buku, Review

The Vampire Diaries arc


Haaaiiii… Haloooo.. Apakabar semuanyaa?? πŸ™‚

Rasanya aku beberapa bulan belakangan ini susah sekali untuk menyelesaikan membaca satu buah novel. Nah, mumpung masih fresh from the oven aku mau menceritakan tentang novel yang barusan selesai aku baca beberapa hari yang lalu. Kalau yang meratiin blog aku di bagian slide bar-nya pasti tahu doang aku sedang membaca buku ini (lah emang ada yang meratiin niee? πŸ˜† )

Novel The Vampire Diaries ini ditulis oleh L.J.Smith. Sebelum tahu tentang novelnya aku tahu The Vampire Diaries ini terlebih dahulu dari serial TV-nya. Kakak aku terutama yang suka nonton serial TV Amerika, kalau aku seh gak ngudeng! Satu-satunya film seri Amerika yang aku tonton tu Heroes aja deh, itupun cuma sampe session satu doang πŸ˜› Makanya pas tahu ternyata ini ada Novelnya langsung deh aku beli (sebagian, sebagiannya lagi minjem πŸ˜› )

The Vampire Diaries (Buku 2-4) yang pertamanya (Awakening) udah aku balikin ke yang punya πŸ˜›

Kalau ada yang suka dengan serial Twilight kemungkinan besar pasti juga suka deh dengan novel ini. Tema cerita hampir mirip dengan alur cerita Twilight dimana sesosok vampire keren yang datang kesebuah kota kecil kemudian jatuh cinta dengan salah satu gadis di desa tersebut.

Ceritanya…

Elena adalah cewek paling cantik dan populer di Sekolah SMA Robert E. Lee dan desa masa kecilnya Fell’s Church, Virginia, berubah menjadi sosok yang berbeda setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dia tinggal di rumah orang tuanya bersama tante dan adik kecilnya yang berusia 4 tahun.

Pada suatu hari, datanglah si Stefan, seorang pria tampan nan memesona berasal dari Italia (yang pasti ini vampirenya yak πŸ˜› ) yang karena ketampanannya Elena menjadi tertarik pada Stefan, namun Stefan selalu menghindari Elena.

Bersama dengan kedua temannya Bonie dan Meredith, mereka bertigapun bersumpah akan menggunakan berbagai cara agar Stefan takluk oleh Elena.

Namun, bagaimanapun cara Elena mendekati Stefan, dia tak pernah tertarik untuk dekat dengan Elena dan malah menjadi dekat dengan Caroline, teman masa kecil Elena yang sekarang menjadi musuh bebuyutannya.

Saking kesalnya, pada saat pesta di Sekolah, Elenapun mau mengikuti ajakan Tyler, cowok paling jahat di sekolahnya ke sebuah pemakaman umum di Fell’s Church dan pada saat itulah musibah mulai terjadi. Vikie, salah serang cewek yang bersama rombongan Elena dan Tyler diserang makhlukΒ  jahat di pemakaman.

Mulai saat itulah Fell’s Church tidak aman lagi bagi penduduknya. Disaat itulah Elena tahu bahwa Stefan seorang vampire yang bukannya ketakutan, Elena malah mau berbagi darah dengannya. Karena keterbukaan Elena kemudian Stevan bercerita bahwa dia menjauhi Elena karena Elena sangat mirip dengan wanita yang pernah dicintai dia dan kakaknya, Damon dan sekaligus wanita yang telah mengubahnya menjadi Vampire, bernama Katherine. Sehingga sampai sekarang Stefan dan Damon tidak pernah berdamai.

***

Kalau menurut aku seh, dibandingkan dengan seri Twilight, The Vampire Diaries ini lebih ‘gelap’ dan ‘berat’ karena banyak bagian cerita yang membuat kita berfikir terlalu rumit.

Pada buku pertama Awakening, kita diajak berfikir siapa sebenarnya penjahat yang telah menggetarkan seluruh penduduk desa. Tapi sayangnya hingga akhir bukunya pun tidak ada jawaban atas pertanyaan itu. Pada buku kedua, The Struggle ceritanya lebih kepada konflik antara cinta segitiga Elena – Damon – Stefan. Damon yang cuek dan apa adanya membuat sedikit banyak Elena tertarik padanya. Hingga suatu saat, kejadian besarpun terjadi, Elena berubah menjadi Vampire.

