Reuni Lebaran [Part II]


Haaaaaiiiii… Haalooooo… Apakabar semuanyaaaa??

Masih dalam suasana lebaran kah? Atau udah habis gaungnya sama sekali karena hari kamis kemaren udah masuk? :mrgreen:

Kalau bicara soal lebaran, di Pontianak suasana lebarannya agak berbeda. Jadi, kebiasaan kami disini, selain untuk salam-salaman kalau ketemuan sehabis sholat ied, kami juga harus saling mengunjungi ke rumah masing-masing.

Ilustrasinya, kalau aku ke rumah butet, fulan dan valun, maka butet akan kerumah aku, fulan dan valun. Fulan akan kerumah aku, butet dan valun, dan valun akan kerumah aku, butet dan fulan. Yak, berputar-putar gitu seh πŸ˜†

Makanya, lebaran di sini rasanya sangat kurang kalau liburnya cuma 4 hari gitu doang 😦 Seinget aku, jaman masih SD gitu di pertengahan tahun 90an sampe sebulan idul fitri juga masih terasa loh. Ya bayangin aja kalau kita punya 100 temen, keluarga dan tetangga, maka kita harus mengunjungi 100 rumah juga dong dan itu pasti memakan waktu banyak.

Suasana rumah pada saat lebaran di Pontianak

Kalau sekarang masih seh saling mengunjungi gitu, tapi orangnya udah milih-milih aja keluarga deket dan sahabat aja. Makanya seminggu lebaran udah sepi aja gitu rumahnya 😦 Yang aku berfikir kalau 10 tahun lagi jangan-jangan lebaran akan seperti daerah lainnya aja yang gak saling mengunjungi rumah >.< (yang pastinya sepi deh πŸ˜₯ )

21 AGUSTUS

Nah, ada yang pada tahu kalau tanggal 21 kemaren adalah hari yang spesial buat aku? (gaaaaakkk adaaaa niee! *sign* ) Jadi, jadi hari ketiga lebaran kemaren AKU ULANG TAHUN!!! *tiupterompet* *jogedjogedpisang*

Yang merasa bersalah gak ngucapin tenang aja kok, aku masih membuka peluang untuk kalian yang mau mengirimkan aku kado πŸ˜›

Nelly, Emi dan Wulan yang memberikan kue ulang tahun :mrgreen:

Pas ulangtahun kemaren aku janjian sama Nelly, Emi dan Wulan untuk jalan bareng. Gak mikir juga seh untuk merayain ulangtahunnya. Eh tapi pas Nelly (yang paling akhir) dateng tahu-tahunya bawa kue cake dua dong *kecupnelly*

Dua karena Wulan juga sebenarnya ulang tahun tanggal 17 kemarennya, akhirnya kami berempat nyanyi lagu happybday, selamat ulang tahun dan panjang umurnya deh griung-griung. Kata ibu aku seh aneh, hihihi. Tapi ya gak papa dong, sekali-sekali ini 😳

REUNI TEMEN KAMPUS

Kalau udah lebaran emang isinya reunian kemana-mana deh yak. Dan yang biasanya aku ikuti adalah reunian temen SMA 4 orang di atas, Reunian temen SMA yang lainnya (yang sayangnya tahun ini gak bisa dilaksanain coz pada gak ada di Pontianak 😦 ) dan yang terakhir adalah reunian temen kuliah.

Reunian temen-temen kuliah

Tahun ini orang yang dateng lebih lengkap seh rasa-rasanya dari tahun kemaren. Dan yang pasti ceritanya udah tambah lebih seru lagi karena suasana kami emang udah berbeda. Yang dulunya ngomongin kampus sekarang udah jadi ngomongin kerjaan.

