Ngeblog bikin Eksis


Haaiiii Haloooo… Apakabar semuaa?? Pada baik-baik kan yak?

Sebagai orang yang tinggal di ditempat yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota negara Jakarta, rasanya untuk bisa eksis dan berkenalan dengan orang luar daerah merupakan sesuatu yang sulit. Lah, siapa aku coba bisa kenal dengan orang-orang hebat?

Pemikiran itu mulai bergeser pada saat aku mulai mengenal blog dan blogwalkingnya. Dengan ngeblog aku bisa mengenal lebih dalam orang-orang hebat lewat tulisan-tulisannya seperti Ndoro Kakung, Diana Rika Sari, Pandji, Andi Bachtiar dan masih banyak lagi. Lewat tulisan-tulisan mereka aku bisa tahu lebih banyak bagaimana pemikiran-pemikiran mereka. Bagaimana pandangan mereka tentang negara dan dunia ini yang aku kadang merasa: wah ternyata di Indonesia masih banyak orang kreatif yang bisa membangun negeri ini untuk maju lebih baik.

Tapi, awal ngeblog pemikiran aku memang dangkal kepada orang-orang yang memang sudah jadi ‘selebriti’ baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. Ternyata, masih banyak orang-orang yang tidak terkenal di dunia nyata tapi aktif di dunia maya. Tulisan-tulisan mereka sangat inspiratif dan kreatif. Lihat saja blognya milik mas bukik, bena kribo dan masih banyak lagi. Aku menyebut mereka selebriti blogger πŸ˜€

Makin ke sini, aku melihat ternyata banyak blogger yang tidak begitu terkenal didunia nyata tapi tulisannya sangat menyenangkan untuk dibaca, nah blogger inilah yang kemudian menjadi teman-teman dunia mayaku. Aku yang dari Pontianak ini rasanya takjub juga bisa berkenalan dengan mereka yang mempunyai pemikiran-pemikiran hebat sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Gimana gak merasa eksis kalau punya temen dari seluruh penjuru dunia? Dari eropa, amerika, jepang, malaysia, brunei, australia, dubai, aceh, palembang, padang, jakarta, bandung, bogor, semarang, jogja, surabaya, bali, kalimantan, sulawesi hingga papua!

Nah, untuk bisa eksis seperti aku diblog, gampang kok, tinggal melakukan beberapa hal berikut:

1. Buat blog

Yaaa,, ini udah pastilah yak. Kalau mau eksis lewat blog tapi gak punya blog ya namanya omong kosong. Cara mudahnya buat aja blog di tempat gratisan seperti aku, atau mau lebih keren lagi beli domain sendiri. Lagian membuat blog sekarang udah sangat mudah kok. Hampir seluruhnya sudah ada yang berbahasa indonesia. Buat blog juga jangan mikirn gimana cara ngedesign yang rumit rumit. Malahan kebanyakan orang gak terlalu suka dengan blog yang terlalu ribet. Pasang themes yang standar aja dengan latar belakang berwarna putih. Kalau gak ngerti sama sekali untuk membuat blognya bisa kok bertanya pada teman atau kirim email ke blog-blog yang udah sering kalian kunjungi.

Kebanyakan dari blogger ini baik banget dah, jadi kalau ada yang bertanya via email hampir pasti akan dibales dah dengan jawaban yang sesuai dengan kompetensinya tentunya πŸ™‚

2. Posting secara rutin

Naaahh, kalau udah punya blognya ya posting! Percuma kan yak kalau punya blog tapi postingnya hanya 2-3 aja. Orang yang bacanya aja jadi males kan yak. Apalagi banyak orang diluar sana yang berfikir kalau melihat blognya itu punya arsip yang banyak dan postingan terbarunya gak sampai seminggu yang lalu pasti akan lebih menarik daripada blog yang kosong melompong.

