Hidup itu berjalan, gak pake’ mundur


Sebenarnya gak tahu juga mau nulis apa malam ini (masih bingung sebenarnya kalau jam 1 itu pagi atau malam). Awalnya mau nulis tentang seorang Andi Yusuf Bachtiar yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua PSSI, tapi gak jadi. Terus pingin nulis sesuatu tentang bola, tapi kayaknya kurang materi juga buat nulis. Jadila tulisan ini yang terpostingkan.

Karena udah kepalang tanggung kepingin nulis tentang bola, jadinya aku selipin dikit deh yah cerita aku malam ini. Jadi, sebagai anggota MUI yang taat (tunggu! kalian tahu kan maksud aku MUI ini apaan? tahu dong yah! Yupz, Manchester United Indonesia) aku dari kemaren udah nungguin partai tadi sore antara MU melawan Liverpool. Laga yang amat panas pastinya dan saat pertandingan berjalanpun ternyata laga memang panas 😀

Akhirnya MU menang 3-2 di partai ini yang membuat level semangat aku naik tinggkat ke tinggat ‘hampir’ rajin, yah tentu belum rajin-rajin amat yah. Tapi kalian gak nungguin aku nulis detail tentang pertandingannya kan? Inika postingan tentang hal lain. Bola hanya diselipkan. Aku mana sempat bilang bahwa MU yang unggul duluan lewat sundulan Berbatov di laga awal. Lalu aku gak mungkin lagi cerita panjang lebar bahwa Berbatov kembali ngegolin di babak kedua dengan tendangan salto yang indah. Apalagi aku mana sempat bilang bahwa Liverpool kemudian nyamain kedudukan lewat adu pinalti dan freekick karena Torres yang terlalu lemah sering jatuh di daerah terlarang. Terus yang paling gak sempat tentu aku menuliskan endingnya saat Berbatov Hat Trick yang membuat MU unggul lagi dan akhirnya menang. Aku sungguh-sungguh tidak sempat menceritakan itu semua 😛

Nah, karena kemenangan itu semangat aku ada sedikit. Yang aku manfaatkan untuk menyelesaikan PR perbaikan skripsi aku. Ya ya, pengakuan terdalam aku adalah, aku sudah sidang sarjana tapi belum perbaikan 😀 (kan kemaren baru libur lebaran kakak *ngeles*).

Lalu apa? Apa yang aku lakukan setelah lulus ini?

Serius, dari lubuk hati yang terdalam aku bingung sekali. Pingin rasanya aku bekerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan baik (maksudnya taukan kalian semua? a.k.a yang bergaji besar). Tapi aku bukan anak pemalas loh yang mencari pekerjaan bergaji besar tetapi santai. Ini dunia bung! kalau mau bergaji besar pasti harus kerjaan yang ‘keras’.

Tapi, bagaimana aku bisa mendapatkannya? Kirim lamaran kesana-dan-kemari tentu bukan tipe aku. Sangat berharap aku bisa suatu hari nanti menjadi penulis aja.

Lalu akupun berfikir untuk lanjut sekolah lagi. Toh, orang tua malah menyemangati untuk hal ini. Kalau aku mengambil jalan ini tentu aku harus tahu konsekuensinya kalau mempunyai gelar s2 dikotaku belum terlalu berfungsi. Kalau udah kepalang tanggung ya jadinya bekerja sebagai dosen saja.

Soal pengalaman ngajar mengajar aku memang ada bakatnya. Toh aku pernah bekerja sebagai pengajar bimbel di suatu bimbingan selama 6 bulan. Waktu yang tidak sebentar tentunya.

Aku sudah menentukan pilihan. Kalau aku gak dapat pekerjaan selama 2 bulan kedepan, aku pasti akan melanjutkan sekolah lagi. Berfikir untuk sekolah di ITB mengambil program studi Sistem Informasi, atau kalau gak di IT Telkom mengambil Teknik Informatika.

Mudah-mudahan pilihanku gak salah. 😀

SEMANGAT!! /

Advertisements

1 thought on “Hidup itu berjalan, gak pake’ mundur”

  1. dulu gua juga gitu. pas udah semester akhir mikirnya kalo dapet kerjaan ya kerja. tapi kalo gak daept ya sekolah lagi. eh untungnya dari sebelum lulus udah diterima kerjaan. jadinya kerja dah.. yang ada sampe sekarang gak sekolah2 lagi… huhuhu

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s