HUJAN PANAS


Haaaiiii Halllooooo.. Apakabar semuaa?? Lagi musim apa di kota kalian masing-masing? Kalau di Pontianak beberapa hari ini panas banget.. Sore hari seperti ini aja suhunya sampe 33C loh.

Dulu aku ini termasuk orang yang gak suka sama hujan. Apa enaknya dengan hujan? Kalau mau pergi ribet harus pake mantel. Kalaupun bisa pake mobil kaki tetep aja bakalan basah dong kan? Makanya aku lebih rela berpanas-panas ria berjalan daripada kalau hari hujan. Lagi pula aku bukan termasuk orang yang khawatiran dengan kondisi kulit atau muka yang bakalan hitam. Ya kalau hitam, hitam aja deh, yang penting gak hujan!

http://odeliajulita.blogspot.com

Beberapa hari belakangan ini aku melakukan kegiatan outbond dari kantor. Saat itu hari sedang panas-panasnya. Saat orang-orang mengeluh aku masih semangat-semangat aja masih mengikuti permainan yang dilangsungkan. Sampai waktu pulang aku langsung pulang ke rumah dan masuk ke dalam kamar. Dicek kepala kok terasa panas gitu. Helaian-helaian rambut serasa di panasin gitu. Langsung hidupkan kipas angin buat dinginkan rambut deh. Bukannya jadi dingin, kepala jadi malah pusing!

Karena pusing aku langsung mencoba untuk tidur. Eh baru aja terlelap setengah jam aku langsung bangun karena badan aku udah basah oleh keringat dan bukannya pusingnya hilang, makin pusing aja dong >.<

Kala itu akupun langsung merindukan hujan. Hujan yang membuatΒ  enak untuk tidur. Hujan yang tidak membakar kulit hingga tidak menjadikan tubuh yang hitam ini semakin hitam saja. Hujan yang membuat udara bersih setelahnya dan cuacapun menjadi dingin. Lagian kalau pake mobil saat hujan tiba akan lebih gak memusingkan bagi orang yang mabok seperti aku daripada naek mobil saat cuaca panas loh.

Kalau kalian suka yang mana, panas atau hujan?

9 HARI


Haaaaiiiii Haloooo.. Apakabar semuanyaaaa?? Pasti pada kangen deh sama aku πŸ˜› *kepedean*

Iyaa,, ini tepat 9 hari aku gak posting. Sebenarnya seh gak ngerancanain juga buat gak posting selama ini, tapi tepat saat weekend 2 minggu yang lalu, kepala aku sakit banget, berasa pusing gitu deh, leher berasa terik banget jadi serba salah buat menggadah atau nunduk. Awalnya seh mikir karena mabok naek mobil. Eeeehh, ternyata sakitnya gak ilang-ilang sampe 3 hari loh, bahkan sekarang aja masih terasa 😦

Abang aku seh sarani buat cekup gitu deh, tapi aku masih takut sebenarnya. Takut dapat berita aneh-aneh dari dokternya (mudah-mudahan seh gak yak) jadi sampe sekarang aku gak cekup-cekup (tapi aku lagi ngumpulin nyali juga seh buat periksa -_-” )

Oleh sebab itu, makanya selama sembilan hari ini aku stop dulu ngeblog. Memberi waktu untuk kepalaku beristirahat. Kalau di kantor udah kepaksa deh yak buat ngadep komputer (walaupun masih nyuri2 waktu buat nyante juga :mrgreen: ) tapi kalau di rumah aku bener-bener gak ada buka laptop sama sekali. Bahkan untuk bewe dari HP pun aku mengistirahatkan kepalaku sampe 7 hari. Baru deh 2 hari belakangan ini aku mulai ngintip-ngintip blog temen-temen walaupun masih bisa dihitung pake satu tangan >.<

Nah, lalu selama sembilan hari ini apa yang aku lakukan? Tentunya aku gak mau diam-diam aja dong. Kepala boleh pusing, tapi aktifitas jalan terusΒ  πŸ˜€

MENONTON

Terhitung 3 film dalam 9 hari ini aku lahap. Hari sabtu tanggal 17 Maret awalnya pengen nonton film John Carter, tapi karena sisa kursi yang ada cuma dibarisan paling bawah, dan aku berpendapat kalau masih bisa menonton besok kenapa harus memaksakan menonton pada posisi yang gak enak, akhirnya ganti judul film yang akhirnya terpilihnya film The Women in Black.

