Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang


Waktu suami dapat tiket free seat dari Pontianak – Kuala Lumpur PP untuk tahun 2019 ini aku langsung memberikan ide bagaimana kalau kita ke Penang aja. Bosen juga kalau harus menghabiskan waktu 6 hari cuma di Kuala Lumpur doang yang udah beberapa kali juga kami kunjungi. Tapi waktu suami udah fix beli tiket PP dari Penang – Kuala Lumpur yang totalannya di Penang kita ada 3 hari full dan aku sendiri bingung mau ngapain juga 3 hari di Penang, jadilah tercetus ide si abang suami bagaimana kalau kita satu harinya dihabiskan di Resort di daerah Batu Feringgi aja. Lumayan dapat hotel enak bisa leyeh-leyeh dan dapat pantai privat. Mendengar ide cemerlang tersebut aku langsung iyess dong. Karena bagi aku liburan untuk leyeh-leyeh itu adalah sebenar-benarnya liburan kan ya? :p

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

 

Setelah research mendalam *halah* akhirnya suami memutuskan untuk memilih Golden Sands Resort by Shangri-la aja untuk kita menginap di daerah Batu Feringgi kali ini. Alasannya adalah apalagi kalau bukan karena dapat harganya yang paling murah diantara hotel bintang lima yang lainnya πŸ˜› Alasan selanjutnya tentu saja karena fasilitas yang udah paket lengkap banget deh ada di hotel ini. Kalau penasaran yuks mari aku cerita satu persatu ya :mrgreen:

FASILITAS

Golden Sands Resort by Shangri-La, Batu Feringgi Penang

 

Pertama kali yang aku fikirkan adalah, aku gak mau juga seharian di dalam kamar dong yak. Apalagi daerah Batu Feringgi ini gak juga daerah turis yang bisa jalan kaki menikmati suasananya gitu. Untungnya, fasilitas di hotel ini termasuk lengkap seh menurut aku. Jadi seharian di hotel emang udah puas banget. Untuk aku yang cuma punya waktu kurang lebih 20 jam aja di hotel rasanya masih kurang loh. Bisa kali lain kali ditambah jadi 2 hari di hotel aja πŸ˜›

Beberapa fasilitas yang ada di dalam kamarnya sendiri adalah sebagai berikut:

KAMAR

Yang paling mencolok antara perbedaan kamar aku di George Town dengan kamar di sini tentu adalah dari segi luasnya, hahahaha. Dari yang luasnya hanya 12 sq.M jadi 30 sq.M tentu ini jadi kemewahan dan kesenangan sendiri buat si K. Pas pertama kali dia masuk langsung menjerit loh anaknya saking senengnya dia, hahaha. Tapi dia gak tahu aja balik ke KL kita dapat hotel yang sempit lagi, bahkan kayaknya lebih sempit daripada di George Town πŸ˜›

Selain luas, tempat tidurnya yang sangat empuk (saking empuknya sampe kita kesiangan bangun loh karena menikmatinya, hahaha) satu lagi yang membuat kita senang berada di kamar ini karena adanya balkon yang mengarah ke taman, kolam renang dan pantai dari hotel ini. Wah berasa senengkan yak sore-sore lihat pantai, pagi pagi lihat pantai, bahkan malam-malam juga lihat pantai. Kalau ada rumah kayak gini idaman banget deh, hihihi. Ditambah lagi karena ini termasuk hotel tua, jadi dia juga punya bathtup dan si K sangat senang dengan ini. Dia emang bercita-cita punya rumah dengan bathtup seh, tapi kita gak ngasih karena ntar gak seseru itu lagi nginep di hotel yang ada bathtupnya kan yak πŸ˜›

Selain itu ada beberapa fasilitas lagi standar lah ya selayaknya hotel yaitu toiletries, teh dan kopi, ada setrikaan juga, ada air minum dengan botol yang lucu banget ngingatin aku sama Perth yang setiap tempat makan selalu ngasih air putih pake botol semacam itu yang gratis, tv kabel (tapi gak pernah ditonton juga saking menikmati yang lainnya) dan lain sebagainya.

Oiya satu lagi yang aku suka dari fasilitas kamar di sini adalah sendal yang di dapat bukan seperti sendal hotel pada umumnya tapi sendal jepit. Ini berfungsi banget seh karenakan selama di hotel ini kita mainnya kalau gak di kolam renang ya di pantai, jadi gak akan cocok kalau pake sendal hotel biasa.

SARAPAN

Seperti hotel-hotel bintang lima lainnya, tentu hotel ini juga ada dapet sarapannya dong yak. Untuk tempat sarapannya sendiri lumayan cantik dan enak seh, sayang karena si K masih dalam fase susah makan jadi aku gak sempat berniat untuk foto-foto >.< (etapi ada loh video, ditonton yak vlognya :mrgreen: ).

Makanannya sendiri seh banyak, tapi untuk menunya kurang seh menurut aku. Jadi banyaknya itu seperti roti-rotian aja sama nasi lemak yang lauk pauknya sangat sedikit dan bubur tradisional gitu. Aku aja sampai bingung mau kasih makan si K apa. Untungnya ada koko krunch yang ternyata anaknya doyan jadi nambah dua kali, jadi amanlah.

KOLAM RENANG

Salah satu alasan lagi kenapa aku memilih hotel ini adalah karena mereka punya mini water park gitu. Gak gede seh, cuma ada seluncuran dan ada air yang menyembur gitu. Si K walaupun gak suka wajahnya kena air (masih PR neh mau lesin dia berenang >.< ) tapi kan senang benar main air, jadi dia semangat banget mau main di water playground. Setelah sore-sore ganti baju renang dan ambil jaket dan handuk mandi yang di dapat gratis dari fasilitas langsung ke waterparknya, terus ternyata si K gal boleh dong main seluncurannya sendiri. Harus dipangku oleh orang tua dan dia sama sekali gak mau dipanku, jadilah dia gak ada main di sana sama sekali >.< Padahal dia pernah loh main seluncuran air yang lebih tinggi daripada di hotel ini, hmmm.

Karena gak jadi main di waterparknya, akhirnya dia harus puas main di kolam renangnya aja. Untung aja anaknya tetep senang main-main air walaupun tetep wajahnya masih gak mau basah dong. Ih harus banget ini sebelum SD udah bisa berenang neh anak. Gemes aku lihatnya kalau main air di kolam renang, hahahahaha.

