Curhatan Blogger “Tua”


Karena saya ngeblog itu tidak punya niche, bahkan model lifestyle blogger sekalipun – NIEE

disclaimer : postingan ini hanya pendapat pribadi yak, jadi jangan dipusingin, apalagi dibaperin :P
sumber : MakeUsOf

Suatu ketika, si Niee rada mati gaya dengan list blog walking yang dipunyainya sekarang. Aku itu masih berkutat dengan list lama yang aku subcribe di email. Sampai hari ini, blog yang aku selalu buka itu adalah blognya Mas Arman, Zilko, Mbak Bebe, Teh Erry, Mbak Nonik, Om NH, Bunda Monda, Ais, Mama Hilsya, Hani, Mbak Nella dan temen-temen blogger lainnya yang rata-rata udah berteman dan saling BW di blog lebih dari 5 tahun tapi intensitas ngeblognya udah berkurang jauh (termasuk aku sendiri) kecuali si Zilko πŸ˜›

Aku inget dulu pertama kali nulis di blog sekarang tahun 2009 itu gak ada pengunjungnya sama sekali. Kemudian, ada seorang temen SMA yang posting Indonesia Matters di Tumblr, yang memperlihatkan urutan ranking blog-blog di Indonesia. Ranking pertama itu blognya Diana Rikasari yang mau lo kunjungi ribuan kali juga gak akan dia kunjungan balik :P, dan ranking kedua adalah Blognya Om NH. Jadilah aku berkunjung ke blognya dan mulai kapan gitu berani berkomentar dan mendapatkan kunjungan balasan. Wuiihh, senengnya kebangetan πŸ˜› Dapat blognya Mas Arman juga dari Indonesia Matters itu dan kok ya orangnya ramah bener, komennya ratusan masih mau ngebalas BW ke blog aku yang komennya 1-2 aja :mrgreen: Dan berlanjutlah ke blog-blog lainnya yang aku dapat dari link komentar di blog-blog yang aku kunjungi.

Zaman dulu rasanya masih susah nyari komunitas blogger yang terbuka. Maksudnya komunitas ada, tapi cuma untuk kalangan terbatas aja, jadilah aku gak ikut komunitas apapun. Walaupun gak ikut komunitas tapi ngeblog dan blog walking itu menyenangkan banget menurut aku. Tidak ada blog yang berniche kecuali lo udah jadi seleb blogger sebangsa Diana Rikasari. Temen-temen blogger itu udah kayak jadi akrab banget, karena dengan membaca blognya kita jadi tahu keluarganya, kita jadi tahu kebiasaannya, kita jadi tahu perkembangannya. Semacam blognya mas Arman itu aku ngikutinnya dari Mas Arman cuma punya Andrew, terus Mbak Ester hamil Emma dan sekarang Emma udah SD aja. Atau blognya Zilko dari dia baru datang ke Belanda dan kuliah di TU Delft sampe dia bekerja di industri sekarang. Dan Mbak bebe yang dari dia belum punya anak, sampai kita hamilnya berbarengan dan dia duluan punya anak kedua πŸ˜€ Atau bahkan Mbak Nella yang aku tahu dia mendapatkan jodohnya yang sekarang itu dari online dating ya karena cerita di blog.

Proses ngeposting dan membaca blog orang lain itu mengalir dengan sendirinya. Aku ngeblog karena nyaman dan aku blog walking itu juga karena nyaman. Karena rindu membaca perkembangan temen-temen blogger yang aku punyai. Aku senang membaca “perkembangan hidup” temen-temen blogger bertahun-tahun lamanya. Sampai sekarang, aku tidak pernah bosan membaca blog-blog yang aku sebutkan di atas walaupun karena kesibukan aku sekarang kadang aku tidak membuat komentar disetiap postingannya.

