Sosial Media


Kalau ada yang ngefollow aku di instagram, mungkin pernah baca story aku yang sempat menyebutkan bahwa aku pada bulan Agustus memutuskan untuk mendisactivekan akun Facebook aku. Sebenarnya, ini bukan pertama kali terjadi seh. Aku udah pernah disactive akunnya beberapa tahun yang lalu selama setahunan lebih gitu. Alasan aku tahun kemaren disactive adalah karena teman, hahaha. Gak ada spesifik satu teman seh, tapi seingat aku, aku males banget baca status-status teman-teman aku (karena dulu facebookan isinya temen-temen dunia nyata aja gitu). Ini mungkin ada nyambung dengan aku yang introvert ditulisan aku sebelumnya kali ya, hahaha.

Terus, pas masuk kerja awal-awal aku sangat bersyukur aku gak punya FB karena aku jadi gak bersusah payah saling berteman di sosial media sama teman kerja. Aku (sampai sekarang juga seh sebenarnya) paling gak suka loh berteman dengan orang dunia nyata (apalagi teman kantor) di sosial media. Kalau ada yang perhatikan (ya kali ada Niee! 😛 ) aku itu paling males ngomongin kerjaan di sosial media manapun. Sampai pada tahap aku gak mau ada yang tahu aku kerja di mana karena biasanya yang tahu aku kerja di mana bakalan minta bantu dan merepotkan aku sendiri, huahahaha. Sekarang aja aku wanti2 sama keluarga inti aku bahwa jangan bilang si Irni kerja di mana. Karena aku gak mau repot 😛

Aku gak tahu waktu pastinya kapan aku mulai main Facebook lagi, seingat aku, alasan aku main lagi adalah karena aku sedang mencari “teman” baru untuk di blog ini, dan komunitas blog pada saat itu banyak yang basenya di facebook. Karena itulah aku mulai aktif dan malah keterusan! Keterusan ini maksudnya adalah bukan hanya disana untuk blog gitu loh, tapi malah tambah teman kantor, tambah riuh dan malah aktif setiap hari di sana, hahahaha.

Aku gak bisa pungkiri seh emang facebook itu asyik banget buat aku. Apalagi semenjak aku ikutan komunitas blog itu, walaupun banyak yang cuma berteman dan lalu menghilang begitu aja tanpa saling nyapa, tapi beberapa orang yang aku temui di facebook (terutama yang blogger) ternyata sangat asyik tulisannya untuk diikuti. Sebut saja yang paling aku suka itu Olenka yang sering membahas traveling dan politik dunia, mbak Ade Komalasari yang sering membahas tentang Family dan pendidikan, terus ada lagi mbak Iin yang suka aja lihat dia ceirta tentang keluarganya. Dan yang paling aku sukai dari facebook adalah saat aku masuk ke komunitas traveling. Isinya penuh dan bermanfaat banget. Di luar dari status teman dunia nyata yang aku masih gak suka, aku sangat menyukai timeline Facebook aku yang kaya, sampai korona menyerang!

Menyukai timeline Facebook yang aku maksudkan ini adalah karena menurut aku, aku sudah sangat memfilter status orang yang ingin aku baca. Kalau aku gak suka aku langsung unfollow, kalau terlalu sayap kiri atau kanan aku langsung unfriends. Aku gak perduli seh mau kenal atau gak kalau gak suka ya gak suka. Urusan dunia nyata sama urusan media sosial aku pisahkan benar karena aku maunya buka Facebook ya bersenang-senang. Timeline aku sebersih ketika ada dua kubu politik hampir yang gak ada membahas gito loh. Tapi ternyata politik kalah sama corona, hahahaha. Semenjak maret tetiba semua membahas corona, aku juga seh gak tahan juga buat gak bahas, hahahaha.