Dengan posting secara rutin juga temen-temen blogger yang lain bisa lebih dekat kekita karena sering mambaca tulisan kita. Kebanyakn kita bisa tahu sifat dan watak dari empunya blog dengan seringnya membaca postingan blogger tersebut. Makanya makin sering kita posting, makin banyak yang baca, maka makin eksislah kita di internet :mrgreen:

3. Blogwalking

Bagaikan makan sayur tanpa garam kalau kita udah punya blog, udah rajin update tapi gak pernah blogwalking. Ya, ini menjadi kebiasaan wajib buat aku untuk selalu rutin bw ke rumah temen-temen blogger. Selain meninggalkan jejak dimana-mana dengan link blog kita, dengan blogwalking kita juga bisa semakin dekat dengan temen-temen blogger lainnya.

4. Komentar

Kalau sudah bw tapi gak ninggalin jejak apapun di blog yang kita kunjungi ya sama aja dong! Mana tahu blogger yang blognya kita telah kunjungi kalau tidak berkomentar? Dengan komentar juga bisa mendekatkan diri secara personal dengan masing-masing blogger yang kita kunjungi. Kalau sudah ‘dekat’ maka blog kitapun akan dikunjungi balik oleh mereka dan lama kelamaan akan terjadi interaksi yang intensif dari kita dan teman-teman lainnya. Tentu ini juga akan membuat kita makin eksis toh πŸ˜€

5. Kopdar

Yang terakhir ini adalah puncak dari ngeksis di blog. Kalau udah kopdar mau gak mau orang akan berfikir bahwa kita ini punya banyak temen di blog. Dengan kopdar juga akan terbentuk kedekatan personal dari dunia maya ke dunia nyata. Seperti kata Om HN sebutkan untuk blogger yang melakukan kopdar: Inilah indahnya ngeblog πŸ™‚

Kopdar Bandung - Gambar koleksi Asop
Kopdar Jakarta - Gambar Koleksi Divia

***

Naaahh,, kurang eksis apalagi coba ngeblog itu? Apalagi kalau kita bisa posting dan blogwalking dimana aja dan kapan aja. Makin eksis dah kita di internet. Seperti aku yang lebih suka bw menggunakan HP. Selain praktis, murah juga karena sekarang paket internet unlimited sudah sangat terjangkau bagi kantong semua orang πŸ˜€

Tulisan ini disertakan dalam Blog writing competiton yang diselenggarakan oleh AXIS.Β 

Advertisements

[Pernah] Aku Gilai..


Haaaiiii Halooo… Apakabar semua? Gak terasa yak tahun 2012 udah 2 bulan aja. Rasanya baru kemaren aja tahun 2011. Eh, ini udah hampir bulan maret 2012 aje.

Tersadar udah tahun 2012, tersadar juga aku dengan beberapa perubahan besar dari tahun lalu ke tahun ini. Perubahan yang aku gak sesali seh. Tapi sempat berfikir, kok bisa yak aku berubah? Berubah dalam hal hobi yang dulu aku sempat berfikir ‘Yak, aku gak akan pernah bisa meninggalkan kebiasaan A’ hingga akhirnya sekarang belum meninggalkan seh, tapi udah menjadi gak wajib/harus/musti lagi. Ribet yak kalimatnya. Ok, langsung aja….

1. SEPAK BOLA

inginsekalisehat.wordpress.com

Aku suka dengan sepakbola dari tahun 2002. Gilai-gilanya aku menonton olahraga ini semenjak 2007 tepatnya semenjak aku mulai kuliah siang dan gak terkait dengan jam masuk pagi ke kampus. Semenjak itulah aku hampir gak pernah tertinggal menonton acara sepakbola ini. Yang aku tonton terutama EPL dan Champions. Malah kalau lagi kepengen aku juga menonton La Liga (ya karena gak pake TV kabel di rumah cuma dapet 3 pertandingan itu).

Biasanya, dari jam 18.00 nyiarin EPL, aku bisa nonton sepakbola nonstop sampe jam 3 subuh! Ya, nonton EPL jam 6 sampe jam 1an, lanjut nonton La liga yang jadwalnya emang amit-amit. Tapi yang namanya cinta #tsaa ya dijabanin aja!

