Gak Punya Teman


Haiii, Hallo, apakabar semuanya? Pada sibuk apa seh aku penasaran, hahahahaha. Biasanya kan tahun baru gini lagi mikirin mau liburan ke mana gitu kan? Tapi tahun ini kan beda ya, dan mau rencanain untuk tahun 2021 juga masih ragu dan takut kecewa jadi kalau aku cuma berasa kayak robot hidup dari hari ke hari ngulang terus tanpa rencana, hahahaha.

Tulisan kali ini, aku mau menceritakan unek-unek aku selama ini seh. Tentang teman. Pertama, aku mau tanya sama yang baca di sini, kalian punya banyak temen gak seh? Temen yang dari kecil gitu, bisa dari SD/SMP/SMA yang udah tua gini (TUAAA) masih tetap rutin bersama, kumpul bareng gitu atau sekedar masih rutin chats dengan intens?

Untuk aku sendiri, jawabannya adalah : GAK ADA! Hahahaha.

Aku tuh sebenarnya punya banyak teman waktu di SD atau SMP, SMA bahkan kuliah. Tapi ya sekedar temen aja gitu loh. Dari SD setelah pindah ke SMP yang notabene aku satu-satunya yang berasal dari SD aku, praktis temen SD udah gak pernah ngobrol dan jarang ketemu. SMP ke SMA pun gitu, karena temen akrab aku dulu gak ada yang masuk ke SMA yang sama, jadinya jarang ketemu juga dan udahlah pisah aja. Dulu juga gak ada aplikasi whatsapp atau telegram dan segala macam ya, jadi harus pake SMS atau telpon yang ribet banget gitu, huahahaha.

Di kuliah juga aku punya banyak teman, tapi ya gitu deh. Kalau ketemu lagi seh emang seru banget ya, tapi itu jarang banget lah kejadiannya. Jadi hari hari aku lebih ke yang sendirian gitu aja sama keluarga.

Sebenarnya, aku gak pernah bosan seh sendiri atau gak ngumpul sama teman gitu. Aku selalu suka sendirian, dan sekarang juga aku gak pernah sendirian sama sekali kan yak. Selalu ada si K di rumah yang menemankan dan ada si abang suami juga.

Cuma ya, dari jaman aku kuliah, kerja dan bekeluarga sampai sekarang aku selalu iri kalau lihat teman-teman aku yang bisa kumpul-kumpul sama teman-teman lainnya. Gak tahu kenapa ya, kok aku bisa iri gitu. Padahal kalau diajak juga aku ogah karena kumpul dan bertemu dengan temannya teman itu gak banget untuk aku. Aku ada ketakutan nanti mau ngomong apa? Terus kalau aku nanti gak asyik gimana? Bahkan sampai aku merasa gak pede dan malu gitu loh.

Udah tahu aku gak bakalan nyaman buat ketemu orang dan hal yang paling nyaman buat aku adalah di rumah sendiri, tetap aja kalau lihat teman-teman aku kumpul bareng aku iri, hahahaha. Irinya sampai kalut gitu loh dan akhirnya berujung aku unfollow temen temen aku gak gak terlalu akrab gitu, kalau teman akrab akunya hide storynya, huahahahaha.

Dari dulu aku udah sadar seh kalau aku ini tipe orang introvet. Aku gak bisa tuh ketemu orang baru terus bisa memulai percakapan. Aku lebih suka diam dan mengamati orang daripada harus berbasa basi sama orang yang duduk disebelah. Cuma aku masih kalut gitu loh, iri lihat pertemanan orang, tapi gak suka juga kalau harus bertemu teman setiap hari karena merasa ribet dan kalau ada waktu mending di rumah aja nonton TV atau main sama K gitu loh. Jadi, aku pastikan ini penyakit banget lah yang harus disembuhkan.

Usaha pertama aku untuk menyembuhkannya adalah aku harus berani mengakui ke diri aku sendiri bahwa aku emang iri. Dulu mah boro-boro ya, sok-sokan asyik gitu padahal mah iri aja. Setelah aku bisa terbuka dengan diri aku sendiri, tahapan selanjutnya adalah aku ingin mengurai permasalahannya. Kenapa aku iri? Lebih tepatnya, kenapa aku bisa iri dengan orang-orang yang punya teman yang bisa selalu main bareng dari kecil sampai sekarang gitu? Jawabannya udah jelas lah ya, karena aku gak punya, aku gak ada teman yang bisa secara rutin jalan bareng, atau sekedar ulang tahun yang datang ke rumah untuk kasih sureprice dan segala macamnya. Aku gak punya teman seperti itu. Lalu aku uraikan lagi, memang aku segitu gak punya teman kah?

Kalau pertanyaan seperti ini sebenarnya aku punya temen loh. Temen aku yang sekarang hari-harinya adalah temen kantor aku. Aku punya banyak temen dari kantor aku yang pertama, aku juga punya teman akrab dari kantor aku yang kedua, aku bahkan punya temen kantor yang intens yang bisa membahas gosip apapun di kantor aku yang ketiga dan terakhir sekarang. Kami masih instens chats bareng, kami masih bisa jalan bareng atau makan siang bareng, bahkan kami ada hobi yang sama dan tentu kami bisa ngobrol yang panjang lebar tanpa takut kehabisan hal yang bisa dibicarakan.

Lalu, kenapa aku iri sama hal yang emang aku gak punya? Maksudnya gak punya teman SD-SMP-SMA atau kuliah yang maish rutin ketemuan? Padahal aku punya dengan hal yang berbeda? Lagian berteman itu emang gak bisa dipaksain kan yak?

Terus, beberapa hari belakangan ini aku juga sering menonton YT tentang minimalis dan produktifitas. Ternyata, hidup minimalis gak cuma tentang barang aja, tapi juga fikirian bahkan teman! Lalu Raditya Dika pernah dengan bangganya berbicara kenapa dia terlihat santai tapi tetap bisa produktif ya karena dia gak punya teman! Gak punya teman itu maksudnya gak ada teman nongkrong gitu loh. Dan ini bukan cuma dia, tapi orang orang lain juga. Jadi bukan hal yang aneh jika gak punya teman itu. Dengan lo gak punya teman yang harus nongkrong setiap saat, lo punya banyak waktu untuk bekerja, lo punya banyak waktu untuk keluarga, bahkan lo punya banyak waktu untuk diri lo sendiri! Itu diri sendiri udah diajak ngobrol belom dari hati ke hati biar gak iri lagi sama kehidupan orang lain? *ngomong sama kaca*

Balik lagi soal aku yang iri dengan orang yang bisa punya teman banyak dan instens. Ternyata, ada hal di dalam diri aku yang takut kalau aku yang gak punya teman ini akan menjadi orang aneh gitu loh. Aku takut aku termasuk orang yang gak kece atau terlihat keren dimata orang lain karena gak punya teman seumuran sepergaulan. Kok manusia gak punya teman seh?

