2029. Kyle Reese (Jai Courtney) adalah seorang anak yang lahir pada tahun 2004 di mana bumi tidak ada lagi pohon, dananu atau langit yang berwarna biru. Pada tahun 1997 terjadi pelepasan seluruh bom atom diseluruh dunia yang digerakkan oleh Sky Net yang menyebabkan 1 milyar manusia meninggal dan mereka yang tertinggal diincar oleh mesin. Mereka yang masih hidup menyebut hari itu kiamat. Sewaktu dalam pelarian dan persembunyiin Kyle kecil diselamatkan oleh John Connor (Jason Clarke)  seorang pemimpin kelompok pemberontakan manusia terhadap mesin.

Suatu hari John mempersiapkan kelompoknya untuk menyerang Sky Net yang dia yakini menjadi titik akhir dari pemberontakannya dan hari di mana manusia akan menang melawan mesin. Namun pada saat kelompok mereka masuk ke pusat pertahanan Sky Net ternyata mereka sudah terlambat. Pusat pertahanan itu sudah kosong meninggalkan sebuah mesin waktu di mana John tahu harus mengirimkan Kyle kepada ibunya John, Sarah Connor (Emilia Clarke) di Los Angles tahun 1984.

Yang Kyle tahu bahwa Sarah adalah seorang gadis lemah yang tidak tahu apa-apa tentang masa depan dan Sky Net. Namun apa yang dia lihat setelah datang ke LA pada tahun 1984 itu sangatlah jauh berbeda. Sudah ada Terminator T-1000 yang menunggu kedatangannya dan langsung ingin membunuhnya. Ada lagi Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) yang dia fikir jahat malahan bekerja sama dengan seorang gadis yang ternyata adalah Sarah di mana Sarah bukanlah gadis lemah seperti yang dibayangkannya. Sarah sudah mampu menggunakan senjata dan tahu tentang masa depan! Misi Sarah adalah pergi ke tahun 1997 untuk menghentikan peluncuran Sky Net.

Tapi benarkah tahun 1997 itu adalah tahun peluncuran Sky Net? Sedangkan sejarah telah berubah? Ditambah lagi Kyle tepat saat menggunakan mesin waktu melihat John diserang oleh Terminator dan disaat yang sama dia juga mendapatkan kenangan di mana Genisys akan diluncurkan pada tahun 2017 dengan embel-embel Genisys adalah Sky Net. Jadi ke manakah Sarah dan Kyle akan pergi? Apa yang terjadi pada John? Dan dapatkan mereka menghentikan Sky Net diwaktu yang tepat?

Review

Sebenarnya, Terminator Genisys ini film yang rada membingungkan. Membingungkan bagi aku yang mengikuti film ini dari Terminator pertama. Konsep yang aku punya adalah Sarah akan diselamatkan oleh Kyle pada tahun 1984 dari serangan Terminator T-800 si Arnorld itu. John yang merupakan anak dari sarah dan Kyle lahir pada tahun 1989 setahun setelah Sarah dan Kyle bertemu. John adalah orang baik dan dia adalah pemimpin umat manusia yang tersisa.

Sampai saat Terminator Salvation (2009) konsep itu masih sangat pas dan jelas untuk aku. Tapi kok film ini konsepnya jadi beda! Kalau sejarah pada tahun 1984 sudah berubah kenapa masa depan pada saat 2029 masih tetap sama? Kalau Sarah dan Kyle akhirnya menjelajahi waktu ke tahun 2017 yang asumsinya si John kan belum lahir dong yak, eeh kok Johnnya malah bisa tetap eksis di masa depan? Bingung gak tuh! Yang pasti film ini konsep waktunya udah gak jelas mundur majunya. Yang udah nonton dari pertama aja sampe bingung, apalagi yang gak pernah nonton sama sekali kayak abang aku, dianya saking gak ngerti sampe ketiduran di bioskop. Hahahahaha.

Ceritanya sendiri seh masih asyik menurut aku. Editingnya keren dan aku suka banget dengan Emilia Clarke yang jadi Sarah. Walaupun beda pemain sama Terminator pertama tapi gayanya mirip banget jadi keren menurut aku. Yang paling gak aku suka seh Jason Clarke sebagai John. Karena konsep aku John itukan keren dan baik hati banget yak. Lah ini mukanya Jason kayak penjahat banget >.<

Karena filmnya membingungkan jadi aku kasih nilai 7/10 aja deh. Itupun 7 karena aku udah suka duluan sama Terminatornya. Kalau abang aku kasih nilai 5 kali yak. Hahahahaha..