PANTAI

Hal yang paling menyenangkan untuk aku pribadi dari hotel ini adalah adanya pantai privat yang hanya boleh dimasuki oleh orang yang menginap di hotel ini. Walaupun privat tapi gak sepi-sepi amat kok pantainya, tetep ada orang yang main water sport, main pasir, atau hanya duduk-duduk berjemur di tepi pantai. Walaupun ini bukan pantai yang paling cantik yang pernah aku kunjungi, tapi ini termasuk pantai favorit aku seh, karena baru kali ini aja aku merasakan pantai privat, hahahaha.

Aku sendiri main ke pantai ini dua kali, sore dan pagi hari. Emang semenyenangkan itu main di pantai kalau deket banget dengan hotel ya. Jadi pengen banget ke Maldives deh jadinya. Tunggu si K besaran dikit kali ya, minimal udah bisa berenang gitu deh, biar seseruan di sana sebelum negaranya tenggelam karena perubahan iklim >.<

TAMAN

Setelah main-main di pantai, biasanya aku suka duduk-duduk di deretan bangku coklat seperti di atas ini. Ngapain? Ya gak ngapa-ngapain juga seh, hahahaha. Karenakan udah ada di hotel juga dan jarang-jarang bisa gak ngapa-ngapain sambil ngadep ke pantai, jadi kenapa gak digunakan saja fasilitasnya?

Tapi beneran, leyeh-leyeh di hotel ini sangat amat menyenangkan buat aku. Kayaknya aku mau deh kalau disuruh lagi leyeh-leyeh gini sampai bosan. Tiga empat hari cukup kali ya, hahahahaha. Ada rekomendasi gak tempat yang bisa leyeh-leyeh kayak gini lagi? Tapi jangan di Indonesia ya. Soalnya sesulit itu aku untuk mengunjungi kota lain di Indonesia selain Pontianak dan Jakarta seh 😦

PLAYGROUND (ADVENTURE ZONE)

Satu lagi tempat jadi incaran si K waktu kita lihatin kita mau nginep di hotel ini, apalagi kalau bukan playgroudnya. Untuk ukuran sebenarnya gak terlalu besar juga, tapi lumayan seh isinya, dan seluncurannya sangat tinggi yang kelihatannya jadi tantangan sendiri buat si K.

Awalnya aku kira untuk masuk ke sini gratis kalau udah tamu hotel, eh ternyata gak dan harus bayar lagi sebesar RM 24 untuk 2 jam bermain. Ada seh yang gratis tapi tempatnya kecil banget jadi gak akan puas deh untuk si K main di sana, jadi kami memilih untuk bayar dan masuk ke tempat yang lebih besar.

Sebenarnya ada masih banyak fasilitas lainnya di hotel ini, tapi karena aku dan keluarga gak menggunakan fasilitasnya sepeti tempat gym, aula, tempat rapat dan lain sebagainya jadi gak akan aku tuliskan juga di sini. Kalau mau lebih bisa membayangkan bagaimana suasana hotelnya boleh loh intip di video aku di bawah ini πŸ˜€

HARGA

Udah ngomongin fasilitasnya, sekarang pada penasaran dong berapa harga hotel seperti ini semalam? (ya lihat di traveloka juga mudah kok Niee sekarang πŸ˜› ) Tapi karena aku lagi baik hati kalian gak perlu buka link-link lagi kok, aku bakalan kasih lihat harga yang aku beli lewat tiket.com di bawah ini :mrgreen:

Ini mungkin adalah salah satu hotel termahal yang pernah kita inapi. Walaupun tetep yang paling mahal masih dipegang oleh Hard Rock Hotel di Macau yang udah bangkrut itu, hahahaha. Tapi ada harga tetep ada rupa dong yak. Kalau untuk aku seh aku puas banget dengan hotel ini. Apalagi kan kita belinya superior dengan harga 1,1 juta (udah dipotong dengan promo seh ini) itu, eh terus pas cek in mbak mbak resepsionis yang cantik dan baik hati *halah* ngasih kami upgrade dong ke Kamar Deluxe.

Perbedaan kamar superior dan deluxe yang paling menonjol adalah kalau kamar superior itu menghadap ke hutan, dengan kata lain gak ada pemandangan sama sekali deh, dan gak ada balkon. Sedangkan kamar deluxe itu selain harganya tentu lebih mahal (aku cek harganya di Traveloka kisaran 1,7jutaan gitu) kamarnya punya balkon dan dari balkon itu kita bisa melihat taman hotel, kolam renang dan tentu saja pantainya dong! Wah, aku merasa sangat beruntung hari itu :mrgreen:

***

Ya, segitu aja dulu review hotel Golden Sands Resort by Shangri-la dari aku. Kalau ditanya mau gak balik ke hotel ini lagi? Ya jawabannya pasti mau dong! Tapi kalau ada yang bayarin, hahahaha. Soalnya aku lebih suka mengeksplore tempat baru seh daripada balik ke satu tempat untuk merasakan hal yang sama. Kecuali tempat itu emang central banget seperti Siangpore atau Kuala Lumpur gitu. Tapi kalau disuruh balik lagi ke Aussie aku juga mau kok *eh hahahaha.

 

bye.

Jalan-Jalan di George Town Penang


Total aku jalan-jalan di daerah George Town Penang ini kurang lebih 1,5 hari. Sebenarnya masih ada 1,5 hari lagi waktu aku di Penang tapi waktu itu aku habiskan di hotel di daerah Batu Feringgi. Jadi bagian ini aku akan membicarakan hanya di daerah George Town dan sekitarnya.

Sebelumnya, baca juga cerita aku jalan-jalan di Penang lainnya di bawah ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

Hari pertama di Penang dimulai dengan cari sarapan! Sebenarnya, pas aku baca-baca di blog orang banyak banget referensi yang bilang harus nyobain sarapan ini itu dan makan ini itu. Temen yang udah pada ke Penangpun bilangnya kalau ke sini ya harus wisata kuliner. Tapikan aku gak hobi makan yak. Ya makan untuk aku cuma kebutuhan untuk hidup aja, selebihnya gak terlalu lah (kasian sebenarnya sama suami yang pengen nyoba ini itu πŸ˜› ) jadi wisata kuliner bener-bener aku gak tertarik. Tapi ada seh dikit-dikit aku ngelirik juga yang direkomendasikan orang-orang, ya salah duanya di bawah ini.