Tapi ternyata, setelah aku telaah lebih dalam, banyak juga kok manusia-manusia di dunia ini yang gak punya teman. Yang kalau ada masalah gak curhat dan difikirkan sendiri. Yang kalau pengen ke mall atau belanja lebih menikmati sendiri karena akan lebih cepat dan gak capek. Yang kalau mau makan tinggal pesan gojek makan sendiri. Dan manusia itu, manusia seperti aku itu gak aneh! Hahahaha.

So, mungkin ini emang permasalahan aku. Permasalahan yang sudah diujung dan menurut aku sudah ada titik jalan terangnya. Karena udah aku fikirkan dan terbuka sama diri aku sendiri. Tapi mungkin ada yang baca tulisan gak penting aku ini dan merasa relate, hey! kamu gak sendiri loh. Bahwa kita menyukai kesendirian, ketenangan, kepraktisan dan merasa ribet dengan keramaian, gak bisa ngobrol sama orang itu ya biasa aja. Masih termasuk manusia normal lah, hahahaha.

bye.

Belajar Menata Keuangan Keluarga


Haaaiii, Haallooo, apakabar semuanya?

Belakangan ini, satu dua tahun kebelakang deh, di lingkungan sosmed aku (yang punyanya cuma instagram aja seh sekarang) lagi banyak banget orang yang ngomongin keuangan. Ini yang bukan secara khusus aku follow akun keuangan loh. Beberapa dari mereka adalah orang yang emang aku follow dari lama semisal temen blogger yang ngomongin parenting eh sekarang juga masuk ke finansial. Aku sangat suka seh orang-orang yang bicara tentang keuangan gini, karena mereka aku jadi tahu bagaimana seharusnya aku menata keuang aku. Pas banget pandemi gini rasanya uang jadi gak kemana-mana kan karena gak liburan dan makan di luar juga jarang. Maka pandemi adalah waktu yang pas untuk aku menata keuangan.

Kalau ditarik ke belakang, semenjak mulai punya gaji sendiri di tahun 2011 aku tuh gak pernah punya tabungan loh. Ada seh yak buku tabungan, tapi setiap lihat uang beberapa juta aja udah gatel pengen dipake buat beli handphone lah, buat liburan lah dan lain lain. Terus kalau udah kepake tabungannya kosong lagi, isi lagi dari 0 πŸ˜› Sampai pas ditawarin beli rumah yang murah banget ditahun itu aku tuh gak mau karena emang gak ada uangnya gitu loh untuk DP. Padahal DPnya juga lumayan murah lah cuma 10an juta. Rumah di daerah yang sama yang akhirnya aku beli sudah naik 2 kali lipat dan uang DPnya sudah 3 kali lipat. Ya tapi namanya rejeki-rejekian deh yak, jangan diselali yang sudah terjadi πŸ˜›

Di zaman itu aku mikir nabung itu ya udah masukkan sebagian gaji ke rekening tabungan. Gitu aja. Gak tahu itu tabungan untuk apa, gak tahu juga ngitung untung ruginya. Apalagi sampai mikirin inflasi 10 tahun lagi ya, bay dah barang apa itu? Yang aku cita-citakan dulu adalah pengen beli tanah aja buat nanti dijual kalau harganya udah naik. Sungguh pemikiran dangkal karena emang pas kita butuh uang akan dengan sangat mudah itu tanah dijual? Terus kalau kita jual dengan harga misal 100 juta terus ada gitu orang mau belinya? Atau jangan-jangan saking perlu uangnya ditawar 80 juta kita iyain udah yang penting dapat uang. Belum lagi ngurusin pajak penjualannya, balik namanya, yang ugh pusing dah. Kalau kalian nanya ke aku sekarang, jangan deh beli-beli tanah untuk investasi. Kecuali kalau kalian emang mau menggerakkan tanah tersebut untuk bisa menghasilkan seh its okay.

Terus tahun 2014 punya anak dan karena mama mertua adalah mantan pegawai Jiwasraya maka masuklah aku ikut dana pendidikan si K ke BUMN itu. Tahun itu mah belum ngerti apa itu asuransi unit link dan segala macamnya. Tahunya ya nabung nabung aja. Lumayan di umur si K ke 17 nanti dia dapat uang sekian rupiah yang gak akan diambil oleh emak bapaknya kalau kepengen jalan jalan πŸ˜› Padahal ya ampun, kenapa pula dana pendidikan masuk ke asuransi kan? Untungnya (masih untung aja bo) nama asuransi jiwa yang tertanggung itu adalah nama suami, jadi ya bener asuransinya. Coba kalau nama tertanggung itu nama anak kan yak, makin berabe lah itu urusan.

Menginjak tahun 2017, akupun udah niat banget terus ngobrol sama suami. Niatnya itu sederhana seh sebenarnya, yang pertama aku pengen nabung dana haji karena ya sebagai muslim naik haji itu wajib kan yak. Kalau orang-orang banyak yang pergi Umroh dulu ya gak papa, tapi aku cuma pengen naik haji aja. Biaya naik haji itu satu orangnya 25 juta rupiah, jadi kalau berdua itu 50 juta. Kok ya “kelihatan” banyak yak! Hahahaha. Emang kalau gak niat itu ya kelihatan sangat banyak.

Terus yang kedua niat aku itu nabung dana pendidikan untuk si K. Karena tahun itu aku sangat banyak nonton biaya pendidikan kuliah di eropa yang wow gitu jumlahnya. Gimana aku bisa kuliahkan dia ke sana kalau uangnya aja gak ada? Gak mungkin banget kalau anaknya udah SMA terus aku baru nabung, uangnya bisa kekumpul. Ada seh asuransi pendidikan tadi di atas, tapi jumlah uangnya ya gitu deh, gak memuaskan. Makanya aku mulai buka tabungan biasa aja untuk khusus mengisi tabungan pendidikan sama si K.

Ternyata, kalau udah niat uang yang kerasa besar dapat kekumpul dengan cepat loh! Semenjak udah tahu aku mau apa, jadi setiap ada duit ya yang difikirkan pasti nabung dulu. Masukkin lah ke tabungan haji dan pendidikan. Lalu akhirnya kurang dari setahun kekumpul dong uangnya! Aahh, aku senang, kenapa gak dari dulu kan?Β  Jadilah aku akhirnya bisa daftar kuota haji di tahun 2018 dan akan berangkat 2036, wow banget, aku udah tua πŸ˜› Tabungan pendidikanpun secara pelan-pelan mulai kekumpul uangnya, bahkan jumlahnya bisa lebih besar daripada jumlah premi yang di dapat nanti saat si K umur 17 tahun dari asuransi pendidikannya yang emang seuprit itu (apa aku tutup aja ya asuransinya(?)).

