Persiapan Liburan Musim Gugur ke Korea


Haaaiiii, haaalllooo.. Apakabar semuanya.

Gak terasa ya, akhirnya tiket yang telah dibeli dari 11 bulan yang lalu dan telah ditunggu-tunggu selama ini dipake juga 😀 Kalau gak ada halangan yang berarti, tanggal 28 Oktober ini aku, si K dan si abang suami bakalan berangkat ke Busan *yeaah* :mrgreen:

Perjalanan kita kali ini akan memakan waktu 10 hari dari pergi sampe pulang lagi. Yang awalnya dijadwalkan pergi hari jum’at dimajukan dong jadi hari Sabtu. Kenapa? Karena jadwal pesawat kita dimundurkan sama Air Asia sehingga kita punya dua pilihan: mau dicancel (yang gak mungkin lah yak :P) atau mau diatur ulang jadwal keberangkatannya. Ya tentu aje kita atur ulang dong, jadilah kita majuin jadwal keberangkatannya jadi hari sabtu, lumayan jadi nambah 1 hari di koreanya kan yak :mrgreen:

Perjalanan ke korea kali ini adalah perjalanan pertama kita sekeluarga di mana perbedaan cuacanya sangat mencolok antara Korea dan di Pontianak. Perjalanan ini juga perjalanan pertama keluarga kita yang pake visa-visaan (kalau visa Shenzhen gak dihitung). Tentu persiapannya jadi berbeda dong yak dengan perjalanan kita selama ini yang hanya berkisaran di Asia Tenggara aja. Maka, selain membuat itinerary yang selalu kita laksanakan, kita juga membuat beberapa persiapan untuk meminimalisir kesalahan kita pas di korea ntar. Persiapan utama yang kita lakukan pada perjalanan ini tentu berfokus pada perlengkapan pakaian dan urusan visa.

Untuk persiapan liburan kali ini, keluarga kita juga mendapatkan kendala dibeberapa hal. Seperti si K yang tiba-tiba kena DBD dan demam pada H-2 minggu keberangkatan. Si abang yang sibuk banget gak ketulungan sebelum liburan di mulai. Dan si Irni yang parno mempersiapkan semuanya 😛

So, ini adalah beberapa persiapan yang kita lakukan untuk memaksimalkan liburan kita kali ini:

Pakaian Musim Gugur

Ini Goblin settingannya pas musim gugur kan yak? Kok ya tapi ada beberapa adegan pemeran wanitanya cuma pake rok mini doang? Tahan gitu? >.<

Soal pakaian ini aku sendiri maju mundur cantik persiapannya. Pas dicek suhu udara di Korea pas kita datang nanti berkisar diantara 10-1 derajat. Awalnya nekat gak mau beli baju khusus. Pake yang ada aja, asal lengan panjang kayaknya aman deh. Si K juga kita niatnya cuma dibekalin sama kaos dalam yang sama kalau dipake ke sekolah dan beberapa kaos lengan pendek kalau kira-kira cuaca dingin sebagai pakaian dalamnya.

Kemudian ada salah satu postingan di Group Facebook Backpacker Dunia yang menshared perjalanannya ke Korea pada tahun 2016 di mana jadwalnya persis bener dengan kita: akhir oktober – minggu kedua Nopember.

Aku langsung japri dong orangnya untuk memastikan bahwa kami gak perlukan segala macam perlengkapan baju yang ngejelimet itu? Apalagi kalau sampai perlu beli Longjohn. Eyalah si mbaknya jawab bahwa dia pake longjohn dan cuacanya sangat dingin untuk tanggal segitu. Apalagi kita ini anak tropis banget (yang kalau hujan disuhu 20 derajat udah kedinginan 😛 ) dan bawa anak, jadi dia sangat sarankan untuk kita beli longjohn saja biar aman.

Markadit, jadilah kita balik arah soal pakaian ini. Karena gak berani ambil resiko, kita beli longjohn deh jadinya. Awalnya pengen beli lewat website aja. Tapi kok mahal bener 😥 Akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Kuching dan beli di sana aja dengan harga yang jauh lebih murah.

hasil sebagian belanja si abang suami di Kuching

This slideshow requires JavaScript.