Roti Bakar Hutton Lane

Ekspetasi aku datang ke Roti Bakar ini adalah membayangkan roti bakar kayak roti bakar Eddy di Jakarta yang isiannya banyak banget dan rasanya sungguh buat kuterpana. Saking sukanya aku roti bakar ini setiap ke Jakarta pasti pengen makan ini. Belakangan kalau di Jakarta dan males ke sana biasanya pesan go food malam-malam ke hotelnya, hahahaha.

Terus kenyataannya di roti bakar Hutton Lane ini? Rasanya hambar dong!! Jadi varian rasa dari roti bakar ini adalah kosongan (cuma dikasih butter) keju, telur atau pake sejenis kuah gitu. Kebetulan aku gak suka keju makan sama roti, terus yang kosongan ya gak juga gak enak seh, tapi beneran biasa aja rasanya. Jadi aku ngasih nilai tempat ini 6/10 aja deh >.<

Tapi selain disini juga ada varian lain seh kayak roti cane terus ada beberapa menu kopi atau teh tarik gitu, cuma aku gak tertarik juga seh. Jadilah bener-bener tempat ini gak cocok untuk aku seh menurut aku πŸ˜›

Bee Hwa Cafe

Setelah beli roti bakar dan roti cane, kita terus melimpir ke Bee Hwa Cafe ini untuk sarapan beratnya. Sebenarnya, mulai dari di Bee Hwa inilah perjuangan aku untuk ngasih makan si K dimulai karena dari sini sampai kita pulang dari Penang, neh anak susah banget dikasih makannya. Yang awalnya aku bawakan bekal dari hotel (aku masak nasi gitu) sampai aku kasih makan apa adanya aja yang barengan piringnya dengan aku saking bingungnya, tapi tetep aja makannya selalu gak semangat. Jadi ya urusan makan emang berat banget rasanya di Penang ini.

Menu di Bee Hwa Cafe ini pada dasarnya menu-menu emang untuk sarapan gitu seh yak. Ada Curry Mee, Sang Mee, Mee Jawa, Bihum Soup, Nasi Goreng, Magie Goreng, Tom Yam dan lainnya. Rasanya gimana Niee? Ya 6,5/10 aja seh menurut aku πŸ˜› Dengan catatan aku emang bukan penggemar masakan Malaysia ya. Jadi kalau kata abang seh enak jadi bisa 7/10 deh, hihihi.

Kek Lok Si Temple

Niat awalnyaΒ  setelah kita sarapan kita mau jalan ke Penang Hill yang tersohor. Kita perginya naik grab dari lokasi kita ke Penang Hill cuma RM 3 aja loh. Beneran banyak promo pake grab ini, jadi emang lebih murah dibanding naik bus seh. Pas dijalan dan dilihat sama supir grabnya bahwa kita mau ke Penang Hill, dianya bilang bahwa Penang Hillnya tutup. Tapi kita bilang ya udah coba aja dulu lihat (kali aja masih beruntung kayak di Langkawi Sky Bridge kemaren). Sudah sampe ternyata emang tutup dong, jadilah kita sedih. Padahal udah niat mau pepotoan di atas sono biar feed instagram makin kece *eh πŸ˜›

Karena udah di daerah air hitam, makanya kitapun nyari tempat wisata yang gak begitu jauh dari Penang Hill dan terpilihlah Kek Lok Si Temple ini. Ceritanya si abang grab ini bilang kalau grab ada layanan ganti lokasi, jadilah dia ngutak atik aplikasi kita dan dari Penang Hill kita ke Kek Lok Si Temple gak perlu cari grab baru. Etapi ternyata total biaya yang harus kami bayar jadi RM 12 aja loh! Aku beneran merasa tertipu sama si abang grab itu. Karena dari Penang Hill ke Kek Lok Si ini beneran deket banget. Kalaupun kita harus ganti grab (dengan membayar RM 3 tadi itu dulu) palingan kita harus banyar gak lebih dari RM 3 lagi. Setelah diutak atik itupun kartu si abang suami jadi gak dapet grab yang murah lagi. Kujadibete. Akhirnya diakali sekarang grabnya pake kartu di handphone aku aja, jadi bisa tetep dapat bonus-bonus gitu, hmmm.

Ada apa di Kek Lok Si Temple ini?

Hmm, sebenarnya ku tak tahu dimana bagusnya ini tempat, huahahahahaha. Soalnya aku ini dari Pontianak ya bro. Jadi lihat Temple atau kalau di Pontianak aku nyebutnya kelenteng ini banyak banget. Bahkan ada yang rasanya lebih bagus dan lebih besar daripada tempat ini tapi ya lokasinya gak di atas bukit gitu jadi gak begitu kelihatan tinggi dan megah. Di dalam templenya sendiri yang aku lihat cuma ada tempat orang berdoa aja, jadi gak ada ruangan khusus untuk turis gitu (ya iyalah ya) dan dipelatarannya banyak banget pengemis dong! Kujadi takutkan buat motret-motret bareng sama K. Jadi gak sampe sejam kamipun udahan di sini dan pulang ke daerah kota.

Upside Down Museum

Setelah dari Kek Lok Si Temple, kita langsung cuss ke salah satu Mall di daerah Komtar. Alasannya seh karena biar mudah cari variasi makanan yang disukai si K yang akhirnya kami beli KFC untuk dia. Tapi itupun dia makannya dikit banget yang buat aku pusing tujuh keliling. Padahal sebelum makan udah aku bawa dia ketempat bermain gitu di dalam mall. Pas main seh semangat, tapi pas makan balik lagi moodnya buruk banget, kusungguhtakmengertilagi.

Maka dari itu, setelah selesai makan di Mall dan masih terlalu siang untuk jalan-jalan di daerah Town Hall karena panas, akhirnya si abangpun memutuskan bagaimana kalau kita ke Upside Down Museum aja. Alasan pertama karena pasti kami gak kepanasan di sono πŸ˜› dan alasan kedua karena kami toh gak pernah ke Upside Down Museum sebelumnya sama sekali, jadi kenapa gak kan yak? :mrgreen:

Seperti di Trick Eye Museum langkawi ternyata si K senang dong masuk ke sini! Dia semangat sekali setiap disuruh pepotoan disetiap sudut ruangannya. Apalagi setiap lihat kursi-kursi yang bergelantungan di atasnya diapun selalu semangat. Seru juga seh ya main dan pepotoan di ruangan gini, kok kami dulu gak pernah tertarik ya? Hahahaha. Etapi aku gak kebayang seh kalau perginya pas mereka lagi hype banget, pasti gak jelas antriannya dan jatohnya udah gak asyik lagi.