Diantara ber13 yang kemaren datang 2 orang belum lulus kuliah (OMG, ayo dong tuh kripsi diurusin bal, mei!! πŸ‘Ώ ) 3 orang yang akan melanjutkan kuliah S2 (een yang melanjutkan di ITB, dan Rian serta Dochi yang akan melanjutkan kuliahnya di UNY) sedangkan yang lainnya kerja seperti biasa, dan yang pasti BELOM ADA YANG NIKAH! πŸ˜›

***

Kalau dilihat dari ceritanya di tahun kemaren kayaknya gak terlalu banyak yang mengalami perubahan yak di tahun ini. Hmmm… Dan yang pasti doa aku untuk tahun depan adalah kami bisa dapet kumpul2 lagi seperti sekarang dan tentunya dengan suasana yang berbeda. Siapa tahu ada yang udah gendong bayi kan yak πŸ˜› *dan tentunya bukan aku kalau diitung cuma satu tahun lagi :P*

Advertisements

Dear My 17 Years Old


Haaaiii dek.. Kamu mungkin gak kenal sama aku, tapi aku kenal banget dengan kamu.. Kalau boleh aku perkenalkan, aku adalah kamu 6 tahun yang akan datang. Gak percaya? Kamu boleh tanya apapun tentang masa depan kamu, pasti aku tahu πŸ˜‰

Kamu sekarang sedang apa dek?

Kalau aku gak salah inget, sekarang mungkin kamu sedang sibuk mengikuti les STAN kan? Saran aku seh sebaiknya kamu gak perlu terlalu fokus dengan les itu. Buang-buang waktumu saja. Kamu sebenarnya gak mau masuk STAN kan? Coba aja tanya hati kamu yang paling dalam. Kamu cuma ingin mengikuti obsesimu untuk kuliah di Jawa. Mungkin kamu terlalu menggebu karena gak pernah merasakan bagaimana Kota Jakarta itu. Tapi kau tidak akan menyangka, kalau 2 tahun nanti, pada tahun 2008 kamu akan pergi dari Jogja, Surabaya hingga Bandung. Kamu akan merayakan ulangtahun tak terlupakan di atas kereta yang membawamu ke permulaan petualangan πŸ™‚

Sebenarnya, kesalahanmu saat itu adalah tidak ada keyakinan kamu ingin menjadi apa. Kepandaian kamu tertutupi oleh obsesi kamu berpetualangan, bukan ilmunya. Itu yang salah. Aku berpesan kepada semua anak SMA yang baru lulus bahwa carilah keyakinan, carilah kecintaan akan apa yang ingin kalian lakukan. Bukan hanya karena obsesi semata atau mengikuti teman-temanmu. Kalau kau memang cinta, pasti ada jalan dan keyakinan untuk mendapatkan itu semua. Orangtuapun akan melihat keyakinan kita dan akhirnya luluh juga hati mereka.

Tapi sudahlah, kau sudah masuk ke kampus yang dekat dengan orangtuamu. Ambillah sisi baiknya bahwa kau selalu terjaga dan tidak pernah kekurangan baik materi atau rasa kasih sayang. Itu juga penting kan? πŸ™‚

Kampus yang kau masuki juga akan memberikan pelajaran hidup yang banyak tanpa kau minta sekalipun. Kamu yang kurang pandai bersosialisasi di waktu SMA, kamu yang kurang dipandang oleh orang lain akan menjadi beda di sini. Prestasi kamu membaik seperti jaman jayanya kamu sewaktu SD dan SMP. Walaupun kamu gak terlalu senang jurusan yang kamu ambil tapi analisamu akurat. Tidak lama kamu di kampus, kamu akan menjadi salah satu orang yang bisa menjadi penggerak teman-temanmu. Ya, kamu tetap gak akan menjadikan sesuatu itu keren memang, tapi teman-temanmu sangat berharap dan bergantung padamu. Jangan sia-siakan itu. Karena itu menjadikanmu berjiwa pemimpin. Bukan saja bergantung, mereka juga akan sangat sering bertanya tentang apa saja padamu, jangan mengeluh dek, karena dengan mengajarkan ilmu, maka ilmumu akan bertambah yang mempermudahmu untuk lulus. Percaya deh sama aku πŸ˜‰

Soal pasangan. Aaaahhh, ini yang paling sering kamu keluhkan. Berapa kali kamu sakit hati dek? Seingat aku sering deh πŸ˜› Tapi yang palingΒ  kamu ingat mungkin tentang 2 kejadian.