Ini sebagian perlengkapannya. Gak tahu deh ini lebay atau gimana. Kok ya kayak persiapan musim dingin aja. Terus kalau aku lihat foto-foto orang kok ada yang masih pake rok pendek dengan atasan syal aja gitu. Hmm, kita lihat nanti deh yak, apakah ini berendelan bakalan kepakai atau gak. Kalau gak ya berarti harus pergi ke Jepang pas musim dingin aja biar gak mubazir perlengkapannya yang udah dibeli 😛

Pengurusan Visa

Dari awal aku memang maunya untuk membuat visa ini menggunakan travel agent aja. Membayangkan untuk mengajukan visa aja harus ke Jakarta itu ribet aja. Belum lagi harus mengeluarkan biaya pesawat bertiga yang tentu harganya jauh lebih mahal daripada tiket ke Singapore >.< belum lagi penginapannya. Apalagi kalau udah sampai di Jakarta gak mungkin kan yak kita cuma datang ke kedutaan aja terus pulang?

Etapi kok si abang semangat banget mau pergi ke Jakarta untuk ngurus sendiri. Aku bilang aja dia yang pergi aja sendiri ngurusin kita bertiga :P. Akhirnya gak mau juga dia, hahahaha.

Setelah mencari-cari travel agent mana yang bakalan kita pake jasanya untuk membuat visa ini, dipilihlah Dwidaya tour Pontianak. Alasannya seh karena mereka adalah travel agent besar di mana berkantor pusat di Jakarta dan review orang selama ini baik semua. Setelah tanya-tanya di dapat deh apa-apa syarat pengajuan visanya.

Ini dia persyaratan visa korea yang aku dapat dari travel agent Dwidaya Tour di Pontianak.

South Korea

Embassy Location

Address Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 57-58, Kuningan – Jaksel 12930
Phone (+62 21) 29672580
Fax (+62 21) 525 4159
Office Hours 09.00 – 12.00

 INFO :  Mulai tanggal 17 Oktober 2016,proses Visa Korea

              wajib melampirkan SPT Pph21.

              Jika tidak memiliki SPT Pph21 wajib melampirkan

              surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000.

 Mulai tanggal 21 Maret 2017 proses pembuatan visa menjadi 6 hari

 kerja (tidak terhitung hari penyerahan visa,akhir pekan dan libur 

 Nasional Indonesia – Korea). Pihak kedutaan tidak akan 

 bertanggung jawab terkait dengan rencana keberangkatan

 pemohon visa.

 Kedutaan korea libur tanggal 15 Agustus dan 17 Agustus 2017

 

Untuk download formulir terbaru :

www.mofa.go.kr

Visa Prices & Procedures

Type of Entrance Price
Procedures
Single

Double

Multiple-Kilat

Student (Stay >90 days)

Student

Rp 650.000

Rp. 1.125.000

Rp.1.400.000

Rp. 975.000

Rp. 675.000

7-10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7-10  Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

3-5 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 -10 Hari Kerja ( Tergantung Kedutaan )

7 – 10 Hari kerja (Tergantung Kedutaan)

*Prices are subject to change without prior notice

Processing Requirements

  1. Passport masa berlaku 7 bulan + Paspor lama
  2. Pas Foto berwarna 4 x 6 = 2 lembar background putih
  3. Fotocopy bukti keuangan rekening atau tabungan dan ada stamp bank. Bagi yang proses visa korea multiple (untuk bisnis/Tour Leader) harus melampirkan tabungan pribadi selain perusahaan.
  4. Surat Referensi Bank (jika diperlukan/bagi paspor baru dan belum ada visa lainnya)
  5. Surat Sponsor dari perusahaan (Bahasa Inggris)
  6. Fotocopy SIUP (jika pemilik)
  7. Fotocopy KK
  8. Fotocopy Akte Nikah
  9. Fotocopy Akte Lahir (anak)
  10. Fotocopy Kartu pelajar/surat ketrerangan sekolah
  11. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  12. Fotocopy SPT (PPH 21) WAJIB melampirkan SPT Pph21 tanpa kecuali,jika tidak memiliki SPT Pph21,buat surat pernyataan dalam bahasa Inggris diatas materai 6000. Untuk anak sekolah pakai SPT orang tua,istri tidak memiliki SPT dapat melampirkan SPT suami.
  13. Bagi istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami,  bagi anak yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua
  14. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Note :

* Persyaratan terbaru SPT berlaku untuk FIT/Group dan Incentive.
* Jika applicant memiliki visa Korea (2-3 kali dalam 2 tahun) dan Amerika, Eropa, Canada, Jepang,     Inggris, New Zealand, Australia dapat mengajukan visa multiple 5 tahun.
* Visa Korea yang masih berlaku di paspor lama bisa di bawa dengan paspor baru saat keberangkatan

Update :  03/08/17

***

Aku bahas di sini poin-poinnya aja kali yak.

