[Review] Kinderfield Kindergarten Pontianak


Kinderfield Pontianak

 

Beberapa bulan yang lalu, waktu aku masih aktif banget main Facebook, saat aku post tentang sekolah si K ada senior aku di kampus yang minta buat review sekolahnya di blog. Aku lihat seh anaknya ada dua, satunya lebih tua daripada si K jadi ya gak mungkin juga pindah sekolah (asumsi aku aja seh, ya kalau mau bisa bisa aja πŸ˜› ) dan satu lagi emang masih kecil seh, umuran 3 tahun gitu dan pas banget mungkin tahun depan (atau tahun ini?) masuk TKA.

Sebenarnya, udah sering banget ya aku nulis sekolahnya si K, tapi emang gak ada secara keseluruhan gitu jadi ya kenapa nggak aku tulis kan? Mungkin ini bisa jadi media juga kalau ada yang sedang mencari sekolah anak untuk TK nya bisa mampir ke blog ini. Karena pas aku nyari sekolah buat K kemaren emang agak susah seh yak. Gak ada review jujur dalam bentuk blog gitu loh. Orang Pontianak belum ada yang review sekolah ternyata.

Ok, untuk mereview sekolahnya si K ini aku buat beberapa point yak. Dan perlu aku garis bawahi adalah bahwa ini review hanya untuk level paud dan TKnya. Karena si K baru lulusnya untuk tingkat TK. Untuk SD sendiri karena dari awal masih online jadi belum berasa apa-apa seh yak, jadi mungkin beberapa tahun ke depan baru aku akan tulis untuk tingkat Primay. So here we go go go.

Kenapa memilih Kinderfield Pontianak?

Yang udah baca blog aku dari dulu pastinya udah tahu seh yak alasannya πŸ˜› Tapi aku tulis lagi deh di sini.

Jadi zaman dahulu kala tuh, pas si K baru lahir lah, aku tuh bingung mau sekolahkan si K di mana. Pilihannya sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis sekolah. Apakah aku mau sekolahkan si K ke sekolah berbasis agama, ataukah aku mau menyekolahkan si K untuk sekolah berbasis internasional (atau nasional plus deh karena di Pontianak gak ada yang sekolah murni Internasional).

Lalu mulailah aku memikirkan lebih kurangnya aku pilih sekolah berbasis agama atau sekolah nasional pluss. Pertama, aku mikirkan akan di bawa ke mana pendidikannya si K nanti? Apakah aku mau mengejarkan dia masuk PTN atau kuliah di luar negeri? Walaupun pada akhirnya akan aku tanyakan kepada si K nanti saat dia kelas 1 SMA, tapi jika untuk aku pribadi aku akan memilihkan dia untuk kuliah di luar negeri. Sebenarnya bisa-bisa aja seh dari sekolah berbasis agama kuliahnya di luar negeri. Tapi lagi-lagi karena aku tinggalnya di pontianak, aku lihat gak ada sekolah berbasis agama yang kuat dari segi bahasa inggrisnya.

Kemudian aku juga memikirkan dari segi keberagaman seh. Aku maunya si K berteman dan mengenal orang dari berbagai agama, suku bangsa dan ras gitu. Jadi gak terpatok sama 1 agama saja. Aku berharap seh dengan dia bersekolah di sekolah umum, dia tidak akan kaget atau kagok jika tiba-tiba menjadi minoritas atau bahkan mayoritas. Berfikir terbuka dijaman yang udah maju gini masih tetap harus diasah kan yak :mrgreen: Makanya akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan si K ke sekolah nasional pluss.

Di Pontianak sendiri ada beberapa sekolah nasional pluss yang lumayan terkenal. Aku mencari tahu beberapa sekolah yang sesuai kategori aku, tapi pada akhirnya aku memilih Kinderfield Pontianak.

Kurikulum

Kinderfield Pontianak adalah sekolah Friencise yang kurikulumnya sudah ditetapkan di kantor pusat di Jakarta. Aku mikirnya ini penting banget seh karena ada beberapa sekolah nasional plus di Pontianak yang kurikulumnya kurang terlalu bagus. Mereka hanya menerapkan berbahasa Inggris tanpa memikirkan proses pengajarannya.

