29 Nopember 2012


Haaiiiii… Hallo… Apakabar semuanya? :mrgreen:

Semenjak aku masuk ke kantor sekarang aku jadi banyak tahu tentang berbagai macam hari peringatan. Yang sebelumnya aku cuma tahu hari itu hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, hari Natal 25 Desember, tahun baru 1 Januari, 10 Nopember hari Pahlawan, 2 Mei hari Pendidikan Nasional, dan masih beberapa lagi.

Sekarang pada saat kerja ini aku jadi makin banyak tahu berbagai macam hari. Rasanya hampir sebulan itu gak ada bulan tanpa peringatan. Terutama peringatan tentang kesehatan. Ya HKN (Hari Kesehatan Nasional), ya hari balita, hari bayi, hari ibu 22 Desember (eh ini bukan peringatan kesehatan yak πŸ˜› ), dan masih banyak lagi (gak hapal bo πŸ˜† )

Nah, salah satu hari yang wajib untuk diperingati karena bertepatan dengan ulangtahun superior big bosΒ Β Β  sebagai anggota pegawai antah berantah adalah hari ini tanggal 29 Nopember. Yak, apalagi kalau bukan hari KORPRI πŸ˜€

Seragam KORPRI lama dan baru

Hari ini peringatannya cukup spesial karena untuk pertama kalinya kami Upacara gabungan menggunakan batik KORPRI model baru.

Soal pergantian model ini temen-temen aku sebenarnya banyak sekali pertentangannya. Ada yang suka dan ternyata banyak yang gak suka. Sukanya karena yang baru warnanya lebih kalem dan terkesan lembut. Gak sukanya karena terkesan tua dan banyak yang menyesalkan kenapa warnanya biru tua seperti itu sehingga susah dicocokan untuk pemakaian jilbab kurang berwarna.

Aku sendiri seh lebih suka sama yang baru. Ya walaupun emang lumayan terkesan tua tapi warnanya gak ngejreng geje seperti sebelumnya.

Ya, pada dasarnya sama aja seh. Toh pake batiknya jarang-jarang juga, jadi gak terlalu pengaruh dengan fashion seragam kantor πŸ˜†

Kalau temen-temen suka yang mana? πŸ™‚

nb: ayo bagi temen-temen yang belum mengirimkan foto untuk GA aku, tinggal satu hari loh πŸ™‚ besok GAnya akan ditutup persis pukul 24.00 πŸ™‚

Mau Nonton Film Apa?


Haaaiiii… Halooooo… Apakabar semuanya?? Kangen deh.

Belakangan ini aku rasanya jarang sekali BW, apalagi mau posting. Rasanya gak mampu mamen! Gak mampu karena emang beberapa hari ini badan lemes banget. Dibilang demam ya gak demam juga. Tapi selalu aja pusing dan lemes. Takutnya seh tifus, karena dulu pernah didiagnosa gejala tifus.Tapi jangan sampe deh yak >.<

Minggu lalu jugaaku nonton film yang sangat booming bulan ini. Yak, apalagi kalau bukan The Twilight Saga : Breaking Dawn Part 2. Awalnya seh mau juga mengulas film ini. Tapi karena gak mampu tadi, dan selama seminggu rasanya banyak bener temen-temen blogger yang udah nulis hal yang sama dan membuat aku males deh nulisnya πŸ˜›

Nah, terus kalau bukan membahas film, maksud judul di atas apaan dong niee? Ya, apalagi kalau bukan ingin mengulas tentang film yang udah aku tunggu-tunggu sejak tahun 2008 lalu. Sejak 4 tahun ketika aku pertama kali membaca novelnya.

Ada yang tahu gak dengan film ini? Yaaaakkkk! Pada pinter deh semuanya temen-temenku ini *berasa ada yang jawab* :mgreen:

Ini adalah film berjudul 5 CM yang diadopsi dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh seorang penulis Indonesia sangat berbakat menurut aku Donny Dirgantoro yang juga penulis buku berjudul ‘2’ yang pernah aku bahas di sini.

Bagi yang belum pernah baca bukunya. Film ini adalah tentang 5 sahabat yang telah bersama lebih dari 10 tahun dengan segala aktifitasnya masing-masing tapi selalu punya waktu untuk berkumpul kapanpun. Hingga pada suatu hari salah satu dari mereka berfikir bahwa mereka harus melakukan sesuatu agar hubungan ini tidak membosankan dan menyarankan agar mereka gak akan bertemu hingga 3 bulan lamanya. Selama 3 bulan itu mereka gak boleh sama sekali berkomunikasi melalui apapun.

