Autumn Trip [Korea] : Preview


Ah, akhirnya si Irni mau memulai juga untuk menuliskan perjalanan ke Korea seminggu yang lalu. Pas perginya semangat bener nulis beberapa postingan, eh pas udah pulang malah nyantai kebablasan. Padahal si Irni masih dalam rangka cuti loh sampai sekarang. Tapi cuti untuk berleha-leha di rumah itu sangatlah menyenangkan ternyata 😛

Baca juga tulisan lainnya di #Autumn Trip Korea irni yak:

  1. Autumn Trip [Korea] : Preview
  2. Autumn Trip [Korea] : Perjalanan ke Korea
  3. Autumn Trip [Korea] : Busan
  4. Autumn Trip [Korea] : Seoul
  5. Autumn Trip [Korea] : Everland
  6. Autumn Trip [Korea] : Nami Island
  7. Autumn Trip [Korea] : Kuala Lumpur

Ok, buat pemanasan kita cerita tentang fikiran-fikiran singkat yang terlintas selama aku di Korea Selatan atau tepatnya di Busan selama dua hari dan Seoul selama 6 hari full nya yak. Cekidot :mrgreen:

#1 Ramah-Ramah

Untuk aku, orang Korea Selatan itu ramah-ramah. Emang seh ada beberapa yang nyebelin banget. Tapi, yang ada di memori aku sampai sekarang mereka adalah salah satu negara yang ramah.

Saat baru sampai di bandara Busan dan kita mau cari bis yang tepat untuk bisa sampai di hotel kita, supir busnya dengan senang hati menjelaskan ke kita yang mana bis yang tepat dan dia juga menyapa si K dengan ramah sambil melambaikan tangannya. Tentu membuat si K sangat senang. Kita yang udah kecapean dengan penerbangan delay jadi semangat lagi. Ah, korea pasti menyenangkan 🙂

Sepanjang kita di Busan dan Seoul si K sering sekali dapat perhatian dari orang-orang dari yang hanya sekedar menyapa dan melambaikan tangan, memberi permen, sampai ada yang ngasih uang 1000 WON buat si K loh! Tentu kita gak ambillah yak, ya kalau dikasih 100.000 WON baru deh kita ambil *eh 😛

Di Seoul, dari pintu keluar subway ke hotel, kita juga harus menyeberang jalan gede gitu. Jalan itu setiap waktu selalu dijagain sama polisi gitu dan suatu waktu ada gitu si K didadain sama polisinya. Semenjak saat itu si K selalu ngelambain polisinya dong kalau lewat persimpangannya >.< Kayak norak tapi lucu gitu lah yak, hahahaha.

Pas di Korea, ada temen SMA yang nanyain aku, Korea mendiskriminasikan turis Asia apalagi yang pake jilbab gak seh? Jawaban aku: gak sama sekali. Korea sangat ramah untuk aku yang berjilbab. Bahkan sepanjang aku ke sana gak pernah seh merasa diperhatiin aneh karena jilbab aku. Jadi yang mau ke korea, cuss aja deh yak. 🙂

#2 Banyak Lansia

Korea adalah satu dari sedikit negara yang pernah aku kunjungi yang lansianya banyak pake banget. Aku jadi inget pernah baca salah satu artikel online bahwa Korea adalah negara dan suku yang bangsanya yang akan punah paling awal diantara bangsa di dunia ini karena jumlah lansianya yang sangat banyak dan anak-anak mudanya yang rendah sekali keinginan untuk menikah dan mempunyai anak.

Ya, paling gak secara kasat mata aku mengiyakan artikel itu. Karena selain banyak banget lansia (yang menyebabkan kursi untuk lansia di bus dan subway selalu penuh 😛 ) aku sangat jarang melihat ibu yang membawa anak bayi atau anak-anak deh. Ada seh, tapi jumlahnya sedikit banget. Bahkan saking sedikitnya kadang aku ngitung hari ini udah ketemu berapa orang yang bawa anak disepanjang jalan yang aku lewati 😛

Semoga orang Korea cepat dapat berkah untuk mau menikah dan punya anak yak! Ntar kalau bangsa korea punah, gimana cerita tentang drama koreanya? 😛

#3 Gak Ganteng dan Cantik!