Karena merasa udah bisa menabung, dan rasanya kok ya sayang kalau duitnya gak dimanfaatkan secara benar, akhirnya tahun 2019 aku mulai belajar belajar sedikit tentang keuangan. Barulah aku tahu ada yang namanya Reksadana, saham dan obligasi. Woy! Kemana aja si irni baru tahu di tahun 2019 di umur 31 tahun? Hahahaha. Ya tapi kata orang “Waktu investasi terbaik adalah kemaren, dan waktu yang paling terlambat adalah besok”, maka gak ada salahnya kita belajar hari ini kan yak :mrgreen:

Tahun 2019 itu, investasi udah sangat mudah banget. Bahkan sambil baring di rumah aja udah bisa buka Reksadana, Saham, beli Obligasi dan apapun nama produk investasi kalian, pasti bisa lewat smartphone dah! Pun, investasi juga udah murah banget, mulai dari 100 ribu juga udah bisa beli reksadana dan mulai 500ribuan udah bisa beli 1 lot saham. Mantul dah. Lalu mulailah aku membuka akun dibeberapa aplikasi dan mencoba membeli berbagai jenis reksadana. Awalnya ya langsung beli-beli aja tanpa melihat itu perusahaan apa, lihat yang tinggi returnnya langsung sikat dah. Ternyata gak begitu juga Niee! Bahkan aku ada reksadana yang akhirnya turun 15% lalu tutup dan dananya baru cair 50% gitu loh, hahahaha. Bener-bener uang belajar dah menurut aku.

Karena gak mau terjerumus lagi, maka akupun mulai belajar mulai dari googling sampai ikut kelas-kelas financial gratis hingga berbayar. Maka, barulah aku tahu, sebelum kita mulai investasi, harus banget mengatur cashflow dulu lalu kita juga harus tahu tujuan investasi kita itu untuk apa. Ini penting agar jari-jari dan tangan ini gak gatel buat ambil uangnya, hahahahaha. Kelihatan sepele seh karena apa seh susahnya membuat cashflow dan membuat tujuan investasi? Ternyata gak semudah itu ferguso!

Bayangin ya, kalau kita belum membereskan cashflow, yang ada setiap bulan kita nabung, tapi akhir bulan kita ambil lagi karena uangnya ternyata gak cukup! Nafsu aja yang banyak buat investasikan ya, ternyata gak mampu, hahahaha. Terus tujuan investasi itu juga harus banget yang bisa terlaksana. Kebanyakan orang kan banyak maunya ternyata uangnya gak ada, hahahaha. Karena tujuan investasi itu gak cuma yang gede-gede yak, dari yang kecil pengen beli HP, beli mobil, beli rumah, sampai dana pendidikan dan pensiun, liburan semua masuk ke tujuan investasi.

Pertama kali aku belajar ya aku tuliskan semuanya dong yak. Mulai dari pengen ganti HP baru 2 tahun kedepan, terus mobil harus diganti dong 6 tahun lagi, rumah mau direnov rutin 10 tahun lagi, dan umroh plus liburan harus banget bisa tercapai 5 tahun lagi, dan oh si K harus bisa kuliah di LN kan minimal di US lah 12 tahun lagi, terus udah tua maunya pensiun dong, terus pendapatannya maunya segede sekarang dihitung kenaikan inflasi biar gak mejadikan si K sandwich-Gen dan hidup aku bisa terus senang-senang udah tua tetap bisa jalan-jalan ke luar negeri. Wow, sungguh keinginan yang kebanyakan padahal uangnya terbatas! Hahahahahahaha.

Aku juga baru tahu, dari semua investasi yang harus dilakukan, bahwa dana darurat adalah koencji kesuksesan. Jadi dana darurat dululah yang dikumpulkan, baru investasi yang lain. Karena kalaupun kita inves sana sini terus ada kendalam masalah darurat yang menyerang, ambil uangnya ke mana? Masak harus ambil yang investasinya kan? TAPI jujur, dana darurat aku masih kacau balau seh, hahahaha. Soalnya ya sayang kan kalau ada uang mending dimasukkan ke dana pendidikan atau pensiun daripada ke dana darurat, hahahahaha.

Jadi, kalau ditanya sekarang, si Irni lagi investasi untuk apa? Aku pasti dengan mudah menjawab sedang mengumpulkan dana darurat, tabungan pendidikan, dana pensiun dan dana haji untuk keperluan berangkatnya. Udah gak neko-neko yang lain, biar aja yang lain difikirkan sama suami, huahahahahaha.

Terus investasinya pake apa? Pada dasarnya semuanya aku coba, hahaha. Tapi kebanyakan aku tetep Reksadana baik Pendapatan Tetap maupun reksadana saham dan sebagian obligasi pemerintah. Untuk saham baru coba-coba aja bahkan belum berani investasi rutin, aku belum kuat lihat pergerakannya, hahahahaha.

Investasi ini terlihat gampang, kalau kata suami ya gak perlu pake belajar segala lah πŸ˜› TAPI, pas aku tanya ke teman-teman terdekat aku di lingkungan kantor, pada gak ada yang jelas juga loh tujuan investasinya. Pada nabung ya nabung aja. Makanya aku fikir hal semacam ini emang perlu dipelajari kan yak?

So, kalau kalian investasinya pake apa?

[Review] Kinderfield Kindergarten Pontianak


Kinderfield Pontianak

 

Beberapa bulan yang lalu, waktu aku masih aktif banget main Facebook, saat aku post tentang sekolah si K ada senior aku di kampus yang minta buat review sekolahnya di blog. Aku lihat seh anaknya ada dua, satunya lebih tua daripada si K jadi ya gak mungkin juga pindah sekolah (asumsi aku aja seh, ya kalau mau bisa bisa aja πŸ˜› ) dan satu lagi emang masih kecil seh, umuran 3 tahun gitu dan pas banget mungkin tahun depan (atau tahun ini?) masuk TKA.

Sebenarnya, udah sering banget ya aku nulis sekolahnya si K, tapi emang gak ada secara keseluruhan gitu jadi ya kenapa nggak aku tulis kan? Mungkin ini bisa jadi media juga kalau ada yang sedang mencari sekolah anak untuk TK nya bisa mampir ke blog ini. Karena pas aku nyari sekolah buat K kemaren emang agak susah seh yak. Gak ada review jujur dalam bentuk blog gitu loh. Orang Pontianak belum ada yang review sekolah ternyata.

Ok, untuk mereview sekolahnya si K ini aku buat beberapa point yak. Dan perlu aku garis bawahi adalah bahwa ini review hanya untuk level paud dan TKnya. Karena si K baru lulusnya untuk tingkat TK. Untuk SD sendiri karena dari awal masih online jadi belum berasa apa-apa seh yak, jadi mungkin beberapa tahun ke depan baru aku akan tulis untuk tingkat Primay. So here we go go go.

Kenapa memilih Kinderfield Pontianak?

Yang udah baca blog aku dari dulu pastinya udah tahu seh yak alasannya πŸ˜› Tapi aku tulis lagi deh di sini.

