Perpisahan Online


Waah, udah lama banget ya aku gak nulis blog. Belakangan ini emang lagi sibuk banget seh di kantor. Plus kalau siang aku bisanya pulang ke rumah buat makan, jadi waktu nulisnya gak ada. Nah, mumpung lagi senggang neh, sebelum negara api menyerang lagi mari kita tulis cerita tentang perpisahan online si K yang belum selesai di KGB. Sekarang anaknya udah primary dan udah selesai Term 1 ya masak gak ditulis cerita perpisahan onlinenya kan. So here we go go go! :mrgreen:

Setelah selesai semua materi sekolahnya si K maka saatnya bagi rapor. Biasanya, rapor si K itu tebel dan isinya panjang lebar banget dari gimana anak di sekolah, gimana dia belajar, apa yang dipelajari selama di sekolah, sampe worksheet yang dia kerjakan di sekolah juga diberikan ke orang tua dan anak lagi. Jadi satu tas full isi rapornya.

Karena Term 4 di sekolahnya full online, maka yang paling terasa adalah gak adanya worksheet yang diberikan. Lah gimana mau diberikan, wong worksheetnya dikerjain di rumah sama emaknya 😛 Selain worksheet yang pasti udah gak ada sama sekali, plus prakarya-prakarya anak yang biasanya aku suka excited setiap kali melihatnya, dari segi isi tulisan di rapor juga sangat berkurang seh menurut aku. Sekilas aku lihat isinya bisa berkurang 40%nya lah gitu.

Sekolah online menurut aku hanya mengejar pelajarannya seh. Yang biasanya sekolah juga memberikan kedisiplinan, rasa tanggungjawab, sosial, bermain dan lain sebagainya. Jadi untuk pelajaran mungkin kinderfield hanya berkurang sekitar 10-20% aja, tapi untuk yang lain beneran jauh seh.

Makanya pas nonton podcastnya mas menteri juga pas ditanya kalau pandemi ini gak selesai-selesai sampai 5 tahun sekolah gimana? Dia akan lebih menyarankan untuk anak-anak harus tetap ada tatap muka. Ntah seminggu sekali, atau seminggu dua kali. Tapi tatap muka harus banget ada. Aku setuju seh untuk ini.

Setelah bagi rapor, kami dijadwalkan untuk bertemu dengan guru via google meet juga. Kelihatan banget seh yak gurunya sedih banget karena harus melepaskan murid-muridnya dengan kondisi seperti ini. Gak ada peluk-pelukan, gak ada tari-tarian, gak ada ceremony meriah yang seperti tahun-tahun lalu dilaksanakan. Aku juga sempat curhat bahwa sedih banget si K gak mendapatkan pelajaran penuh via sekolah. Jadilah kami sedih bersama, hahahaha.

Walaupun gak ada perayaan, tapi sekolah si K tetap ngadain foto untuk kelulusan menggunakan toga. Jadwalnya ketat banget, jadi setiap 30 menit hanya ada 5 anak aja yang datang. Itupun datang foto 1-2 kali terus cuss langsung pulang. Gak ada yang nongrong main-main gitu. Bener-bener tertib banget. Tapi paling gak ada deh foto aku sekeluarga bareng si K bertoga TK, hahahaha.

Lalu, tibalah mereka perpisahan online.

Sebelum acara resminya, kita disiapkan jadwal gladiresiknya dulu. Kebetulan aku juga diminta untuk mengisi kesan dan pesan dari orangtua untuk perpisahannya. Ini kesan dan pesan yang aku tulis untuk perpisahan kemaren, hahaha.

Perpisahan onlinenya dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 4 Juli 2020. Gak ada yang special seh sebenarnya acaranya juga 😛 Yang pasti guru-gurunya pada sedih semua.

Acaranya dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, terus principal berbicara bahwa ini emang berat, dan kita harus berjuang bersama untuk melaluinya. Pas acara ini aku masih amat berharap bahwa kelas 1 nanti si K bakalan masuk tatap muka lagi di sekolah. Tapi kalau ditanya sekarang aku udah hopeless benar-benar dah. Mikirnya seh mungkin bakalan masuk nanti tahun ajaran baru 2021. Tapi masih ragu juga sampe sekarang.

Lalu dimulailah acara inti, menampilkan foto-foto anak terus kesan-kesan anak di sekolah. Apa yang mereka paling suka di sekolah pokoknya seneng deh bacanya. Habis itu ada acara seperti pengalungan mendali dan foto bersama masing-masing anak bersama orang tuanya. Disela-sela itu ada juga diisi sama kesan dan pesan dari orang tua murid (termasuk aku 😛 ). Udah ding, gitu aja selesai. Total acaranya kurang lebih 1 jam 30 menit. Tapi kelamaan untuk ngalungin mendali ke masing-masing anak seh menurut aku. Jadi si K sendiri kecapean di tengah-tengah.

Yang aku sayangkan adalah, sepertinya sekolah ngerekam kegiatannya ya, jadilah aku gak ngerekam tayangannya. Etapi ternyata sekolah gak ngerekam dong! Padahal pengen banget simpan momen gaduation virtualnya. Sedih deh.

So, begitu aja cerita perpisahan si K di sekolah TKnya. Walaupun aku udah gak berharap banyak, tapi aku masih tetap akan berdoa semoga pandemi ini segera selesai. Udah banyak korban pasien, korban jiwa, korban PHK dan yang terlupakan kata mas mentri adalah korban pendidikan. Berapa banyak anak-anak disekeliling kita yang lost pendidikannya. Di daerah rumah aku aja gak ada tuh yang namanya sekolah online, yang ada ya unschooling. Anak-anak pada gak sekolah! Jadi melihat sekitar aku sangat bersyukur seh si K sekolah di sekolah sekarang. Karena yang menerapkan online school di Pontianak sangat amat jarang. Kayaknya gak ada sampe 10 sekolah deh yang lain ya bablas aja disuruh baca sendiri terus ngerjain soal sendiri. Malahan ada yang muridnya hilang!

bye.

[Review Drakor] The King : Eternal Monarch


Aku bingung mau tulis ini dari mana. Aku gak mengikuti teori yang beredar tentang drama ini seh di media sosial, jadi yang berharap aku akan bahas teorinya ya maap. Hahahaha. Tapi tenang, aku punya teori sendiri kok.

Sebagai penggemar marvel, teori dunia paralel ini udah sering disebut di marvel. Bahkan setelah tamatnya End Game rencananya bakal ada dunia paralel di sana kan yak? Sayang seluruh film marvel ditunda penayangannya, jadi belum bisa dieksekusi. Aku juga penggemar berat harry potter, masalah balik nyelamatin masa depan dengan perjalanan waktu udah jadi makanan jaman SMA. Jadi sebenarnya aku gak terlalu pusing seh yak dengan jalan cerita drama ini. Intinya seh cuma satu, kalau bingung ya ditonton aja deh, nikmati aja, lupakan kebingungannya 🤣

Cerita di drama ini dimulai pada tahun 1994, saat itu Raja Kerajaan Corea sedang diserang oleh abang tirinya sendiri, Lee Lim. Sang putra mahkota, Lee Gon (Lee Min Ho), secara tidak sengaja datang ke tempat penyerangan itu melihat ayahnya meninggal. Saat seperti sudah tidak ada harapan lagi, tiba tiba langit langit runtuh dan dia diselamatkan oleh orang yang tidak dikenalnya. Saat dia sedang terluka parah, dia menyembungikan dua benda, 1/2 dari Manpasikjeok dan sebuah kartu tanda pengenal seorang perempuan dari Republik Korea bernama Letnan Jeong Tae Eul.

Raja Lee Gon kemudian setelah besar menjadi raja yang bisa segalanya. Dia sangat mahir berkelahi untuk mempertahankan diri, mahir menggunakan senjata, berkuda dan sangat pintar matematika. Selama hidupnya, dia sangat penasaran dengan orang yang telah menyelamatkannya dan sangat ingin bertemu dengan Letnan Jeong Tae Eul.

Lalu kemudian tiba tiba, secara tak sengaja saat berjalan dengan kudanya Maximus dan Manpasikjeok miliknya di hutan bambu, dia kemudian membuka gerbang yang ternyata membawanya ke dunia paralel. Di sana, dia akhirnya bertemu dengan orang yang selama ini ingin ditemuinya, Jeong Tae Eul (Kim Go Eun).

Awalnya Jeong Tae Eul tidak percaya dengan apa yang dibicarakan Lee Gon tentang dia dari dunia luar dan merupakan Raja di Kerajaan Corea, tapi setelah dia dibawa oleh Lee Gon ke dunianya, Tae Eul baru percaya. Tae Eul pun kemudian mulai menyukai Lee Gon, yang mana Lee Gon telah menyukainya sedari ia kecil.

Mengetahui adanya dua dunia, Lee Gon jadi tahu bahwa pamannya sang penghianat Lee Lim belum meninggal. Dia hanya bersembunyi di dunia lain dan memanfaatkan kekuatan waktu antara kedua dunia agar dia tetap muda. Bukan hanya menyelamatkan dirinya sendiri juga, Lee Lim juga banyak membuat kesepakatan antara manusia didua dunia sehingga dua dunia tercampur lagi tidak pada tempatnya.

Lee Gon yang awalnya ingin menyelamatkan dirinyapun kemudian beralih untuk langsung membunuh Lee Lim untuk menyelamatkan seluruh dunia yang sudah dihancurkan oleh Lee Lim. Tapi bagaimana caranya?

***

Menurut aku, inti drama ini adalah mesin waktu? Pernah dengar kenapa mesin waktu gak boleh dibuat? Karena kalau benar benar ada mesin waktu itu, maka perjalanan waktu di dunia akan hancur. Jika kita menyelamatkan satu peristiwa dengan berusaha merubah peristiwa tersebut dari akarnya, yaitu masa lalu, lalu bagaimana dengan masa depan yang sudah berjalan? Jawaban gampangnya tentu adalah sejarah akan berubah. Tapi menurut aku, sejarah tidak pernah berubah sekuat apapun kita berusaha. Yang ada, jalan cerita yang menjadi dua.

Seperti perbedaan antara Kerajaan Corea dan Republik Korea. Sejarah mereka berbeda saat raja terakhir korea di Republik Korea menyerah, tapi raja yang sama di Kerajaan Corea tidak menyerah. Mungkin ada orang di masa depan yang datang saat itu yang meyakinkan sang raja untuk tidak menyerah, maka terjadilah perbedaan sejarah di sana, dan saat itulah dua paralel terbentuk antara kerajaan Corea dan Republik Korea.

Kerajaan Corea yang dipimpin oleh raja tetap menyatukan kekuatannya, sehingga semenanjung korea tetap bersatu. Tapi Republik Korea hancur dan kemudian karena runtuhnya kekuatannya dijajah oleh Jepang. Hasil jajahan jepang negara korea terbelah dan berperang antara korea utara dan korea selatan. Hingga akhirnya pada tahun 1950 terjadi perang dan akhirnya mereka saudara yang berpisah.

Kedua dunia berjalan tetap beririsan, dengan orang orang yang sama, ibu bapak yang sama menikah dan melahirkan anak anak yang sama. Hanya saja jalan hidup mereka yang berbeda, karena berbeda sejarah itu.

Lalu, kalau kita udah ngomongin dasar permasalahan, teori tentang dua dunia jadi lebih mudah dicerna bukan? Hahahaha.

Terus pertanyaannya, dapatkah dua orang dari dua dunia yang berbeda saling mencintai dan dapat hidup bahagia selamanya?

Menurut aku bisa bisa aja seh, tapi balik lagi sama WriterNim kan yak? Dia memilih apa?

Kalau kata orang orang ending drama ini bahagia, beda seh dengan teori aku. Mereka berdua gak ada bahagia bahagianya kakak! Ya bayangin aja harus bolak balik kedua dunia terus sampai kapan? Seperti udah gak ada masa depan seh ini. Kenapa gak pindah ke salah satu dunia aja? Dunia paling cocok ya Kerajaan Corea karena sang raja kan punya kekuatan yang sangat kuat di kerajaannya. Soal ada orang yang sama ya anggap aja emang kembar siam. Bahkan bisa dibilang mereka saudara yang terpisah jauh kan yak? Hahahaha.

Pokoknya walaupun mereka berdua akhirnya bersatu aku agak kurang suka sama pemilihan endingnya. Seperti cuma mengikuti takdir aja gitu.

Jadi jadi, siapa yang udah nonton drama ini? Kalau teori kalian bagaimana? Hahahaha.

[Review Drakor] Hospital Playlist


Nonton drama ini saat orang orang mulai tamatin nontonnya. Kemudian dapat spoiler kalau endingnya gantung. Ya udah, aku juga spoilerkan ke kalian bahwa endingnya emang gantung! 😜

Nonton drama ini karena posternya kece. Baca sinopsisnya jadi penasaran. Kok bisa gitu ada 5 orang dokter yang bersahabat dari semenjak mahasiswa sampai jadi spesialis. Manalah kerja di rumah sakit yang sama lagi! Kan buat iri! Iri karena aku gak punya teman yang tetap kontak dari sekolah sampai sekarang gitu, hahahaha. Etapi aku emang tipe manusia seperti itu seh, jadi gak bisa disamain 🥺

Aku masih suka kagum sama drama korea yang jika mengangkat satu tema drama pasti totalitas banget. Termasuklah drama ini. Setiap adegan disuguhkan sama bahasa bahasa medis yang kedengarannya sangat keren. Cuma kedengarannya seh, aku dari dulu gak suka pelajaran biologi juga 🤣

Jadi ceritanya tentang apa seh Niee?

Wokey, sama seperti yang aku sebut di atas, bahwa drama ini bercerita tentang 5 sahabat yang sudah berteman 20 tahun. Dari jaman rambut masih gimbal berekor panjang, sampai jadi manusia manusia keren menjulang.

Ada Lee Ik Jon (Cho Jung Seok) sang dokter spesialis dalam, Ahn Jeong Won (Yoo Yeon Seok)  dokter spesialis bedah anak, Kim Jun Wan (Jung Kyoung Ho) dokter spesialis paru, Yang Seok Hyeong (Kim Dae Myung) dokter spesialis kandungan, Chae Song Hwa (Jeon Mi Do) dokter spesialis bedah otak.

Pada mulanya, mereka bekerja di rumah sakit berbeda, lalu presiden direktur RS Yulje meninggal yang mana ayah dari Ahn Jeong Won. Jeong Won yang awalnya digadang sebagai penerus RS kemudian menolak dan memilih mengelola pasien VIP. Untuk mendukung itu, diapun meminta teman temannya untuk membantunya. Seok Hyeong setuju dengan syarat, untuk band mereka aktif kembali. Dan mulailah perjalanan cerita mereka.

Lee Ik Joon awalnya terlihat bahagia, dia memiliki anak yang sangat lucu bernama Lee U Jun dan istri yang tinggal di luar negeri. Namun tiba tiba istrinya kembali dan mengajak bercerai. Walaupun berat, akhirnya diapun setuju dan menjadi ayah tunggal dari U Ju.

Ahn Jeong Won walaupun dari keluarga kaya tapi selalu kekurangan uang. Dia adalah tipe manusia baik hati yang lebih suka menolong sesama. Dia anak kelima dari lima bersaudara dan keeempat abang dan kakaknya menjadi pastur dan biarawati. Jeong Won sendiri memiliki kegelisan sendiri untuk dirinya, dia juga ingin mengikuti jalan kakak kakaknya.