Ini juga penilaia pribadi yak 😛 Aku emang udah gak terlalu berimajinasi bakalan dapat pemandangan ok di jalan-jalan korea untuk para cowoknya, karena dari yang aku baca cowok korea (selain para aktornya itu) ya biasa aja gitu. Tapi aku sangat berekspetasi tinggi buat cewek-ceweknya. Karenakan korea itu surganya operasi pelastik yak. Bahkan operasi pelastik udah seperti jadi kado ulangtahun bagi anak-anak cewek di sana.

Lalu kemana cewek-cewek cantik itu? Kok aku gak ketemu?

Disepanjang Busan aku gak ketemu. Di Seoul juga daerah yang aku kunjungi susah banget dapat cewek-cewek korea yang cantik. Sepanjang aku jalan di sana cuma pas aku ke wilayah Gangnam dan bertepatan dengan jam pulang kantor aku melihat yang cantik-cantik dan cowoknya yang rada lumayan.

Maka dari itu, aku berkesimpulan bahwa, ntar kalau ke korea lagi harus nginep di hotel di wilayah gangnam aja *eh 😛

#4 Rada Kumuh

Eh iyaloh, Korea atau paling gak Seoul itu kumuh. Kumuhnya kayak Jakarta deh yak kalau aku menganalogikannya. Sangat-sangat banyak peminta-minta baik di jalan ataupun di dalam subway. Sangat-sangat banyak PKL yang membuat susah saat kita jalan kaki. Banyak pembangunan jalan di mana-mana yang membuat rada susah nyari spot buat foto 😛

#5 Bau Soju

Ini aku tulis karena sepanjang perjalanan aku ke Korea Selatan aku sangat terganggu sekali dengan bau soju ini. Pertama kali menciumnya adalah pas aku naek subway di Busan, aku duduk disamping kakek-kakek gitu kok ya bau. Eh beberapa waktu kemudian aku menemukan bau-bau itu juga dan sering! Terutama pas deket sama kakek-kakek atau bapak-bapak paruh baya seh.

Kata si abang, mungkin karena cuacanya udah dingin jadi mereka perlu minum gitu untuk memanaskan tubuh. Masuk akal seh yak. Tapi beneran aku terganggu banget sama baunya. Pas nulis ini hidung aku jadi teringat dengan baunya saking aku terganggunya. Karena bau ini aku jadi menghindari orang-orang terutama di pagi dan malam hari. Kalau siang hari rada jarang seh ketemu bau seperti itu, walaupun ada masih kadang-kadang keciuman.

***

Ok, lima dulu aja kali yak. Ntar kalau keinget sesuatu aku tambahin deh. Hahahaha. Mudah-mudahan cepet buat nulis cerita lengkapnya :mrgreen:

Tapi, apapun positif dan negatifnya korea, yang pasti aku sangat-sangat menikmati liburan aku selama di sana. Gak seperti liburan-liburan sebelumnya yang aku cuma memosisikan diri sebagai turis. Selama di Korea aku selalu memosisikan diri sebagai penonton pertunjukan drama korea. Jadi setiap ke tempat ini aku mikirin drama apa adegan apa gitu. Misal pas di subway aku selalu teringat film Tommorow With You, atau pas nunggu bis karena aku lagi nonton While You Were Sleeping jadi aku sering kepikiran Lee Jung Suk, atau pas ke N Seoul Tower aku jadi kepikiran Kim So Hyun. Pokoknya apa-apa difikirkan cuma drama korea aja, hahahaha.

Dan Trip kali ini bener-bener aku kurang puas kakak! Selain karena banyak tempat di itinerary yang gak kesampaian (iya loh itinerary yang secuil gitu bisa banyak yang di skip karena merasa jauh atau kurang waktu 😥 ) aku juga kurang puas menikmati korea dengan gaya yang aku impikan gitu, yang jalan sambil menikmati waktu demi waktunya. Pokoknya, harus kembali ke Korea deh suatu hari nanti *amin* 😀

Advertisements

HKTrip – Hongkong


Ok, karena kayaknya udah kelamaan juga nulis HKTripnya gak kelar-kelar 😛 jadinya ini adalah penutupan cerita dari perjalanan si Niee, abang suami dan si K jalan-jalan diseputaran Hongkongnya. Pengennya seh ada lagi satu cerita tentang tempat makanan halal di Hongkong, tapi ini kapan kapan lah ya, hihihi.

