Moratorium Pegawai


Haaiiiii… Halooo.. Apakabar semuanya?? Udah lama berfikir untuk menjadikan salah satu tema blog ini tentang lika-liku dunia pegawai. Etapi kok kalau mulai nulis dan ngomongin ini males bener yak, rasanya kurang menarik aja gitu πŸ˜› Nah, mumpung lagi mau nulis tentang tema ini, yuks mari mendengarkan pendapat niee tentang salah satu topik yang tahun 2011 lalu sangat hangat didengungkan oleh kementerian (dalam hal ini aku lebih sering menyebutnya orang pusat) apalagi kalau bukan (seperti judul yang aku tulis) Moratorium.

Moratorium pegawai adalah penghentian sementara perekrutan pegawai negeri sipil yang menurut berita di website Menpan sendiri di sini akan BARU berakhir pada Desember 2012. Padahal kenyataannya yang aku lihat sudah tuh ada ngerekrut pegawai dari pertengahan tahun 2012.

Para Pegawai Antah Berantah :mrgreen:

Sebenarnya perlu gak seh moratorium ini diberlakukan? Pendapat aku perlu gak perlu seh. Tergantung apa yang akan digantung *eh*

Kebanyakan masyarakat akan bilang : “bagus tuh, PNS kan banyak yang kurang kerjaan, buktinya banyak yang sering bolos, nganggur dan banyak hal negatif lainnya”. Kenyataannya? Ya bisa iya bisa gak seh (lah si niee gantung terus ngomongnya πŸ˜› )

Harus dilihat kasus berkasus seh. Misalnya, kalau untuk administrasi menurut aku pegawai itu sudah sangat cukup dan kadang malah berlebihan. Ini yang perlu diberlakukan moratorium. Sedangkan untuk pegawai fungsional seperti kalau di bidang aku dokter, perawat atau bidan serta (nambah deh) guru rasanya kurang pas lah moratorium ini diberlakukan.

Bayangkan aja di daerah aku misalnya, Dokter yang selayaknya di satu Puskesmas itu harus kudu wajib ada minimal 2 orang, di sini kenyataannya ada dokter yang pegang 3-4 Puskesmas sekaligus! Bidan yang seabrek-abrek kerjaannya (di mana kalau bidan di Puskesmas itu bukan hanya kerja didalam gedung yak! Karena peran Puskesmas itu sebenarnya lebih kepada promotif dan preventif) bisa-bisanya cuma ada 2 di Puskesmas, lah kalau ada Posyandu siapa yang jaga Puskesmas? Guru juga bernasib sama.

Lalu kenapa banyak pegawai di (misalnya) Puskesmas ‘kelihatannya’ kurang bekerja niee? Karena perekrutan yang kurang pas menurut aku.

Misalnya gini, kami dari kantor ini telah menyusun kebutuhan pegawai yang diperlukan itu dokter 5 orang dan berkelebihan tenaga farmasi. Dari kami masuk ke daerah, dari daerah diserahkan ke propinsi dan dari propinsi baru deh ke pusat. Sampai akhirnya keluar perekrutannya akhirnya yang akan diterima itu 5 orang farmasi dan 1 orang dokter. Nah loh! Mau diapakan lagi farmasi itu? Kan sudah lebih, jadinya ‘nganggur’ deh. Mulai deh digosipin kurang kerjaan lagi. Ya emang kurang seh kerjaannya orangnya rame gitu! πŸ˜›

Pendataan yang kurang akurat untuk kebutuhan dan pekerjaan yang menurut aku perlu dibenahi oleh baik di daerah maupun di Pusat. Mungkin dibuat aplikasi khusus untuk pegawai yang datanya diisi oleh daerah yang langsung dilihat oleh pemerintah pusat atau bahkan masyarakat. Kalau pendataan ini sudah baik aku rasanya gak ada lagi deh kelebihan pegawai yang dirasakan sekarang. Perekrutan pegawai negeripun gak perlulah serentak yang jumlahnya luar biasa banyak. Cukup perinstansi yang dikelola dengan transparan dan sesuai dengan keperluan dan yang pasti pendanaan yang seminim mungkin dong yak πŸ˜‰

Jadi intinya moratorium gak bisa diberlakukan untuk seluruh pegawai. Harus dilihat kasus perkasus juga. Kalau disamaratakan untuk seluruh pegawai apakabar daerah yang pegawainya (terutama fungsional) kekurangan?

