Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Apa yang niee lakukan jika menjadi ketua KPK untuk pemerantasan korupsi? Aku akan membuat 3 Tim besar, yaitu:

1. Tim Semut Merah

Korupsi itu harus diberantas dari akarnya. Kalau dalam pemerintahan, akar dari pemerintahan itu ya kabupaten/kota. Selama ini perhatian ke kabupaten/kota nomor kesekian dari KPK dalam hal pemberantasan korupsi, padahal kalau ini sudah bersih aku rasanya ke ‘atas’nya mudah aja membuat birokrasi itu bersih dan sehat.

Tim semut merah akan aku pilih dari pegawai kabupaten/kota. Mereka yang tahu korupsi apa yang ada di daerah asalnya. Mereka adalah semut merah yang kecil tapi menggigit dan dapat mengalahkan gajah sekalipun.

2. TIM Gegap Gempita

Tim ini aku persiapkan untuk kasus besar. Tim ini gak bisa dari kalangan bawah seperti Semut Merah. Mereka harus yang mencekam dan menggigit. Yang bisa menunjukkan taringnya.

Tim gegap gempita ini akan aku pilih dari kalangan atas seperti dari Mahkamah Agung, Kementerian Keuangan, Kepolisian, atau bahkan mantan Menteri. Kerja di Tim ini harus cepat, tanggap dan respon terhadap isu-isu yang ada, tapi tetap tenang dalam memecahkan masalah.

3. TIM PDKT

Tim ini bertugas melakukan lobi ke Presiden dan MPR/DPR. Untuk merubah UU tentang Korupsi dan kewenangan KPK sebagai pemberantasan korupsi. Hukuman yang paling cocok untuk adalah memiskinkan koruptor dan tidak memberikan lahan berusaha atau berinvestasi. Ini bisa membuat efek jera kepada semua orang.

Advertisements

Lagu SBY masuk ke Soal Tes CPNS


kumpulanebookgratisan.files.wordpress.com

Pagi-pagi setelah bangun tidur seperti biasa langsung membaca TimeLine di twitter. Bukannya apa, ini cuma untuk mencari berita terhot apa yang ada di Indonesia saat ini. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, TL di twitter beritanya lebih update dibanding koran bahkan televisi sekalipun.

Dan, berita terhot pagi ini adalah lagu SBY yang masuk dalam soal tes Kemendag.

Gak jelas juga lagu mana yang masuk kedalam soal tersebut. Tapi apapun lagunya, aku toh gak bakalan tahu. Judul2 lagu SBY juga aku gak tahu sama sekali. Jadi sebelum nulis postingan iseng aku nyari daftar lagi SBY dan ketemulah aku dengan link ini.

Yang jelas link yang aku temukan adalah web resmi milik presiden RI. Emang seh aku udah pernah denger bahwa kalau di website tersebut kita bisa membeli lagu-lagu SBY secara online. Isu ini juga sempat hangat beberapa waktu yang lalu. Tapi sampai sekarang merasa aneh saja, emang sampai gak ada hal penting lain lagi yang dimasukkan dalam web tersebut.

Webnya juga biasa aja. Gak ada tampilan yang istimewa. Padahal pada saat dibuat kemaren, kalau gak salah biayanya sampai beberapa miliyar gitu (mending aku saja yg buatin, palingan aku cuma minta puluhan juga aja deh untuk web kayak bagituan).

Balik lagi kesoal CPNS. Aku sebagai calon pengikut CPNS juga merasa rugi kalau ditanyakan soal semacam itu. Bukan apa, aku gak tahu sama sekali deh lagu-lagunya SBY, dan untuk apa juga buat tahu. Katanya itu masuk kedalam pengetahuan umum. Bukannya soal pengetahuan umum itu adalah isu yang besar di Indonesia atau di dunia yah? Seperti kasus Century, atau siapa miss Universe tahun ini. Itu jauh lebih penting deh untuk dipertanyakan.

Dan setelah ini, masih tidak bolehkah kita berucap kalau pemimpin kita ini sangat manja dan suka mencari perhatian?

Tiga Jenis Tweople


Sekarang emang lagi musim banget orang-orang yang buat akun di twitter. Rasanya kalau gak punya ada yang berasa kurang gitu. Banyak alasan mengapa orang kemudian membuat akun di twitter. Walaupun kebanyakan emang karena ikut2an atau dipaksa sama teman yang telah duluan buat.

Tentu berbagai jenis orang yang mempunyai akun tersebut. Kalau dilihat dari jumlah followersnya, orang yang memiliki banyak followers rata2 adalah artis atau public figur yang memang sudah terkenal. Tapi, twitter mempunyai masa tersendiri di dunianya yang jika kita walaupun bukan artis, tetapi memiliki ide2 menarik untuk jadi bahan kita ngetwit, kitapun bisa mempunyai banyak followers juga.

Nah, sekarang aku ingin berbagi pandanganku tentang jenis2 pengguna twitter yang aku sebut dengan tweople berdasarkan dengan siapa yang ia follow.

1. Tweople Pertemanan

Jenis tweople ini adalah orang yang menggunakan twitter hanya memfollow teman-teman yang ia kenal saja. Dia kurang tertarik dengan ‘apa kata timeline’. Yang ia baca hanya status-status yang dibuat oleh teman-temannya. Mungkin agar dia tidak ketinggalan informasi dengan teman-teman yang berada jauh darinya (atau mungkin dekat).