Awalnya gak tahu juga ini film apaan. Pas pertama kali masuk dan lihat filmnya ternyata yang main Daniel Radcliffe. Lucu juga sebenarnya lihat Daniel yang melepas jubah Hogwarts-nya.

Film ini masuk ke genre horor. Setelah sekian lama gak nonton film horor (yang bener-bener ada hantunya) nonton film ini ternyata lumayan degdegan juga. Padahal menurut aku ceritanya gak terlalu serem juga seh.

Ceritanya tentang seorang pengacara yang mempunyai anak berumur 4 tahun dan bekerja di sebuah kantor bernama Arthur Kipps (Daniel) yang ditugaskan oleh bosnya untuk mengunjungi sebuah desa dan datang kesebuah rumah untuk mengambil berkas-berkas yang ada di dalam rumah tersebut agar rumah tersebut dapat dijual.

Sesampainya dia di desa tersebut, yang dirasakannya adalah penduduk di desa itu bersikap sangat aneh. Mereka sangat tertutup dan kebanyakan anak-anak mereka di kurung di dalam rumah dan tidak boleh bertemu dengan orang baru. Apalagi setelah tahu bahwa Arthur Kipps bekerja di rumah yang mereka anggap terkutuk, mereka makin membenci dan menjauhinya.

Awalnya Arthur Kipps tidak terlalu ngeh tentang rumah yang sekarang tengah diselidikinya tersebut. Namun, lama kelamaan, seiring dengan beberapa waktu dia tinggal dirumah tersebut, cerita-ceritapun mulai terungkap. Dari berkas-berkas yang dia temukan, akhirnya dia tahu bahwa keluarga yang tinggal dirumah tersebut mempunyai anak angkat yang meninggal terhisap lumpur. Ibu kandungnya yang tidak terima anaknya meninggal kemudian bunuh diri dan siapapun yang melihat dia, maka akan ada satu anak di desa tersebut akan mati bunuh diri.

Arthur Kipps yang awalnya tidak percaya dan menyaksikan langsung wanita tersebut datang menyadari anaknya akan datang ke desa tersebut langsung mencari cara agar sang ibu dan anak tersebut ‘bertemu’ kembali dan berharap setelah bertemu dia tidak akan mengganggu anak-anak di desa itu lagi.

Nah, apakah Arthur berhasil untuk mempertemukan ibu dan anak yang terpisahkan itu? Dan kalau udah ketemu apa tidak ada lagi anak-anak yang akan mati bunuh diri? Silahkan menonton saja kelanjutannya sendiri :mrgreen:

Menurut aku walaupun gak terlalu serem banget, film ini seh dapet untuk ukuran film horor. Dari jalan ceritanya, tempat-tempat pengambilan gambarnya yang unik (mungkin berlatar belakang inggris tahun 1900an awal) dan kararker-karakternya yang mendapat kesan ngeri tersendiri. Tapi ada beberapa bagian berita yang rasanya tidak tuntas dibagian akhirnya. Ada bagian yang menggantung tentang siapa ayah dari anak tersebut yang aku kira adalah salah satu dari penduduk desa tersebut. Tapi sampai diakhir cerita gak ada yang menjurus untuk mengunggapkan ayah anak itu.

Keesokan harinya, hari minggu aku ke bioskop lagi untuk menonton John Carter, ceritanya menurut aku seh seru (karena aku emang suka dengan film berjenis Sci-fi seperti ini) dan minggu kemaren aku tuntaskan dengan menonton Hunger Games. Ceritanya ntar-ntar aja deh yak, soalnya ntar kepanjangan postingannya πŸ˜›

BACA NOVEL

Selain menonton, akhirnya aku dapat waktu juga untuk membaca buku lagi. Setelah menuntaskan buku The Power of Six, dalam 9 hari ini aku juga udah menyelesaikan 3 buku loh. Masih satu seri buku seh tentang Detektif Sherlock Holmes yang berjudul Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Barker Street. Buku ini adalah serial terbaru dari Sherlock Holmes yang ditulis oleh sepasang suami istri, jadi bukan dari penulisnya yang dulu Sir Arthur Conan. Bukunya sendiri ada 4 seri, jadi kalau nanti sudah selesai empat-empatnya baru bakalan aku tulis disini deh (lumayan, nambah ide postingan πŸ˜› )