***

Jadi, mau nonton film apa lagi kita besok? Aku masih penasaran dengan Jurasic World seh sebenarnya, tapi akukan gak nonton Jurasic Park yang pertama, jadi takut kagok gak ngerti jalan ceritanya gitu *galau* :mrgreen:

The Power of Six


Haaiiii Halooo… Apa kabar semuaaaa?? Baikkan yak? 🙂

Setelah aku lihat di blog aku ini, ternyata eh ternyata aku terakhir kali menulis review tentang buku itu udah lamaaaaa banget yak. Tepatnya tanggal 3 Desember 2011. Sebenarnya seh ada beberapa buku juga yang aku berhasil sampe selesai, yaitu buku The Spiderwick Chronicles yang terdiri dari 5 buku dan aku sudah berhasil menyelesaikan 3 diantaranya.

Ada juga beberapa buku yang hanya aku baca separuhnya terus aku tinggalkan (ada yang ditinggalkan dan gak berniat baca lagi dan ada yang ditandai untuk dibaca lagi) seperti Madrenya Dee Lestari (yang masuk kategori pertama) serta buku Keningnya Fitrop dan Sherlock Holmes (yang masuk kategori kedua).

Nah, karena sudah banyak stok buku yang belum dibaca makanya aku tahun ini males buat beli buku lagi. Tapi, kemaren pas si bos kecil pengen pesan buku aku jadi pengen juga ikutan pesan satu buku yang sebenarnya terbit bulan Nopember 2011 kemaren, cuma baru keinget minggu lalu dan langsung pesan aja deh, judul bukunya THE POWER OF SIX. Udah ada yang pernah denger?

Buku ini adalah buku kedua dari buku yang berjudul I’m Number Four. Kalau ini ada yang pernah baca gak? (rasanya pasti ada deh, lagian aku tahu buku ini juga dari bw, tapi lupa di blognya siapa :doh: ) Cerita I’m number four sendiri tentang 9 pasang alien yang datang dari planet Lorien ke bumi karena planet mereka sudah rusak. Misi mereka adalah untuk mengembalikan planet mereka ‘hidup’ seperti sediakala. Namun perjuangannya gak akan mudah karena bangsa Mogadorian, bangsa yang menghancurkan planet mereka terus mengikuti mereka sampai ke bumi untuk membunuh kesembilan Lorien. Namun, mereka sebelum ke bumi telah dimantrai hanya dapat dibunuh sesuai dengan urutan nomor mereka jika mereka tidak saling bertemu.

Setelah nomor satu hingga nomor tiga dibunuh, maka merekapun mengejar si nomor empat, bernama John Smith.

Baca juga buku series I am Number Four di bawah ini yak 🙂

 

***

Jika buku pertama lebih kepada cerita pribadi John Smith dan perkenalan kita dengan dunia Lorien, maka di buku kedua akan terasa lebih banyak intrik dan perkelahian, perburuan dan jawaban-jawaban yang tidak terselesaikan dibuku pertamanya.

John Smith yang telah ditinggal oleh Cepannya (penjaga dari para Lorien) dan menjadi  buronan internasional karena telah menjadi tersangka penghancuran sekolahnya di Ohio dan dituduh membunuh 5 orang di dalamnya, bergabung dengan Nomor Enam dan Sam (teman sekolah John yang ikut dalam pelarian mereka) mengatur strategi untuk mencari keberadaan bangsa Lorien lainnya untuk bertarung melawan para Mogadorian. Namun, hingga beberapa bulan perjalanan persembunyian mereka tidak mendapatkan hasil dan strategi untuk dilaksanakan.

Diujung dunia lainnya di Spanyol, Marina (nomor tujuh) serta cepannya Adelina hidup bertahun-tahun disebuah panti asuhan. Sudah berkali-kali Marina mengajak Adelina untuk kembali ke misi awal mereka datang ke bumi. Namun, Adelina yang telah taat agama seakan lupa dan berkali-kali memarahkan Marina akan niatannya tersebut. Hingga suatu hari datanglah seorang anak yang membantu Marina mendapatkan peti Loricnya yang disembunyikan oleh Adelina yang ternyata anak itu adalah sesama Lorien yang telah lama memperhatikan mereka.

Suatu saat John, Enam dan Sam tahu bahwa ayah Sam adalah penghubung bangsa Lorien dan bangsa manusia yang membuat mereka terpaksa kembali lagi ke Ohio, yang mana merupakan tempat paling rawan untuk mereka datangi. Rencana mereka berjalan mulus jika saja John tidak bertemu dengan Sarah, pacarnya di Ohio. Sarah yang tidak tahan lagi dengan pelarian John secara diam-diam melaporkan keberadaan John ke FBI hingga John dan Sam akhirnya ditangkap serta dikurung dan lebih parahnya lagi peti Loric John di ambil oleh Mogadorian.