St.George Church

Setelah dari Upside Down Museum, kami balik ke hotel dulu jalan kaki (karena deket kan) buat istirahat, sholat dan mandi sore dulu. Habis itu tujuan kami langsung cuss buat jalan-jalan di daerah Town Hall yang dimulai dari St.George Church.

Gereja ini sebenarnya gak gede seh. Ukurannya normal aja, tapi bangunannya emang kece karena seluruhnya bercat putih bersih dengan gaya Eropa gitu jadinya klasik. Di depan gerejanya ada halaman luas gitu yang isinya rerumputan hijau spot yang si K suka banget dan ada kayak gajebo gitu ditengahnya menghadap ke gereja yang cantik seh buat pepotoan.

Tapi karena kami gak berniat masuk dan melihat isi dalam gerejanya, makanya kami gak memerlukan waktu banyak di sini. Pasang tripot, foto, si K ngumpuling ranting ya cuss pergi menuju ke tempat selanjutnya.

Tempat selanjutnya yang mau kita datangi itu adalah Queen Victoria Memorial Clock Tower. Untuk sampai ke sana kami lagi-lagi jalan kaki karena emang gak begitu jauh. Disepanjang jalan yang kami lewati juga pemandangannya bagus karena bangunannya emang rata-rata bangunan tua gitu dengan gaya eropa (sebenarnya dari negara mana seh? aku gak ngeh juga, haha) dan untuk sampai ke sana kita juga harus melewati Town Hall dari depan jadi sempat pepotoan juga di trotoar daerah Town Hall yang emang kece banget seh.

Di ujung jalan dari Town Hall itulah tempat Queen Victoria Memorial Clock Tower berada. Awalnya aku sempat bingung loh lihat Queen Victoria Memorial Clock Tower ini. Beneran tuh cuma ini doang bangunannya? Ya dari segi bentuk seh emang lumayan ya, tinggi dan menjulang gitu. Tapi kalau dilihat dari lokasinya kok ya gak banget gitu. Karena Queen Victoria Memorial Clock Tower ini berada beneran ditengah jalan gitu. Manalah jalan di bawahnya dijadikan orang tempat parkir mobil dan motor jadilah kelihatan kurang tertata gitu.

Pas aku lihat ini langsung mikir seh dalam hati, besok besok kalau ada wisatawan yang datang ke Pontianak aku harus bangga ngajakin mereka ke tugu digulis atau Tugu Khatulistiwa. Karena paling gak di sana ada taman-tamannya bahkan di Tugu Khatulistiwa ada museumnya, jadi gak gitu doang, hahahaha.

Dari Queen Victoria Memorial Clock Tower menuju ke Town Hall dari belakang aku juga sempat pepotoan di Fort Cornwallis. Kalau mau masuk harus bayar jadi kami gak masuk karena aku gak terlalu tertarik seh sama benteng. Masak seh harus pepotoan sama tembok doang harus bayar? Hmmm.

Town Hall

Aku baru sadar kalau taman itu gak perlu melulu ada bunga dan air mancur. Bahwa kalau taman itu sekedar tanah lapang (banget) dan kosongan aja gitu bisa juga amat sangat seru. Dan menurut aku Pontianak juga sangat amat perlu untuk memiliki satu taman model tanah lapang seperti ini. Mungkin di depan kantor Gubernur Kalbar?

Aku masuk ke Town Hall ini dari jalan belakang. Sebenarnya bakalan lebih seru kalau saja gak ada pembangunan (entah apa) yang menghalangi pemandangan langsung ke lautnya. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah tempat bermainnya. Jadi di pinggiran Town Hall itu ada beberapa mainan yang bisa dimainkan untuk anak-anak. Gak banyak seh mainannya, tapi menurut aku cukup banget untuk membuat anak senang. Terlebih lagi mainan ini terbuat dari besi gitu yang terlihat kokoh jadi gak mudah rusak. Tempat mainnya pun lumayan luas jadi gak terlihat berdesakan walaupun anak-anak yang bermain di sana lumayan rame. Si K seneng banget di sini. Udah dibiarin main lama tetep aja pas diajak move on gak mau. Akhirnya diiming-imingin boleh gegulingan di rumput depannya baru deh dia mau beranjak pergi πŸ˜›

Di depan tempat bermain tadi emang ada lapangan hijau yang luas banget. Banyak orang lokal yang beraktifitas di sana karena kita datangnya emang udah sore dan cuacanya udah pas. Ada anak-anak cowok yang bermain bola dengan memasang gawang kecil. Ada cewek-cewek remaja yang membentuk lingkaran gitu seperti sedang kajian? Ada juga keluarga kecil seperti kami yang cuma sedang duduk sambil anaknya lari-larian yang akhirnya kami juga melakukan hal yang sama. Di tepian lapangan, ada orang yang menyewakan gelembung sabun yang bisa dimain di sana. Jadi seperti aku bilang di atas, tanah lapang kosong itu ternyata sangat menyenangkan juga ya. Aku pengen punya satu di Pontianak deh!

Setelah menjelang magrib, kitapun pulang dengan sebelumnya pepotoan dulu di depan gedungnya. Gedung Town Hall ini emang beneran keren seh. Mengingatkan aku sama gedung-gedung yang ada di Perth gitu. Ya walaupun kurangnya emang di sini kurang banyak aja gedung yang seperti begituan, hahahaha.

Dari Town Hall ini kamipun melanjutkan perjalanan untuk mencari makan malam (yang akhirnya sesat, hahahah) dan berlabuh di Projek Nasi Lemak Box yang tempatnya ada di Town Hall juga dong. Jadi kita setelah jauh nyari makan, terus balik lagi ke Town Hall >.<

Kapitan Keling Mosque

Perjalanan di daerah George Town ini kami lanjutkan keesokan harinya. Pagi-pagi setelah sarapan di Roti Bakar Hutton Lane dan Bee Hwa Cafe lagi, kamipun pergi ke Mesjid Kapitan Keling. Mesjid ini seru seh karena model bangunannya terbuka gitu yang gak ada pembatas dindingnya. Untuk mengambil wudhupun ada semacam kolam gitu dengan gayung-gayung yang diikat dipinggir kolamnya sehingga kita bisa leluasa untuk berwudhu (untuk yang cowok). Karena kami datangnya pas hari Jum’at pagi, jadi pas kami datang petugas mesjidnya sedang bersiap dan berbenah untuk sholat Jumat. Karena kami gak mau mengganggu jadilah cuma lihat-lihat aja dari depan, pepotoan terus pergi dan jalan kaki menuju ke Street Art.

Street Art Penang

Ada dua gambar yang pengen banget aku foto di sana ketika mengunjungi Street Art di Penang ini. Pertama adalah yang anak cowok dengan menggunakan motor, kedua adalah anak cewek dengan adiknya dengan menggunakan sepeda. Dibeberapa blog yang aku baca katanya susah banget nyari Street Art ini karena berada dijalanan kecil. Tapi ternyata gak kok, mudah banget malah. Karena di google map udah ada. Jadi tinggal cari aja dengan keyword “Penang Street Art : Boy on Chair” dan “Penang Street Art : Old Motorcycle” pasti ketemu deh.

Disepanjang jalan menuju ke Street Art di atas juga banyak banget street art kecil baik yang lama maupun yang baru model dari besi gitu yang dapat kita jumpai. Jadi sekali dayung, tiga empat street art terfotokan πŸ˜›

Kami kemaren pergi untuk berburu Penang Street Art ini waktu udah mau tengah hari dan ternyata panas banget (ya iyalah ya). Jadi kalau mau ke sini aku saranin mending seh pagi atau gak sore aja sekalian biar gak berpeluh-peluh banget buat pepotoan. Keuntungan pergi ke sini ditengah hari bolong hanyalah matahari yang bersinar tepat di atas kepala kita sehingga pencahayaannya sangatlah cakep. Jadi foto-foto yang dihasilkan gak terlalu berbayang deh. Sukak!

Penang Bridge

Tempat terakhir di daerah George Town Penang yang ingin aku kunjungi adalah Penang Bridge. Kata si abang mending kita sekalian naik ferry aja buat pepotoan dengan Penang Bridge-nya. Etapi ternyata dari ferry ini masih sangat jauh dong, jadilah Penang Bridge cuma nampak secuil aja dan bahkan dari foto gak kelihatan sama sekali seperti foto di atas.

Turun dari ferry, kita masuk ke terminalnya yang udah kayak mall saking cantiknya (aku suka takjub dengan infrastruktur di Malaysia yang udah dipelosokpun tetep bagus dan terawat) dan memutuskan untuk makan di food courtnya dulu di sana.

Lalu karena masih penasaran dengan Penang Bridge, akupun meminta suami bagaimana kalau kita naik Grab aja untuk jalan melewati jembatannya. Ya walaupun gak akan bisa pepotoan dengan latar jembatannya, paling gak ada deh merasakan naik di atas jembatannya ya kan, hahahaha.

Pulang dari Penang Bridge kitapun langsung balik ke hotel untuk cek out karena siang ini kami bakalan pindah hotel di daerah Batu Feringgi dan merasakan hotel bintang 5, yeaaay :mrgreen:

***

Ok, ternyata udah panjang banget ya tulisan aku kali ini, hampir 2500 kata aja bo, hahahaha.

bye.

[Review Drakor] My ID is Gangnam Beauty


β€œAku akan memikirkan hal yang membuat aku bahagia mulai sekarang” Kang Mi Rae

Pernahkan kalian menjalani hidup dengan memikirkan pendapat orang lain? Kalau jawaban jujur aku seh pernah! Misal contoh kecil pengen pake baju model apa gitu, tetiba malu terus ganti karena takut dipandang aneh orang lain. Bahkan untuk sesuatu yang besar, misal pengen melakukan apa tapi gak jadi karena takut dipandang orang negatif. Menjalani hidup dengan mempertimbangkan pendapat orang lain inilah tema yang aku tangkap dari drama My ID is Gangnam Beauty.

Awalnya merasa drama ini biasa aja. Bagus seh, dan juga ada lelaki tamvan rupawan yang dipuja banyak kdrama lover. Tapi ya gitu aja! Tipikal drama milenial yang mengangkat tema tentang operasi plastik.

Tapi aku rasa aku salah kakak! Bahkan tema yang diangkat lebih berat daripada itu. Tentang hidup dan pemikiran yang selalu mikirin pendapat orang lain. Saking mikirin orang lain, kita sendiri jadi gak sempat bahagia! Ih ngeri banget yak. Tapi tenang, semuanya dikemas dengan jalan cerita yang ringan. Bahkan aku fikir jalan cerita drama ini sangat lempeng tapi enak buat diikuti πŸ˜„

Jadi ada satu cewek Kang Mi Rae yang melakukan operasi plastik diseluruh bagian wajahnya karena dia lelah dihina dina oleh orang orang karena dirinya jelek. Aku sebenarnya penasaran seh seberapa jelek neh orang karena sampe dramanya tamatpun wajah sebelum oplasnya gak pernah sama sekali ditunjukkan. Sepenasaran aku segimana jelek sampai sesetress itu. Karena aku merasa seumur hidup gak pernah seh lihat orang yang sangat jelek. Sangat cantik/ganteng seh banyak ya. Sangat jelek kan gak ada ya (?)

Setelah dia menjalani operasi, diapun memulai kehidupan barunya dan memasuki dunia kampus. Tapi belum juga sehari, dia langsung bertemu sama orang yang dikenalnya dan mengetahui wajah buruknya dulu dimasa lalu bernama Do Kyung Suk, teman seangkatannya yang tampannya paripurna 🧐

Permasalahan gak sampai disitu saja. Ada lagi Soo A, mahasiswa paling cantik di kampusnya yang sangat membenci Kang Mi Rae karena dia melakukan operasi plastik dan membuat banyak orang tertarik padanya. Dia menganggap kecantikan yang adalah anugerah diambil oleh orang-orang yang melakukan operasi plastik. Sadisnya, Soo A ini selalu manis sama orang2 tapi dibelakangnya jadi rubah.

Lalu kemudian Dong Kyung Suk suka sama Kang Mi Rae, tapi dia menolak Kyung Suk hanya karena takut pandangan dan fikiran orang tentang cewek yang oplas pacaran cowok terganteng sejagat raya.

Jadi bagaimanakah nasib percintaan mereka berdua?