Belom lagi kalau udah musimnya champions yang mulainya aja baru 1/2 3. Buat nunggu sampe jam segitu, biasanya aku gak mau tidur dulu, tapi dijabanin nonton film atau kdrama. Tidur kalau udah denger suara adzan. Sholat terus tidur deh sampe siang. Biasanya sampe jam 10an baru bangun. Tapi ada kalanya dosen ngadain kelas mendadak jam 8 yang pada akhirnya aku jadi gak tidur! Oh betapa kuatnya aku πŸ˜›

SEKARANG.. boro-boro dah mau nonton Champions apalagi La Liga yang jadwalnya ajib itu. Untuk menonton siaran EPL yang waktunya standar aja (jadwal jam 6-12 malam) aku udah gak sempat! Gak tahu juga ngapain, tapi sekarang aku cuma sekedar update berita dan klasemennya aja 😦

2. DRAMA KOREA

http://www.widyadara.com

Kalau gak salah inget mulai suka awal 2000an juga. Jaman-jamannya winter sonata deh. Semenjak itu selalu update serial terbaru. Apalagi senjak kuliah. Ya, lagi-lagi karena pas kuliah menurut aku waktu yang aku punya itu longgar banget, jadi banyak memanfaatkan waktu luang buat nonton k-drama.

Tahun-tahun itu, aku bisa menyelesaikan k-drama yang berjumlah 16 episode hanya dengan 3 hari! Ya satu hari rata-rata ngabisin 5 episode, kadang malah bisa hanya dengan 2 hari! Jadinya, aku selalu update drama terbaru dan malah selalu berkekurangan. Kalau udah banyak ya nonton banyak, tapi kadang kan stok di tokonya bisa habis juga, ya jadi bengong deh nungguin serial terbarunya keluar.

SEKARANG.. masih nonton seh, sekarang aja lagi nonton salah satu drama korea. Tapi mah boro-boro jadi orang paling update. Untuk bisa menyelesaikan 1 judul film yang 16 episode aja, aku bisa menghabiskan waktu 1 bulan, bahkan lebih! ~_~

3. MENULIS FIKSI

kidsklik.com

Aku mulai suka tulis menulis semenjak SMA. Ya, semenjak aku kenal yang namanya novel teenlit. Yang aku fikirkan saat membacanya ‘Ya, segini doang seh aku juga bisa buatnya!’ #somboooong *ampuniii sayaaa* πŸ˜† jadilah aku membuat beberapa novel dan banyak sekali cerpen dan puisi. Sampai aku pertama kali membuat blog ini aku juga masih rajin membuat fiksi.

SEKARANG.. aku lebih suka menulis apa adanya di blog. Rasanya lebih lepas dan nyaman aja. Tapi kadang kangen juga berimajenasi liar untuk menuliskan cerpen-cerpen. Ya, aku emang lebih suka menulis cerpen. Tipe cerpen yang aku suka adalah yang mengandung unsur-unsur jebakan untuk pembaca (contohnya flash fiction yang pernah aku buat di sini). Kalau novel terlalu bertele-tele.

Walaupun begitu, aku juga masih bercita-cita untuk membuat novel fantasi tentang peri. Aahh,, gak tahu juga kapan itu akan terwujud (melihat tingkat kemalasan aku akhir-akhir ini yang sedang memuncak >.< )

4. FILM

kidsklik.com

Lebih tepatnya nonton bioskop. Semenjak bioskop mulai masuk ke Pontianka lagi setelah matisuri tahun 2004, aku memang sangat sering nonton bioskop. Yang awalnya menjadi kegiatan buat seru-seruan sama temen-temen SMA, lama-lama menjadi keasyikan dan menyukai suasana menonton di bioskop.

Semenjak kuliah (yaaa,,, sepertinya kuliah emang akunya isinya seneng-seneng aja πŸ˜› ) aku dan vio (sahabat aku) selalu ingin menjadi orang pertama yang menonton satu film. Hampir pasti aku menonton satu film itu di hari premiernya, dan lagi di jadwal paling awal (kira-kira yang tayang jam 12an gitu). Sudah menonton, seringnya aku langsung menulis reviewnya di blog ini.

