Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..


Indonesia VS Uruguay

Kemaren adalah pertandingan persahabatan antara Indonesia dengan Uruguay yang dimenangkan oleh Uruguay dengan skor telak 7-1. Gol pengembira Indonesia di ceploskan oleh Boaz pada pertengahan babak pertama yang merupakan gol pertama juga pada pertandingan itu.

Aku gak terlalu merhatiin pertandingan yang disiarkan langsung oleh TV One dan ANTV itu, pas pembukaannya aku sedang berada di rumah teman, pas pertandingannya aku sedang berada di Mall dan melihat gol pertama tercipta yang membuat Indonesia untuk sementara unggul 1-0. Kemudian tak lama kemudian Uruguay membalas hingga skor menjadi 2-1 pada saat Half Time.

Bagi aku, ini adalah pertandingan yang biasa saja. Pertandingan persahabatan yang biasanya berfungsi untuk melihat seberapa kuat kekuatan TimNas. Tapi kenapa yang diundang harus Uruguay? yang notabene adalah negara 4 besar terkuat di dunia. Sedangkan Indonesia, piala dunia saja belum masuk. Ini membuat aku berfikir bahwa PSSI mengundang Uruguay ke Indonesia hanya untuk senang-senang. Mungkin akan ada kebanggaan kalau sebuah Tim dari negara besar sepakbola melawan TimNas kita. Tapi menurut aku diundangnya TimNas Uruguay hanya untuk berkata: Hallo Uruguay ~ Selamat Mengalahkan Indonesia..

Pulang ke rumah aku langsung membuka TV, lihat2 dikit ke ANTV. Ternyata pertandingan sudah masuk ke menit 80 dan kedudukannya sudah 7-1, wow! Bukankah ini sangat mubajir? Mengeluarkan uang 4M cuma untuk melihat dikalahkan, dan tentu pertandingan ini tidak bisa dijadikan parameter kekuatas TimNas.

Kalau memang ingin menghitung kekuatan, menurut aku, seharusnya Indonesia mengundang Tim yang memang selevel dengan Indonesia. Atau paling gak ya yang akan bertanding dengan Indonesia kelak di Piala Asia atau AFF. Bukankah itu akan lebih efektif untuk pengukuran kekuatan?

Uruguay dalam waktu dekat tidak akan pernah bertanding secara resmi di ajang internasional dengan Indonesia. Kenapa kita capek2 untuk mengundang mereka. Bukankah lebih bagus jika yang diundang itu Jepang, Korea, Arab Saudi atau Australia. Atau yang kecil sekalian dulu seperti Thailand dan Filipina yang bahkan Indonesia sendiri masih sulit untuk menaklukkannya.

Jadi, kita masih bermimpi untuk mengalahkan Uruguay?

———————————————————————————————————————————————-

Menilik kondisi TimNas yang sedang babak belur sekarang, banyak orang pengamat bola yang berfikir bahwa ini adalah kesalahan kondisi di dalam PSSI, organisasi yang memang mengurus segala sesuatu tentang sepak bola Indonesia. Banyak kalangan berpendapat isu yang dilontarkan PSSI untuk menguatkan TimNas masih jauh dari kata cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi juara di Asean, apalagi di Dunia (pikir2 lagi bung).

Saya sangat sependapat dengan Andi Bachtiar yang berbicara bahwa kalau sepakbola ingin maju, yang lebih utama adalah membuat fasilitas yang memadai dulu. Perbaiki stadion. Jangan dulu mikirin pelatih negara mana yang akan kita ambil untuk melatih. Pemain yang biasa saja akan menjadi pemain yang luar biasa kalau berada di tempat pelatihan yang baik, akan tetapi pemain yang luar biasa akan menjadi biasa kalau mereka berlatih di tempat yang buruk. Yah, memang begitulah keadaannya.

Jadi, karena blog ini milik aku pribadi, dan aku memiliki hak politik untuk memilih :P, maka kalau bisa memilih, aku akan memilih Andi Bachtiar Yusuf untuk menjadi ketua PSSI menggantikan Nurdin Halid sekarang. Minimal, omongannya yang ceplas-ceplos ini bisa mengantarkan sepakbola Indonesia paling tidak menjadi juara si Asean.

