Cara Memilih Baju Batik yang Menarik Ideal


Bingung adalah hal yang ada di setiap Pria maupun Wanita. Apalagi, dalam menentukan pakaian khususnya model baju batik. Memilih yang mana akan dibeli memang lumrah dialami mengingat pilihannya semakin beragam. Apalagi modelnya keluaran terbaru, namanya model baju batik terbaru, modern dan terkini.

Kreasi terhadap kain batik sepertinya terus mengalami pertumbuhan, model-model yang ditawarkan semakin bervariatif. Kini banyak anak muda yang menunjang penampilannya dengan busana-busana modern yang terbuat dari kain batik. Tentunya menjadi pemandangan yang menyejukkan hati sebab kain batik ini merupakan cermin kebudayaan bangsa yang kaya dan tentunya patut dilestarikan.

Beberapa desainer ternama bahkan berkreasi dengan kain batik untuk dijadikan model busana yang unik dan tidak akan rugi jika membeli dan memakainya. Busana batik yang awalnya selalu dikaitkan dengan para orang tua maka kini sudah tidak berlaku lagi. Terlebih banyak sekali busana batik dengan kombinasi beberapa bahan lain, mulai dari satin, katun, dan lain sebagainya. Tampil menarik dengan batik menjadi hal yang mudah untuk dilakukan terlebih jika sudah menentukan model dengan benar.

Si irni berbatik ria di kantor :mrgreen:

Pertimbangan dalam Menentukan Model Busana Batik

Kreasi yang terus mengalir membuat baju batik hadir dengan wajah segar dan selalu baru sehingga konsumen tidak pernah mengalami kejenuhan. Mengingat pilihannya semakin banyak hindari kesalahan dengan melakukan pertimbangan berikut tatkala berbelanja baju batik:

  • Ukuran motif pada kain baik

Pertimbangan pertama adalah mengenai ukuran motif pada kain batik itu sendiri, sebab hadir dalam ukuran kecil-kecil maupun besar-besar. Idealnya menentukan motif tidak hanya melibatkan selera namun juga kesan yang ditimbulkan saat melekat di badan. Bagi tubuh subur tentu lebih aman memakai batik dengan motif berukuran kecil untuk ilusi merampingkan badan.

  • Warna dan bentuk motif kain batik

Warna menjadi pertimbangan selanjutnya, akan lebih aman memakai warna dengan kesan menguntungkan atau netral. Warna merah maroon ataupun coklat menjadi pilihan ideal karena cocok untuk siapa saja dan untuk acara apapun. Kemudian untuk bentuk motif jangan sampai diabaikan, sebab beberapa batik memiliki lebih dari dua motif. Pastikan nampak manis saat dipakai, sehingga coba dulu semua model baju batik yang dianggap menarik baru dipilih salah satunya.

  • Panjang pendeknya baju

Baju batik hadir dengan dua model yakni lengan panjang dan lengan pendek, ada pula yang memiliki potongan memanjang menutupi pantat ada pula yang hanya sampai pinggang. Bagi pria tentu panjang pendeknya baju batik tidak menjadi masalah, sebab hanya perlu memperhatikan lengan. Sementara untuk kaum perempuan tentu disesuaikan karakter badan jika body besar bawah idealnya memilih baju yang panjangnya menutupi pantat terlebih jika berhijab.

  • Model rumit atau sederhana

Pertimbangan berikutnya adalah menentukan model secara keseluruhan, sebab bisa di pisah menjadi dua golongan. Pertama memiliki model sederhana sehingga sekilas berbentuk seperti kemeja biasa. Ada pula yang diberi variasi, misal dibuat potongan serong di bagian bawah, ditambahkan rompi tambahan di area depan, dibuat lipit, ditambahkan kerut di beberapa bagian, dan sebagainya. Sesuaikan dengan selera supaya percaya diri dan lebih aman disesuaikan bentuk badan.

Menentukan model yang ideal akan lebih mudah jika dicoba di kamar pas secara langsung, amati apakah kesan saat dipakai memang enak dipandang atau tidak. Jika penilaian pribadi dirasa tidak terlalu bagus maka pada saat belanja pakaian batik ajaklah teman yang melek tentang fashion. Saran dan bantuan mereka dalam menentukan pilihan dirasa akan memberi pilihan paling ideal dan menunjang penampilan. Soal harga, tentu selain model baju batik yang teliti dipilih harga pun harus mudah diterima kantong.

Advertisements

Kartu Kredit


Mungkin keluarga aku termasuk keluarga yang ‘primitif’. Semenjak mengenal kartu kredit itu apa, di mana segala yang sesuatu kita beli itu ‘gak dibayar’ sehingga membuat lupa diri saat berbelanja, ditambah lagi dengan banyaknya berita yang menceritakan banyaknya orang merugi karena tidak mampu membayar kreditnya, orangtuakupun langsung melarang aku untuk membuat kartu kredit saat aku pertama kali masuk kerja.

http://www.ahlikartukredit.com

Awalnya seh gak begitu tertarik juga dengan kartu kredit. Lah wong masih bisa membeli apa saja di toko dengan uang tunai kan yak? Bye bye deh keinginan untuk membuat kartu kredit buat ikut-ikutan itu.

Makin ke sini, makin banyak pengetahuan dan pergaulan dengan internet *halah* makin banyak aja dong hal yang bisa aku lakukan, hanya terhalang administrasi yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit! -_-“

Contoh sederhananya aja ketika ingin membeli tiket pesawat dan tiket hotel di luar negeri. Kebanyakan menu yang disiapkan untuk pembayaran kadang hanya merujuk ke kartu kredit gitu. Yang paling anyar adalah saat aku ingin membeli domain untuk website kantorku langsung melalui wordpress (karena aku udah gak sreg dengan numpang hostingan lagi karena kasus ini ) mereka juga hanya menerima pembayaran dengan paypal (yang ini aku aja belum ngerti cara pakenya) dan (lagi-lagi) kartu kredit. Hmmm…

Belum lagi kenyamanan kartu kredit untuk melakukan kredit (yaaa iyalah, namanya juga karti kredit gitu kan yak :mrgreen: ) yang biasanya untuk toko-toko besar bisa melakukan cicilan 3-12 bulan dengan bunga 0% aja dong *mupeng*

Kata abang aku seh, kalau kita mempunyai kartu kredit dengan tetap melakukan transaksi seperti biasanya tanpa ada perubahan yang berarti kartu kredit itu sangat menguntungkan sekali. Tapi aku juga belum bisa mengukur kemampuan aku untuk ‘bertransaksi seperti biasa’ seh dengan adanya kartu kredit. Lah wong semenjak aku bisa melakukan transaksi online banking aja aku kadang masih suka gak pake mikir gitu buat beli apa-apa >.<

Mungkin, untuk dalam waktu dekat belum deh kali yak. Lagian sekarang kalau pesan yang memerlukan kartu kredit masih bisa meminjam kartu kredit abang aku deh. Hehehehe..

Kalau temen-temen, punya kartu kredit gak?