Apakah John berhasil lolos dari penjara FBI? Berhasilkah John mendapatkan peti Loricnya kembali? Dan apakah John dan nomor enam berhasil mengumpulkan para Lorien yang tersisa, sedangkan waktu mereka sudah tinggal sedikit karena mantra mereka telah hangus dan mereka dapat dibunuh kapan saja. Sedangkan pemimpin bangsa Mogadorian telah datang ke bumi?

Yak, kalau mau tahu cerita kelanjutannya silahkan beli, pinjem atau baca di toko buku (klo gak diusir 😛 ) buku The Power Of Six ini. Bagi yang suka dengan novel bergenre fantasi aku saranin baca deh neh buku. :mrgreen:

***

Menurut aku bahasa yang digunakan oleh penulis buku ini sangat simple dan mudah dimengerti. Tahu dong, aku gak terlalu suka dengan bahasa buku yang berbelit-belit dan perlu kemampuan khusus untuk mencernanya. Contohnya saja buku berjudul Isildur yang sekarang  terpajang dengan manis tanpa dibaca di rak buku di kamar aku >.<

Penggunaan orang pertama untuk penulisan juga sangat membantu karakter untuk kita sebagai pembaca mengerti, karena memang banyak istilah-istilah ‘aneh’ yang penulis gunakan untuk menguatkan ceritanya.

Yang lucu dari buku ini sebenarnya adalah penulisnya. Dituliskan disampul bukunya bahwa penulisnya adalah Pittacus Lore yang didalam ceritanya adalah Tetua dari Planet Lorien. Beberapa kata ‘pengantar’ dari buku ini juga mengarahkan kita sebagai pembaca untuk meyakini bahwa yang kita baca ini adalah benar-benar terjadi dipelosok dunia (ah, keren juga kan yak kalau beneran ada alien yang sedang bertempur tapi kita manusia gak tahu 😛 ) dan dia menyuruh dan mengingatkan kita untuk berjaga-jaga.

Sayangnya, gak ada keterangan yang memberi tahu judul dari kelanjutan buku ini seperti pada buku pertama yang langsung mengumumkan akan ada sekuel yang berjudul ini dan akan terbit pada bulan ini, yang membuat aku yang menunggunya akan main tebak-tebakan kapan sebenarnya kelanjutannya akan keluar (yang kebanyakan malah akan mejadi terlupakan deh >.< )

Kalau dari segi tampilan buku seh menurut aku bagus-bagus aja (ya iyalah lah wong si niee gak terlalu ‘perhatian’ kok, 😛 ) yang paling penting dari buku yang aku baca adalah tulisannya yang gede-gede (biar bisa baca pas tidur-tiduran gitu 😀 ) dan ada pembatas bukunya! (yak, aku termasuk orang yang membenci buku-buku yang aku beli dilipat  👿 )

So, ayo membaca :mrgreen:

note: aku baca buku ini cuma 4 hari aja loh, untuk 529 halaman. Ini merupakan prestasi bagi aku yang sekarang udah susah banget baca buku cepat. Walaupun kalau dibandingkan dengan yang lalu dimana aku bisa membaca buku Harpot yang kelima (kalau gak salah 1300an halaman) hanya dengan 5 hari aja masih amat jauh tapi udah lumayan banget lah 8) Ini yang buat aku berfikir apa mungkin karena buku ini bergenre fantasi dimana genre yang paling aku senangi sehingga aku lancar jaya membacanya? Bandingkan aja dengan buku kening yang 2 halaman aja aku udah rada males lanjutinnya 😛

note lagi: karen alasan di atas aku udah menandai beberapa buku yang aku pengen beli yang genrenya sama deh dengan buku sejenis ini seperti The Secret Immortal Nicholas Flamelnya Michael Scott, The Kane Chronicles dan The Lost Heroes karya Rick Riordan (penulis Percy Jackson), ama Trilogy Bartimaeus. Udah ada yang pernah baca belum? Kalau udah bagus gak ceritanya? Tapi karena aku masih banyak buku yang belum terbaca rasanya sayang banget deh kalau harus beli buku ini lagi. So, satu-satunya cara biar gak sayang adalah aku harus menghabiskan buku yang udah di stok ini biar bisa cepat beli buku baru 😆

Cek juga kelanjutan buku ketiga The Rise of Nine di sini dan buku keempatnya The Fall of Five di sini.