SEKARANG.. masih lumayan sering menonton seh. Tapi lupakan untuk menonton dihari premier apalagi jam pertama (lah emang gak kerja? πŸ˜› ) biasanya udah seminggu atau 2 minggu filmnya bercokol di bioskop baru deh aku nonton. Dan kebanyakan gak langsung ngereview di blog lagi. Ini juga dikarenakan udah merasa basi kalau di review lagi. Kecuali ada bahan yang mau aku angkat dari filmnya, baru deh ditulis :mrgreen:

***

Beberapa orang yang aku ceritain mengenai perubahan ini selalu mengatakan bahwa pekerjaan aku yang menjadi sebab. Tapi aku rasa itu cuma mempengaruhi beberapa persen aja deh. Soalnya awal-awal kerja aku masih melakukan itu kok, terutama untuk menonton sepakbola dan menulis cerpen.

Ya, gak usah dicari alasan juga seh. Namanya hidup emang berputar toh. Seperti aku yang mulai aktif ngeblog dengan semangatnya tahun 2011 lalu setelah 3 tahun mulai ngeblog di tahun 2008.

So, kita lihat aja ntar apa yang berubah lagi dari aku ditahun depan kan yak? πŸ˜‰

Apa Kabar e-KTP ‘ku?


Haaaiiii Halooo.. Apakabar semua? Baik baik pastikan yak? πŸ˜€

Karena postingan aku kemaren tentang bahasa daerah dan bahasa melayu pontianak, aku jadi pengen kapan-kapan nulis pake bahasa melayu pontianak deh. Pengen tahu aja apakah pendapat aku ini bener atau gak kalau bahasa melayu pontianak itu mudah dimengerti sama orang atau gak. Lagian, bang zul suaminya jeng susan juga pernah merequest aku untuk menulis postingan pake bahasa melayu Pontianak. Ok lah, kalau inget gak sibuk ntar aku bakalan posting pake bahasa melayu :mrgreen:

Lalu, apa hubungannya bahasa melayu dengan e-ktp? Ohh,, tentu saja gak ada hubungannya saudara-saudara! πŸ˜› Tadi pagi pas keluar kamar dan baca koran hanya secara gak sengaja membaca headline di koran lokal yang memberitakan tentang SBY dan Bu Ani yangΒ  melakukan proses e-KTP di rumah (beritanya bisa baca di sini ).

Bukaaann,, bukan aku iri melihat kedua manusia ini tanpa perlu antri bisa dengan leluasa melakukan proses entri data e-KTP. Lagian mereka memang spesial toh di negara ini. Kalau mau diperlakukan seperti mereka ya gampang. Jadi aja presiden. BERES! *lari sebelum diteriaki :P* Aku hanya tersadar, oh iya.. udah lama juga aku melakukan proses entri data untuk e-KTP. Kalau gak salah bukan September. Sudah 5 bulan berlalu, tapi kok gak ada berita kelanjutannya?

http://www.e-ktp.com

Padahal untuk memulai e-KTP itu heboh loh. Paling gak di Pontianak deh. Mulai dari sosialisasi berbulan-bulan. Sampai isu tentang siapa para pegawai yang akan melayani pencanangan 100 hari e-KTP itu (dan aku secara takjub masuk kedalam kepanitiaan yang diputuskan oleh SK Walikota, untungnya bos aku gak mau ngelepasin stafnya yang unyu ini 😳 jadinya aku dikeluarkan dari SK *bangsai* ) hingga proses 100 hari yang kerjanya udah kalah-kalah semut (ok ini perumpamaan yang emang gak banget) pagi masuk kantor seperti biasa – sore hingga sampe lewat tengah malam (ada sampe yang jam 2 pagi) melayani penduduk yang tingkahnya pasti aneh-aneh kalau udah capek.

Lalu hasilnya? Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan kita bakalan menerima e-KTP tersebut. Apakah menunggu seluruh Indonesia selesai pengentrian dulu baru e-KTPnya akan dicetak secara masal? Bukannya itu malah akan menyebabkan kesalahan menjadi besar?

Yang pasti pengennya tahun 2012 ini, setelah 5 bulan menunggu e-KTP itu segera ada di tangan dan dapat difungsikan sesuai dengan kehebohannya dong. Atau setelah heboh sana sini e-KTPnya mulai dilupakan? Padahal, anggaran yang dikeluarkan untuk proses mengganti dari KTP yang biasa dengan e-KTP ini pasti luar biasa besar!