Advertisements

Tiga Jenis Tweople


Sekarang emang lagi musim banget orang-orang yang buat akun di twitter. Rasanya kalau gak punya ada yang berasa kurang gitu. Banyak alasan mengapa orang kemudian membuat akun di twitter. Walaupun kebanyakan emang karena ikut2an atau dipaksa sama teman yang telah duluan buat.

Tentu berbagai jenis orang yang mempunyai akun tersebut. Kalau dilihat dari jumlah followersnya, orang yang memiliki banyak followers rata2 adalah artis atau public figur yang memang sudah terkenal. Tapi, twitter mempunyai masa tersendiri di dunianya yang jika kita walaupun bukan artis, tetapi memiliki ide2 menarik untuk jadi bahan kita ngetwit, kitapun bisa mempunyai banyak followers juga.

Nah, sekarang aku ingin berbagi pandanganku tentang jenis2 pengguna twitter yang aku sebut dengan tweople berdasarkan dengan siapa yang ia follow.

1. Tweople Pertemanan

Jenis tweople ini adalah orang yang menggunakan twitter hanya memfollow teman-teman yang ia kenal saja. Dia kurang tertarik dengan ‘apa kata timeline’. Yang ia baca hanya status-status yang dibuat oleh teman-temannya. Mungkin agar dia tidak ketinggalan informasi dengan teman-teman yang berada jauh darinya (atau mungkin dekat).

Tweople jenis ini juga bisa dilihat dari update status yang dibuatnya. Kebanyakan status2nya adalah hasil Retweet dari status teman-temannya juga.

2.Tweople Followers

Pengguna twitter satu ini lebih mementingkan jumlah followers dari pada apa yang dia twitkan atau akan mendapatkan apa dari twitter tersebut. Followers tweople seperti ini memang biasanya diatas rata2. Bahkan kadang hingga mencapai ribuan. Tetapi, jumlah followingnyapun tak kalah banyak, dan ia gak akan bisa menjelaskan mengapa dia memfollow orang2 itu (paling gak ada satu alasan, yaitu supaya followers gue nambah lah :D)

Bio yang dibuat oleh mereka juga hampir seragam, yang intinya: if u follow me, mentions me dan i folback u. Isi status mereka juga gak jauh2 dari folback yah atau done. thanks for follow me πŸ™‚

3. Tweople Pencari Informasi

Terakhir adalah jenis pengguna twitter untuk mencari informasi. Biasanya tweople seperti ini akan memfollow akun-akun seperti artis yang memang update akan statusnya, akun berita, akun orang yang berpengaruh terhadap suatu kejadian, akun toko atau official lainnya serta akun-akun pintar seperti @ApakahKamuTahu @EhTauGak @FaktanyaAdalah @InfoSupporter dll.

So, kamu masuk kedalam jenis tweople yang mana? πŸ˜€

Laskar Pemimpi ~ disaat semangat pejuang bukan hanya milik pemimpin


amriawan.blogspot.com

Satu lagi film Indonesia yang layak buat di tonton, komedi Musikal Laskar Pemimpi.

Film ini bertemakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, mirip seperti pada film Darah Garuda, yang membedakannya adalah film ini mengambil kental unsur komedinya, walaupun penceritaan tentang tokokh2 penting yang bergerak di dalamnya tidak diambil asal-asalan juga.

Jalan ceritanya kira-kira seperti ini:

Berfokus pada daerah Jogja dan sekitarnya, ada sebuah Laskar yang dipimpin oleh Kapten Hadi Sugito (Gading Marten), Letnan Bowo (T. Rifnu Wikana), kopral Jono (Dwi Sasono) dan Toar (Yosi Project Pop)Β  yang sedang mencari para gerilyawan baru untuk sebuah misi penyerangan Belanda.

Saat pendaftaran terbuka dilaksanakanlah, berganbunglah anggota2 laskar lainnya dengan berbagai macam alasan. Sri Mulyani (Tika Project Pop) yang masuk ke dalam laskar karena desanya yang dihancurkan oleh Belanda dan ayahnya yang diambil secara paksa sehingga diapun berniat untuk menolong sang ayah. Udjo (Project Pop) seorang anak dari keluarga nigrat yang terpaksa masuk menjadi gerilyawan karena untuk mengambil hati perempuan yang telah lama menjadi pujaannya Wiwid (Shanty), serta Ahok (Odhie Project Pop) dan Tumiwo (Gugum Project Pop).

Suatu ketika, secara tiba-tiba markas laskar mereka diserang oleh pihak Belanda, dan menyandera beberapa orang dari sana, termasuklah Wiwid dan pacar dari Kopral Jono, Yayuk (Masayu Anastasia). Namun mereka juga mendapatkan seorang sandera, seorang tentara KNIL (orang Indonesia yang direkrut Belanda menjadi prajuritnya) bernama Once (Oon Project Pop).

Dengan niat ingin menyelamatkan Wiwid dan Yayuk, serta ayahnya Sri. Maka Kopral Jono, Udjo dan Sripun mengajak Ahok dan Tumiwo untuk melakukan misi ini. Dibantu oleh Once yang digunakan sebagai sumber informasi mengenai markas Belanda.

——————————————————————————————————

Kalau melihat statistik jumlah tertawa penonton di bioskop dan aku sendiri, film ini dapet banget komedinya. Unsur komedi yang natural dan apa adanya. Gak ada unsur paksaan yang membuat kita tertawa garing (padahal aku susah lho tertawa kalau untuk film :P).

Unsur-unsur kecilpun diperhatikan oleh sang sutradara dalam hal ini, seperti penggunaan bahasa belanda dan bahasa jawa yang kental. Sayangnya pada saat menggunakan bahasa Jawa tidak ada teks yang diberikan pada film ini. (lagi-lagi mereka berfikir bahwa yang nonton ini hanya orang Jawa kali yah *kecewa* ). Penggunaan pakaian masyaraka dan para gerilyawannya, serta tempat2 yang yang memang secara kasat mata gak ada miss sama sekali.

Ada hal yang lumayan mengganggu saat aku menonton film ini adalah efek tembak pada saat mereka berperang. Api yang dikeluarkan dari senapan2 mereka sangat terlihat ‘palsu’, dan membuat efek itu seakan kita sedang main games (-_-“).

——————————————————————————————————–

Yang ingin disampaikan dari film ini adalah bagaimana masyarakat luas juga banyak yang mempertahankan kemerdekaan tanpa pernah nama mereka disebutkan dalam buku sejarah. Bagaimana mereka melakukannya itu tentu tidaklah begitu penting. Yang penting adalah hasil yang kita dapatkan, kemerdekaan secara utuh.

Tema film kemerdekaan juga sedang marak sepertinya saat sekarang ini. Mungkin karena rasa nasionalisme kita udah luntur atau gimana. Tapi melihat banyaknya terjadi pertikaian antar kelompok dan antar ras rasanya ini akan membuat pahlawan kita yang telah banyak gugur itu menangis. Bagaimana bangsa yang telah dibelanya malah saling bunuh dengan sesama. Nyawapun telah menjadi murah, dan membunuh adalah hal yang ‘biasa’ kalau itu terjadi saat kita berkelahi (Oh God!)

Maka, marilah kita bersama mulai merenung. Apa yang telah pahlawan lakukan untuk bangsa ini. Dan apa yang telah kita lakukan sekarang. Kalau cuma buat rusuh dan onar, untuk apa kita merdeka dulu? Bukannya lebih baik kita selalu sijajah saja tapi rasa nasionalisme dan kekeluargaan kita akan lebih besar? Paling tidak toh kita memang pasti akan masuk surga dengan cara berjihad! Bukan cara jihad tolol dengan memasang bom di sepeda.

Sutradara : Monty Tiwa

3 Jenis Blogger


kurniasepta.files.wordpress.com/

Secara random tadi pagi aku stalking2 blog-blog orang yang biasa aku buka. Saat itu aku buka blognya masova si masternya parampaa. Dan ketemulah aku dengan blog http://blogs.indonesiamatters.com/

Ok, bilanglah aku ketinggalan banget karena udah lama ngeblog (blog pertamaku buat pada tahun 2008) aku baru tahu ada website yang dibuat untuk melihat parameter pertumbuhan blog2 di Indonesia. πŸ˜€

Nah, dari sana, aku mulai menjelajahi blog-blog orang yang katanya keren-keren itu. Peringkat nomor 1 ditempati oleh blogger cewek bernama Diana Rikasari. Blog ini berisi tentang fashion2 yang digunakan oleh Diana sendiri dan beberapa pemikiran dan kejadian2 seputar dirinya.

Blog yang menduduki peringkat kedua itu adalah blog milik seorang cowok yang bernama entah siapa berjudul The Ordinary Trainer. Kebanyakan tulisan2nya berupa pemikiran2nya terhadap kehidupan sehari2. Karena dia seorang pegawai, diapun banyak memberikan tips-tips tentang kepegawaian.

Dari dua peringkat teratas, kita sudah bisa lihat seberapa randomnya tema blog hingga membuat mereka menjadi blog dengan grafik tertinggi se Indonesia Raya ini.

Sebenarnya apa sih blogger itu?

Menurut pendapat aku, blogger adalah seorang yang mempunyai kegiatan(menulis, membaca, berkomentar) di blog. Yak! jadi blogger itu gak hanya sebatas kita harus menuliskan sesuatu setiap harinya di blog. Kadang, aku sempat berfikir blogger itu hanya orang2 yang ngeblog di blogger. Tapi gak juga ah, mungkin juga setelah istilah blogger itu mendunia, barulah blogspot membuat website dengan nama blogger. Iya kan? πŸ˜›

Secara garis besar, sebenarnya ada tiga tipe jenis blogger, itu seperti dibawah ini:

1. Blogger Curhat

Ini blog akan berisi curhatan mulu. Walaupun kadang dia akan menulis sesuatu yang bukan curhatan, tapi gak akan jauh-jauh dari kehidupan pribadi dia. Kadang blog seperti ini sepi dari pengunjung. Sang blogger emang cuma ingin menumpahkan unek2nya karena mungkin gak ada tempat curhatnya selain blog. Kalaupun ada pengunjung, biasanya hanya seputar kenalan2annya saja atau orang yang gak tahu tiba-tiba nyangkut di websitenya πŸ˜›

2. Blogger Pemikir

Postingannya akan berupa pemikiran2nya tentang kejadian2 yang terjadi belakang di sekitar atau di dunia. Bagaimana pandangan dia terhadap suatu berita di teve, trend yang terjadi di dunia maya, atau hanya kejadian yang dia lihat dijalan dan keluarganya atau bahkan pemikirannya tentang sebuah film yang baru saja ia tonton. Kalau penyajiannya pas, blog seperti ini akan lumayan mendapat respon yang baik.

3. Blogger Pemberi Informasi

Tipe yang terakhir adalah tipe blogger pemberi informasi. Misalnya informasi mengenai lowongan pekerjaan, informasi mengenai pelajaran (teknologi, fotografer, dll) dan berbagai informasi yang bisa ia berikan. Kalau informasi ini dikemas dengan baik, maka blog tipe seperti ini juga akan ramai peminat. Tapi, kadang kala, blog yang memang hanya berisi informasi di buka juga setiap kita ‘memerlukan’ informasi tersebut. Kalau gak perlu ya gak dicari, gak dibuka. Toh, gak ada bahan juga untuk ngubek2 isinya πŸ˜€

So, kamu blogger tipe apa?

Kan bukan hari jum’at?


id.indonesian-craft.com

5 Oktober 2010, rasanya sudah sangat telat untuk mengomentari hari batik Nasional yang kemaren pada tanggal 2 Oktober diperingati di negara kita yang tercinta ini.

Tapi dengan tekat dan pemikiran bahwa nasionalis itu bukan hanya untuk satu hari saja πŸ˜› Maka akupun tetap ingin menuliskan sesuatu tentang batik.