Tweople jenis ini juga bisa dilihat dari update status yang dibuatnya. Kebanyakan status2nya adalah hasil Retweet dari status teman-temannya juga.

2.Tweople Followers

Pengguna twitter satu ini lebih mementingkan jumlah followers dari pada apa yang dia twitkan atau akan mendapatkan apa dari twitter tersebut. Followers tweople seperti ini memang biasanya diatas rata2. Bahkan kadang hingga mencapai ribuan. Tetapi, jumlah followingnyapun tak kalah banyak, dan ia gak akan bisa menjelaskan mengapa dia memfollow orang2 itu (paling gak ada satu alasan, yaitu supaya followers gue nambah lah :D)

Bio yang dibuat oleh mereka juga hampir seragam, yang intinya: if u follow me, mentions me dan i folback u. Isi status mereka juga gak jauh2 dari folback yah atau done. thanks for follow me 🙂

3. Tweople Pencari Informasi

Terakhir adalah jenis pengguna twitter untuk mencari informasi. Biasanya tweople seperti ini akan memfollow akun-akun seperti artis yang memang update akan statusnya, akun berita, akun orang yang berpengaruh terhadap suatu kejadian, akun toko atau official lainnya serta akun-akun pintar seperti @ApakahKamuTahu @EhTauGak @FaktanyaAdalah @InfoSupporter dll.

So, kamu masuk kedalam jenis tweople yang mana? 😀

Kan bukan hari jum’at?


id.indonesian-craft.com

5 Oktober 2010, rasanya sudah sangat telat untuk mengomentari hari batik Nasional yang kemaren pada tanggal 2 Oktober diperingati di negara kita yang tercinta ini.

Tapi dengan tekat dan pemikiran bahwa nasionalis itu bukan hanya untuk satu hari saja 😛 Maka akupun tetap ingin menuliskan sesuatu tentang batik.

Jiwa nasionalis aku memang tidak tinggi, apalagi kalau dibandingkan dengan para olahragawan bahkan pahlawan. Bisa kebanting sampe Inggris trus mentok di Old Trafford aku (maunya (lol) ). Namun tetap saja aku tergelitik untuk sedikit menuliskan pandangan aku tentang hal ini.

Jadi, aku lagi-lagi tahu bahwa hari itu adalah hari batik dari twitter. Beneran deh aku kalau hari-hari yang kurang penting seperti ini gak akan masuk ke dalam otakku yang berukuran kecil. Niat mau merayakannya juga dengan menggunakan batik saat pergi keluar rumah, tapi apa daya aku cuma punya 1 helai baju batik. Dan itupun modelnya sangat ‘kantoran’ banget, berkerah gitu. Manalah bisa baju seperti itu dibuat untuk jalan pada malam minggu!

Nah, balik lagi ke masalah hari batik. Menurut tweet yang aku baca di TL, hari batik tahun ini tidaklah se’heboh’ hari batik tahun lalu. Ini mungkin karena bangsa Indonesia memang senang dengan segala hal yang musiman. Kenapa gak sekalian aja gak ngerayainnya kayak aku.

Memang batik sekarang telah menjadi satu keharusan dalam hal berbusana. Tidak lagi terpaut untuk acara-acara tertentu saja. Bahkan banyak kantor yang mewajibkan setiap pegawainya mengenakan batik setiap hari jum’at.

Kemudian, pernyataan yang jadi sering muncul karena itu adalah, ketika seorang menggenakan batik pada hari lainnya: ‘Lho kok pake’ batik? kan ini bukan hari jum’at?‘ Nah lho! Siapa yang bingung sekarang.

Presepsi orang Indonesia mengenakan batik adalah hanya karena kewajiban atau ikuta2an orang yang memang sudah ramai menggunakannya. Tidak banyak masyarakat Indonesia yang meneliti lebih jauh tentang batik2 tersebut. Tidak banyak orang2 yang mempelajari batik, cara membuatnya, apa-apa saja jenis2 batik itu, sejarah terbentuknya batik, dan hal-hal dasar yang membuat kita cinta terhadap warisan budaya Indonesia.

Tentu ini harus dikemas dengan tampilan yang menyenangkan. Karena bagi aku (yang notabene adalah orang eksak) mendengarkan cerita monoton yang panjang pasti akan sangat membosankan.

Menurut mbak okke ‘sepatu merah’, hal yang paling pas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik itu adalah dengan memberikan pelajaran muatan mulok dibangku SD. Tapi menurut aku sih gak perlu juga dikhususkan seperti itu. Karena budaya Indonesia sangat luas. kalau kita terus2an fokus dengan baik, lalu apa kabar budaya kita yang lain?

Bagusnya sih kalau setiap hari jumat itu bukan batik. Tapi disesuaikan dengan daerahnya masing2. Seperti kalau di daerahku Kalimantan Barat ini, seragam hari jum’at yang pas itu corak ingsang. Begitukan lebih bermanfaat. lagian kenapa sih sesuatu yang didaerah pulu kecil padat penduduk itu yang selalu menjadi fokos perhatian pemerintah. Masih banyak kok budaya di luar pulau itu yang bisa kita gali dan diperdalam lagi. Begitu pula dengan kainnya.

Maka, marilah kita bersama-sama menjaga budaya kita masing2. Pertama-tama budaya asal daerah kita sendiri dulu lah, jangan yang laen 😀

nb: gambar diatas adalah batik khas kalimantan barat