Jadi zaman dahulu kala tuh, pas si K baru lahir lah, aku tuh bingung mau sekolahkan si K di mana. Pilihannya sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis sekolah. Apakah aku mau sekolahkan si K ke sekolah berbasis agama, ataukah aku mau menyekolahkan si K untuk sekolah berbasis internasional (atau nasional plus deh karena di Pontianak gak ada yang sekolah murni Internasional).

Lalu mulailah aku memikirkan lebih kurangnya aku pilih sekolah berbasis agama atau sekolah nasional pluss. Pertama, aku mikirkan akan di bawa ke mana pendidikannya si K nanti? Apakah aku mau mengejarkan dia masuk PTN atau kuliah di luar negeri? Walaupun pada akhirnya akan aku tanyakan kepada si K nanti saat dia kelas 1 SMA, tapi jika untuk aku pribadi aku akan memilihkan dia untuk kuliah di luar negeri. Sebenarnya bisa-bisa aja seh dari sekolah berbasis agama kuliahnya di luar negeri. Tapi lagi-lagi karena aku tinggalnya di pontianak, aku lihat gak ada sekolah berbasis agama yang kuat dari segi bahasa inggrisnya.

Kemudian aku juga memikirkan dari segi keberagaman seh. Aku maunya si K berteman dan mengenal orang dari berbagai agama, suku bangsa dan ras gitu. Jadi gak terpatok sama 1 agama saja. Aku berharap seh dengan dia bersekolah di sekolah umum, dia tidak akan kaget atau kagok jika tiba-tiba menjadi minoritas atau bahkan mayoritas. Berfikir terbuka dijaman yang udah maju gini masih tetap harus diasah kan yak :mrgreen: Makanya akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan si K ke sekolah nasional pluss.

Di Pontianak sendiri ada beberapa sekolah nasional pluss yang lumayan terkenal. Aku mencari tahu beberapa sekolah yang sesuai kategori aku, tapi pada akhirnya aku memilih Kinderfield Pontianak.

Kurikulum

Kinderfield Pontianak adalah sekolah Friencise yang kurikulumnya sudah ditetapkan di kantor pusat di Jakarta. Aku mikirnya ini penting banget seh karena ada beberapa sekolah nasional plus di Pontianak yang kurikulumnya kurang terlalu bagus. Mereka hanya menerapkan berbahasa Inggris tanpa memikirkan proses pengajarannya.

Untuk tingkat PAUD dan TK mereka menggunakan kurikulum montessori dan kurikulum kinderfield sendiri. Jadi gak montessori murni gitu ya. Pelajarannya pas deh untuk anak-anak usia batita dan balita. Seingat aku dulu waktu si K ditingkat Kiddy 2 (PAUD) itu belajarnya mengenal huruf dan angka. Satu minggu 1 huruf dan 1 angka. Hurufnya itu yang dipelajari mulai dari cara nulisnya, apa-apa saja benda yang menggunakan huruf itu sampai dengan sound of letter-nya. Untuk aku tidak pernah sekolah berbasis inggris gitu, belajar sound itu sesuatu yang baru untuk aku loh, hahahaha norak banget yak. Jadi aku baru ngeh, ooww pantesan jadi mudah gitu mendengar orang lain bicara ya, kalau kita udah tahu soundnya, hihihi.

Untuk Montessorinya sendiri itu lebih ke dasar-dasar seperti memindahkan beans dari kiri ke kanan, menggunakan alat-alat montessori dan lain sebagainya. Intinya kurikulum montessori itu mengajarkan anak menjadi mandiri seh yak dan persiapan anak untuk lebih mudah ke tahap selanjutnya.

Selain pelajarannya, di Kinderfield juga memiliki dasar dasar yang ingin ditanamkan ke setiap anak sesuai tagline dia lah, responsible to life. Jadi anak anak diajarkan bertanggung jawab mulai dari tingkat PAUD bisa membuka dan memasang sepatu sendiri. Harus menyapa setiap guru yang ada di sekolah baik itu guru kelasnya atau gak. Bisa makan sendiri, mengemaskan tempat makanannya sendiri. Mengemasi barang-barang yang sudah mereka pakai hingga cara bermain yang baik antar teman di sekolah (nulis ini jadi inget kalau selama SFH hal-hal seperti ini gak ada didapat seh yak. Jadi PR banget buat orangtuanya ya).

Satu lagi yang aku suka dari sekolah ini adalah, jadi setiap Term, di kelasnya akan ada satu tema (untuk Kiddy) dan dua tema (untuk KG) yang diangkat. Misalnya Term ini tentang planet. Nah, anak-anak sambil belajar pelajaran, mereka juga diajarin tentang planet ini. Mulai dari apa itu planet, macam-macam planet, di mana kita manusia tinggal? Terus di tata surya itu selain planet ada apa aja? Matahari itu planet bukan? Nah, diakhir Term, nantinya anak-anak akan dibagi menjadi ke beberapa kelompok dan melakukan presentasi tentang planet! Aku kagum pas si K baru umur 3 tahun tapi udah bisa presentasi loh! Kan bangga ya emaknya, hahahaha.

Untuk fasilitas sekolah Kinderfield berupaya untuk bisa mendukung seluruh kegiatannya seh yak. Karena dulu waktu si K baru masuk Kiddy, sekolahnya itu masih numpang di rumah gitu loh yang dijadikan sekolah. Kalau bukan dari Jakarta aku gak bakalan percaya deh sama sekolah ini, hahahaha. Tapi walaupun begitu seluruh kegiatan sekolah masih sangat bisa terpenuhi. Kalau sekarang, sekolahnya udah gede karena udah punya gedung sendiri. Di sekolahnya ada mini playground gitu, terus ada kolam berenang, ada perpustakaan, ada ruang komputer, dan kelasnya sendiri sangat enak seh menurut aku. Setiap kelas untuk tingkat PAUD maksimal terdiri dari 20 anak dengan 3 guru. Kalau tingkat TK maksimal dengan 20 anak juga dengan 2 guru. Yang pasti kelasnya ber-AC, penting banget buat si K, hahahaha.

Tapi aku masih berharap sekolahnya masih bisa dikembangkan seh yak, karena aku pengen banget ada lapangan olahraganya seperti lapangan basket atau lapangan volly gitu, jadi kalau pelajaran olahraga anak-anak bisa main di sana gak dihalaman parkir aja.