Jiwa nasionalis aku memang tidak tinggi, apalagi kalau dibandingkan dengan para olahragawan bahkan pahlawan. Bisa kebanting sampe Inggris trus mentok di Old Trafford aku (maunya (lol) ). Namun tetap saja aku tergelitik untuk sedikit menuliskan pandangan aku tentang hal ini.

Jadi, aku lagi-lagi tahu bahwa hari itu adalah hari batik dari twitter. Beneran deh aku kalau hari-hari yang kurang penting seperti ini gak akan masuk ke dalam otakku yang berukuran kecil. Niat mau merayakannya juga dengan menggunakan batik saat pergi keluar rumah, tapi apa daya aku cuma punya 1 helai baju batik. Dan itupun modelnya sangat ‘kantoran’ banget, berkerah gitu. Manalah bisa baju seperti itu dibuat untuk jalan pada malam minggu!

Nah, balik lagi ke masalah hari batik. Menurut tweet yang aku baca di TL, hari batik tahun ini tidaklah se’heboh’ hari batik tahun lalu. Ini mungkin karena bangsa Indonesia memang senang dengan segala hal yang musiman. Kenapa gak sekalian aja gak ngerayainnya kayak aku.

Memang batik sekarang telah menjadi satu keharusan dalam hal berbusana. Tidak lagi terpaut untuk acara-acara tertentu saja. Bahkan banyak kantor yang mewajibkan setiap pegawainya mengenakan batik setiap hari jum’at.

Kemudian, pernyataan yang jadi sering muncul karena itu adalah, ketika seorang menggenakan batik pada hari lainnya: ‘Lho kok pake’ batik? kan ini bukan hari jum’at?‘ Nah lho! Siapa yang bingung sekarang.

Presepsi orang Indonesia mengenakan batik adalah hanya karena kewajiban atau ikuta2an orang yang memang sudah ramai menggunakannya. Tidak banyak masyarakat Indonesia yang meneliti lebih jauh tentang batik2 tersebut. Tidak banyak orang2 yang mempelajari batik, cara membuatnya, apa-apa saja jenis2 batik itu, sejarah terbentuknya batik, dan hal-hal dasar yang membuat kita cinta terhadap warisan budaya Indonesia.

Tentu ini harus dikemas dengan tampilan yang menyenangkan. Karena bagi aku (yang notabene adalah orang eksak) mendengarkan cerita monoton yang panjang pasti akan sangat membosankan.

Menurut mbak okke ‘sepatu merah’, hal yang paling pas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik itu adalah dengan memberikan pelajaran muatan mulok dibangku SD. Tapi menurut aku sih gak perlu juga dikhususkan seperti itu. Karena budaya Indonesia sangat luas. kalau kita terus2an fokus dengan baik, lalu apa kabar budaya kita yang lain?

Bagusnya sih kalau setiap hari jumat itu bukan batik. Tapi disesuaikan dengan daerahnya masing2. Seperti kalau di daerahku Kalimantan Barat ini, seragam hari jum’at yang pas itu corak ingsang. Begitukan lebih bermanfaat. lagian kenapa sih sesuatu yang didaerah pulu kecil padat penduduk itu yang selalu menjadi fokos perhatian pemerintah. Masih banyak kok budaya di luar pulau itu yang bisa kita gali dan diperdalam lagi. Begitu pula dengan kainnya.

Maka, marilah kita bersama-sama menjaga budaya kita masing2. Pertama-tama budaya asal daerah kita sendiri dulu lah, jangan yang laen πŸ˜€

nb: gambar diatas adalah batik khas kalimantan barat

Cinderella


Judul : Cinderella’s Sister / Cinderella’s Step Sister

Jumlah episode : 20

Rilis : Maret 2010

================================

Barusan selesai nonton film ini. Rasanya sih rada telat, tapi gak papa lah. Seperti kata pepatah, lebih baik telat dari pada gak sama sekali πŸ˜€ (pepatah yang buruk menurutku).