LIBURAN

Gak bisa dibilang liburan juga seh sebenarnya. Karena gak ngapai-ngapain juga di tempat tujuannya. Jadi, karena tanggal 23 kemaren libur, makanya ibu aku mengajak aku ke sanggau (kabupaten di kalbar) untuk mengunjungi keluarga aku yang udah kalau gak salah 4 tahunan aku gak kesana. Ya ketemu si om sama tantenya sering seh di Pontianak. Tapi beda aja kata ibu kalau mengunjungi langsung kerumahnya. Alhasil, kamis malam berangkatlah aku bersama ibu, kakak dan tiga orang tante lainnya ke sanggau.

Cerita kesanggaunya, aku simpan lagi yak buat postingan selanjutnya πŸ˜› Soalnya ada cerita pertemuan aku dengan seorang kakek yang berusia 74 tahun dan sudah menikah 19 kali yang mau aku bahas, hehehe.

***

Nah, begitulah cerita aku selama 9 hari ini. Maaf buat temen-temen yang belum sempat aku kunjungi rumahnya. Sekarang juga belum terlalu semangat bewe karena leher yang masih kaku. Yaaahh,, apa aku emang harus cekup gak yak? *ragu-ragu*

Galau, Widget dan Award


Hmm.. Hari ini seharusnya aku sibuk di kantor, mengerjakan tumpukan pekerjaan *caelah* yang deadlinenya senin depan. Tapi sekarang aku malah duduk manis di rumah sambil ngeblog. Alasannya? Aku disuruh oleh bos kecil untuk tidak masuk kantor hari ini karena situasi Pontianak kurang kondusif. Ada perselisihan antara front yang katanya membela agama saya yang lagi merajuk dengan salah satu suku asli kalimantan. Aaahh,, merajuk kok menyusahkan seh pak >.< (baca beritanya disini aja, aku lagi males cerita 😦 Lagian ntar banyak yang nyari beritanya masuk ke blog aku)

Diliburkan bukannya seneng dong yak, soalnya gak bisa kemana-mana juga. Toko-toko banyak tutup (gak tahu juga dengan mall tutup gak yak? Mau nonton film soalnya πŸ˜› ) Akhirnya aku ngutak-ngatik blog aja. Rencananya aku mau memasang widget melon.co.id (buat ikutan kontes gitu πŸ˜› ) untuk blog aku. Setelah aku utak atik kok gak bisa-bisa gitu. Aku cari-cari tutorialnya hanya menjelaksan untuk wordpress yang mempunyai domain sendiri, coz perlu pasang plugins gitu. Lah, kalau yang blog gratisan kayak aku emangnya gak bisa?

Ada gak temen blogger yang tahu cara memasang script widget di wordpress gratisan gak? Kalau ada boleh dong di sharing πŸ˜‰

***

Nah, karena postingan kali ini pendek bener deh jadi aku tambahin aja deh, mumpung inget dan supaya gak ada hutang lagi diantara kita #tsaa, aku akan pajangin award-award aku yang diberikan oleh blognya susu segar :mrgreen: ini dia awadnya:

Makasih yak mas atas awardnya πŸ™‚

The Power of Six


Haaiiii Halooo… Apa kabar semuaaaa?? Baikkan yak? πŸ™‚

Setelah aku lihat di blog aku ini, ternyata eh ternyata aku terakhir kali menulis review tentang buku itu udah lamaaaaa banget yak. Tepatnya tanggal 3 Desember 2011. Sebenarnya seh ada beberapa buku juga yang aku berhasil sampe selesai, yaitu buku The Spiderwick Chronicles yang terdiri dari 5 buku dan aku sudah berhasil menyelesaikan 3 diantaranya.

Ada juga beberapa buku yang hanya aku baca separuhnya terus aku tinggalkan (ada yang ditinggalkan dan gak berniat baca lagi dan ada yang ditandai untuk dibaca lagi) seperti Madrenya Dee Lestari (yang masuk kategori pertama) serta buku Keningnya Fitrop dan Sherlock Holmes (yang masuk kategori kedua).