Kalau temen-temen blogger sudah entri data untuk e-KTP? Atau ada yang sudah dapet e-KTPnya jangan-jangan? πŸ˜‰

Bahasa Daerah..


Haaaiiiii Haloooo.. Apakabar semuanya? Masih baik kan? :mrgreen:

Tadi, di ruangan kantor kedatangan pegawai dari ruangan lain. Ya, dia emang udah gak asing lagi seh di ruangan. Namanya juga ruangan aku emang selalu berasa menyenangkan untuk orang-orang berkunjung *halah πŸ˜› Anggaplah namanya Masko. Masko ini asli Sunda yang bisa berbahasa jawa. Di ruangan aku sendiri, ada satu orang sunda asli, satu orang jawa medok. Jadilah mereka berbicara dengan bahasa mereka tanpa aku mengerti satu katapun yang terucap dari bibir gak manis mereka.

Biasanya, kalau mereka serius dengan perbincangan mereka sendiri seh aku gak terlalu ambil pusing dengan bahasa yang mereka gunakan. Permasalahannya adalah, kalau mereka mulai entah melakukan gerak tubuh apa yang membuat aku berfikir, neh orang ngomongin aku gak yak? Kan jadinya gak enak sendiri!

petani-kata.blogspot.com

Aku yang aslinya orang bugis banjar (tapi janganlah kalian bertanya bahasa bugis ataupun banjar, karena aku gak tahu! >.< ) lahir dan besar di Pontianak hanya mengetahui satu bahasa, bahasa Indonesia! (yak, kalau gak dihitung dengan bahasa inggris aku yang hancur lebur berantakan yak πŸ˜› ) Terdengar sumpah pemuda banget yak 8)

Tapi beneran loh, walaupun bahasa daerah di Pontianak itu adalah bahasa melayu, tapi aku hanya sedikit tahu bahasa melayu tersebut. Ya, kalau bahasa sehari-hari ngerti lah, kalau udah terlalu medok melayunya ya aku keblenger juga >.< Lagian kerugian bahasa melayu menurut aku adalah semua orang mengerti!

Contoh mudahnya saat aku melakukan perjalanan dinas yang mana pesertanya adalah dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Mulailah pada saat menentukan teman sekamar. Biasanya aku sengaja gak milih-milih temen sekamar yang udah kenal, biar ada temen akrab lainnya gitu :mrgreen: Permasalahannya adalah saat melakukan telpon dengan orang rumah. Mereka yang dari daerah lain (aku pernah sekamar dengan orang banjar, jawa timur, jawa tengah dan bergaul dengan orang palangka serta NTB) dengan damainya bertelpon ria tanpa takut/merasa risih aku ketahui. Sedangkan aku? jadi malu-malu mau nelpon mah, soalnya pasti mereka tahu apa yang aku bicarakan! 😦

Pernah juga aku sekamar bertiga, yang dua temen sekamar aku berasal dari Jawa Timur. Asli lah, mereka kalau bicara berdua ya pake bahasa jawa yang sama sekali aku gak mengerti. Jadi merasa terkucilkan gitu >.<

Semenjak kejadian-kejadian itu barulah aku sadar emang bahasa pemersatu di negeri ini berperan penting dikehidupan sehari-hari. Dan bahasa indonesia digunakan juga untuk menghormati orang yang ada di dekatmu. Walaupun kalian gak ngomongin orang itu, tapi kalau pake bahasa yang gak dimengerti juga agak risih kan yak?

Sooo,, mari budayakan bahasa Indonesia :mrgreen:

nb: temen aku ada bilang kalau ada dua orang yang saling bicara menggunakan bahasa melayu kadang mereka gak ngerti juga apa yang dibicarakan. Kalau temen-temen blogger ngerti gak seh sebenarnya bahasa melayu itu? Tapi, bahasa yang bukan hanya mengganti ‘a’ jadi ‘e’ loh πŸ˜›

Ada Bos Gak??


