Dibuang Sayang – About


Ceritanya dari pertama kali aku buat blog ini halaman About yang pertama aku buat gak pernah sekalipun aku lirik-lirik apalagi buat mengupdatenya. Pas mau ngupdate yang baru kok ya sayang aja gitu tulisan yang lama ini langsung dirubah tanpa disimpan terlebih dahulu.

Kalau mau direview sedikit ternyata udah banyak yak yang berubah dan berkembang dalam hidup aku dikurang lebih 5 tahun ini (ya ampuuuunnn… udah lima tahun aja loh ternyata >.< )

1. Dari segi tulisan aku masih suka nulis gaya warna-warni (yang males aja aku ngulangnya disini ๐Ÿ˜› dan miring-bold sana sini. Ya bisa dibilang seh kerajinan atau ALAY ya. Hihihi.

2. Masih mimpi jadi penulis (walaupun sekarang masih pengen seh buat satu buku aja yang diterbitkan, tapi keinginannya udah rada berkurang banyak seh. Sekarang lebih banyak mikirin anak ntar jadinya apa ๐Ÿ˜€ )

3. Baru lulus kuliah, belom masuk kerja (pantesan alay ๐Ÿ˜› ) dan semangatnya masih sangat menggebu-gebu gak tentu arah. Hahaha. Sekarang udah kerja 4 tahun, udah merasakan enak gak enaknya jadi PNS (yang aku usahain untuk gak terlalu banyak bercerita di blog soal kerjaan seh yak) dan bahkan barusan dapet SK naek pangkat! Yeaaahhhhh :mrgreen:

4. Masih suka nonton bola! Sekarang Niee? Udah gak sempat lagi kakak! Nonton bola itu menyita waktu dan energi banget! Karena aku gak suka nonton setengah-setengah yang kalau ada tayangan aja baru nonton dan gak ngikutin satu musin rasanya kurang seru yak. Jadi sekarang udah menyerah dengan yang namanya bola. Mungkin ntar kali yak kalau anaknya udah gede aku mau ngikutin lagi nonton bolanya.

5. Yang terakhir menyatakan akunya kurang kerjaan. HOK! Beda bangetkan yak dengan postingan aku yang ini tentang mencari keseimbangan karena merasa waktu sangat berkurang.

So, ini dia ‘Tentang Aku’ yang aku tulisan sekitaran akhir tahun 2010.

***

Melihat banyaknya yang antusias mengklik halaman about milik aku ini *caelah* maka akupun berkepikiran untuk membuat halaman ini rada panjangan. Ini hanya murni agar kalian yang kesasar kehalaman ini cukup senang membaca di sini berlama-lama (kalau perlu sampai seharian ๐Ÿ˜† ).

Ok, kita mulai saja lah. TERENG TENG TENG!!!!

Seperti yang telah kita ketahui beramai-ramai nama lengkap aku adalah IRNI IRMAYANI (itu loh dari domainnya aja udah kelihatan kan?) *sokngartes* ๐Ÿ˜ณ Aku anak kedua dari dua bersaudara, beda dengan kakak cuma 2 tahun lebih gitu jadi gak termasuk sejenis anak bungsu yang manja (boleh dicek dikampung sebelah) *nahloh*. Lahir, sekolah SD, SMP, SMA, kuliah dan kerja di Pontianak (baca: membatu di kota yang panas namun sangat kucintai ini :mrgreen: ). Lahirnya sendiri pada tanggal 21 Agustus. Yang mau kasih kado boleh loh, ditunggu malah. *sengajadobold* ๐Ÿ˜†

Dulu seh waktu kecil bercita-cita jadi model, secara gitu punya badan yang bohai nan eksotes (mari kita ketawa beramai-ramai) tapi karena gak mau dikenal terlalu banyak orang *alesan* jadi lebih memilih pingin jadi penulis. Sampai sekarang masih mimpi jadi penulis seh, tapi ya gitu deh, gak tahu juga deh, apa deh, hmmmm iya deh *gakjelas*.