Yang aku suka dari Kinderfiel ini juga karena kepala sekolah juga seh. Jadi kepseknya ini miss fifi yang lulusan amerika. Aku suka salut sama orang-orang yang udah melanglang buana sekolah tapi balik lagi ke kampung halaman. Bukan jakarta tapi Pontianak gitu. Jadi pengetahuannya udah luas banget lah kepsek ini. Walaupun pasti lulusan lokal juga ada yang bagus, tapi untuk aku sendiri, aku percaya bahwa orang yang sudah melihat dunia lebih luas lagi pastilah punya nilai pluss yak daripada yang cuma lihat pontianak-pontianak aja (baca: aku πŸ˜› )

Selama PAUD dan TK di Kinderfield, sekolahnya juga sangat banyak memiliki kegiatan. Mulai dari swimming day yang diadakan di sekolah, fieldtrip ke berbagai tempat edukatif, acara akhir tahun sekolah, peringatan nasional seperti hari kartini, 17 agustus sampai hari peringatan daerah seperti ulang tahun Kota semua dirayakan. Terus Kinderfield juga sangat aktif mengasah kemampuan anak anak didiknya dengan mengukuti lomba-lomba. Bahkan Kinderfield sendiri punya kegiatan khusus namanya Kinderfield Championship yang dilaksanakan setiap bulan januari. Si K sendiri seringnya ngikuti lomba matematika (aku baru tahu bahwa anak TK juga ada lomba math nya, hahahahaha) lomba mewarnai, lomba menyanyi dan lain sebagainya.

Lingkungan sekolahnya ok juga lah menurut aku. Ya kalau orang Pontianak pasti tahulah yak kalau sekolah swasta nasional pluss itu mayoritasnya siapa. Tapi sepenglihatan aku selama si K sekolah 3 tahun gak ada masalah seh yak. Anak-anaknya semuanya baik-baik semua. Gak pernah aku dengar ada bully-bullyan di sini karena setiap kegiatan anak selalu dipantau oleh guru-guru. Jadi walaupun sedang bermain anak-anak akan selalu diawasi guru gitu loh. Kalau orang tuanya sudah jemput baru deh dilepas anaknya. Jadi gak ada anak yang lebih menonjol daripada yang lain.

Karena sekolahnya juga mengembangkan sikap, jadi setiap anak juga dapat menyuarakan pendapatnya sendiri seh yak. Gak ada yang pendiam banget atau gak bisa ngomong kalau mereka gak suka sesuatu. Pokoknya kerasa banget lah perubahan yang ada di K setelah dia bersekolah di sana.

Sebenarnya, ada satu sekolah juga yang menjadi minat aku tapi gak jadi karena letaknya di luar kota dan jauh dari rumah. Jadi Kinderfield ini sekolahnya di tengah kota. Dulu malah di jalan protokol Pontianak, sekarang masih di Pontianak selatan yang emang hampir seluruh fokus pontianak ada di kecamatan ini seh yak. Apalagi semenjak pindah sekolahnya cuma berjarak sekitar 200 meter dari rumah Mbahnya si K loh, dan cuma 1 km-an dari kantor aku. Jadi untuk jemput sekolah dan nganterin dia ke rumah mbahnya itu dekat banget!

Terus pasti banyak yang nanyain juga untuk harganya gimana? Kalau beneran mau tanya bisa DM aja aku di instagram @iirni yak, hahahaha. Yang pasti sekolah jaman sekarang itu ada rupa ada harga. Gak bakalan bisa mau mendapatkan fasilitas yang sama tapi biaya sekolah cuma 50ribu misalnya. Tapi untuk aku seh, aku puas banget menyekolahkan si K di sekolah ini seh. Jadi gak komplen dengan harganya.

Kalau ada yang mau tahu tentang pelajaran dan aktifitas apa apa aja yang ada di sekolah ini, bisa di cek di link ini atau ini karena setiap termnya aku ada cerita seh yak, udah detail banget lah.

 

bye

Sisa Dua


Belakang ini, aku sering nulis panjang lebar di Facebook. Panjang banget sampai sebenarnya cocok untuk ditulis di blog. Karena sayang, aku pindahin aja beberapa tulisannya ke blog deh yak. Belakangan ini seh tulisannya kebanyakan ngeluh tentang corona. Nulisnya udah seperti aku nulis blog pertama kali tahun 2009-2010an gitu deh, hahaha. So, ini adalah tulisan pertama yang aku copas dari status FB aku yang aku tulis tanggal 5 Juli 2020.

No photo description available.

Kemaren, baca status temanku yang bahagia, bahwa Pontianak kasus aktif positifnya sisa dua. Aku yang gak pernah percaya sajian data di Indonesia tentu langsung berfikir “eits tunggu dulu” mari kita cek presentase jumlah yang dites dengan jumlah penduduk. Ternyata aku gak dapet, yaudah lah 🀣

Lalu, akupun lihat jumlah ODPnya aja, karena ODP sekarang ini adalah orang yang tes Rapidnya reactive [1]. Sedang menunggu hasil swab. Walaupun aku gak pernah percaya juga dengan hasil rapid tes ya karena “You Know Why“. Hasil negatif rapid hanya kebahagian semu untuk kita penduduk negara berkembang yang kekurangan uang untuk langsung aja tes PCRπŸ˜—

Ternyata, jumlah ODP di Pontianak masih 168. Berarti masih ada 168 orang yang sedang menunggu hasil swab. Hasilnya bisa negatif dan tentu saja bisa positif.

Aku sendiri, sudah banyak mengurangi kecemasan aku terhadap corona. Udah gak relate banget dengan keadaan orang orang sekitar aku soalnya, yang cenderung sudah melupakan. Yang dulu aku setiap pagi nyemprotin ruang kerja pake hand sainitaizer sekarang udah gak. Tapi masih nyemprotin meja habis orang asing datang ke ruangan.

Yang dulu gak pernah mau diajak makan prasmanan, sekarang kadang mau kadang gak tapi kalau iya selalu mintanya ambil duluan biar belum tersentuh tangan tangan yang aku gak tahu asalnya dari mana dan aku pegang prasmanannya pake tissue basah. Ribet emang si irni 🀣

Aku masih aneh lihat perkumpulan orang yang dengan santai gak pake masker. Kalau ada warga yang datang ke ruangan aku langsung suruh ke luar dan gak dilayani. Pernah suatu hari aku mau diviralkan katanya karena gak nerima dia yang gak pake masker. Aku tantangin aja sekalian, kapan lagi si Irni bisa viral, tapi gak mau juga. Ya gak jadi viral dah si Irni.

Bolak balik diskusi sama suami tentang orang yang naik sepeda dan gak pake masker. Si Falla Adinda aja 70km ride full pake masker loh! Masak yang cuma 10-20 km gak tahan? Aku emang kalau berdebat, hanya jika aku bisa menang. Kalau gak bisa menang, aku minta maaf duluan πŸ˜›

Balik lagi ke jumlah kasus aktif di Pontianak yang tinggal 2 orang ini. Aku sendiri sangat ingin Pontianak cepat masuk ke sona hijau. Ya tahu sendiri lah aku pengen banget si K masuk sekolah. Syarat sekolah dibuka adalah jika sudah masuk zona hijau. Aku sampai ngomong sama suami, kalau pemerintah bohong sama datanya terserahlah. Aku cuma pengen anak masuk sekolah☹️

Disekitar aku, anak dibawa makan di restoran, ngemall dan bahkan liburan ke singkawang itu udah hilir mudik di timeline. Lah, kalau seperti itu, kenapa juga gak masuk sekolah sekaliankan? Karena menurut pendapat aku pribadi, sekolah lebih berfaedah daripada mall dan liburan, huhuhu.