Hingga 3 bulan kemudian merekapun kembali berkumpul dan langsung menentukan tempat perjalanan mereka. Sebuah tempat yang sangat diluar dugaan tapi semuanya sangat antusias yaitu Gunung Semeru. Gunung tertinggi di pulau Jawa.

Di sinilah emosi dan segala perasaan tercurah. Ada kasih, ada sayang, ada persahabatan dan ada cinta berkumpul jadi satu, dengan satu tujuan: Puncak Gunung Semeru.

Kata-kata yang paling mengena pada saat aku membaca buku ini adalah tagline bukunya sendiri yang kurang lebih seperti ini :

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu biarkan di sini, mengantung, mengambang 5 cm. Jadi dia gak bisa lepas dari mata kamu. Agar kamu gak bisa menyerah”

selain ini juga seh:

“Perempuan itu jika suka sama cowok, cuma bisa menunggu”

*Pemikiran alay jaman jomblo* hihihihi.

So, ada yang menunggu film ini samaan dengan aku? Atau ada yang mau ngajakin aku buat nonton bareng? πŸ˜‰

pesan terselubung : GA aku tinggal 6 hari lagi loh. Yang belum ngirimin fotonya sangat ditunggu kesediaanya untuk ikut. πŸ™‚ GAnya sendiri bisa di lihat di sini

Award dari WordPress


Haiiiiii… Halooooo… Apakabar semua? :mrgreen: Pagi-pagi kemaren pas aku ngeblog, dapet notifikasi yang gak biasa. Setelah diperhatikan dengan seksama ternyata blog aku yang gak jelas apa isinya inimendapat award karena sudah mempunyai lebih dari 100 followers *BANZAI!!*

Mendapatkan 101 folowers πŸ˜€

Aku gak pernah menargetkan dapet berapa followers atau bagaimana seh. Ya, karena pada dasarnya aku ngeblog karena senang aja, seneng dapet banyak teman. Nah, kalau banyak followers ini juga berdampak jadi banyaknya temen-temen yang berkunjung kesini jadi berdampak langsung juga dengan jumlah temen baru yang aku dapetin dong πŸ˜€

So, thanks yang udah berkunjung kesini baik yang meninggalkan komen maupun sebegai silent reader yak. *kecup satu-satu* πŸ˜› Tanpa kalian pasti aku gak akan sesemangat ini untuk terus dan terus menulis dan mempublish sebuah postingan. πŸ™‚

***

ps: Jangan lupa ikutan GA aku yak di sini. Tinggal 2 minggu lagi loh batas waktunya. Yang ikutan baru 3 neh >.< *sedih lagi* πŸ˜₯ πŸ˜›

Moratorium Pegawai


Haaiiiii… Halooo.. Apakabar semuanya?? Udah lama berfikir untuk menjadikan salah satu tema blog ini tentang lika-liku dunia pegawai. Etapi kok kalau mulai nulis dan ngomongin ini males bener yak, rasanya kurang menarik aja gitu πŸ˜› Nah, mumpung lagi mau nulis tentang tema ini, yuks mari mendengarkan pendapat niee tentang salah satu topik yang tahun 2011 lalu sangat hangat didengungkan oleh kementerian (dalam hal ini aku lebih sering menyebutnya orang pusat) apalagi kalau bukan (seperti judul yang aku tulis) Moratorium.

Moratorium pegawai adalah penghentian sementara perekrutan pegawai negeri sipil yang menurut berita di website Menpan sendiri di sini akan BARU berakhir pada Desember 2012. Padahal kenyataannya yang aku lihat sudah tuh ada ngerekrut pegawai dari pertengahan tahun 2012.

Para Pegawai Antah Berantah :mrgreen:

Sebenarnya perlu gak seh moratorium ini diberlakukan? Pendapat aku perlu gak perlu seh. Tergantung apa yang akan digantung *eh*

Kebanyakan masyarakat akan bilang : “bagus tuh, PNS kan banyak yang kurang kerjaan, buktinya banyak yang sering bolos, nganggur dan banyak hal negatif lainnya”. Kenyataannya? Ya bisa iya bisa gak seh (lah si niee gantung terus ngomongnya πŸ˜› )

Harus dilihat kasus berkasus seh. Misalnya, kalau untuk administrasi menurut aku pegawai itu sudah sangat cukup dan kadang malah berlebihan. Ini yang perlu diberlakukan moratorium. Sedangkan untuk pegawai fungsional seperti kalau di bidang aku dokter, perawat atau bidan serta (nambah deh) guru rasanya kurang pas lah moratorium ini diberlakukan.