Haaaiiii Halooo.. Apakabar semua?? Baik baik aja kan? Masih semangat kerja kan yak? πŸ™‚

Beberapa hari terakhir ini di kantor aku rada lengang. Soalnya dari bos besar sampe bos kecil pada ke Jakarta untuk menghadiri suatu pertemuan. Peristiwa yang amat sangat jarang terjadi ini pasti dimanfaatkan dong bagi para staf-stafnya πŸ˜›

Memanfaatkan situasi ini kalau dari segi aku adalah bisa fokus sama satu atau beberapa kerjaan pokok yang terbengkalai. Kalau ada si bos, biasanya selalu aja ada tugas mendadak diluar tupoksi kerjaan aku dan yang lainnya. Tugas mendadak itu biasanya berkaitan dengan deadline. Ujung-ujungnya berkejar-kejaranlah membuat tugas tersebut yang harus diselesaikan tanggal sekian. Selesai tugas yang satu, datang deadline yang lain yang ujung-ujungnya malah tugas pokoknya (yang biasanya jarang pake deadline) jadi dinomor sepuluhkan deh.

Nah, tugas pokok itu gak selamanya juga akan akan dikerjakan dalam waktu dekat kan yak? Kalau udah terlihat tanggal yang makin membesar dan SPJan yang harus diselesaikan ujung-ujungnya ya ‘berlari-larian’ lagi.

Saat si bos gak ada seperti inilah aku memanfaatkan benar waktu yang ada. Mumpung gak ada tugas tambahan. Mumpung semua tugas tambahan dipending (yang nantinya bakalan memuncak juga pas bos pulang πŸ˜› ) aku bisa fokus bener ngerjain tugas pokok.

Ayoo,, tebak yang mana bos kecil aku? πŸ˜€

Daaann,, menurut aku. Ngerjain tugas dengan fokus tanpa dimintai ini dan itu ternyata menyenangkan loh. Misalnya aja aku tadi ada ngerjain satu proposal. Biasanya, kalau dalam waktu ‘normal’ aku bisa membuat hanya satu proposal sampe seminggu! Dan sekarang? Dua hari udah selesai aja dong :mrgreen:

Dalam dua hari itu ternyata aku gak cuma mengerjakan satu proposal aja. Tapi mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus dan hasilnya menurut aku seh lumayan (dari segi jumlahnya). Jadi aku berfikir loh, betapa menyenangkannya orang yang bekerja sendiri dan memanage waktunya sendiri tanpa harus diperintah oleh atasan. Pasti asyik kan yak!

Tapi, gak selalu gak ada bos itu enak loh ternyata. Misalnya aja ada tugas yang datang dari lintas sektor. Kebanyakan tugas seperti itu memerlukan keputusan dari si bos. Bisa seh kita ngerjainnya sendiri, tapi kalau ada salah atau gimana, ntar yang kena kita sebagai stafnya kan yak?

So, menurut aku seh ada gak ada bos tetep ada enak dan gak nya. Ya kalau emang mau bebas berarti harus punya usaha sendiri kan yak. Gak jadi pegawai atau PNS kayak aku πŸ˜›

Kalau temen-temen blogger. Suka atau gak kalau gak ada si bos?

Solitaire dan Sendiri


Haaaiiiii… Haloooo… Apakabar semuaaa…

Ahak, akhirnya aku ikutan give away ini setelah merenung lamaaaaaa banget πŸ˜› *lebay* soalnya pada dasarnya tema GA ini lumayan sulit buat aku. Biasanya, kalau ada GA yang perlu konsentrasi tinggi aku gak ikutan (ketahuan malasnya -_-” ). Tapi karena keinginan bercuap-cuap lebih besar daripada rasa malas akhirnya tercipta jualah postingan ini :mrgreen:

bakno.com

Kalau denger kata Solitaire, pasti aku langsung teringat dengan games standar di komputer. Ya, soalnya kalau masalah permainan kartu nyata, aku sama sekali gak pernah main permainan ini. Yang aku tahum permainan kartu itu ya 41, hantu, cangkul dan lain sebagainya (sama gak dengan temen-temen blogger? ) Remi seh sering yak denger, tapi aku gak bisa dong maennya *dan gak pernah juga* (iyaaaa… jangan katain aku kuper walaupun emang bener -_-” )

