[Review Drakor] Mr. Queen


Gak seperti drama sebelumnya, kali ini aku memutuskan nonton drama Mr. Queen ini karena banyak banget akun-akun k-drama yang aku follow bilang ini bagus. Teman-teman perkorea-dramaan aku juga banyak yang bilang ini bagus seh, jadilah aku memutuskan untuk menonton ini saat dramanya udah tayang 12 episode. Niatnya seh karena bentar lagi tamat ya, jadi gak kenalah aku nonton on going kalau selesainya seperti biasa 16 episode. Eh ternyata dia tayangnya 20 episode dong! Jadi aku ada 2 minggu nunggu dramanya selesai, huhuhu.

Jalan Cerita

Jang Bong Hwan (Choi Jin-Hyuk) adalah seorang koki kepresidenan korea di tahun 2020. Dia adalah seorang koki jenius yang membuatnya dibenci oleh beberapa rekan kerjanya. Suatu hari, dia dojebak oleh rekan kerjanya saat tamu penting negara datang dan dia membuat tamu tersebut mengalami alergi karena makanannya. Karena masalah itu kemudian dia dikeluarkan dari istana presiden dan malah dituduh menggelapkan sejumlah dana dapur di istana. Disaat dia di kejar oleh polisi untuk diinterograsi, Jang Bong Hwan kemudian terjatuh ke dalam kolam di apartemennya dan ketika terbangun mendapatkan jiwanya berada di dalam tubuh seorang gadis yang beberapa saat lalu mencoba untuk bunuh diri.

Kim So Yong (Shin Hye-Sun) adalah calon ratu dari Klan Andong Kim. Dia adalah putri dari Kim Moon Geun yang merupakan salah satu kerabat dekat Ibu Suri Agung. Sehari sebelum dia akan menikah dengan raja, So Yong mencoba bunuh diri dengan meloncat ke dalam danau. Saat terbangun, bukannya dirinya yang hadir, malah jiwa Bong Hwan sang koki kepresidenan dari masa depan yang ada di dalam tubuhnya. Karena memiliki jiwa Bong Hwan, So Yong jadi terlihat lebih berani, kasar dan aneh.

Cheoljong (Kim Jung Hyun) adalah seorang yang diangkat menjadi raja boneka oleh klan Andong Kim. Dia terlihat sama sekali tidak tahu apa-apa dan kerjaannya hanya melakukan hal tidak penting. Namun dibalik itu, ternyata Cheoljong memiliki dendam kepada Klan Andong Kim yang telah membunuh dan menfitnah seluruh keluarganya. Karena itulah dia pada awalnya sangat membenci So Yong, sang Ratu karena dia adalah salah satu dari klan tersebut.

Awalnya Ratu sangat mendambakan dan berharap cinta Raja untuknya. Tapi karena raja yang selalu saja memperlihatkan kebenciannya dan selalu dekat dengan seorang wanita bernama Jo Hwa Jin (Seol In-A) yang nantinya akan menjadi selir bangsawan kerajaan, hubungan merekapun sangat berjarak. Hingga So Yong terbangun dari pingsannya setelah bunuh diri dan menjadi orang lain yang lebih berani. Tidak hanya lebih berani, So Yong yang memiliki jiwa laki-laki di dalam tubuhnya mulai tidak menghiraukan sang Raja karena sibuk dengan pemikirannya sendiri untuk “pulang” ke dalam tubuhnya sendiri.

Namun, karena tingkah Ratu yang cuek dan kasar dan selalu menghidari berkontak fisik dengan Raja, hal itu yang malah membuat mereka kemudian menjadi dekat dan membuat Raja mulai menyukai sang Ratu. Ratu, tentu saja tidak ingin menyukai Raja karena dia merasa identitas dia adalah laki-laki dan laki-laki seharusnya menyukai perempuan. Karena itulah dia selalu dikelilingi oleh perempuan dan mengambil beberapa selir untuk raja yang pada dasarnya adalah untuk dijadikan teman bermainnya.

Di lain sisi, Raja yang diketahui adalah seorang boneka oleh rakyatnya tengah membuat strategi untuk menghancurkan Klan Andong Kim. Awalnya Raja merasa kedekatannya dengan Ratu akan membuat misinya berantakan. Namun pada akhirnya, Ratulah yang membantu Raja melawan keluarganya sendiri karena pada akhirnya Ratu juga menjadi target klan Andong Kim untuk disingkirkan karena terlihat sudah tidak berguna.

Jadi, bagaimanakah nasib Raja dan Ratu? Bisakah dia menghancurkan Klan Andong Kim dari kedinastian? Lalu bagaimana dengan hubungan Raja dan Ratu? Sedangkan jiwa ratu masih terdapat Bong Hwan yang adalah seorang laki-laki? Lalu di mana sebenarnya jiwa So Yong yang asli? Apakah bertukar tempat atau malah bersembunyi disatu tempat? Yang pasti ditonton aja seh? :mrgreen:

***

Setelah nonton, ternyata dramanya lucu banget kakak! Walaupun diujung episodenya udah lumayan serius tapi untungnya penulisnya tetap mempertahankan kelucuan drama ini, jadi gak bosan! Pantesan aja ratingnya bagus banget deh, kebanyakan dari setiap episodenya berada di rating belasan. Ini termasuk tinggi banget untuk ukuran TvN kan yak. Apalagi rating episode terakhirnya itu 17.371% udah masuk drama berating tinggi di TvN kayaknya.