Senior yang kamu taksir, hanya memanfaatkanmu untuk mendekati temanmu. Janganlah kau menangisi kebodohanmu. Jangan dek! Sesungguhnya dia bukanlah laki-laki yang pantas buat ditangisi. Kalau kamu juga marah dengan sahabatmu? Aahh, masih banyak orang yang ingin menjadi sahabatmu kelak. Tidak dekat dengan satu orang karena penghianatan rasanya cukup sebanding.

Dan yang satu lagi? Aku kasih bocoran ya. Kalau kamu berfikir dia suka sama kamu karena seringnya dia bergantung dengan kamu soal apapun di kampus itu salah besar. Dia gak bergantung dengan kamu! Dia hanya murni teman yang kamu sia-siakan untuk sebuah harapan palsu yang dengan bodohnya kamu buat sendiri. Aahhh,, kamu pasti akan menyesal sampe sekarang atas kebodohan kamu itu. Atas menghilangnya salah satu teman yang menyenangkan.. Hanya karena perasaan semu.

Kamu gak akan sadar akan ada seorang cowok baik yang akan menghiasi hari-harimu kelak. Gak perlu menjadi orang lain didepannya. Gak perlu menjadi kehilangan sahabat, bahkan akan banyak sahabat-sahabat baru yang dibawanya didalam hidupmu.

Bersenang-senanglah dek. Diumurmu yang 3 bulan lagi menjadi 18 janganlah mengisinya dengan hal yang sia-sia. Untung kamu remaja di jaman belum terkenalnya FB, belum adanya twitter apalagi BBM. Kalau gak mungkin kamu masuk ke kaum alay yang suka menulis dengan kata yang tidak jelas πŸ˜†

Nikmatilah hidupmu dek, Nikmatilah setiap detik harimu dengan hal-hal yang menyenangkan. JANGAN PEMALAS. Aku menyalahkan kamu yang berumur 18 karena mengenal apa itu terlambat dan apa itu mencontek πŸ˜›

Have a nice day!

ps : jangan terlalu banyak belajar, tanpa belajarpun kau akan lulus SPMB karena soalnya tidaklah susah πŸ˜›

_________________________________________________________________

terinspirasi dari tulisan si empunya Drama Land.
Marsita Ariani

Abduction : Film Remaja?


http://www.21cineplex.com

Hai Haloo.. Apa kabar temen-temen semua? Lagi sibuk apa sekarang? Masih sibuk dengan alamat palsu? Daripada nyari alamat yang ujung-ujungnya palsu mending nyari alamat dihati aku aja #tsah :lol

Pontianak lagi musim hujan neh. Setiap hari aja hujan. Gak pagi gak siang gak sore hujan melulu ceritanya. Mungkin ini berkat dari kepala Bidang di kantor aku yang berdoa untuk hujan terus biar DBD gak ada kasusnya sampe akhir tahun. Ada-ada aja tuh dokter mikirnya πŸ˜›

Walaupun tahu setiap malam hujan, namun dengan semangat 45 aku sebagai anak gaol sekota Pontianak ingin nonton film yang baru aja ditayangin dibioskop. Beli tiket 4 buah pake mtix coz sayang aja pulsanya yang masih banyak dan udah lama gak kepake dengan keyakinan penuh bahwa malamnya pas nonton gak bakalan hujan.

Pukul 3 sore dikantor hujan deres banget. Pukul 4 sore reda dan langsung buru-buru pulang. Pukul 5 dirumah hujan lagi dan sangat lebat. Ngecek HP dapet whatsapp dari nia bahwa dia agak ragu bisa keluar coz gak ada mobil dirumahnya. ok.

Pukul 6 aku whatsapp dengan vio bilang kalau hujannya deres banget nontonnya dibatalkan aja. Tapi kalau udah rada mendingan aku bakalan jemput dia pake mobil (tumben-tumbenan gitu aku mau bawa mobil, ya sayang aja tiketnya gak jadi dipake). Pukul 6.30 aku turun dari rumah bawa mobil ngebut banget, soalnya filmnya mulai pukul 7 TENG!

Sampe di deket gangnya vio aku dapet kabar bahwa dia gak bisa ikutan. Oh great 😦 Jadinya aku berencana langsung ke mall aja deh. Biarin lah nonton sendiri, siapa tahu juga ketemu cowok cakep yang bisa diajak nonton bareng 😳 *ditoyor* Tapi ternyata si butet udah di mall aja, jadinya aku nonton berdua deh sama butet, gak jadi sama cowok cakep *eh* πŸ˜†

***

Awal cerita film ini rada membingungkan. Diceritain dengan gaya yang khas film remaja banget. Suasana sekolah, temen-temen, gebetan, pacaran, ekskul, tugas pokoknya kegiatan yang ‘Anak SMA Banget’. Prediksi aku bakalan membosankan neh film (ya secara aku gak terlalu suka dengan film drama).

Kemudian inti dari ceritanyapun mulai mendekat. Nathan Price (remaja yang jadi pemeran utamanya) mendapati secara random di sebuah link pencarian orang hilang foto dirinya yang berusia 3 tahun. Mendapati hal inipun dia menjadi galau. Diapun mulai mencari bukti-bukti yang bisa membuktikan bahwa website itu benar, hingga akhirnya dia yakin bahwa anak yang ada difoto itu benar-benar adalah dirinya dan menanyakan itu kepada ibunya.

Dihari dia tahu bahwa kedua orang yang selama ini dikira orang tuanya adalah bukan orang tua kandungnya, orang-orang suruhan dari orang yang mencarinyapun datang kerumahnya dan membunuh kedua orang tua angkatnya. Tidak punya apapun dan siapapun yang bisa menjadi tempat bertanya, Nathapun memulai pelariannya bersama Karen (tetangganya sekaligus cewek yang ditaksirnya) sambil mencari tahu siapa sebenarnya dia.

Orang-orang dari masa lalu orang tua kandungnyapun mulai berdatangan menawarkan bantuan dari banyak kubu. Tapi Nathan tidak bisa menentukan pihak mana yang bisa ia percaya.

***

Sebenarnya ada beberapa bagian yang menggangu buat aku secara pribadi. Yang paling terasa adalah peran Karen yang tidak terlalu signifikan dalam pelarian ini. Hanya kerena dia adalah tetangganya yang orang tuanya sedang liburan keluar negeri kenapa pula dia harus capek capek ikut Nathan kabur? Apakah sebuah film harus mempunyai pasangan dulu baru film itu terasa geregetannya? Entahlah, tapi aku rasa peran Karen itu tidak perlu dalam film ini.

Yang kedua adalah jalan cerita yang terlalu ‘mudah’ dengan konflik-konflik yang tidak terasa megangkan. Entahlah. Mungkin ini memang bener film remaja yang sedikit dibumbui adegan pengejaran dan action. Bukan film action yang pemeran utamanya seorang remaja (beda kan yak? πŸ˜› )

Film ini masuk kategori lumayan menurut aku. Gak bagus bagus amat, tapi gak juga jelek jelek amat. Mungkin karena pemeran utamanya si Taylor Lautner yang udah terkenal di Twilight Saga. Kalau pemeran utamanya gak terlalu terkenal gak mungkin akan bisa menarik perhatian penonton deh menurut aku. Dapet 6/10 deh buat film ini :mrgreen:

So, mari menonton..