Yang mau intip-intip tulisan dari rangkaian HKTripnya si K boleh loh mampir-mapir di link di bawah ini 🙂

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. HKTrip – Shenzhen
  6. HKTrip – Hongkong

img_3020Setelah pulang dari Shenzhen hari sabtu, otomatis aku cuma punya dua hari kosong yang tersisa yaitu minggu dan senin, soalnya selasa udah pulang ke KL dan rabu udah balik ke Pontianak, hiks.

Kalau dilihat dari list itenerary kami seh tinggal lima tempat yang belum dikunjungi, The Peak, Sky 100, Ngong Ping, Avenue of Star, dan Ladies market. Karena aku sukanya liburan itu seloow aja gitu gak dikejar target dan lebih memilih membayakan waktu istirahatnya 😛 (kan bawa anak kecil juga ya 😀 ) jadi aku pengen mengskip beberapa tempat dari list diatas.

Karena akunya gak terlalu suka belanja makanya Ladies market cuma si abang suami yang pergi waktu malam sambil aku nungguin si K bobo jadi untuk aku sendiri Ladies Market aku skip. The Peak, Sky 100 itu katanya mirip mirip aja melihat Hongkong dari ketinggian. Bedanya kalau The Peak naeknya harus pake cable car gitu (bisa juga seh lewat jalan darat) kalau Sky 100 adanya ditengah kota. Karena mikirnya simple aja aku milihnya Sky 100 😛 . Ngong Ping tetep dikunjungi dan Avenue of Star sesempatnya aja karena lagian nama-nama bintang dunianya juga gak bisa dilihat lagi direnovasi gitu deh.

SKY 100 Hongkong Observation Deck

img_3012Gimana cara kesananya? Karena akunya tinggal di daerah North Point jadi dari Stasiun MTR North Point ke stasiun Central terus pindah line menuju stasiun Kowloon. Sky 100 sendiri berada di gedung International Commerce Centre di mana kalau kita keluar dari stasiun langsung masuk ke gedung tersebut tinggal cari petunjuk arahnya untuk menuju ke sky 100 (yang banyak banget petunjuk arahnya).

Berapa Biayanya? Untuk reservasi tiketnya sendiri aku beli online di Golden Crown Guest House Hongkong seharga HKD 168 (ini yang tercantum sekarang, aku sendiri lupa dapetnya berapa soalnya kadang ada diskonya 😛 ) si K alhamdulillah masih gratis :mrgreen:

Untuk bisa masuk kita harus menukarkan tiket online kita dulu, nah pas penukaran ini kita bakalan diberikan kartu pos gambar kartun gitu. Kirain di atas bakalan ada kotak pos yang bisa kita kirimin kartunya, ternyata gak ada. Jadilah kartunya cuma jadi maenan si K buat stempel-stempel karena di atas banyak banget stempel-stempel bentuk bangunan di Hongkong.

Ada apa di sana? Selain stempel-stempel dalam bentuk permainan seperti yang aku sebutkan di atas tentu yang utama adalah pemandangan Hongkong yang bisa dilihat 360 derajat dari gedung tertinggi di Hongkong. Aku sendiri datangnya udah sore pas mau sunset gitu, jadilah ada beberapa orang yang udah booking tempat dengan segala perlengkapan photografernya buat motret sunset. Si Irni sendiri foto-foto gak? Yaaa, jangan harap lah yak, selain emang gak hobi, ngejagain si K aja udah membetuhkan energi yang gede karena anaknya gak berenti buat manjat manjat dikacanya 😀

Gaya si K pura pura bobo. Iya pura-pura, udah selesai difoto langsung lelarian lagi >.<
Gaya si K pura pura bobo. Iya pura-pura, udah selesai difoto langsung lelarian lagi >.<
di sini juga disediaan meja kecil plus pensil warna dan gunting gitu, jadi anak anak bisa mewarna. Rata-rata seh pada ngewarnai kartupostnya jadi ya kami ikutan :D
di sini juga disediaan meja kecil plus pensil warna dan gunting gitu, jadi anak anak bisa mewarna. Rata-rata seh pada ngewarnai kartupostnya jadi ya kami ikutan 😀

Avenue of Star

Clock Tower Hongkong
Clock Tower Hongkong

Karena kata si abang dari SKY 100 ke Avenue of Star ini deket dan lagi ada pertunjukan lampu-lampu gitu kalau malam hari jadilah setelah puas kejar-kejar katniss di SKY 100 😛 kami memutuskan untuk menuju ke sana.

