Real Steel: Film yang PAS..


Haiii Halooo.. Apa kabar semua?

Entah kenapa akhir akhir ini aktifitas hiburan rutin aku berkurang secara drastis. Aku yang suka baca buku beberapa bulan ini hanya bisa menyelesaikan 2 buku yang padahal gak tebel2 amat. Aku yang suka nonton bioskop (malahan aku dulu terobsesi dengan nonton bioskop pada waktu premier) sekarang syukur2 ada waktu dan temen buat diajakin nonton, dan aku yang suka banget k-drama sampai beberapa bulan ini gak ada nyentuh dvd sama sekali. Terakhir kali itu nonton hunter city, bahkan dorama yang dikasih Pitsu aja belom sempat ditonton πŸ˜₯

Dari kegiatan 3 diatas beberapa hari ini aku lagi aktif nonton bioskop. Film terakhir yang aku tonton apalagi kalau bukan Real Steel.

21cineplex.com

Β Hari minggu @buteto berinisiatif ngajakin aku dan @vyorita nonton bioskop untuk membalas film terakhir kami tonton yang gak ada bagus bagusnya sampe aku ketiduran itu πŸ˜› Kali ini aku gak mau kecolongan lagi, sebelum menonton aku cari resensi sana sini dan minta pendapat kakak yang udah nonton. Katanya seh film ini bagus banget. Jadinya aku tetapin hari senin buat kami nonton bioskop lagi. Sekalian ngilangin stress dari kantor.

Awalnya cuma akan nonton bertiga, lalu kemudian ngajakin @kirniadia, eh pas hari H nia ngajakin yang lainnya hingga jumlah rombongan kami bersebelah orang. Rada rame seh menurut aku untuk kegiatan nonton bioskop. Tapi ya sudahlah, yang penting dibawa asyik aja :mrgreen:

Cerita film ini sendiri tentang seorang mantan petinju. Perkembangan teknologi yang maju kemudian mengubah pertarungan yang awalnya dilakukan oleh manusia digantikan dengan robot. Jadilah Charlie Keton menjadi petarung bersama robotnya.

Kehidupan Charlie tidak berjalan mulus. Hampir setiap pertarungan yang diikutinya selalu saja berbuah kegagalan dan kekalahan sehingga seringnya dia kehilangan robot-robotnya.

Suatu ketika Charlie dihadapkan untuk mengasuh anaknya Max karena mantan pacarnya (ibu dari Max) telah meninggal dunia. Tanpa diketahui, Max ternyata juga menyukai robot petarung. Hingga suatu hari terjadi kecelakaan yang hampir menewaskan dirinya ditepi jurang dan disaat itulah Max menemukan robot keluaran kedua bernama Atom.

Atom ternyata adalah robot yang istimewa karena bisa menirukan gerakan yang dilihatnya. Dimulailah pertarungan Max bersama Atomnya yang tanpa disangka melangkah terus hingga ke pertarungan propesional dan melawan robot yang tak terkalahkan abad ini.

***

Cerita film ini bagus banget menurut aku. Karena bisa dibilang film ini gak ada penjahatnya sama sekali. Ceritanya mengalir begitu saja tanpa harus ada konflik konflik yang terlalu berat.

Film ini juga sangat cocok buat anak-anak karena banyak cerita antara ayah dan anaknya dan hampir gak ada adegan dewasanya kecuali sebuah ciuman yang termasuk kategori biasa aja. Jadi aman. (teringat sama film Transformers 3 yang aku bilang gak ada apa2 ke temen kantor yang mau bawa anaknya nonton gak tahunya dia protes bahwa ada adegan di ranjang yang bawa boneka kelinci itu πŸ˜› ).

Gak nyesel deh nonton neh film. Ya selain durasi filmnya yang lama (coz aku rada berasa rugi kalau film yang pendek πŸ˜› *pelit* ) terlebih lagi aku gak ketiduran bahkan ngantuk waktu nonton film ini πŸ˜† 9/10 deh buat neh film.