Nah, karena sudah banyak stok buku yang belum dibaca makanya aku tahun ini males buat beli buku lagi. Tapi, kemaren pas si bos kecil pengen pesan buku aku jadi pengen juga ikutan pesan satu buku yang sebenarnya terbit bulan Nopember 2011 kemaren, cuma baru keinget minggu lalu dan langsung pesan aja deh, judul bukunya THE POWER OF SIX. Udah ada yang pernah denger?

Buku ini adalah buku kedua dari buku yang berjudul I’m Number Four. Kalau ini ada yang pernah baca gak? (rasanya pasti ada deh, lagian aku tahu buku ini juga dari bw, tapi lupa di blognya siapa :doh: ) Cerita I’m number four sendiri tentang 9 pasang alien yang datang dari planet Lorien ke bumi karena planet mereka sudah rusak. Misi mereka adalah untuk mengembalikan planet mereka ‘hidup’ seperti sediakala. Namun perjuangannya gak akan mudah karena bangsa Mogadorian, bangsa yang menghancurkan planet mereka terus mengikuti mereka sampai ke bumi untuk membunuh kesembilan Lorien. Namun, mereka sebelum ke bumi telah dimantrai hanya dapat dibunuh sesuai dengan urutan nomor mereka jika mereka tidak saling bertemu.

Setelah nomor satu hingga nomor tiga dibunuh, maka merekapun mengejar si nomor empat, bernama John Smith.

Baca juga buku series I am Number Four di bawah ini yak πŸ™‚

 

***

Jika buku pertama lebih kepada cerita pribadi John Smith dan perkenalan kita dengan dunia Lorien, maka di buku kedua akan terasa lebih banyak intrik dan perkelahian, perburuan dan jawaban-jawaban yang tidak terselesaikan dibuku pertamanya.

John Smith yang telah ditinggal oleh Cepannya (penjaga dari para Lorien) dan menjadiΒ  buronan internasional karena telah menjadi tersangka penghancuran sekolahnya di Ohio dan dituduh membunuh 5 orang di dalamnya, bergabung dengan Nomor Enam dan Sam (teman sekolah John yang ikut dalam pelarian mereka) mengatur strategi untuk mencari keberadaan bangsa Lorien lainnya untuk bertarung melawan para Mogadorian. Namun, hingga beberapa bulan perjalanan persembunyian mereka tidak mendapatkan hasil dan strategi untuk dilaksanakan.

Diujung dunia lainnya di Spanyol, Marina (nomor tujuh) serta cepannya Adelina hidup bertahun-tahun disebuah panti asuhan. Sudah berkali-kali Marina mengajak Adelina untuk kembali ke misi awal mereka datang ke bumi. Namun, Adelina yang telah taat agama seakan lupa dan berkali-kali memarahkan Marina akan niatannya tersebut. Hingga suatu hari datanglah seorang anak yang membantu Marina mendapatkan peti Loricnya yang disembunyikan oleh Adelina yang ternyata anak itu adalah sesama Lorien yang telah lama memperhatikan mereka.

Suatu saat John, Enam dan Sam tahu bahwa ayah Sam adalah penghubung bangsa Lorien dan bangsa manusia yang membuat mereka terpaksa kembali lagi ke Ohio, yang mana merupakan tempat paling rawan untuk mereka datangi. Rencana mereka berjalan mulus jika saja John tidak bertemu dengan Sarah, pacarnya di Ohio. Sarah yang tidak tahan lagi dengan pelarian John secara diam-diam melaporkan keberadaan John ke FBI hingga John dan Sam akhirnya ditangkap serta dikurung dan lebih parahnya lagi peti Loric John di ambil oleh Mogadorian.

Apakah John berhasil lolos dari penjara FBI? Berhasilkah John mendapatkan peti Loricnya kembali? Dan apakah John dan nomor enam berhasil mengumpulkan para Lorien yang tersisa, sedangkan waktu mereka sudah tinggal sedikit karena mantra mereka telah hangus dan mereka dapat dibunuh kapan saja. Sedangkan pemimpin bangsa Mogadorian telah datang ke bumi?