  1. Kalau soal passport seperti biasalah ya. Kalau punya passport lama yang lebih banyak capnya dan punya beberapa visa di dalamnya lebih baik diikut sertakan juga. Aku sendiri passport lama aku gak ada >.< Jadi cuma dikasih passport yang baru.

  2. Pass foto kalau di wilayah Pontianak aku saranin ke Jambore Photo Studio aja, karena mereka paling paham deh urusan pass foto untuk visa ini. Kemaren agak bingung karena ada yang ukurannya pake centimeter, tapi Dwidayanya bilang gak kok, yang bener 4×6 ya kita ikut aja.

  3. Kalau untuk bukti keuangan aku pakenya rekening koran dan minta referensi bank untuk pembuatan visa dengan bahasa Inggris. Aku buatnya di BNI sama BPD Kalbar. Keduanya udah ngerti tanpa dicontohin lagi. Lama buatnya biasanya 1 hari kerja.

  4. Surat sponsor ini sebenarnya lebih menekankan, bahwa kita ini adalah karyawan mereka dan pasti balik lagi ke Indonesia. Jadi harus ada kalimat berbau itu seh.

  5. Karena aku PNS, jadi SIUP aku ganti dengan SK Golongan terakhir yang ditandatangani oleh Walikota.

  6. Untuk SPT aku pake e-filling dan SPT manual. Entah yang mana yang bener.

  7. Untuk surat-surat lainnya menyesuaikan aja. Yang pasti setiap orang disiapkan satu rangkap surat menyuratnya. Misal akukan perginya bertiga, jadi semuanya itu rangkap 3.

  8. Untuk tiket pesawat harus melampirkan tiket PP dari tempat asal ke tempat asal. Misal aku melampirkan tiket Pontianak – KL – Busan – Seoul – Kota Kinabalu – KL – Pontianak (muter-muter ya rutenya 😛 )

Aku masukin berkasnya hari selasa tanggal 3 Oktober dan diperkirakan bakalan dapat visanya tanggal 23 Oktober. Pas aku cek seh udah diapproved, tinggal terima fisiknya aja neh!

Status Visa Korea. Yeaayy 😀

Aah, udah gak sabar banget mau ke Korea :mrgreen: Temen-temen di sini ada yang udah ke Korea? Ada rekomendasi tempat makan halal yang menarik?

 

Advertisements

Curhatan Blogger “Tua”


Karena saya ngeblog itu tidak punya niche, bahkan model lifestyle blogger sekalipun – NIEE

disclaimer : postingan ini hanya pendapat pribadi yak, jadi jangan dipusingin, apalagi dibaperin :P
sumber : MakeUsOf

Suatu ketika, si Niee rada mati gaya dengan list blog walking yang dipunyainya sekarang. Aku itu masih berkutat dengan list lama yang aku subcribe di email. Sampai hari ini, blog yang aku selalu buka itu adalah blognya Mas Arman, Zilko, Mbak Bebe, Teh Erry, Mbak Nonik, Om NH, Bunda Monda, Ais, Mama Hilsya, Hani, Mbak Nella dan temen-temen blogger lainnya yang rata-rata udah berteman dan saling BW di blog lebih dari 5 tahun tapi intensitas ngeblognya udah berkurang jauh (termasuk aku sendiri) kecuali si Zilko 😛

Aku inget dulu pertama kali nulis di blog sekarang tahun 2009 itu gak ada pengunjungnya sama sekali. Kemudian, ada seorang temen SMA yang posting Indonesia Matters di Tumblr, yang memperlihatkan urutan ranking blog-blog di Indonesia. Ranking pertama itu blognya Diana Rikasari yang mau lo kunjungi ribuan kali juga gak akan dia kunjungan balik :P, dan ranking kedua adalah Blognya Om NH. Jadilah aku berkunjung ke blognya dan mulai kapan gitu berani berkomentar dan mendapatkan kunjungan balasan. Wuiihh, senengnya kebangetan 😛 Dapat blognya Mas Arman juga dari Indonesia Matters itu dan kok ya orangnya ramah bener, komennya ratusan masih mau ngebalas BW ke blog aku yang komennya 1-2 aja :mrgreen: Dan berlanjutlah ke blog-blog lainnya yang aku dapat dari link komentar di blog-blog yang aku kunjungi.