Untuk tingkat PAUD dan TK mereka menggunakan kurikulum montessori dan kurikulum kinderfield sendiri. Jadi gak montessori murni gitu ya. Pelajarannya pas deh untuk anak-anak usia batita dan balita. Seingat aku dulu waktu si K ditingkat Kiddy 2 (PAUD) itu belajarnya mengenal huruf dan angka. Satu minggu 1 huruf dan 1 angka. Hurufnya itu yang dipelajari mulai dari cara nulisnya, apa-apa saja benda yang menggunakan huruf itu sampai dengan sound of letter-nya. Untuk aku tidak pernah sekolah berbasis inggris gitu, belajar sound itu sesuatu yang baru untuk aku loh, hahahaha norak banget yak. Jadi aku baru ngeh, ooww pantesan jadi mudah gitu mendengar orang lain bicara ya, kalau kita udah tahu soundnya, hihihi.

Untuk Montessorinya sendiri itu lebih ke dasar-dasar seperti memindahkan beans dari kiri ke kanan, menggunakan alat-alat montessori dan lain sebagainya. Intinya kurikulum montessori itu mengajarkan anak menjadi mandiri seh yak dan persiapan anak untuk lebih mudah ke tahap selanjutnya.

Selain pelajarannya, di Kinderfield juga memiliki dasar dasar yang ingin ditanamkan ke setiap anak sesuai tagline dia lah, responsible to life. Jadi anak anak diajarkan bertanggung jawab mulai dari tingkat PAUD bisa membuka dan memasang sepatu sendiri. Harus menyapa setiap guru yang ada di sekolah baik itu guru kelasnya atau gak. Bisa makan sendiri, mengemaskan tempat makanannya sendiri. Mengemasi barang-barang yang sudah mereka pakai hingga cara bermain yang baik antar teman di sekolah (nulis ini jadi inget kalau selama SFH hal-hal seperti ini gak ada didapat seh yak. Jadi PR banget buat orangtuanya ya).

Satu lagi yang aku suka dari sekolah ini adalah, jadi setiap Term, di kelasnya akan ada satu tema (untuk Kiddy) dan dua tema (untuk KG) yang diangkat. Misalnya Term ini tentang planet. Nah, anak-anak sambil belajar pelajaran, mereka juga diajarin tentang planet ini. Mulai dari apa itu planet, macam-macam planet, di mana kita manusia tinggal? Terus di tata surya itu selain planet ada apa aja? Matahari itu planet bukan? Nah, diakhir Term, nantinya anak-anak akan dibagi menjadi ke beberapa kelompok dan melakukan presentasi tentang planet! Aku kagum pas si K baru umur 3 tahun tapi udah bisa presentasi loh! Kan bangga ya emaknya, hahahaha.

Untuk fasilitas sekolah Kinderfield berupaya untuk bisa mendukung seluruh kegiatannya seh yak. Karena dulu waktu si K baru masuk Kiddy, sekolahnya itu masih numpang di rumah gitu loh yang dijadikan sekolah. Kalau bukan dari Jakarta aku gak bakalan percaya deh sama sekolah ini, hahahaha. Tapi walaupun begitu seluruh kegiatan sekolah masih sangat bisa terpenuhi. Kalau sekarang, sekolahnya udah gede karena udah punya gedung sendiri. Di sekolahnya ada mini playground gitu, terus ada kolam berenang, ada perpustakaan, ada ruang komputer, dan kelasnya sendiri sangat enak seh menurut aku. Setiap kelas untuk tingkat PAUD maksimal terdiri dari 20 anak dengan 3 guru. Kalau tingkat TK maksimal dengan 20 anak juga dengan 2 guru. Yang pasti kelasnya ber-AC, penting banget buat si K, hahahaha.

Tapi aku masih berharap sekolahnya masih bisa dikembangkan seh yak, karena aku pengen banget ada lapangan olahraganya seperti lapangan basket atau lapangan volly gitu, jadi kalau pelajaran olahraga anak-anak bisa main di sana gak dihalaman parkir aja.

Yang aku suka dari Kinderfiel ini juga karena kepala sekolah juga seh. Jadi kepseknya ini miss fifi yang lulusan amerika. Aku suka salut sama orang-orang yang udah melanglang buana sekolah tapi balik lagi ke kampung halaman. Bukan jakarta tapi Pontianak gitu. Jadi pengetahuannya udah luas banget lah kepsek ini. Walaupun pasti lulusan lokal juga ada yang bagus, tapi untuk aku sendiri, aku percaya bahwa orang yang sudah melihat dunia lebih luas lagi pastilah punya nilai pluss yak daripada yang cuma lihat pontianak-pontianak aja (baca: aku πŸ˜› )