Yak, kalau mau tahu cerita kelanjutannya silahkan beli, pinjem atau baca di toko buku (klo gak diusir πŸ˜› ) buku The Power Of Six ini. Bagi yang suka dengan novel bergenre fantasi aku saranin baca deh neh buku. :mrgreen:

***

Menurut aku bahasa yang digunakan oleh penulis buku ini sangat simple dan mudah dimengerti. Tahu dong, aku gak terlalu suka dengan bahasa buku yang berbelit-belit dan perlu kemampuan khusus untuk mencernanya. Contohnya saja buku berjudul Isildur yang sekarangΒ  terpajang dengan manis tanpa dibaca di rak buku di kamar aku >.<

Penggunaan orang pertama untuk penulisan juga sangat membantu karakter untuk kita sebagai pembaca mengerti, karena memang banyak istilah-istilah ‘aneh’ yang penulis gunakan untuk menguatkan ceritanya.

Yang lucu dari buku ini sebenarnya adalah penulisnya. Dituliskan disampul bukunya bahwa penulisnya adalah Pittacus Lore yang didalam ceritanya adalah Tetua dari Planet Lorien. Beberapa kata ‘pengantar’ dari buku ini juga mengarahkan kita sebagai pembaca untuk meyakini bahwa yang kita baca ini adalah benar-benar terjadi dipelosok dunia (ah, keren juga kan yak kalau beneran ada alien yang sedang bertempur tapi kita manusia gak tahu πŸ˜› ) dan dia menyuruh dan mengingatkan kita untuk berjaga-jaga.

Sayangnya, gak ada keterangan yang memberi tahu judul dari kelanjutan buku ini seperti pada buku pertama yang langsung mengumumkan akan ada sekuel yang berjudul ini dan akan terbit pada bulan ini, yang membuat aku yang menunggunya akan main tebak-tebakan kapan sebenarnya kelanjutannya akan keluar (yang kebanyakan malah akan mejadi terlupakan deh >.< )

Kalau dari segi tampilan buku seh menurut aku bagus-bagus aja (ya iyalah lah wong si niee gak terlalu ‘perhatian’ kok, πŸ˜› ) yang paling penting dari buku yang aku baca adalah tulisannya yang gede-gede (biar bisa baca pas tidur-tiduran gitu πŸ˜€ ) dan ada pembatas bukunya! (yak, aku termasuk orang yang membenci buku-buku yang aku beli dilipatΒ  πŸ‘Ώ )

So, ayo membaca :mrgreen:

note: aku baca buku ini cuma 4 hari aja loh, untuk 529 halaman. Ini merupakan prestasi bagi aku yang sekarang udah susah banget baca buku cepat. Walaupun kalau dibandingkan dengan yang lalu dimana aku bisa membaca buku Harpot yang kelima (kalau gak salah 1300an halaman) hanya dengan 5 hari aja masih amat jauh tapi udah lumayan banget lah 8) Ini yang buat aku berfikir apa mungkin karena buku ini bergenre fantasi dimana genre yang paling aku senangi sehingga aku lancar jaya membacanya? Bandingkan aja dengan buku kening yang 2 halaman aja aku udah rada males lanjutinnya πŸ˜›

note lagi: karen alasan di atas aku udah menandai beberapa buku yang aku pengen beli yang genrenya sama deh dengan buku sejenis ini seperti The Secret Immortal Nicholas Flamelnya Michael Scott, The Kane Chronicles danΒ The Lost Heroes karya Rick Riordan (penulis Percy Jackson), ama Trilogy Bartimaeus. Udah ada yang pernah baca belum? Kalau udah bagus gak ceritanya? Tapi karena aku masih banyak buku yang belum terbaca rasanya sayang banget deh kalau harus beli buku ini lagi. So, satu-satunya cara biar gak sayang adalah aku harus menghabiskan buku yang udah di stok ini biar bisa cepat beli buku baru πŸ˜†

Cek juga kelanjutan buku ketiga The Rise of Nine di sini dan buku keempatnya The Fall of Five di sini.

Kartu Kredit


Mungkin keluarga aku termasuk keluarga yang ‘primitif’. Semenjak mengenal kartu kredit itu apa, di mana segala yang sesuatu kita beli itu ‘gak dibayar’ sehingga membuat lupa diri saat berbelanja, ditambah lagi dengan banyaknya berita yang menceritakan banyaknya orang merugi karena tidak mampu membayar kreditnya, orangtuakupun langsung melarang aku untuk membuat kartu kredit saat aku pertama kali masuk kerja.

http://www.ahlikartukredit.com

Awalnya seh gak begitu tertarik juga dengan kartu kredit. Lah wong masih bisa membeli apa saja di toko dengan uang tunai kan yak? Bye bye deh keinginan untuk membuat kartu kredit buat ikut-ikutan itu.