Kim Jung Wan yang paling tidak terlihat ada masalah. Tapi kemudian dia mulai berpacaran dengan Lee Ik Soon adiknya Ik Joon. Merekapun berpacaran diam diam dari kakak dan teman temannya. Mereka saling mencintai tapi Ik Soon tidak mau menikah karena ada trauma masa lalunya.

Yang Seok Hyeong yang memiliki masalah paling kompleks dari mereka berlima. Pernah menikah dan sekarang berstatus duda. Memiliki ayah yang selingkuh dan ibu yang tidak ingin bercerai dari ayahnya. Hari harinya hanya menemani ibunya dan mengurus permasalahan keluarganya. Dia disukai oleh dokter residen di rumah sakit tapi galau dengan keadaannya sendiri.

Terakhir Chae Song Hwa, tipe manusia sempurna. Satu satunya cewek di gank band para dokter spesialis. Pintar, baik, ramah dan disukai oleh semua orang disekelilingnya. Hanya satu kekurangannya, suaranya false 🤣

***

Sebenarnya cerita drama ini tentang apa seh? Kalau aku simpulkan, drama ini berkisah tentang kehidupan sehari hari para dokter spesialis di suatu rumah sakit. Udah. Hahahahaha.

Walaupun ada konflik gak dibahas dengan mendalam, ada percintaan yang buat greget tapi tetap hanya sebagai pemanis. Dari episode keepisode diisi oleh satu pasien kepasien lainnya.

Terus membosankan dong? Awal episodenya aku sempet bosan juga seh. Tapi dorongan para teman jadi pengen nonton lagi. So far nonton drama ini beneran menghibur banget. Cocok buat nonton teman minum teh sore hari. Tapi aku nontonnya selalu malam hari 😄

Terus kalau cuma cerita sehari hari gantungnya di mana?

Ya itu, walaupun gak ada yang bikin greget, tapi cerita drama ini sangat mengalir, bagaimana kehidupan keluarga mereka, dan bagaimana kehidupan cinta mereka.

Gantungnya saat jadian eh habis, saat nyatakan cinta eh habis, saat menolak eh habis, saat lagi cinta cintanya eh habis, semuanya saat nanggung eh habis, padahal lagi suka sukanya sama dramanya eh habis dong 😭😭

Untuk penggambaran tentang dokternya aku suka seh. Jadi beneran berasa dokter spesialispun manusia biasa 😂 Yang selama ini aku lihat para dokter di rumah sakit itukan jauh, berjarak dan kaya kaya kan yak. Kalau di sini mereka digambarkan adalah warga biasa aja. Ada yang kaya, tapi gak ada yang digambarkan dokter spesialis kaya raya. Ada yang pintar, tapi gak digambarkan bahwa semua dokter jenius.

Di drama ini juga dilihatkan perjuangan para dokter residen. Gak tahu kenyataannya ya, tapi kok ya di sini dokter spesialis dan residennya sweet banget gitu. Selalu mendampingi dan didampingi.

Dan lagi, didramanya juga dilihatkan bahwa dokter dokter ini suka banget kalau ada dokter baru dibidang mereka. Makanya mereka pada “cari muka” ke mahasiswa kedokteran biar mereka masuk ke spesialis seperti mereka. Biar ada yang bantu gitu. Padahal aku kira para dokter spesialis ini berlomba lomba siapa yang paling langka 😂

Kesimpulannya?

Aku jadi gak bisa nyimpulin seh drama model kayak gini, hahaha. Yang pasti selama 12 episode ini aku sangat menikmati. Akan ada season 2 tahun depan nanti. Mudah2an semua yang ngegantung bisa ada jawaban pasti.

Aku menunggumu ditahun depan para dokter 🥰🥰