Awalnya kurang tertarik untuk menonton nih film, soalnya drama mellow banget kayaknya. Dan ternyata emang iya, dari episode 1 hingga episode terakhir, nih film akan banyak banget menguras air mata kita, tapi bagi yang udah menyukai k-drama semenjak 5 tahun kebelakang, pasti akan kangen dengan suasana film seperti ini. Suasana film yang ngena banget di hati πŸ™‚

Lokasi filmnya juga bukan berada di ibu kota Seol, tapi sebuah kota kecil yang indah dan sepanjang film kita akan disuguhkan pemandangan yang indah dari kota kecil ini. Rumah yang di ambil sebagai lokasi syutingpun sangat khas berbentuk rumah tradisional Korea. So, selain mendapatkan cerita yang manis, kita juga akan ‘puas’ dengan pemandangannya.

Waduh, dan sekarang adalah waktunya menulis sinopsis *mulai bingung*

Sinopsis:

Sesuai dengan judulnya, cerita ini bergaris besar tentang seorang anak yang memiliki orang tua tunggal. Tapi jika versi cinderella biasa adalah sang anak dari pihak bapak yang akan di tonjolkan, beda dengan film ini. Anak yang ditonjokan justru adalah anak dari pihak ibu.

Song Eun Jo (Moon Geun Young) bersama dengan ibunya tinggal di rumah pacar ibunya. Setiap hari sang ibu dan pacarnya selalu saja bertengkar, hingga kadang ibunya babak belur. Suatu hari, ibu dan pacarnya sedang bertengkar, Eun Jo yang sudah mulai merasa bosan mulai bersiap untuk kabur. Saat pacar ibunya sedikit lengah, Eun Jo dengan sigap menarik keluar ibunya dan pergi dari rumah itu. Dengan dibantu oleh keponankan pacar ibunya Han Jung Wo remaja (Yoon Suk Hyun) akhirnya ibu dan Eun Jopun berhasil kabur. Awalnya ibu Eun Jo tidak rela meninggalkan rumah itu, tapi setelah mengetahui bahwa Eun Jo telah mengambil perhiasan pacar ibunya, ibunyapun kemudian bersedia melarikan diri (dasar mata duitan!)

Pacar ibunya yang sadar perhiasannya diambil kemudian menyuruh orang untuk mengejar mereka berdua. Saat mereka berada di dalam kereta api, merekapun berhasil terkejar. Di dalam kereta api Eun Jo yang sedang bersembunyi di toilet bertemu dengan Goo Hyo Sun (Seo Woo) dan menitipkan perhiasan yang telah dicurinya. Eun Jo akhirnya berhasil di tangkap kembali oleh pacar ibunya, tetapi ibunya berhasil lolos dan mendapatkan pesan untuk mengambil perhiasan itu kepada seorang anak.

Ibu Eun Jopun mulai mencari Hyo Sun sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Eun Jo. Kemudian iapun bertemu dengan Hyo Sun yang mengajak ke rumahnya. Ternyata Hyo Sun adalah seorang anak dari pengusaha bir yang sangat kaya dan memiliki rumah yang amat besar. Ibu Eun Jo yang secara tidak sengaja bajunya kotor kemudian diberikan Hyo Sun pakaian ibunya yang telah meninggal. Saat ibu Eun Jo mengenakan pakaian itu, sadarlah Hyo Sun bahwa ia sangat mirip dengan ibunya dan ingin sekali ibu Eun Jo menjadi ibu barunya. Karena ibu Eun Jo yang cantik dan bersikap baik, ayah Hyo unpun mau menjadikan ibu Eun Jo menjadi istri barunya :-/

Ibu Eun Jo kemudian meminta calon suaminya yang baru menjemput Eun Jo, dan ayah Hyo Sun pun memerintahkan Hong Ki Hoon (Chung Jung Myung) untuk menjemputnya.

Menjemput Eun Jo bukanlah hal yang mudah, syukurnya Ki Hoon telah diperingatkan oleh Ibu Eun Jo akan hal ini. Maka, setelah berlarian disepanjang jalan, serta jatuh bangun Ki Hoonpun berhasil membawa Eun Jo ke rumah besar keluarga Goo.