Makin ke sini, makin banyak pengetahuan dan pergaulan dengan internet *halah* makin banyak aja dong hal yang bisa aku lakukan, hanya terhalang administrasi yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit! -_-“

Contoh sederhananya aja ketika ingin membeli tiket pesawat dan tiket hotel di luar negeri. Kebanyakan menu yang disiapkan untuk pembayaran kadang hanya merujuk ke kartu kredit gitu. Yang paling anyar adalah saat aku ingin membeli domain untuk website kantorku langsung melalui wordpress (karena aku udah gak sreg dengan numpang hostingan lagi karena kasus ini ) mereka juga hanya menerima pembayaran dengan paypal (yang ini aku aja belum ngerti cara pakenya) dan (lagi-lagi) kartu kredit. Hmmm…

Belum lagi kenyamanan kartu kredit untuk melakukan kredit (yaaa iyalah, namanya juga karti kredit gitu kan yak :mrgreen: ) yang biasanya untuk toko-toko besar bisa melakukan cicilan 3-12 bulan dengan bunga 0% aja dong *mupeng*

Kata abang aku seh, kalau kita mempunyai kartu kredit dengan tetap melakukan transaksi seperti biasanya tanpa ada perubahan yang berarti kartu kredit itu sangat menguntungkan sekali. Tapi aku juga belum bisa mengukur kemampuan aku untuk ‘bertransaksi seperti biasa’ seh dengan adanya kartu kredit. Lah wong semenjak aku bisa melakukan transaksi online banking aja aku kadang masih suka gak pake mikir gitu buat beli apa-apa >.<

Mungkin, untuk dalam waktu dekat belum deh kali yak. Lagian sekarang kalau pesan yang memerlukan kartu kredit masih bisa meminjam kartu kredit abang aku deh. Hehehehe..

Kalau temen-temen, punya kartu kredit gak?

[BUKAN] Tukang Reparasi Komputer [Part III]


Ini bukan soal ibu-ibu yang meminta aku untuk memperbaiki komputernya yang hang (baca ceritanya di sini). Bukan pula tentang kecerobohan seorang niee yang sok tahu dengan komputernya sehingga hilangnya satu bagian dari part komputer kantornya (yang pernah aku ceritain di sono). Tapi ini mirip-mirip deh dengan kedua cerita di atas. Mirip karena sama-sama tentang seorang niee yang lulusan Teknik Informatika tapi GAPTEK πŸ™„

Ceritanya bos tengahku yang baru (ok, mari kita samakan presepsi dulu. di kantor aku ada 3 bos: bos lansung aku di ruangan yang aku sebut bos kecil. di atas bos kecil aku ada bos lagi yang aku sebut bos tengah, dan bos yang menguasai seluruh kantor yang biasa aku sebut big boss atau bos besar) ingin memasukkan sebuah data ke website kantor. Dipanggillah aku ke ruangannya dan menugaskan aku mengupload dokumen tersebut. Lah, aku bingung dong, setahun aku bekerja di kantor gak pernah tuh aku tahu kantor punya website. Adanya website yang nyantol di website pemerintah kota yang dengan baik hatinya salah satu kantor yang menanganinya gak pernah sama sekali memberikan akses website itu kepada kantorku.

“Kita gak punya website bu, adanya website kota yang kita gak ada aksesnya,” jawab aku waktu itu.

“Lah, katanya kamu bisa buat website ir? Kok sampai sekarang gak buat?”

Hadeh, mulailah aku berfikir keras. Memang seh aku kuliah dulu di teknik informatika. Memang seh aku sangat menyukai web programming. Memang seh skripsi aku yang mengangkat tema sistem pakar aku bangun menggunakan web. TAPIKAN ITU DULU!!

Sekarang… walaupun aku masih SEDIKIT ingat dengan sintax HTML, CSS dan JAVA tapi kalau disuruh buat lagi dari awal aku angkat tangan deh, NYERAH! Berfikir keras akupun mensearching tentang Joomla yang dulu waktu kuliah aku hampir selalu menertawakan temen aku yang membangun web menggunakan bantuan itu. Lah, lebih enak coding manual toh. Lagian efek design jika membuat dari awal itu lebih memuaskan daripada menggunakan apa yang sudah jadi menurut aku.