Si K sendiri belum aku bawa ke mall dan liburan [2]. Aku menyesal juga kenapa gak lanjut aja pergi ke Jepang kemaren. Lah di Indonesia lebih parah kok, Jepang sampai sekarang aman aman aja. Sekarang kalau mau pergi di sananya yang gak terima warga negara Indonesia.

Eropa udah buka border ke 15 negara, Indonesia gak termasuk. Blasslah Indonesia udah gak dipercaya orang di dunia luar sama sekali karena penanganan Covidnya semrawut.

Kemaren ngobrol di rumah. Tentang orang yang liburan ke singkawang. Aku gak masalah seh sebenarnya. Soalnya lah petinggi petinggi aja udah liburan semua. Mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah. Beda kasus dengan menteri kesehatan New Zealand yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah diburan ke pantai yang sepi dengan keluarganya. Merasa bersalah kata dia [3]. Makanya aku suka ngingetin diri sendiri sekarang, jangan suka marahin masyarakat kecil yang kongkow kongkow ngopi atau berjualan. Mereka cuma mencari rejeki dan cari kebahagiaan.

Terus ada yang ngajak, ayo kalau gitu kita liburan? Ya maaf maaf aja, kalau aku diajak liburan di sekitaran kalimantan seh ogah. Malu sama tiket 3 negara yang aku hanguskan demi pencegahan corona πŸ€ͺ kalau ngajak aku ya ke Taiwan lah minimal. Hari ini aku seharusnya udah landing di Taipe terus lagi minum teh tradisional. Tapi ini fikiran aku untuk hari ini, gak tahu besok kalau berubah 🀣

Jadi kesimpulannya apa?

Ya gak adalah kesimpulannya, si Irni cuma pengen buat status aja. Nulis panjang lebar emang kesenangan aku sebagai blogger yang blognya gak terlalu aktif sekarang πŸ˜‚

Tapi aku sadar, bahwa cari selamat masing masing udah gak mungkin bisa sekarang. Kecuali kalian gak pernah sama sekali ke luar rumah selama 4 bulan. Apalagi kalau kalian orang yang gak enakkan.

Kalau aku seh gak mau ya aku bilang gak mau, kalau gak suka aku bilang gak suka. Udah 3 undangan acara keramaian aku tolak. Tapi mungkin tinggal nunggu waktu aja si irni juga ngikutin arus. Gak tahu kapan, tapi semoga jangan cepat cepat, atau paling gak nunggu kasus ODP nol di Pontianak, yang gak tahu kapan 😌

***

[1] Kepala BPBD Kota Pontianak komen di postingan aku ini, “menanyakan” perihal apa emang benar ODP itu orang yang Rapid Testnya positif. Aku baru sadar seh, ODP di sini adalah orang yang emang dipantau PLUS orang yang rapidnya positif. Kenapa datanya digabung gini aku gak tahu juga. Bacanya jadi rancu seh ini (kemudian aku hapus pertemanan sama si bapak kepala BPBD tersebut πŸ˜› )

[2] Pernah aku ajak makan sekali di Pondok Kakap

[3] Setelah ketahuan

ps : jumlah kasus aktif di Pontianak update per tanggal 7 Juli 2020 kemaren masih 2 kasus. Semoga segera 0 yak!

 

 

 

Update Cerita Bulan Ini


Wow, ternyata aku gak ada nulis sama sekali dibulan April lalu. Aku ngapain ya? Aku juga lupa, hahahaha.

Sebenarnya, karena situasi sekarang gak akan mungkin terulang lagi (aamiiin) aku pengennya banyak-banyak nulis di blog tentang kondisi aku dan keluarga sekarang. Tapi, karena aku masih masuk kantor, dan ternyata bukannya berkurang kesibukan, aku malah makin sering bertemu banyak orang (yang gak dikenal) makanya pulang ke rumah udah lemes banget dan gak semangat untuk ngeblog. Jangankan nulis, buka dashboard aja gak pernah loh.

Makanya pas mau nulis ini, agak syok ternyata masih banyak yang berkunjung ke blog ini, bahkan beberapa hari terakhir traffiknya meningkat. Pas aku lihat, ternyata yang menaikkan trafik adalah postingan aku tentang review drama korea. Emang semua orang jadi pada nonton drama korea deh yak, hahahaha.

Tentang Katniss

Sudah dua bulan ini Katniss tidak masuk ke sekolah dan school from home. Sebenarnya pas mau mulai aku rada protes dengan guru karena gimana mau online kalau emak bapaknya masih kerja? Tapi setelah dijalani ya bisa juga walaupun dengan perjuangan yang panjang.

Anak yang biasanya sibuk dengan segala rutinitasnya sekolah, les balet, mengaji dan les piano jadi rada mati gaya aku melihatnya. Sekolah cuma 45 menit setiap harinya. Les balet udahlah aku berentikan aja. Masih ada les via zoom seh, tapi aku merasa aneh sendiri lihat belajar nari online, hahaha. Les piano masih lanjut via WA. Jadi gurunya ngasih video belajarnya setiap minggu, hasil latihannya nanti dikirim ke gurunya lagi dan akan dikomentari dan direview ulang. Sampai sekarang aku masih ikutin seh lesnya, tapi karena aku dan suami sendiri gak bisa musik jadi ini agak sulit untuk aku ngajarinnya. Ya akukan ngelesin si K piano untuk belajar langsung dengan yang profesional yak, bukan sama emak nya yang note aja kadang lupa >.< Ngajinya juga aku berentikan, jadinya lanjut ngaji sama emaknya aja. Target sebelum SD masuk quran besar kayaknya akan diundur deh menyesuaikan kemampuan emaknya mengajar yang banyak malasnya, huhuhu.

Makanya papanya akhirnya belikan si K Nitendo Swich, hahahaha. Si K sekarang kerjaannya jadi main nitendo sama buat video tiktok. Walaupun emaknya yang ujung-ujungnya nyelesaikan gamenya karena aku gemes sendiri udah lama gak main game πŸ˜› Aku jadi ingat salah satu tujuan aku menyekolahkan si K adalah supaya dia banyak mendapat kegiatan positif di sekolah karena kalau sama emaknya yang kurang kreatif ini aku suka gak tahu lagi harus main atau ngerjain apa sama si K. Paling suka cuma main tikle-tiklean di atas tempat tidur πŸ˜› Jadi aku berharap seh corona ini cepat selesai di Indonesia jadi si K bisa sekolah lagi.

Tentang Aku dan Kerjaanku

Dari awal virus ini masuk ke Indonesia, yang mana kantor-kantor pada Work From Home, aku dan suami gak pernah merasakan itu. Kalau sekarang seh udah gak bisa berharap lagi ya, karena waktu awal-awal dari 30 kantor yang WFH itu ada 16 kantor. Kalau sekarang malah tinggal 5 atau 6 kantor yang maish WFH, jadi gak berharap apa-apa lagi.