Zaman dulu rasanya masih susah nyari komunitas blogger yang terbuka. Maksudnya komunitas ada, tapi cuma untuk kalangan terbatas aja, jadilah aku gak ikut komunitas apapun. Walaupun gak ikut komunitas tapi ngeblog dan blog walking itu menyenangkan banget menurut aku. Tidak ada blog yang berniche kecuali lo udah jadi seleb blogger sebangsa Diana Rikasari. Temen-temen blogger itu udah kayak jadi akrab banget, karena dengan membaca blognya kita jadi tahu keluarganya, kita jadi tahu kebiasaannya, kita jadi tahu perkembangannya. Semacam blognya mas Arman itu aku ngikutinnya dari Mas Arman cuma punya Andrew, terus Mbak Ester hamil Emma dan sekarang Emma udah SD aja. Atau blognya Zilko dari dia baru datang ke Belanda dan kuliah di TU Delft sampe dia bekerja di industri sekarang. Dan Mbak bebe yang dari dia belum punya anak, sampai kita hamilnya berbarengan dan dia duluan punya anak kedua 😀 Atau bahkan Mbak Nella yang aku tahu dia mendapatkan jodohnya yang sekarang itu dari online dating ya karena cerita di blog.

Proses ngeposting dan membaca blog orang lain itu mengalir dengan sendirinya. Aku ngeblog karena nyaman dan aku blog walking itu juga karena nyaman. Karena rindu membaca perkembangan temen-temen blogger yang aku punyai. Aku senang membaca “perkembangan hidup” temen-temen blogger bertahun-tahun lamanya. Sampai sekarang, aku tidak pernah bosan membaca blog-blog yang aku sebutkan di atas walaupun karena kesibukan aku sekarang kadang aku tidak membuat komentar disetiap postingannya.

Jika dibandingkan, dulu list blogwalking aku jumlahnya bisa puluhan. Entah karena apa banyak diantaranya sudah tidak ngeblog lagi. Dan ada yang masih bertahan ngeblog karena beberapa lama tidak saling berkomentar jadi putus hubungan dan aku sendiri lupa url blog mereka. Duh! >.< Karena ingin memperbanyak teman lagi mulailah beberapa bulan belakangan ini aku ikut komunitas sana sini. Mencari blog-blog yang bisa kujadikan “teman” seperti blog-blog sebelumnya. Walaupun gak satu komunitas, walaupun gak bakalan pernah ketemu, dan walaupun gak ada target apa-apapun untuk saling blogwalking atau membubuhkan komentar.

TAPI KOK AKU GAK KETEMU YAK!

Dihampir setiap komunitas yang aku masuki, banyak dari blognya adalah blog semi profesional yang bicara soal SEO, DA/PA, HTML dan banyak istilah bloging lainnya yang sebenarnya aku tahu apa itu (secara lulusan IT gini loh :P) tapi aku gak mau tahu tentang urusan seperti itu untuk blog aku. Yang isinya ngasih tips bermacam-macam dengan seribu tema tapi berasa satu = HAMPA.

Iya, kok ya aku hampa banget ya baca blog semuanya. Walaupun temanya bermacam-macam dengan tulisan yang rapi wah dan berkesan, tapi aku tetap berasa hampa. Pencarian aku untuk mencari “teman blog” sampai sekarang rasanya gagal. Gak ada lagi Susah sekarang blogger yang dengan suka hati membagikan ceritanya tanpa memerdulikan kunjungan atau traffic blog. Hampir semua ingin menjadikan dirinya blogger profesional. Walaupun gak menutup mata kalau profesi blog sekarang memang sangat menggiurkan. Penghasilannya bahkan mengalahkan orang yang kerja di kantoran. Tapi bahkan ada satu kali aku menemukan blog yang ngeblognya baru mulai April 2017 tapi udah ngomong monetize blog! Ketika itu aku berasa blogger tua. Blogger yang gak mau ikut perkembangan zaman. Blogger yang kalau blog dan postingannya dilihat sama blogger zaman now mungkin langsung kebingungan, ini blog apaa seh, kok jelek banget isinya 😛

Kadang, aku jadi rindu dengan temen-temen blog aku jaman dulu. Apa kabar ya si Pitsu? Udah punya anak berapa dia? Masih ngeblog gak ya? Atau si Titi yang tadi pagi aku buka blognya udah lumutan postingan terakhir di tahun 2014 >.< Mbak Thia si dokter gigi juga apa kabarnya ya? Mbak reni di Jawa timur juga! Deva mana deva! Atau sama divia yang kayaknya sibuk ngasuh anak, atau dhenok yang ketemu cuma di FB dan Instagram.