Jika dibandingkan, dulu list blogwalking aku jumlahnya bisa puluhan. Entah karena apa banyak diantaranya sudah tidak ngeblog lagi. Dan ada yang masih bertahan ngeblog karena beberapa lama tidak saling berkomentar jadi putus hubungan dan aku sendiri lupa url blog mereka. Duh! >.< Karena ingin memperbanyak teman lagi mulailah beberapa bulan belakangan ini aku ikut komunitas sana sini. Mencari blog-blog yang bisa kujadikan “teman” seperti blog-blog sebelumnya. Walaupun gak satu komunitas, walaupun gak bakalan pernah ketemu, dan walaupun gak ada target apa-apapun untuk saling blogwalking atau membubuhkan komentar.

TAPI KOK AKU GAK KETEMU YAK!

Dihampir setiap komunitas yang aku masuki, banyak dari blognya adalah blog semi profesional yang bicara soal SEO, DA/PA, HTML dan banyak istilah bloging lainnya yang sebenarnya aku tahu apa itu (secara lulusan IT gini loh :P) tapi aku gak mau tahu tentang urusan seperti itu untuk blog aku. Yang isinya ngasih tips bermacam-macam dengan seribu tema tapi berasa satu = HAMPA.

Iya, kok ya aku hampa banget ya baca blog semuanya. Walaupun temanya bermacam-macam dengan tulisan yang rapi wah dan berkesan, tapi aku tetap berasa hampa. Pencarian aku untuk mencari “teman blog” sampai sekarang rasanya gagal. Gak ada lagi Susah sekarang blogger yang dengan suka hati membagikan ceritanya tanpa memerdulikan kunjungan atau traffic blog. Hampir semua ingin menjadikan dirinya blogger profesional. Walaupun gak menutup mata kalau profesi blog sekarang memang sangat menggiurkan. Penghasilannya bahkan mengalahkan orang yang kerja di kantoran. Tapi bahkan ada satu kali aku menemukan blog yang ngeblognya baru mulai April 2017 tapi udah ngomong monetize blog! Ketika itu aku berasa blogger tua. Blogger yang gak mau ikut perkembangan zaman. Blogger yang kalau blog dan postingannya dilihat sama blogger zaman now mungkin langsung kebingungan, ini blog apaa seh, kok jelek banget isinya πŸ˜›

Kadang, aku jadi rindu dengan temen-temen blog aku jaman dulu. Apa kabar ya si Pitsu? Udah punya anak berapa dia? Masih ngeblog gak ya? Atau si Titi yang tadi pagi aku buka blognya udah lumutan postingan terakhir di tahun 2014 >.< Mbak Thia si dokter gigi juga apa kabarnya ya? Mbak reni di Jawa timur juga! Deva mana deva! Atau sama divia yang kayaknya sibuk ngasuh anak, atau dhenok yang ketemu cuma di FB dan Instagram.

Hallo semua, gak kangen ngeblog lagi? Ngerusuh lagi di komentar? Aku kok kangen >.<

Advertisements

40 thoughts on “Curhatan Blogger “Tua””

  1. Di wordpress.com masih banyak kok bloger yang suka2. Nggak perlu jauh-jauh soalnya klo udah self host rata2 ya maunya jadi profesional. Klo tentang cerita keseharian di wordpress.com banyak sekali. Cuma frekuensi updatenya ya nggak mungkin sama seperti masa keemasan di 2009-2010.

    1. iya. dulu temen temen emang rata rata pada di wordpress com atau blogger com yang gak self host. Tapi link ke sananya aku belum dapat dan belum menu seh yang pas buat dibaca.

  2. Dari beberapa blog yg Niee sebutin, aku follow Mas Arman, Mba Bebe, n Zilko. Aku sukaa banget baca cerita2 keluarga gitu kaya blognya Mas Arman, Mba Bebe, Niee, Mba Rika, Mba Punyade dll. Kebanyakan blogger sekarang malas ngeblog ttg anak karena privacy juga kali ya Niee. Tau sendiri di Indonesia apalagi di Jakarta ini rawan banget Niee, jadi mungkin itu juga jadi salah satu alasan mereka enggan cerita2.. Contohnya kaya blognya Mamak Sondang n Kak Feli yg akhirnya diprivate..