Yang pasti drama ini remaja banget deh adegan-adegannya. Bahkan pegangan tangan aja malu malu merekanya. Hahaha. Sukak!

Skor dari aku : 4/5

Some Strories About KGA (Term 1 dan 2)


Tadi rencananya aku mau nulis tentang KGA Term 2 si K. Terus nyari-nyari dong cerita tentang Term 1nya di postingan lama. Dan ternyata aku sama sekali belum nulis cerita sekolah Katniss dong di blog ini, huhuhu. Jadi kesel sendiri. Untunglah (ya namanya orang melayu ya, terus aja untung πŸ˜› ) KGA ini belum berakhir. Bulan ini si K masih di Term 3 dan baru bulan depan di Term 4 jadi masih bisalah ya cerita-cerita sedikit tentang sekolah. Ok, mari kita mulai saja.

KGA Term 1

Waduh, karena udah kelamaan aku jadi lupa ini si K belajar apaan yak di term 1? Tunggu aku inget-inget dulu >.<

Ok, untung sekolahnya si K ini ada dokumentasi foto dan videonya yak, jadi aku inget lagi, hahahahaha.

Jadi, seperti biasa setiap Term di sekolah si K ini ada temanya. Kalau mau baca teman-tema apa aja yang dipelajari waktu dia di Kiddy 2 (preschool) bisa dibaca di bawah yak:

  1. Masa – Masa Kiddy 2, Term 1
  2. Masa – Masa Kiddy 2, Term 2
  3. Masa – Masa Kiddy 2, Term 3
  4. Cerita Akhir Tahun Kiddy 2

Tahun ini di level KGA ternyata tema disetiap Term gak cuma satu, tapi bertambah jadi dua. Temanya dibagi jadi dua jenis gitu, satu untuk tema sosial studies dan satunya untuk tema science. Untuk tema sosial study pada Term 1 kemaren si K belajar tentang keluarga. Jadi dia diajarin gitu bahwa keluarga itu ada ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dll. Selama ini seh si K emang udah tahu ya yang mana nenek, om, tante dan lainnya. Tapi ternyata aku baru ngeh bahwa silsilahnya aku gak ajarin di rumah. Dia cuma tahu nenek ya nenek, dan dari sekolah baru dia tahu bahwa nenek adalah mother of your mother atau mother of your father. Dan kalau om itu brother of your father dan onty itu sister of your mother. Dia juga belajar keluarga inti dan keluarga besar gitu.

Karena pelajaran ini jugalah dia jadi terobsesi punya little brother karena ternyata semua anak di kelasnya itu udah punya saudara, cuma dia dan satu anak aja yang gak punya. Dan bulan januari kemaren satu anak itu udah punya juga karena emaknya baru melahirkan. Ya, yang sabar aja ya K, jadi anak tunggal nyenengin juga kok πŸ˜›

Foto temennya si K yang lagi belajar tentang Rock

Untuk tema sciencenya kemaren si K belajar tentang Batu. Duh, difolder sekolahnya gak ada fotonya si K, jadi pinjem foto temennya aja ya, hahaha. Jadi mereka diajarin gitu bahwa batu itu berbeda-beda baik dari segi warna, bentuk dan berat. Ada juga diajarin manfaat batu itu untuk apa aja, seperti untuk membangun rumah, jembatan dan bisa juga untuk seni.

Aku sering tanya ke si K kalau belajar gini dia paham gak seh dengan menanyakan hal hal dasar kayak, ih pagar kita bolong kenapa ya? Terus dia bakalan jawab karena buatnya gak kuat, mungkin batunya kurang πŸ˜› ternyata paham juga.

Manfaat belajar science sedari kecil ini gunanya untuk kalau dia udah sekolah dasar, menengah atau atas kali ya. Otak mereka akan menyimpan pemahaman dari kecil dan pas diajarin dengan pelajaran yang lebih kompleks mereka akan merewind dan jadi lebih mudah mencerna pelajaran selanjutnya. Semoga aja πŸ™‚

KGA Term 2

Nah, untuk tema pada Term kedua di KGA ini si K belajar jenis transportasi Transportasi dan jenis-jenis tanaman. Jadi diajarin gitu transportasi itu ada darat, laut dan udara. Ada transportasi yang menggunakan bahan bakar dan yang menggunakan tenaga manusia atau binatang.

Untuk tema kedua yaitu tentang jenis tanaman diajarin gitu jenis tanaman ada yang sebagai sumber makanan, ada yang tanaman berbahaya dan lain sebagainya. Duh, aku yang denger tiap hari aja udah lupa, semoga si K gak pernah lupa apa yang dia pelajari ya, hahahaha.

Aku seneng seh sekolahnya si K ada membuat tema seperti ini. Walaupun sebagain besar udah aku ajarin di rumah, tapikan itu cuma secara umum ya, gak mendetail seperti di sekolah ini. Jadi aku merasa terbantu banget dengan adanya pelajaran kayak gini di sekolah untuk pengetahuan dasar si K juga.

So, segini aja dulu cerita tentang sekolahnya si K. Bye.

Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang


Hai-hai, kali ini aku balik lagi mau nulis tentang review hotel yang aku tinggali selama aku liburan ke Penang, Malaysia bulan Januari lalu. Awalnya seh pengen ngereview hotel yang sebelumnya juga, etapi kok males ya buka-buka email lagi nyari harganya (dan belum tentu juga sesuai dengan harga yang sekarang) dan udah pasti gak ada foto-fotonya. Jadi yang baru-baru aja deh yak yang direviewnya (jadi susah sendiri, hahahaha).

Tulisan ini juga aku masukkan kerangkaian tulisan aku dalam rangka liburan ke Penang yak. So jangan lupa baca tulisan aku yang lainnya juga πŸ˜€

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur
Lobi Kimberley Hotel George Town Penang

Oh, iya karena lagi-lagi aku lupa memfoto hotel ini, jadi foto-fotonya aku ambil dari website resminya di sini aja yak πŸ˜› Etapi kali ini aku ada membuat videonya kok, jadi kalau mau lihat pemandangannya yang lebih real bisa nonton videonya di bawah ya. :mrgreen:

Alasan Memilih Hotel Ini Adalah ….