Selama PAUD dan TK di Kinderfield, sekolahnya juga sangat banyak memiliki kegiatan. Mulai dari swimming day yang diadakan di sekolah, fieldtrip ke berbagai tempat edukatif, acara akhir tahun sekolah, peringatan nasional seperti hari kartini, 17 agustus sampai hari peringatan daerah seperti ulang tahun Kota semua dirayakan. Terus Kinderfield juga sangat aktif mengasah kemampuan anak anak didiknya dengan mengukuti lomba-lomba. Bahkan Kinderfield sendiri punya kegiatan khusus namanya Kinderfield Championship yang dilaksanakan setiap bulan januari. Si K sendiri seringnya ngikuti lomba matematika (aku baru tahu bahwa anak TK juga ada lomba math nya, hahahahaha) lomba mewarnai, lomba menyanyi dan lain sebagainya.

Lingkungan sekolahnya ok juga lah menurut aku. Ya kalau orang Pontianak pasti tahulah yak kalau sekolah swasta nasional pluss itu mayoritasnya siapa. Tapi sepenglihatan aku selama si K sekolah 3 tahun gak ada masalah seh yak. Anak-anaknya semuanya baik-baik semua. Gak pernah aku dengar ada bully-bullyan di sini karena setiap kegiatan anak selalu dipantau oleh guru-guru. Jadi walaupun sedang bermain anak-anak akan selalu diawasi guru gitu loh. Kalau orang tuanya sudah jemput baru deh dilepas anaknya. Jadi gak ada anak yang lebih menonjol daripada yang lain.

Karena sekolahnya juga mengembangkan sikap, jadi setiap anak juga dapat menyuarakan pendapatnya sendiri seh yak. Gak ada yang pendiam banget atau gak bisa ngomong kalau mereka gak suka sesuatu. Pokoknya kerasa banget lah perubahan yang ada di K setelah dia bersekolah di sana.

Sebenarnya, ada satu sekolah juga yang menjadi minat aku tapi gak jadi karena letaknya di luar kota dan jauh dari rumah. Jadi Kinderfield ini sekolahnya di tengah kota. Dulu malah di jalan protokol Pontianak, sekarang masih di Pontianak selatan yang emang hampir seluruh fokus pontianak ada di kecamatan ini seh yak. Apalagi semenjak pindah sekolahnya cuma berjarak sekitar 200 meter dari rumah Mbahnya si K loh, dan cuma 1 km-an dari kantor aku. Jadi untuk jemput sekolah dan nganterin dia ke rumah mbahnya itu dekat banget!

Terus pasti banyak yang nanyain juga untuk harganya gimana? Kalau beneran mau tanya bisa DM aja aku di instagram @iirni yak, hahahaha. Yang pasti sekolah jaman sekarang itu ada rupa ada harga. Gak bakalan bisa mau mendapatkan fasilitas yang sama tapi biaya sekolah cuma 50ribu misalnya. Tapi untuk aku seh, aku puas banget menyekolahkan si K di sekolah ini seh. Jadi gak komplen dengan harganya.

Kalau ada yang mau tahu tentang pelajaran dan aktifitas apa apa aja yang ada di sekolah ini, bisa di cek di link ini atau ini karena setiap termnya aku ada cerita seh yak, udah detail banget lah.

 

bye

[Review] Twogether


Udah beberapa kali aku ngepost tentang acara ini di media sosial. Sebenarnya aku blass gak tahu seh acara ini sebelumnya. Tapi terus temen ada yang ngeshared. Karena aku emang lagi suka sama Lee Seung Gi gara gara dua dramanya yang aku tonton tahun ini, makanya jadi mupeng sama acara ini.

Jadi ini acara tentang perjalanan Lee Seung Gi dan Jasper Liu untuk bertemu dengan fansnya. Ketemuannya sangat spesial, karena akan bertemua rumah masih masing fansnya. Jadi mereka harus terbang ketiga negara (empat sama korea) dan 6 kota (7 sama Seoul) untuk bertemu dengan fans.

Tapi kalau cuma datang terus ketemu gimana serunya? Ya gak gitu dong bambank!

Supaya seru, setiap di satu kota mereka diberikan tantangan. Setiap tantangan yang mereka berhasil lakukan akan mendapatkan clue untuk bisa mencari rumah sang penggemar.

Setiap penggemar sebelumnya telah merekomendasikan tempat tempat wisata di kota asal mereka, untuk para idola datangi. Semacam Prambanan di Jogja, main Paragliding di Bali, Night Market di Bangkok, Floating Market di Chaing Mai hingga Annapura di Nepal.

Acara ini sekaligus ajang promosi untuk tempat tempat wisata yang menjadi lokasi syuting mereka seh. Aku pas nonton ini jadi kangen banget sama Jogja dan Bali. Walaupun aku berulang kali bilang kalau aku gak terlalu suka jogja, tapi lihatSeung Gi dan Jasper melihat light angel, lari larian di prambanan atau main bulu tangkis di alun alun jogja, jadi mupeng juga. Apalagi pas di Bali, wuiiihh, aku pernah ke Bali cuma satu kali, jadi berasa banget kurang puas, huhuhu.

Dan aku jadi mupeng pengen ke Annapura seh. Walaupun sebenarnya dari acaranya kelihatan juga bahwa perjalanan ke Nepal itu pasti susah dan menyulitkan. Jadi lebih baik kita simpan uangnya ke New Zealand aja πŸ˜›

Selain disuguhi sama tempat wisata yang seru, cara mereka berdua untuk berhasil menyelesaikan misi dan cara mereka berinteraksi juga sangatlah asyik buat ditonton. Beberapa kali aku ngakak parah sama tingkah mereka. Terutama Seung Gi seh yang konyol dan seru habis. Seperti dia udah sangat terbiasa buat reality show kayak gini ya.

Overall acaranya seru banget. Cocok buat jadi bahan tontonan ringan di rumah. Awalnya aku pengen disimpan simpan aja acaranya biar gak cepat habis, etapi aku penasaran, hahaha. Jadilah 8 episode selesai dalam waktu 6 hari 🀣

Ada yang udah nonton ini juga? Gimana gimana, suka pas bagian apa? Aku suka pas bagian Seung Gi dan Jasper bersaing. Kelihatan banget Seung Gi gak mau kalahnya πŸ˜‚

[Review Drakor] The Producer


Wah, ini pertama kalinya dalam 3 tahun belakangan ini aku nulis review drakor langsung di blog. Biasanya celoteh panjang lebar dulu di Facebook dan aku senang karena banyak dapet tanggapannya, hahahaha. Aku per 3 Agustus 2020 kemaren men-disactive-kan facebook aku lagi seh yak. Dulu banget pernah juga aku disactivekan sekitar 1-2 tahun setelah aku lulus kuliah.Β  Alasan pastinya aku lupa juga, hahaha, yang pasti aku males banget dengan FB waktu itu.

Nah, kalau sekarang kenapa aku disactivekan lagi? Karena aku mau ngurang-ngurangin main sosial media dan males lihat berita corona yang gak ada ujungnya itu, hahahaha. Dulu pernah aku mau ngurangin sosmed juga, tapi aku hapus semuanya jadi malah bertahannya cuma beberapa hari. Karena itu, kali ini aku mau nguranginnya bertahap aja, yang pertama yang aku pilih adalah FB aja. Karena ya FB terlalu banyak orang dari dunia nyata yang aku kenal, dan sebenarnya aku kurang suka seh, hahahaha. Dunia nyata ini kayak temen kantor (kantor sekarang udah gak ada seh karena aku menshortir banget semenjak pindah) dan temen sekolah gitu. Aku udah mulai males jadi ya kenapa gak didisactivekan sekaliankan? Mau dihapus sekalian sayang masih dengan foto-fotonya, terutama foto liburan dan foto album si K. Mudah-mudahan aku bakalan bertahan untuk yang main Facebook lagi ya! Paling gak setahunan atau untuk selamanya juga bagus! πŸ˜€

Waduh, jadi banyak curhatnya review drama koreanya πŸ˜›

Nah, kali ini aku mau mereview drama yang sebenarnya udah lama aku tonton. Kayaknya ya tahun 2015 sesuai dengan tahun dramanya pertama kali keluar. Tapi karena aku lagi gabut dan males nonton drama baru sambil nonton Its Ok Not Be Okay jadi ya ngulang lagi nonton dramanya Kim Soo Hyun. Aku ingat aku gak terlalu suka sama drama ini seh, tapi gak tahu kenapa. Pas aku tonton ulang jadi tahu oh, ternyata aku gak suka karena endingnya! Hahahaha.

So, mari kita mulai aja cerita dramanya.