    1. Iya ya Anin, mungkin juga karena privasi. Tapi yang aku lihat dari dulu orang juga udah ngomongkan privasi kok yak. Tinggal diakalin aja jangan sampai nyebutin alamat rumah atau alamat sekolah aja udah bisa menutupkan jalan tindak kriminal. Jadi mungkin aku rasa bukan itu alasannya. Tapi emang era blogging tentang kehidupan pribadi udah meredup dan mungkin lama-lama bakalan hilang.

      Tapi aku mikirnya, blog itukan emang wadah pribadi yak. Kalau gak dipertahankan seperti itu mungkin bakalan cepet punahnya. Tergerus dengan media lainnya kelak.

  3. Hehehhe….iyaaa, sekarang banyak banget yang kayaknya udah gak aktif lagi ya. Sedih juga. Aku juga mulai males ngeblog. Tulisan sekarang beneran dipaksain supaya tetap ngeblog.

    1. Makanya aku lagi nyari “penggantinya” mbak. Tapi ya itu tadi, gak nemu.

      Aku pribadi juga udah jarang ngeposting seh. Jadi gak nyalahin orang yang berhenti ngeblog juga. Karena untuk tetap ngeblog dengan gaya seperti ini emang susah >.<

    1. Hahahaha, aku juga ada beberapa postingan pesanan mbak. Cuma ya itu intensitasnya gak tinggi, jadi gak terlalu berasa. Masih blog abal-abal lah istilahnya πŸ˜›

  4. Efek snowballing kan ya Niee. Berita blogging bisa bikin “sukses” (dalam segi materi) tentu menarik perhatian orang-orang lain yang mulai blogging dengan tujuan yang sama. Akibatnya, demografi populasi bloggers-nya jadi berubah kan. Mungkin ini yang kamu amati, dimana proporsi blogger yang blogging dengan tujuan komersil meningkat.

    1. Dulu yang aku lihat, orang yang ngeblog untuk mencari materi adalah blogger yang punya banyak blog. Mereka nulis apapun sana sini, TAPI mereka bakal punya 1 blog pribadi yang gak ada sangkut pautnya dengan blog penghasil uang itu.
      Nah, kalau sekarang beda. Blog pribadi itulah yang dijadikan ladang pencarian penghasilan. Jadi gak berasa blog pribadi lagi kalau gitu kan yak.

  5. iya nih… semakin kesini semakin susah nyari temen blog yang cocok ya nie… kebanyakan emang pada blog nya terlalu ‘serius’ kali ya buat selera kita. hahaha.

    sayang emang temen2 blog yang dulu2 udah pada menghilang. om NH juga udah jarang banget update ya… hehehe

    1. Bener banget mas, susah bener cari blog remeh temeh tapi menyenangkan selevelan kita ini. Yang cerita kalau kemaren kalau anaknya jatoh dari tempat tidur atau pipis di celana di mall, hahahaha *inget sama cerita emma*

      Iya neh, om NH juga udah jarang ngeposting lagi. Dan kalaupun temen blogger lama yang aku follow terlalu sering posting berbayar lama-lama juga aku gak baca lagi blognya >.<

  6. Mba Niee.. i feel you banget. Aku baru akhir tahun kmrn ikutan event2 blogger. Dan setelah aku baca. Tulisanku kok pesanan semua ya. Aku juga rindu tulisan organik. Dan rasanya kalaupun BW maunya cari yg organik. Akhir2 ini aku berusaha membatasi tulisan event. Biar blogku ga terkesan papan billboard. Hiks

    1. Mbaaakk, hahahaha. Kok aku ngakak bacanya istilah papan billboard itu.

      Sebenarnya, kalau tulisan berbayarnya berimbang dengan tulisan pribadi itu masih enak berkunjung ya mbak di blognya. Tapi kalau udah berbayar semuanya itu yang aku bacanya kok kayak gak dapat hasil apa-apa. Soalnya kalau istilahnya BW itu yang ada difikiran aku adalah berkunjung ke “rumah” kenalan kita dan ngobrol santai sama mereka. Bukannya malah dikasih bahan presentasi tentang produk tertentu. Ituseh bukan silahturahmi lagi namanya.