Aku juga suka banget sama aktingnya Shin Hye Sun si Ratu. Aku bukan pertama kalinya nonton drama dia soalnya. Drama Shin Hye Sun yang pernah aku tonton itu (yang dia pemeran utama atau perannya lumayan besar tentu saja) adalah Angel’s Last Mission: Love dan Stranger 1 dan kedua drama itu kayaknya acting dia gak begitu ngena di aku. Karena dia perannya yang serius gitu loh. Nah, pas peran si Ratu ini ternyata orangnya bisa koplak juga ya. Dan yang membuat makin keren adalah saat dia gak kesurupan jiwanya Jang Bong-Hwan dia bisa jadi lembut banget, jadi kelihatan banget kerennya dia acting.

Buat Kim Jung-Hyun lumayan juga seh. Mukanya itu kan kayak anak nakal yang baik hati gitu kan yak. Nah pas dia maen di Crash Landing on You itu dapat perannya cocok banget gitu. Di drama ini karena perannya yang Raja pura-pura bodoh ya jadinya pas juga.

Kalau kalian suka dengan drama lucu tapi gak receh-receh amat drama ini cocok banget deh untuk ditonton ya karena lucunya dapat, tapi jalan ceritanya juga dapat. Dan endingnya menurut aku pas seh walaupun aku merasa agak janggal karenakan jiwa asli sang ratu yang keluar, apakah raja masih suka dengan ratu yang lemah lembut gitu? Ataukah raja sebenarnya menyukai Bong Hwan alih-alih sang ratu benaran?

Tapi denger-denger neh katanya bakalan ada Mr Queen Season 2 nya loh! Pas aku lihat seh adegannya di dunia modern gitu. Aku gak berharap banyak dengan ada atau tidaknya season 2 seh karena pada dasarnya cerita di sesi pertamanya emang udah selesai. Tapi kalau ada patut untuk dicoba nonton karena pasti penulis dan pemainnya samaan kan yak :D. (8/10)

 

 

bye

Minggu yang Panjang


Perjalanan Dinas

Hari jumat tanggal 12 Maret yang lalu, bos aku manggil aku ke ruangannya dan bilang bahwa kami ada undangan pertemuan di luar kota dan aku yang membidangi pertemuan itu, jadi yang cocoknya untuk pergi ke sana aku. Seperti yang sering aku tulis di blog ini bahwa aku sangat gak suka perjalanan dinas semenjak menikah dan punya anak. Dulu seh waktu masih sendiri, kayaknya 3-4 bulan sekali aku bisa pergi tugas ke Jakarta atau Bandung bahkan Bali. Karena perjalanan dinas itu juga aku jadi sering kopdaran dengan teman-teman blogger di Bandung dan Jakarta.

Perjalanan dinas terakhir aku adalah pada tahun 2016 ke Bekasi. Saat ini si K aku bawa ke Bekasi karena emang masih asi anaknya walaupun udah 2 tahun lebih.  Hasilnya? Aku capek banget baik secara mental dan secara fisik. Karena itu aku selalu menolak jika ada perjalanan dinas ke luar kota lagi.

Awal awal saat datangnya pandemi covid yang aku senangi adalah, pemerintah memutuskan untuk menghapus hampir 70% anggaran perjalanan dinas luar daerah. Ini berarti tahun lalu aku aman dari tolak menolak perjalanan dinas. Tapi diujung tahun anggaran cerita gak boleh ke mana mana itu seperti dihapus dan dilupakan. Orang-orang malah pada sering perjalanan dinas ke luar kota dan ke luar pulau. Aku gak ngerti lagi, mungkin alasan pemulihan ekonomi.

Terus, awal tahun lalu aku diajak juga untuk perjalanan dinas di dalam pulau tapi harus menggunakan pesawat. Tentu aku tolak dong! Selain aku masih berfikir ini kan masih pandemi? Kenapa pertemuannya gak pake zoom aja? Aku juga mikir bahwa selama aku masih bisa menolak, akan aku tolak. Tapi yang terakhir? Aku udah gak bisa berkata apa-apa lagi seh, jadinya aku terima dengan berat hati, huhuhu.

Akhirnya, pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 untuk pertama kalinya aku melakukan perjalanan dinas (darat) dan meninggalkan si K di rumah dengan papanya. Untungnya, perjalanan dinas pertama sendirian ini aku lakukan setelah si K berumur 7 tahun. Dia udah sering tidur sendirian juga dan untuk makan mandi dan membersihkan diri juga sudah dilakukan sendiri. Jadi udah aman banget lah untuk aku ninggalin dia. Pun untungnya hari rabu itu adalah hari pertama dia libur sekolah term 3 jadi gak perlu pusing mikirin sekolahnya juga.

Aku perjalanan dinasnya selama 3 hari, dari hari rabu sampe hari jumat, tapi gak ada satu foto diripun yang aku ambil selama pertemuan berlangsung, hahaha. Emang males seh pepotoan di acara sono, kalau perjalanan dinasnya ke luar negeri mungkin lebih semangat 😛 Nah, karena aku jaldinnya ke Sambas, dari Pontianak Sambas itu perjalanan darat selama 6 jam dan diantara itu ada Kota Singkawang yang udah 1,5 tahun juga aku gak pergi ke sana karena pandemi, jadilah aku meminta izin bos aku untuk turun di Singkawang saat perjalanan pulang ke Pontianak.

Liburan ke Singkawang

Si K dan suami aku akan jalan juga dari Pontianak ke Singkawang pada hari jumat dan kita ketemuan di Khayangan Resort Singkawang. Huwaa, ini berarti liburan pertama keluarga aku yang terakhir adalah liburan ke Kuching bulan November tahun 2019 yang lalu. Udah hampir 1,5 tahun gak liburan akunya! Huhuhu.

Udah lama gak liburan ternyata menyenangkan banget ya bisa lihat langit biru di pantai gitu. Rasanya aku kangen banget lihat langit di kota yang berbeda-beda gitu. Karena aku nginapnya hari jumat, jadi suasana hotel masih sepi dan pantainya gak rame orang, jadinya enak banget buat main-main sambil tetap jaga jarak dengan orang.

Aku juga memesan kamar model villa gitu yang terdiri dari dua kamar. Satu kamar buat aku, suami dan si K, dan satu kamar lagi buat ibu aku, tante dan keponakan aku. Ternyata sewa villa gitu seru ya, jadi bisa tetap berinteraksi di ruang tamu tanpa harus masuk ke kamar masing-masing gitu. Aku ada buat video reviewnya gitu seh buat di youtube. Tapi gak tahu juga kapan mau editnya karena lagi males banget edit-edit video tuh, hahahaha.

Vaksin Corona

Hari selasa kemaren, tanggal 23 Maret 2021 akhirnya aku mendapatkan dosis kedua vaksin corona. Suami aku sendiri udah mendapatkan dosis keduanya minggu lalu seh. Ibu aku juga udah vaksin pertama dan akan vaksin kedua hari ini. Jadi bisa dibilang lingkungan aku udah lumayan terpapar vaksin. Sayangnya gurunya sekolah si K belum ada yang dapat vaksin dan pemerintah. Padahal kemaren ada vaksin masal buat para guru. Mungkin masih guru PNS kali ya, yang swasta belum dapat, huhuhu.

Aku juga nunggu banget buat vaksin anak. Karena ya orang tua udah takutnya malah anak-anak yang sekarang kelewat kan. Semoga cepat  selesai deh percobaan vaksin anak-anaknya dan segera bisa di gunakan dalam waktu dekat.

Ok, segitu dulu cerita aku minggu lalu yang terasa panjang banget. Kalian gimana kabarnya?

[Review Drakor] True Beauty


Siapa di sini yang Cha Eun Woo? Kalau iya, sini-sini merapat. Yang aku lihat si Cha Eun Woo ini sangat banget fansnya karena katanya tampan banget ya. Bahkan ada meme yang bilang kegantengannya gak manusiawi, hahahaha. Siapa yang setuju dengan pendapat itu? Sini-sini aku bisikin, “tapi aku gak!” huahahahaha.

Ya ganteng seh ya, bohong kalau aku bilang gak ganteng. Ntar standar kegantengan manusia versi aku bisa dipertanyakan kalau aku bilang Cha Eun Woo tidak ganteng. TAPI, emang ganteng cantik itu emang relatif ya. Soalnya kok aku gak suka sama si Cha Eun Woo ini yaaa! Alasannya kayaknya karena karakternya kok ya gitu amat, gak asyik gitu. Ini aku bukan pertama kalinya nonton dramanya si Cha Eun Woo ya, aku udah pernah nonton dia di My ID is Gangnam Beauty  dan ok aja seh aku (gak suka banget tapi ya gak merasa terganggu banget). Tapi kok ya perannya di drama ini aku terganggu banget ya! Sangat lebay gitu loh menurut aku, sampai-sampai aku diujung episodenya banyak ngeskip adegan yang ada Cha Eun Woo nya!

Mungkin kalau aku gak pro sama first leadnya berarti aku pro sama second leadnya ya, makanya aku pro Han Seo-Joon. Tapi sebenarnya aku dukung Han Seo-Joon itu sebatas karena aku gak suka sama Eun Woo aja seh setelah aku fikir-fikir, gak begitu juga pro Han Seo-Joon sampai gimana gitu, hahahaha.

Jalan Ceritanya

Im Ju-Kyung (Mun Ka Young) terlahir sebagai anak berparas buruk (aku juga gak tahu kenapa kalau kulitnya merah itu dianggap buruk ya, padahal yang buruk itu menurut aku alisnya yang terlalu tebal (karena dibuat bukan karena lahir) dan kaca matanya yang gede yang kalau dia pake contact lens (yang dia lakukan saat berpoles juga) dan alisnya dirapikan mah gak jelek kok walaupun mukanya tetap merah). Sedari kecil, dia selalu dirundung oleh teman-temannya karena parasnya tersebut. Puncaknya adalah saat dia SMA dan dia suka sama seorang cowok yang bukannya ditolak dengan baik-baik, ketika dia menyatakan cintanya dia malah dikata-katain gak tahu diri dan berakhir dia divideokan oleh teman sekolahnya dan disebarkan di group sekolah.

Saat Ju Kyung sedang sangat tertekan dan ingin mencoba bunuh diri, dia dihadang oleh Lee Soo Ho  (Cha Eun Woo) yang trauma dengan orang terdekatnya yang pernah bunuh diri di tempat yang sama. Sayangnya waktu kejadiam tersebut Ju Kyung tidak bisa melihat wajah Soo Ho karena kacamatanya hilang.

Disaat yang bersamaan, di rumah Ju Kyung, ayahnya ditipu oleh orang sehingga menyebabkan kerugian yang sangat banyak sampai-sampai mereka harus menjual rumah mereka untuk menutupi hutang tersebut dan pindah ke rumah lamanya. Karena itulah Ju Kyung beserta adiknya pun akhirnya pindah sekolah. Menggunakan momen tersebut, Ju Kyungpun kemudian merubah penampilannya dengan cara berdandan yang membuat dia terlihat sangat cantik dan langsung punya teman di sekolah barunya.

Tentunya saat dia pindah sekolah, dia ternyata satu kelas dengan Soo Ho. Awalnya dia biasa aja dengan Soo Ho karena dia memang tidak ingin menarik perhatian terlalu banyak orang dengan rahasia besar yang dia punya. Pada suatu momen, saat Ju Kyung tidak berdandan, dia malah bertemu dengan Soo Ho di toko komik favoritnya. Awalnya dia ragu apakah Soo Ho mengenalinya atau gak saat dia tidak berdandan, tapi ternyata Soo Ho tidak mengenalinya (yang menurutku aneh seh, apa bedanya coba muka dandan sama gak dandan?). Tapi, ada suatu momen yang membuat Soo Ho mengetahui bahwa Ju Kyung di toko komik adalah orang yang sama dengan teman sekelasnya. Karena dia tidak mau teman-temannya tahu, Ju Kyungpun membuat kesepakatan dia akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh Soo Ho. Soo Ho sangat menikmati kesepakatan tersebut sampai akhirnya tanpa sadar dia malah mulai menyukai Ju Kyung.

Dilain cerita, Ju Kyung yang sedang berjalan bertemu secara tidak sengaja dengan Han Seo-Joon (Hwang In Yeop) saat Seo Joon dikejar oleh sekelompok orang. Berniat ingin mengembalikan helm Seo Joon yang tidak sengaja diambilnya, Ju Kyungpun menolong Seo Joon dari orang-orang tersebut. Pada akhirnya, ternyata Seo Joon juga bersekolah ditempat Ju Kyung dan Soo Ho. Dia kembali dari cuti setelah merawat ibunya yang melakukan operasi hati. Uniknya adalah ternyata Ibu Seo Joon adalah teman dekat ibu Ju Kyung yang menyebabkan Ju Kyung dan Seo Joon memiliki hubungan yang unik.

Seo Joon adalah mantan sahabat Soo Ho yang bermusuhan sekarang. Permasalahan timbul ketika Soo Ho menyukai Ju Kyung dan Seo Joon ternyata mulai menyukainya juga. Mereka lalu seperti perang dingin memperebutkan hati Ju Kyung yang sebenarnya. Tapi tentu tidak selesai hanya permasalahan cinta mereka bertiga yak. Ada satu permasalahan besar lagi yang selalu menghantui Ju Kyung selama bersekolah, apalagi kalau buka dia yang menutupi dirinya yang sebenarnya.

Awalnya, hal tersebut tidak seperti menjadi masalah. Ju Kyung juga ketahuan oleh seorang sahabatnya Kang Soo-Jin  (Park Yoo Na)  ketika tidak menggunakan makeup dan mereka terlihat baik-baik saja. Masalahnya adalah ketika Soo Jin tahu bahwa Soo Ho menyukai Ju Kyung dan mereka berpacaran. Soo Jin yang telah berteman dengan Soo Ho selama lebih dari sepuluh tahun merasa Ju Kyung terlalu mengambil banyak hal dari dirinya sehingga dia juga menunjukkan bahwa dia menyukai Soo Ho dan tidak senang dengan kedekatan mereka berdua. Sampai akhirnya Soo Jin pun menyebarkan video Ju Kyung yang berparas buruk ke menyebarkannya ke forum sekolah.

Lalu, bagaimanakah nasib Ju Kyung ketika teman-teman sekolahnya tahu bahwa dia tidak secantik yang terlihat? Apakah dia kembali dijauhi oleh teman-teman sekolahnya atau bahkan di bully seperti yang dia dapat di sekolah lamanya? Lalu bagaimana nasib dia dan Soo Ho yang setelah tersebar berita mereka berpacaran, ini seperti seorang monster yang berpacaran dengan seorang pangeran dan hal tersebut membuat jatuh harga diri Ju Kyung? Ya hasilnya silahkan ditonton aja deh dramanya sendiri :mrgreen:

***

Setelah aku fikir, kalau aku se-gak-suka itu sama Eun Woo, kenapa aku bisa menyelesaikan drama ini ya? Mungkin, jawabannya adalah karena aku gak sukanya diadegan-adegan terakhir. Aku jadi rancu ini aku gak sukanya dengan Eun Woo atau perannya yang gak banget itu. Mudah-mudahan nanti dia dapat peran yang bagusan dikit lah, jangan cuma cowok ganteng kaya tajir dari keluarga broken home yang suka sama cewek jelek dari keluarga biasa. Kayak Lee Min Ho kan aku gak suka juga ya, tapi pas dia main drama The King Eternal Monarch aku ok aja seh nontonnya. Ya walaupun tetep kurang suka sama LMH karena udah bertahun-tahun kan gak sukanya, huahahahaha.

Tapi kalau dilihat dari sisi cerita seh ya emang drama ini B aja seh. Lo yang nonton 1 episode aja udah tahu gitu loh ini dramanya bakalan kayak gimana dan endingnya bakalan kayak gimana. Karena drama-drama ringan kayak gini hampir jarang yang sad ending gitu loh. Kayak gak sampai dengan penulisnya kalau buat endingnya yang rumit. Lah sepanjang dramanya juga gak rumit kok ya masak dia mau merumitkan diri hanya untuk ending kan? (ya ampun, si Irni yang dodol malah nyinyirin penulis drama 😛 ).

Wokey, segitu aja seh review yang ternyata kalau review sambil ngedumel itu bisa panjang juga ya, huahahaha. Gak terasa bisa sampe 1000 kata aja gitu loh. Untuk ratingnya aku kasih nilai 6/10 aja kali ya, karena masih kasian sama Seo Joon 😛

 

 

bye.

 

Dosis Pertama Vaksin CoronaVac


Akhirnya, setelah penantian panjang (yang gak panjang amat juga seh 😛 ) aku pada hari selasa tanggal 9 Maret 2021 kemaren mendapatkan dosis pertama vaksin CoronaVac. Seperti yang aku ceritakan sebelumnya bahwa minggu lalu suami aku akhirnya dpaat vaksin pertamanya karena ada acara vaksin masal pejabar di kantornya. Aku langsung protes dong, masak public service seperti kantor aku malah dapatnya belakangan seh? Eh hari jumatnya dapat pengumuman bahwa kantor aku bakalan dapat jadwal juga pada hari Selasa.

Aku kirain semua bakalan dapat gitu dong vaksinnya, sekantoran gitu. Ternyata gak! Masih ada dijatah cuma 20 dosis dikarenakan menurut Dinas Kesehatan mereka sedang mengejar vaksin untuk lansia juga. Kantor aku lalu membuat kebijakan bahwa 20 orang itu adalah anak-anak Front Office yang emang setiap hari berinteraksi dengan banyak orang. Untuk aku yang walaupun di Public Service tapi ketemu orang bisa cuma 1-2 aja setiap harinya jadi gak dapat jatah dong! Huhuhuhu.

Tapi, bukan Irni kalau langsung menyerah dong yak! Karena banyak dengar orang yang gak mau vaksin, aku langsung datangin bos aku bilang kalau ada yang gak mau vaksin dari 20 orang itu, jatahnya buat aku aja ya pak! Dan berhasil dong! Emang banyak yang gak mau ternyata! Antara bersyukur dan gemes seh, hahahaha. Alasan gak mau vaksinnya beraneka ragam. Ada yang masih meragukan vaksin corona ini. Kalau ini gak debat deh yak, di dunia udah banyak perdebatan serupa, jadi aku gak ikut-ikutan. Ada yang masih miss informasi dengan vaksin ini. Ada juga yang termakan hoax yang katanya kalau vaksin langsung pingsan dan ada pemberitaan meninggal segala. Dan terakhir yang paling menggelikan itu adalah orang yang takut sama jarum suntik! Hmmmm.

Aku kira takut sama jarum suntik ini cuma becandaan aja yak. Karena emang seh dulu waktu imunisasi SD di sekolah banyak banget temen-temen aku yang kabur dari jendela kalau duah petugas puskesmas datang buat imunisasi. Ini aku fikir adalah karena kesalahan kita para orang tua yang kalau memarahi ancamannya “ntar disuntik sama dokter” gitu ya. Karena itu aku gak mau banget mengancam anak, apalagi dengan kata suntik. Pas kemaren bibi yang temenin si K di rumah waktu kecil ada nyinggung-nyinggung soal suntikan aku langsung tegur dan bilang di depan bibinya dan si K bahwa suntik itu sakit emang, tapi sangat baik untuk tubuh karena yang dimaksukkan itu kalau gak obat ya vaksin yang emang diperlukan buat tubuh, jadi jangan dijadikan bahan becandaan. Takut sama jarum suntik diusia yang sudah sangat tua aku kira adalah permasalahan inner child di masa lalu.

Lalu, sampailah aku pada hari H penyuntikan vaksin. Saking semangatnya, aku adalah salah satu orang pertama yang datang di tempat vaksinasinya, hahahaha. Urutan penyuntikan vaksin adalah mengisi daftar hadir (perlu membawa KTP btw), lalu mendapatkan nomor antrian. Setelah nomor kita dipanggil akan ada petugas registrasi yang akan mengisi data kita ke dalam website vaksinasi gitu menggunakan NIK dan nomor handphone. Setelah mengisi data, kitapun kemudian dipanggil dan diperiksa oleh dokter atau tenaga medis lainnya. Yang diperiksa cuma suhu dan tekanan darah aja seh. Terus ada daftar pertanyaan yang ditanya sama dokternya. Aku gak ingat banget seh pertanyaannya, yang pasti pertama adalah apakah ada kontak dengan pasien covid 14 hari kebelakang, apakah pernah positif covid, apakah sedang sakit flu, batuk deman dan lainnya? Apakah ada penyakit bawaan (ini banyak banget penyakitnya kayak HIV, diabetes, asma dll gitu) terus ditanya apakah sedang hamil atau sedang menyusui.

Untuk aku sendiri, aku menjawab semua pertanyaan itu dengan jawaban TIDAK. Tapi aku gak tahu juga apakah kalau ada jawaban YA dari daftar pertanyaan itu kita langsung didiskualifikasi untuk mendapatkan vaksin covidnya. Soalnya pertanyaannya agak rancu kan yak. Yang aku tahu kalau di eropa (aku ada nonton video seorang dokter WNI yang kerja di Jerman) bahwa tahap 1 dari vaksinasi di Jerman adalah orang yang beresiko tinggi. Resiko tinggi ini adalah lansia dan orang yang mempunyai penyakit bawaan. Kalau pertanyaan di atas ditanyakan jawabannya YA dan tidak boleh berarti untuk vaksin di Indonesia sendiri belum bisa untuk orang berpenyakit bawaan ya.

Terus untuk ibu menyusui. Teman aku seorang dokter di Jawa Tengah mengatakan bahwa ibu menyusui sudah boleh menerima vaksin sekarang. Berarti seharusnya pertanyaan perihal menyusui ini udah gak perlu ditanyain lagi dong yak! Sayangnya aku gak dapat Peraturan atau landasan tentang Vaksin untuk orang yang boleh dan gak boleh ini seperti apa. Sepertinya Kemenkes atau Dinkes harus melalukan lebih banyak sosialisasi terkait ini deh. Biar masyarakat gak salah informasi, yang sekarang dapatnya cuma kalau gak dari berita ya dari katanya-katanya aja.

Karena semua pertanyaan tadi aku jawab TIDAK, aku langsung diarahkan untuk disuntik vansinnya di lengan tangan kiri sebelah atas seperti imunisasi difteri. Untuk aku secara pribadi seh suntiknya gak sakit ya, paling terasa dikit pas jarumnya masuk ke tangan, habis itu ya gak terasa apa-apa lagi. Setelah di vaksin terus kita harus duduk minimal 30 menit di ruangan tersebut sebelum boleh meninggalkan ruangannya. Setelah 30 menit, lalu petugas memberikan tanda bukti aku udah disuntikkan vaksin dosis pertama dan akan mendapatkan dosis selanjutnya tepat 14 hari setelah ini. Ya, mudah-mudahan aja bisa tetap sehat sampai dosis kedua diberikan yak.

Untuk aku sendiri, setelah merasa 1 hari dilakukan vaksin, aku gak merasakan efek samping apa-apa seh yak. Kalau suami aku ngantuk berat aku ya gak ngantuk juga, biasa aja gitu. Tangan juga gak terlalu sebal dan berat ataupun nyeri. Ya semoga emang gak ada efek samping apapun deh.

So, segitu aja cerita aku tentang vaksin Covid-19 pertama aku. Semoga ada perbaikan di dunia ini untuk menanggulangi pandemi ini. Dan semoga pandemi ini segera berakhir, anak bisa sekolah lagi dan kita bisa beraktifitas seperti dulu lagi.

 

bye.

Apakabar Dunia?


Beberapa jam ini, aku lagi bosan banget, terus tetiba pengen nulis blog. Tapi gak tahu juga mau nulis apaan. Lalulah teringat dengan judul wordpress kalau kita nulis pertama kali : hello World! Maka, akupun pengen nulis ngalur ngidul seperti menulis diary. Aku sebenarnya kangen banget nulis jurnal kehidupan, tapi udah tua gini kayaknya banyak fikiran kalau nulis terlalu “vulgar”. Mau nulis yang biasa-biasa aja sebenarnya aku kehabisan ide selama corona ini, manalah gak ada liburan sama sekali udah setahun lebih, jadi makin berasa bosan.

Nah, sesi curhat kali ini aku mau cerita tentang,

KANTOR

Udah dua bulan ini pembayaran tunjangan di kantor aku mandek. Aku secara pribadi sebenarnya gak ada masalah sama sekali. Mandeknya pembayaran tunjangan ini bagi aku cuma berakibat aku tidak bisa menginvestasikan uang aku sejak bulan februari dan maret ini. Palingan aku juga gak bisa jajan terlalu banyak, tapi kalau pengen banget jajan, aku minta uang ke suami, hahahaha. Walaupun aku gak berdampak, tapi tetap aja aku bete. Yang biasanya pegang uang terus tetiba gak pegang sama sekali itu berasa gimana ya, gemes gitu. Untungnya uang investasi aku sedikit sekali yang ada cash di tabungan, jadi tangan ini gak gatal buat ambil cuma karena pengen jajan.

Tapi, gak berdampak sama aku pribadi tentu beda dengan sebagian besar teman-teman aku yang lain ya. Kebanyakan yang berdampak adalah yang gajinya sudah habis untuk bayar cicilan dan untuk keuangan sehari-hari dari tunjangan tersebut. Ini tentu berdampak juga dengan kinerja pekerjaan. Orang-orang jadi gak konsen, fikirannya udah cari cara gimana bisa dapat uang di luar tunjangan rutin. Ada yang jualan kue lah, ada yang kerjain hal lain lah, dan banyak lagi.

Menurut aku, telatnya pembayaran tunjangan ini udah gak sehat. Seharusnya ada solusi cepat untuk menyelesaikannya. Gemesnya adalah bukan karena uangnya gak ada, tapi karena sebuah unsur yang belum dipersiapkan. Semoga aja dalam minggu ini bisa segera ada pencerahan. Karena kalau nyambung lagi sampai bulan depan, hingga tunggakan jadi 3 bulan udah gak sehat seh menurut aku.

VAKSIN

Selasa kemaren akhirnya suami dapat Vaksin Sinovac dosis pertamanya. Kenapa dapet? Karena dia kerjanya di kantor para petinggi, pas mereka dapat jatah vaksin, eh ternyata staf-stafnya juga bisa dapat, jadilah dia nyelip. Beruntung banget, hahahahaha. Setelah di vaksin, efek yang dirasakan suami adalah pegal-pegal di daerah tangan yang disuntik. Lalu keesokan harinya ngantuk seharian. Gak tahu juga efeknya per hari ini apa karena dianya belum cerita, hahaha.

Untuk aku yang bekerja di pelayanan, seharusnya udah masuk dapat vaksin di gelombang kedua seh ini ya. Tapi hilalnya gak ada kelihatan sama sekali. Dengan terbitnya peraturan vaksin gotong royong di mana perusahaan swasta bisa membeli vaksin sendiri untuk karyawannya malah di kantor kakak aku yang kayaknya dapat duluan dosis pertamanya. Kalau bisa beli aku pengen banget beli sendiri seh, lama banget soalnya nunggu antrian ini.

Yang anehnya di lingkungan aku adalah ternyata banyak banget yang gak mau divaksin! Aku gemes banget sama orang yang gak mau seh. Karena mereka mereka yang bakalan menggagalkan usaha pemerintah untuk bisa mencapai 90% penduduk divaksin.

Sayangnya lagi adalah anak-anak di bawah 18 tahun belum juga boleh divaksin karena penelitiannya belum selesai. Kalau si K udah divaksin kan lumayan ya, kami sekeluarga bertiga udah divaksin. Mudah-mudahan udah bisa saling melindungi diri satu dengan lainnya.

KABUT ASAP

Udah beberapa minggu ini di Pontianak ada kabut asap. Kabut asap ini setiap tahun terjadi. Gak boleh ada panas dikit 1-2 minggu pasti ke depannya ada kabut asap. Seingat aku dari aku SD selalu aja ada kabut asap gini. Aku bingung udah 20 tahun lebih masih ada kabutnya ada dan tidak ada perubahan sama sekali. Entah apa salahnya.

Biasanya, kalau udah kabut asap gini sekolah diliburkan. Tapi karena ini corona dan sekolah juga gak datang offline, maka si K sekolahnya ya kayak biasa aja tetap online dari jam setengah 8 sampai jam 1. Menurut aku, SFH adalah salah satu cara yang bisa diambil sekolah nantinya jika udah offline dan ada kabut asap lagi. Soalnya kalau udah kabut gini biasanya sekolah bisa diliburkan sampai 2 minggu gitu loh. Dan selama 2 minggu anak anak ya gak ngapa-ngapain. Karena udah terbiasa sekolah pake meet mudah-mudahan gak ada lagi istilah libur sekolah karena asap ya.

***

Wokey, segitu dulu curhatan dari aku. bye!