Pada buku ketiga The Fury barulah kita dijelaskan siapa sebenarnya dalang yang telah membuat heboh para penduduk desa. Elena yang punya kekuatan lebih membantu sekuat apa yang dia punya untuk melawan kekuatan itu, walaupun dengan konsekuensi nyawanya menjadi taruhan.

Hingga buku keempat – Dark Reunion, kitapun masih diajak untuk menghayal dengan adanya dunia di bawah alam bawah sadar yang bisa menghubungkan antara dunia nyata dengan dunia para arwah! *nah loh*

***

Setelah empat seri buku ini masih ada lanjutannya lagi loh. Menurut wiki seh masih ada 2 seri. Seri pertama The Return arc yang terdiri dari 3 buku dan The Hunters arc yang juga terdiri dari 3 buku yang mana buku seri kelanjutannya ini tebel-tebel banget bok!

Tapi dengan semangat ’45 (karena udah terlanjur penasaran dengan ceritanya), mari kita membaca! *masih ada 6 buku lagi* :mrgreen:

Advertisements

59 thoughts on “The Vampire Diaries arc”

  1. Aku sempet baca buku yang pertama karena suka sama tv seriesnya.. pusing aku.. ahahahaha.. lebih baik nonton tv seriesnya aja deh. Emang sih ceritanya ga akan sama persis kayak yang ada di buku.. tapi daripada ga sama sekali.. πŸ˜›

    1. suka sama twilight mbak lid? berarti cocok dengan novel ini deh..

      dan bulan depan dong twilightnya keluar di bioskop.. udah gak sabar banget aku nontonnya πŸ˜€

  2. gua nonton first few episodes nya di tv (males mau baca haha), tapi merasa gak asik. jadi gak nerusin lagi. πŸ˜€
    tapi ternyata serian ini banyak penggemarnya ya, season nya diperbarui terus…

    1. hahaha, berarti emang gak cocok mas.. kalau aku biasanya udah gak cocok dengan satu bacaan aku langsung tinggal aja deh, daripada pusing bacanya πŸ˜›

  3. Nieee… apa kabarnyaaa? πŸ˜€

    maapkan aku baru nongol lagi nih Nie.. hehehe…

    Wah… dah lama bgt aku gak baca2 novel nih, padahal suka yg genre spt ini.,.. seru kayaknya ya.. πŸ˜€

  4. waah masih banyak juga ya lanjutannya..:D
    kao udah suka, pasti deh bakalan ga kerasa tau2 udah baca buku terakhir. Kek Harpot dulu tuh, aku ampeee khatam 7 buku yang super duper tebel itu dlm waktu yang sesingkat2nyah..hihihi

    1. mbak langsung baca 7 buku sekaligus? mantep bener dah.. kalau aku dulu bacanya satu-satu pas keluar. Jadi nunggu keluarnya kan sampe beberapa tahun gitu. bener bener gak sabar. Dan pas udah buku ketujuhnya selesai ada perasaan sedih gak ada lagi buku yang ditunggu2 keluarnya gitu >.<

  5. Semangka yah bacanya, biar tamat ampe abis!! πŸ™‚

    Aku sempet nonton serialnya, tapi sama kaya Arman, nggak tertarik lagi. Entah kenapa, udah ketuaan kali yah nonton yang begituan hahahaha…

    1. hahahaha,, gak lah chit kalau ketuaan, emang beda selera mungkin. Soalnya bos aku dikantor yang udah lumayan suka banget film sama novelnya. Aku aja minjem dari dia πŸ˜€

  6. aku gak tertarik baca cerita yang berbau vampir-vampir gitu mbak.. mending baca koran dah πŸ˜€ beda orang beda selera pastinya ya πŸ˜‰ selamat melanjutkan baca buku yang 6 lagi πŸ˜€

  7. Saya sempat beli serial twilight sampai buku ketiga, tapi akhirnya saya tukar tambah dengan buku lain karena ternyata genre novel ini bukan yang saya senangi ( baru baca buku pertama, itupun belum sampai selesai ) termasuk juga filmnya juga saya nda begitu senang.

  8. Kalo baca kynya aku udah gk sanggup mbak niee, apalg kalo novelnya tebel gitu πŸ˜€ milih nonton filmnya ajah…pdhl lebih dapet feelnya kalo baca ya, kata temen2ku sih gitu…

    1. emang kak saidah pernah nonton filmnya?

      iya, kalau baca memang feelnya bisa sesuai dengan keinginan kita gitu, kalau nonton kan kita terpaku sama pemainnya πŸ˜€

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s