Hallo semua, gak kangen ngeblog lagi? Ngerusuh lagi di komentar? Aku kok kangen >.<

[Cerita K] Masa-masa Kiddy 2 – Term 1


Masa-masa Kiddy 2 Katniss di sekolah

Kalau lihat-lihat aku belum pernah cerita tentang si K selama dia udah tiga bulan ini di sekolah ya. Niatnya aja dulu kalau anaknya udah sekolah bakalan rajin-rajin posting yak, tapi kenyataannya males juga 😛 Keseringan posting di instagram dan facebook kayaknya, hahaha.

Nah, mumpung ada waktu dan kesempatan, mari kita cerita-cerita tentang si K selama tiga bulan ini di sekolah maupun di rumah.

Sekolah si K itu kurikulumnya dibagi per term yang setahunnya dibagi menjadi 4 Term. Akhir september kemaren seharusnya menjadi akhir dari Term 1 di sekolah sekaligus pembagian report untuk Term 1 tersebut. Tapi karena si K masuk rumah sakit minggu lalu karena DBD, jadilah aku nerima reportnya baru hari Rabu kemaren.

"We are delighted to have Katniss in this term. Katniss is an enthusiast learner who shows confidence and curiosity in everything she does. She is able to do most of the activities independently and adapt well at school. Katniss mesmerizes us with her ability in doing most ectivities without the teacher's help and doing a gread job in her fine motor skills area." - General Remark from Teacher, Term 1

Pada dasarnya inti memasukkan si K ke playgroup ini adalah untuk dia bisa bersosialisasi dan mempunyai aktivitas yang positif seperti yang menjadi pertimbangan aku sebelumnya. Karena salah emaknya ini si K rada keseringan bermain gadget buat nonton yutub. Nah, semenjak sekolah ini waktu bermain gadgetnya secara otomatis berkurang jauh. Kalau ada kemampuan lebih dari dia bersekolah aku anggap itu bonus aja. Pokoknya aku gak pernah nyuruh si K buat belajar di rumah (kecuali untuk ngaji yang aku rada tekankan banget untuk dia bisa serius). Nanti aja belajarnya kalau udah SD 😛

Yang sering aku lakuin pada si K adalah mengajaknya untuk aktif bercerita apa aja kegiatan dia selama di sekolah tadi pagi. Ini juga maksudnya untuk menstimulasi si K biar terbiasa bercerita keseharian dia dengan emaknya ini. Awalnya aku sering bertanya apa yang diajari di sekolah. Dari yang ceritanya asal-asalan, sampai cerita beneran hingga kadang kalau aku lupa tanya dia cerita sendiri. Ada gitu suatu malam pas kita mau bobo dan udah baca doa tidur dia tiba-tiba bilang “Oh iya, katniss belum cerita ke mama tadi di sekolah” jadilah kita berdua gak jadi bobo dan cerita panjang lebar tentang sekolah dan teman-temannya.

[Cerita K Hari Ini] Dari semua report segabreg yang diberikan di sekolahnya, cuma satu hal yang K excited banget pas buka activity bagnya. Apalagi kalau bukan foto dia bersama temen sekelasnya. . Menurut penurutan Missnya waktu menjelaskan report si K, K ini sudah mengenal semua nama temen temennya. Tapi kalau di rumah dia suka bilang tidak tahu kalau ditanya nama temen-temennya 😣 . Hanya satu temen yang secara konsisten sering diceritainnya, si A. Pas lihat foto ini si K juga langsung nunjuk si A dengan lantang. . Sayangnya A barusan pindah sekolah ke Jakarta. Dan setiap diceritain si K rada gak terima. Bahkan dia pernah minta gak usah ke Korea aja, tapi ke Jakarta aja ketemu si A 😓 . Semoga sekolah si K ini menjadi kenangan yang berkesan ya K. Karena sesungguhnya emaknya ini gak terlalu pusing soal pelajarannya, toh dia masih preschool aja. Yang penting pengalaman bersama teman-temannya. . #katniss #katnissaurea #kibuw #school #friends #schoolfriends #3yo