Bayangkan aja di daerah aku misalnya, Dokter yang selayaknya di satu Puskesmas itu harus kudu wajib ada minimal 2 orang, di sini kenyataannya ada dokter yang pegang 3-4 Puskesmas sekaligus! Bidan yang seabrek-abrek kerjaannya (di mana kalau bidan di Puskesmas itu bukan hanya kerja didalam gedung yak! Karena peran Puskesmas itu sebenarnya lebih kepada promotif dan preventif) bisa-bisanya cuma ada 2 di Puskesmas, lah kalau ada Posyandu siapa yang jaga Puskesmas? Guru juga bernasib sama.

Lalu kenapa banyak pegawai di (misalnya) Puskesmas ‘kelihatannya’ kurang bekerja niee? Karena perekrutan yang kurang pas menurut aku.

Misalnya gini, kami dari kantor ini telah menyusun kebutuhan pegawai yang diperlukan itu dokter 5 orang dan berkelebihan tenaga farmasi. Dari kami masuk ke daerah, dari daerah diserahkan ke propinsi dan dari propinsi baru deh ke pusat. Sampai akhirnya keluar perekrutannya akhirnya yang akan diterima itu 5 orang farmasi dan 1 orang dokter. Nah loh! Mau diapakan lagi farmasi itu? Kan sudah lebih, jadinya ‘nganggur’ deh. Mulai deh digosipin kurang kerjaan lagi. Ya emang kurang seh kerjaannya orangnya rame gitu! πŸ˜›

Pendataan yang kurang akurat untuk kebutuhan dan pekerjaan yang menurut aku perlu dibenahi oleh baik di daerah maupun di Pusat. Mungkin dibuat aplikasi khusus untuk pegawai yang datanya diisi oleh daerah yang langsung dilihat oleh pemerintah pusat atau bahkan masyarakat. Kalau pendataan ini sudah baik aku rasanya gak ada lagi deh kelebihan pegawai yang dirasakan sekarang. Perekrutan pegawai negeripun gak perlulah serentak yang jumlahnya luar biasa banyak. Cukup perinstansi yang dikelola dengan transparan dan sesuai dengan keperluan dan yang pasti pendanaan yang seminim mungkin dong yak πŸ˜‰

Jadi intinya moratorium gak bisa diberlakukan untuk seluruh pegawai. Harus dilihat kasus perkasus juga. Kalau disamaratakan untuk seluruh pegawai apakabar daerah yang pegawainya (terutama fungsional) kekurangan?

***

Kalau temen-temen pendapat tentang moratorium ini apa? Yuks share πŸ™‚

ps: ini nulis dikit capek juga yak. Takut salah bo kelebihan ngomong πŸ˜›

ps lagi : Tak bosan-bosan aku untuk mengingatkan agar jangan lupa ikutan GA aku yak temen-temen! https://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/ bener-bener ditunggu loh kehadirannya secara ‘nyata’ πŸ™‚

Waktu


Haaaaaiiiii… Haloooo… Apakabar semuanya? *kecup*

Beberapa hari ini mau ngeblog rasanya capeeeeekkkk bener, makanya pagi ini diniatin bener akan menulis sesuatu :mrgreen: (padahal mah si niee gak kerja apa-apa juga seh πŸ˜› )

Ada satu kebiasaan orang disekitar aku yang setelah aku lihat-lihat kok jadi kebiasaan nasional yak. Emang apa niee? Apalagi kalau mempercepat waktu pada setiap jam yang dimiliki. Hayo yang melakukan ini ngaku? πŸ˜‰

Dari jaman SD (semenjak ngeh dan ngerti masalah jam) aku tahunya agar gak telat masuk sekolah itu jam dinding dan jam tangan harus dicepatkan dari jam semula. Entah itu 5 menit atau 10 menit. Tergantung keperluan. Bahkan, ada beberapa jam di rumah temen aku (bahkan rumahnya si abang sekarang) kelebihan menit di jam nya sampe 30 menit lebih loh! Asalannya ya kembali lagi biar gak telat.