Dari informasi yang di dapat oleh si abang suami, dengan semangat traveller sejatinya dari gedung ICC itu bisa jalan kaki ke stasiun Jordan. Jadi kalau udah jalan kaki ke situ tinggal lewat satu stasiun lagi ke East Tsim Sha Tsui. Bisa seh jalan kaki, tapi ternyata JAUH BANGET KAKAK! Gempor deh eyke. Untung si K anaknya sangat gampang kalau lagi di jalan, gak ada tuh ngerengek-ngerengek minta digendong, dia tetep tenang di dalam stollernya. Udah sampe ke stasiun Tsim Sha Tsui buat pindah ke East Tsim Sha Tshunya perjuangan lagi karena stasiunnya panjang benerrrrr.. bener bener buat gempor deh. Sampainya di Anenue of Star parade lampunya udah selesai >.<

Ya daripada mutung lebih baik tetep menikmati pemandangan Hongkong malam hari sambil makan nasi bungkus! 😀

Makan nasi bungkus lauk pecel ayam di Avenue of Star yang lagi direnovasi
Makan nasi bungkus lauk pecel ayam di Avenue of Star yang lagi direnovasi

Ngong Ping 360

img_3152Hari terakhir kita di Hongkong destinasi yang dipilih adalah Ngong Ping 360. Karena mau ngerasin si K naek cable car 😀

Gimana cara ke sana?  Dari stasiun North Point ke Stasiun Center pindah line menuju ke Stasiun Tung Chung.

Berapa biayanya? Seperti halnya Sky 100 aku beli tiketnya di Golder Crown Guest House dengan harga HKD 185 untuk Standar Cabin Round Trip. Si K tetep masih gratis. Tapi pas pulangnya karena antriannya panjang dan pas Cristal cabin banyak yang kosong akhirnya kami dikasih turun dengan Cristal kabin yang harganya sebenarnya HKD 255. Rejeki anak soleh yak 😛

Ada apa di sana? Ada patung Budha gede di atas bukit. Selain itu aku gak tahu seh, huahahahahaha. Sampe di atas akunya mabok dong naek cable carnya, gak banget kan 😛 jadinya yang jalan cuma si K sama si abang aja.

Si K seneng banget pas naek cable carnya di sini. Apalagi pas pulangnya pas banget lihat banyak pesawat landing dan terbang karena emang ini letaknya bersebelahan dengan bandara. Sampai di rumah hal ini juga yang sering diceritainnya dengan nenek dan orang-orang lainnya selain ke rumah Mickey Mousenya.

Segitulah acara liburan aku, K dan si abang di Hongkong kemaren. Hari selasa langsung ke bandara pake bis dari Hotelnya. Ternyata enak juga ke bandara naek bis karena gak perlu pindah-pindah stasiun dan geret koper ke mana-mana.

Sampai di bandara si K juga seneng banget karena bandara Hongkong ternyata menyenangkan banget yak. Banyak tempat bermain anaknya dan bandaranya gede tanpa sekat jadi si K bisa puas lari-larian sama bapaknya *emaknya udah teler duluan* 😛

Ternyata udah dua bulan lebih yak akunya pergi ke Hongkong. Kangen liburan lagi! *lirikin si abang suami* 😀

HKTrip – Shenzhen


Haaaiii… Udah sebulan lebih ngetripnya tapi tulisannya lama bener yak. Beberapa waktu belakangan ini emang susah bener si Niee nyempetin buat sekedar nulis blog. Padahal mah biasanya nulis juga gak pake konsep. Gak pake kebanyakan mikir kayak blogger-blogger keren di luar sono, tapi tetep aja ngisinya susah bener.

Ya udah deh daripada gak ditulis sama sekali kan mending coba nulis lagi perjalanan kemaren. Kali ini mau cerita tentang Shenzhen! Yang mau baca cerita sebelum dan sesudahnya boleh loh diintip-intip di sini:

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. HKTrip – Shenzhen
Belanda Ala-Ala KW Super. Emang China ya senengnya buat versi KWnya! :P
Belanda Ala-Ala KW Super. Emang China ya senengnya buat versi KWnya! 😛

Sebenarnya aku bingung juga mau ngapain ke Shenzhen ini. Tapi kalau udah ke Hongkong dan waktu liburan aku lumayan panjang sampe 10 hari, kayaknya sayang juga buat ngelewati Shenzhen. Lumayan kan nambah-nambah cap di passport 😛 Lagian pas searching juga buat dapetin VOAnya gampang kok dari perbatasan Hongkong itu. Maka dengan semangat empat limalah kita bertiga pergi dari Hongkong ke Shenzhen dengan menggunakan MTR. Sengaja koper yang gede kita titipkan di hotel Hongkong biar gak ribet bawanya. Jadi kita ke Shenzhen cuma berbekal tas kecil aja.