TAPI, kemaren setelah aku mendapatkan aplikasinya, aku nyerah duluan deh. Aku sudah lupa bener bagaimana menggunakan AppServ dan teman-temannya. Bagaimana membangun halaman index yang mudah melakukan include kehalaman lainnya, bagaimana membangun database sesuai fungsi dan agar mudah digunakan saat mengodingnya, serta hal-hal yang kecil yang dulu rasanya jadi mainan sehari-hari deh -_-“

Maka, setelah aku berusaha mengutak atik lagi segala jenis coding mengoding itu dan tidak menemukan cara agar aku bisa mengingat pelajaranku dengan cepat lagi, iseng aku membuka website depkes. Kali-kali aja aku mendapatkan inspirasi kan yak. Setelah hampir satu jam ngalur lindur bolak balik halaman websitenya, sampailah saat aku membuka suatu berkas dan terlihatlah bahwa website depkes tersebut dibangun dengan wordpress!

Lah, kenapa aku bingung membuat website yang keren dengan segala coding sempurna ala mahasiswa kalau website skala nasional saja menggunakan wordpress yang aku pake sehari-hari ini? *dan mata akupun mulai bersinar-sinar*

Jadilah aku langsung membuat aku di wordpress menggunakan email kantor, mengutak atik sedikit daaaaannn dalam waktu setengah jam sudah jadi dong, rancangan awal website kantor aku :mrgreen:

Sebenarnya, aku masih kurang sreg dengan theme yang aku pake sekarang. Maunya seh aku pake tema yang mempunyai kolom 3 dan kolom utamanya di tengah karena kolom kiri dan kanan akan aku gunakan untuk memasang banner dan beberapa informasi terkait kedinasan. Lalu, aku juga ingin tema yang menu halamannyanya ada dibawah headernya dengan subhalaman bisa kelihatan (beberapa tema yang aku dapat subpagesnya selalu aja gak kelihatan 😦 ). Temen-temen sendiri, ada yang tahu gak tema yang sesuai dengan keperluan aku di atas? Kalau ada boleh dong di share πŸ˜€

Yak, karena memang belum sreg dengan temanya, jadi aku belum bicara langsung ke bos tengah seh. Tapi, mudah-mudahan aja dia gak ada komentar dengan ‘bentuknya’. Lah, yang penting informasi yang dibutuhkan tersampaikan toh? Yang perduli dengan bentuk dan rupanya kan yak? πŸ˜†

nb: temen-temen ada yang mau kasih saran informasi apa yang seharusnya ada di websitenya? Akan ditampung dengan senang hati deh πŸ˜€

Setahun yang Lalu..


Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2011 aku mulai menjadi abdi negara #tsaa.. Jadi, apa perubahan yang paling mendasar setelah seorang irni jadi pegawai negeri? Pada mau tahu gak? Lihat foto di bawah..

Ada yang sudah ngeh? Hayooo apa coba? πŸ˜›

Foto disebelah kiri itu diambil pada bulan oktober 2010. Saat aku sudah selesai sidang skripsi, dan menunggu akan diwisuda pada bulan nopember 2010. Sedangkan foto disebelah kanan diambil bulan lalu, tepatnya Februari 2012. Tepat satu setengah tahun berlalu.

Setelah satu setengah tahun itu, perubahan yang paling mendasar dari seorang niee anak gaol seantero kota Pontianak adalah BERAT BADAN!

Foto pertama berat badan aku CUMA 40 Kg, Bayangkan berapa kurusnya aku waktu itu. Kata ibuku seperti anak kekurangan gizi aja >.< Maka setelah kerja, akupun bertekat akan mengidealkan berat badan aku (bukan menggemukan loh yak πŸ˜› ) Karena tinggi badan aku adalah 162 CM, berat badan ideal aku sekitar 52-53 kg. Dari 40 kg? Berarti aku harus menambah 12-13 kg dari berat badan aku saat itu.

Daaaannn,, berapa berat badan aku sekarang?

Yak, berat badan aku sekarang sudah 52 kg lohhhhh (dalam kondisi perut kosong) *tepuk tangan* *nari hula-hula* Sekarang tugas aku lebih berat lagi. Katanya menaikan itu gampang, yang susah adalah mempertahankannya. Padahal, nafsu makan aku sekarang itu sangat besar loh -_-” Doakan saja aku gak kebablasan jadi kegemukan deh :mrgreen: