[Review Drakor] Mystic Pop Up Bar


Awalnya aku mau misuh-misuh tentang corona. Tapi kemudian males, mau bahas drama korea aja biar hatiku senang 😂

Ini drama gak ada masuk list aku. Udah sering bolak balik lihat posternya di Netflix, gak ngeh juga ceritanya tentang apaan. Tapi karena aku gak ada judul drama yang mau ditonton, eh pas lihat teh Erry ngebahas drama ini jadilah memutuskan untuk nonton ini aja.

Banyak yang bilang dramanya mirip sama Hotel Del Luna. Emang seh cerita dasarnya mirip tetang orang yang hidup ratusan tahun untuk menuntaskan misinya karena membuat kesalahan masa lalu. Tapi drama ini lebih ringan dan lebih kocak seh menurut aku. Dan kalau Del Luna kebanyakan hantunya, kalau ini gak! Jadi aman ditonton yang takut dengan hantu hantuan 😂

Wol Ju (Hwang Jung Eum), adalah seorang anak yang memiliki kemampuan khusus. Dia bisa masuk ke dalam mimpi orang hanya dengan memegang tangan orang tersebut saat ia tertidur. Saat dia masuk ke dalam mimpi orang orang itu, dia membantu menuntaskan kemauan tersembunyi dari orang tersebut dan membuat mereka bisa hidup bahagia.

Suatu hari, Wol Ju kemudian dipanggil oleh Ratu untuk menolong sang putra mahkota yang sakit parah. Ternyata, putra mahkota dikelilingi arwah yang mendendam dengan keluarga kerajaan. Bermalam malam Wol Ju menenangkan arwah tersebut satu persatu hingga akhirnya sang putra mahkotapun bisa bangun dan pulih kembali.

Putra mahkota yang setiap malam mimpinya selalu didatangi oleh Wol Ju mulai menyukainya. Merekapun kemudian berpacaran secara sembunyi sembunyi. Hingga suatu hari, ibu Wol Ju yang seorang dukun menyuruh Wol Ju mengenakan pakaiannya dan pergi jauh dari rumahnya. Saat Wol Ju sedang berada di atas bukit, dia melihat rumahnya terbakar. Diapun kemudian melihat ibunya dibunuh oleh orang kerajaan.

Wol Ju yang meminta tolong kepada teman baik putra mahkota pun tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena marah dan kecewa, akhirnya Wol Ju bunuh diri dengan menggantungkan dirinya di atas pohon keramat. Diapun mati dan pergi ke akhirat.

Karena kesalahannya, Wol Ju diberikan tugas untuk menuntaskan masalah 100.000 manusia agar arwah sang pohon keramat dapat hidup dengan tenang.

Jadi, mampukah Wol Ju menuntaskan tugas itu? Sedangkan Wol Ju saat bunuh diri sudah sangat membenci manusia yang selalu berbohong kepadanya?

Ya ditonton aja seh, hahahaha.

***

Seperti aku bilang, drama ini ringan banget. Isinya untuk aku cuma buat ketawa ketawa aja. Wol Ju yang anggun waktu kecilnya berubah jadi wanita selebor gak tahu aturan saat dia menuntaskan misinya.

Dramanya juga aneh dengan membuat roh pohon bisa reinkarnasi jadi roh manusia, begitu pula roh batu. Terus roh manusia bisa reinkarnasi jadi roh ayam atau roh lalat. Sangat absurd lah pokoknya. Tapi aku senang nontonnya, hahahahaha.

Aku gak bisa nulis banyak seh ya tentang drama ini. Pokoknya drama ini cocok ditonton untuk kalian yang butuh tontonan drama korea yang ringan dan kocak. Emang Hwang Jung Eum ini spesialis drama kocak kali ya. Beberapa dramanya yang aku tonton kocak semua 😂

Jadi, ada yang udah nonton drama ini juga? Gimana gimana pendapatnya?

Jalan – Jalan ke Jakarta : Future Park Gandaria City


Pas rencana ke Jakartanya udah matang, aku lihat-lihat tempat di jakarta yang bisa dikunjungi si K. Biasanya seh kita ke jakarta ini cuma bolak balik ke tempat bermain gitu ya. Terus lihat beberapa postingan temen-temen di instagram tentang Future Park kok ya jadi kepengan gitu. Jadi sepertinya (?) –aku juga kurang yakin, hahaha — Future Park ini event non permanen yang ada di Gandaria City. Katanya seh dia semacam indor mini theme park dari jepang gitu. Karena non permanen dan yang mau datang banyak jadilah kami memutuskan untuk membeli tiketnya secara online.  Tiketnya dijual perhari gitu dan jumlah perharinya udah dibatasi. Pun waktu masuknya juga udah dibatasi, kalau gak salah (aah, aku lupa saking udah lamanya, hahaha) 2 jam perkunjungan.

Sebelumnya, baca juga cerita aku untuk trip ke Jakarta ini ya :

Kami sampai di Gandaria City sekitar pukul 10.30 gitu, dan parknya dibuka mulai pukul 11.00, jadilah antri dulu. Waktu pertama kali datang kami sepi seh, cuma ada satu atau dua antrian keluarga di depan kami dan beberapa antrian keluarga di belakang. Pukul 11 kurang dikit, pintunya dibuka dan voila, nampang deh gambar-gambar binatang, dan tumbuhan gitu yang terbuat dari lampu berwarna warni yang cantik banget! Sayang waktu itu gak banyak ambil foto seh aku, karena setiap ambil foto kok kelihatannya jelek, padahal aslinya bagus, jadinya kurang puas gitu dengan fotonya. Kok orang-orang bisa dapat foto dengan hasilnya bagus ditempat gelap gitu seh? Hahahaha.

Udah selesai lihat lorong yang menampilkan bermacam-macam binatang dan tanaman, terus kami masuk ke dalam ruangan di mana di dalamnya kita diberikan kertas mewarnai gitu. Nanti, habis kita mewarnai, gambar kita akan diproses dan masuk ke dalam layarnya dan karena melihat orang banyak yang nulis namanya dikertas itu, biar kelihatan jelas mana gambar yang kita warnai, jadilah kita ikutan juga.

Aku milih gambarnya bunga gitu, sedangkan si K milihnya kadal (atau cicak?). Ternyata, kalau memilih gambar tumbuhan itu gambarnya jadi gak jelas gaes! Dia jadi kecil-kecil gitu dan kadang jadi merambat. Kalau buat yang binatang jadi seru. Jadi kadal si K dengan nama di tengahnya bisa jalan-jalan gitu. Jalannya pun lama banget durasinya, jadi kita bisa puas lihat lihatin hasilnya.

Setelah puas melihat hasil karya kita yang fenomenal 😛 Kamipun pergi ke ruangan lainnya. Ruangan ini yang banyak banget aku lihat di Instagram selebgram dan teman-temen aku. Hasil foto merekapun kece-kece semua. Hasil foto aku? Ya gitu doang seh, hahahaha.

Kadang ada niat gitu pengen belajar foto biar bisa menghasilkan foto yang kece disaat liburan. Terus ingat lagi kalau liburan itu, aku gak terlalu suka ngabisin waktu buat berfoto seh. Jadi misalnya ada di landmark mana gitu. Aku foto ya foto, banyak juga fotonya. Tapi suka sambil lalu gitu aja. Asal muka aku kelihatan dan gedungnya kelihatan ya udah. Gak mau ambil waktu khusus buat foto. Makanya foto kita ya seadanya gitu, hahahaha.

Jadi ruangan ini tuh isinya terdiri dari balon-balon gede yang berwarna warni dan dikelilingi oleh dinding-dinding kaca. Sukanya adalah balonnya bisa dimain-mainkan gitu. Jadi bisa dilempar-lembar, dipeluk peluk atau dipenyek-penyekkan. Seru deh pokoknya. Si K suka banget main di sini. Tapi karena kita mengejar waktu, jadi cuma 15 menitan aja di sini dan cuss ke area lainnya lagi.

Ke luar dari ruangan bola kami masuk lagi ke suatu ruangan di mana ada seluncuran yang terbuat dari layar-layar dan ada lightingnya. Sebenarnya, pas aku lihat orang-orang yang main ke sini, pas kita seluncuran gitu ada bunyi musiknya yang ganti-ganti. Tapi pas kami main kok ya gak gitu ya? Apa rusak atau gimana? Hahaha.

Tapi meskipun gak ada musiknya tetap ruangan ini adalah favorit K loh! Dia ada kali sampai 20 kali lebih turun naik main seluncuran ini. Bahkan karena melihat si K, yang awalnya nenek dan tante gak mau ikutan jadi pengen juga. Hahaha. Bahkan pas kita balik dan lewat di ruangan itu lagi dia minta main lagi dong 10 kali! Jadi puas banget lah dirinya main seluncuran.

Ruangan terakhir yang Kami kunjungi adalah ruangan menggambar lagi. sama seperti ruangan pertama, hasil gambar kita bakalan akan ditayangkan. Bedanya kalau yang pertama akan ditayangkan di dinding-dinding tempat umum, kalau ini khusus di ruangan itu aja. Tapi gambarnya lebih sering terlihat seh daripada di ruangan pertama. Jadi lebih seru aja lihatnya.

Setelah itu Kami langsung ke luar dari Future Park, makan bentar terus cuss pulang ke hotel. Karena sorenya kami bakalan menghadiri acara akad nikah dan resepsi acara pernikahan adiknya temen suami. Cerita tentang acara pernikahannya kita skip aja ya, karena gitu gitu doang seh, huahahahaha.

bye.

Jalan Jalan Ke Jakarta : Taman Safari


Jadi, bulan september tahun lalu, aku dan keluarga menyempatkan diri jalan-jalan ke jakarta selama 4 hari 4 malam. Sebenarnya gak ada rencana khusus juga jalan ke Jakarta ini. Seperti yang udah sering aku sebutkan dalam cerita aku bahwa jalan ke Jakarta dari Pontianak itu terasa lebih jauh dan lebih mahal dibandingkan jika aku jalan ke Kuala Lumpur. Tapi, karena ada adiknya temen rasa saudaranya si abang suami yang menikah di Jakarta, jadilah kami ke Jakarta. Acara nikahannya sendiri di hari sabtu sore, maka kami punya banyak waktu untuk jalan-jalan di Jakarta karena aku perginya hari kamis malam dan pulangnya senin sore. Oia, selain pergi bersama si K dan suami, aku juga mengajak ibu dan tante aku untuk ikut perjalanan kali ini. Jadi lumayan rame lah rombongan Kami.

Itinerary liburan Kami ke Jakarta kemaren kurang lebih begini.

  • Kamis : Terbang ke Jakarta
  • Jumat : Taman Safari
  • Sabtu : Future Park, Gandaria City dan menghadiri nikah dan resepsi.
  • Minggu : AEON Mall
  • Senin : pulang ke Pontianak

So, mari kita mulai ceritanya :mrgreen:

Untuk terbang ke Jakarta dari Pontianak, si abang milih penerbangan Citilink dengan rute penerbangan malam hari. Kenapa milihnya malam hari? Karena paginya kami masih kerja dan izin ke kantor 2 hari aja (jumat dan senin) makanya aku milihnya malam. Kenapa Citilink? Karena yang paling murah, udah gitu aja 😛 Aku sebenarnya pengen banget naik Garuda btw, tapi si abang suami pelit kalau masalah pesawat seh. Dia lebih milih paling murah daripada harus bayar mahalan dikit, huhuhu. Ngomongin pesawat, aku jadi kesal sendiri, harusnya aku naik ANA tahun ini ke Jepang tapi ah sudah lah, hahahaha.

Sampai di Jakarta udah hampir jam 10 gitu, jadi naik Taxi menuju ke hotel. Hotel yang si abang pilihkan kali ini adalah …. milih hotel ini karena rencananya kami pengen ikutan car free day di bunderan HI dan hotelnya kan bisa jalan kaki gitu ke sana. Eyalah pas hari minggunya kami kesiangan bangun dong! Lebih milih leyeh-leyeh di kamar seh daripada car free day!

Hari jumat, seperti yang udah direncanakan, kami akan ke Taman Safari menggunakan mobil plus supir yang udah di carter. Awalnya si abang pengen bawa mobil sendiri gitu gak disupirin, eh kok dianya mikir capek kayaknya, jadilah pake supir aja. Milih hari jumat karena emang menghindari macet seh. Dan alhamdulillah emang gak macet dong! Cuma nyendat dikit di pasarnya, tapi yang lain aman.

Sebenarnya si K sendiri udah pernah jalan-jalan ke Taman Safari waktu dia berumur 11 bulan gitu ahun 2014. Tapi kan ya si K belum inget apalagi ngerti ya umur segitu. Walaupun gak menyesal sama sekali seh kesana karena si baby K senang sekali! Sayangnya waktu itu pas kami datang hujan deres banget jadi gak bisa explore lebih jauh Taman Safarinya. Karena itulah aku pengen ke Taman Safari lagi suatu hari nanti, biar gak penasaran gitu. Dan di sinilah kami! Lagian, ibu dan tante aku juga belum pernah ke Taman Safari ini seh. Jadi ok lah yak ke sini lagi.

(ps. kayaknya 2 kali cukup lah yak ke taman safari ini. Kalau ke Jakarta lagi aku pengen ke Ancol seh, ayo dong corona go away! 😛 )

Pas Kami sampai di sana, cuacanya pas banget, gak panas dan mendung-mendung gitu, sempat gerimis sedikit tapi gak sampai hujan lebat, suka deh! Karena itu jadilah kami puas banget mengelilingi Taman Safari.

Awalnya seperti biasa lah ya, muterin dan lihat-lihat binatang di Taman Safari pake mobil gitu. Setelah 2 kali ke Taman Safari, aku fikir binatang di sini jenisnya gak terlalu banyak juga ya. Kebanyakan itu rusa aja yang setiap ketemu minta makan, jadi wortel yang kita beli di luar kurang dong! Kalau binatang semisal singa atau harimaunya agak kurus gitu. Nulis ini tiba-tiba aku kepikiran sama binatang tersebut masa pandemi gini. Gimana ya kabar mereka? apa cukup uangnya untuk beli makanan? Hmmm.

Udah pas keliling pake mobil akhirnya kita berenti di tempat peristirahatan. Sebelum makan siang kami masuk dulu ke mini zoo gitu. Seru juga seh lihat binatang-binatang kecil. Udah keluar dari minizoonya si K minta naik kereta dong! Keretanya padahalmuterin si minizoo juga. Tapi ya kita ikutin aja deh.

Udah muterin mini zoo jalan kaki dan pake kereta terus kita makan. Dulu tuh, pas pertama kali ke Taman Safari ini, aku berenti di sini tuh dalam kondisi hujan lebat banget dan kita kehilangan supir kita dong! Setelah sampai dalam kondisi yang ok, baru tahu bahwa tempat makan di Taman Safari ini ok juga kok. Walaupun gak ada makanan yang gimana gitu, tapi lumayan lengkap pilihan menunya dan yang pasti ada makanan buat K.

Setelah makan, kita lalu naik kereta gantung yang posisinya pas di depan tempat makan kita. Naik ini karena permintaan si K seh, karena sebenarnya aku males, hahahaha. Karena kereta gantungnya gak terlalu jauh dan terlalu tinggi, akhirnya nenek sama bibi mau ikutan naik. Terakhir kita ajakin naik kereta gantung pas di Langkawi mereka gak mau seh karena takut 😛

Dari atas kereta gantung, si K lihat ada beberapa area permainan di Taman Safari ini. Aku baru tahu juga seh ada begituan di sana, hahaha. Akhirnya, pas turun anaknya mau main dong! Ya karena pergi ke sini juga untuk dia kita mah ikutan aja. Yang dipilih K untuk main adalah? PEROSOTAN! Hahahaha. Gak banget deh cuma perosotan aja gitu anaknya udah seneng banget. Terus dia main mobil-mobilan juga, sama sepeda bunder yang jalurnya ada di atas, serem tapi seru!

Setelah puas main, akhirnya kami naik ke atas lagi, kali ini mau ke tempat panda. Aku juga baru tahu kalau di Taman Safari ini ada pandanya. Kayaknya seh emang Pandanya baru didatangkan dari tempat penangkarannya di China gitu. Pandanya seh ok yang aku lihat, bersih dan berisi gitu kelihatannya. Tapi tempatnya aku rasa kurang ya. Kan dia berada di atas bukit gitu, seharusnya bisa dibuat lebih aktraktif ya. Untuk aku tempat pandanya gitu doang seh, jadi sayang banget. Si K sendiri senang banget lihat panda. Sebenarnya dia udah pernah lihat pas kami jalan-jalan ke Macau. Tapi kayaknya dia lupa deh, jadi kayak baru pertama kali lihat jadi semangat banget.

Sebelum pulang, kami sempati juga nonton acara singa laut gitu. Tapi aku ini gak nonton karena gantian sholat, jadi si K nonton sama papanya aja.

Ke luar Taman Safari udah sore banget, pas banget waktunya untuk makan malam. Dan untuk makan malam kali ini kami memilih untuk makan di Cimory Riverside. Alasannya karena lihat temen-temen makan di sini kok ya cakep banget gitu kelihatannya. Tapi sayangnya kita datangnya udah kesorean banget dan area turun ke sungainya udah ditutup dong! Aku sedih, huhuhu. Akhirnya kita cuma menikmati suatu aliran air sambil makan makanan yang rasanya lumayan enak.

Sebenarnya, aku mau nulis satu kali aja postingan tentang jalan-jalan di Jakarta ini. Tapi kok baru hari pertama udah 1000an kata yang aku tulis dong! Hahahaha. Beneran kalau lagi niat nulis itu, nulis ribuan kata juga gak suash ya, langsung mengalir aja gitu.

So, segitu aja cerita aku kali ini. Nanti aku lanjutin cerita jalan ke Jakartanya lagi ya. Semoga nulisnya gak lama-lama lagi, hahahaha.

bye.

[Review Drakor] Its Okay Not Be Okay


Nonton drama ini murni karena yang main Kim Soo Hyun. Aktor korea favorit aku sejak dia main di Dream High. Karena fans berat KSH jadi memantapkan hati buat nonton dramanya on going dari episode 1. Terus baru juga beberapa menit aku langsung jatuh cinta dong kakak!

Aku suka banget dengan dongeng. Buku kumpulan dogeng dari disney sampe christian andersen aku koleksi. sampai sekarang, aku paling suka baca bareng si K cerita dogeng, jadi denger dogeng-dogeng di drama ini udah gak asing seh buat aku, kecuali dogeng baru yang dibuat khusus untuk drama ini.

Tapi ternyata, kisah di drama ini tidak seindah dongeng-dogeng yang biasa aku baca. Banyak yang bilang, drama ini mengangkat tema psikologis. Aku lebih melihat bahwa drama ini banyak mengupas inner child. Bagaimana kita menjadi orang dewasa, sangat tergantung dari apa yang kita rasakan dan dapatkan semasa kita kecil.

Contohnya Ko Moon Young yang menjadi sociophaty karena selama dia kecil, dia selalu dikurung di kastilnya dan tidak boleh berinteraksi dengan orang lain karena dianggap akan merusaknya. Moon Gang Tae menjadi manusia yang selalu menutupi perasaan dan keinginannya karena seumur hidupnya dia hanya punya satu tujuan yang diberikan oleh ibunya: mengurus kakaknya yang berkebutuhan khusus.

Cerita drama ini dimuali dari seorang penulis dogeng bernama Ko Moon Young (Seo Yea Ji). Dia adalah seorang antisosial. Walaupun buku-bukunya sangat terkenal, tapi dia tidak baik berinteraksi dengan para penggemarnya. Disatu sisi, ada Moon Gang Tae (KIm Soo Hyun), seorang perawat rumah sakit di bangsal psikiatri, memiliki kakak pengidap autis yang memiliki trauma masa lalu karena melihat ibunya dibunuh, bernama Moon Sang Tae (Oh Jung Se). Sang Tae sangat mengidolakan Moon Young karena buku-bukunya.

Suatu hari, Moon Young mengadakan acara pembacaan dogeng di Rumah Sakit tempat Gang Tae bekerja. Awalnya Gang Tae ingin meminta tanda tangan untuk abangnya. Tapi karena ada ganggung dari seorang pasien, acara tersebut rusak dan Moon Young yang marah ingin menikam pasien tersebut. Gang Tae yang ingin melerai malah mendapatkan luka ditangannya dan dipecat dari Rumah Sakitnya sebagai kambing hitam.

Awalnya, Gang Tae dipanggil ke kantor Moon Young untuk diberikan uang ganti rugi. Gang Tae yang datang untuk meminta ttd untuk abangnya tentu tidak menerima uang tersebut. Saat pertemuan keduanya, Gang Tae teringat akan anak perempuan dari masa lalunya yang dulu sangat disukainya namun sangat kejam seperti Moon Young. Karena pertemuan tersebut, Moon Young jadi terobsesi dengan Gang Tae dan selalu mengejarnya.

Bahkan, saat Gang Tae, abangnya Sang tae dan temannya Ji Su pindah dari Seoul ke Kota masa kecilnya yang penuh dengan kenangan buruk, Moon Young mengikutinya. Moon Young pun akhirnya bertemu dengan ayahnya lagi karena Gang Tae bekerja di RS tempat ayahnya dirawat.

Awalnya, Moon Young selalu mengejar Gang Tae tanpa henti dan tanpa lelah. Gang Tae yang selalu dikejar awalnya merasa risih. Namun, lama kelamaan, jiwa Moon Young yang blak-blakan dan selalu mengungkapkan isi hatinya bahkan terhadap sikap Gang Tae yang dianggapnya palsu dan munafik, menarik perhatian Gang Tae. Moon Young pun tidak sulit untuk dekat dengan Sang Tae dan mengajak Sang Tae bekerja sama untuk menjadi ilustrator buku terbarunya.

Tampak mereka terkendala oleh perasaan masing-masing, namun ternyata mereka memiliki masa lalu yang berkaitan dengan trauma masa kecil keduanya. Dapatkan mereka bersatu dengan segala masa lalu yang pahit dan kejam buat mereka?



Banyak banget pesan moral disepanjang drama ini. Untuk aku, bukan hanya pesan untuk aku sebagai orang tua. Tapi juga untuk aku sebagai anak. Bagaimana kita memandang dunia ini? Apakah benar perasaan dimasa kecil kita sudah selesai dibenahi? Karena seperti buku Moon Young yang berjudul “Anak Lelaki yang penuh ketakutan” bahwa kita yang melupakan tidak akan menjadi jiwa yang bertumbuh. Tapi bagaimana kita yang tidak dapat melupakan dan merelakan? Apakah kita menjadi anak yang mendendam?

Gang tae selama hidupnya selalu benci dengan ibunya yang selalu mendahulukan kakaknya yang berkebutuhan khusus. Kata-kata ibunya yang bilang bahwa tugasnya adalah melindungi Sang tae abangnya sangat ia benci. Seakan dia dilahirkan hanya untuk sebuah tugas. Moon Young memiliki ketakutan terhadap ibunya. Ibunya selalu saja berkata bahwa dia adalah hasil karyanya. Karena karyanya tidak boleh dirusak, dia tidak ingin anaknya bergaul dengan orang lain.

Walaupun Moon Young takut kepada ibunya, akan tetapi dia juga membenci ayahnya. Dia menyalahkan semua kesalahan kepada ayahnya karena “orang yang diam saat melihat orang lain melakukan kekejaman adalah lebih kejam daripada orang yang melakukan hal tersebut”.
Lalu apa yang kalian rasakan setelah nonton drama ini?

Walaupun awal-awalnya terasa berat, tapi episode belakangan aku tetap merasakan ini drama korea yang menyenangkan seh. Kalau yang gak mau mikirin inner child atau apalah yang berhubungan dengan psikologis ya udah ding jangan maksain diri! Kalau aku lebih memilih drama ini untuk hiburan dengan muka-muka kinclong daripada pesan moralnya 😛 Dan konsep dogeng masih cocok di drama ini seh menurut aku. Karena setelah dihancurkan oleh penyihir jahat, mereka tetap dapat melewatinya dan happy ever after, hahahahaha.

bye.

 

8/9.TvN.Netflix

Cerita KGB Term 4 : School From Home


Dulu, aku sempat merasa aneh dengan anak-anak yang home schooling. Dulu itu maksudnya waktu aku masih anak-anak juga seh sampai kuliahan lah. Karena pengetahuan aku dulu yang HS itu kalau gak artis, atau anak-anak artis atau anaknya kak seto. Mikirnya, neh orang-orang gak mau bersosialisasi kali ya, sampai sekolah aja di rumah! Atau kalau artis anaknya sibuk banget kali ya, sampai sekolah aja gak sempat!

Beruntungnya aku ngeblog di tahun 2009 dan setelahnya aku jadi banyak teman blogger yang ternyata ada loh orang ‘biasa’ yang juga memutuskan untuk anaknya HS. Jadi gak cuma anak-anak artis atau orang terkenal aja gitu. Dan ternyata HS itu ada kelompoknya dan ada kurikulumnya! Bahkan yang aku tahu bisa juga menerapkan kurikulum Cambridge gitu loh, keren ya!

Setelah aku tahu gimana model HS sesungguhnya, aku jadi kagum sama orang tua yang dengan sadar meng-HS-kan anak-anaknya. Walaupun aku merasa aku cukup pintar (iya, cuma sampai cukup aja kok 😛 ) tapi aku merasa aku gak akan mampu mengurus si K sendirian di rumah dengan membuat kurikulum sendiri, membuat metode belajar, dan membuat jadwal serta target yang akan ditetapkan ke anak untuk HS tersebut. Yang ada ribet banget! Aku kan kerja ya, dan sampai sekarang aku tetap ingin selalu bekerja seh. Alasan aku bekerja bukan untuk berkarir seh, karena sebenarnya aku gak terlalu suka juga memegang jabatan di kantor. Kalau ditanya aku kenapa bekerja lebih kepada mengisi waktu dan mendapatkan uang, hahahaha. Karena aku sadar, aku bakalan stress banget kalau cuma di rumah aja sama si K. Sedangkan sabtu dan minggu aja aku suka mati gaya gitu loh ngajak si K main. Makanya aku bukan tipe orang tua yang melarang anak buat nonton, hahahaha. Dulu, cara aku untuk mengurangi si K nonton adalah dengan dia bersekolah dan melakukan beragam aktifitas lainnya. Selama ini si K itu ikut les setiap hari loh! Dari Senin- Jumat! Sabtu minggu biasanya kita isi dengan jalan-jalan, makan-makan, liburan ke luar kota atau ya bengong aja gitu nonton youtube dan netflix. Jadi ya emang anaknya udah produktif.

Eyalah tiba-tiba pandemi menyerang! Anak yang biasanya produktif tiba-tiba langsung disuruh di rumah aja. Yang biasanya aku udah tenang menyerahkan anak ke sekolah untuk menuntut ilmu dan menyerahkan ke guru-guru lesnya untuk kegiatan lain dipaksa untuk mengurus si K semuanya seorang diri! Aku tiba-tiba langsung stress! Manalah aku masih tetap harus bekerja kan yak. Makin stresslah diriku. Si K emang selama aku kerja masih tetap aku titipkan di rumah mertua sama bibi nya. Tapi kan bibi yang jagain si K itu gaptek dan gak bisa diserahkan begitu aja untuk mengurus sekolah K gitu. Manalah sekolah si K menggunakan full English lagi kan, makinlah bibinya gak ngerti. Alhasil, beberapa minggu pertama aku bolak balik kantor – rumah mertua setiap hari sejam hanya untuk membukakan si K google meet nya dan menemankan dia sekolah! Pekerjaan yang sangat melelahkan loh!

Karena banyak yang nanyain gimana suasana SFH di sekolahnya si K yaitu Kinderfield Pontianak, so aku akan menceritakan ini sekarang. Tapi, kayaknya ini lebih ke curhat aku sebagai emak-emak yang anaknya SFH deh daripada informasi yang berguna, tapi dibaca aja deh yak 😛

Gak ada yang siap menghadapi anak-anak yang tiba-tiba harus belajar dari rumah. Ya anaknya, ya gurunya, ya orang tuanya! Aku pribadi dari yang mikir, gimana neh atau apa neh yang aku harus lakukan agar si K tetap on the track pelajarannya dengan pendampingan aku di rumah, sampai kalau ditanya sekarang aku pengen banget sekolah segera dibuka! Aku benci banget orang yang gak taat protokol kesehatan bukan karena peduli sekarang. Lebih kepada kalau kasusnya ada lagi ada lagi kapan sekolah bisa segera buka? Karena aturan menteri sekolah boleh buka untuk kota yang zona hijau. Sekarang Pontianak ini sedang zona kuning. Gagal hijau karena ada positif corona yang datang dari surabaya. Aku denger itu rasa mau buang aja tuh orang ke sungai kapuas loh. Jahat banget gitu mencemarkan kota yang udah zero kasus. Katanya lagi ini orang cuma mau melarikan diri gitu loh, entah dari apa. Ya kok melarikan diri ke Pontianak pak! Ke hutan rimba sekalian sono yak *eh jadi emosi* 😛

Si K itu resmi gak bersekolah lagi mulai tanggal 16 Maret 2020. Terakhir sekolah itu tanggal 13 Maret 2020. Bener-bener ya, kalau inget-inget itu rasanya buram gitu masa depanku. Dulu ya aku optimis kok, tapi sekarang jujur aku pesimis banget dengan masa depan si pandemi ini. Sebenarnya sekolahnya si K itu akan libur Term 3 mulai tanggal 19 Maret, tapi karena pengumuman pandemi ini, dan Pontianak juga udah ada 1 kasus pertama covid-19 jadilah liburnya dimajukan. Jadi tanggal 16-20 Maret itu ya emang anak-anak libur, dan akan masuk kembali pada tanggal 23 Maret 2020. Selama satu minggu libur itu, yang aku tahu sekolahnya si K ngadain rapat demi rapat baik ditingkat nasional maupun ditingkat lokal di Pontianak memikirkan bagaimana anak-anak ini akan belajar di rumah. Setelahnya, aku sebagai orang tua dapat pemberitahuan bahwa sekolah akan online seminggu 3 kali untuk jenjang KGB yaitu hari senin-rabu-jumat. Setiap harinya anak-anak akan belajar online via Google-meet dengan kode yang diberikan oleh guru 15 menit sebelum kelas dimulai. Sebagai perbandingan, si K itu sekolah dihari biasa Senin sampai Jumat dari pukul 07.30 sampai pukul 11.30. Jadi emang jompang banget bedanya. Selain pertemuan tatap muka via google meet, sekolahnya si K juga menyiapkan Google-Class yang terdiri dari beberapa kelas. Yang aku inget seh ada kelas English, Math, IBL Social Study, IBL Science, Art, Mandarin, dan lainnya lupa, hahahaha. Jadi, nanti disetiap kelasnya guru-guru akan memberikan tugas gitu via Google-Class. Kita sebagai orang tua akan print tugas tersebut, anak ngerjain, terus hasilnya difoto dan upload kembali ke google classnya. Awalnya dikasih jadwal ngerjain tugasnya itu 3 hari, lalu iubah jadi gak ada target waktunya, yang penting dikerjain aja gitu deh. Repot banget loh ngurusin ini.

Tiga minggu berselang, karena gak melihat ada perbaikan kondisi, maka sekolahnya si K menetapkan bahwa pembelajaran daring akan dilanjutkan sampai akhir Term 4 ini selesai. Artinya adalah si K fix gak akan masuk ke sekolah lagi sebagai anak TK. Fix bahwa hari terakhir dia bersekolah normal sebagai anak TK adalah pada tanggal 13 Maret itu kemaren. Dan fix nanti kalau sekolah sudah kembali buka (yang gak tahu kapan itu) si K udah resmi jadi anak SD. Huwaa, sedih banget loh aku. Soalnya kan biasanya anak-anak yang lulus TK ini dibuat acara perpisahan yang meriah dan seru gitu di sekolah si K ini. Aku dan beberapa mama-mama masih berharap acara ini diadain walaupun gak gede di sekolah. Tapi blass lah gak ada, huhuhu. Awalnya yang si K sekolah via g-meet setiap 3 kali seminggu, diganti menjadi setiap hari dengan tugas yang lumayan banyak juga. Lelah mamak!

Aku seringkan yak bilang di sini bahwa aku suka surprice bahwa si K dengan umur yang masih kecil udah bisa tampil dan presentasi di depan kelas untuk menceritakan apa yang telah dipelajarinya di sekolah. Terus tiba-tiba yang biasanya guru yang ngajarin dia untuk presentasi dan menghapal bahan materinya, kali ini aku dong yang harus mempersiapkan si K! Kadang, saat-saat seperti ini, aku mempertanyakan kenapa aku yang harus melakukan ini semua. Aku bayar sekolah mahal-mahal buat guru-gurunya yang ngajarin loh! Hmmm.

Saat mempertanyakan seperti itu, aku ingat dan lihat lagi orang tua yang meng-HS-kan anak-anaknya. Walaupun aku harus capek menemankan si K mengerjakan tugas-tugasnya. Tapi untuk di sekolah si K sendiri, aku merasa aku gak terlalu perlu mengajari si K loh. Walaupun cuma 1 jam, tapi sekolahnya si K memberikan waktu yang efektif untuk mengajari anak-anak pelajaran dasar yang perlu mereka ketahui. Jadi di rumah tinggal diulangi aja gitu. Lalu, mereka juga tetap melaksanakan kurikulum yang ada. Jadi aku gak mikir hari ini mau belajar apa. Anak ini harus paham sampai mana. Bener-bener tugas aku cuma print tugas dan upload aja seh, bahkan untuk si K sendiri dia gak perlu ditemenkan juga seh yak sebenarnya ngerjain tugasnya, karena dia udah tahu semua sendiri! Syukurnya untuk bahan presentasi itu tentang planet dan warna pelangi yang pada dasarnya sebelum di sekolah dia juga udah tahu sendiri dari youtube 😛 jadi cincai lah aku ngajarinnya. Tapi tetep aja lelah, hahahaha.

Di tengah pembelajaran sekolah kemudian melakukan inovasi lagi. Yang awalnya orang tua harus menyiapkan bahan sendiri, kali ini sekolah memberikan bahan worksheet yang orang tua tinggal pake aja. Jadi sekolah membuat jadwal pengambilan cetakan worksheet tersebut dengan cara drive thru. Ini lumayan membantu seh karena hasil cetakan dari google class gak sebagus kalau dicetak beneran gitu. Sekolah si K bener-bener berupaya untuk anak-anak tetap bisa ‘bersekolah’ dengan nyaman dan memenuhi target yang telah ditetapkan. Walaupun pada dasarkan aku merasakan bahwa targetnya dikurangi seh. Tapi kalau aku disuruh menyiapkan bahan sekolah sendiri aku juga nyerah. Dan juga, membandingkan dengan sekolah-sekolah lain di sekitarku sekolah si K ini sangat jauh lebih terdepan seh daripada sekolah lain. Ibu aku sendiri ngajar di SD negeri, blas anak-anaknya gak ada bahan yang diberikan (sebelum tahun ajaran baru). Temen aku yang anaknya sekolah di SD Islam swasta lumayan terkenal di Pontianak ‘cuma’ diberikan materi dari WAG. Jadi, aku masih bersyukur si K sekolah di Kinderfield karena yang aku rasakan, walaupun di rumah, rasanya si K tetap dalam bimbingan sekolah dan guru-gurunya.

Kalau mau baca teman-tema apa aja yang dipelajari waktu si K sekolah selama di TK Kinderfield bisa dibaca di bawah yak:

  1. Masa – Masa Kiddy 2, Term 1
  2. Masa – Masa Kiddy 2, Term 2
  3. Masa – Masa Kiddy 2, Term 3
  4. Cerita Akhir Tahun Kiddy 2
  5. Some Stories About KGA (Term 1 & 2)
  6. Stories About KGA (Term 3 & 4)
  7. Akhirnya KGB (Term 1 & 2)
  8. Cerita KGB Term 3
  9. Cerita KGB Term 4 : School From Home

Lalu, bagaimana presentasinya selama belajar di rumah?

Seperti yang aku bilang setiap Term di Kinderfield itu punya tema masing-masing, dan walaupun selama SFH, temanya masih tetap jalan dong! Tema yang diangkat pada term 4 kali ini untuk Social Study adalah Amazing Color dan untuk Science adalah Solar System. Yang biasanya aku terima beres aja anaknya bisa presentasi di depan kelas, kali ini aku terlibat langsung prosesnya. Aku jadi tahu bagaimana prosesnya guru mengajarkan anak-anak ini untuk bisa hapal.

Yang aku tangkap, prosesnya adalah membagi tema itu kebeberapa sub tema. Nah sub tema ini diajarkan berulang kali sampai anak-anak akan ingat dan mengerti. Jadi sistemnya itu bukan disuruh hapal, tapi disuruh mengerti. Saat anak sudah mengerti disatu bagian, mereka akan dikasih bagian berikutnya untuk dikenali dan dimengerti lagi, gitu terus sampai temanya selesai.

Misal neh untuk tema Solar System sendiri, pertama anak-anak diajarkan tentang 8 planet di sistem tata surya kita. Udah paham neh, masuk lagi dikenalkan 5 dwarf planet. Udah gitu, diajarkan lagi benda-benda tata surya lainnya semacam meteor dan sejenisnya. Apa bedanya dengan planet dan ciri-ciri dari benda langit tersebut. Lalu mulai masuk ke bumi sebagai planet yang kita tinggali. Terakhir adalah diajari bagaimana cara menjaga bumi agar selalu sehat.

Untuk tema warna sendiri, pertama diajari primary color. Kenapa disebut primary color dan sebagainya. Udah ngerti, terus dikenali sama secondary color, diajari juga kenapa disebut itu dan bagaimana cara kita bisa membuat secondary color. Kalau udah bisa buat, diajarin deh cara membuat warna warna pelangi. Diajari juga bahwa warna itu juga bisa dari yang alami seperti bunga buah dan lainnya, ada juga yang buatan.

Hasilnya setelah diajari di google meet dan dipersiapkan di rumah gimana? Alhamdulillah si K bisa melewati itu seh. Bisa dilihat hasil presentasinya di video bawah ya :mrgreen:

Kayaknya udah kepanjangan banget ya ceritanya, hahahaha. So begitulah kira-kira kegiatan si K di Kinderfield Pontianak selama SFH. Sampai sekarang, walaupun rasanya berat, tapi aku tetap merasa udah bener menyekolahkan si K di sini seh yak. Karena dia masih bersekolah menuntut ilmu seperti biasanya, bertemu dengan teman-temannya lewat google meet dan langsung tatap muka dengan gurunya via internet. Sekolah dan gurunya makin ke sini makin mencari cara yang efektif untuk anak-anak tetap dapat mendapatkan pelajaran yang ada. Dan aku walaupun mendampingi di rumah tetap tidak perlu mikirin apa yang si K harus pelajari. Tinggal buka google class dan mengulang pelajaran yang sudah disediakan sekolah. Itu aja seh.

Tapi ternyata, SFH di masa TK gak sebanding perjuangannya SFH di masa SD! Hahahaha. Nanti kapan-kapan aku cerita juga gimana suasana si K sekolah primary di rumah ya!

Dan terakhir, aku selalu berdoa semoga pandemi ini segera berakhir. Pontianak sekarang (8/22/2020) sedang mengalami gelombang kedua corona. Yang awalnya sempat 0 kasus beberapa minggu, sekarang naik lagi. Bahkan hari ini diumumkan penambahan kasus 33 orang dengan 29 orang kemaren. Aku hanya berharap vaksin yang sedang diuji segera sukses dan dapat dibeli, agar anak-anak kembali bertemu dengan temannya dan kembali bersekolah dengan normal.

bye.

[Review Drakor] Hi Bye Mama!


Image may contain: 4 people, people sitting and text

Nonton drama ini karena mbak Annisa. Pas dia review kok ya seru banget kelihatannya. Sepertinya dramanya sedih banget dan aku bakalan bercucuran air mata nontonnya. Makanya jadi penasaran, tapi tetap gak mau nonton on going karena aku emang lagi lelah banget nonton on going. Terus pas udah nonton gimana? YA KAGAK GIMANA-MANA juga kakak! Hahahahaha. Sepanjang film gak ada yang buat aku nangis seh. Ada seh bagian yang sedih banget kayak pilu gitu perasaan, tapi tetap gak terlalu menyedihkan buat aku.

Nonton film yang kata orang sedih tapi aku gak terasa sedihnya ini mengingatkan aku bahwa Aku masih tetap orang yang gak berperasaan btw. Hahahaha. Jadi inget dulu kalau lagi siraman rohani gitu di sekolah, teman teman seangkatan udah pada nangis kejer, aku di bawah mukena cuma ingatnya kepanasan aja sambil ngedumelin kakak senior sok sokan ngasih kalimat sedih sedih padahal B aja 😜

Terus kalau gak sedih dramanya gak bagus Niee? Ya bagus seh kata aku, hahahaha.

Jadi drama ini dimulai dengan cerita bagaimana Cha Yu Ri (Kim Tae Hee) bertemu dengan suaminya Jo Kang Hwa (Lee Kyung Hyung). Dari mulai mereka kuliah, sampai Yu Ri bekerja dan Kang Hwa ambil spesialis. Dari yang seneng seneng pacaran sampai yang marah marahan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Walaupun hubungan mereka isinya cuma bertengkar baikan sayang sayangan terus direapet lagi, tapi pada intinya hidup mereka bahagia karena memiliki satu dan lainnya. Gak ada acara perselingkuhan, gak ada istilah kesulitan ekonomi, gak ada istilah ibu mertua yang galak pokoknya, kalau hidup mereka terus berjalan, mereka adalah pasangan yang bisa “hidup bahagia selamanya”

Tapi, namanya hidup, emang bisa bahagia selamanya? Ya, namanya manusia hanya bisa berencana, tetap Tuhanlah penentu apa yang akan terjadi.

Dua hari sebelum Yu Ri melahirkan anak pertama mereka, dia mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang membuat dia harus memilih, ingin menyelamatkan nyawanya ataukah anaknya. Dan dia memilih menyelamatkan nyawa anaknya. Anak Yu Ri pun, Seo Woo lahir dengan sehat wal afiat dan Yu Ri pun seketika itu meninggal dunia.

Kang Hwa sangat syok mendapati istri yang sangat dicintainya meninggal. Diapun kehilangan arah dan merasa tidak mampu untuk mengasuh anak mereka. Karena itu, dia ingin anak mereka diasuh oleh neneknya yang orang tua Yu Ri. Tapi mereka tidak mau dan tetap menyuruh Kang Hwa untuk mengasuh anaknya sendiri karena itulah tugas utama seorang ayah.

Untuk beberapa tahun Kang Hwa hidup dalam penderitaan mengasuh anak dan kesakitan ditinggal seorang istri.

Apakah ini akan berakhir kepada cerita penderitaan seorang anak yang ditinggal oleh ibunya? Oh tentu tidak!

Kang Hwa, setelah kesakitannya, akhirnya menemukan kembali orang yang dapat diandalkannya Oh Min Jung (Go Bo Gyeol) , seorang perawat yang baik hati dan akhirnya merekapun menikah. Min Jung sangat sayang dengan anak mereka Seo Woo dan menjaga anak itu seperti anak kandungnya sendiri. Karena kasih sayang itulah Seo Woo juga menjadikan Min Jung menjadi mama yang sangat disayanginya.

Terus kalau udah bapak jatuh cinta lagi, dan anak bahagia, gimana ceritanya?

Ya ternyata, selama ibunya, Yu Ri meninggal, dia tidak pergi ke akhirat, tapi tetap di dunia menjadi arwah dan menempeli anaknya, Seo Woo. Selama lima tahun umur anaknya, dia selalu melihat perkembangan Seo Woo hingga suatu saat dia tersadar bahwa karena dia Seo Woo dapat melihat arwah.

Marah kepada Dewa, diapun memaki makinya hingga akhirnya dia tiba tiba berubah menjadi manusia kembali dan diberikan waktu 49 hari untuk mendapatkan kembali tempatnya. Menjadi istri Kang Hwa dan ibu Seo Woo.

Bisakah Yu Ri melakukannya? Disaat Seo Woo sudah sangat menyayangi ibunya Min Jung?

Ya ditonton aja deh yak gimana hasilnya.

***

Untuk drama ini, aku sendiri sebenarnya nggak tim siapa siapa. Bukan Tim Yu Ri dan bukan tim Min Jung juga.

Yu Ri jelas adalah ibu kandung Seo Woo dan istri sah Kang Hwa. Dia baik hati dan tidak ada kekurangan sedikit apapun. Tapi, gak bisa dipungkiri dia sudah meninggal. Gak ada yang salah dari manusia yang ditinggal oleh orang yang meninggal dan berusaha untuk terus hidup di dunia ini.

Min Jung lebih lagi. Dialah yang menjaga Kang Hwa saat dia dalam masa masa kelamnya. Dia sebagai ibu tiri sangat menyayangi Seo Woo dan ingin menjadi ibu seutuhnya. Gak ada kekurangan dan kesalahan sedikitpun dari Kin Jung. Jadi gimana mau memilih?

Tapi yang pasti, menurut aku yang meninggallah yang harus mengalah. Karena toh dia sudah meninggal.

Drama ini mengajarkan kita bahwa setiap orang yang meninggal pasti punya penyesalan. Tapi, apakah kita akan selalu terperangkap dalam penyesalan itu?

Makanya kita di dunia perlu melakukan yang terbaik kan yak. Jadi walaupun ada penyesalan, kita gak akan terlalu terpuruk dalam penyesalan itu.

Aku sendiri yakin bahwa ada kehidupan setelah kematian. Tapi aku gak mau juga terjebak di dunia manusia seh. Karena dunia gak ada habisnya. Jika sudah meninggal, kita hanya bisa mengurusi diri kita sendiri.

So, ada yang udah nonton drama ini juga? Gimana gimana pendapatnya?