[Review Drakor] The Uncanny Counter


Sepertinya, drama The Uncanny Counter ini adalah salah satu drama yang aku salah pilih buat ditonton, hahahaha. Tapi anehnya adalah aku bisa menyelesaikan dramanya dong! Padahal beberapa episode di belakang aku nontonnya on going. Cuma ya itu, gak ada berasa apa-apa setelah nonton drama ini. Walaupun begitu, aku tetap bakalan nulis dong reviewnya. Selain untuk biar view blog aku gak buruk-buruk amat (view blog aku agak naik selama Corona ini karena review drakor dong! Biasanya view yang tinggi di blog ini adalah cerita liburan semacam review hotel atau budget liburan gitu), aku juga menulis drama sebagai catatan aku pribadi bahwa aku udah pernah loh nonton drama ini, dan suka gak sukanya aku bisa tulis di sini :mrgreen:

Langsung ke jalan ceritanya aja deh yak.

Tujuh tahun yang lalu Saat So Mun (Joe Byeong Gyu) di perjalanan pulang ke rumah bersama kedua orang tuanya, dia mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal dan kaki So Mun menjadi cacat. Setelah kejadian tersebut, diapun kemudian tinggal bersama dengan kakek dan neneknya.

Tujuh tahun kemudian, empat orang Counter Ga Mo-Tak  (Yu Jun Sang), Do Ha-Na  (Kim Se Jeong), Chu Mae-Ok  (Yum Hye Ran) dan  Jang Cheol-Jung (Sung Ji Ru) sedang mengejar seorang arwah jahat yang menyusup ke tubuh manusia. Tugas mereka adalah mengeluarkan roh jahat tersebut dari tubuh manusia itu untuk dikembalikan ke akhirat. Namun pada suatu hari, mereka bertemu dengan roh jahat level 3 yang mana telah bersatu dengan tubuh manusianya. Roh jahat level tiga ini sudah memiliki ilmu untuk menggerakkan benda dengan fikirannya. Bukannya berhasil menangkap roh jahat terebut, mereka malah kehilangan satu rekan Counternya yang bernama Jang Cheol-Jung. Jika seorang Counter meninggal, spirit yang ada ditubuhnya bisa akan meninggal juga jika tidak mendapatkan tubuh counter baru. Wi Gen, spirit Jang Cheol Jung langsung terbang mencari tubuh baru untuk dijadikan Counter. Saat itulah dia langsung masuk ke dalam tubuh So Mun.

So Mun yang telah mendapatkan spirit baru di dalam tubuhnya kemudian diperkenalkan dengan tim Counter lainnya. Diapun diberikan gambaran apa itu Counter dan apa yang mereka kerjakan. Awalnya So Mun tidak tertarik untuk menjadi Counter walaupun Nona Chu sudah menyembuhkan cacat di kakinya. Akan tetapi, setelah dia tahu bahwa dia bisa bertemu dengan orang tuanya jika dia menjadi Counter, diapun akhirnya setuju.

Tapi, dengan berjalannya waktu, bukan hanya roh jahat yang menjadi permasalahan anggota Counter. Ada politik dengan intrik korupsi yang juga perlu mereka uangkap. Di tengah pengejaran mereka, So Mun akhirnya tahu bahwa orang tuanya bukan meninggal karena kecelakaan, akan tetapi mereka meninggal karena dibunuh saat sedang menyelidiki sebuah kasus korupsi.

Jadi, apakah counter bisa menyelidiki kasus orang tua So Mun? Disaat mereka sebagai Counter tidak diperbolehkan berurusan dengan urusan manusia dengan menggunakan kekuatan Counternya?

***

Jadi, aku tuh nonton drama ini karena tertarik dengan Tailernya (lagi-lagi ya, hahaha). Kayaknya seru gitu lihat kelompok orang yang punya kekuatan super sebagai penakluk hantu. Tapi ternyata jalan ceritanya lebih kuat ke intrik politik dan korupsinya dong daripada tentang hantunya, dan itu yang membuat aku gak terlalu suka.

Hal yang membuat aku kurang suka lagi adalah aku gak terlalu suka dengan karakter dan pemeran pemain utamanya! Kalau gini udah gak ada ampun deh yak. Soalnya biasanya aku bisa bertahan dengan cerita yang gak seru cuma karena meleleh sama karakter utamanya, huahahahahaha. Atau kalau bukan karakter utamanya ya second leadnya lah. Tapi di drama ini gak ada yang aku suka dong semua karakternya! Yang aku lihat semuanya terkesan lebay dan gak banget. Aku sampai memikirkan sendiri kenapa aku bisa bertahan nonton drama ini, hmmmm.

Buat kalian yang belum nonton dramanya, aku gak rekomendasikan seh drama ini, kecuali ada pemainnya yang kalian emang favoritkan banget. Bagi yang udah nonton aku penasaran gimana dengan pendapat kalian? Ini dramanya seru dari mana seh? Aku kasih rating 5/10 aja deh buat dramanya.

 

 

 

bye.