Alasan aku gak WFH adalah karena kantor aku adalah kantor pelayanan. TAPI, karena kantor aku kantor pelayanan jadi mengerikan seh jadinya, huhuhu.

Awal-awal masih banyak banget orang yang ngeyel dan berkeliaran di kantor dengan tidak melakukan jaga jarak apalagi pake masker. Aku ngeri sendiri lihat mereka seh. Udahlah gak kenal, berkerubung, plus pake marah-marah pula.

Untuk mengantisipasi agar orang gak berkerumun, maka kantor aku menerapkan sistem antrian online, jadi ngantrinya gak berkerumun lagi (FYI biasanya kantor aku orang pagi-pagi berebut untuk mendapatkan nomor antrian). Lah, bukannya diapresiasi gitu usahanya, malah banyak yang protes karena gak bisa antri online >.< Makin menjadi jadi pas kantor aku mengurangi jam pelayanan jadi hanya sampai pukul 12 dengan pengurangan jumlah antrian juga, makin menjadi jadilah yang protes.

Padahal udah jelas ya, kantor mengumumkan untuk masyarakat yang urgent aja yang melakukan pelayanan, kenyataannya banyak aku lihat yang gak urgent juga datang ke kantor. Pas dibilang ini untuk pencegahan COVID-19, mereka pada marah dong! Katanya pemerintah bohong aja pake alasan corona, huhuhu. Aku sungguh gak bisa berkata apa-apa lagi.

Sekarang di kantor aku makin rame, orang-orang udah gak peduli lagi sepertinya dengan corona. Jadi orang kayak aku yang masih amat sangat peduli cuma bisa menjaga diri sendiri aja karena emang gak ada peraturan yang mengikat untuk orang social distancing dan physical distancing, hmmm.

Tentang Pandemi

Wow, sebenarnya udah beberapa minggu ini aku gak ngikutin lagi berita tentang corona baik di Indonesia maupun di dunia. Biasanya setiap sore cuma ngecek jumlah kasus aja, itupun cuma jumlah kasus di Kalbar propinsi aku. Sekarang di Kota Pontianak jumlah kasusnya udah 68 orang.

Permasalahan yang ada di Pontianak dan Indonesia secara keseluruhan adalah, tracing yang gak valid dan waktu keluar hasil tes yang sangat lama.

Jadi misal si A adalah suspect corona, lalu dia diambil swab untuk tes PCR pada tanggal 1 April. Hasil tes PCR si A paling cepat akan diketahui pada tanggal 11 April, atau bahkan ada beberapa kasus yang aku kenal sendiri orangnya bisa memakan waktu sampai 1 bulan! Bayangkan berapa lama wkatu terbuang sia-sia untuk ‘hanya’ menunggu hasil.

Karena proses yang lama ini, maka para suspect (atau kalau di Indonesia istilahnya PDP) banyak yang meninggal sebelum hasil PCR nya keluar. Mereka yang belum keluar ini sudah dimakamkan dengan penanganan pasien covid-19. Padahal banyak dari mereka yang sebenarnya negatif. Berapa banyak perasaan keluarga korban yang terpukul karena proses yang lama ini.

Untuk yang positif, waktu tunggu ini juga menjadi masalah yang menyeramkan. Bayangkan dia sakitnya tanggal 20 Maret dilakukan tes tanggal 1 April, dapat hasil PCR tanggal 14 April , terus tanggal 14 April itu sebenarnya sudah membaik, jadi di swab lagi tanggal 15 April, keluar nanti swab negatif pertama tanggal 30 April, karena negatif dilakukan swab kedua tanggal 1 Mei dan keluar hasil tanggal 15 Mei. Pelru waktu 1,5 bulan untuk menyelesaikan satu kasus saja. Itu kalau orangnya sehat ya, kalau sakit parah lebih lama lagi.

Makanya aku gak mau denger denger lagi deh beritanya. Cukup menjaga jarak dengan orang, selalu pake masker dan cuci tangan pake sabun dan menjaga kesehatan aku pribadi, si K dan suami. Yang lain udah deh tutup mata aja.

***

So, segitu dulu curhatan aku hari ini, hahaha. Selanjutnya aku bakalan update beberapa review drama korea yang udah aku tonton deh kayaknya, hehehehe.

Semoga sehat semua ya yang baca postingan ini.

bye.

 

Menghadapi Tahun 2020


01.01.20.20

Hallo semuanyaaa! Selamat tahun baru 2020 yak! Ngapain tadi malam? Kalau aku seh di rumah ibu aku aja. Ada bakar jagung sama buat bakso sedikit sampai jam 10 habis itu tidur blas! Jam 12 tepat kebangun bentar karena ternyata ada tetangga yang pasang kembang api dekat rumah banget. Tapi selebihnya tidur pulas sampai subuh, hahahaha.

Gimana tahun 2019? Sukses atau biasa aja neh?

Orang-orang pada membahas resolusi 2019 dan apa yang diinginkan pada tahun 2020. Aku sendiri sebenarnya jarang pake resolusi-resolusian seh karena emang susah banget untuk melaksanakannya. Tapi ternyata aku ada menulis beberapa hal yang ingin aku laksanakan di 2019 loh! Gak ada yang muluk-muluk kok seperti menurunkan berat badan (iya! si Irni ternyata udah terpapar perlu untuk menurunkan berat badan semenjak kok ya BB gak pernah turun dan selalu naik udah 2 tahun terakhir ini!). Mungkin karena gak muluk-muluk, dari 7 keinginan, aku bisa berhasil mencapai 6 keinginannya dong! Satunya gagal dan akan aku masukkan lagi kekeinginan tahun 2020 ini.

Jadi, 7 keinginan si irni di tahun 2019 adalah:

  1. Masukin si K ke les balet (berhasil, udah 10 bulan si K les balet dan masih berlanjut terus sampai sekarang)
  2. Melanjutkan les piano si K (berhasil, si K udah di JMC 3 sekarang dan bentar lagi akan ujian dan naik grade)
  3. Katniss les renang (gagal)
  4. Renovasi rumah (berhasil yeaaay! Walaupun belum selesai tapi paling lama 2 bulan lagi bakalan rampung deh dan gak ngungsi lagi)
  5. Pindah kantor (kejadian dong ya ampuuun)
  6. Memulai Investasi (berhasil yeaaay, udah mulai beli reksadana, beli 4 surat hutang negara dan mulai nabung emas, yeaay!)
  7. Jalan-jalan (walaupun gak ada negara baru, tapi tetap lumayan banyak jalan-jalan kok tahun ini :mrgreen: )

Kalau mau lihat versi lengkapnya bisa di baca di sini yak! Menghadapi 2019

Nah, sekarang marilah kita move on untuk keinginan di tahun 2020.