  7. Semoga kedepannya bisa dapat kenalan di blog yg sreg di hati ya Nie. Sesuai hukum alam, ada yang datang ada yg pergi.
    Ini tahun ke tiga ku ngeblog di WP dan bersyukurnya dapat banyak sekali manfaat dan ilmu dari blog2 yg aku follow dan malah banyak yg jadi dekat (dan sudah beberapa kali kopdaran). Aku dan suami nulis blog juga santai, isinya gado2, ga ada tulisan sponsor. Yg penting selalu menulis untuk menjaga kewarasan haha.

    1. Iya mbak, emang gak bisa dipaksain juga kan ya selamanya akan berteman >.<

      Bener mbak, menjaga kewarasan. Hahahaha. Lagian yang aku tangkap dari blog yang seabreng sponsor postnya kadang mereka lelah juga loh mbak, malahan karena itu jadi males nulis. Gak seperti blog gado gado itu yang nulis ya nulis aja gak kenal lelah, hahahaha.

  8. Wah kita samaan ya Niee mulai ngeblognya, aku juga mulai thn 2009 πŸ˜€ . Kupikir blog seleb itu yg banyak komennya macam blognya Arman tuh. Klo blog DR itu hampir jarang ada yg komen deh, klopun ada ga dibalas. Eh dulu aku terkagum gitu liat trafik blog DR 1 juta boo .. ternyata akhirnya aku juga bisa ko hehe, berkat nanya om NH bgm caranya kala itu dapat PR blog yg tinggi, trus sering baca blog tutorial juga ..
    Aku ada bacaan bbrp blog yg asyik punya, cuma aku jadi silent reader, aku follow via email. Ga mau komen, ga mau dikenal atau dikomen balik haha belagu yak πŸ˜€ .
    Banyak banget blog2 yg sdh mati suri Niee, banyak pula yg dibanned wp krn melanggar TOS. Bbrp waktu lalu aku bersih2 blog, dari 1500 blog yg kufollow, krn kebanyakan mereka follow aku ya kufollow balik, nah ternyata saat bersih2 tersebut hanya sisa separuhnya saja. Banyak yg dihapus sama yg punya juga sih.

    1. Iya mbak, blog yang sekarang 2009. Walaupun mulai ngeblog dari 2007 tapi isinya gak ada yang genah, hahahaha.
      Beda presepsi mbak, emang ya kayak mas Arman itu yang komennya segabreg seharusnya itulah yang disebut seleb blogger organik (apaan pula istilahnya ini :P)

      Eh, gimana caranya mbak bisa dapat traffic blog banyak bener seh? Aku mentok-mentok aja trafiknya. Walaupun setiap tahun bertambah seh jumlah kunjungan aku. Mungkin karena blog udah lama yak, jadi mudah dicari. Ntar kapan-kapan aku email ya mbak nella πŸ˜€

      Pasti banyak alasan ya mbak blognya gak aktif atau bahkan dihapus itu. Emang zaman udah berubah deh yak. Gaya ngeblog kebanyakan juga berubah.

  9. ah sudah senior semua..sebetulnya daku punya akun WP itu sudah dari taun 2008 an cuma lebih banyak blogwalkingnya jarang posting, jarang komen..jadi ya tak terdeteksi hihihi..baru seriusan tahun kemarin, nggak mikir uang dulu yang penting nulis. aku juga bisa melihat juga perbedaan tulisan dulu dan sekarang, blog-blog yang hampir seragam… btw blog2 mba sebut aku juga suka berkunjung..hebat konsistensi mereka.