Tapi sayangnya pas kita balik ke Pontianak dapet kabar bahwa VOA buat ke Shenzhen udah ditutup. Jadi kalau mau ke Shenzhen dari Hongkong tetep harus buat Visa China. Untung kita sempet ya kesana. Rezeki si K lah 😀

Setelah seharian kemarennya kita maen maen di disneyland keesokan harinya kita tancap gas lagi buat pergi ke Shenzhen. Emang itenerary kita padetin dibagian depan perjalanan. Pengennya seh balik dari Shenzhen kita udah santai aja jalan jalan di Hongkongnya. 

Setelah kegiatan dipagi hari seperti biasanya. Masak dulu buat si K. Beberes koper yang mau dibawa ke Shenzhen dan cekout akhirnya kita baru sampe di MTR sekitar jam 11an juga. Udah kesiangan banget kakakkkk. Untungnya kita nginep di Nort Point. Jadi buat ke Shenzhen kami gak pake rute MTR seperti kebanyakan orang. Kalau dilihat dari peta seh rute kami emang memutar. Tapi yang muter kan keretanya. Yang membuat si abang memilih rute ini adalah kami hanya perlu pindah stasiun dua kali dibanding rute biasa yang harus pindah stasiun tiga kali dan ada dua stasiun gede pada perpindahan itu yang pastinya kita akan repot banget buat geret geret koper dari stasiun satu ke stasiun lainnya. 

Rute MTR yang kami pilih adalah dari Nort Point ke Yau Tong terus pindah line menuju ke Kowloon Tong. Terus pindah line lagi menuju ke Lo Wu stasiun terakhir perbatasan Hongkong dan Shenzhen. 

Kita ngurus VoA diperbatasan ini. Gampang kok. Tinggal ngisi formulirnya. Ngantri di kantor imigrasinya bayar langsung passport kita di tempel visa shenzhen yang berlaku buat lima hari. Setelah buat visa baru deh kita ngantri di imigrasinya shenzhen. Sayang VoA ke shenzhen udah ditutup sekarang. 

Dari perbasan itu kita langsung naek metronya Shenzhen dari stasiun Lao Hu ke Stasiun Lao Jie buat ke hotel kita. 

Sampe di hotel kita beberes dulu. Ngasih makan si K dulu karena apapun kondisinya si K aku tetapkan harus jelas jadwal makannya. Barulah setelah itu kita mutusin untuk keliling disekitar hotel aja sore ini. Kebetulan hotel kita deket banget dengan DongMen market yang banyak dibicarain orang di blog. Tapi kalau bertanya apa aja yang ada di DongMen aku gak tahu kakak. Soalnya bingung kemana kemananya. Huahahahahaha. 

Kesan pertama kita masuk ke Shenzhen adalah.. RAME! Hahahaha. Emang udah sering baca seh di blog blog bahwa daerah manapun di China akan selalu rame karena penduduknya yang banyak. Aku yang emang gak suka dan gak terbiasa berada ditengah kerumunan orang rame jadi mabok aja gitu lihatnya. Padahal gak juga sampe rame gimana bener seh. Tapi tetep aja terasa.

Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen

Emang seh waktu itu aku ngambil fotonya di DongMen Market yang terkenal di Shenzhen. Tapi tetep aja kan ya aku itu perginya jam nanggung gitu sekitar jam 2an pas hari kerja dimana suhunya panas banget tapi tetep aja rame! Emang jumlah penduduk nomor satu di dunia gak bisa bohong yak! Mungkin kalau orang Singapore ke Jakarta kesannya juga sama gitu, Jakarta rame! Hahahahaha.

Sebenarnya seh ada dua tempat yang bisa dikunjungi di Shenzhen yang disebut oleh beberapa blog yang aku baca yaitu Windows Of The World sama China Folk Culture Village, tapi karena kami adalah traveler pemalas 😛 jadi aku pilih salah satu aja dong biar gak capek. Biar tenang aja gitu bawa si K gak keburu-keburu waktu. Jadi dipilihlah WOW aja sebagai tempat yang akan dikunjungi.