Baek Seung-Chan (Kim Soo Hyun) adalah pegawai baru yang masuk bekerja sebagai produser segmen hiburan di KBS. Alasan utama Seung Chan bekerja sebagai produser adalah karena seniornya di kampus yang dia sukai juga bekerja sebagai produser di sana. Namun, bukannya bahagia, pada hari pertamanya bekerja dia malah melihat seniornya itu telah punya pacar sesama PD di kantornya. Belum lagi dia yang selalu menjadi sasaran kemarahan seniornya karena tingkahnya yang tidak sesuai dengan keinginan para senior. Dihari pertamanya juga, dia bertemu dengan Tak Ye-JinΒ  (Kong Hyo Jin) yang secara tidak sengaja membenturkan pintu mobilnya ke mobil Seung Chan hingga lecet dan bertemu dengan Ra Joon-MoΒ  (Cha Tae Hyun) yang merupakan pacar sang senior yang disukainya.

Awal Baek Seung-Chan bekerja terasa sangat berat. Dia selalu berada di dekat Tak Ye Jin karena ganti rugi yang perlu diterimanya atas mobilnya, dan dia terpaksa bekerja bersama Joon Mo karena dia dimasukkan ke tim 2 Days 1 Night yang diproduseri oleh Joon Mo. Malangnya lagi, acara reality show tersebut hampir tidak ada masa depannya.

Untuk menyelamatkan acara tersebut, Joon Mo dan timnya harus mengganti seluruh pemain dari acara tersebut. Bukan hanya mengganti pemain yang lama saja yang sulit, akan tetapi mencari pemain penggantipun mereka sangat kesulitan karena acara mereka yang kurang populer.

Baek Seung-Chan yang diminta untuk memberikan ide, mengusulkan Cindy (IU) sebagai pemain di acara mereka. Cindy adalah penyanyi papan atas yang sangat terkenal di Korea. Awalnya tidak ada tim yang percaya Cindy akan mau bergabung bersama mereka. Apalagi produser Ra sangat tidak cocok dengan Byeon Mi-Sook, kepala manager Cindy. Tapi Byeon Mi-Sook yakin bahwa Cindy sangat cocok untuk acara mereka. Byeon Mi-Sook yang sering berkomunikasi dengan Cindy karena payung yang dipinjamkannya langsung meminta Cindy untuk ikut ke dalam acaranya. Cindy, yang terkenal sangat sombong dan tidak memiliki teman, secara tiba-tiba setuju dengan permintaan tersebut.

Berjalannya waktu, Seung Chan kemudian sering bersama-sama dengan Ye-Jin dan Joon-Mo yang membuatnya tahu bahwa mereka tinggal dan Ye Jin menyukai Joon Mo. Seung Chan yang selalu mendengar curhatan Ye Jin tentang Joon Mo lama kelamaan kemudian menyukai Ye Jin. Cindy yang selama hidupnya menjadi artis tidak memiliki teman dan orang yang dekat dengannya, kemudia menyukai Seung Chan yang selama ini selalu memberikan perhatian untuknya tanpa embel-embel dirinya yang selebritas papan atas.

Lalu, bagaimana nasib percintaan mereka berempat?

***

Awalnya, aku yakin masih ada ingatan aku tentang cerita drama ini. Ternyata pas nonton blass gak ingat sama sekali dong! Hahahaha. Aku inget Kim Soo Hyun tingkahnya aneh di sini, terus aku inget IU jadi artis tapi yang lainnya gak ingat sama sekali. Yang paling parah adalah aku gak ingat endingnya kayak apa. Dan pas episode 12 lah kok udahan? Bukannya ini sampai episode 16? Ternyata endingnya emang gantung dan cuma sampai 12 episode kakak! Ih, kok aku kesel, hahahaha.

Kesel di sini karena menyadari bahwa drama ini adalah drama terakhir Kim Soo Hyun sebelum Its Okay Not Be Okay tahun 2020 ini, dan kesel kedua karena banyak hal yang selesai di drama ini, tapi kok Kim Soo Hyun yang nasibnya gantung! Emang seh drama ini mirip seperti kehidupan nyata gitu. Bahwa Seung Chan masih berjuang dalam pekerjaannya sebagai produser, tapi kan cerita percintaannya gak perlu digantung juga kakak! Drama ini sangat bertolak belakang dengan Moon Embraching The Sun di mana KSH yang tegas dengan ending yang menyenangkan hati :mrgreen:

So, udah ada yang nonton drama ini juga? Gimana-gimana pendapatnya?

Kalau aku kayaknya cukup 2 kali ini aja deh nontonnya. Malesin ternyata, hahahaha.

 

bye.