Pernah mengenyam pendidikan perkuliahan di Teknik Informatika Universitas Tanjungpura tahun 2006 dan Alhamdulillah udah lulus November 2010. Ceritanya ada aku tulis di sini dan di sono. Lulus kuliah karena gak tahu juga mau kerja apaan jadi nyoba2 aja pas ada pembukaan CPNS tanggal 4 Desember 2010. Eehhh,, yang asal aja gitu ikutan gak tahunya lulus, jadilah aku sekarang berpredikat sebagai CPNS kota Pontianak (waktu nulis ini aku belum masuk kerja, jadi gak tahu gimana kerjanya ntar), hehehe..

Karena aku ingin menjadi anak gaol seantero Pontianak gitu *ampunisaya* jadi aku punya hobi menulis (nah gak nyambung kan!), baca novel (terutama novel yang bengenre fantasi kayak Harry Potter, Narnia, Percy Jackson, ect), nonton film (segala jenis film kecuali film mesum Indonesia *huek*), jalan2, traveling, makan, dan tentunya tidur :mrgreen:

Fans berat dari Manchester United dan Tim Nasional Inggris *bangsai* dari tahun 2002 dan mungkin sekarang pendukung Tim Nas Indonesia juga (bukan karena Ifran Bachdim loh yak!).

Awal mulanya membuat blog ini untuk keperluan curcol aku yang gak bisa kebendung *halah*, hehe. Enggak ding, maunya seh jadi sarana menyuarakan celotehan2 aku yang gak penting tapi dipenting-pentingin ๐Ÿ˜€ Makanya blog ini aku namain Celoteh Niee. Niee sendiri diambil dari panggilan aku ni dari Irni *begono*.

Nah, udah tahu kan siapa aku. Kalau masih kurang silahkan tanya beramai-ramai dikolom komentar, pasti akan akan jawab (karena sayah kurang kerjaan).

bye bye..

Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..


Indonesia VS Uruguay

Kemaren adalah pertandingan persahabatan antara Indonesia dengan Uruguay yang dimenangkan oleh Uruguay dengan skor telak 7-1. Gol pengembira Indonesia di ceploskan oleh Boaz pada pertengahan babak pertama yang merupakan gol pertama juga pada pertandingan itu.

Aku gak terlalu merhatiin pertandingan yang disiarkan langsung oleh TV One dan ANTV itu, pas pembukaannya aku sedang berada di rumah teman, pas pertandingannya aku sedang berada di Mall dan melihat gol pertama tercipta yang membuat Indonesia untuk sementara unggul 1-0. Kemudian tak lama kemudian Uruguay membalas hingga skor menjadi 2-1 pada saat Half Time.

Bagi aku, ini adalah pertandingan yang biasa saja. Pertandingan persahabatan yang biasanya berfungsi untuk melihat seberapa kuat kekuatan TimNas. Tapi kenapa yang diundang harus Uruguay? yang notabene adalah negara 4 besar terkuat di dunia. Sedangkan Indonesia, piala dunia saja belum masuk. Ini membuat aku berfikir bahwa PSSI mengundang Uruguay ke Indonesia hanya untuk senang-senang. Mungkin akan ada kebanggaan kalau sebuah Tim dari negara besar sepakbola melawan TimNas kita. Tapi menurut aku diundangnya TimNas Uruguay hanya untuk berkata: Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..

Pulang ke rumah aku langsung membuka TV, lihat2 dikit ke ANTV. Ternyata pertandingan sudah masuk ke menit 80 dan kedudukannya sudah 7-1, wow! Bukankah ini sangat mubajir? Mengeluarkan uang 4M cuma untuk melihat dikalahkan, dan tentu pertandingan ini tidak bisa dijadikan parameter kekuatas TimNas.

Kalau memang ingin menghitung kekuatan, menurut aku, seharusnya Indonesia mengundang Tim yang memang selevel dengan Indonesia. Atau paling gak ya yang akan bertanding dengan Indonesia kelak di Piala Asia atau AFF. Bukankah itu akan lebih efektif untuk pengukuran kekuatan?