Pembahasan corona ini terlalu luas -DAN- terlalu sempit disaat yang bersamaan. Aku gak usah lah bahas itu lagi karena capek, hahahaha. Semenjak itu timeline FB udah gak semenyenangkan dulu lagi. Group travelingpun awal-awalnya pada bertengkar antara yang pengen liburan sama yang gak setuju ada yang liburan dan bawa “penyakit” ke Indonesia. Lalu lama kelamaan groupnya mati suri. Si Olenka yang aku paling suka baca tulisan dan ceritanya setiap hari (apalagi dia ini aku follow dari jaman di Malaysia sampai dia pindah ke UK) terus berubah haluan jadi jualan daster. Ya gak masalah seh dia jualan daster, tapi menurut aku facebooknya udah gak semenarik dulu. Orang-orang juga pada saling berpendapat dan gak ada yang mau mengalah.

Maka dari itu, karena aku udah merasa Facebook udah gak asyik, dan sebenarnya dari dulu aku pengen mengurangi sosial media tapi gak bisa, jadi inilah saat yang tepat aku mengundurkan diri dari Facebook. Beneran pas aku disactive aku gak ada keraguan dan gak ada kangen-kangennya gitu mau buka lagi. Sep deh aku bisa lepas dari 1 sosial media lainnya setelah twitter, hahahahaha.

Tapi ternyata, gak sampai di sana. Aku tutup Facebook, eh malah aktif (semakin aktif banget gitu loh maksudnya) di Instagram! Hahahaha. Dulu ya, aku lihat instagram itu sekali sekali doang kalau udah bosan sama facebook. Jadi Facebook tetap sosial media utama aku. Tapi karena udah gak di FB malah setiap hari bukan instragram dan setiap hari post story.

Aku sampai mikir gitu loh, kok aku ribut banget di IG, padahal mah gak ada yang melarang  juga kan? Hahaha. Tapi untuk aku pribadi aku sendiri gak suka. Sama seperti di facebook, walaupun aku gak suka mah tetap aja aku aktif terus dan rasanya gak akan mungkinlah aku berenti satu hari gak buat status di IGS. Sampai akhirnya minggu lalu aku merasa bosan dengan Instagram!

Gak tahu kenapa bolak balik aku buka kok ya bosan banget ya lihatnya. Apa karena aku terlalu sering menggunakannya gitu loh? Tapi aku tangkap kebosanan itu dengan inilah saatnya si Irni menemukan momen untuk mengurangi sosial media lagi. Jadilah senin pagi kemaren aku putuskan untuk menghapus aplikasi Instagram hingga hari ini. Rencananya seh seminggu aja dihapusnya, tapi kalau aku lihat aku ok-ok aja gak ada instargram dan gak kangen mungkin akan aku lanjutkan, hahahaha.

Rencananya adalah aku akan buka instagram aku (setelah seminggu gak buka sama sekali) di komputer aja. Jadi aku bisa tetap dapat update informasi terbaru. Aku tuh takut kelewat update info drama korea terbaru gitu loh, huahahahaha. Yang lain seh aku gak juga difikirkan. 😛

So, begitulah cerita tentang aku dan sosial media sekarang. Kelihatan banget seh aku lebih produktif saat gak ada sosial media. Produktif nonton drama korea maksudnya, huahahahaha. Aku juga kalau ada waktu luang main sama K dan nonton film-film Indonesia yang ada di Netflix. Ternyata ya lumayan emang filmnya, walaupun kalau ada di bioskop tetap gak bakalan aku tonton seh, huahahaha. Jadi kemaren aku ada nonton Aruna dan Lidahnya sama Antologi Rasa. Ntar kapan-kapan kalau gak males aku mau bahas lah di sini dua film itu.

 

bye.

9 Comments

  1. FB ku non aktifkan sejak 2015, blm pernha buka lagi sampai skrg. Ada bikin FB lagi dipakai buat join grup sesuai hobi ku aja, ga pakai nama dan foto asli 😀 . IG buka klo lagi ingat aja haha emang sih sosmed itu bikin ketagihan, apalagi masa pandemi begini kan menyenangkan asal pas baca yg kita suka, bukan yg topik ribut2 gitu.

  2. Kalau FB memang sudah sekian tahun aku nggak aktif Niee walaupun nggak aku hapus sih, haha. Kadang-kadang masih lihat sekilas lalu aja soalnya kadang ada satu dua konten yang berguna atau menghibur, haha. Cuma ya lebih pasif aja sih penggunaannya. Untuk IG juga akhir-akhir ini makin agak berkurang dibandingkan dulu, hahaha…

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s