Eun Jo yang sedari kecil memang telah hidup susah menjadi seorang gadis yang keras dan egois namun pintar dan rajin belajar. Dia memandang sinis kepada semua orang, ayah barunya, adik tirinya dan bahkan Ki Hoon. Namun Ki Hoon yang merasakan kesedihan yang tersimpan di dalam hati Eun Jo merasa simpati padanya dan mulai menyukainya. Eun Jo pun, lama kelamaan mulai menyukai Ki Hoon yang baik dan dewasa, terutama setelah dia menjadi guru private untuknya.

================================================================

Setahu aku film ini tayang bersamaan dengan Prosecutor Princess dan Personal Taste, dan Cinderella’s Sister mendapat ranting paling tinggi di Korea sana.

Ini gak bisa diragukan karena dibanding dengan dua pesaingnya, film ini memang lebih kuat dari soal jalan cerita dan penokohan. Mungkin kebanyakan orang masih senang dengan cerita yang mellow dellow πŸ˜›

Dan yah, sebagai penulis, aku merekomendasikan drama ini untuk ditonton πŸ˜€

Selamat menonton πŸ™‚

Sang Pencerah


Hendralesmana.com

Barusan tadi sore nonton nih film. Emang rada udah lama sih, tapi kan gak lama-lama amat yang lumayan untuk dibahas dan menuh-menuhin blog πŸ˜€

Awalnya gak begitu tertarik dengan judulnya dan posternya. Sang pencerah, apa itu maksudnya. Terus posternya juga orang-orang yang berbapakaian jawa. Maaf bagi para penduduk jawa yang melimpah itu. Aku tidak terlalu suka dengan kebudayaannya, apalagi kalau disuruh menonton filmnya. Mau nonton apa aku?

Tapi seiring dengan sering dibahasnya film ini, dan banyaknya tailer2 yang menyebar di teve atau dunia maya, aku jadi tahu bahwa film ini adalah film tentang Kiai Haji Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah di Indonesia. Barulah aku tertarik untuk menontonya.

Sedikit ceritanya (versi niee):

Darwis (Kiai Haji Ahmad Dahlan Muda) adalah remaja yang melihat ajaran Islam berbeda dengan kebanyakan orang di daerahnya. Sebuah daerah yang masih melakukan kebudayaan nenek moyang yang banyak salah. Misalnya saja memberikan sesajien pada pohon untuk meminta pertolongan. Padahal mereka itu Islam. Terbawa ingin mempelajari Islam lebih, diapun memutuskan untuk naik haji dan belajar Islam di Mekah. Setelah pulang, diapun mendapat nama baru yaitu Haji Ahmad Dahlan.

Berbekal ilmu yang dimilikinya, H. Ahmad Dahlan membuat sebuah perombakan besar di kampungnya. Dimulai dengan mengganti arah kiblatnya, karena kebanyakan mesjid di daerahnya menyesuaikan dengan arah jalan, bukan arah Ka’bah. Diapun menjadi Kiai dengan pemikiran Islam modern yang membuat resah para pemuka agama yang lebih tua sehingga sebagian besar masyarakat menyebutnya sebagai Kiai kafir.

Beberapa perdebatan2 penting yang bisa aku tangkap (baca: yang aku ingat :D):

Q: Kenapa kiblat harus sesuai dengan arahnya? Bukannya iman itu di dalam hati?

A: Kalau begitu apa fungsinya Ka’bah dibagun. Ka’bah dibagun untuk menyatukan umat Islam menghadap ke bagian yang sama.

Q: Bolehkah tidak membuat ‘perayaan’ saat peringatan 40 hari kematian?

A: Tidak pernah nabi menyuruh kita untuk melakukan peringatan kematian. Apalagi sampai membuat umatnya sulit karena tidak memiliki biaya.

Q: Kenapa melarang yasinan?

A: Tidak pernah bermaksud melarang yasinan. Membaca surah yasin bersama-sama dan terus menerus membuat surah itu bagaikan surah yang khusus dan membuat lupa surah-surah lainnya. Padahal Al-Qur’an banyak memiliki surah yang juga bagus isinya.

Q: Kenapa menggunakan peralatan kafir untuk berkegiatan? Itukan haram?

A: Kita menggunakan peralatan mereka bukan untuk bertindah kejahatan. Malah membuat kita lebih mudah. Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan haram.