Uruguay dalam waktu dekat tidak akan pernah bertanding secara resmi di ajang internasional dengan Indonesia. Kenapa kita capek2 untuk mengundang mereka. Bukankah lebih bagus jika yang diundang itu Jepang, Korea, Arab Saudi atau Australia. Atau yang kecil sekalian dulu seperti Thailand dan Filipina yang bahkan Indonesia sendiri masih sulit untuk menaklukkannya.

Jadi, kita masih bermimpi untuk mengalahkan Uruguay?

———————————————————————————————————————————————-

Menilik kondisi TimNas yang sedang babak belur sekarang, banyak orang pengamat bola yang berfikir bahwa ini adalah kesalahan kondisi di dalam PSSI, organisasi yang memang mengurus segala sesuatu tentang sepak bola Indonesia. Banyak kalangan berpendapat isu yang dilontarkan PSSI untuk menguatkan TimNas masih jauh dari kata cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi juara di Asean, apalagi di Dunia (pikir2 lagi bung).

Saya sangat sependapat dengan Andi Bachtiar yang berbicara bahwa kalau sepakbola ingin maju, yang lebih utama adalah membuat fasilitas yang memadai dulu. Perbaiki stadion. Jangan dulu mikirin pelatih negara mana yang akan kita ambil untuk melatih. Pemain yang biasa saja akan menjadi pemain yang luar biasa kalau berada di tempat pelatihan yang baik, akan tetapi pemain yang luar biasa akan menjadi biasa kalau mereka berlatih di tempat yang buruk. Yah, memang begitulah keadaannya.

Jadi, karena blog ini milik aku pribadi, dan aku memiliki hak politik untuk memilih :P, maka kalau bisa memilih, aku akan memilih Andi Bachtiar Yusuf untuk menjadi ketua PSSI menggantikan Nurdin Halid sekarang. Minimal, omongannya yang ceplas-ceplos ini bisa mengantarkan sepakbola Indonesia paling tidak menjadi juara si Asean.

Bulu Tangkis


Siang-siang secara random liatin ibu sama bapak nyetel teve di RCTI. Pas stasiun itu nyiarin film King. Pada tahu kan film King? Yupz, film yang bercerita tentang bulutangkis.

Sebenarnya aku tidak terlalu menggemari bulutangkis. Tapi sebagai warna negara Indonesia, siapa seh yang tidak mengetahui olahraga satu ini? Bahkan mungkin olahraga ini satu-satunya olahraga yang aku bisa memainkannya tanpa mempermalukan diri sendiri.

Pengetahuan tentang olahraga ini aku juga kurang paham. Tidak seperti bola yang aku tahu hampir banyak tentang kejuaraannya. Sebut saja World Cup, ada lagi Euro, terus Piala Afrika, Amerika, dan Asia.

Itu baru kejuaraan antar negaranya. Kejuaraan antar klubnyapun aku sedikit banyak tahu. Apa itu EPL, La Liga, Bundes Liga, Seri A, Champions, Europa League, Piala Dunia antar klub, bahkan kejuaraan kecil seperti Piala Raja di Spanyol dan Carling di Inggris.

Indonesia juga aku sedikit banyak tahu bahwa devisi utama liga Indonesia itu ISL, ada lagi devisi I. Yang memang ISL itu kemaren adalah Arema Indonesia dan masih banyak lagi.

Walaupun aku tidak ahli dalam hal perbolaan, tapi kalau diajak bicara tentang bola aku gak akan malu-maluin deh (asal jangan ngajak main aja :D)

Nah, kembali lagi ke Bulutangkis. Bisa dibilang olahraga bangsa Indonesia adalah bulutangkis. Berkumandangnya lagu Indonesia Raya apalagi kalau bukan bulutangkis yang menangkatnya. Indonesia pernah juara dunia untuk bulutangkis, bahkan setiap tahun Indonesia masuk ke dalamnya. Jauh jika dibandingkan dengan sepak bola di Indonesia yang hanya bisa terseok-seok di Piala Asia. Piala Dunia? jangan terlalu banyak berharap dulu!

Yang patut dipertanyakan adalah, jika Bulutangkis merupakan olahraga bangsa, tapi kenapa gaungnya sangat kecil sekali terdengar? Bandingkan dengan sepakbola yang orang pada kalut ketika teve mana yang akan menyiarkan EPL tahun ini.