Karena harganya murah, huahahahahaha πŸ˜› Kalau udah liburan di Malaysia ini mah si abang defaultnya pokoknya murah aja deh. Gak pernah mau ngeluarkan duit untuk hotel yang harganya di atas 400k. Kemaren aku dapat harga kamar ini untuk dua malam setelah diskon promo IDR 672.839 yang mana semalamnya cuma 300an, makanya lanjut.

Murah tapi dipelosok negeri ya gak keren juga ya kakak! Makanya lokasi adalah yang utama. Kalau mau beli properti harus ingat 3L : lokasi, lokasi dan lokasi. Kalau gak besok senin harga naik *eh πŸ˜›

Karena aku kemaren masih bingung mau ke mana di Penang ini, dan sebanyak-banyaknya aku membaca tulisan orang bahwa kalau ke Penang ya harus mainnya di George Town, ya abangpun milihnya kita nginep di George Town deket dan dekat dengan Komtar tempat pemberhentian seluruh bus di Penang Raya ini. Alasannya seh biar kita enak gitu kalau mau pergi kemana-mana tinggal ke komtar milih bisnya. Tapi pada kenyataannya, naik grab itu lebih menyenangkan kakak! Jadilah selama di Penang gak pernah nyentuh bis dan selalu naik grab πŸ˜› Si K sampai protes kok kita liburan tapi belum ada nyentuh bis. Ah, ini anak belum ngerti ya bedanya liburan yang nyaman dan gak nyaman itu πŸ˜›

Hotel Kimberley yang deket banget dengan komtar

Selain deket banget dengan komtar, hotel ini juga deket dengan tempat sarapan yang terkenal seantero Penang, Hutton Lane Roti Bakar dan beberapa tempat Nasi Kandar yang terkenal tapi ku tak mau mencoba makannya karena kelihatan difoto aja udah aneh πŸ˜›

Kalau kalian lihat dari petanya, hotel ini juga dekat banget dengan Penang Street Art yang terkenal itu. Bisa banget jalan kaki dihari yang cerah dan membakar kulit indah kita. Palingan cuma 30 menit kali ya (kalau menurut google map cuma 10-11 menit aja malah, 800 m. Tapi janganlah kalian percaya sama google map. Itu yang jalan kaki raksasa mungkin iya 10 menit >.< ) Dan cuma berjarak 1,5 km dari Penang Town Hall (yang mana kata si google map juga cuma perlu waktu 19 menit untuk jalan kaki. Beneran?!) Etapi ada cara paling asyik untuk menyusuri George Town tanpa harus capek jalan kaki loh, yaitu dengan menyewa sepeda yang banyak banget dijumpai penyewaannya disekitaran sini. Awalnya aku juga pengen banget nyewa sepeda, tapikan ada si K dan susah banget kami nyari sepeda yang ada boncengannya. Jadilah gagal deh, hiks.

Nah, Sekarang Bicara Tentang Kamarnya…

Jadi, hotel ini ada beberapa tipe kamar, dan yang aku pesan kemaren adalah tipe kamar paling murah dengan ukuran kamar paling kecil yaitu tipe Standard Room.

Bisa dilihat deh, luas kamarnya cuma 12 sq.M aja dong! Ini cuma besar sedikit aja dari kamar yang pernah kami tempati di Ibis Hongkong yang mana cuma 11 sq.M. Etapi waktu itu kamarnya menghadap langsung ke dermaga laut gitu seh jadi kece. Kalau ini gak ada pemandangannya sama sekali >.< Untuk aku yang isinya bertiga 2 orang dewasa dan 1 anak balita ini emang sempit banget seh. Bahkan dua kali tidur malam kami selalu berhimpit-himpitan dan saling menindih satu sama lain biar bisa tidur dengan nyenyak. Dan yang sering menang tentu aja si K karena emak bapaknya gak tega ngimpitnya πŸ˜›

Ada seh kamar yang rada besaran dikit kayak tipe Oriental Suite ini. Luasnya gede 19.5 sq.M dan ada bagian luarnya juga. Tapi harganya juga dua kali lipat lebih dong dari kamar kita. Padahal aku yakin banget balkonnya juga gak kepake karena kita gak ada santai di hotel juga, jadi ya standar room adalah pilihan yang tepat menurut aku.

Kalau mau lihat hotel dan isi kamarnya lebih jelas bisa dilihat ke video aku di bawah ya. Jangan lupa subscribe dan like ya. Biar si irni bisa menandingi Atta Halilintar yang punya subscribers terbanyak di Asia Tenggara itu πŸ˜›

bye.

Itinerary Liburan Ke Penang dan Kuala Lumpur


Wah, udah lumayan lama juga ya aku balik dari liburan aku ke Penang dan masih belum semangat buat nulis di blog. Etapi kemudian terfikirkan aku bakalan menyesal dikemudian hari karena gak nulis (ini sering banget kejadian πŸ˜› ) makanya dipaksain deh nulisnya. Untuk tulisan pertama (kalau gak dihitung tentang biaya liburan ke KL kemaren) aku seperti biasa akan buat tulisan tentang itinerary liburan aku dan keluarga di Penang dan Kuala Lumpur.

Walaupun sebelumnya aku meragukan Penang ini secara keseluruhan, tapi ternyata aku menikmati kok liburan kali ini. Karena berasa banget liburannya yang gak buat badan capek karena mengejar destinasi yang mau dikunjungi. Pulang liburan badan seger, fikiran tenang dan langsung bisa beraktifitas. Gak kayak biasanya aku liburan langsung lelah tak bertenaga πŸ˜›

Baca Juga tulisan aku yang lain di perjalanan Penang dan Kuala Lumpur ini ya:

  1. Itinerary Liburan ke Penang dan Kuala Lumpur
  2. Review Hotel ~ Kimberley George Town Penang
  3. Jalan-Jalan di George Town Penang
  4. Review Hotel ~ Golden Sands Resort Batu Ferringhi, Penang
  5. Lihat Kupu-Kupu di Entopia by Penang Butterfly Farm
  6. Review Hotel ~ Mizumi Bukit Bintang
  7. Bermain di Kidzania Kuala Lumpur
  8. Jalan-Jalan di Kuala Lumpur

So, Ini dia itinerary liburan aku kali ini:

Day 1. Rabu, 9 Januari 2019

Hari ini isinya cuma dari bandara ke bandara aja. Sampai di Penangnya udah malam banget karena kita milih terbang dari KL ke Penangnya udah malam juga. Milihnya karena apa? Karena ya yang gratis adanya jam segitu, ya udah kita seh yang mana yang murah hayok aja πŸ˜›

Day 2. Kamis, 10 Januari 2019

Hari ini dimulai dengan beli roti bakar dan roti cane di Roti Bakar Hutton Lane yang terkenal itu. Rasanya gimana? Ya biasa aja seh menurut aku, hahahaha. Tapi tetep aja setiap pagi kita ke sini karena si K emang sesenang itu makan roti cane (rotinya doang) dan roti bakarnya juga lumayan deh. Tapi yang buat kurang ok itu adalah topingnya gak ada yang cokelat. Jadi isinya cuma kosongan atau keju. Hmm.