‘Reuni’


*menulis postingan dengan didampingi setoples kue lebaran dan menghadap TV yang akan menayangkan pertandingan kualifikasi piala dunia tingkat Asia, Indonesia vs Bahrain*

Haiiiii,, Hallooooo.. Apa kabar semua? Gimana dengann kondisi badan? Masih singset, udah gemukan, atau masih kurus cengkring aja kayak aku?

Postingan kali ini gak akan jauh-jauh dari cerita lebaran juga. Kan masih 7 syawal kan yak! Jadi suasana lebaran masih terasa banget lah. Yah walaupun udah 2 hari belakangan ini masuk kerja. Jadi inget jaman SD aku dulu kalau lebaran itu liburnya hampir 1 bulan gak habis habis. Apalagi jaman presidennya Gusdur jaman SMP 1 bulan libur sekolah aja gitu! *mantap*

Dimulai pada hari kedua.Β  Seperti yang pernah aku ceritain kemaren, aku sebagai pegawai cantik baru mendapat tugas untuk menerima tamu di rumah dinas Sekretaris Daerah Pontianak. Awalnya aku gak semangat banget mau datengnya. Ya siapa juga yang mau hari liburnya – apalagi dalam suasana lebaran – diusik dan malah disuruh ‘kerja’. Tapi pas dijalankan lumayan juga loh.

Aku yang kena jadwal sift 2 pada pukul 3 sore disuruh dateng 1 jam sebelumnya untuk siap-siap. Aku gak mau dong, ya jadwal pukul 3 aku datengnya pukul 3 kurang lima πŸ˜› Sift aku ada 5 orang yang jaga, dan 4 orangnya udah duduk anteng gitu di ruang dalam πŸ˜€ Dateng-dateng pak sekdanya gak ada. Sama anaknya disuruh makan dulu, duduk-duduk gak jelas 1 jam kemudian baru ada tamu.

Sorean dikit – pas mau magrib – ibu sekdanya nyuruh makan lagi. Kali ini makan sama-sama ibunya *kenyang*. Pas malem tanda-tanda orang bertamu gak ada. Koordinatornya ngajakin pulang pukul 7an (sebenarnya jadwal jaga aku sampe pukul 9 malam) eh gak lama dapet berita kalau pak Walikota mau dateng gak jadi pulang deh *kesel*

Lima menit – Sepuluh menit – setengah jam – satu jam – satu setengah jam Bapak Walikota gak dateng-dateng >.< Akhirnya pukul 8.30 bapaknya baru dateng tetep didampingi sama ajudannya yang udah sering aku lihat kalau mereka dateng ke kantor.

Pertama kali lihat ajudannya pak wali itu di kantor langsung berfikir: “waduh nih orang jutek abis yak!” Dengan jalannya yang tegak dan wajahnya yang gak pernah senyum kalau di kantor langsung membuat imagenya buruk dan rada menakutkan. Etapi pas udah kenalan orangnya baik loh ternyata. Dia yang duluan nyalam-nyalami kami para dayang-dayang penerima tamu *maaf ya banggg* πŸ˜›

Over all jadi penerima tamu itu menyenangkan juga yak. Aku dapet temen-temen baru sesama para penerima tamu. Dapet kenalan baru, bapak-bapak penjaga dan para protokoler pemerintahan, orang-orang sekretariatan dan tentunya bisa makan puas sekenyangnya :mrgreen:

note: sayang aku gak sempat foto-foto di rumahnya pak sekda. Habis gak sempet juga seh. Sebenarnya banyak juga kami foto-foto tapi dikameranya petugas. Mau minta fotonya juga gak tahu minta dimana. Jadinya cuma bisa foto ini deh πŸ˜€

***

Hari ketiga, keempat dan kelima diisi dengan reunian. Yak, lebih pasnya dibilang reunian seh daripada berlebaran. Alasan pertama karena emang orang orang ini sangat jarang aku ketemunya. Ya cuma pas lebaran ini kami bisa berkumpul.