A post shared by Irni (@iirni) on

Soal temannya beda lagi. Si K ini sangat sulit untuk menjawab nama teman-temannya di sekolah kalau aku tanya. Biasanya jawabnya gak tahu, gak kenal. Padahal, menurut gurunya, si K ini adalah anak yang paling cepat menghapal nama teman-teman dan gurunya di sekolah. Aku gak kaget seh sebenarnya, soalnya dia pernah berkata “Kalau di rumah tuh salah-salah ma, kalau di sekolah baru benar” ketika aku bertanya sesuatu 😆

Hasil si K mewarnai di sekolah
Secara keseluruhan, sesuai dengan catatan gurunya yang aku petik dari report termnya di atas, si K gak ada masalah yang terlalu berarti di sekolah. Bahkan dia sering menjadi sukarelawan untuk maju ke depan kelas kalau miss nya bertanya (ini alasan sebenarnya seh karena awalnya dia iri temennya dapat stamp (setiap anak yang jawab bener dikasih stamp sama gurunya) sedangkan dia gak, jadilah dia pengen juga dapat stampnya 😛 ). Dan ada beberapa pertanyaan yang belum diajarkan di sekolah dan ditanyakan si K bisa menjawabnya. Padahal di rumah mah boro-boro, mau jawab aja udah syukur 😛

Hanya beberapa kelakuan si K yang masih rada ajaib di sekolah seperti selalu gak mau masuk ke sekolah kalau Miss nya gak jemput di depan pintu masuk! Nah loh >.< Mudah-mudahan di Term 2 ini gak minta jemput lagi ya K!

***

Selain perkembangan soal sekolah, ada dua hal besar lagi yang terjadi di K selama 3 bulan ini. Yang pertama adalah si K sejak 2 bulan lalu sudah tidak lagi minum susu formula!

Awalnya seh karena si K bolak balik pilek mulu (tanpa disertai dengan demam). Jadilah kita ke DSA menanyakan hal tersebut. Karena bingung DSAnya menyuruh kita untuk memberhentikan susu formulanya. Kita seh nurut aja, sambil ikhtiar minum air bioglass.  Karena kita tahu pasti bahwa susu formula itu juga gak ada pengaruhnya ke tubuh dan ke otak. Pandai-pandai iklan aja soal DHA dan A-A lainnya 😛 Si K selama ini kita kasih susu formula selepas asi diumur 2 tahun 7 bulan ya karena kebiasaan orang tua aja >.<

Eyalah Alhamdulillah semenjak kita berhentikan susu formulanya pilek si K berangsur-angsur membaik, ya udahlah kita teruskan aja. Walaupun rada diprotes sama orang tua. Bahkan disarankan untuk kasih susu soya lah, apalah-apalah. Tapi aku masih kekeuh bahwa si K gak perlu lagi minum susu formula apapun. Kadang kalau anaknya pengen susu paling kita belikan milo itu aja anaknya udah seneng 😛

Perkembangan yang kedua adalah akhirnya si K lulus toilet training! Hah? Baru lulus Niee? Hahahaha. Ok sebenarnya si K udah gak pake diapers semenjak umurnya 2 tahun 1 bulan. Untuk urusan BAK si K udah lancar banget semenjak saat itu. Bahkan setelah beberapa bulan diajarkan dia gak lagi ngompol saat malam hari kecuali kalau dia ketiduran sebelum pipis dulu ke toilet.

Nah, yang bermasalah itu adalah untuk BABnya. Entah mengapa dia paling gak mau disuruh BAB di toilet. Selalu maunya dibalik pintu! Yang otomatis BAB dicelana dong yak. Awalnya aku biarin, tapi lama kelamaan kok ya jadi nyebelin >.< Bolak balik aku suruh ke toilet anaknya gak mau. Kadang kalau aku udah keras nyuruhnya anaknya malah nangis dan beberapa hari gak BAB karena males >.<

Setelah aku bolak balik ngomongkan yang kadang ngancem-ngancem juga akhirnya mau juga dia BAB ke toilet. Awalnya belum lancar masih bolak balik toilet dan celana. Beberapa minggu ini udah lebih konsisten, tapi menurut penuturan mbahnya pas aku kerja masih gak mau ke toilet. Jadilah aku omongin lagi. Akhirnya dua mingguan ini secara konsisten si K udah BAB di toilet dan gak pernah dicelana lagi. Mudah-mudahan untuk seterusnya ya K!

Bye!