Aku tahu sekarang tengah ada China Master Super Series. Di mana tak ada satupun wakil Indonesia yang masuk ke final. Alasan yang mendasar adalah karena memang tak ada pemain senior (kecuali Liliana/Natsir) yang dibawa mengikuti kejuaraan itu. Karena masih libur lebaran cuy! Cina enak aja buat pas musim libur se Indonesia Raya ini.

Beberapa bulan yang lalu juga ada Piala Dunia Bulutangkis yang lagi-lagi Indonesia tidak mempunyai juaranya. Satu-satunya wakil yang bisa dibanggakan adalah Taufik Hidayat yang mendapat juara kedua.

Tahu dari mana aku itu semua? Yah, aku lumayan aktif di internet dan dunia maya. Kebetulan orang-orang dunia maya yang aku ikuti itu banyak membawa berita tentang segala macam hal.

Itu aku yang aku beruntung dan aktif. Bagaimana yang tidak? karena masyarakat Indonesia yang aktif di dunia maya sangatlah sedikit (tentu dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia sendiri). Belum lagi dikurangi mereka yang hanya berkutat ke dunia maya tanpa respek ke hal-hal seperti ini. Otomatis yang ‘tahu’ tak sampai 1% dari penduduk Indonesia.

Ini merupakan hal yang miris menurut pendapat aku. Kecintaan akan bulu tangkis harus dipupuk. Dan cara memupuknya adalah memperbanyak pengeksposan media terhadap olahraga ini.

Bagaimana bisa cinta kalau kita tidak sering ‘bertemu’.

Ini berhubungan erat dengan prestasi perbulutangkisan Indonesia pada umumnya tentunya. Tidak bisa kita menutup mata bahwa prestasi Indonesia sudah sangat menurun dibanding dengan 2 dekade silam (tahun 90an). Dulu Indonesia adalah ‘juara’ bulutangkis dunia. Semua negara takut jika berhadapan dengan Indonesia. Sekarang? Indonesia yang malah takut dengan China, Korea, BAHKAN Malaysia.

Indonesia memang negara ke 2 paling berjaya di kejuaraan dunia BWF dengan raihan 18 gelar, berada di belakang china yang di urutan pertama dengan raihan 40 gelar. Itupun Indonesia terakhir kali meraihnya pada tahun 2007 silam.

Piala Thomas Indonesia boleh bangga bilang merupakan negara dengan jumlah raihan terbanyak sebanyak 13 gelar TAPI terakhir kali Indonesia mendapatkannya itu pada tahun 2002. ย Sudah 8 tahun berselang! apalagi untuk piala Uber yang terakhir kali Indonesia mendapatkannya adalah pada tahun 1994 (mungkin Susi Susanti masih ada di dalam skuad itu).

Lupakan piala itu, kita melihat Piala Sudirman. Kejuaraan bertaraf Super Series yang pasti milik Indonesia. Bahkan China mendominasi pada kejuaraan ini, dan Indonesia sendiri terakhir memenanginya pada tahun 1989! tahun yang sudah sangat lampau.

Apa kabar perbulutangkisan Indonesia sekarang?

Menurut aku, memang sekarang masih banyak pebulu tangkis yang bagus seperti Taufik Hidayat, Sony Dwikuncoro, Simon Santoso, Liliana/Natsir, dan masih banyak lagi. Tapi kebanyakan mereka berada pada usia yang relatif sudah tua. Mana generasi penurusnya?

Kita memang kalah jauh dengan China yang rotasi pemainnya sangat cepat. Bahkan pemain utama mereka sekarang berusia kisaran 20-24 tahun.

Maka, marilah kita memperhatikan perbulutangkisan kita. Dimulai dari hal yang kecil seperti mengikuti berita-berita kejuaraannya (suer, ini juga aku masih belajar, lebih sering buka sport bagian bola ๐Ÿ˜ฆ ).