So, selamat menonton πŸ™‚

nb: aku kan seringnya klo baca blog dari email atau google reader itu dari HP yak. Hari ini aku lihat wordpress versi mobile tampilannya udah berubah. Yang dulu gak ada headernya, sekarang udah ada. Cuma yang buat ribet adalah komennya yang letaknya di tengah (bukan dibawah kayak dulu).
Tadi juga baca tweetnya mas Arman soal google reader yang berubah tampilannya. Aku belum lihat seh saat baca tweetnya. Dan setelah aku lihat ternyata emang berubah deh. Tapi gak berubah2 amat seh. Gak tahu juga yang mana enaknya. Yang pasti seh aku masih setia sebagai pengguna reader dari HP πŸ˜€
Advertisements

58 thoughts on “Real Steel: Film yang PAS..”

  1. Sebulan membaca dua buku bagi saya sudah termasuk bagus. Kalau saya paling2 satu buku, tapi lebih sering satu buku dgn ketebalan yg biasa2 aja habis dibaca dalam satu setengah bulan, hehe….
    Wah, setelah pacar saya merantau ke pulau seberang, saya jadi jarang bgt nonton bioskop. Pengen juga sih nonton film terbaru ini. Tapi mungkin nunggu DVD nya keluar aja deh, hehe…

    1. hahaha,, kalau aku bisa dulu cukup 1 minggu buat satu buku.. Kalau harry Potter yang 1000an halaman malah cuma butuh 8 hari klo gak salah πŸ˜€

      karena gak ada temen yak mas? πŸ˜›

  2. ah gua juga pengen nonton real steel. tapi si andrew diajakin gak mau… πŸ˜›

    jadi ternyata google reader lu berubah gak?
    gua gak sukanya karena kalo gua kecilin (secara gua bacanya di kantor :P) jadi gak pas gitu. hahaha. dapetnya dikit karena sekarang grid nya gede2. trus kalo kita liat details and statistics, kok gak bisa ditutup. gua nyari2 cara nutupnya gak bisa. jadi harus dimatiin dulu google readernya baru buka lagi. aneh kan.

  3. huaaa, sampe sekarang aku masih belum memecahkan telor nonton film di Belanda (belum pernah nonton di bioskop maksudnya), hahahaha πŸ˜†

    Btw, sama tuh. Rugi rasanya ya nonton eh filmnya pendek. Nah, yg ngerjain tuh The Simpsons the Movie tuh. Dulu aku nonton sama temen2. Nah, di tengah2 gitu kan, masa ada adegan yg berupa layar gelap doank dan ada tulisannya: “To Be Continued” coba! Shock jadinya! Rugi kan udah bayar nonton film di bioskop eh koq filmnya bersambung gitu sih?? Eh ternyata dikerjain πŸ˜† , soalnya beberapa detik kemudian tulisannya ganti jadi “Soon”, hahaha πŸ˜† πŸ˜†

    1. waahh,, perlu tuh zil dirasain minimal sekali sebelum pulang ke indonesia yak.. gimana rasanya nonton di belanda gitu, apa bedanya, hehehe

      iya,, aku juga kurang suka dengan film yang pendek.. Paling suka yang durasinya 2 jam gitu.. klo cuma 1 jam pengen bayar setengah rasanya, hahaha

  4. Hmm saya sekarang juga kalau cari film pengennya gak cari film yang ada penjahatnya hehe… mungkin karena nontonnya kan sama anak ya, takutnya anak jadi terbiasa menonton film kekerasan.

    1. iya mbak,, aku walaupun gak milih2 juga tapi suka banget film yang gak ada penjahatnya gitu,, enak aja jadinya nontonnya, lebih ke pesannya πŸ˜€

  5. keren nih film. aku nontonnya hari sabtu bareng istri. eh beliau nangis tuh katanya jadi inget bapak nya. iya sih emang ada sentuhan emosional ya di film ini. mantap lah emang.

    terus badan / postur tubuh Hugh Jackman ko mantep gitu ya πŸ˜›

    1. waahhh bisa sampe nangis gitu yak? berarti gak salah dong kalau emang bagus πŸ™‚

      iyaa,,, emang klo soal badan mantab deh pokoknya si pacar aku itu 😳

  6. Aduh Niee.. Mosok ada adegan ciuman biasa aja? Hihihi… Biasanya kan ada ratingnya.. PG or PG13 or R? Hehehe..

    Film robot2an ya… Wah klo nilainya bukan 9 paling males nonton film robot2an beginian.. Tapi kayaknya bagus ya Niee..? Jd penasaran..

  7. Baru kemarin-kemarin diajak nonton sama x antara film ini atau The Three Musketeers, aku pilihnya The Three Musketeers. Hehe nanti ah coba mau nonton DVD aja πŸ˜€

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s