***

Kalau temen-temen pendapat tentang moratorium ini apa? Yuks share πŸ™‚

ps: ini nulis dikit capek juga yak. Takut salah bo kelebihan ngomong πŸ˜›

ps lagi : Tak bosan-bosan aku untuk mengingatkan agar jangan lupa ikutan GA aku yak temen-temen! https://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/ bener-bener ditunggu loh kehadirannya secara ‘nyata’ πŸ™‚

Advertisements

54 thoughts on “Moratorium Pegawai”

      1. kalau itu seh aku gak setuju. Lah wong gak semua PNS pensiun dimasa bakti 30 tahun kok. Berarti yang masa bakti di bawah itu bisa dapet kecil banget.

  1. Agak komplicated, dikota kelebihan pegawai sementara di desa desa kekurangan pegawai,

    Fresh graduate maunya kerja di kota, dengan segala fasilitas dan tetek bengeknya. Gak salah memang, karena di desa minim fasilitas, apalagi tetek bengeknya,

  2. Lah, kok bisa sampai lost in communication gitu ya Nie. 5 Dokter 1 Farmasi jadi 5 Farmasi 1 Dokter, hmmmm… . Dan masalah moratorium, aku yang orang awam sih setuju dengan pendapatmu Nie. Semua tergantung ke masing-masing bagiannya ya. Bagian yang kekurangan staff ya perlu lah untuk merekrut orang-orang baru, sementara bagian yang sudah cukup (apalagi kebanyakan) ya sebaiknya tidak perlu dulu πŸ˜€

    1. iya zil, dan itu setiap kali penerimaan terjadi, aku juga gak ngerti kenapa hal yang udah ‘cerita lama; gitu masih aja terjadi. Sayangnya kalau ada pembukaan dinas gak tahu dan gak bisa dibatalin gitu karen toh kita juga gak perlu.

  3. ya emang pastinya harus liat kasus per kasus ya gak bisa disamaratakan…
    tapi kalo emang keliatannya banyak yang salah rekrut gitu, mesti ditinjau lagi proses perekrutannya kali ya?

    1. bener banget mas, emang harus ditinjau ulang bener-bener. Dan aku fikir seh balikin aja ke daerah yang membuat. Ya minimal kalau daerah perlu 10 pusat mau kasih 1 juga gpp. Tapi tetep yang nentuin daerah. jangan sampe yang gak perlu malah diada-adain. Ya yang kerja kan yang tahu yak. πŸ™‚

  4. aku ga punya lho seragam gitu? OOT lagi…
    eh, ngomongin kerjaan ya?
    *kipas-kipas sementara, lepas dari kerjaan*

    kalo soal ngomongin rekrut dan PNS sih kayak ngubek-ngubek tapi ga pernah selesai.. ga tau lagi harus ngomong apa..
    udah ah, tar curcolnya serius lagi..

  5. moratorium jika diberlakukana akan menjadi palu godam semangat para generasi muda dalam mencari kerjaan yang sekarang lebih sulit. Maka perlu dilakukan seleksi yang lebih ketat dalam perekrutan PNS baru agar nggak kita temukan lagi pegawai berseragam yang hanya makan gaii buta, disamping itu perlu evaluasi faktor keburtuhan Pegawai yang mendesak .