Kita ini Indonesia. Kita harum dengan olahraga Bulutangkisnya ๐Ÿ˜€

Hidup itu berjalan, gak pake’ mundur


Sebenarnya gak tahu juga mau nulis apa malam ini (masih bingung sebenarnya kalau jam 1 itu pagi atau malam). Awalnya mau nulis tentang seorang Andi Yusuf Bachtiar yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua PSSI, tapi gak jadi. Terus pingin nulis sesuatu tentang bola, tapi kayaknya kurang materi juga buat nulis. Jadila tulisan ini yang terpostingkan.

Karena udah kepalang tanggung kepingin nulis tentang bola, jadinya aku selipin dikit deh yah cerita aku malam ini. Jadi, sebagai anggota MUI yang taat (tunggu! kalian tahu kan maksud aku MUI ini apaan? tahu dong yah! Yupz, Manchester United Indonesia) aku dari kemaren udah nungguin partai tadi sore antara MU melawan Liverpool. Laga yang amat panas pastinya dan saat pertandingan berjalanpun ternyata laga memang panas ๐Ÿ˜€

Akhirnya MU menang 3-2 di partai ini yang membuat level semangat aku naik tinggkat ke tinggat ‘hampir’ rajin, yah tentu belum rajin-rajin amat yah. Tapi kalian gak nungguin aku nulis detail tentang pertandingannya kan? Inika postingan tentang hal lain. Bola hanya diselipkan. Aku mana sempat bilang bahwa MU yang unggul duluan lewat sundulan Berbatov di laga awal. Lalu aku gak mungkin lagi cerita panjang lebar bahwa Berbatov kembali ngegolin di babak kedua dengan tendangan salto yang indah. Apalagi aku mana sempat bilang bahwa Liverpool kemudian nyamain kedudukan lewat adu pinalti dan freekick karena Torres yang terlalu lemah sering jatuh di daerah terlarang. Terus yang paling gak sempat tentu aku menuliskan endingnya saat Berbatov Hat Trick yang membuat MU unggul lagi dan akhirnya menang. Aku sungguh-sungguh tidak sempat menceritakan itu semua ๐Ÿ˜›

Nah, karena kemenangan itu semangat aku ada sedikit. Yang aku manfaatkan untuk menyelesaikan PR perbaikan skripsi aku. Ya ya, pengakuan terdalam aku adalah, aku sudah sidang sarjana tapi belum perbaikan ๐Ÿ˜€ (kan kemaren baru libur lebaran kakak *ngeles*).

Lalu apa? Apa yang aku lakukan setelah lulus ini?

Serius, dari lubuk hati yang terdalam aku bingung sekali. Pingin rasanya aku bekerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik (maksudnya taukan kalian semua? a.k.a yang bergaji besar). Tapi aku bukan anak pemalas loh yang mencari pekerjaan bergaji besar tetapi santai. Ini dunia bung! kalau mau bergaji besar pasti harus kerjaan yang ‘keras’.

Tapi, bagaimana aku bisa mendapatkannya? Kirim lamaran kesana-dan-kemari tentu bukan tipe aku. Sangat berharap aku bisa suatu hari nanti menjadi penulis aja.

Lalu akupun berfikir untuk lanjut sekolah lagi. Toh, orang tua malah menyemangati untuk hal ini. Kalau aku mengambil jalan ini tentu aku harus tahu konsekuensinya kalau mempunyai gelar s2 dikotaku belum terlalu berfungsi. Kalau udah kepalang tanggung ya jadinya bekerja sebagai dosen saja.

Soal pengalaman ngajar mengajar aku memang ada bakatnya. Toh aku pernah bekerja sebagai pengajar bimbel di suatu bimbingan selama 6 bulan. Waktu yang tidak sebentar tentunya.

Aku sudah menentukan pilihan. Kalau aku gak dapat pekerjaan selama 2 bulan kedepan, aku pasti akan melanjutkan sekolah lagi. Berfikir untuk sekolah di ITB mengambil program studi Sistem Informasi, atau kalau gak di IT Telkom mengambil Teknik Informatika.

Mudah-mudahan pilihanku gak salah. ๐Ÿ˜€

SEMANGAT!! /