Lakumdinukum Waliyadin ~ Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

———————————————————————————————————————————————-

Banyak sekali yang bisa didiskusikan pada film ini, tentu bukan dalam tahap mengkritik si sineas. Melainkan pandangan kita terhadap ajaran agama Islam modern.

Aku dibesarkan dalam keluarga yang rada kuno memandang agama. Tapi orang tuaku sangat membuka diri untuk masukan2 baru yang jika baik akan diterima dengan baik pula.

Tapi jika aku dibilang Islam modern tentu aku tidak mau seperti itu, apalagi kalau dibilang sebagai Islam liberal. Aku sebagai manusia bebas yang mencampur adukkan semuanya, mengambil yang baik dan mengubur yang buruk.

Kebanyakan warga Muhammadiyah yang aku kenal tidak mau melakukan beberapa hal. Contoh paling seringnya adalah mereka tidak mau mengikuti acara tahlilan. Alasannya mungkin seperti yang diungkapkan pada film ini. Bahwa do’a itu dari dalam hati dan tidak perlu beramai-ramai. Apalagi membunyikan suara keras yang membuat tidak nyaman para tentangga. Tanggapan aku tentang ini adalah Tahlilan itu tidak wajib, tapi kalau ada yang mau dan mampu untuk melakukan, kenapa musti kalut. Toh gak ada salahnya berdo’a beramai-ramai (istilahnya ibu aku itu makin banyak yang berdo’a makin baik πŸ˜€ ).

Ada lagi kebiasaan mereka yang hanya mau sholat taraweh sebanyak 8 rakaat, gak lebih. Katanya nabi itu sholatnya juga cuma 8 rakaat. Ini juga belum ada bukti yang kongkret (sepengetahuan penulis). Kalau ada mesjid yang menyenglenggarakan lebih dari 8 rakaat, mereka akan pulang. Tanggapan aku, lah wong ibadah kok mikir2 toh! Bukannya lebih banyak rakaat kita akan lebih banyak dapat pahalanya?

Sekali lagi aku tekankan, aku gak benci dengan aliran Muhammadiyah. Malah kadang kala pemikiran mereka banyak bagusnya. Aku hanya tidak ingin mengikuti aliran ajaran agama Islam apapun. Kalau ditanya jawaban aku cuma Islam (titik).

——————————————————————————————————————————————–

Sekarang, marilah kita lihat mengenai filmnya (mulai sok pinter komentari film :P). Yang pertama aku garis bawahi kekurangan film ini adalah banyaknya penggunaan bahasa jawa dan ANEHNYA sangat jarang ada teksnya. emangnya Hanung cuma mau menjual filmnya untuk orang Jawa kah? Aku ora ngerti. Kasih kek teks terjemahan yang lengkap. Gak rugi juga kan.

Terus aku juga kurang suka penggambaran ketika beberapa adegan hitam putih. Mungkin maksudnya inikan film settingan tahun 1900an. Tapi gak perlu juga kali ada gambar kresek-kresek itu.

Awal pertama kali menonton, aku bilang pada temanku: Hati-hati habis menonton ini kita jadi pengikut Muhammadiyah. Tapi tenang saja kok, bagi yang telah memiliki keteguhan hati (caelah bahasanye :D) film ini gak begitu kuat untuk menggiring kita masuk jadi pengikutnya.

Yang pasti, aku jadi tahu setelah film ini bahwa Muhammadiyah sangat berperan besar dalam pendidikan modern untuk bangsa Indonesia. Jadi aku akan sangat menghormati Muhammadiyah sepenuh hati πŸ˜€ (mungkin jika punya anak akan memasukkan ke SD Muhammadiyah 2 Pontianak. – woy! gak ada hubungannya coba :P).

Dan akhirnya seneng deh bisa nonton film Indonesia yang baik lagi, setelah kemaren aku baru nonton Darah Garuda. Mudah2an perfilman Indonesia semakin maju yah.

note: film Sang Pencerah, darah garuda berdampingan dengan film dawai 2 asmara dan dilihat boleh dipegang jangan. Do’a penulis agar kedua film terakhir dapat menghilang dari dunia perbioskopan Indonesia. Amin πŸ˜€