    1. Kalau aku mulai ngeblog malahan dari tahun 2006 di friendster dan blogger, hahahaha. Cuma ya itu kalau dilihat lagi bakalan malu sendiri lihat isinya πŸ˜› Yang genah ya baru di blog ini yang mulai dibuat tahun 2009.

      Iya ya, blog-blog sekarang emang hampir seragam semua. Jadi berasa kurang feel nya >.<

  10. Halo mba Niee,
    Aku ngeblog mulai tahun 2009, tapi isinya gak jelas. Kemudian mati suri. Tahun 2015 mulai ngeblog lagi, ikut komunitas, BW. Belajar dari blogger2 senior untuk konsisten nulis, meski traffic segitu2 aja. Sampai sekarang masih suka curhat di blog. Karena itu bisa bikin hepi.

    1. Iya. blog aku dari tahun 2007 juga mati suri karena isinya gak jelas semua! Hahahaha. Ini blognya diniatin nulisnya bagus bagus aja. biar bisa bertahan lama 😁

      Iya ya. Ngeblog curhat itu emang bikin hepi πŸ˜†

  11. Wah, aku juga beberapa bulan ini dilanda kegalauan dengan niche yang berputar-putar dan niat ngeblog yang benar. Awalnya sih buat have fun aja, self healing dan berbagi.
    Eh tapi kupikir kok benar jg kata temanku. Kita cerita ttg diri kita diblog emg pembaca peduli apa? Makanya beberapa kali aku memposting tulisan yg bersifat informasi dan menaikkan traffic. Tapi makin kesini makin sadar jg sih agak ‘out’ tp begitulah.. Jalanin aja yang penting have fun.. Hehe

    1. Iya seh mbak. yang penting have fun.

      Tapi cerita tentang diri sendiri itu juga bermanfaat loh mbak. Sebagai pembaca aku banyak belajar dari curhatan postingan di blog. Misal dia curhat tentang betapa susahnya berkomunikasi dengan anak. Aku akan banyak dapat pelajaran daripada yang posting Tips 10 langkah cara berkomunikasi dengan anak. Rasanya lebih mendalami yang curhat πŸ˜†

  12. bunda pernah juga nulis rindu blogging seperti dulu Niee..
    sempat malas ngeblog krn teman2 udah pada ngilang, tapi ya dasarnya seneng aja ngeblog ya balik lagi…, latihan biar nggak cepat pikun, nulis supaya tau perkembangan teknologi dan medsos terkini supaya nyambung sama anak2

    pelan2 nanti ketemu teman lagi

  13. kalo saya udah jarang banget ngepost, blogwalking sesempetnya.
    baca-baca, kalo bisa nimbrung akhirnya ninggalin jejak.
    gak selalu ninggalin jejak sih, kebanyakan berlanjut blogwalking ke nama yang ada di kolom komentar postingan tsb. πŸ˜€

    1. Aku juga jarang seh ngepost. Sebulan cuma 2-3 postingan aja πŸ˜†

      Iya. kalau aku ketemu blog baru dan bingung mau komen apa juga gak bakalan dikomenkan seh 😐

  14. ini postingannya kok aku bangettt. iya bgt sekarang susah nyari blog yg nyambung seperti dulu. rata2 blog2 baru ujung2nya kebanyakan jadi buat promote2 / sponsored post. kangen temen2 blogging dulu. Makanya salut sama Arman yg konsisten bangett. jadi kangen ngeblog lagi hahaha.

    aku lupa pernah berkunjung apa ngga, salam kenal ya. mampir kesini dari blogroll nya pitshu ;D

    1. Tos dulu ya kita berarti πŸ˜†

      Iya. mas arman masih konsisten banget. Tapi jumlah postingannya juga udah berkurang seh yak. Sama dengan kita kita lah πŸ˜†πŸ˜†

      Salam kenal mbak. Iya neh si pitshu masih banyak mendatangkan trafik dari blogrollnya. Padahal blognya juga gak diisi lagi 😣

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s