Terus lanjut sarapan lagi Bee Hwa Cafe, mengunjungi Penang Hill yang ternyata tutup πŸ˜₯ dan baru buka hari sabtu di mana kita udah cabut hari itu ke KL dan akhinya pindah ke vihara aja yang lokasinya gak jauh dari sana. Terus kita ke mall buat makan siang dan pulangnya singgah dulu ke Upside Down. Ini pertama kalinya loh kami ke tempat beginian, hahaha.

Sorenya lanjut menyusuri tempat-tempat disekitaran Penang Town Hall yang ternyata seru juga tapi gak juga cantik banget seh πŸ˜›

Day 3. Jum’at, 11 Januari 2019

Hari ini rencananya kita berburu street art yang udah kesiangan πŸ˜› Awalnya sempat ragu apakah kita akan dapat street art yang aku mau. Yang seperti foto di atas dan ada yang anak pake motor itu. Karena pas aku baca-baca katanya kan susah nemunya. Eh ternyata gak susah loh nemunya. Di google maps udah ada. Dan dilingkungan street art ini banyak banget orangnya! Jadilah kita gak kebingungan lagi. Tapi ya karena rame kita emang harus antri banget.

Terus aku pengen lihat jembatan Penang, si abang ngajakin lihat jembatannya dari ferry penyebrangan aja. Eternyata gak kelihatan sama sekali dong dari si ferry itu. Masih amat jauh! Jadilah baliknya kita pake grab hanya untuk merasakan naik jembatan itu, hahahaha. Ini gak penting seh, aku maunya pepotoan bukan naiknya. Tapi lumayan deh dapat buat vlog selama di atas jembatannya πŸ˜›

Siangnya kita cekout dari hotel dan pindah hotel ke daerah batu feringgi. Kali ini si abang baik hati buat pesen hotel bintang 4 dengan private beachnya. Sorenya jadi bisa main-main di pantai bentaran dan paginya bisa main di pantai lagi. Emang seru ya kalau nginep di hotel yang langsung terhubung dengan pantai itu. Gak perlu persiapan khusus deh mau main ke pantainya.

Day 4. Sabtu, 12 Januari 2019

Hari terakhir di Penang dan kita maunya santai-santai aja di Hotelnya. Yakan udah banyar mahal sayang ya bo cuma untuk tidur doang πŸ˜› Tapi siangan dikit kita juga main seh tempat kupu-kupu gitu. Kirain si K bakalan suka tuh tempat, ternyata dia takut loh! Sepanjang kita jalan yang isinya kupu-kupu semua dianya takut atau nangis, duh! Padahal udah dijelasin kalau kupu-kupu gak gigit tetep aja nangis.

Emang seh mood dia sepanjang Penang ini kacau banget gak tahu kenapa. Udah balik ke KL moodnya lumayan ok lagi dan pulang ke rumah dengan hati riang gembira. Neh anak gak cocok kayaknya sama Penang. Mau balik lagi ke Aussie mungking yang moodnya sepanjang perjalanan bagus terus πŸ˜›

Sorenya kita cuss dari hotel langsung ke Bandara dan naik Malaysia Airlines menuju ke KL. Dari pesawat low budget ke full service ternyata gak terlalu merubah keadaan seh. Pesawat MH kelihatan banget udah tua, jarak dekat juga cuma dikasih air putih sama kacang aja. Bedanya cuma turun di KLIA yang emang terasa bedanya seh dengan KLIA2, selain itu gak ada. Untung dapat harga tiketnya murah, kalau gak mutung deh πŸ˜›

Day 5. Minggu, 13 Januari 2019

Hari ini isinya seharian cuma ngajakin si K ke Kidzania. Emang niat dari awal pengen ngajakin dia ke sana lagi waktu usia dia udah 4 tahun di mana batas umur minimal anak-anak dapat bermain sepuasnya di tempat ini. Si K kelihatan seneng seh main di sini, tapi karena dia mainnya sendirian jadi kelihatan banget kayak butuh temen gitu. Ya paling seru emang main sama temen-temen sekolah kali ya pergi ke tempat seperti ini. Gak kayak di Theme Park yang bisa seneng seneng aja sendirian gitu. Mudah-mudaha ntar emak-emak dan guru di sekolahnya si K ada keinginan buat ajakin anak anak main bareng ke sini πŸ˜›

Sorenya kita habisin buat mall hunting di daerah Bukit Bintang karena kita emang udah nginep di sana. Niat yang mau belanja-belanja santai jadi keburu-buru banget karena ternyata waktu 2 – 3 jam itu sangat gak cukup untuk belanja sambil lihat-lihat loh! Bulan April ke KL lagi harus dikasih waktu yang lebih panjang deh buat nyari barang yang belum ketemu kemaren, hihihi.

Day 6. Senin, 14 Januari 2019

Hari terakhir liburan, kita niatin buat ke Suriah untuk pepotoan sama KLCC. Kita udah pernah seh foto bertiga di KLCC pas si K umur 1 tahun tahun 2015 kemaren, tapi menurut aku fotonya jelek karena kemaren datangnya malam dan kamera kita gak sebagus yang sekarang. Jadi niat bener buat foto lagi bertiga. Hasilnya sekarang lumayan seh walau muka si papa kibuw gelap semua karena dianya pake topi, duh! Ntar mungkin ke sini lagi dengan muka papa K gak pake topi biar fotonya lebih ok πŸ˜›

***

Ya, segitu deh itinerary aku liburan ke Penang dan KL bulan Januari lalu. Nulis cepet gak sampe setengah jam ternyata udah seribu kata lebih aja gitu, hahahaha. Untuk cerita lengkapnya ditunggu ya. Pasti bakalan aku tulis tapi entah kapan selesainya itu >.<

bye.