Kesannya gimana Niee dengan WOW? Pertama kali datang yang aku pikirkan adalah PANAS! Hahahaha. Emang kurang baik ya pergi ke Hongkong pada bulan July gitu. Panasnya menyakitkan banget, terik!

Awalnya berekspetasi tinggi buat foto-foto di WOW untuk pamerin di Facebook, siapa tahu ada yang percaya gitu kita pergi ke Eropa 😛 Karena dari lihat di google foto-fotonya kan keren banget yak. Ehhhh sekalinya sampe di sana aku kuciwaaaaaaa… Tempatnya biasa aja gitu. Manalah ada kejadian akukan pesan paket yang keliling WOW pake mobil yak. Eh pas ditengah mobilnya berenti. Kirain kayak waktu di Pucket kita dikasih waktu foto foto terus jalan lagi. Ternyata kita ditingalin kakaaaaakkkk. Gempor deh eyke buat baliknya. Dari yang semangat buat foto-foto jadi gak sreg deh. Manalah hasil fotonya gitu-gitu doang (karena gak profesional :P) Jadilah aku menasbihkan bahwa Shenzhen gak terlalu penting buat dikunjungi (lagi).

Walaupun kalau mau belanja apalagi baju-baju gitu China itu surga banget yaaa. Murah semuanyaaaa. Sayang koper kami terbatas jadi gak mau beli banyak-banyak buat dibawa pulang.

Jadi begitulah perjalan kami ke Shenzhen (lah gitu doang nulisnya Niee?) Iyaaa, soalnya ini nulisnya di kantor dan udah kesorean mau pulang, hihihihi.

Sisa liburan di Hongkongnya bakalan dijadikan satu postingan aja kali yak biar ceritanya cepet selesai? 😛

Katniss Bicara [Part 2]


Yak, kali ini setop sebentar deh yak ngomongin drama koreanya. Etapi pas yang review Oh My Venus itu aku sebenarnya belom selesai nulis loh, pengennya kemaren tekan Save Draft, ealah malah ketekan Publish, tapi karena males lagi mau ngurusnya dibiarin aja deh kepublish dengan ending gak jelas gitu 😛

Si Katniss sekarang udah berumur 2 tahun sebulan lebih dikit. Soal bicara wuiiihh jangan tanya lagi deh. Udah kayak orang tua! Bahkan analisanya lebih tajam yang membuat kita gak bisa deh bohong-bohong lagi sama neh anak! (ya emang seharusnya gak usah pake bohong segala yak 😛 ) Seharusnya emaknya lebih sering nulis tentang kemampuan bicaranya si K yak biar ada jejak sejarahnya. Tapi karena ingatan emaknya yang pendek ini jadi kebanyakan lupa terus. Hiks. So marilah kita menulis apa yang si Niee inget aja yak, hihihihi.

IMG_1912

#1. Nonton Bioskop

Ceritanya pas ke Bekasi kemaren (cerita menyusul yak, ini penuh drama banget deh pokoknya 😦 ) Kegiatan aku sama si K kalau gak di kamar hotel ya ke Sumarecon Bekasi itu. Rasanya sampe hapal deh dengan mall satu itu karena udah 4 hari bolak balik kesana aja.

Nah, karena bosen juga ke mall cuma jalan-jalan geje bawa si Neng cilik, jadilah mamanya dengan inisiatip bahagia membawa anaknya nonton ke XXI. Waktu itu kebetulan pas juga ada film petualangan singa itu. Dan yang aku tahu si K kan suka ya dengan karakter singa dan binatang-binatang lainnya. Belum lagi tiketnya juga murah. Jaauuuuhhh sama harga tiket di Pontianak 😥 Ealah pas di dalam bioskop dia langsung nangis dong kayak ketakutan gitu dan minta keluar. Di dalam cuma kali ada 5 menit doang dan tiket walaupun murah itupun terbuang sia-sia.

Tadi sore pas ada iklan film Zootopia di DVD Dino yang baru aku beli aku langsung tanya ke dia

Mama (M) : Katniss mau nonton Zootopia di bioskop gak?

Katniss (K) : Gak mauuu..

M : Kenapa gak mau? Kan seru nonton bioskop.