    1. Udah dibuat kok mas. Tapi gak sesuai dengan orang pusat susah juga yak. ~.~

      tapi seh kalau boleh aku pendapat mending anak muda jangan berharap PNS deh, aku aja yang udah gini masih bercita2 jadi pengusaha kayak mas kies πŸ˜‰

  6. ngmong-ngmong kemarin pak jokowi ingin menertibkan para pns terkait dengan banyaknya jam bolos dan korupsi waktu yang berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat..
    menurt mba niee yang sama-sama pns gimana?

    1. Kalau aku seh mikir, kalau PNS dikasih kerjaan banyak dan suasana kerja yang menyenangkan gak akan deh ada yang sering bolos gitu. Dan udah selayaknya PNS juga seperti kerja kantoran yang lain yang bisa ngerjain kerjaan di rumah kali yak, yang penting kerjaan beres πŸ˜›

      *eh ini tentu untuk PNS non pelayanan yak, kalau mereka udah mau ditunjuk jadi pelayan masyarakat harus tepat waktu dong. Lah kita aja kalau dilayanin lambat bete kan yak. Apalagi masyarakat yang berharap banget sama PNS tersebut.

  7. Itulah, Pemerintah harus membenahi kesalahan komunikasi seperti itu. Kalau tidak, dampaknya besar, yakni membuat para pegawai jadi kurang kerjaan, akhirnya dicap males, dan rezekinya bisa-bisa jadi nggak halal. Kesesuaian antara formasi dan kebutuhan itu penting banget….

  8. Niiiiie…
    aku baru lihat dikau pake baju seragam begituh…unyu sekaliiiii…hihihi…

    duh, topik nya berat juga yah…
    tapi emang rada aneh yah, kalo yang dibutuhkan dokter,
    tapi yang direkrut malah farmasi…

    ehm…apakah mungkin menyangkut budget gituh kali yah?
    Gaji farmasi ama gaji dokter pasti beda kan yah…
    *semua mua nya selaluuuu disangkut pautin ke materi meluluuuu…hihihi…*

    1. Tapi di daerah gak buka mbak.. Udah dua tahun ini kami gak dibolehkan utk merekrut dokter ataupun guru.. Ya mungkin kurang dilihat kalj yak di daerah ini πŸ˜‰

  9. mungkin karena sudah terlalu banyak PNS, makanya harus ada moratraram? morato..? apa lah itu. Dan saking banyaknya, pemerintah udah ga kuat bayar gaji PNS yang terus-menerus naik. hehehe. teori ngasal
    πŸ™‚

  10. kalau di kantorku mbak, jujur butuh pegawai baru. Kami kekurangan orang2 muda..
    Pegawainya sih emang banyak, tapi ya pegawai2 senior yang rata2 udah ga bisa apdet masalah komputer dan aplikasi. Jadinya pekerjaannya numpuk di pegawai2 muda.. Makanya di tempatku sempat ada wacana pensiun dini, tapi ga tau kelanjutannya deh
    *malah curhat*

    1. lah emang gak ada cara biar mereka bisa gitu mel. Paling gak kan masih muda juga kalau masih 50an. Contoh nya aja ibuku yang dulu gak tahu komputer juga sekarang sudah bisa kok. Usahakan di leskan atau dibuat pelatihan khusus 1 bulan gitu?

  11. Wow….dipemda pow mba?

    kalau pemda khususnya ditempat saya lho itu sudah banyak pegawai…

    jadi monatorium malah penting..

    tapi kalau dikementerian dimana tempat saya bekerja malah butuh banyak

    pegawai…

    **wow koseriusbanget**

    1. terbalik dong kita. Tapi sayangnya sekarang otonomi yak, jadi gak bakalan bisa dipindah kalau gak ada permintaan dari daerah kekurangan πŸ˜‰

      btw daerahnya di mana neh? πŸ™‚

      1. hem…
        ya begitulah mba…sekarang pemda harus bisa mengoptimalkan para pegawai yang sudah banyak….
        kalau KEMENAG dimana saya bekerja memang harus segera menambah pegawai, sudah tragis untuk pegawai satu kabupaten sekitaR 800 lebih….

        dalem saking banjarnegara jawa tengah..
        πŸ˜€

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s