Yang lain pada ngebahas james bond 007, aku sama sekali gak tahu. Ya, tahun berapa noh tuh film? Aku baru ngeh film JB itu jaman-jamannya Daniel Craig yang maen πŸ˜› Jadi solitaire hanya sekedar games komputer di memori otak aku. Dan soal memainkannya aku juga gak begitu sering, seringnya seh kalau lagi bosan di kantor mainnya Spider Solitaire (bedaaaaa kaaaannn yaaakkk?? πŸ˜€ )

Nah, bagaimana dengan mandiri? Hmmmmm…

Jujur, aku gak bisa mendefinisikan kata mandiri dengan gamblang kepada seseorang. Menurut aku, kalau dia bisa hidup sendiri udah dikatakan mandiri. Tapi kalau hidup sendiri tapi masih menelpon orang terdekat tengah malam, atau makan masih mencari di warung terdekat dan selalu minta bantu kalau ada masalah ya itu masih masuk mandiri gak yak?

Kalau aku aja gak bisa mendefinisikan seseorang dikatakan mandiri atau gak, apalagi aku memandang pribadi aku sendiri itu mandiri atau gak ya mana bisa..

Soal ditinggal sendirian di rumah, aku udah sering banget. Ya, paling lama waktu ibu dan bapak pergi haji tahun 2009 lalu. Waktu itu aku hanya tinggal berdua dengan kakak. Mau apapun ya gak bisa minta tolong ibu dong. Jadilah mengerjakan segala sesuatu sendiri mulai dari beresin rumah, mencuci, sampe memasak!

Iya,, walaupun aku masih menggolongkan diri gak bisa masak. Tapi kalau cuma tumis-tumis sayuran dan goreng-goreng sejenis tempe, tahu, ayam, udang ya aku masih bisa dong 8) Apalagi aku ini bosenan kalau harus makan diluar terus. Selain makanannya yang dirasa itu-itu aja, aku juga lumayan kesulitan dulu untuk mencari temen makan malam (ya, kalau siang kan bisa sama-sama temen kampus dulu).

Karena sulit itulah aku jadi terbiasa jika harus makan seorang diri ditempat umum seperti rumah makan gitu. Ada seorang temen kantorku yang bilang kalau dia sama sekali gak bisa makan sendiri di tempat umum. Mending gak usah makan aja sekalian deh! ujarnya. Dia merasa kalau makan sendirian itu akan diperhatikan orang lain dan akan dipandang aneh. Lah, kalau aku mah biasa aja, malahan gampang kan yak kalau mau makan tinggal pesen satu menu dan satu minuman, tunggu bentar, makan, selesai pulang. Gak pake ribet!

Kebiasaan yang bisa aku lakukan sendiri selain makan di tempat umum adalah ke salon dan berbelanja ke swalayan. Bagi aku, ribet kalau udah kesalon rame-rame. Yang namanya salon itukan harus ngantri yak. Kalau kita pergi bertiga aja, yang pertama kali masuk nantinya akan menjadi juru tunggu untuk yang terakhir kali masuk. Bagusan kan jadinya sendiri, gak pake tunggu-tungguan πŸ˜€

Tapi, diantara kemandirian aku untuk pergi sendirian. Aku paling gak bisa jalan ke mall dan nonton bioskop sendiri. Ya, berasa jadi kesepian banget gitu kalau kedua hal itu aku lakuin sendiri. Mending mah aku nonton k-drama aja seharian di rumah sendirian daripada harus nonton bioskop sendiri. Masih ada hari esok kan yak. Saat temen-temen lainnya udah bisa diajak untuk jalan bareng dan nonton bareng πŸ™‚

Sooo,, apakah aku udah mandiri? Dinilai saja deh dari orang-orang sekitar aku. Iya gak? :mrgreen:

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY : Β PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

nb: setelah membaca postingan ini terlihat sekali tulisannya gak kuat banget yak >.<

Negara Dunia Ketiga


Haaaiii,, Halooo,, Apa kabar semuaaa??