Masuk ke tahun 2020 di hari pertama aku kena musibah seh. Iphone xs aku yang baru aja di beli bulan april kemaren tiba-tiba mati dan gak bisa dihidupkan sama sekali dong! Tiba-tiba ini beneran gak ada angin gak ada hujan gitu loh. Gak ada sebab! Kemaren masih main-mainin iphonenya, terus baterainya mati, terus di charge, terus gak bisa hidup sampai sekarang! Maka, harapan pertama aku adalah

1. Iphone XS nyala

Hahahahaha, harapan remeh tapi beneran sangat aku harapkan seh ini di hari pertama tahun 2020 ini. Nyalanya ini kalau bisa gak perlu di service gitu loh. Karena tiba-tiba mati, semoga nanti siang bisa tiba-tiba nyala aja gitu >.< Kalaupun perlu diservice semoga gak ngeluarkan biaya seh. Karena kok ya aku melakukan hal bodoh dengan membuang semua struck bukti pembelian Iphone-Iphone ku! Astaga, pengen nangis rasanya. Padahal minggu depan ada temen yang ke KL yang kalau aku punya strucknya kan bisa minta tolongin dia datangin service centernya gitu kan yak. Karena emang aku beli Iphonenya di KL seh. Duh, aku sedih banget seh sekarang. Ada yang pernah mengalami hal serupa? Share dong pengalamannya. Siapa tahu bisa juga aku coba, hiks

2. Sekolah si K lancar

Yak, tahun 2020 ini, pada bulan Juli si K nanti akan resmi jadi anak SD! Huwaaaa, beneran waktu cepat banget berlalu yak! Rasanya baru aja melahirkan gitu kok tiba-tiba anaknya udah SD aja! Hahahaha. Lancar ini adalah aku berharap si K gak ada masalah khusus yang berhubungan dengan pelajarannya di sekolah. Si K seneng sama sekolahnya, suasananya, guru-gurunya dan teman-temannya. Dia yang akan melewati 6 tahun di sekolah yang sama tanpa ada kendala yang berarti.

Untuk di sekolah juga, aku berharap si K bakalan ada ikut lomba math atau Inggris yang dia bisa juara sampai bisa ke tingkat nasional atau internasional seh. Tahun 2019 si K ada ikut lomba Math yang dia cuma sampai ke Merit Award. Mudah2an di tahun 2020 ini lebih baik deh :mrgreen:

3. Masih Lanjut Pianonya

Ini akan menjadi tahun ke-3 si K les piano dan aku berharap dia masih bisa lanjut terus les piano sampai ke level paling tinggi deh di Pontianak. Untuk sekarang dia sedang berada di level JMC 3 dan akan ujian tanggal 12 januari nanti. Semoga nilainya baik deh seperti ujian-ujian sebelumnya! Yang pasti seh aku berdoa semoga si K betah dengan lesnya ini :mrgreen:

4. Les Berenang

Karena tahun lalu keinginan ini gagal, jadi aku masukkan lagi keinginan untuk si K les renang tahun ini. Kalau ini ada harapan seh karena aku udah dapat akun IG tempat beberapa guru les private untuk les renang. Semoga bulan maret paling lama keinginan ini bisa terlaksana πŸ˜€

5. Nambah Negara Liburan

Nambah negara buat dikunjungi jalan-jalan dong pastinya! Hahahaha. Sudah ada dua negara baru seh yang udah aku persiapkan untuk liburan tahun ini. Bulan maret 2020 ke Jepang dan Bulan Juli ke Taiwan. Pengennya seh ada nambah kota baru yang dekat-dekat dari Pontianak juga, semacam Kota Kinabalu atau ke mana kek gitu, tapi belum ada rencana ke sana. Pengen juga balik ke Singapore karena udah 3 tahun gak ke Singapore, tapi gak tahu juga sama, hahahaha. Yang pasti jalan-jalannya harus lebih jauh dan lebih lama dari tahun 2019 πŸ˜›

6. Cek Cashflow dan Perbaiki Keuangan

Yak, ternyata pola managemen keuangan aku selama ini ada sedikit kacau seh yak, hahahaha. Tahun lalu emang berhasil melakukan beberapa investasi seperti untuk pendidikan si K, terus nabung beberapa reksadana, hutang negara dan emas, tapi kok rasanya masih kacau gitu. Akhirnya minggu lalu aku ikut kelas online untuk perencanaan keluarga! Investasinya 100 ribu aja dan diketawain sama suami karena merasa gak perlu lah! Masak nabung aja perlu belajar πŸ˜›

Tapi setelah ikut kelas online itu aku merasa banyak belajar seh, bagaimana konsep mengelola keuangan itu. Apa yang harus aku persiapkan dan apa yang harus aku targetkan. Bagaimana mengisi cashflow untuk keuangan dengan tipe seperti aku dan keluarga dan masih banyak lagi. Untuk itu tahun 2020 ini aku ingin mulai benar-benar menuliskan cashflow untuk bulan januari. Cukup januari seh menurut aku, karena setelah 1 bulan (kalau sukses :P) itu akan aku jadikan base untuk aku memanage keuangan ke 12 bulan setelahnya.

Aku juga bakalan akan membuka beberapa tabungan khusus seperti tabungan khusus untuk dana darurat, membuka DPLK untuk tabungan dan investasi dana pensiun dan mulai memikirkan untuk investasi yang tepat untuk investasi pendidikan si K. Banyak PR!

7. Pindah Rumah

Yaay, walaupun udah hampir jadi, tapi tetep wajib ditulis di sini dong yak! Dan setelah pindah rumah aku pengennya lebih sering masak di rumah di hari sabtu minggu seh. Paling gak untuk ngajakin si K beraktivitas di rumah saat dia libur. Jadi gak nonton TV doang πŸ˜›

8. Katniss lulus Iqro

Sekarang si K udah punya guru ngaji sendiri, dan masih terus ngaji bareng aku. Aku berharap seh di akhir tahun 2020 nanti si K udah persiapan atau bahkan udah mulai ngaji di qur’an besar. Target aku juga mau ngajarin si K sholat seh juga di usianya yang 6 tahun ini.

9. Cepat Selesai Kerja

Ini udah sering aku omongin ke orang-orang disekitar aku seh. Aku pengen cepet-cepetΒ  memulai pekerjaan dan cepat cepat mengakhiri pekerjaan juga. Tahun 2019 kemaren lumayan seh, bisa selesai dipertengahan bulan desember, tepatnya tanggal 19 Desember semua pekerjaan aku beres. Tapi pengennya tahun 2020 awal desember udah selesai semua, jadi bisa liburan 1 bulan, hahahaha. Kalau bisa akhir tahun pas natalan gitu bisa jalan ke mana kek. Semoga si papa K juga bisa menyelesaikan pekerjaannya di awal desember juga deh πŸ˜›

***

Ok, mungkin cukup sekian aja harapan dan keinginan aku di tahun 2020 ini. Kalau kalian apa keinginan dan harapan di tahun ini ? Atau mengikuti arus aja seperti tahun-tahun sebelumnya?

 

bye.