Lalu, apakah kalau sudah mempercepat jam akan menjamin masalah keterlambatan? Kalau waktu SD – SMA seh bisa deh yak. Secara aku itu paling males kalau sampe telat sekolah. Buat bete aja soalnya.

Beda kalau pas kuliah. Late is my style! *eh. Biasanya kalau jadwal kuliah pukul 8 ya aku baru pergi dari rumah pukul 8 juga, karena mikir jam yang didindingkan sudah ditelatin, jadi kalaupun telat gak ada selama yang kelihatan πŸ˜›

Masuk kerja baru deh masalah jam ini ada. Absen pagi yang berpengaruh berapa pendapatan total yang aku dapet dibulan berikutnya sunguh membuatku merana. Makin jadi deh mempercepat jam tangan agar gak terlambat, Hasilnya? Tetep aja telat! Untung kantor menolerir keterlambatan pegawainya sampe 15 menit. Lumayan masih aman 😳

Sampai akhirnya aku pake SGS2 yang sekarang dan ternyata settingan jam di HPnya gak bisa diubah karena sudah ikutin settingan awal pas beli HPnya. Ternyata sudah berapa lama mengikuti jam yang tepat waktunya rasanya kegiatan sehari-hariku lebih tertata deh. Bagun pagi gak pake nunggu (walaupun masih males πŸ˜› ) karena tahu setiap detik itu sangat berharga. Sehingga dateng ke kantor lebih pasti dan gak mengira-ngira lagi pas waktunya mepet ini mepetnya berapa menit.

Kalau ada janjian dengan temen juga bisa memperhitungkan dengan pasti jam berapa akan turun. Dan yang paling penting seh jadi gak terlambat lagi kalau nonton di bioskop *eh* πŸ˜› Yang akhirnya sekarang seluruh jam yang ada berhubungan langsung dengan aku, aku tepatin deh ke waktu sebenarnya.

Kalau temen-temen masih gak jam tangan/dinding/HP-nya dicepetin? :mrgreen:

***

ps. Jangan lupa ikutan GA aku di sini yak https://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/. Sampe sekarang baru satu loh yang kirim fotonya *sedih* >.<

pss. Minta dukungannya juga ya temen-temen untuk men-vote (dengan cara memberikan mendali) ke kontes blog aku di siniΒ http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/416/Irni%20Irmayani.html soalnya pemenang mendali terbanyak bisa dapet hadiah favorit πŸ˜€

sumber gambar :

Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Apa yang niee lakukan jika menjadi ketua KPK untuk pemerantasan korupsi? Aku akan membuat 3 Tim besar, yaitu:

1. Tim Semut Merah

Korupsi itu harus diberantas dari akarnya. Kalau dalam pemerintahan, akar dari pemerintahan itu ya kabupaten/kota. Selama ini perhatian ke kabupaten/kota nomor kesekian dariΒ KPK dalam hal pemberantasan korupsi, padahal kalau ini sudah bersih aku rasanya ke β€˜atas’nya mudah aja membuat birokrasi itu bersih dan sehat.

Tim semut merah akan aku pilih dari pegawai kabupaten/kota. Mereka yang tahu korupsi apa yang ada di daerah asalnya. Mereka adalah semut merah yang kecil tapi menggigit dan dapat mengalahkan gajah sekalipun.

2. TIM Gegap Gempita

Tim ini aku persiapkan untuk kasus besar. Tim ini gak bisa dari kalangan bawah seperti Semut Merah. Mereka harus yang mencekam dan menggigit. Yang bisa menunjukkan taringnya.

Tim gegap gempita ini akan aku pilih dari kalangan atas seperti dari Mahkamah Agung, Kementerian Keuangan, Kepolisian, atau bahkan mantan Menteri. Kerja di Tim ini harus cepat, tanggap dan respon terhadap isu-isu yang ada, tapi tetap tenang dalam memecahkan masalah.

3. TIM PDKT

Tim ini bertugas melakukan lobi ke Presiden dan MPR/DPR. Untuk merubah UU tentang Korupsi dan kewenangan KPK sebagai pemberantasan korupsi. Hukuman yang paling cocok untuk adalah memiskinkan koruptor dan tidak memberikan lahan berusaha atau berinvestasi. Ini bisa membuat efek jera kepada semua orang.