Lebaran ketiga kumpul sama 3 orang teman terdekat aku di SMA. Nelly, Wulan dan Emi. Yak Nelly emang sering seh aku ketemuannya, walaupun gak sering sering amat. Beda sama Emi yang walaupun sama-sama di Pontianak jarang aja bisa ketemuannya gitu. Nah kalau si wulan emang sangat teramat jarang ketemu, coz dia masih tercatat sebagai mahasiswa s2 planologi di ITB (yang rajin ya nak kuliahnya πŸ˜› ).

Habis ngumpul kami mustuskan untuk nyoba makan di tempat makan baru. Namanya ‘SUGEBAN’. Rasa-rasanya seh udah ada nama Sugeban ini, tapi tempat ini baru ternyata. Tempatnya lumayan enak, ruangan terbuka gitu. Ada yang duduk di meja ada juga yang duduk dilesehan. Kami milih yang duduk dilesehan.

Aku pesan es jeruk besar dan nasi koreng Pattaya Thailand, Si wulan pesennya ayam panggang sugeban dan emi memesan nasi putih daging lada hitam. Rasanya lumayan seh, tapi gak yang enak bener gitu. Harganya juga lumayan terjangkau. Ya cocok deh buat makan bareng-bareng gitu.

Lebaran empat kumpul sama anak-anak kampus TI 06. Seperti rencana semula, gak ada ceritanya mau keliling rumah dosen *aku males aja gitu :P* Jadinya cuma ngumpul di rumah siapa lalu mencari tempat untuk makan-makan.

Learan kelima (yang merupakan hari libur terakhir) aku ngumpul sama temen-temen SMA kelas XI IPA 4. Ya walaupun sebenarnya cuma berlima doang seh πŸ˜›

Ada romi (baju coklat) yang baru aja lulus dari IPB jurusan teknik (atau teknologi yak?) Pertanian. Baru lulus dia kemudian keterima disebuah perusahaan nasional dan ditempatkan di Riau (bukan kotanya). Ya, mudah-mudahan betah aja deh mi di sana πŸ™‚

Ada Pipit (baju item), yang sekarang lagi sibuk coasnya. Gerakannya suka sembarangan yang sering jadi bahan ledekan kami dengan statusnya yang seorang calon dokter. Tapi pada dasarnya emang pinter kok. Cepetan lulus ya pit, biar aku bisa ada dokter pribadi yang bisa gratis buat periksa πŸ˜›

Ada Sena (yang pake baju kotak), sekarang lagi ngelanjutin kuliahnya di D4 Politeknik negeri Bandung setelah setahun nyoba bekerja setelah lulus D3nya. Cita-citanya seh pingin dapet beasiswa s2 ke Jerman. Ya, mudah-mudahan terkabul deh sen. Lumayan juga kalau aku pingin ke jerman ada tempat buat nebeng :mrgreen:

Dan Ika (baju putih garis garis) lulusan Teknik sipil yang sedang mencari jodoh bekerja di kantor konsultan.

Gak terasa aja gitu ternyata kami udah memiliki ‘hidup’ masing-masing sekarang. Kalau diingat kejahilan masa SMA yang gak suka belajar, tidur didalem kelas, remidi dan segala macem, ternyata kami bisa juga seperti sekarang, hehehehe.

***

note: Kok orang yang nonton di GBK ini gak sopan banget yak kalau lagu kebangsaan negara lain lagi dinyanyiin! Masak masih tiup terompet geje gitu. Seharusnya diam dan mendengarkan dong! Kalau Indonesia aja dihina marah-marah! Tapi mereka juga secara gak langsung ngehina negara orang lain juga >.<