K : Kan Katniss takut dengan bioskop, Kan katniss seraaaaammm dengan bioskop.

M : Kalau nonton di TV mau?

K : Mauuu, kan kalau di TV gak seram.

*ceritanya dia lagi ketagihan sama kata ‘Kan’* :mrgreen:

#2. Iya Dong!

Selain kata ‘Kan, si K ini juga lagi seneng-senengnya ngomong dengan kata dong dan La. Apapun kalimatnya yang dia rasa cocok dengan kata dong dan ‘La’, pasti dia akan bubuhi dengan kata itu, misalnya saja:

M : Katnissss, ini siapa yang berantain mainan?

K : Katniss dong!

M : Ayoo kemasin mainannya sekarang.

K : Mama la yang kemasin. Katniss kan udah yang mainin.

*ketok meja*

Dan bahwa anak yang udah bisa bicara lebih gak bisa dibantah waktu belum bisa bicara >.<

#3 Makan Sate

Walaupun gak suka-suka amat dengan sate tapi kalau lihat emak bapaknya makan sate pasti si K langsung minta juga satenya. Dari yang dulu dilepasin dari tusuknya sampe sekarang udah bisa habis setusuk sendiri tanpa bantuan emaknya (horeeee!).

Nah, ada kejadian gitu pas aku makan sate. Seperti biasa dikasihlah ke si K satu tusuk sate untuk dia makan. Sisanya emaknya dong yang ngabisin. Anaknya juga gak terlalu peduli lagi setelah itu.

Saat emaknya enak-enaknya makan sate dan mengambil satu tusuk sate lagi, si K langsung bilang.

K : Jangan makan maaaaa… Itu satenya punya Katniss. Mama gak boleh makan!

*kemudian emaknya keselek*

#4. Mau ke Singapurrr.

Ceritanya pengen ngajakin si K ke singapore. Nunggu ke Singapore tahun depan kok ya rasanya lama banget. Gak jauh juga kan ya ke sononya cuma satu kali penerbangan aja dari Pontianak.

Jadilah cerita-cerita ke Katniss bilang mau ke Singapur.

M : Katniss mau ke singapore gak? (dalam perjalanan pulang ke rumah neneknya)

K : *berfikir* Ada mickey mousenya? (ceritanya pernah ngomong ke K kalau di Hongkong bakalan ketemu Mickey Mouse)

M : Hmm, gak ada. Yang Mickey di Hongkong, ntar si Singapore Katniss lihar Panda (mau ke Singapore Zoo ceritanya).

K : Mau, katniss mau ke Singapore!

M : Ok.

(sampai di rumah nenek)

K : Katniss gak mau ke rumah neneeeeekkk (nangis mewek)

M : Loh kenapa?

K : Kan Katniss mau ke singapur ketemu pandaaaa! (nangis kejer)

*jiyaaaaaaahhhh*

***

Sebenarnya masih banyak seh keajaiban si K ngomong ini. Selain ngomong analisanya juga udah mantep banget dah.

Beberapa hal yang berkembang soal bicara dari umur satu tahun ke dua tahun ini adalah Katniss sekarang sudah bisa cerita apa yang dilakukannya seharian pas aku kerja.

Pernah suatu ketika aku tanya

M : Tadi Katniss nonton apa di rumah Mbah? Nonton Masha atau nonton Shofia?

K : Gak nonton Masha sama Shofia la.

M : Jadi katniss nonton apaan?

K : Nonton Malpin lah :woot:

Perkembangan yang signifikan lainnya adalah sekarang Katniss udah bisa nyebut huruf L. Horeeeyyyy.. Dulu kan kalau nyebut Mobil jadi Mobin, Motor jadi Moton, Kapal jadi Kapan. Sekarang udah bener penyebutannya. Huruf R juga udah lumayan ok. Masih kurang jelas seh tapi lebih terdengar ke arah R deh pokoknya.

Yang masih kurang itu tetep huruf K masih keseringan terdengarnya jadi huruf T walaupun pas nyebut namanya kedengaran K lebih mencolok dari kedengaran T nya. Kalau ditanya namanya juga dia udah bisa jawab

M : Nama lengkapnya siapa?

K : Kibuw Aurea Asrianda.

*aaarrrggghhh ini gara gara bapaknya sering manggil katniss dengan sebutan Kibuwww :angry:

Kalau mau baca-baca cerita Katniss bicara Part 1 nya di sini yak :D