Beberapa hari yang lalu, eh beberapa minggu deh (atau bulan?? ) Aaahh, pokoknya udah lama banget dah πŸ˜› aku menonton film yang menceritakan tentang perjuangan seorang warga negara Amerika yang membantu pembuatan rumah penampungan di Afrika. Katanya film ini terinspirasi dari kisah nyata. Udah ada yang pada tahu judul film ini? Yaaaakkk,, bener semua judul filmnya:Β  Machine Gun Preacher *tepuk tangan* :mrgreen:

21 cineplex

Β Film ini bercerita tentang seorang penjahat yang bernama Sam Childers (Gerard Butler) yang ‘bertobat’ kemudian menjadi seorang hampa yang patuh. Diapun kemudian bekerja sebagai tukang disebuah perusahaan kontraktor hingga akhirnya usahanya berhasil dan dia mendirikan perusahaannya sendiri.

Suatu ketika, dia diajak untuk membangun rumah-rumah di Sudan Afrika. Maka perginya Sam untuk melakukan pekerjaannya sambil lebih mendekatkan diri pada agama dengan menolong orang-orang disekitarnya.

Sampai di Sudan, yang dilihat Sam ternyata amatlah mengerikan. Perang saudara dimana-mana dan tidak adanya tempat bernaung anak-anak agar dapat hidup dengan tenang. Maka, saat waktunya sudah habis, Sam-pun pulang ke rumahnya dengan segala rencana yang telah disusunnya di Afrika. Untuk membangun rumah penampungan.

***

Aku gak akan cerita panjang lebar atas film ini. Tapi melihat ceritanya, kalau gak inget ini berasal dari kisah nyata (yang dibuktikan dengan gambar-gambar yang diambil Sam dan keluarganya saat mengunjungi sudan) aku gak akan percaya bahwa ada orang seperti Sam yang rela meninggalkan tempatnya yang nyaman di negaranya untuk menolong orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Dan berfikirlah aku, bahwa jika suatu negara dikunjungi oleh orang dari negara lain, kemudian orang lain itu terenyuh dan membantu negara tersebut bukankah itu termasuk kedalam negara dunia ketiga? Negara yang tidak bisa menuntaskan masalahnya sendiri sehingga ‘perlu’ bantuan orang dari negara lain. Seperti Sudan ini? Aaah,, kasian sekali Sudan itu yak πŸ˜›

Tapiiiii,,, kemudian aku menonton tayangan Kick Andy yang berjudul: KU TAMBATKAN HATI DI INDONESIA. Dalam episode ini, Andy F Noya mengundang 4 narasumber yang merupakan warga asing dan menetap di Indonesia, karena kata terenyuh itu keluar. Kemudian akupun berfikir, apakah Indonesia mirip dengan Sudan yang dibantu oleh WNA karena tidak mampu lagi menolong masyarakatnya sendiri?

kickandy.com

Contohnya adalah Andre Graff, seorang WN Perancis yang jatuh cinta pada Indonesia di Wora-Woru, Waikabubak, NTT. Dia jatuh cinta kepada daerah ini karena daerah ini gak mempunyai sumber air bersih! Jadi, diapun dengan usaha kerasnya membangun sumur-sumur air bersih dari hasil uang pribadinya sendiri yang awalnya dikatakan pekerjaan bodoh oleh warga sekitar. Tapi hasilnya? Sekarang beta sudah punya air bersih toh πŸ˜€ *pengaruh iklan*

Bangga, sekaliguh miris juga. Bangga karena ternyata banyak warga negara asing yang mencintai negeri ini lebih dari negeri tempat lahirnya sendiri. Namun miris melihat kenyataan kenapa mereka bisa sampe ke sasar disini kalau bukan kenyataan bahwa negara ini masih bermasalah? Atau lebih lagi kalau negara ini masih masuk kategori negara dunia ketiga?

Ya, negara ini masih membangun. Negara ini masih banyak perlu belajar. Mudah-mudahan, negara ini akan terus maju hingga akhirnya gak ada lagi WNA yang mencintai Indonesia karena kemirisannya tapi mencintai Indonesia karena keindahannya kan yak πŸ™‚